Anda di halaman 1dari 6

Perbandingan Krita, SAI Paint Tool dan Gimp sebagai aplikasi digital painting

Isna Alfi Bustoni (10/298105/PTK/36583)

Bukan hal yang asing lagi bahwa ranah desain dan ilutrasi telah sampai ke dunia digital. Digital painting misalnya, telah banyak digrandrungi seniman-seniman muda. Hal ini tentu dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan aplikasi digital painting, yang membuat seniman mampu melakukan pengerjaan karya tanpa perlu khawatir kehabisan kanvas, maupun tinta, juga memudahkan dalam penanganan kesalahan. Saat ini aplikasi digital painting telah banyak tersedia. Beberapa aplikasi yang cukup populer didunia ilustrasi digital yaitu SAI paint tool, Gimp, dan Krita. Makalah ini akan membahas desain interaksi ketiganya. A. Tampilan awal Ketika memulai membuka sebuah aplikasi, maka akan ditemui tampilan awal. Adapun tampilan awal dari masing-masing aplikasi adalah sebagai berikut :

pilihan untuk membuat dokumen baru. Penggunaan warna metro dengan desain yang simpel dan jelas merupakan nilai plus pada Krita. Tab yang dipilih juga diberikan warna yang berbeda sehingga dapat dijadikan petunjuk bagi pengguna.

Gambar 2. Tampilan awal SAI SAI menampilkan worksheet langsung meskipun belum nampak kanvas serta hanya panel brush dan swatches yang aktif. Panel ini dapat diklik namun karena tidak ada kanvas sehingga tidak dapat digunakan, bisa dikatakan desain ini kurang bermanfaat ditampilkan di awal. Akan lebih baik bila kustru semua panel yang tidak dapat digunakan sebelum kemunculan kanvas atau layer, dimatikan terlebih dahulu atau tidak ditampilkan. Sebab, pengguna awam mungkin merasa frustasi ketika mengira brush sudha dapat digunakan. Atau di ekspektasinya, bagian dark grey di tampila tersebut merapakan kanvas. Jelas ini akan menimbulkan missperception.

Gambar 1. Tampilan awal Krita Tampilan awal pada krita tampak terstruktur. Pengguna langsung dihadapkan

Gambar 3. Tampilan Gimp Tampilan awal gimp mungkin juga akan memberikan mispersepsi pada pengguna. Terkait masih aktif nya panel brush dan tool lain. Sedangkan terlihat juga panel yang mirip dengan panel kanvas namun ternyata panel tersebut belum berisi layer. Sehingga brush dan tool lain tetap tidka bisa digunakan sebelum memanggil layer baru. Kekurangan lain dari Gimp adalah luasan window yang agak mengganggu. Dan teresan kurang rapi. B. Tampilan Kanvas dan tools. Komponen utama dalam pembuatan ilustrasi digital yaitu kanvas dan tool, baik berupa pencil, brush, eraser dan sebagainya. Gambar 6. Kanvas Gimp Dari sisi kanvas tidak nampak perbedaan nyata ketiganya. Namun akan muncul perbedaan ketika melihat bagian tools.

Gambar 5. Kanvas SAI

Gambar 4. Kanvas Krita

Gambar 8. Tools SAI Tampilan tools SAI tampak lebih sederhana. SAI menggunakan icon yang sama untuk beberapa brush. Namun terdapat penamaan yang berbeda-beda. Bagi pengguna SAI yang telah terbiasa menggunakan berbagai jenis kuas maupun alat pewarna lain di teknik melukis, penamaan yang bermacam-macam tidak akan begitu sulit. Masalah muncul ketika pengguna awam dalam dunia melukis manual dan belum memahami berbagai macam alat lukis. Namun, beruntungnya, SAI masih menyediakan skecthpad yang dapat digunakan untuk mencoba-coba brush.

