Anda di halaman 1dari 59

ANATOMI

TRACTUS DIGESTIVA

Sepebrin Vica Auditia 2009730046

PEMBIMBING dr. Nela, Sp. Rad

PENDAHULUAN
Pemeriksaan radiologi traktus digestivus dapat dibagi atas dua golongan besar, yaitu 1.Pemeriksaan tanpa kontras (foto polos abdomen) 2.Pemeriksaan dengan kontras
- Kontras positif - Kontras negatif

Kontras positif Barium sulfat (BaSO4) yang harus diminum pasien pada pemeriksaan esofagus, lambung dan usus halus atau dimasukkan lewat klisma pada pemeriksaan kolon (barium enema).

Yodium juga bisa digunakan untuk pemeriksaan ginjal, kandung empedu, pembuluh darah, limfe, dan sumsum tulang belakang Kontras negatif : udara dan CO2

Double contrast di perlukan untuk mendeteksi lesi-lesi kecil misalnya ulkus kecil (kurang dari 2 mm) dan karsinoma yang masih dini di permukaan mukosa lambung Single contrast Lesi besar, mudah di mengerti

Gastrointestinal Tract

PENGERTIAN
Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi :
- menerima makanan - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (pencernaan)

- menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah


- membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, faring, esofagus, gaster, intestinum tenue, intestinum crassum, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hepar dan kandung empedu (fesica fellea).

Tahap Pengolahan Makanan


1. 2. 3. 4. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

5. 6.

CAVITAS ORIS
BAGIAN-BAGIAN : PALATUM DURUM : BAGIAN KERAS PALATUM MOLLE : BAGIAN YG LUNAK UVULA PLICA PALATOPHARYNGEALIS EPIGLOTIS PLICA GLOSO EPIGLOTICA MEDIAN DAN LATERALIS VALICULUS EPIGLOTICUS TONSILA PALATINUS LINGUA ( LIDAH ) : PELAJARI BAGIAN-2 DARI LIDAH
8

Gigi ada 2 (dua) macam; a. Gigi sulung (gigi susu) Anak-anak umur 67 bulan. Lengkap pada umur 2 tahun jumlahnya 20 buah terdiri dari : 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi geraham (molare). b. Gigi tetap (gigi permanen) Umur 618 tahun jumlahnya 32 buah terdiri dari : 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8 buah gigi geraham (Molare) dan 12 buah gigi geraham (premolare).

ANATOMI GIGI

LIDAH
Lidah terletak didasar mulut, merupakan organ yg berotot yg dpt bergerak Fungsi utama : Mendorong makanan ke pharynx sewaktu menelan & mengucapkan kata kata sewaktu berbicara
Pada pangkal lidah terdapat EPIGLOTIS Punggung lidah bersifat kasar karena adanya PAPILLAE LINGUAE Puting-putting pengecap atau ujung saraf pengecap Ada 4 macam rasa kecapan pada lidah : Manis, asin, asam dan pahit

BAGIAN-BAGIAN LINGUA :
DORSUM LINGUA CORPUS LINGUA SULCUS TERMINALIS FORAMEN COECUM

RADIX LINGUA TONSILLA LINGUA

APEX LINGUA

PAPILLA LINGUA : PAPILLA FILIFORMIS PAPILLA LENTICULARIS PAPILLA FUNGIFORMIS PAPILLA CONICAE
13

PAPILLA VALATAE PAPILLA FOLIATA

14

KELENJAR SALIVA
Kelenjar parotis. Letaknya di bawah depan dari telinga di antara prosesus mastoid kiri dan kanan os mandibular. Duktus stesoni ini keluar dari glandula parotis menuju ke rongga mulut melalui pipi (muskulus buksinator). Kelenjar sub maksilaris. Terletak di bawah rongga mulut bagian belakang. Duktus wantoni bermuara di rongga mulut dekat dengan frenulum lingua. Kelenjar sub lingualis. Kelenjar yg terkecil diantara kelenjar yg lain. Letaknya dibawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut

PHARYNX
SUATU SALURAN OTOT DAN SELAPUT DENGAN KEDUDUKAN TEGAK LURUS , ANTARA BASIS CRANII DAN V.C VI ATAU PINGGIR CAUDAL CART. CRICOIDEA
KEARAH CAUDAL LANJUT SEBAGAI OESOPHAGUS YAITU SALURAN MAKANAN YANG SEBENARNYA ( SEJATI ) VENTRAL BERHUBUNGAN DENGAN RONGGA HIDUNG , RONGGA MULUT DAN LARYNX

16

PHARYNX DIBEDAKAN DALAM 3 BAGIAN :

