Anda di halaman 1dari 24

MOLA HYDATIDOSA

CHESA SJARFI 1220221121 Pembimbing Klinik: dr. Harry Purwoko Sp.OG, K-Fer & dr. Adi Rahmanadi, Sp.OG

DEFINISI
Penyakit throphoblast jinak Pertumbuhan / proliferasi throphoblast yang berlebihan dengan stroma mengalami degenerasi hidropik (terutama sinsitiothrophoblast), villi choriales (jonjot2 chorion) tumbuh berganda berbentuk gelembung kecil berisi cairan jernih (As. Amino, mineral) menyerupai buah anggur/mata ikan (Bunga Rampai)

ETIOLOGI
Multiparitas Faktor ovum (ovum mati) Imunoselektif throphoblast Infeksi virus Kelainan kromosom

Gejala-gejala dan Tanda


Mual, muntah, pusing namun sering lebih hebat. Uterus lebih besar dari umur kehamilan. Perdarahan antara bulan ke 1- 7 dengan rata-rata 12-14 minggu. Sifat perdarahan bisa intermiten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan anemia, syok atau kematian. Pre-eklampsia pada mola terjadi lebih muda daripada kehamilan biasa. (SARWONO,2009)

Diagnosis
Amenorrhoe Tanda2 subyektif kehamilan (+) Mola face / pucat kekuningan Hiperemesis gravidarum Bentuk uterus lebih bulat TFU lebih tinggi daripada usia kehamilan Palpasi tidak ditemukan ballotement bagian janin Ballotemen (-) gerak janin (-), DJJ (-) PPV kecoklatan Keluar gelembung mola dari OUE (Dx. Pasti)

Diagnosis
Fenomena harmonica (+) TFU turun bila darah & gelembung mola keluar dari OUE tetapi naik kembali karena adanya kumpulan darah baru. Lab kadar HcG pengenceran > 1/400 (+) Ro gambaran tulang janin (-) USG honeycomb appereance (+) Test sonde acosta sison (-)/ tidak ada tahanan

Gambaran mikroskopis jaringan mola (TRIAS) -Proliferasi throfoblast -Degenerasi hidropik stroma vili -Hilangnya gambaran PD (SARWONO,2009) USG, Badai salju (snow flake pattern) atau gambaran seperti sarang lebah (honey comb). (SARWONO,2009)

HYDATIDIFORM MOLE

Patofisiologi
TEORI MISSED ABORTION Mudigah mati pada kehamilan 3 5 minggu karena itu terjadi gangguan peredarah darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembunggelembung.

STUDI DARI HERTIG Akibat akumulasi cairan yang menyertai degenerasi awal atau tidak adanya embrio komplit pada minggu ke tiga dan ke lima. Adanya sirkulasi maternal yang terus menerus dan tidak adanya fetus menyebabkan trofoblast berproliferasi dan melakukan fungsinya selama pembentukan cairan. (Patofisiologi Silvia, Wilson) MENURUT SARWONO Karena tidak sempurnanya peredaran darah fetus, yang terjadi pada sel telur patologik yaitu hasil pembuahan dimana embrionya mati pada umur kehamilan 3 5 minggu dan karena pembuluh darah villi tidak berfungsi maka terjadi penimbunan di dalam jaringan mesenkim villi

Perbedaan MHL dan MHP


Pembeda
Jaringan fetus atau

MHL
Tidak ada Ada

MHP

embrio Pembekakan

hidatidiformis vili
korionik

Difus

Fokal

Hiperplasia
Difus Trofoblastik
Diploid 46, XX (90%); Kariotipe 46, XY due to dispermic fertilization Triploid 69, XXX, 69,XXY, or much less commonly, 69,XYY

Fokal

Mola Hydatidosa Komplit ( 92- 96% )


85 % are 46,XX dengan kedua kromosom asal ayah (patternal).
Ovum mengalami fertilisasi oleh sperma haploid, yang kemudian berduplikasi sendiri atau satu ovum kosong dibuahi oleh 2 sperma (proses androgenesis) kromosom ovum tidak ada atau tidak aktif.

Mola Hydatidosa Parsial Usually, with two paternal sets and a maternal chromosome complement.

Complete mole

Incomplete mole or partial moles

Heterozygous 10%

MHL

MHP

Complete
Hydatidiform

Mole

Partial H. mole.

DIAGNOSIS BANDING
BLIGHTED OVUM ABORTUS HIDRAMNION KEHAMILAN GANDA

Penatalaksanaan
1. Perbaikan keadaan umum Transfusi darah 2. Pengeluaran jaringan mola a. Vakum kuretase Vakum kuretase tanpa pembiusan Untuk memperbaiki kontraksi Uterotonika. Vakum kuretase dilanjutkan dengan kuretase dengan menggunakan sendok kuret biasa yang tumpul. (SARWONO,2009)

Penatalaksanaan
b. Histerektomi Perempuan yang telah cukup umur dan cukup mempunyai anak. (Batasan: umur 35 tahun dengan anak hidup tiga.) (Sarwono, 2009)
3. Pemeriksaan tindak lanjut

Tes hCG harus mencapai nilai normal 8 minggu setelah evakuasi. Lama pengawasan berkisar satu tahun

Penatalaksanaan (Bunga Rampai)


Evakuasi CURETAGE I CURETAGE II Histerektomi pd high risk mola: - Usia >40th - Jumlah anak >3org - Mola besar/berulang

MONITORING KEGANASAN
- Kontraindikasi: AKDR - Px. kadar HcG serial Tiap minggu (s/3 minggu), tiap bulan (s/ 6 bulan) - Foto ro paru (metastase paru) - Profilaksis keganasan (Chorio CA) PA TINDAKAN: - Kemoterapi methotrexate atau dactinomycin (Sarwono) - Imunisasi BCG (didasari pemikiran mola disebabkan krn imunitas tubuh yg rendah) (Bunga rampai)

Komplikasi Perdarahan & anemia Infeksi Pertumbuhan infiltratif (mola destruen) Degenerasi ganas ( choriocarsinoma) (Bunga rampai) Tirotoksikosis Emboli sel trofoblas ke paru2 Kista lutein

Prognosis Kematian pada mola hydatidosa disebabkan oleh perdarahan, infeksi, payah jantung, atau tirotoksikosis (2,2-5,7% di negara berkembang) Sehat setelah evakuasi mola Koriokarsinoma (5,56%) (Sarwono , 2009)