Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan Penanganan trauma melibatkan multidispliner area dan membutuhkan koordinasi yang baik antar instansi.

Pada kecelakaan lalu lintas, ekstremitas merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengalami cedera (41% ekstremitas bawah dan 21% ekstremitas atas), cedera superfisial uga sering ter adi (4!%), diikuti dengan fraktur (2"%), crush in ury (14%) dan #ingginya morbiditas dan masa rawatan yang pan ang pada pasien trauma ekstremitas pasca kecelakaan lalu lintas. #arget utama dari segi anestesiologi ialah untuk melakukan penanganan awal yang tepat untuk menhidari ter adinya komplikasi sekunder. $kibat banyaknya alat transportasi kendaraan bermotor yang berpotensi pada peningkatan angka insidensi crush in ury. %elain itu crush in ury uga dapat disebabkan oleh gempa bumi, pemboman, kolaps bangunan, dan kecelakaan tambang. %etiap enis trauma memungkinkan ter adinya crush in ury. &iagnosis dini dan penanganan masalah seperti hypo'olemia, crush syndrome, rhabdomyolysis dapat menhindari komplikasi metabolik lan ut, kardio'askular dan komplikasi renal. %eluruh penanganan yang cepat dan tepat pada crush in ury menentukan outcome dari pasien trauma. Patofisiologi crush in ury (rush in ury disebabkan oleh adanya tekanan yang lama pada tubuh. (edera dapat mengenai ekstremitas bawah dan bawah. &ada, abdomen atau wa ah uga dapat terkena. )antaman langsung pada crush in ury mengakibatkan ter adinya iskemia sel otot. #ekanan yang terus*menerus menyebabkan kerusakan otot, pemasukan cairan ke dalam otot yang menimbulkan edema serta peningkatan tekanan kompartemen. +emudian sel berubah ke metabolism anaerob dan menhasilkan banyak asam laktat. ,skemia yang lama menyebabkan kebocoran membran sel. $liran cairan masuk yang terus*menerus (edema, perdarahan) atau aliran yang sedikit (obstruksi 'ena) dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam kompartemen. )al ini membuat tekanan di aringan lebih besar dari tekanan total kapiler dan berakhir pada kolapsnya kapiler. %emua hal tersebut meningkatkan difusi cairan dari ruang intra'askuler ke ekstra'askuler dan semakin meningkatkan tekanan kompartemen. -dema dan obstruksi cairan, yang ter adi terus menerus akan berlan ut pada hambatan oksigenasi aringan otot. .ika tidak ditangani cepat dapat

menimbulkan iskemia aringan, nekrosis otot dan disfungsi ner'us, yaitu kerusakan sel yang irre'ersible.

$da beberapa to/in yang muncul selama crush in ury. #oksin ini terus dihasilkan selama 0" am pasca crush in ury . beberapa diantaranya ialah1 $gent $sam amino dan asam organik lainnya (reatinine phosphokinase ((P+) 3adikal bebas, supero/ides, pero/ides )istamine $sam laktat 5eukotrin 5yso6yme 2yoglobin Potassium #romboplastin -fek $sidosis, asiduria, disritmia 2arker laboratorium untuk crush in ury +erusakan aringan sekunder 4asodilatasi, bronkokonstriksi $sidosis, disritmia +erusakan paru*paru +erusakan sel 7agal gin al 7agal gin al, &isritmia, (ardiac arrest &isseminated ,ntra'ascular (oagulation (&,() 7e ala +linis 8yeri merupakan ge ala utama yang dirasakan terutama saat menggerakkan bagian yang cedera secara pasif. &efisiensi neurologis seperti kelemahan ekstremitas hingga paralisis dapat ditemukan. Pucat, hipotermia dan pulselessness men adi ge ala sisa. -dema ekstremitas arang ter adi di awal dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menimbulkan sindrom kompartemen. Perdarahan tidak terkontrol dapat menimbulkan syok hipo'olemik dan kematian. 2eskipun kulit dan subkutan tidak tampak adanya e as, namun kerusakan otot dan organ dalam dapat ter adi. 9erbeda dengan dewasa, tanda klinis hipo'olemik atau perdarahan pada anak*anak sulit dikanali dan didentifikasikan. #anda awal hipo'olemik yang dapat kita temukan pada anak ialah lemahnya denyut nadi (weak pulse), sedangkan pada dewasa ialah takikardi. Pre hospital

Pembedahan +omplikasi pasca crush in ury Perdarahan dan shock )ipotermia )yperkalemia %idrom kompartemen akut 3habdomyolisis 7agal gin al akut &isfungsi hepar &,(

7andhi, 2an u 8 et al., 2"11. $ Practical $pproach to $nesthesia for -mergency %urgery