NASOPHARYNX = EPIPHARYNX = CAVUM PHARYNGO NASALE = PARS NASALIS PHARYNX


OROPHARYNX = MESOPHARYNX = PARS ORALIS PHARYNX LARYNGO-PHARYNX = HYPOPHARYNX = PARS LARYNGEA PHARINGIS DINDING PHARYNX TERDIRI DARI 4 LAPIS : SELAPUT LENDIR MEMBRANA FIBROSA LAMINA MUSCULARIS JARINGAN AREOLAR
17

PERDARAHAN : DILAKUKAN OLEH A. PHARYNGEA ASCENDENS , DARI A.CAROTIS EXTERNA DAN A. PHARYNGEA SUPREMA ( A. MAXILLARIS INTERNA )
PERSARAFAN :

PLEXUS PHARYNGEUS DG SERABUT-2 DARI TRUNCUS SYMPHATICUS, N. GLOSSOPHARYNGEUS


N. GLOSSOPHARYNGEUS ( N. IX ), N. VAGUS ( N. X ) DISEKITAR PHARYNX ADA FASCIES YAITU : SPATIUM PARAPHARYNGEALIS DAN SPATIUM RETROPHARYNGEUS

18

DINDING PHARYNX :
LAMINA MUSCULARIS : ADA 2 GOLONGAN OTOT YAITU : 1. OTOT-2 MELINGKAR : TERDIRI LAGI ATAS , SUSUNAN OTOT SATU SAMA LAIN SEPERTI GENTENG : - M. CONSTRICTOR PHARYNGEA SUPERIOR * M. BUCCOPHARYNGEUS * M. PTERYGOPHARYNGEUS * M. MYLOPHRYNGEUS * M. GLOSSOPHARYNGEUS - M. CONSTRICTOR PHARYNGEUS MEDIUS

- M. CONSTRICTOR PHARYNGEUS INFERIOR

19

E S O P H A G U S

Struktur tubular menghubungkan faring dengan lambung Panjang: 25 cm Berjalan dari cranial Terletak di linea mediana di belakang trakhea Pada saat trakhea bercabang jadi bifucartio trakhea, esofagus berjalan sebelah agak kiri

20

GASTER
Saluran cerna antara esofagus dan usus halus Letaknya sebagian besar ditutupi oleh iga Intraperitoneal Berbentuk seperti huruf J dengan: - 2 lubang : osteum cardiacum dan pyloricum - 2 curvatura : mayor dan minor - 2 permukaan : anterior dan posterior

FUNDUS : SEPERTI KUBAH BERISI GAS

CORPUS : DARI OSTIUM CARDIACA BAGIAN-2 S/D INCISURA DARI GASTER :


ANGULARIS ADA CURVATURA MAYOR DAN MINOR

ANTRUM PYLORICUM SEPERTI TABUNG DG OTOT YANG TEBAL


SPINCTER PYLORICUM : MENGATUR PENGELUARAN ISI LAMBUNG KE DUODENUM MEMBRANA MUCOSA : BANYAK PEMBULUH DARAH, BERLIPAT ( RUGAE ) TEBAL,

22

MUKOSA LAMBUNG : MENGHASILKAN ASAM DAN PEPSIN


YG PENGELUARANNYA DIATUR OLEH SARAF N. X ( VAGUS ) SERTA HORMON GASTRIN

SEKRET ANTRUM DAN PYLORIC : ALKALIN


MUKOSA ANTRUM MENGHASIL HORMON GASTRIN ASPEK KLINIS : BILA ASAM BERLEBIHAN DI SEKRESI TERJADI TUKAK LAMBUNG , UNTUK MENGURANGI BISA DILAKUKAN RESEKSI N. X ( VAGOTOMI ) ATAU PEMBUANGAN MUKOSA ANTRUM. ( GASTROKTOMI PARSIAL )
23

BATAS GASTER :
ANTERIOR : POSTERIOR : PERDARAHAN : DARI A. COLIACA ( TRIPLE HALLERI ) BERASAL DARI A. ABDOMINALIS CABANGNYA YAITU : 1. A. GASTRICA SINISTRA ( KIRI ATAS )

2. A. LIENALIS ( BAWAH, KIRI )


3. A. HEPATICA COMMUNIS ( KANAN )
24

Intestinum Tenue (USUS HALUS) Duodenum Yeyunum Ileum

Perbedaan Usus Halus


Duodenum : terfiksir, yejunum dan ileum mobile. Batas antara duodenum dan yejunum adalah ligamentum treits. Perbedaan yejunum dengan ileum Lekukan lekukan yejunum terletak pada bagian atas rongga atas peritoneum di bawah sisi kiri mesocolon transversum ; ileum terletak pada bagian bawah rongga peritoneum dan dalam pelvis. pada bagian bawah lipatan ini tidak ada.

