Anda di halaman 1dari 32

Presentasi Kasus

REHABILITASI MEDIK SEORANG PRIA, 74 TAHUN, DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS EKSASERBASI AKUT DAN BRON HIE TASIS

O!e" # Ba"aru$$in A"%a$ G &&&'&((

Pe%)i%)in* # DR+ $r+ H,+ N-er Ra."%a, S/+RM KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN REHABILITASI MEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNS0RSUD DR+MOE1ARDI SURAKARTA 2&32

STATUS PASIEN I+ ANAMNESIS A+ I$entitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Alamat Tanggal %asuk Tanggal Periksa No (% B+ + Sesak na,as Ri4a5at Pen5a6it Se6aran* Pasien -atang -engan keluhan sesak na.as kurang le"ih + hari S%RS. Sesak na.as -irasakan ham.ir se.anjang hari# terutama tim"ul saat .asien se-ang "erakti/itas -an akan se-ikit "erkurang "ila .asien "eristirahat. Sesak na.as ti-ak "erkurang -engan .eru"ahan .osisi. Pasien "iasa ti-ur -engan menggunakan 1!& "antal# mu-ah lelah 012# sesak -isertai mengi 032# "engkak1"engkak .a-a kaki mau.un $ajah 012. Keluhan sesak -isertai -engan "atuk. 4atuk tim"ul terutama .a-a malam -an .agi hari. 4atuk "er-ahak# -ahak $arna .utih# kental# /olume -ahak 5 6 s-t tia. kali "atuk# "atuk -arah 012. Panas "a-an 032# -emam sumer1sumer 032# .enurunan "erat "a-an 012# na,su makan menurun 032sejak hari S%RS# mual 032. 4AK -an 4A4 ti-ak a-a kelainan. Se"elumn7a# keluhan tim"ul kam"uh1kam"uhan. : Tn. P : 74 tahun : Pria : Islam : Pensiunan PNS : KaliosoRT !I Kalijam"e# Sragen : &1 %aret &'1& : &7 %aret &'1& : )'*&+)

Status Perka$inan : Ka$in

Ke!u"an Uta%a

&

D+

Ri4a5at Pen5a6it Da"u!u Ri$a7at minum 8AT Ri$a7at merokok Ri$a7at hi.ertensi Ri$a7at .en7akit jantung Ri$a7at sakit gula Ri$a7at asma Ri$a7at alergi Ri$a7at mon-ok : 032 + tahun 7ang lalu. : 032 sejak usia 3&' tahun : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : -isangkal : 032selama 5 +4 tahun# se"an7ak 1 1 & "ungkus .er hari Ri$a7at minum alkohol Ri$a7at olahraga Pasien makan : -isangkal : -isangkal

E+

Ri4a5at Pen5a6it Ke!uar*a Ri$a7at sakit seru.a Ri$a7at hi.ertensi Ri$a7at sakit gula Ri$a7at .en7akit jantung Ri$a7at asma

F+

Ri4a5at Ke)iasaan $an Gi7i Ri$a7at merokok

kali sehari# se"an7ak 9 .orsi# -engan nasi# lauk .auk 0tahu#

tem.e# telur#ikan2 -an sa7ur. Pasien jarang makan "uah -an minum susu. Pasien minum air .utih se"an7ak +17 gelas "elim"ing .ehari. G+ Ri4a5at S-sia! E6-n-%i Pasien a-alah seorang .ria 7ang su-ah menikah. Saat ini .asien mon-ok -i RS :r %u$ar-i -engan menggunakan ,asilitas ASK;S. II+ PEMERIKSAAN FISIK A+ B+ Status Genera!is Kea-aan umum sakit se-ang# <om.os mentis ;4=+%)# gi>i kesan <uku.. Tan$a 8ita! Tekanan :arah : 11'!*' mm?g

Na-i Res.irasi Suhu + D+ E+ Ku!it

: *' @ ! menit# isi <uku.# irama teratur# simetris : &4@ ! menit : )#7 ( .er aksiler

Aarna sa$o matang# .u<at 012# ikterik 012# .ete<hie 012 Ke/a!a 4entuk ke.ala meso<he.al# ke-u-ukan ke.ala simetris Mata (onjun<ti/a .u<at 01!12# sklera ikterik 01!12# re,leks <aha7a langsung 03!32# .u.il isokor 0 mm! mm2 F+ G+ H+ I+ 9+ a. simetris ". Ins.eksi Pal.asi Perkusi Auskultasi <. Ins.eksi Pal.asi Perkusi Jantung : I<tus (or-is ti-ak tam.ak : I<tus (or-is ti-ak kuat angkat : Kon,igurasi Jantung kesan ti-ak mele"ar : 4un7i Jantung I -an II intensitas normal# reguler# "ising 012 Paru : Pengem"angan -a-a kanan B kiri# SI( mele"ar : Cremitus ra"a kanan B kiri# SI( mele"ar : Sonor!Sonor Hi$un* Na,as <u.ing hi-ung 01!12# -e,ormitas 012# -arah 01!12# sekret 01!12 Te!in*a :e,ormitas 01!12# -arah 01!12# sekret 01!12 Mu!ut 4i"ir kering 012# sianosis 012# li-ah kotor 012 Le"er Simetris# J=P ti-ak meningkat# kelenjar getah "ening ti-ak mem"esar T"-ra: Retraksi 032 in,ra sternoi-# "entuk "arrel <hest#

Auskultasi K+ A)$-%en Ins.eksi Pal.asi Perkusi Auskultasi L+ E6tre%itas 8e-em 1 1 M+ 1. <uku. &. . 4. +. <uku. A;e6 $an M--$ A,ek %oo?alusinasi Ilusi Pr-ses Pi6ir 4entuk Isi Arus 1 1

: Suara -asar /esikuler 03!32# Suara tam"ahan03!32# Ahee>ing 03!32# eks.irasi memanjang 032 : :in-ing .erut sejajar -in-ing -a-a : Su.el# n7eri tekan 012# he.ar -an lien ti-ak tera"a : T7m.ani : Peristaltik 032 normal Akral -ingin 1 1 1 1

Status Psi6iatri Des6ri/si U%u% Penam.ilan : Pria# tam.ak sesuai umur# .era$atan -iri Kesa-aran : (om.os mentis Perilaku -an Akti/itas %otorik Pem"i<araan : Normal Sika. terha-a. Pemeriksa : Koo.erati,# kontak mata : Normoakti,

: A..ro.iate : ;utimik : 012 : 012 : realistik : $aham 012 : koheren

Gan**uan Perse/si

Sens-riu% $an K-*niti;

:a7a konsentrasi 8rientasi

: "aik : 8rang Aaktu Tem.at : "aik : "aik : "aik : "aik : "aik

:a7a Ingat Da5a Ni!ai Insi*"t N+ Kesa$aran Fun*si Lu"ur Fun*si 8e*etati; Ner<us rania!is Fun*si Sens-ri6 1 Rasa ;ksterose.tik 1 Rasa Pro.iose.tik 1 Rasa Kortikal Ke6uatan + + O. + +

: Jangka .anjang Jangka .en-ek # 4aik # D(S ;4=+%) # -alam "atas normal # -alam "atas normal # -alam "atas normal

