Anda di halaman 1dari 9

PENDEKATAN ATAU STRATEGI DASAR PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

Pengampu : Bp. Sigit Hariyadi Tugas ini : ditujukan untuk melengkapi tugas kelompok mata kuliah Bimbingan Konseling Oleh : 1. Angga Berlian #. Siti &asuti Suryanah (. )ia *lpida Astuti ". +liya &ahalin -. .anny idyaningrum ,. *ni Sugiarti '. &uyassaroh /. 0isa 12i Astuti !"#$1"11$#"% !"#$1"11$#'% !"#$1"11$(1% !"#$1"11$",% !"#$1"11$"'% !"#$1"11$"/% !"#$1"11$-,% !"#$1"11$,$%

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

I. II.

JUDUL Pendekatan atau Strategi 1asar Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah LATAR BELAKANG Pendidikan adalah sebuah aset yang penting di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara3 karena bagaimana pun tidak ada bangsa yang maju tanpa diiringi pendidikan yang bermutu.Pendidikan yang berkualitas bukan hanya dilihat dari sejauh mana proses pengajarannya3 4usu5!#$$-: -% memaparkan ada tiga bidang pendidikan yang harus menjadi perhatian3 diantaranya6 Bidangadministrative dan kepemimpinan3 Bidang Intruksional dan

kurikuler3 dan Bidang pembinaan sis2a!Bimbingan dan Konseling%. Bimbingan dan konseling di sekolah merupakan upaya proakti5 dan sistematis dalam mem5asilitasi peserta didik men7apai tingkat perkembangan belajar yang optimal3 pengembangan perilaku yang e5ekti53 dan peningkatan prestasi serta membantu memberikan solusi masalah yang dihadapi peserta didik di lingkungannya. Hasil studi lapangan !#$$'% menunjukkan bah2a layanan bimbingan dan konseling di Sekolah8&adrasah sangat dibutuhkan3 karena banyaknya masalah peserta didik di Sekolah8&adrasah3 besarnya kebutuhan peserta didik akan pengarahan diri dalam memilih dan mengambil keputusan3 perlunya aturan yang melindungi layanan bimbingan dan konseling di Sekolah8&adrasah3 serta perbaikan tata kerja baik dalam aspek ketenagaan maupun manajemen. Pelayanan BK di sekolah diarahkan pada keter7apaian tujuan pendidikan dan tujuan pelaksanaan konseling. Sebagai salah satu lembaga pendidikan3 sekolah membutuhkan pelayanan BK dalam penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi ter7apainya tujuan pendidikan. Oleh karena itu kami dalam makalah ini akan lebih memaparkan mengenai strategi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. III. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah yang dimaksudkan dengan strategi dasar pelayaan bimbingan dan konseling di sekolah9 #. Apa saja strategi dasar yang dapat diterapkan dalam pelayanan bimbingan da konseling di sekolah9

IV.

TUJUAN 1. &engetahui de5inisi strategi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah #. &engetahui strategi dasar atau pendekatan bimbingan konseling di sekolah

V.

MANFAAT Pemba7a dapat mengetahui mengenai strategi dasar atau pendekatan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.

VI.

ISI Strategi adalah suatu pola yang diren7anakan dan ditetapkan se7ara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi dalam layanan bimbingan dan konseling disekolah disebut strategi layanan bimbingan dan konseling disekolah. Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terkait dengan empat komponen program yaitu: !1% layanan dasar6 !#% layanan responsi56 !(% peren7anaan indi:idual6 dan !"% dukungan sistem. 1. Strate ! "#t"$ La%a#a# Da&ar B!'(!# a# a. Bimbingan Klasikal 0ayanan dasar diperuntukkan bagi semua sis2a. Hal ini berarti bah2a dalam pelun7uran program yang telah diran7ang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para sis2a di kelas. Se7ara terjad2al3 konselor memberikan layanan bimbingan kepada para sis2a. Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan orientasi dan in5ormasi tentang berbagai hal yang dipandang berman5aat bagi sis2a. 1. 0ayanan orientasi pada umumnya dilaksanakan pada a2al pelajaran3 yang diperuntukan bagi para sis2a baru. #. Sementara layanan in5ormasi merupakan proses bantuan yang diberikan kepada para sis2a tentang berbagai aspek kehidupan yang dipandang penting bagi mereka3 baik melalui komunikasi langsung3 maupun tidak langsung !melalui media 7etak maupun elektronik3 seperti : buku3 brosur3 lea5let3 majalah3 handphone dan internet%. 0ayanan in5ormasi untuk bimbingan klasikal dapat mempergunakan jam pengembangan diri. Agar semua sis2a terlayani kegiatan bimbingan klasikal perlu terjad2alkan se7ara pasti untuk semua kelas. b. Bimbingan Kelompok

