Anda di halaman 1dari 2

1 . a.

tailing emas adalah bahan yang tertinggal setelah pemisahan fraksi bernilai bijih emas atau tailing emas adalah limbah batuan atau tanah halus berupa sisa2 dari pengerusan dan pemisahan (estraksi) mineral ( bijih emas) b. Di dalam tailing emas masih terkandung merkuri dan sisa emas itu sendiri. Jika limbah tailing emas ini dibuang ke tanah maka akan mempengaruhi kandungan air tanah. Jika air tanah (air sumur ) ini digunakan sebagai air minum maka merkuri akan masuk ke tubuh dan dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah (stroke) dan pencernaan . Penyakit minamata adalah penyakit gangguan sistem syaraf pusat yang disebabkan oleh keracunan metil merkuri, seperti gangguan saraf sensorik dan gangguan saraf motorik dan gangguan mental 2 . a. kadar maksimum krom heksavalen (Cr+6) 0,1 mg/L ( lihat di fotokopian baku mutu untuk industri pelapisan logam ) b. COD untuk industri farmasi : - proses pembuatan bahan formula 300 mg/L . - formula pencampuran 150 mg/L c. Mn total (kadar maksimum) = 4 mg/L (menurut Kepmen LH no 113 th 2003) d. Kep.Men.Neg.L.H. No.: KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri 3 . a. slag besi adalah sisa proses fabrikasi logam besi . slag besi adalah hasil samping dr pabrik pengolahan baja yang mengandung besi (Fe) yang tinggi dan beberapa unsur (makro dan mikro) terutama Silikat (Si) b. wujudnya berupa padatan seperti potongan , serpihan , gumpalan , serbuk . B3 c. Jika dalam tubuh slag dapat mengendap di tubuh dan bertahun tahun menyebabkan kanker . 4 . a. parameter pencemar yang mempengaruhi kualitas limbah cair dari industri pulp dan paper adalah : - BOD3 : pada pabrik pulp kadar maksimumnya adalah 150 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 15 kg/ton . Sedangkan pabrik kertas kadar maksimumna adlah 125 mg/L dan beban maksimumnya 10 kg/ton . sedangkan pabrik pulp dan kertas , kadar maksimumnya adalah 150 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 25.5 kg/ton . - COD : pada pabrik pulp kadar maksimumnya adalah 350 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 35 kg/ton . Sedangkan pabrik kertas kadar maksimumna adlah 250 mg/L dan beban maksimumnya 20 kg/ton . sedangkan pabrik pulp dan kertas , kadar maksimumnya adalah 350 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 59.5 kg/ton . - TSS : pada pabrik pulp kadar maksimumnya adalah 200 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 20 kg/ton . Sedangkan pabrik kertas kadar maksimumna adlah 125 mg/L dan beban maksimumnya 10 kg/ton . sedangkan pabrik pulp dan kertas , kadar maksimumnya adalah 150 mg/L dan beban pencemaran maksimum adlah 25.5 kg/ton . - pH : pada pabrik kertas maupun pabrik pulp dan kertas memiliki batasan pH dari 6-9

- Debit Limbah Maksimum : untuk pabrik pulp sebesar 100m3 per ton pulp kering , sementara pabrik kertas sebesar 80m3 per ton produk kertas kering , dan pabrik pulp dan kertas sbesar 170m3 per ton produk kertas kering. ( sumber : Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Nomor KEP-51/MENLH/10/1995 ) b. industri pulp & paper menghasilkan gas sulfur dioksida (H2S) pd proses kraft pulping dan proses pemulihan bahan kimia. Gas sulfur in jika terhirup (inhalasi) dlm konsentasi sedang dapat mengakibatkan iritas pd mata , hidung tenggorokan, sakit kepala, muntah dan pada konsentrasi tinggi dpt mengakibatkan syok, kejang, koma bahkan kematian. Efek ini bisa dalam beberapa hirupan/ 1x hirupan Karena pada proses produksi pulp and paper menggunakan beberapa bahan kimia seperti NaOH atau
NA2S pada proses kraft, CaCO3 pada proses penghasilan kertas, dan Cl2 pada proses pemutihan. bahan bahan tersebut yang menimbulkan dampak luar biasa bagi lingkungan