# :a7a nilai realitas -an sosial "aik

Status Neur-!-*is

: suhu# n7eri# -an ra"a -alam "atas normal : getar# .osisi# -an tekan -alam "atas normal : stereognosis# "arognosis -alam "atas normal T-nus N N N N R+Fisi-!-*is 3& 3& 3& 3& R+/at-!-*is = 1 = 1

Fun*si M-t-ri6 $an Re;!e6

Range of Motion NE K Cleksi ;kstensi Eateral "en-ing kanan Eateral "en-ing kiri Rotasi kanan Rotasi kiri ROM Pasi; ' 1 7' ' 1 4' ' 1 )' ' 1 )' ' 1 F' ' 1 F' ROM A6ti; ' 1 7' ' 1 4' ' 1 )' ' 1 )' ' 1 F' ' 1 F'

E6tre%itas Su/eri-r Cleksi ;ktensi A"-uksi A--uksi ;ksternal Rotasi Internal Rotasi Cleksi ;kstensi Pronasi Su.inasi Cleksi ;kstensi Ulnar :e/iasi Ra-ius -e/iasi %(P I Cleksi %(P II1I= ,leksi :IP II1= ,leksi PIP II1= ,leksi %(P I ;kstensi Cleksi ;kstensi
Right Eateral 4en-ing Ee,t Eateral 4en-ing

ROM Pasi;
De6stra Sinistra

ROM A6ti;
De6stra Sinistra

S"-u!$er

E!)-4

1rist Fin*er

Trun6

'1F' '1+' '11*' '17+ '1F' '1F' '11+' ' '1F' '1F' '1F' '17' '1 ' '1&' '1+' '1F' '1F' '11'' '1 ' '1F' '1 ' '1 + '1 +

'1F' '1+' '11*' '17+ '1F' '1F' '11+' ' '1F' '1F' '1F' '17' '1 ' '1&' '1+' '1F' '1F' '11'' '1 ' '1F' '1 ' '1 + '1 +

'1F' '1+' '11*' '17+ '1F' '1F' '11+' ' '1F' '1F' '1F' '17' '1 ' '1&' '1+' '1F' '1F' '11'' '1 ' '1F' '1 ' '1 + '1 +

'1F' '1+' '11*' '17+ '1F' '1F' '11+' ' '1F' '1F' '1F' '17' '1 ' '1&' '1+' '1F' '1F' '11'' '1 ' '1F' '1 ' '1 + '1 +

E6tre%itas In;eri-r Cleksi ;ktensi A"-uksi A--uksi ;ksorotasi ;n-orotasi Cleksi ;kstensi :orso,leksi Plantar,leksi

ROM Pasi;
De6stra Sinistra

ROM A6ti;
De6stra Sinistra

Hi/

Knee An6!e

'11&' '1 ' '14+ '14+ '1 ' '1 ' '11&' ' '1 ' '1 '

'11&' '1 ' '14+ '14+ '1 ' '1 ' '11&' ' '1 ' '1 '

'11&' '1 ' '14+ '14+ '1 ' '1 ' '11&' ' '1 ' '1 '

'11&' '1 ' '14+ '14+ '1 ' '1 ' '11&' ' '1 ' '1 '

;/ersi In/ersi P.

'1+' '14'

'1+' '14'

'1+' '14'

'1+' '14'

Manual Muscle Testing (MMT) NE K Cleksor %. Sterno<lei-omastoi-eum ;kstensor %. Sterno<lei-omastoi-eum TRUNK %. Re<tus A"-ominis Thora<i< grou. Eum"al grou. %. 8"liGuus ;ksternus A"-ominis %. Hua-ratus Eum"aris + +

Cleksor ;ktensor Rotator Pel/i< ;le/ation

+ + + + +

E6tre%itas Su/eri-r Cleksor ;kstensor A"-uktor Shoul-er A--uktor Internal Rotasi ;ksternal Rotasi Cleksor ;l"o$ ;ksternsor Su.inator Pronator Cleksor ;kstensor A"-uktor A--uktor %. :eltoi-eus anterior %. 4ise.ss anterior %. :eltoi-eu %. Teres %a7or %. :eltoi-eus %. 4ise.s %. Eatissimus -orsi %. Pe<toralis ma7or %. Eatissimus -orsi %. Pe<toralis ma7or %. Teres ma7or %. In,ra su.inatus %. 4ise.s %. 4ra<hilais %. Trise.s %. Su.inatus %. Pronator teres %. Cleksor <ar.i ra-ialis %. ;kstensor -igitorum %. ;kstensor <ar.i ra-ialis %. ;kstensor <ar.i ulnaris

De6stra

Sinistra

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Arist

Cinger

Cleksor ;kstensor

%. Cleksor -igitorum %. ;kstensor -igitorum

+ +
De6stra

+ +
Sinistra

E6tre%itas In;eri-r ?i. Cleksor ;kstensor A"-uktor A--uktor Knee Cleksor ;kstensor Ankle Cleksor ;kstensor

%. Psoas ma7or %. Dluteus maksimus %. Dluteus me-ius %. A--uktor longus ?amstring mus<le Hua-ri<e.s ,emoris %. Ti"ialis %. Soleus

+ + + + + + + +

+ + + + + + + +

Status A%)u!asi : mo-erate -e.en-en-ent III+ PEMERIKSAAN PENUN9ANG A+ La)-rat-riu% Dara" ?" ?<t A; AE AT D:S Natrium Kalium (hlori-a .? 4; .(8& .8& ?(t ?(8 Total (8& 8& saturasi : 14#* g!-E : 4+ I :4#*) 1') ! UE : 1).7 1' !UE : )7. 1' !UE : 1+1 mg!-E : 1 ) mmol!E : 4#1 mmol!E : 1'1 mmol!E :7#4+' : '#) mmol!E : '#* mm?g : )7# + mm?g : 4+I :&4#F mmol!E :&'#' mmol!E :F4#*I

Analisa Das :arah

B+ R-nt*en t"-ra6 PA Kesan : 1 1 1 1 4ron<hie<tasis ;,usi .leura kanan -engan organisasi ;m.h7sema lungs Ra-ang .aru kemungkinan .roses s.esi,ik Tam.ak jantung tear -ro. Tam.ak in,iltrate -an kalsi,ikasi -i su.rahiler kanan# hone7 <om"s a..earan<e -i .arakar-ial kanan -an .aru hi.eraeratePa-a .aru tam.ak gam"aran em,isematous# su-ut <osto,renikus kanan tertutu. .erselu"ungan -an kiri masih lan<i. (TR J +' I

+ E!e6tr-6ar$i*ra;i Sinus ritme ?R *4K! menit I8+ ASSESMENT Deriatri Pen7akit .aru o"struksi kroniseksaser"asi akut 4ron<hiektasis 4ekas T4 -engan s<$harte 8+ DAFTAR MASALAH Masa!a" Me$is Deriatri Pen7akit .aru o"struksi kronis eksaser"asi akut 4ron<hie<tasis Pr-)!e% Re"a)i!itasi Me$i6 1. &. S.ee<h Tera.i : 012 8ku.asi Tera.i kegiatan sehari1hari karena : keter"atasan melakukan #

1'

sesak na,as -an "atuk . Sosiome-ik "antuan untuk melakukan kegiatan sehari1hari 4. +. Psikologi ). Cisiotera.i 8rtesa1.rotesa : 012 : "e"an .ikiran karena keter"atasan melakukan akti/itas sehari1hari : sesak na.as# retensi s.utum : terka-ang mem"utuhkan