Jejunum lebih besar, berdinding lebih tebal dan lebih merah dari pada ileum. Dinding jejunum terasa lebih tebal karena lipatan mukosa yang lebih permanen yaitu plica circularis, lebih besar, lebih banyak dan pada yejunum lebih berdekatan ; sedangkan pada bagian atas ileum lebar Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior abdomen diatas dan kiri aorta, sedangkan mesenterium ileum melekat dibawah dan kanan aorta

DUODENUM
Bentuk huruf C Panjang : 25 cm Muaranya empedu dan pankreas Ada 2 lengkung : flexura duodeni inferior dan superior - Pars superior duodeni,

3 bagian duodenum :

- Pars decendens duodeni,


- Pars inferior * Pars Horizontalis (melintang) *Pars asendens (keatas)

YEYUNUM dan ILEUM


Intraperitoneum Panjang : 6 m Dimulai dari junctura duodenojejunalis dan berakhir pada junctura ileocaecalis

Intestinium Crasum (Usus Besar)


Appendix vermiformis Caecum Colon Ascendens Colon Transversum Colon Descendens Colon Sigmoideum Rectum Anus

COLON ASCENDENS Panjang : 13 cm Letak : regio iliaca kanan Berjalan dari caecum sampai permukaan inferior lobus kanan hati dan membentuk flexura coli dextra

COLON TRANSVERSUM Panjang : 38 cm Menduduki regio umbilicus dan hipogastrium Berjalan dari flexura coli dextra sampai ke flexura coli sinistra

APPENDIX VERMIFORMIS
Panjang: 8-13 cm Lebar 1 cm Berbentuk cacing Terletak pada regio iliaca kanan Lumen sering tertimbun makanan sering terinfeksi menjadi appendisitis

CAECUM
Terletak di bawah perbatasan antara ileum dan usus besar yaitu pada fossa iliaca Panjang : 6 cm, 8,5 cm

COLON DESCENDENS DAN COLON SIGMOIDEUM Panjang : 25 cm Letak : regio iliaca kiri Berjalan dari flexura coli sinistra hingga pinggir pelvis dan melanjutkan diri menjadi colon sigmoideum Lebar sigmoid 2,5 cm

LIEN ( LIMPA ) MASA LUNAK , RAPUH DARI JAR. LIMFOTIK

LETAK : - ANTARA V.TH 9 12, PROYEKSI KIRI DEPAN


IGA 5-8 BENTUK : -POLUS CRANIAL DAN CAUDAL

CARA PENGUKURAN : ARCUS COSTAE SINSITRA

UMBILUCUS

SIAS

GARIS SCHUFFNER

35

36

PANCREAS : KEL. EKSOKRIN : ENZIM YG DAPAT MENGHIDROLISIS

PROTEIN, LEMAK DAN K.H


KEL. ENDOKRIN : PULAU LANGERHANS MENGHASILKAN HORMON INSULIN DAN GULKAGON UNTUK METABOLISME

K.H
ORGAN LUNAK, BERLOBUS DI DINDING POSTERIOR ABDOMEN DIBELAKANG PERITONIUM
37

38

BENTUK ANATOMIS :
- CAPUT : RETROPERITONEAL - COLLUM : BAGIAN YG MENGECIL

- CORPUS : MENYILANG GARIS TENGAH


- CAUDA : INTRAPERITONEAL ( SATU-SATUNYA ) SALURAN KELENJAR PANCREAS : 1. DUCTUS PANCREATICUS MAYOR ( WIRSUNGI )

2. DUCTUS PANCREATICUS MONIR ( SANTORINI )

39

PERDARAHAN :
A. LIENALIS A. PANCREATICO DUODENALIS SUPERIOR

A. PANCREATICO DUODENALIS INFERIOR


VENA-VENA SENAMA YG NANTINYA MASUK KE SISTEM PORTAL PEMBULUH LYMPHE : MELALUI PEMBULUH LIMPHE SEPANJANG ARTERI KE Lnn. COELIACUS MESENTERICUS SUPERIOR PERSYARAFAN : N. X ( VAGUS ) SIMPATIS DAN PARA SIMPATIS
40

KLINIS : PANCREAS MASUK KE BURSA OMENTALIS ( ANTERIOR ) EFUSI CAIRAN PERITONEAL BILA TERJADI PENIMBUNAN CAIRAN DLM BURSA OMENTALIS TERJADI CYSTA YG DISEBUT PSEUDO-CYSTO PANCREAS BILA ADA SUMBATAN PD DUCTUS CHOLEDOCUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAPUT BISA TERJADI KANKER DAN SUMBATAN MAKA TERJADI IKTERUS OBSTRUKTIF

41

HEPAR
KELENJAR TERBESAR ORGAN PALING BESAR, INTRAPERITONIUM

MELEKAT PADA DIAPHRAGMA , PADA PARS AFIXA HEPATIS PADA HYPOCHONDRIUM KANAN DAN EPIGASTRIUM PROJEKSI :
DIAPHRAGMA THORACIS MEMP. 2 CUPULA KANAN DAN KIRI , DIMANA YG KANAN LEBIH TINGGI .

