Anda di halaman 1dari 18

Disusun oleh: Nerissa Arviana Stefany Widjaya Frisky Fediana Cindy Elysia Frisca Melia M.

11.70.0002 11.70.0030 11.70.0034 11.70.0067 11.70.0081

Klasifikasi gurita adalah sebagai berikut : Kingdom: Animalia Filum : Moluska Kelas : Cephalopoda Ordo : Octopoda Famili : Octopodidae Genus : Octopus Spesies : Octopus vulgaris

Kebanyakan gurita merupakan hewan laut yang hidup di laut zona bentik. Tiap famili biasanya dapat ditemukan di seluruh dunia dari pesisir hingga mencapai kedalaman 100 meter. Banyak spesies yang suka hidup dengan bersembunyi di celah celah batu karang, cangka moluska yang sudah kosong, dan rumput laut pada siang hari, kemudian berburu makanan pada malam hari, beberapa juga hanya berkeliaran di dasar laut yang mudah dijaring.

Ada beberapa spesies gurita yang termasuk famili Octopodidae, antara lain: Octopus dofleini Octopus aegina Octopus briareus Octopus burryi Octopus conispadiceus Octopus cyaneus

Teknik mengait (hooking technique) Penggunaan kait panjang (longline tangle hook), yaitu tali panjang diberi pengapung. Kait diberi jarak 1-3 meter dari simpul dan digantung beberapa sentimeter di atas permukaan laut. Tali panjang dipasang di antara sarang gurita dan lahan makanan gurita sehingga saat keluar dari sarang gurita tersangkut.

Tali panjang dengan umpan (baited longlines) Kait digantungkan dari tali panjang yang dibenamkan, kurang lebih 3-4 kaki di atas permukaan dasar laut. Makerel, herring dan ikan kecil lain digunakan sebagai umpan. Pancing dari kain merah atau kuning, atau dari plastik dipasang pada simpul kurang lebih 15 cm di atas kait dan pergerakan dari pancingan ini dapat menarik gurita.

Drifted Lures Dapat digunakan pada air yang dangkal dengan dasar yang datar. Beban atau batu diletakkan pada wadah atau jaring dengan umpan yang dikaitkan, kawat halus dipasangkan pada beban dan pancingan dipasangkan pada tali vertikal sebagai penarik bagi gurita. Kait dipasang pada pelampung tunggal yang bergerak dengan gerakan pasang air, arus, dan angin. Kait ini akan bergerak sepanjang dasar hingga mengenai gurita atau halangan lain.

Gurita merupakan sumber protein yang tinggi, gurita juga memiliki kandungan vitamin B1, B12, riboflavin, Zn, dan asam lemak omega-3 yang juga diturunkan dari EPA dan DHA.

Gurita banyak digemari masyarakat karena memiliki flavor yang manis dan lembut oleh karena itu banyak produk olahan gurita.

Beberapa contoh masakan dan olahan dari gurita antara lain : pickled octopus (htapothi toursi) baby octopus octopus salad (Ensalada de pulpo) char-grilled baby octopus braised octopus smoked octopus eke takare i roto Ite akari (curried octopus in coconut sauce) dll

Pemanasan dengan menggunakan air mendidih Proses pendidihan dilakukan melalui tahapan : Pencucian dengan air mengalir Pemotongan bagian tubuh gurita di antara lengan dan mata Pencucian di dalam air garam Pendidihan di dalam air panas dengan suhu 70-80oC selama 10 menit Pendinginan primer pada suhu 20oC selama 5 menit Pendinginan sekunder pada suhu 2oC selama 10 menit Pencucian produk akhir Penimbangan Pengemasan

Penggaraman Proses penggaraman dibedakan menjadi 3 macam, antara lain: Penggaraman kering yang merupakan metode yang digunakan secara luas pada produk rendah lemak. Brine salting yang adalah proses perendaman produk di dalam salt brine hingga diperoleh jumlah garam yang diserap diinginkan. Brine salting banyak digunakan pada produk yang berlemak. Penggaraman cepat (rapid salting)

Flaked Products Proses pengolahan flake gurita terdiri dari : Pencucian gurita yang masih segar dari lendir dan kotoran Pembuangan organ dalam dibuang dengan memperhatikan kantong tintanya supaya jangan sampai pecah, kemudian badan dan lengannya dipisahkan Pemotongan lengan gurita menjadi potonganpotongan kecil dan pemisahan kulitnya

Pembilasan kembali dan dimasukkan dalam air mendidih selama 5-6 menit untuk bagian badan gurita dan 10 menit untuk bagian lengan gurita. Pembilasan kembali dan pendinginan Setelah dingin, bagian-bagian tersebut ditusuk dengan menggunakan stik bambu lalu digantung untuk pengeringan sampai tingkat pengeringan yang dikehendaki Potongan gurita tersebut dibuat flake dengan ukuran panjang sekitar 2-3 cm dan lebar 1 cm.

Pickled products Proses pengolahan cuka terdiri dari : Potongan gurita dimasukkan ke dalam wadah. Penambahan asam asetat dilarutkan dalam air untuk memperoleh konsentrasi yang diinginkan dan penambahan garam dimasukkan ke dalam wadah. Konsentrasi asam asetat yang digunakan berkisar antara 2-4%.

Gurita asap Proses pengasapan terdiri dari : Perebusan gurita (gurita rebus digunakan sebagai bahan) Pemisahan Kulit gurita baik yang di lengan maupun yang di badan Perendaman gurita ke dalam campuran gula, garam, dan bumbu kimia selama semalam Penggantungan di dalam ruangan pengasapan Pengasapan. Ada 2 metode yaitu pengasapan setengah dingin dan pengasapan dengan panas yang cukup.

Gurita Beku Proses pembekuan terdiri dari : Pencucian gurita sehingga bagian dalamnya menghadap keluar, Pemotongan dan pembuangan saluran pencernaannya Pencucian kembali Pelunakan tentakel dengan pemukulan Pengemasan dengan kardus dengan posisi tentakel terikat di bagian kepala gurita. Pembekuan dengan air blast freezer pada suhu 35oC selam 5-7 jam hingga temperatur bagian dalam minimal mencapai -18oC.

FAO. Octopuses. FAO.org. ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/009/ac479e/ac479e32.pdf Ministry of Agriculture Fisheries and Food. (1991). A Preliminary Development Plan for the Commercial Food Fishery of the Giant Pacific Octopus (Octopus dofleini). Province of British Columbia. Okuda, Y. 1977. History of octopus processing and methods of processing (Tako kako no rekishi to kako-ho). Sekai no ika tako shigen no kaihatsu to sono riyo. (Squid and octopus resource development and utilization in the world) (5): 215-217, 1975. Jap. Mar. Resour. Res. Cent., Tokyo, Japan. Venkatappa. 2007. Processing and Utilization of Octopus (Octopus spp). Department Of Fish Processing Technology College Of Fisheries, Mangalore.