8I+ PENATALAKSANAAN 1.8&# &1 E ! menit &. In,us RE &' t.m . Injeksi <e,otaksim 1 gram!1& jam +. Injeksi methil.re-nisolon )&#+ mg! * jam ). 84? s7r 7. am"ro@ol @ (I @ ' mg Tera/i Me$i6a%ent-sa

*. Ne"u 4erote< : Atro,en : Na(l '#FI B 1) : 1) tetes : 1<< .er * jam 1. Cisiotera.i <hest .h7si<al thera.7: 1 1 1 1 1 "reathing <ontrol -ee. "reathing latihan "atuk <hest e@.ansion e@er<ise .ostural -rainage : 012 : latihan -alam melakukan akti/itas sehari1hari : mem"eri e-ukasi ke.a-a .asien -an keluarga mengenai .en7akit .asien : Re"a)i!itasi Me$i6

&. S.ee<h Tera.i . 8ku.asi Tera.i 4. Sosiome-ik

11

+. 8rtesa1.rotesa ). Psikologi

: 012 : Psikotera.i su.orti, # mengurangi ke<emasan .asien

8II+ IMPAIRMENT, DISABILITAS, $an HANDI AP A. Im.airment : Deriatri# PP8K# 4ron<hie<tasis 4. :isa"ilitas (. ?an-i<a. 8III+ PLANNING Planning :iagnostik : s.irometri "ila sta"il Planning Tera.i Planning ;-ukasi : ti-ak a-a : : sesak na.as# "atuk : keter"atasan akti/itas sehari1hari karena mu-ah sesak

1 Penjelasan .en7akit -an kom.likasi 7ang "isa terja-i 1 Penjelasan tujuan .emeriksaan -an tin-akan 7ang -ilakukan 1 ;-ukasi untuk home e@er<ise -an ketaatan untuk melakukan tera.i Planning %onitoring : ;/aluasi hasil tera.i. I>+ GOAL A. Per"aikan kea-aan umum sehingga mem.ersingkat lama .era$atan 4. %inimalisasi im.airment# -isa"ilitas# -an han-i<a. .a-a .asien (. %en<egah terja-in7a kom.likasi 7ang le"ih "uruk 7ang -a.at mem.er"uruk kea-aan .en-erita 0se.erti "erulang2 :. %engatasi masalah .sikologis 7ang tim"ul aki"at .en7akit 7ang -i-erita .asien >+ PROGNOSIS A- /itam A- sanam : "aik : -u"ia et malam gagal na,as# in,eksi

A- ,ungsionam : -u"ia et "onam

1&

TIN9AUAN PUSTAKA A+ GERIARTRI %enua 0menja-i tua B aging2 a-alah suatu .roses menghilangn7a se<ara .erlahan1lahan kemam.uan jaringan untuk mem.er"aiki -iri!mengganti -iri -an mem.ertahankan struktur -an ,ungsi normaln7a sehingga ti-ak -a.at "ertahan terha-a. jejas 0termasuk in,eksi2 -an mem.er"aiki kerusakan 7ang -i-erita. Proses menua atau aging process meru.akan .roses alamiah 7ang akan -ialami oleh setia. makhluk hi-u. -i -unia ini. ?ingga sekarang "elum a-a -e,inisi 7ang memuaskan mengenai .roses menua ini. :e,inisi 7ang .aling se-erhana ialah Lmenja-i tuaL# se-angkan -e,inisi 7ang le"ih kom.leks -ari Stehler: LProses menua meru.akan .eru"ahan 7ang "erhu"ungan -engan $aktu# "ersi,at uni/ersal# intrinsik# terja-i kerusakan 7ang .rogresi,# 7ang mengaki"atkan .enurunan a-a.tasi terha-a. lingkungan sehingga men7e"a"kan hilangn7a kemam.uan organisme untuk "ertahan hi-u.L. Se-angkan menurut ?arman# .roses menua ialah .enjumlahan semua .eru"ahan 7ang terja-i -engan "erlalun7a $aktu. Peru"ahan ini menja-i .en7e"a" atau "erkaitan erat -engan meningkatn7a kerentanan tu"uh terha-a. .en7akit 7ang "erakhir -engan kematian. %enua a-alah suatu .roses menghilangn7a kemam.uan jaringan untuk mem.er"aiki atau mengganti -iri serta mem.ertahankan struktur -an ,ungsi normaln7a. 4an7ak teori mengenai .roses menua ini. Teori 7ang menjelaskan tentang se"a"1se"a" menua antara lain:

1. Teori M Denetik <lo<kN Tia. s.esies mem.un7ai -i -alam nukleusn7a suatu jam geneti< 7ang telah -i.utar menurut suatu re.likasi tertentu. &. %utasi somatik 0teori Error Catastrophe2 Proses menua -i.engaruhi oleh ,aktor lingkungan 7ang men7e"a"kan terja-in7a mutasi somatik 0ra-iasi -an >at1>at kimia2 Terja-i kesalahan -alam .roses transkri.si 0:NARNA2# mau.un -alam .roses translasi 0RNA.rotein!en>im2. . Rusakn7a sistem imun tu"uh (with incised Auto-Antibodies) %utasi 7ang "erulang atau .eru"ahan .rotein .as<a1translasi# -a.at men7e"a"kan "erkurangn7a kemam.uan sistem imun tu"uh mengenali -irin7a sen-iri 0self recognition2. 4. Teori menua karena meta"olisme Pa-a tahun 1F +# %<Ka7 et al. 0ter-a.at -alam Dol-stein# et al# 1F*F2# mem.erlihatkan "ah$a .engurangan intake kalori .a-a ro-entia mu-a akan mengham"at .ertum"uhan -an mem.er.anjang umur +. Kerusakan aki"at ra-ikal "e"as Ra-ikal "e"as -a.at ter"entuk -i alam "e"as# -an -i -alam tu"uh kita jika ,agosit .e<ah# -an se"agai .ro-uk sam.ingan -i -alam rantai .erna,asan -i -alam mitokon-ria 08en# 1FF 2. Ra-ikal "e"as -a.at juga -inetralkan menggunakan sen7a$a non1en>imatik# se.erti: /itamin ( 0asam askor"at2# .ro/itamin A 04eta1Karoten2# -an /itamin ; 0To<o.herol2. 4atasan usia lanjut -i In-onesia menurut A?8 South ;ast Asia Regional 8,,i<e 08rganisasi Kesehatan :unia untuk Regional Asia Selatan -an Timur2 a-alah usia le"ih -ari )' tahun. Selain istilah usia lanjut# istilah 7ang sering mun<ul a-alah geriatri. Ti-ak jarang .asien usia lanjut -isalahartikan se"agai .asien geriatri# .a-ahal .asien usia lanjut "elum tentu geriatri. Se"alikn7a# .asien geriatri su-ah .asti "erusia lanjut. a. :;P.K;S RI 1. )' O )F th P usia lanjut &. Q 7' th P usia lanjut resiko tinggi ". A?8 : 1. )' O )4 th P transition to el-erl7 .erson

