Anda di halaman 1dari 8

MODUL II PEMBANGKITAN TEGANGAN IMPULS

ABSTRAK Dalam dunia teknik tenaga listrik (electric power engineering), yang disebut tegangan tinggi adalah semua tegangan yang dianggap cukup tinggi oleh para teknisi listrik sehingga diperlukan pengujian dan pengukuran dengan tegangan tinggi yang semuanya bersifat khusus dan memerlukan teknik-teknik tertentu. Terdapat tegangan lebih luar, yang disebabkan karena pelepasan muatan oleh petir yang mempunyai bentuk gelombang aperiodik yang diredamkan (damped aperiodic) seperti pada waktu pelepasan muatan sebuah kapasitor melalui sebuah tahanan yang induktif. Pengujian ketahanan peralatan terhadap gelombang petir dapat dilakukan dengan membangkitkan gelombang impuls. enerator impuls yang terdiri dari beberapa kapasitor disusun terpisah dapat membangkitkan beberapa gelombang impuls sebanyak jumlah kapasitor. Dalam pembangkitan tegangan tinggi impuls ini dapat disimulasikan dengan program !atlab (!atri" #aboratory). Di dalam simulasi tegangan tinggi impuls, sumber tegangan yang diperlukan adalah tegangan tinggi searah. Tegangan tinggi searah ini bisa diperoleh dari rangkaian pembangkit tegangan tinggi searah.

1. TEORI 1.1. Jenis Tegangan Tinggi Impuls

Gamba 1. $entuk tegangan impuls surja petir %,&'() (a) dan surja hubung ())'&()) (b).

Tegangan tinggi impuls umumnya terbagi manjadi dua, yaitu tegangan tinggi impuls petir dan tegangan tinggi surja hubung.Tegangan impuls simulasi petir memiliki bentuk %,&'() yang berarti waktu dahi T % * %,& +s dan waktu setengah punggung T& * () +s. Tegangan impuls surja hubung memiliki bentuk &()'&()) yang berarti waktu mencapai puncak T cr * &() +s dan waktu setengah punggung T& * &()) +s. ,aktu puncak Td yaitu lama waktu dimana tegangan memiliki tinggi sebesar ),- " tegangan puncak. 1.!. Rang"aian Pembang"i#an Tegangan Tinggi Impuls %.&.%. .angkaian enerator /mpuls

Gamba ! .angkaian dasar generator impuls satu tingkat (a) !odel % dan (b) !odel &

Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut (perhatikan !odel &)0 %. 1ondensator impuls 2s diisi muatan dengan tegangan tinggi searah sampai dicapai tegangan 3o. &. Dengan penyalaan sela percik 4, terjadi peluahan muatan yang mengisi kapasitor beban 2b. 5. 2b kemudian melepas muatan ke tahanan pelepas .d dan .e. Tegangan impuls diperoleh dari terminal kondensator beban 2b. 3ntuk waktu dahi T% yang singkat, maka pengisian muatan 2b harus secepat mungkin dan besarnya secara pendekatan adalah .d 2b.,aktu punggung T & yang lama ditentukan oleh tahanan pelepas .e yang jauh lebih besar dibanding tahanan peredam .d. %.&.&. .angkaian enerator /mpuls 1askade !ar"

Gamba $ .angkaian

enerator /mpuls 1askade !ar"

Prinsip kerja generator impuls !ar" hampir sama dengan generator impuls satu tingkat, sebagai beriku0 %. Pengisian muatan pada kondensator impuls 2s6 melalui tahanan ohmik tinggi .#6, sampai dicapai tegangan pemuat setiap tingkat sebesar 3 ). &. Pada saat penyalaan semua sela percik, maka kondensator-kondensator 2s6 terhubung secara seri dan terjadi peluahan muatan ke kondensator beban 2b melalui tahanan7tahanan peredam .d. 5. 8elanjutnya peluahan muatan dari semua kondensator akan melalui

tahanan pelepas .e dan juga .d. .angkaian kaskade !ar" n-tingkat dapat dibuat rangkaian pengganti satu tingkatnya seperti 9!odel &6 dengan besaran-besarannya menjadi 0

1.$. Pe %i#ungan Rang"aian Tegangan Impuls Sa#u Ting"a# Perhatikan !odel & di ambar &. Pada rangkaian ini berlaku persamaan berikut (dengan notasi yang sama)0

Persamaan transformasi

deferensial #aplace.

ini

hendak

diselesaikan

dengan

menerapkan maka

3ntuk

fungsi-fungsi

dalambidang-p

diperoleh persamaan transformasi berikut0

Dengan menyatakan 3 * 3(p) diperoleh penyederhanaan sebagai berikut0

Dimana

1edua akar persamaan kuadrat pada bagian penyebut ialah0

1edua nilai akar bernilai nyata dan negatif. Transformasi balik kedalam bidang-t menghasilkan persamaan sebagai berikut0

Disini konstanta waktu

dan

8olusi umum dapat

lebih disederhanakan jika dipenuhi pendekatan Dengan demikian diperoleh hubungan pendekatan berikut0

Dengan demikian nilai akar dalam p akan mendekati nilai (%-&c'b&) 8ehingga diperoleh pendekatan sebagai berikut0

Dan

!. TEKNIK PENGAMBILAN DATA !.1. Gamba Rang"aian Pe &'baan

!.!. P 'se(u Pe &'baan a. :alankan program aplikasi !atlab. b. $uat berkas model baru. c. $uka #ibrary 8imPower8ystem pada 8imulink. d. $uat rangkaian pada berkas model seperti terlihat pada gambar percobaan. e. /sikan harga berikut ke rangkaian0 Tegangan sumber D2 1apasitor 2s 1apasitor 2b 8witch .on .esistor .b .esistor .d .esistor .e * % k; * <))) p4 * %&)) p4 * % = %)-%& > * %) !> * ?%< > * -()) > S#a #

f. :alankan simulasi dari pull-down menu Simula#i'n g. #ihat bentuk gelombang pada layar osiloskop. h. 8impan hasil yang didapat. i. !atikan program.

$. )ASIL PENGUJIAN DAN ANALISA $.1. G a*i" Gel'mbang Tegangan Impuls

$.!. Menen#u"an +a"#u Da%i T1 (an +a"#u Se#enga% Punggung T!

$erdasarkan gambar kur@a diatas gelombang impuls mempunyai waktu dahi sebesar %,& +s.

$erdasarkan gambar kur@a diatas gelombang impuls mempunyai waktu setengah punggung sebesar () +s. ,. KESIMPULAN %. $erdasarkan hasil dan analisa data, didapat bahwa tegangan impuls pada percobaan diatas memiliki bentuk %,&'(). &. $esar waktu dahi sangat dipengaruhi oleh nilai resistor .e, semakin kecil nilai resistor .e akan semakin cepat waktu yang diperlukan untuk mencapai tegangan puncak. 5. $esar waktu setengah punggung sangat dipengaruhi oleh kapasitor 2s.