Anda di halaman 1dari 8

KANGAROO CARE IN PRE-TERM OR LOW BIRTH WEIGHT BABIES IN A POSTNATAL WARD RESUME JURNAL Kangaroo mother care, yang

didefenisikan sebagai kombinasi dari kontak langsung kulit ke kulit dan pemberian ASI eksklusif, merupakan salah satu alternative untuk melakukan perawatan secara konvensional terhadap bayi premature, dan bayi dengan berat badan rendah dengan cara yang sederhana, murah dan memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan angka kematian bayi premature dari 70% menjadi 30%. Sekitar 30 tahun kemudian, sebuah studi Cochrane yang dilakukan pada 16 rumah sakit di negara berkembang yang menerapkan metode kanguru menemukan bahwa metode kanguru dapat menurunkan resiko kematian, infeksi/sepsis, hipotermia, dan lama rawat inap pada bayi premature dan bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Desain penelitian ini menggunakan desain studi Kohort, dimana penelitian dilakukan di ruangan perawatan postnatal yang ada di rumah sakit umum yang tersebar di UK. Penelitian ini menggunakan sampel 214 bayi ( 107 bayi sebagai kelompok intervensi dan 107 bayi sebagai kelompok control) dengan usia getasi 34-36 minggu, bayi dengan berat badan rendah, dan bayi dengan ibu yang memiliki riwayat DM. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat lama rawat inap bayi, melihat keinginan menyusui ibu setelah pulang dari rumah sakit dan untuk melihat tingkat kepuasan orang tua. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengurangan lama rawat inap yang signifikan (4.33 vs 5.01 hari, P = 0.0017, 95% CI 3.93-4.73 dan 4.58 5.44) pada kelompok intervensi jika dibandingkan dengan kelompok control. Didapatkan pula hasil yang signifikan pada keinginan ibu untuk menyusui setelah kembali dari rumah sakit pada kelompok intervensi (72% vs 55% P = 0.01, OR 2.09. 95% CI 1.18-3.69).

LATAR BELAKANG Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki resiko terkena infeksi lebih tinggi dan memiliki angka untuk bertahan hidup yang rendah. Kebanyakan dari angka kejadian bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah berada di negara-negara berkembang. Metode kanguru merupakan salah satu metode yang digunakan dengan cara melakukan kontak langsung kulit ke kulit oleh ibu dan bayi. Beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa metode kanguru memberikan hasil yang signifikan pada bayi premature dan bayi dengan berat badan lahir rendah pada negara-negara dengan pendapatan yang rendah atau negara berkembang seperti pengaturan temperature yang lebih baik, memperpendek lama rawat inap, peningkatan kepuasan bayi, menurunkan kemungkinan bayi terkena infeksi, angka inisiasi menyusui yang lebih baik dan meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi. Kedepannya, diharapkan bahwa negara negara makmur dan juga negara-negara berkembang agar lebih memberikan perhatian pada penerapan metode kanguru ini. Selama beberapa decade belakangan ini, banyak rumah sakit di negara berkembang, khususnya Indonesia yang mendesain ruang perawatan post partumnya untuk ibu dan bayi premature serta bayi berat badan lahir rendah secara terpisah, yang masih menggunakan incubator dan menggunakan tenaga bidan dan perawat untuk mengurusi bayi-bayi tersebut. Selama ini belum ada peneliti yang melakukan penelitian mengenai manfaat dari metode kanguru ini pada ibu dan bayi premature serta bayi BBLR, terutama mengenai lama masa perawatan, inisiasi menyusui dan kepuasan orang tua. Untuk itu kami memilih jurnal tentang penerapan metode kanguru pada bayi premature dan bayi berat badan lahir rendah ini sehingga nantinya dapat memberikan tambahan pengetahuan dan masukan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada ibu nifas dan bayinya.

TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan umum tentang Bayi Berat Badan Lahir Rendah Berat badan lahir rendah didefenisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram terlepas dari usia gestasionalnya. World Health Organization (WHO) pada tahun 1961 menyatakan bahwa semua bayi baru lahir yang berat badannya kurang atau sama dengan 2500 gram disebut low birth weight infant. Bayi berat badan lahir dapat dikelompokkan menjadi prematuritas murni dan dismaturitas. Prematuritas murni, yaitu bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badan sesuai dengan berat badan usia kehamilan. Dismaturitas adalah bayi dengan berat badan kurang dari berat badan yang seharusnya untuk usia kehamilan. Bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian karena: 1. Mungkin terdapat masalah penyakit maternal dan fetal sebagai faktor yang diduga sehingga masih dapat mengurangi kejadian BBLR. 2. Bahwa bayi dengan BBLR, memiliki resiko mortalitas dan morbiditas yang tinggi. 3. Dampak psikologis dan neurologis setelah hidup dan akan menjadi masalah baru dalam lingkungan keluarganya. 4. Masih ada peluang dalam memberikan terapi sehingga upaya menurunkannya dapat dilakukan. 5. Bahwa diagnosis dugaan akan terjadi kelahiran dengan BBLR, cukup sulit bahkan perlu dengan alat canggih.

