Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Elektro PENS

www.jurnalpa.eepis-its.edu Teknik ElektroIndustri Vol.1, No.1, 2012 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Battery Charger Otomatis Berbasis Mikrokontroler Untuk Lead Acid Battery 312 Volt (Software)
Mochammad Kemal Achriansyah, Novie Ayub Windarko, Suryono
Program Studi D3 Teknik Elektro Industri Departemen Teknik Elektro Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Kampus PENS, Jalan Raya ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Tel: (031) 594 7280; Fax: (031) 594 6114 Email:theanfieldgank08@gmail.com,ayub@eepis-its.edu, sur@eepis-its.edu

Abstrak Mobil listrik membutuhkan sumber energi untuk dapat bekerja. Dalam memenuhi kebutuhan energi yang digunakan mobil listrik, maka diperlukan aki sebagai supply utamanya. Pengisian aki yang cepat dan tepat akan memperpanjang usia aki. Dengan menggunakan rangkaian fullbridge converter, penyulutan untuk pengisian aki dapat diatur dan daya yang dihasilkan besar. Fullbridge converter difungsikan untuk menaikan tegangan dan juga mencatu dengan tegangan yang konstan. converter ini didesain dengan tegangan masukan 220 V dari jala-jala yang disearahkan dengan fullwave rectifier yang nantinya hasil penyearahan akan digunakan sebagai tegangan masukan dari inverter. Inverter digunakan sebagai pengaturan besar arus pengisian aki dengan mengatur frekuensi penyulutannya. Aki yang digunakan memiliki spesifikasi 12v/36Ah. Pengontrolan untuk penyulutan inverter dilakukan dengan microcontroller. Kata kunci:Full Bridge Converter, Pulse Width Modulation, Inverter.

1. Pendahuluan Dengan semakin langkanya bahan bakar minyak serta akibat yang ditimbulkan oleh gas buang mobil berbahan bakar minyak, maka kehadiran mobil listrik sangatlah dibutuhkan sebagai pengganti mobil berbahan bakar minyak. Melihat kondisi tersebut maka kami membuat sebuah battery charger untuk mobil listrik dengan menggunakan lead acid battery sebagai baterai mobil listrik. Lead acid battery yang digunakan memiliki spesifikasi sebesar 12v/3Ah, yang akan disusun seri sebanyak 26 buah. Alat ini bekerja dengan cara menyearahkan dan mengkonversi tegangan dari sumber PLN 220v menjadi 330v merujuk pada tegangan yang dibutuhkan untuk mengisi lead acid battery yang digunakan. Kemudian mikrokontroler akan mengatur nilai arus agar tetap stabil melalui internal PWM mikrokontroller dan sesuai dengan karakteristik lead acid battery yang digunakan.

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

2. Metode 2.1 Lead Acid Battery Lead acid bettery merupakan sebuahalat yang dapat menyimpan energy listrik dalam bentuk energy kimia. Terdapat dua jenis elemen yang merupakan sumber arus searah (DC) dari proses kimiawi, yaitu elemen primer dan elemen sekunder. Elemen primer terdiri dari elemen basah dan elemen kering. Reaksi kimia pada elemen primer yang menyebabkan electron mengalir dari elektroda negatif (katoda) ke elektroda positif (anoda) tidak dapat dibalik arahnya.Maka jika muatannya habis, maka elemen primer tidak dapat dimuati kembali dan memerlukan penggantian bahan pereaksinya (elemen kering).

Gambar 2.1 Struktur Lead Acid Battery

ProsesDischarge Lead Acid Battery (pemakaian) terjadi pada saat beban listrik antara (+) kutup terminal (-) terminalmengalirkan arus. Dan sebaliknya,untuk mensuplai arus ke battery dengan menghudungkansumber arus seperti recharge atau alternator disebut dengan charge (pengisian). Ketikabaterai dipakai dan diisi, pelat anode (+) dan cathode (-) dan elektrolit bereaksi secara kimiawi.Karena itulah, proses charge dan discharge pada battery dilakukan oleh lead peroxide daripelat anode, discharge lead dari pelat cathode dan larutan asam belerang [1].