14

&. )+ O 7F th P ol. Q *' th P ol- ol<. %enurut 4oul- et al 01F*F2 1. )+ O 74 th P M7oungN ol&. 7+ O *4 th P M ol- M ol. Q *+ th P Nol-estN olK-nse/ ?Menua Se"at? Tujuan hi-u. manusia a-alah menja-i tua# teta.i teta. sehat 0 healthy aging2. Healthy aging artin7a menja-i tua -alam kea-aan sehat. :alam hal ini# 7ang ter.enting a-alah .romosi kesehatan -an .en<egahan .en7akit 7ang juga harus -imulai se-ini mungkin -engan <ara -an ga7a hi-u. sehat. Pre/ensi 7ang -imaksu-kan a-alah men<egah agar .roses menua ta-i ti-ak -isertai -engan .roses .atologik. Healthy aging akan -i.engaruhi oleh 1. ,aktor1,aktor:Endogenic aging# -imulai -engan cellular aging le$at tissue -an anatomical aging ke arah .roses menuan7a organ tu"uh. Proses ini se.erti jam 7ang terus "er.utar. &. Exogenic factor# -i"agi -alam .en7e"a" lingkungan 0environtment2 -i mana seseorang hi-u. -an ,aktor sosio1ekonomi# sosio "u-a7a# atau 7ang .aling te.at -ise"ut ga7a hi-u. 0life style2. Caktor exogenic aging ta-i# kini le"ih Ases%en Geriartri Asesmen Deriatri a-alah suatu .roses .en-ekatan multi-isi.lin untuk menilai as.ek me-ik# ,ungsional# .sikososial -an ekonomi .en-erita usia lanjut -alam rangka men7usun ren<ana .rogram .engo"atan -an .emeliharaan kesehatan 7ang rasional. Asesmen Deriatrik a-a & ma<am 7aitu : 1. Asesmen geriatrik a-ministrati/e &. Asesmen geriatrik klinik U,i K!inis tentan* Ases%en Geriatri6 1. ?en-rik et al 01F*42 Asesmen Deriatrik mem.un7ai e,ek terha-a. .en<egahan mortalitas# rehos.italisasi -an mengurangi kunjungan ke -okter.

1+

&. Ru"enstein et al 01F*42 Asesmen geriatrik menunjukkan keuntungan -engan "ia7a le"ih murah -i"an-ingkan .en-ekatan .era$atan rumah sakit kon/ensional .a-a frail elderly. . A..legate et al 01FF'2 Pengkajian geriatrik mem"erikan .er"aikan ,ungsi -an menurunkan resiko .era$atan -i nursing home. 4. Stu<k et al 01FF+2 Program asesmen geriatrik -irumah -a.at mem.erlam"at tim"uln7a keter"atasan -an menurunkan angka .era$atan -i institusi kesehatan. Penan*anan H-!isti6 0?a-i %artono# 1FFFR Kane et al# 1FFF2 %engingat si,at -an karakteristik .en-erita usia lanjut se.erti -ise"utkan -i atas# maka .enanganann7a harus "ersi,at holistik# 7aitu: 1. enega!an diagnosis: "er"e-a -engan tata <ara -iagnosis 7ang -ilaksanakan .a-a golongan usia lain# .enegakan -iagnosis .a-a .en-erita usia lanjut -ilaksanakan -engan tata <ara khusus 7ang -ise"ut -engan asesmen geriatrik. (ara ini meru.akan suatu analisis multi-imensional -an se"aikn7a -ilakukan oleh suatu tim geriatrik. &. enatala!sanaan penderita: .enatalaksanaan .en-erita juga -ilaksanakan oleh suatu tim multi-isi.liner 7ang "ekerja se<ara inter-isi.liner -an -ise"ut se"agai Ltim geriatriL. ?al ini .erlu mengingat semua as.ek .en7akit 0,isik1 .sikis2# sosial1ekonomi# -an lingkungan harus men-a.at .erhatian 7ang sama. Susunan -an "esar tim "isa "er"e-a1"e-a tergantung .a-a tingkatan .ela7anan. :i tingkat .ela7anan -asar# han7a -i.erlukan tim LintiL 7ang ter-iri -ari -okter# .era$at# -an tenaga sosiome-ik. . elayanan !esehatan verti!al dan horisontal: as.ek holistik -ari .ela7anan geriatri harus ter<ermin -ari .em"erian .ela7anan /ertikal# 7aitu .ela7anan 7ang -i"erikan -ari Puskesmas sam.ai ke .usat rujukan geriatri tertinggi# 7aitu -i rumah sakit .ro/insi. Pela7anan kesehatan hori>ontal a-alah .ela7anan kesehatan 7ang -i"erikan meru.akan "agian -ari .ela7anan kesejahteraan men7eluruh. :engan -emikian# a-a kerjasama lintas sektoral -engan "i-ang kesejahteraan lain# misaln7a agama# .en-i-ikan!ke"u-a7aan# olah raga# -an sosial.

1)

4. "enis pelayanan !esehatan: sesuai -engan "atasan geriatri se.erti terse"ut -i atas# maka .ela7anan kesehatan 7ang -i"erikan harus meli.uti as.ek .romoti,# .re/enti,# kurati,# -an reha"ilitasi -engan mem.erhatikan as.ek .siko1sosial serta lingkungan. Tugas masing1masing anggota tim a-alah se"agai "erikut:

Asesmen lingkungan!sosial: .etugas sosio1me-ik Asesmen ,isik: -okter!.era$at. Asesmen .sikis: -okter!.era$at!.sikolog1.sikogeriatris. Asesmen ,ungsional!-isa"ilitas: -okter!tera.is reha"ilitasi. Asesmen .sikologik: -okter1.sikolog!.sikogeriatri. :engan tata <ara asesmen geriatri< 7ang terarah -an ter.ola# maka

kemungkinan terja-in7a Lmis!un-er -iagnosisL 7ang sering -i-a.atkan .a-a .raktik geriatri -a.at -ihin-ari atau -ieliminasi seke<il mungkin. Kara6teristi6 Pasien Geriatri 1. Penurunan ka.asitas ,ungsional 7ang meli.uti : ,isik# .sikologik# sosial# ekonomi &. %ulti .atologik . Presentasi .en7akit ti-ak s.esi,ik 4. (e.at mem"uruk "ila ti-ak segera -io"ati +. Resiko kom.likasi .en7akit -an tera.i ). Perlu .rogram reha"ilitasi Pasien geriatri memiliki "e"era.a <iri khas# 7aitu: multi.atologi# tam.ilan gejala -an tan-a .en7akit ti-ak khas# -a7a <a-angan ,aali menurun# "iasan7a -isertai gangguan status ,ungsional. Se-angkan -i In-onesia .a-a umumn7a -isertai -engan gangguan nutrisi. %ulti.atologi "erarti .en7akit 7ang -ialami oleh seseorang .a-a saat 7ang sama le"ih -ari.a-a satu. %isaln7a seorang .asien $anita 7ang men-erita n7eri sen-i 0osteoartritis2 7ang -isertai -engan .engero.osan tulang 0osteo.orosis2. Atau seorang .en-erita -engan .en7akit ken<ing manis# -arah tinggi# gangguan .ersara,an -i kaki# -an katarak.

