Anda di halaman 1dari 9

1

DEFINISI GUNUNG API TIPE GUNUNG API


MAKALAH Sebagai tugas mata kuliah Vulkanologi Oleh : Rifki Muhammad Fauzi 270110120069 Geologi D

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS PADJAJARAN 2014

BAB I Pendahuluan
Gunungapi terbentuk sejak jutaan tahun lalu hingga sekarang. Pengetahuan tentang gunungapiberawal dari perilaku manusia dan manusia purba yang mempunyai hubungan dekat dengan gunungapi. Hal tersebut diketahui dari penemuan fosil manusia di dalam endapan vulkanik dansebagian besar penemuan fosil itu ditemukan di Afrika dan Indonesia berupa tulang belulangmanusia yang terkubur oleh endapan vulkanik.

BAB II Isi Definisi Gunung Api


Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairanmagma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan kepermukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. (Departemen Energi dan Sumber Daya Alam) Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. (id.wikipedia.org)

Tipe-Tipe Gunung Api yang sudah dikenal : Berdasarkan Bentuknya


(1) Tipe Perisai (Shield Vulcanoes type)/Tipe Hawai, Gunung api dengan tipe ini merupakan jenis gunung api terbesar di dunia. Tipe ini terbentuk dari aliran lava basalt dan memiliki kemiringan yang landai. Gunung api ini tidak menghasilkan letusan yang besar karena magma yang dikeluarkan memiliki sifat encer. Magma basalt dengan viskositas rendah ini biasa muncul di daerah hotspot tengah samudera dan daerah batas lempeng divergen. Tipe gunung api ini lebih sering muncul di tengah samudera.

Mauna loa, hawaii

(2) Tipe Kerucut Piroklastik (Cinder cone type), gunungapi yang tersusun oleh material piroklastik berupa bom, lapili, abu, kerikil, pasir. Cinder cone merupakan bukit berbentuk kerucut yang curam terbentuk di atas ventilasi magma. Cinder cone biasanya terbentuk oleh letusan sejenis Strombolian.Tipe gunung api ini jarang memiliki tinggi hingga 250m.

Vesuvirus volcano, italy

(3)Tipe Maar, Gunung api ini terbentuk dari erupsi eksplosif dan dikendalikan oleh dapur magma yang dangkal. Ketinggian gunung api ini rendah dan pasca letusan biasanya akan terbentuk danau yang dasarnya relatif kedap air. Gunung api ini terpancung membentuk kawah seperti mangkuk dengan lebar kawah relativ lebih besar dari tinggi dinding kawah, lereng landai, sifat lava kental.

Eichholz maar, Deutch

(4) Tipe Kaldera (Caldera type), Caldera merupakan sebuah kawasan runtuhnya gunung api. Sebuah keruntuhan dipicu oleh pengosongan magma di bawah gunung berapi, biasanya sebagai hasil dari letusan besar gunung api. Keruntuhan ini dapat terjadi pada saat letusan dahsyat atau pun letusan yang bertahap dari serangkaian letusan. Reruntuhan tersebut akan menutupi jalur magma sebelumnya, sehingga magma akan mencari jalur baru dan biasanya fracture-fracture yang mengarah ke lingkaran pinggiran reruntuhan (caldera) tersebut. Sehingga muncul ventilasi vulkanik sekunder di sekeliling caldera.

Kaldera Bromo

(5) Tipe Strato (Strato type, composite volcano type), Stratovolcano seperti kerucut dengan sisi yang curam. Tipe gunung api ini terbentuk pada letusan besar yang terdiri dari aliran lava, tefra, dan aliran piroklastik. Letusan besar terjadi karena komposisi magma yang sangat kental. Magma rhyolitic yang kaya dengan silika terdistribusi pada daerah lempeng benua terutama pada zona subduksi. Pada saat pembentukan gunung api ini berdasarkan berada di daerah lempeng benua.

Gunung merapi (6) Tipe Kubah Lava (lava dome type), Lava dome terbentuk karena pendinginan lava kental yang keluar dari ventilasi gunung api. Lava kental ini mengalir dengan perlahan, jadi lava lebih cepat membeku dengan perpindahan dalam jarak yang pendek dari sumber letusan. Lava-lava yang telah membeku membentuk tumpukan seperti kubahkecil. kelerengan umumnya simetri.

Kubah Lava, Alaska

Berdasarkan Tipe Letusannya


Berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, maka gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi:

(1) Tipe Hawaiian,yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburanlava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundansederhana; (2) Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburanlava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benuaatau di tengah benua; (3) Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magmaberviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar; (4) Tipe Sub Plinian, erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato, tahap erupsi efusifnya menghasilkankubah lava riolitik. Erupsi subplinian dapat menghasilkan pembentukan ignimbrit; (5) TipeUltra Plinian, erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa; (6) Tipe Vulkanian, erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampaidasit, umumnya melontarkan bom-bom vulkanik atau bongkahan di sekitar kawah dan seringdisertai bom kerak-roti atau permukaannya retak-retak. Material yang dierupsikan tidak melulu berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik; (7) Tipe Surtseyandan-Tipe Freatoplinian (Icelandic), kedua tipe tersebut merupakan erupsi yang terjadi pada pulau gunungapi, gunungapi bawah laut atau gunungapi yang berdanau kawah. Surtseyan merupakanerupsi interaksi antara magma basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan,letusannya disebut freatomagmatik. Freatoplinian kejadiannya sama dengan Surtseyan, tetapimagma yang berinteraksi dengan air berkomposisi riolitik. (8) Tipe Pelee, diawali dengan adanya penguapan fumarol dan jatuhan debu dengan bau sulfur yang menyengat. Erupsi yang terjadi adalah : Awan Panas erupsi terarah mendatar disebabkan penghancuran sumbat kawah bagian bawah. Kubah lava tidak longsor, sehingga menjadi beban yang menahan tekanan gas.

KLASIFIKASI GUNUNGAPI DI INDONESIA


1. Tipe A gunungapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600 2. Tipe B gunungapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengadakan erupsimagmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara 3. Tipe C gunungapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia,namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah

BAB III Kesimpulan


Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairanmagma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan kepermukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung.

Tipe-Tipe Gunung Api yang sudah dikenal : Berdasarkan Bentuknya


(1) Tipe Perisai (Shield Vulcanoes type)/Tipe Hawai, (2) Tipe Kerucut Piroklastik (Cinder cone type), (3)Tipe Maar, (4) Tipe Kaldera (Caldera type), (5) Tipe Strato (Strato type, composite volcano type), (6) Tipe Kubah Lava (lava dome type),

Berdasarkan Tipe Letusannya


(1) Tipe Hawaiian (2) Tipe Strombolian, (3) Tipe Plinian (4) Tipe Sub Plinian (5) TipeUltra Plinian (6) Tipe Vulkanian (7) Tipe Surtseyandan-Tipe Freatoplinian (Icelandic (8) Tipe Pelee

KLASIFIKASI GUNUNGAPI DI INDONESIA


1. Tipe A 2. Tipe B 3. Tipe C

DAFTAR PUSTAKA
Syahputra, Ahmad. 2010. Tipe-Tipe Gunung Api . Dikutip dari http://earthmax. wordpress.com/2010/02/21/tipe-tipe-gunung-api/ Vulcanological Survey of Indonesia. Gunung Api. Departemen Energi dan Sumber Daya Alam http://teamforce.wikispaces.com/NDML+Homepage