Anda di halaman 1dari 2

Manfaat pengukuran Indeks maloklusi a. Dapat menentukan kebutuhan koreksi maloklusi b.

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pembuat kebijakan di lingkungan Departemen Kesehatan khususnya bagian pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas dan Upaya Kesehatan Gigi di Sekolah untuk mengoptimalkan pelayanan pencegahan maloklusi. c. Sebagai pengembangan wawasan peneliti dalam bidang hubungan kesehatan gigi dengan kualitas hidup khususnya hubungan maloklusi pada remaja dengan kualitas hidup. Akibat dari Maloklusi Maloklusi dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada pengunyahan, bicara serta estetik. Gangguan pengunyahan yang terjadi yaitu dapat berupa rasa tidak nyaman saat mengunyah, terjadinya rasa nyeri pada TMJ dan juga mengakibatkan nyeri kepala dan leher. Pada gigi yang berjejal dapat mengakibatkan kesulitan dalam pembersihan. Tanggalnya gigi gigi akan mempengaruhi pola pengunyahan misalnya pengunyahan pada satu sisi, dan pengunyahan pada satu sisi ini juga dapat mengakibatkan rasa sakit pada TMJ. Maloklusi dapat mempengaruhi keje lasan bicara seseorang. Apabila ciri maloklusinya berupa disto oklusi akan terjadi hambatan mengucapkan huruf p dan b. Apabila ciri maloklusinya berupa mesio oklusi akan terjadi hambatan mengucapkan huruf s, z, t, dan n. Menurut Bruggeman anomali dental yang mengakibatkan gangguan bicara adalah 1.Ruang antar gigi (spaces) yaitu terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan Semua huruf terutama s, sh, z, zh kecuali huruf n dan y. 2. Lebar lengkung yaitu terjadi kelainan saat mengucapkan huruf s, z, th. 3. Open bite yaitu terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan huruf s, sh, z, zh, th, dan kadang kadang pada huruf t dan d. 4.Derajat protrusi yaitu terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan huruf s, sh,z, zh. 5. Pada gigi yang rotasi kelainan bunyi yang terjadi sama dengan kelainan pada ruang antar gigi. Maloklusi dapat mempengaruhi estetis dari penampilan seseorang. Penampilan wajah yang ti

dak menarik mempunyai dampak yang tidak menguntungkan pada perkembangan psikologis seseorang, apalagi pada saat usia masa remaja. Dibiase menyatakan beberapa kasus

maloklusi pada anak remaja sangat berpengaruh terhadap psikologis dan perkembangan sosial yang disebabkan oleh penindasan yang berupa ejekan atau hinaan dari teman

sekolahnya. Pengalaman psikis yang tidak menguntungkan dapat sangat menyakitkan hati sehingga remaja korban penindasan tersebut akan menjadi sangat depresi.