Anda di halaman 1dari 38

Peran Oseanografi dalam memperkuat persaingan perikanan tangkap dan Pelestarianan sumberdaya ikan

Ir. Irwani. MPhil


( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang)

Kondisi Perikanan Dunia

Overfishing in the World ?

12 Top Country fish Production

Where the most fishermen comes from?

Bagaimana nelayan kita? Benarkah kita ikut terlibat?

Beberapa Hipotesis
Mungkinkah kita berlebihan mengekploitasi ikan? Tapi mengapa kita masih import? Nelayan kita kalah bersaing? Regulasi thdp nelayan, fasilitas, sarana prasarana, teknologi dst sampai saat ini belum optimal? Ikan yang dikirim ke Indonesia adalah ikan yang ditangkap dari perairan Indonesia. Apakah species yg dikirim tsb terdapat pada perairan negara pengekport? Ikan sisa KW2, 3 dst yang dikirim ke Indonesia? Import ikan bagian dari politik dagang?

Kondisi Nelayan Kita

Kondisi Nelayan Kita


Sebagian besar nelayan kita hanya beroperasi dengan armada penangkapan yg belum memungkinkan menjangkau ZEE (didominasi dg armada <30 GT) Teknologi, permodalan dan tingkat pendidikan yang terbatas. Mayoritas One Day Fishing Hanya beroperasi tdk jauh dari pantai

Bila ingin bisa bertahan, maka kita harus mampu bersaing !

Perubahan Paradigma Perikanan Oseanografi Perikanan Tangkap


DOSEN: Ir.IRWANI, Mphil konsep Dari konsep Berburu menjadi

mengambil. Dari Perikanan Artisanal menjadi perikanan lepas pantai (ZEE). Dari Penangkapan tradisional menjadi modern. MATERI: Dari wilayah perairan yang tidak ter-manage menjadi perairan yang ter-manage

Persiapan dlm perubahan paradigma tsb.


Permalan Daerah Penangkapan/Fishing Ground Mencari Faktor yang menyebabkan ikan untuk berkumpul: Yaitu salah satunya untuk mencari makan

Makanan melimpah pada daerah yang subur, yaitu daerah up welling (pengadukan) atau front (percampuran air)

Data ttg suhu permukaan laut dan chlorofil di dapat Menggunakan sensor inderaja satelit Terra dan Aqua MODIS

Ciri daerah Up Welling/front: Temperatur berbeda (Lebih Rendah) dengan daerah sekitar Chlorofil a lebih tinggi dari daerah sekitar

Metode Pengolahan Data Citra


- Interpolasi - Penggabungan SST & Chlo-a untuk menentukan daerah

CITRA MODIS (SPL dan Klorofil-a)

Software SeaDAS
- Map cropping - Disimpan dalam ASCII

Upwelling

Software ArcGIS

Perkiraan Daerah Penangkapan/Fishing Ground

Daerah Upwelling

Contoh Hasil Peramalan Up Welling

Perbedaan Luasan Saat Awal Terjadi Upwelling dan Upwelling Saat Puncak Panen Tuna

Perbedaan Luasan Saat Awal Terjadi Upwelling dan Upwelling Saat Puncak Panen Tuna

Contoh Hasil Peramalan di daerah Front

Fishing ground di daerah Front

Selain mengekploitasi kita juga harus ikut bertanggung jawab dalam pelestariannya

Ukuran pertama kali matang Gonad Fecunditas Frequency Pemijahan

Reproduction = Frequensi Pemijahan x jumlah telur x % telur menetas x jumlah ikan pemijah

Alur Pikir Pemanfaatan sumberdaya yang lestari


Natural Mortalitas STOCK Fishing Emigrasi

TKG/IKG
Reproduction Recruitment Growth % telur Menetas Imigrasi Spawning Ground

Sex Ratio

Nursery Ground Feeding Ground

Growth Lt -= Linf (1-exp).-k (t-to)

DEMAND (ton/th) 1. Species 2. Kuota/quantity 3. standar dan syarat lain

PERIKANAN TANGKAP 1. Potensi Produksi Lestari (ton/th) 2. Distribusi Temporal dan Spatial (fishing Ground) EKSPORT (ton/th) PERIKANAN BUDIDAYA Produksi dan Potensi Budidaya (ton/th)

Food & Feeding Habit FCR Fish Behaviour 2. Teknologi Budidaya Growth Rate 3. Pendukung Habitat Faktor Lain 1. Potensi lokasi budidaya (site selection)

Kualitas Air Keamanan Ketersediaan Bibit Akses Jalan Sarana prasarana Faktor Lain

KESETIMBANGAN STOCK SUMBERDAYA LAUT


Kelahiran Rekruitmen Ditangkap Mortalitas

Tumbuh

STOCK

Penyakit

Imigrasi

Emigrasi

Model Sederhana Recruitment


TAHUN 1 2 Unit

TAHUN 2 6 Unit

TAHUN 3 14 Unit

Pemanfaatan Yang Rasional


Tahun 2 6 Unit Biomas Recruitment Tahun 3 14 Unit Biomas

HILANG KRN DITANGKAP ( 6 UNIT)

MATI KRN ALAMI ( 2 UNIT)

Pemanfaatan yang Rasional

Pemanfaatan / penangkapan Sumberdaya Perikanan

Kemampuan sumberdaya perikanan untuk pulih

Ciri ciri pemanfaatan yang rasional


1. Hasil tangkapan tiap nelayan relatif konstan tiap tahunnya karena, diupayakan/dikelola pada titik maksimum yang lestari (MSY) 2. Ukuran ikan yang tertangkap hampir seragam dengan tahun-tahun sebelumnya untuk tiap jenisnya. 3. Daerah-daerah penangkapan ikan yang relatif tetap dengan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan Recruitment
TAHUN 1 2 Unit

TAHUN 2 4 Unit

TAHUN 3 7 Unit

Rasio Kesetimbangan
Tahun 2 4 Unit Biomas Recruitment Tahun 3 7 Unit Biomas

Sisa 0 Unit

HILANG KRN DITANGKAP ( 6 UNIT)

MATI KRN ALAMI ( 1 UNIT)

Kondisi Saat ini


Kemampuan sumberdaya perikanan untuk pulih

Pemanfaatan / penangkapan Sumberdaya Perikanan

Fenomena-fenomena yang terjadi


1. Terjadi penurunan hasil tangkapan oleh tiap nelayan (CPUE)

2. Terjadi penurunan ukuran ikan yang ditangkap sesuai dengan jenisnya.


3. Pergeseran lokasi/daerah-daerah penangkapan ikan 4. Konflik diantara stake holder/nelayan

Terima Kasih