17

B+ De;inisi

Pen5a6it Paru O)stru6ti; Kr-ni6 @PPOKA

Pen7akit Paru 8"strukti, Kronik 0PP8K2 a-alah .en7akit .aru kronik 7ang -itan-ai -engan ham"atan aliran u-ara -i saluran na.as 7ang "ersi,at .rogresi, 7ang "ersi,at non re/ersi"el atau re/ersi"el .arsial 0Alsagga, -kk# &''42. E/i$e%i-!-*i Insi-ensi .a-a .ria S $anita. Namun akhir1akhir ini insi-en .a-a $anita meningkat -engan semakin "ertam"ahn7a jumlah .erokok $anita 0A-itama# &''+2. Fa6t-r Risi6%eli.uti ,aktor1,aktor host -an .a.aran lingkungan -an .en7akit "iasan7a mun<ul -ari interaksi antara ke-ua ,aktor terse"ut. Caktor host : a2 Denetik : -e,isiensi al,a 1 antitri.sin. Suatu kelainan here-iter 7ang jarang -itemukan. "2 ?i.erakti/itas "ronkus : Asma -an hi.erakti/itas "ronkus saluran na.as meru.akan ,aktor resiko 7ang mem"eri an-il tim"uln7a PP8K. Caktor lingkungan : a2 Asa. tem"akau "2 o<<u.ational -ust an, <hemi<al <2 Polusi u-ara -2 In,eksi 0Alsagga, -kk# &''42. Pat-;isi-!-*i Karakteristik PP8K a-alah kera-angan kronis mulai -ari saluran na.as# .arenkim .aru sam.ai struktur /askukler .ulmonal. :i"er"agai "agian .aru -ijum.ai .eningkatan akro,ag# lim,osit T 0terutama (:*2 -an neutro,il. Sel1sel ra-ang 7ang terakti/asi akan mengeluarkan "er"agai me-iator se.erti Eeukotrien 44# IE*# TNC 7ang ma.u merusak struktur .aru -an atau mem.ertahankan in,lamasi neutro,ilik. :isam.ing in,lamasi a-a & .roses lain 7ang juga .enting

1*

7aitu im"alan<e .roteinase -an anti .roteinase -i .aru -an stres oksi-ati, 0Alsagga, -kk# &''42. Peru"ahan .atologis 7ang khas -ari PP8K -ijum.ai -isaluran na.as "esar 0<entral air$a72# saluran na.as ke<il 0.eri.eral air$a72# .arenkim .aru -an /askuler .ulmonal. Pa-a saluran na.as "esar -ijum.ai in,iltrasi sel1sel ra-ang .a-a .ermukaan e.itel. Kelenjar1kelenjar 7ang mensekresi mukus mem"esar -an jumlah sel go"let meningkat. Kelainan ini men7e"a"kan hi.ersekresi "ronkus. Pa-a saluran na.as ke<il terja-i in,lamasi kronis 7ang men7e"a"kan "erulangn7a siklus injur7 -an re.air -in-ing saluran na.as. Proses re.air ini akan menghasilkan stru<tural remo-eling -ari -in-ing saluran na.as -engan .eningkatan kan-ungan kolagen -an .em"entukan jaringan ikat 7ang men7e"a"kan .en7em.itan lumen -an o"struksi kronis saluran .erna.asan. Pa-a .arenkim .aru terja-i -estruksi 7ang khas terja-i .a-a em,isema sentrilo"uler. Kelainan ini le"ih sering -i"agian atas .a-a kasus ringan namun "ila lanjut "isa terja-i -iseluruh la.angan .aru -an juga terja-i -estruksi .ulmonar7 <a.ilar7 "e-. Peru"ahan /askular .ulmonal -itan-ai oleh .ene"alan -in-ing .em"uluh -arah 7ang -imulai sejak a$al .erjalanan ilmiah PP8K. Peru"ahan struktur 7ang .ertama kali terja-i a-alah .ene"alan intima -iikuti .eningkatan otot .olos -an in,iltrasi -in-ing .em"uluh -arah oleh sel1sel ra-ang. Jika .en7akit "ertam"ah lanjut jumlah otot .olos# .roteoglikan -an kolagen "ertam"ah sehingga -in-ing .em"uluh -arah "ertam"ah te"al 0Alsagga, -kk# &''42. Pa-a "ronkitis kronis mau.un em,isema terja-i .en7em.itan saluran na.as. Pen7em.itan ini -a.at mengaki"atkan o"struksi -an menim"ulkan sesak. Pa-a "ronkitis kronik# saluran .erna.asan 7ang "er-iameter ke<il 0J &mm2 menja-i le"ih sem.it -an "erkelok1kelok. Pen7em.itan ini terja-i karena meta.lasi sel go"let. Saluran na.as "esar juga men7em.it karena hi.ertro,i -an hi.er.lasi kelenjar mukus. Pa-a em,isema .aru# .en7em.itan saluran na.as -ise"a"kan oleh "erkurangn7a elastisitas .aru1.aru 0Sat Sharma# &'')2. Ge,a!a 6!inis PPOK Pasien "iasan7a mengeluhkan & keluhan utama 7aitu sesak na.as -an "atuk. A-a.un gejala 7ang terlihat se.erti : a2 Sesak Na.as

1F

Tim"ul .rogresi, se<ara gra-ual -alam "e"era.a tahun. %ula1mula ringan le"ih lanjut akan mengganggu akti/itas sehari1hari. Sesak na.as "ertam"ah "erat men-a-ak menan-akan a-an7a eksaser"asi. "2 4atuk Kronis 4atuk kronis "iasan7a "er-ahak ka-ang e.iso-ik -an mem"erat $aktu .agi hari. :ahak "iasan7a mukoi- teta.i "ertam"ah .urulen "ila eksaser"asi. <2 Sesak na.as 0$hee>ing2 Ria$a7at $hee>ing ti-ak jarang -itemukan .a-a PP8K -an ini menunjukan kom.onen re/ersi"el .en7akitn7a.4ronkos.asme "ukan satun1satun7a .en7e"a" $hee>ing. Ahee>ing .a-a PP8K terja-i saat .engerahan tenaga 0e@ertion2 mungkin karena u-ara le$at saluran na.as 7ang sem.it oleh ra-ang atau sikatrik. -2 4atuk :arah 4isa -ijum.ai terutama $aktu eksaser"asi. Asal -arah -i-uga -ari saluran na.as 7ang ra-ang -an khasn7a M"loo- streake- .urulen s.utumN. e2 Anoreksia -an "erat "a-an menurun Penurunan "erat "a-an mer7.akan tan-a .rogresi, jelek 0Alsagga, -kk# &''42 . Dia*n-sis :iagnosis -i"uat "er-asarkan : a2 Dam"aran klinis : 1 Anamnesis : ri$a7at .en7akit 7ang -itan-ai -engan gejala1gejala -iatas. 1 Caktor1,aktor resiko 1 Pemeriksaan Cisik : .asien "iasan7a tam.ak kurus -engan #arrel shaped chest ,remitus taktil -a-a "erkurang atau ti-ak a-a .erkusi -a-a hi.ersonor# "atas .eru hati le"ih ren-ah

&'

suara na.as "erkurang# eks.irasi memanjang# suara tam"ahan 0ronkhi atau $hee>ing2

"2 Pemeriksaan .enunjang : 1 Pemeriksaan ra-iologi Pa-a "ronkitis kronis# ,oto thoraks mem.erlihatkan tu"ular sha-o$ "eru.a "a7angan garis1garis 7ang .aralel keluar -ari hilus menuju a.eks .aru -an <orakan .aru 7ang "ertam"ah. Pa-a em,isema# ,oto thoraks menunjukkan a-an7a hi.erin,lasi -engan gam"aran -ia,ragma 7ang ren-ah -an -atar# .en<iutan .em"uluh -arah .ulmonal# -an .enam"ahan <ortakan ke -istal.