TITIK TERTINGGI DI LINEA MEDIANA CLAVICULA KANAN PD


SELA IGA 4, SEDANG SEBELAH KIRI SELA IGA KE 5
42

TENGAH : MELEWATI XYPHISTERNALIS SEBAGAI PROYEKSI TEPI ATAS

TEPI BAWAH : NORMALNYA TIDAK MELIWATI ARCUS COSTARUM PD INSPIRASI DALAM TERABA, NAFAS BIASA TIDAK TERABA MENYILANG ARCUS COSTARUM KANAN PD IGA 8 DAN 9 MARGO INFERIORNYA MENYILANG DI TENGAH PD ANGULUS INFERIOR STERNALIS TIDAK TERLINDUNG OLEH IGA ATAU TULANG TEPI ATAS KIRI : IGA 5

43

HEPAR : TERDIRI DARI 2 LOBUS


BENTUK SEPERTI PIRAMID 4 SISI

BENTUK : BAGIAN ATAS DAN LATERAL KANAN : FASCIES SUPERIOR HEPATIS DEPAN : FASCIES ANTERIOR BELAKANG FASCIES POSTERIOR BAWAH : FASCIES INFERIOR / FASCIES VISCERALIS , MERUPAKAN DATARAN MENUJU KEDALAM PERUT
44

45

46

47

48

1. DUCTUS CHOLEDOCUS BERUPA SALURAN EMPEDU DARI DUCTUS HEPATIS KANAN DAN KIRI , DARI DUCTUS KELUAR KE PORTA HEPATIS BERGABUNG DG DUCTUS CYSTICUS ( SALURAN EMPEDU DARI VESICA FELLEA ) 2. VENA PORTAE MENYALURKAN 70 % DARAH KE HATI ( BAGIAN BAWAH OESOPHAGUS SAMPAI PERTENGAHAN ATAS ANUS

49

50

SEMUA PERDARAHAN BALIK DARI PERUT KECUALI GINJAL DAN SUPRARENALIS BERGABUNG KE V. PORTAE DAN MASUK KE HEPAR

BERCABANG DUA RAMUS SINISTRA DAN DEXTRA PANJANG 5 cm

DIBENTUK OLEH V. MESENTERICA SUPERIOR DAN V. LIENALIS

51

3. A. HEPATIS PROPRIA CABANG A. HEPATIS COMMUNIS AORTA ABDOMINALIS FISSURA SAGITALIS DEXTRA : A. COELIACA

MEMBAGI HEPAR MENJADI 2 LOBUS YAITU LOBUS DEXTRA DAN SINISTRA


LOBUS SINISTRA HEPAR : ADA 2 LOBI KECIL 1. LOBUS QUADRATUS 2. LOBUS CAUDATUS
52

53

FASCIES SUPERIOR HEPATIS :


LIGAMENTUM TERES HEPATIS LIG FALCIFORME HEPATIS FUNGSI HEPAR : 1. PEMBENTUKAN SEKRESI EMPEDU DUODENUM

2. METEBOLISME KH, LEMAK DAN PROTEIN


3. MENYARING DARAH / PROTEKSI TERHADAP BENDA ASING DAN BAKTERI

54

VESICA FELLEA
BENTUK : BUAH ALPUKAT TERBAGI : FUNDUS, CORPUS DAN COLLUM

SALURAN KE KELUARNYA
DUCTUS CHOLEDOCUS

KE DUCTUS CYSTICUS
DUODENUM PARS DESCENDEN

GABUNGAN DG DUCTUS HEPATIS COMMUNIS ADA LIPATAN : VALVULA SPIRALIS SEBAGAI RESERVOAR DARI EMPEDU

PD HEPATITIS ( OLEH RADANG / VIRUS ) HEPAR TIDAK


BERKERJA MEMBENTUK BILLUS
55

56

57

BATAS :

ANTERIOR : - DINDING ABDOMEN


- PERMUKAAN VISCERAL HEPAR POSTERIOR : - COLON TRANSVERSUM

- DUODENUM KLINK :
LEMAK MERANGSANG HORMON HOLISITOKININ DARI MUKOSA DUODENUM DAERAH KANDUNG EMPEDU AKAN BERKONTRAKSI, OTOT DI DISTAL DUCTUS CHOLEDOCUS DAN AMPULA RELAKSASI EMPEDU MASUK KE DUODENUM UNTUK EMULSIFIKASI LEMAK DI USUS HALUS DAN ABSORBSI LEMAK
58

Wassalamualaikum Wr. Wb.

THANK YOU