Konselor memberikan layanan bimbingan kepada sis2a melalui kelompok; kelompok ke7il !- s.d. 1$ orang%. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para sis2a. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini3 adalah masalah yang bersi5at umum !7ommon problem% dan tidak rahasia3 seperti : 7ara;7ara belajar yang e5ekti53 kiat;kiat menghadapi ujian3 dan mengelola produkti5. 7. Berkolaborasi dengan <uru &ata Pelajaran atau ali Kelas Program bimbingan akan berjalan se7ara e5ekti5 apabila didukung oleh semua pihak3 yang dalam hal ini khususnya para guru mata pelajaran atau 2ali kelas. Konselor berkolaborasi dengan guru dan 2ali kelas dalam rangka memperoleh in5ormasi tentang sis2a !seperti prestasi belajar3 kehadiran3 dan pribadinya%3 membantu meme7ahkan masalah sis2a3 dan mengidenti5ikasi aspek;aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Aspek;aspek itu di antaranya : a. men7iptakan sekolah dengan iklim sosio;emosional kelas yang kondusi5 bagi belajar sis2a6 b. memahami karakteristik sis2a yang unik dan beragam6 7. menandai sis2a yang diduga bermasalah6 d. membantu sis2a yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial tea7hing6 e. mere5eral !mengalihtangankan% sis2a yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing6 5. memberikan in5ormasi tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati sis2a6 g. memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan3 sehingga dapat memberikan in5ormasi yang luas kepada sis2a tentang dunia kerja !tuntutan keahlian kerja3 suasana kerja3 persyaratan kerja3 dan prospek kerja%6 h. menampilkan pribadi yang matang3 baik dalam aspek emosional3 sosial3 maupun moral;spiritual !hal ini penting3 karena guru merupakan =5igur 7entral> bagi sis2a%6 i. memberikan in5ormasi tentang 7ara;7ara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya se7ara e5ekti5. stress. 0ayanan bimbingan kelompok ditujukan untuk mengembangkan keterampilan atau perilaku baru yang lebih e5ekti5 dan

d. Berkolaborasi !Kerjasama% dengan Orang Tua 1alam upaya meningkatkan kualitas pelun7uran program bimbingan3 konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua sis2a. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap sis2a tidak hanya berlangsung di sekolah3 tetapi juga oleh orang tua di rumah. &elalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan in5ormasi3 pengertian3 dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi sis2a atau meme7ahkan masalah yang mungkin dihadapi sis2a. +ntuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini3 dapat dilakukan beberapa upaya3 seperti : 1% kepala sekolah atau komite sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke sekolah !minimal satu semester satu kali%3 yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor3 #% sekolah memberikan in5ormasi kepada orang tua !melalui surat% tentang kemajuan belajar atau masalah sis2a3 dan (% orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke sekolah3 terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari;harinya. 2. Strate ! "#t"$ La%a#a# Re&)*#&!+ a. Konsultasi Konselor memberikan layanan konsultasi kepada guru3 orang tua3 atau pihak pimpinan sekolah dalam rangka membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para sis2a. b. Konseling ?ndi:idual atau Kelompok Pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu para sis2a yang mengalami kesulitan3 mengalami hambatan dalam men7apai tugas;tugas perkembangannya. &elalui konseling3 sis2a dibantu untuk mengidenti5ikasi masalah3 penyebab masalah3 penemuan alternati5 peme7ahan masalah3 dan pengambilan keputusan se7ara lebih tepat. Konseling ini dapat dilakukan se7ara indi:idual maupun kelompok. Konseling kelompok dilaksanakan untuk membantu sis2a meme7ahkan masalahnya melalui kelompok. 1alam konseling kelompok ini3 masing;masing sis2a mengemukakan masalah yang dialaminya3 kemudian satu sama lain saling memberikan masukan atau pendapat untuk meme7ahkan masalah tersebut. 7. .e5eral !.ujukan atau Alih Tangan%

Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah klien3 maka sebaiknya dia mere5eral atau mengalihtangankan klien kepada pihak lain yang lebih ber2enang3 seperti psikolog3 psikiater3 dokter3 dan kepolisian. Klien yang sebaiknya dire5eral adalah mereka yang memiliki masalah3 seperti depresi3 tindak kejahatan !kriminalitas%3 ke7anduan narkoba3 dan penyakit kronis. d. Bimbingan Teman Sebaya !Peer <uidan7e8Peer @a7ilitation% Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh sis2a terhadap sis2a yang lainnya. Sis2a yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Sis2a yang menjadi pembimbing ber5ungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu sis2a lain dalam meme7ahkan masalah yang dihadapinya3 baik akademik maupun non;akademik. 1i samping itu dia juga ber5ungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan 7ara memberikan in5ormasi tentang kondisi3 perkembangan3 atau masalah sis2a yang perlu mendapat layanan bantuan bimbingan atau konseling. 3. Strate ! "#t"$ La%a#a# Pere#,a#aa# I#-!.!-"a/ a. Penilaian ?ndi:idual atau Kelompok !?ndi:idual or small;group Appraisal% 4ang dimaksud dengan penilaian ini adalah konselor bersama sis2a menganalisis dan menilai kemampuan3 minat3 keterampilan3 dan prestasi belajar sis2a. 1apat juga dikatakan bah2a konselor membantu sis2a menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya3 yaitu yang menyangkut pen7apaian tugas;tugas perkembangannya3 atau aspek;aspek pribadi3 sosial3 belajar3 dan karier. &elalui kegiatan penilaian diri ini3 sis2a akan memiliki pemahaman3 penerimaan3 dan pengarahan dirinya se7ara positi5 dan konstrukti5. b. ?ndi:idual or Small;<roup Ad:i7ement Konselor memberikan nasihat kepada sis2a untuk menggunakan atau meman5aatkan hasil penilaian tentang dirinya3 atau in5ormasi tentang pribadi3 sosial3 pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk !1% merumuskan tujuan3 dan meren7anakan kegiatan !alternati5 kegiatan% yang menunjang pengembangan dirinya3 atau kegiatan yang ber5ungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya6 !#% melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau peren7anaan yang telah ditetapkan3 dan !(% menge:aluasi kegiatan yang telah dilakukannya. 0. Strate ! "#t"$ D"$"# a# S!&te' a. Pe# e'(a# a# Pr*+e&&!*#a/

Konselor se7ara terus menerus berusaha untuk =meng;update> pengetahuan dan keterampilannya melalui !1% in;ser:i7e training3 !#% akti5 dalam organisasi pro5esi3 !(% akti5 dalam kegiatan;kegiatan ilmiah3 seperti seminar dan 2orkshop !lokakarya%3 atau !"% melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi !Pas7asarjana%. (. Pe'(er!a# K*#&"/ta&! -a# Ber$*/a(*ra&! Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru3 orang tua3 sta5 sekolah lainnya3 dan pihak institusi di luar sekolah !pemerintah3 dan s2asta% untuk memperoleh in5ormasi3 dan umpan balik tentang layanan bantuan yang telah diberikannya kepada para sis2a3 men7iptakan lingkungan sekolah yang kondusi5 bagi perkembangan sis2a3 melakukan re5eral3 serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. 1engan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur;unsur masyarakat yang dipandang rele:an dengan peningkatan mutu layanan bimbingan. Aalinan kerjasama ini seperti dengan pihak;pihak !1% instansi pemerintah3 !#% instansi s2asta3 !(% organisasi pro5esi3 seperti ABK?) !Asosiasi Bimbingan dan Konseling ?ndonesia%3 !"% para ahli dalam bidang tertentu yang terkait3 seperti psikolog3 psikiater3 dokter3 dan orang tua sis2a3 !-% &<BK !&usya2arah <uru Bimbingan dan Konseling%3 dan !,% 1epnaker !dalam rangka analisis bursa kerja8lapangan pekerjaan%. .obert H. &athe2sson!1B,#%3 membedakan tujuh pendekatan atau strategi dasar yang masing;masing pendekatan merupakan kontinum yang bipolar. Ketujuh strategi dasar itu adalah sebagai berikut: 1. *dukati5 :ersus 1irekti5 4aitu satu sisi pelayanan bimbingan dipandang sebagai pengalaman belajar bagi sis2a yang membantu mereka untuk menentukan sendiri pilihan; pilihannya. 1isisi yang lain pelayanan bimbingan dita5sirkan sebagai penentuan diagnosis oleh seorang ahli disertai rekomendasi;rekomendasi kepada sis2a dan para guru serta orang tua. #. Kumulati5 :ersus Pelayanan 4aitu satu sisi satu pelayanan bimbingan dilihat sebagai program yang kontinyu dan bersambung;sambung. 1i sisi yang lain hanya dianggap perlu pada saat tertentu.

