Anda di halaman 1dari 3

Judul Nama NPM

: Polusi di Jakarta : Ammar Fathin Sabili : 1306398996

Data Publikasi : 1. Basrah, Nina. Manfaat Aplikasi ICT dalam Tata Ruang Kota. 9 Oktober 2012. 25 November 2013 <http://ninabasrah.blogspot.com/2012/10/manfaat-aplikasiictdalam-tata-ruang.html>. 2. Nur, Muhammad. Invensi dan Inovasi Penerapan Teknologi Plasma Pada Knalpot Anti Polusi. 19 Februari 2011. 25 November 2013 <http://centralplasma.wordpress.com/2011/02/19/invensi-dan-inovasi-penerapanteknologi-plasma-pada-knalpot-anti-polusi/>. 3. Pramudya. Menuju Green ICT High Efficiency BTS (Base Transceiver Station). 10 Juni 2012. 25 November 2013 < http://pramudyasikumbang.wordpress.com/2012/06/10/menuju-green-ict-highefficiency-bts-base-transceiver-station/>. 4. Reddi, Usha Rani Vyasulu. Seri Utama: ICT untuk Pembangunan. Incheon City: UNAPCICT/ESCAP, 2011. 5. Telkom Solution. Monitor polusi udara melalui smartphone Anda. 20 Desember 2012. 25 November 2013 <http://www.telkomsolution.com/news/itsolution/monitor-polusi-udara-melalui-smartphone-anda>.

Peta Konsep

: Terlampir

Uraian Singkat Peta Konsep

Penerapan ICT dalam mengatasi polusi sangat erat kaitannya dengan penerapan ICT dalam lingkungan. Lebih khusus lagi, penerapan ICT dalam lingkungan dan pengatasan masalah polusi dapat digunakan untuk: o Membantu negara-negara untuk memantau, memahami dan mengelola lingkungan, menangani risiko lingkungan dan iklim, serta membantu mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan iklim; dan membuat repositori digital sumber-sumber pengetahuan untuk berbagi dan menyebarkan informasi. o Mengurangi penggunaan material melalui dematerialisasi, seperti menggunakan ICT untuk substitusi perjalanan, mengganICTan barang batu bata dan mortir, atau pelayanan dan penyimpanan dalam jaringan. o Mengoptimalkan dan meningkatkan efisiensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sementara secara bersamaan menawarkan kesempatan yang unik dan inovatif untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan lingkungan berkelanjutan (Green Growth) Upaya pembangunan berkelanjutan dengan penerapan ICT semakin berfokus pada green growth / green ICT atau pertumbuhan hijau. Pertumbuhan hijau adalah fokus kebijakan kawasan AsiaPasifik yang menekankan kemajuan ekonomi lingkungan berkelanjutan yang rendah karbon dan inklusif secara pembangunan sosial. ICT dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan hijau melalui digitalisasi proses (mengubah proses manual ke digital) dan dematerialisasi (mengganICTan aktivitas manusia atau bahkan barang dan jasa dengan mesin elektronik). Contohnya antara lain penggunaan Internet atau telepon selular untuk perbankan dan perdagangan, dan penggunaan konferensi video untuk menghadiri suatu pertemuan atau konferensi. Dalam proses ini, penggunaan ICT dapat mengurangi pemborosan kertas dan bahan lainnya, serta mengurangi biaya dan emisi karbon.

ICT, baik dalam industri maupun kegiatan, memberikan kontribusi terhadap degradasi lingkungan dan perubahan iklim. Menurut beberapa perkiraan, sektor ICT bertanggungjawab untuk 2% dari total emisi karbon global di tahun 2007,139 Pemasangan sistem energi berat yang bergantung pada efesiensi energi, misalnya mengganti (daur ulang) komputer personal dengan laptop dan secara ekstensif menggunakan telepon genggam sebagai alat komunikasi untuk layanan pengiriman, dapat berkontribusi positif untuk mengurangi emisi karbon dari ICT sendiri dan juga berkontribusi terhadap dematerialisasi sektor lain yang saat ini sangat bergantung pada proses manual.

Lampiran: Peta Konsep