Gambar 7. Tools Krita Pada Krita, tampilan tools lebih menarik. Serta terdapat sampel pengaplikasian brush dibawahnya. Hal ini tentu memudahkan pengguna khususnya pemula untuk memilih brush yang akan dipakai.

Brush didesain sedemikian rupa sehingga kita tidak perlu melakukan setting manual sudah cukup. Hasil blending juga cukup bagus, menyerupai penggunaan cat air biasa. Sayang, penggunaan brush di krita cukup berat sehingga membutuhkan spesifikasi PC yang lebih tinggi.

Gambar 9. Tools GIMP Pada Gimp tidak terdapat spesifikasi khusus brush tertentu. Adapaun pilihan pewarnaan sebagian dapat dilakukan dengan brush, pencil, maupun airbrush. Berikutnya pengguna perlu melakukan setting sendiri untuk dapat menampilkan efek-efek tertentu, misal crayon dan sebagainya. Bila diperhatikan bagian pattern brush nya, Gimp cenderung lebih general. Tidak terlalu banyak pilihan pattern. C. Efektivitas dan kemudahan pewarnaan Aspek lain yang harus diperhatikan dalam aplikasi digital painting adalah kemudahan pewarnaan. Kali ini akan dibandingkan dengan menggunakan kombinasi 2 layer dan 2 warna pada masing- masing aplikasi. Pengukuran blending, serta tingkat respond program.

Gambar 11. Blending SAI Serupa dengan Krita, pada SAI brush didesain sedemikian rupa sehingga kita tidak perlu melakukan setting manual sudah cukup. Hasil blending juga cukup bagus dan halus, menyerupai penggunaan cat air biasa. Dari sisi kecepatan juga lebih cepat dibandingkan dengan Krita.

Gambar 12. Blending pada Gimp Untuk dapat melakukan otomatis blending seperti pada Krita dan SAI agak sulit dilakukan pada Gimp. Harus dilakukan setting manual. Dari sisi kecepatan sepadan dengan SAI. Masalah kecepatan pewarnaan merupakan maslah yang cukup mengusik bagi kalangan ilustrator. Terkadang, waktu

Gambar 10. Blending pada Krita

pewarnaan serta pemrosesan yang lama akibat applikasi yang berat dapat menimbulkan frustasi pengguna. D. Kelengkapan tools, serta efek. Bila diurutkan dari aplikasi paling sederhana ke paling komplit, maka urutannya adalah Gimp, SAI, dan Krita. Base tool yang dimiliki di Gimp telah dimiliki di SAI dan Krita. Mulai dari tool brush standar, pada gimp kemudian terdapat penambahan cliping mask, serta pemilihan brush yang lebih variatif pada SAI. Untuk efek, seperti overlay, shade dan sebagainya, yang paling lengkap adalah Krita. Krita mempunyai menu khusus yaitu Filter, yang dapat mempunyai berbagai variasi filter. E. Uniqueness Keunikan dari Krita yang juga merupakan kelebihannya adalah adanya panel yang dapat digunakan untuk membantu menggambar denga berbagai sudut. Sedangkan SAI memberikan keunikan pada adanya pembuatan lineart atau garis gambar menggunakan layer vector, sehingga membantu pengguna Gambar 14. Layer vector SAI

mouse untuk tetap mendapatkan lengkungan garis seperti menggunakan pen tablet.

F. Desain Dari hasil pengamatan diatas, maka dapat dipilah beberapa kelebihan maisng masing aplikasi sebagai berikut : 1. Aplikasi ringan sehingga lebih sesitif dalam kecepatan pewarnaan 2. Tools praktis melukis tersedia 3. Terdapat aplikasi bantu untuk pengguna mouse 4. Terdapat garis bantu untuk menggambar dari berbagai sudut 5. Terdapat berbagai efek terutama untu pencahayaan 6. Bagian tampilan tidak menimbulkan mispersepsi. Dari simpulan diatas, maka penulis mencoba membuat desain sebagai berikut :

Gambar 13. Panel garis bantu Krita

Desain :