Normal

Hyperinflation

1 Pemeriksaan ,ungsi .aru 0s.irometri2 1 Pemeriksaan gas -arah 1 Pemeriksaan ;KD 1 Pemeriksaan Ea"oratorium -arah 0gam"aran leukositosis2 PP8K harus -i.ertim"angkan .a-a .en-erita -engan keluhan "atuk -engan -ahak atau sesak na.as -an atau ri$a7at ter.a.ar ,aktor resiko. :iagnosis -i.astikan -engan .emeriksaan o"7ekti, a-an7a ham"atan aliran u-ara 0-engan s.irometri2 0Alsagga, -kk# &''42. Penata!a6sanaan Tujuan .enatalaksanaan .en-erita PP8K a-alah untuk mengurangi gejala# men<egah eksaser"asi# mem.er"aiki -an men<egah .enurunan ,aal .aru# -an meningkatkan kualitas hi-u.. A-a.un mo-alitas tera.i 7ang -igunakan ter-iri -ari unsur e-ukasi# o"at1o"atan# oksigen# /entilasi mekanik# nutrisi -an reha"ilitasi.

&1

a2 Pen<egahan: men<egah ke"iasaan merokok# in,eksi# -an .olusi u-ara. "2 Tera.i eksaser"asi akut -engan: 1 1 1 1 1 1 1 1 1 anti"iotik tera.i oksigen <hest ,isiotera.i "ronko-ilator anti"iotik "ronko-ilator latihan ,isik untuk meningkatkan toleransi ,isik mukolitik -an eks.ektoran tera.i oksigen jangka .anjang "agi .asien 7ang mengalami gagal na.as ti.e II -engan Pa8& J 7# 0Alsagga, -kk# &''42 1 Reha"ilitasi: a. <hest ,isiotera.i Perna/asan Dia;ra*%a# tenik ini meli"atkan .elatihan .asien terse"ut untuk menggunakan -ia,ragman7a saat merelaksasi otot a"-ominaln7a selama ins.irasi. Pasien terse"ut -a.at merasakan naikn7a a"-omen# sementara -in-ing toraksn7a masih -iam. Purse$ Li/ Breat"in* @/erna/asan )i)ir 5an* $is-6-n*A, "i"ir .asien -isokong saat eks.irasi untuk men<egah terje"akn7a u-ara aki"at kola.sn7a jalan u-ara 7ang ke<il. Drainase P-stura!, Penggunaan .osisi 7ang ter"antu oleh gra/itasi -a.at mem.er"aiki mo"ilitas sekret. Per6usi Manua!, .erkusi atau /i"rasi -in-ing toraks -a.at mem"antu mo"ilisasi sekret. Batu6 Ter6en$a!i, Pasien -u-uk "ersan-ar ke-e.an -an mulai "atuk 7ang -isengaja .a-a $aktu 7ang te.at -engan kekuatan 7ang <uku. untuk mo"ilisasi mukus tan.a mem7e"a"kan kola.sn7a jalan na.as. kPa 0++ mm?g2

<2 Tera.i jangka .anjang -engan:

&&

Batu6 5an* $i)antu, tekanan -i"erikan .a-a a"-omen selama ekshalasi. ". .sikotera.i %em"erikan moti/asi untuk mengatasi "e"an .ikiran karena keter"atasan melakukan akti/itas sehari1hari. <.reha"ilitasi .ekerjaan 0oku.asi tera.i2 Nilai -an "erikan .rogram latihan untuk jangkauan gerak -an .enguatan ekstremitas su.erior. Anjurkan .erlengka.an a-a.ti, untuk meningkatkan keman-irian -an meminimalkan .enggunaan energi. ;/aluasi lingkungan rumah -an kerja. 4erikan saran1saran untuk meningkatkan keman-irian -an .eningkatan energi 0Darisson# &''12. + De;inisi Br-n6ientasis a-alah .ele"aran atau -ilatasi "ronkus lo<al -an .ermanen se"agai aki"at kerusakan struktur -in-ing. Artin7a -ilatasi a"normal .roksimal -ari "ronkus ukuran me-ium 0-iameter S &mm2 -ise"a"kan oleh -estruksi otot -an kom.onen elastis -in-ing "ronkus. Atau .ele"aran "ronkus 7ang -isertai kerusakan -in-ing "ronkus 7ang "ersi,at kronik -an meneta.. Se<ara khusus# "ronkiektasis men7e"a"kan .em"esaran .a-a "ronkus 7ang "erukuran se-ang# teta.i "ronkus "erukuran ke<il 7ang "era-a -i"a$ahn7a sering mem"entuk jaringan .arut -an men7em.it. Ka-ang1 ka-ang "ronkiektasis terja-i .a-a "ronkus 7ang le"ih "esar# se.erti 7ang terja-i .a-a as.ergilosis "ronko.ulmoner alergika 0suatu kea-aan 7ang -ise"a"kan oleh a-an7a res.on imunologis terha-a. jamur As.ergillus 4ronkiektasis "ukan meru.akan .en7akit tunggal# -a.at terja-i melalui "er"agai <ara -an meru.akan aki"at -ari "e"era.a kea-aan 7ang Br-n."ie.tasis

&

mengenai -in-ing "ronkial# "aik se<ara langsung mau.un ti-ak# 7ang mengganggu sistem .ertahanann7a. Kea-aan ini mungkin men7e"ar luas# atau mungkin mun<ul -i satu atau -ua tem.at. Pre<a!ensi :ata -i RSU: :r. Soetomo Sura"a7a "ronkiektasis meru.akan kelainan nomer tujuh ter"an7ak -ari .en-erita ra$at ina. selama .erio-e 1F7F11F*+ -an nomer enam .a-a tahun 1F*7 serta menurun kem"ali -i nomer tujuh .a-a tahun 1FF'. "ronkiektasis -i-a.atkan .a-a &&1 -ari 11.'*1 01#'1 I2 .en-erita. Insi-ens "ronkiektasis <en-erung menurun -engan a-an7a kemajuan .engo"atan anti"iotika. Akan teta.i .erlu -iingat "ah$a insi-ens ini juga -i.enggaruhi oleh ke"iasaan merokok# .olusi u-ara -an kelinan kogenital. Eti-!-*i 4ronkiektasis "isa -ise"a"kan oleh: 1. In,eksi .erna.asan
o o o o

(am.ak Pertusis In,eksi a-eno/irus In,eksi "akteri <ontohn7a Kle"siella# Sta.h7lo<o<<us atau Pseu-omonas "rS1 In,luen>a Tu"erkulosa In,eksi jamur In,eksi miko.lasma 4en-a asing 7ang terisa. Pem"esaran kelenjar getah "ening Tumor .aru Sum"atan oleh len-ir (e-era karena asa.# gas atau .artikel "era<un %enghiru. getah lam"ung -an .artikel makanan

o o o

&. Pen7um"atan "ronkus


o o o o

. (e-era .enghiru.an
o o

&4

4. Kea-aan genetik
o o o

Ci"rosis kistik :iskinesia silia# termasuk sin-roma Kartagener Kekurangan al,a111antitri.sin Sin-roma kekurangan imunoglo"ulin :is,ungsi sel -arah .utih Kekurangan ko.lemen Kelainan autoimun atau hi.erimun tertentu se.erti rematoi- artritis# kolitis ulserati/a

+. Kelainan imunologik
o o o o

). Kea-aan lain
o o o o

Pen7alahgunaan o"at 0misaln7a heroin2 In,eksi ?I= Sin-roma Toung 0a>oos.ermia o"strukti,2 Sin-roma %ar,an.