B. Tinjauan umum untuk metode kanguru. Metode kanguru merupakan salah satu metode keperawatan yang diterima secara global yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bayi akan kehangatan, stimulasi dan kontak dengan orang tua. Banyak penelitian yang menemukan bahwa metode kanguru memberikan manfaat yang banyak seperti membantu regulasi termal, mengurangi angka stress, perlindungan dari infeksi, mengingkatkan inisiasi menyusui, laktasi dan hubungan ibu dan bayi dan berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan bertahan bagi bayi. Metode kanguru juga memiliki dampak yang positif terhadap abyi bBLR dan premature seperti mengingkatkan kualitas tidur bayi dan perkembangan otak, mengurangi respon terhadap nyeri, dan adanya inisiasi menyusui dini pada bayi. Sebuah meta-analisis juga memperlihatkan bahwa metode kanguru secara signifikan mengurangi resiko kematian pada bayi dengan berat badan < 2000 gram dan menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan karena infeksi. Adapun komponen dari metode kanguru adalah kontak langsung kulit ke kulit antara ibu dan bayi, kemampuan menyusui dan pengurangan lama perawatan di rumah sakit terlepas dari masalah berat badan dan usia gestasi dari bayi. Kontak langsung kulit ke kulit antara ibu dan bayi dilakukan segera setelah proses pelahiran dengan meletakkan bayi secara vertical diantara kedua payudara ibu dan pakaiannya.

PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara lama masa perawatan, keinginan untuk menyusui setelag keluar dari rumah sakit, dan tidak ada hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI pada bayi. Dari penelitian ditemukan bahwa lama ibu dan bayi melakukan kontak dari kulit ke kulit adalah 2.5 jam sampai 106 jam. Nilai rata-rata kontak antara ibu dan bayi adalah 2.4 5 jam dengan nilai median 16 jam. Masa rawat inap dari kelompok intervensi mengalami penurunan dibandingkan dengan lama rawat kelompok control (4 hari vs 5 hari). Penghitungan lama rawat inap juga memperhatikan usia gestasi, berat badan lahir dan nilai Apgar bayi. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok control mengenai pemberian ASI, namun beberapa ibu dari kelompok intervensi yang menyatakan akan memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya setelah pulang dari rumah sakit dibandingkan dengan ibu dari kelompok control. Hasil dari penelitian ini juga memperlihatkan tingkat kepuasaan ibu dalam hal membangun hubungan awalnya dengan bayinya, hal ini ditandai dengan adanya respon positif yang ditujukan ibu pada The Kangaroo Diary yang dibuat oleh peneliti (n = 34). Adapun kekurangan dan kelebihan dari jurnal ini adalah: 1. Kekurangan a) Pada jurnal penelitian tidak mencantumkan alur penelitian yang jelas sesuai dengan langkah-langkah dan etika penellitian. b) Pada jurnal penelitian ini tidak memberikan alur pembahasan yang lebih komprehensif mengenai metode kanguru, bayi premature dan bayi berat badan lahir rendah, serta tidak

memberikan pembahasan yang lebih mendalam mengenai hasil penelitian yang didapatkan. 2. Kelebihan a) Jurnal penelitian ini mencantumkan tabel hasil olahan data dengan lengkap dan jelas. b) Jurnal penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang manfaat metode kanguru terhadap bayi premature dan bayi berat badan lahir rendah 3. Implikasi Keperawatan Diharapkan kedepannya metode kanguru ini dapat diterapkan pada setiap rumah sakit yang ada, mengingat manfaat yang dapat diberikan dari penggunaan ini. Perawat dan bidan juga diharapkan dapat membantu ibu dalam menerapkan metode kanguru yang baik dan benar untuk menurunkan angka resiko kematian bayi khususnya bagi bayi yang lahir dalam kondisi premature dan berat badan lahir rendah. Selain itu dapat memberikan tambahan pengetahuan baik bagi perawat maupun petugas kesehatan lainnya agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang sesuai.

KESIMPULAN DAN SARAN Proses keperawatan post partum dimana ibu dan bayi diletakkan pada ruangan yang berbeda telah lama menjadi standar perawatan dibanyak negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode tersebut saat ini bukanlah menjadi metode terbaik untuk perawatan bayi premature dan bari dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini juga menemukan bahwa metode kanguru sangat berhubungan dengan lama perawatan di rumah sakit, dan keinginan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi setelah ibu pulang dari rumah sakit. Metode kanguru merupakan metode keperawatan yang mudah, dan tidak memerlukan dana yang banyak. Diharapkan kedepannya akan lebih banyak lagi peneliti-peneliti yang meneliti mengenai manfaat dari metode kanguru ini dan juga agar metode kanguru ini dapat menjadi salah satu standar perawatan yang diterapkan di rumah sakit- rumah sakit, khususnya untuk merawat bayi premature dan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah.

DAFTAR PUSTAKA Bergh.M-A, et al. Progress With The Implementation of Kangaroo Mother Care In Four Regions in Ghana. Ghana Journal of Medicine.Vol.47,No. 2. June 2013 K. Akhtar, M. Haque, S. khatoon. Kangaroo Mothers Care: A simple Method To Care for Low-Birth-Infant in Developing Country. J Shaheed Suhrawardy Med Coll, June 2013, Vol.5, No.1. Lemmen.Desiree, Friestedt. Petra, & Lundqvist. Anita. Kangaroo Care in Neonatal Context: Parents Experiences of Information and Communication of NurseParents. The Open Nursing Journal. Vol. 7, p. 41-48. 2013 Surasmi, Asrining. 2003. Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Jakarta: EGC