Gambar 2.2 Kurva Charging Lead Acid Battery

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

Gambar 2.3 Kurva Discharging Lead Acid Battery

2.2 Sensor Arus Hall Effect Allegro ACS 712 ACS712 adalah Hall Effect current sensor. Hall effect allegro ACS712 merupakan sensor yang presisi sebagai sensor arus AC atau DC dalam pembacaan arus. Sensor ini memiliki pembacaan dengan ketepatan yang tinggi, karena didalamnya terdapat rangkaian low-offset linear Hall dengan satu lintasan yang terbuat dari tembaga. Cara kerja sensor ini adalah arus yang dibaca mengalir melalui kabel tembaga yang terdapat didalamnya yang menghasilkan medan magnet yang di tangkap oleh integrated Hall IC dan diubah menjadi tegangan proporsional [2]. Ketelitian dalam pembacaan sensor dioptimalkan dengan cara pemasangan komponen yang ada didalamnya antara penghantar yang menghasilkan medan magnet dengan hall transducer secara berdekatan. Persisnya, tegangan proporsional yang rendah akan menstabilkan Bi CMOS Hall IC yang didalamnya telah dibuat untuk ketelitian yang tinggi oleh pabrik.

Gambar 2.4IC ACS 712 2.3 Analog to Digital Converter ADC mengkonversi suatu tegangan input analog ke 8-bit nilai digital secara berurutan. Nilai minimum mendekati GND dan nilai maksimum mendekati tegangan pada pin minus AREF 1 LSB. ADC mengkonversi suatu tegangan input analog ke 8-bit nilai digital secara berurutan. nilai minimum mendekati GND dan nilai maksimum mendekati tegangan pada pin minus AREF 1 LSB. dapat dipilih, AVCC atau 2.56V referensi tegangan internal mungkin dihubungkan pada Pin AREF dengan penulisan pada Pin Bit REFSN Register ADMUX. referensi tegangan internal bisa dipisah secara external.

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

3. Perancangan 3.1. Perancangan Perangkat Lunak

Sumber PLN 220v

Fullwave Rectifier

Fullbridge Converter

Lead Acid Battery

Fullbridge Driver

Sensor Arus LCD Mikrokontroler Sensor Tegangan

Gambar 3.1Blok Diagram Sistem Battery Charger Untuk Lead Acid Battery Dengan Tegangan 312v Sesuai dengan gambar 4.1 nilai parameter battery charger di dapatkan dari masing-masing sensor. Mikrokontroler akan menghitung nilai batas aman dari persentase toleransi standart. Nilai batas aman akan di gunakan sebagai pembanding dengan parameter battery charger, sehingga gangguan akan terdeteksi ketika nilai parameter battery charger berada di luar batas toleransi standart aman. Apabila terjadi indikasigangguan pada system battery charger maka mikrokontroler akan merubah nilai duty cycle pada PWM internal sebagai sinyal masukan inverter. Sehingga didapatkan nilai parameter yang diinginkan serta mencegah kerusakan yang terjadi pada system maupun pada lead acid battery yang digunakan.

3.2. Perancangan Input/Output Tabel3.1Tabel Masukan dan Keluaran Mikrokontroler No 1


Port Fungsi Keterangan Masukan berupa tegangan DC 0-5 volt yang dihasilkan oleh sensor, masukan ini akan oleh internal ADC untuk kemudian diolah. Keluaran sinyal kotak sebagai pengatur duty cycle pada inverter Keluaran sinyal kotak sebagai pengatur duty cycle pada inverter

PORTA.0-1

Masukan sensor-sensor

2 3 4

PORTD.3 PORTD.7 PORTB.0-7

Keluaran sinyal kotak Keluaran sinyal kotak Keluaran ke LCD

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

Pada tugas akhir ini sbelum membuat program sebagai kontrol sistem, maka perlu dibuat flowchart sistem untuk mempermudah proses pembuatan program.