Pat-*enesis 1. Caktor Ra-ang -an Nekrosis Ra-ang .a-a saluran .erna,asan men7e"a"kan silia -ari sel1sel e.itel "ronkus ti-ak "er,ungsi. Jaringan juga rusak se"agian oleh tangga.an host neutro.hili< .rotease# sitokin in,lamasi nitrat oksi-a# -an oksigen ra-ikal. ;.itel kolumner mengalami -egenerasi -an -iganti menja-i e.itel torak. Selanjutn7a elemen kartilago muskularis mengalami nekrosis -an jaringan elastis 7ang ter-a.at -isekitarn7a mengalami kerusakan sehingga "eraki"at -in-ing "ronkus menja-i lemah# mele"ar tak teratur -an .ermanent. ?asiln7a a-alah "ronkial a"normal# -ilatasi "ronkial -engan .era-angan transmural. Peru"ahan anatomi -in-ing "ronkial mengaki"atkan .em"ersihan sekresi saluran .erna,asan melemah. Dangguan "ersihan sekresi men7e"a"kan kolonisasi -an in,eksi -engan organisme .atogen -an ganguan -ahak sekret .urulen# hasiln7a a-alah kerusakan "ronkus "erlanjut -an lingkaran setan kerusakan "ronkus#

&+

-ilatsi# gangauna .em"ersihan sekret# in,eksi "erulang -an kerusakan "ronkus le"ih -i,,use. 4ila ulserasi mengenai .em"uluh -arah serta ter"entuk anastomosis antara /ena "ronkialis -engan /ena .ulmonaris (right to left shunt) -engan aki"at tim"ul hi.oksemia kronis -an "erahir -engan kor .ulmonal kronis. &. Caktor %ekanik 1 :istensi mekanis se"agai aki"at -in-ing "ronkus 7ang lemah# sekret 7ang menum.uk -alam "ronkus# a-an7a tumor atau .em"esaran kelenjar lim,e 1 1 Peningkatan tekanan intra "rokial -istal -ari .en7em.itan aki"at "atuk Penarikan -in-ing "ronkus oleh karena ,i"rosis jaringan .aru se"agai aki"at tim"uln7a .erlekatan lokal 7ang .ermanen -ari -in-ing "ronkus. Pele"aran "ronkus -a.at "er"entuk : 1 1 1 Ga%)aran K!inis Dejala klinik tim"ul se"agai aki"at gangguan ,ungsi silia -an a-an7a stasis se<ret sehingga memungkinkan se<ret terkum.ul -i segmen 7ang mengalami -ilatsi. :ugaan a-an7a "ronkiektasis se"agaian "esar -itemukan se<ara ti-ak sengaja .a-a saat -ilakukan .emeriksaan ra-iologi masal# se"a" gejala klinik "aru tim"ul "ila .en-erita mengalami in,eksi sekun-er. Pen-erita "ronkiektasis mengeluh "atuk .ro-ukti, 7ang sering "ersi,at menahun# -isertai -ahak .urulen -alam jumlah "an7ak. A.a"ila -itam.ung -alam gelas trans.aran -an -i-iamkan akan tam.ak tiga la.isan -ari atas ke "a$ah 7aitu : "uih# <airan jernih!sali/a# -an en-a.an .us. Sirkuler Tur"uler =arikosis

&)

;ks.ektorasi

tim"ul

-engan

.eru"ahan

.osisi

tu"uh

7ang

memungkinkan .engaliran s.utum -ari segmen "ronkiektasis# misaln7a $aktu "angun ti-ur# miring ke kiri atau ke kanan. Sesak na,as tim"ul a.a"ila a-a stagnasi s.utum 7ang luas .a-a saluran na,as -an kera-angan akut. 4atuk -arah tim"ul .a-a +' I .en-erita# sering .er-arahan <uku. "an7ak teta.i jarang ,atal. Ke"an7akan "atuk -arah .a-a anak -ise"a"kan oleh "ronkiektasis. Pen-erita tam.ak kurus# astenia -an aneroksia. Panas "a-an tim"ul aki"at in,eksi sekun-er. Pen-erita tam.ak kurang gi>i# anemi# -is.neu# ka-ang1ka-ang sianosis -an sering -i-a.atkan jari ta"uh .a-a tangan -an kaki. Ronki "asah .resisten .a-a lo"us in,erior .aru seringkali meru.akan kelainan 7ang amat .enting. Dejala terse"ut le"ih jelas ter-engar "ila .emeriksaan -ilakukan se"elum -an sesu-ah .osisi -rainase .ostural -an .en-erita -isuruh "atuk. Pa-a .emeriksaan la"oratorium ti-ak khas# ?" -a.at ren-ah 0anemia2# -a.t .ula tinggi "ila a-a .olisitemia sekun-er se"agai aki"at -ari insu,isiensi .aru. Eeukositosis -engan laju en-a. -arah 7ang tinggi sering -ijum.ai "ila a-a in,eksi sekun-er. Pa-a gam"aran Ra-iologis# Coto torak PA -an lateral : tam.ak in,iltrat .a-a .aru "agian "asal -engan -aerah ra-iolusen 7ang multi.el men7eru.ai sarang le"ah (honey comb appeareance.

&7

4ronkogra,i : meru.akan sarana -iagnosis .asti untuk "ronkiektasis# karena -engan "ahan kontras 7ang -imasukan ke-alam saluran na,as akan tam.ak kelainan ektsis. 4ronkosko.i ti-ak -a.at -igunakan untuk melihat ektasis# akan teta.i -a.at untuk mengetahui a-an7a tumor atau "en-a asing# sum"er "atuk -arah# s.utum -an .er-arahan. Pemeriksaan ,aal .aru untuk melihat aki"atn7a 7aitu kelainan resrtiksi -an atau o"struksi. Kelainan ,aal .aru 7ang terja-i tergantung luas -an "eratn7a .en7akit. Cungsi /entilasi -a.at masih normal "ila kelainann7a ringan. Pa-a .en7akit 7ang lanjut -an -i,us# ka.asitas /ital 0K=2 -an ke<e.atan aliran u-ara eks.irasi satu -etik .ertama 0=;P 12 ter-a.at ten-ensi .enurunan# karena terja-in7a o"struksi aliran u-ara .erna,asan. Pa-a "ronkiektasis -a.at terja-i .eru"ahan gas -arah "eru.a .enurunan Pa8& -erajat ringan sam.ai "erat# tergantung .a-a "eratn7a kelainan. Penurunan Pa8& ini menunjukan a-an7a a"normalitas regional 0mau.un -i,use2 -istri"usi /entilasi 7ang "er.engaruh .a-a .er,usi .aru. Tingkat "eratn7a .en7akit : Br-n6ie6tasis rin*an