(. *:aluasi diri :ersus oleh orang lain 4aitu disatu sisi pelayanan bimbingan diran7ang untuk membantu sis2a menemukan diri dan e:aluasi diri atas prakasa sendiri. 1isisi yang lain banyak memberikan tanggapan3 pendapat3 pandangan dan saran karena sis2a dianggap membutuhkan hal itu. ". Kebutuhan indi:idu :ersus kebutuhan lingkungan 4aitu disatu sisi pelayanan bimbingan menekakan supaya kebutuhan; kebutuhan masing;masing sis2a dipenuhi. 1i ujung yang lain di5okuskan pada kebutuhan lingkungan masyarakat atau lingkungan sekolah sendiri. -. Penilaian Subjekti5 :ersusu penilaian objekti5 4aitu disatu sisi pelayanan bimbingan diarahkan ke penghayatan dan pena5siran sis2a sendiri terhadap dirinya sendiri serta lingkungan hidupnya3 di sisi yang lain menitik beratkan pengumpulan data sis2a dari sumber di luar sis2a sendiri. ,. Komprehensi5 :ersus ber5okus pada satu aspek atau satu bidang saja 4aitu disatu sisi pelayanan bimbingan diprogramkan sedemikian rupa sehingga semua tantangan dan permasalahan di berbagai bidang kehidupan sis2a ter7akup di dalamnya. 1isisi yang lain dipusatkan pada aspek;aspek perkembangan atau bidang permasalahan tertentu. '. Koordinati5 :ersusu Spesialistis 4aitu disatu sisi ditangani oleh sejumlah tenaga melakukan kerjasama se7ara koordinati5 dalam memberikan bantuan dan berkedudukan sama dan harus bekerjasama erat dalam mendeskripsi 7iri;7iri suatu program bimbingan yang dilaksanakan pada institusi pendidikan. 1isisi yang lain ditangani se7ara spesi5ik berdasarkan keahlian.

VII.

KESIMPULAN 1. Strategi adalah suatu pola yang diren7anakan dan ditetapkan se7ara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi dalam layanan bimbingan dan konseling disekolah disebut strategi layanan bimbingan dan konseling disekolah. Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terkait dengan empat komponen program yaitu: !1% layanan dasar6 !#% layanan responsi56 !(% peren7anaan indi:idual6 dan !"% dukungan sistem. #. .obert H. &athe2sson!1B,#%3 membedakan tujuh pendekatan atau strategi dasar yang masing;masing pendekatan merupakan kontinum yang bipolar. Ketujuh strategi dasar itu adalah sebagai berikut: a. *dukati5 :ersus 1irekti5 b. Kumulati5 :ersus Pelayanan 7. *:aluasi diri :ersus oleh orang lain d. Kebutuhan indi:idu :ersus kebutuhan lingkungan e. Penilaian Subjekti5 :ersusu penilaian objekti5 5. Komprehensi5 :ersus ber5okus pada satu aspek atau satu bidang saja g. Koordinati5 :ersusu Spesialistis

VIII. DAFTAR PUSTAKA Hilly3 .oberto. #$11. Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling. http:88roberto;hilly.blogspot.7om Cdiakses tanggal ## &ei #$1(D &ugiarso3 Heru. #$11. Bimbingan dan Konseling. Semarang : +PT +))*S Press Susanto3 12i. #$11. Pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling. http:887alonsarjana;kumpulantugas.blogspot.7om Cdiakses tanggal #( &ei #$1(D