Gambar 3.2Flowchart Sistem

4. Hasil Pengujian Sistem 4.1. Pengujian Sensor Arus Rangkaian sensor arus digunakan sebagai pendeteksi nilai arus output yang masuk sebagai arus pengisihan di battery. Sensor arus ACS memperoleh sumber 5 Volt DC dari supplay 7805 dengan tahanan sebesar 5

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

Tabel4.1Tabel Masukan dan Keluaran Mikrokontroler

4.2. Pengujian Sensor Tegangan Sensor tegangan dibangun dengan prinsip pembagi tegangan dari tegangan output battery charger maksimal 350 Volt. Pada proyek akhir ini tegangan referensi ADC dibuat 4.8 Volt.Tegangan 350 Volt DC kemudian melalui rangkaian pembagi tegangan karena tegangan besarnya lebih dari 4.8 Volt. Tegangan 4.8 Volt inilah yang kemudian digunakan sebagai referensi pembacaan oleh mikrokontroler melalui ADC. Tabel 4.2HasilPengujian Sensor Tegangan

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

4.3. HasilSimulasiSistem Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah rancangan system battery charger telah sesuai dengan hasil keluaran yang diinginkan.

Gambar 4.1 Simulasi Sistem Battery Charger

Gambar 4.2 Hasil Simulasi Tegangan Output Inverter

Gambar 4.3 Hasil Simulasi Tegangan Output Fullbridge Converter

Gambar 4.4 Hasil Simulasi Arus Output Fullbridge Converter

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

Pada hasil simulasi didapatkan nilai tegangan pada inverter sebesar 199.98 Volt, sedangkan tegangan output fullbridge converter didapatkan nilai sebesar 312 Volt. Untuk nilai arus didapatkan nilai berkisar antara 4 sampai dengan 5 Ampere. Nilai tegangan output yang kurang dari 312 Volt akan menyebabkan sistem tidak dapat melakukan proses pengisian. Sedangkan nilai arus yang terlalu besar akan merusak serta dapatmemperpendek umur baterai.

5. Kesimpulan Setelah dilakukan proses perencanaan, pembuatan dan pengujian alat serta dari data yang didapat, maka dapat disimpulkan : Pengaturan arus output pengisisan ditujukan agar arus saat pengisian baterai tidak melebihi kapasitas maksimum arus baterai. Ketahanan sensor arus hanya dapat melewati arus sebesar 5 ampere, kelebihan arus pada sensor arus akan menyebabkan panas berlebih pada sensor arus sertadapat merusaksensor arus tersebut. Proses pengisian baterai dilakukan secara otomatis guna menghindari kerusakan serta menjaga umur baterai.

Ucapan Terima Kasih Dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, penulis menghaturkan syukur Alhamdulillah yang sebesar besarnya kepada Allah SWTyang senantiasa memberikan kekuatan, bimbingan, ampunan yang seluas luasnya dan pertolongan dengan seagung agungnya pertolongan, serta Sholawat dan Salam sepenuhnya kami haturkan kepada junjungan kami Baginda Rosul Nabi Besar Muhammad SAW sebagai panutan dan sebagai suri tauladan kami. Tidak lupa juga kami ucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan Proyek Akhir ini, diantaranya adalah: 1. Ibunda dan Ayahanda tercinta yang selalu mendukung penulis baik lewat doa, materi, motivasi dan juga kasih sayang yang tak pernah henti. Tiada apapun didunia ini yang mampu menggantikan besar pengorbanan yang telah engkau berikan. Semoga ananda selalu menjadi anak yang berbakti kepadamu, terima kasih. BapakNovie Ayub Windarko ST, MT, Ph.d dan bapak Ir. Suryono, MTselaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran, tenaga serta dengan sabar memberikan bimbingan serta motivasi kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Proyek Akhir ini dengan baik dan tepat waktu. Bapak Dr. Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, yang telah banyak memberi dorongan dan semangat serta fasilitas bagi penulis untuk menyelesaikan Proyek Akhir ini.

2.

3.

Jurnal Elektro PENS, Teknik Elektro Industri, Vol.1, No.1, (2012)

4.

Bapak Novie Ayub Windarko ST, MT, Ph.dselaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Industri yang selalu memberikan yang terbaik bagi penulis. Semua khalayak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu penulis dari awal hingga akhir pembuatan Tugas Akhir ini.

5.

Referensi [1]. Saslow, Wayne M. (2002).Electricity, Magnetism, and Light. Toronto: Thomson Learning. [2]. http://www.allegromicro.com/Products/Current-Sensor-ICs/Zero-To-Fifty-Amp- IntegratedConductor-Sensor-ICs/ACS712.aspx 27/06/2012