&*

(iri klinis : "atuk1"atuk -an s.utum $arna hijau han7a terja-i sesu-ah -emam 0a-a in,eksi sekun-er2# .ro-uksi s.utum terja-i -engan a-an7a .eru"ahan .osisi tu"uh# "iasan7a a-a hemo.tisis sangat ringan# .asien tam.ak sehat -an ,ungsi .aru normal. Coto -a-a normal. Br-n6ie6tasis se$an* (iri klinis : "atuk1"atuk .ro-ukti, terja-i tia. saat# s.utum tim"ul tia. saat 0umumn7a $arna hijau -an jarang mukoi-# serta "au mulut "usuk2# sering1 sering a-a hemo.tisis# .asien umumn7a masih tam.ak sehat -an ,ungsi .aru normal# jarang terja-i jari ta"uh. Pa-a .emeriksaan ,isis .aru sering -itemukan ronki "asah kasar .a-a .aru 7ang terkena# gam"aran ,oto -a-a "oleh -ikatakan masih normal. Br-n6ie6tasis )erat (iri klinis : "atuk1"atuk .ro-ukti, -engan s.utum "an7ak "er$arna kotor -an "er"au . sering -itemukan a-an7a neumonia -engan hemo.tisis -an n7eri .leura. Sering -itemukan jari ta"uh. 4ila a-a o"struksi saluran na,as akan -a.at -itemukan a-an7a -is.neu# sianosis# atau tan-a kegagalan .aru. Umumn7a kea-aan .asien kurang "aik. Sering -itemukan in,eksi .iogenik .a-a kulit# in,eksi mata# -an se"again7a. Pasien mu-ah tim"ul .neumonia# se.tikemia# a"ses metastasis# ka-ang1ka-ang amiloi-oisis. Pa-a .emeriksaan ,isis -a.at -itemukan ronki "asah kasar .a-a -aerah 7ang terkena. Pa-a gm"aran ,oto -a-a -itemukan kelainan .enam"ahan bronchovascular mar!ing -an multipel cyst containing fluid level (honey comb appeareance). Dia*n-sis :iagnosis .asti -itegakan -engan .emeriksaan "roskogra,i! (T s<an 7ang tam.ak .ele"aran "ronkus. 4ronkogram ti-ak selalu -a.at -ikerjakan .a-a setia. .asien "ronkiektasis # karena terikat akan a-an7a in-ikasi# kontra in-ikasi# kom.likasi -an s7arat1s7arat ka.an melakukan7a. (T s<an .aru menja-i alternati, .enunjang 7ang .aling sesuai untuk e/alusai "ronkiektasis# karena si,atn7a non in/asi, -an hasiln7a akurat "ila

&F

menggunakan .otongan 7ang le"ih ti.is -an mem.un7ai se.esi,itas -an sensiti/itas le"ih -ari F+I. Dia*n-sis Ban$in* 1. 4ronkitis kronis 4ronkitis kronis menunjukan gam"aran "ronkus 7ang normal .a-a .emeriksaan "ronkogra,i. &. Tu"erkulosis .aru Pa-a tu"erkulosis .aru tam.ak gam"aran ra-iologis 7ang "er"e-a -engan gam"aran "ronkiektasis# terle"ih lagi "ila -ijum.ai "asil tu"erkulosis -alam s.utum. Akan teta.i .erlu -iingat "ah$a "ronkiektasis -a.at meru.akan .en7ulit -ari tu"erkulosis .aru. . A"ses Paru Pa-a ra-iologis tam.ak a"ses 7ang -a.at -i"e-akan -ari gam"aran "ronkiektatais. 4. Tumor Paru Tam.ak gam"aran masa .a-at .a-a .aru# "ila .roses keganasan mem"eri gam"aran in,iltrat# maka .erlu -i"e-akan -engan .roses .neumonia. Penata!a6sanaan
o

Konser/ati,

1. mengo"ati .en7akit -asar &. -rainase .ostural Tin-akan ini meru.akan <ara .aling e,ekti, untuk mengurangi gejala# teta.i harus -ikerjakan terus menerus. Pasien -iletakan -engan .osisi tu"uh se-emikian ru.a hingga -a.at -i<a.ai -rainase s.utum se<ara maksimal. Tia. kali melakukan -rainase .ostural -ikerjakan selama 1'1&' menit -an tia. hari -ikerjakan & sam.ai 4 kali. Prinsi. -rainase .ostural ini a-alah usaha mengeluarkan s.utum 0sekret "ronkus2 -engan "antuan ga7a gra/itasi. A.a"ila -engan mengatur .osisi tu"uh .asien se.erti -ise"ut -i atas "elum -i.eroleh -rainase s.utum se<ara maksimal -a.at -i"antu -engan tin-akan mem"erikan ketukan -engan jari .a-a .asien 0ta""ottage2 . Penggunaan anti"iotika 7ang te.at -an segera

'

4. %en<airkan s.utum 7ang kental# hal ini -a.at -ilakukan -engan misaln7a : inhalasi ua. air .anas atau -ingin 0menurut kea-aan2# menggunakan o"at1 o"at mukolitik -an .er"aikan hi-rasi tu"uh 0"an7ak minum air .utih2
o

Su.orti,

1. %em.er"aiki kea-aan umum &. Psikotera.i agar ti-ak menarik -iri -ari lingkungan
o

Pem"e-ahan

Paling i-eal -ilakukan .a-a "agian 7ang sakit In-ikasi : 4atuk -arah "erulang# .roses ektasis 7ang lo<al! soliter Kontra in-ikasi: .a-a "ronkiektasis 7ang -i,use# ,aal .aru 7ang jelek Pen5u!it 1. &. . Pr-*n-sis Prognosis tergantung -ari .en7e"a"# lokasi# luas# .roses# -rajat ganguan ,aal .aru -an a-an7a .en7ulit. Penggunaan anti"iotika 7ang te.at -an tin-akan "e-ah sangat "er.engaruh terha-a. .rognosis. Tan.a .engo"atan .en-erita ektasis jarang -a.at hi-u. mele$ati umur 1'11+ tahun. Ke"an7akan .en-erita meninggal .a-a umur kurang -ari 4' tahun karena a-an7a .en7ulit. DAFTAR PUSTAKA 1. Alsagga, ?oo-# -kk. &''4. #u!u A$ar %lmu enya!it aru. 4agian Ilmu Pen7akit Paru CK Unair. Sura"a7a. &. A-itama Tjan-ra Toga. &''+. atofisiologi #atu!. 4agian Pulmonologi Cakultas Ke-okteran Uni/ersitas In-onesia# Unit Paru RS Persaha"atan. Jakarta. . Sat Sharma. &''). &bstructive 'ung (isease. :i/ision o, Pulmonar7 %e-i<ine# :e.artment o, Internal %e-i<ine# Uni/ersit7 o, %anito"a. $$$.eme-i<ine.<om "atuk -arah massi, Kor .ulmonal kronikum -ekom.ensata In,eksi sekun-er

4. Darisson Susan J. &''1. (asar-(asar )erapi dan *ehabilitasi +isi!. :e.artement o, Ph7si<al %e-i<ine an- Reha"ilitation. Te@as

&