Anda di halaman 1dari 26

MORBILI

PUSKESMAS KECAMATAN SETIABUDI

Pembimbing : Dr. Prisyana

Identitas
Nama Umur Alamat : Nn. R : 27 tahun : Jl. kencana no.34 , pasar manggis

Pekerjaan : karyawan swasta

Agama

: Islam

ANAMNESIS

Keluhan Utama: keluar bercak-bercak merah sejak 4hari yang lalu Keluhan Tambahan pasien merasakan demam sejak 5hari disertai keluar bercak merah mulai keluar dari bagian wajah kemuidan menyebar terutama ditangan, paha, punggung dan pinggang. Batuk (-), pilek (-), diare (-), konjungtiva merah. Badan dan punggung terasa linu sejak 2hari. Sejak di anamnesis pasien sudah tidak merasakan demam, tidak merasa linu tetapi bercak-bercak masih timbul disertai gatal.

Riwayat penyakit dahulu Sudah mengalami penyakit atau keluhan yang sama sejak saat sekolah dasar.
Riwayat penyakit keluarga Suami Os mengalami keluhan yang sama. Riwayat psikososial Os bekerja disalah satu kantor di jakarta, os lebih sering di kantor daripada dirumah, teman os mengalami keluhan yang sama.

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan umum : Tampak baik Kesadaran : Compos mentis Vital sign :

TD : 110/70 mmHg N : 84x/ menit, teratur, kuat angkat

RR : 20x/ menit
S : 36,8o C

Kepala :
inspeksi: Mata : Tidak terdapat tampak/terlihat injeksi konjungtiva ,tidak keluar sekret, tidak nampak mata berair. : dalam batas normal : sekret (-) : koplik spot (-), lidah kotor (-) : terdapat ruam berbentuk makula eritem pada kulit wajah

Telinga Hidung Mulut Wajah

Leher : Pembesaran KGB (- ) Terdapat ruam berbentuk makula eritem


Pemeriksaan Thorax : Inspeksi : terdapat ruam berbentuk makula eritem Palpasi : dalam batas normal Perkusi : dalam batas normal Auskultasi : pernapasan vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing (-/-)

Pemeriksaan Abdomen

Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi : Perut tidak buncit, terdapat ruam berbentuk makula eritem : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal

Ekstremitas Atas (kanan dan kiri)



Inspeksi Akral Turgor : Terdapat ruam berbentuk makula eritem : Hangat : Kembali cepat

Udem

:(-)

Ekstremitas Bawah

Inspeksi : Terdapat ruam berbentuk makula eritem

Akral
Turgor Udem

: Hangat
: Kembali cepat :(-)

Resume
Pasien wanita umur 27 tahun bekerja sebagai karyawan swasta datang ke puskesmas setiabudi dengan keluhan keluar bercak bercak kemerahan diseluruh tubuhnya sejak 4 hari yang lalu. 2 hari sebelum keluar bercak pasien mengeluh badannya demam. Bercak mulai keluar dari bagian wajah kemudian menyebar terutama didaerah tangan, punggung, pinggang, dan paha, bercaknya terasa gatal. Pasien tidak mengeluh adanya batuk, pilek, maupun nyeri tenggorokan. Pasien juga merasakan badan terasa linu dan nyeri pada otot otot, pasien tidak memiliki alergi makanan, obat maupun udara. Teman sekantor pasien 1minggu lalu menderita sakit yang sama, suami pasien menderita dengan keluhan yang sama. Pasien pernah menderita sakit seperti ini saat duduk disekolah dasar, riwayat imunisasi campak (+)

Working diagnosis

Morbili

Diagnosis differential

Morbili Dermatitis kontak alergi

Terapi
Medikamentosa

Simptomatik Antiinflamasi Antihistamin


Non medikamentosa

Menjaga kebersihan badan Istirahat yang cukup dan menghindari kegiatan yang
membuat tubuh menjadi lelah

Konsumsi air yang cukup Konsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan
daya tahan tubuh sehingga terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul

Morbili

Definisi
Campak adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus rubeola (campak) dan merupakan penyakit yang sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan batuk, korisa, demam dan ruam makulopapular yang timbui beberapa hari sesudah gejala awal.

Etiologi Virus campak ini sangat sensitif pada panas dan dingin, cepat inaktivasi pada suhu 37C dan 20"C. Selain itu virus juga menjadi inaktif dengan sinar ultraviolet, ether, trypsin dan p-propiolactone. Virus tetap infektif pada bentuk droplet di udara selama beberapa jam terutama pada keadaan dengan tingkat kelembaban yang rendah.

Manifestasi klinis

Stadium prodormal berlangsung selama 4-5 hari ditandai oleh Demam ringan hingga sedang Batuk kering ringan Coryza Fotofobia Konjungtivitis Timbul bercak koplik di mukosa bukal Demam tinggi mendadak disertai kejang-kejang dan pneumoni.

Coryza dan batuk-batuk bertambah. Enantema/titik merah dipalatum durum dan


palatum mole. Eritema dibelakang telinga dibagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut dan bagian belakang bawah. Rasa gatal, muka bengkak. Pembesaran KGB disudut mandibula dan didaerah leher belakang. Black Measles yaitu perdarahan pada kulit, mulut, hidung dan traktus digestivus.

Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna


lebih tua (hiperpigmentasi) ditemukan pula kulit yang bersisik.

Suhu menurun sampai menjadi normal kecuali bila


ada komplikasi

Patofisiologi

Virus ditularkan lewat droplet lewat udara

Menempel dan berkembang biak di Epitel nasofaring

3 hari setelah invasi Replikasi dan kolonisasi berlanjut pada kelenjar limfe regional (viremia 1)

Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit menyebabkan batuk pilek mata merah dan demam

Proses peradangan, ruam, udem,

Virus menyebar ke semua sistem retikuloendotelial (viremia 2 setelah 5-7 hari dari infeksi awal)

Gejala makin lama makin berat

Mulai hari ke 10 timbul ruam makulopapuler warna kemerahan

Setelah masa konvelesen gejala mulai menghilang dan hipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi gelap, berubah menjadi desquamasi dan hiperpigmentasi

ANAMNESIS Adanya demam tinggi terus-menerus 38,5 derajat Celcius atau lebih disertai batuk, pilek, nyeri menelan, mata merah, dan silau bila kena cahaya (fotofobia), seringkali diikuti diare. Pada hari ke 4-5 demam, timbul ruam kulit, didahului oleh suhu yang meningkat lebih tinggi dari semula. Pada saat ini anak dapat mengalami kejang demam. Saat ruam timbul, batuk dan diare bertambah parah sehingga anak mengalami sesak nafas atau dehidrasi. PEMERIKSAAN FISIK Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari tiga stadium: Stadium prodromal, berlangsung 2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, faring merah, nyeri menelan, stomatitis, dan konjungtivitis. Tanda patognomonik timbulnya enantema mukosa pipi di depan molar tiga disebut bercak koplik Stadium erupsi, ditandai dengan timbulnya ruam makulo-papular yang bertahan selama 5-6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut belakang telinga, kemudian menyebar di wajah, leher, dan akhirnya ke ekstrimitas Stadium penyembuhan (konvalesens), setalah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu Sangat penting untuk menentukan status gizi penderita, untuk mewaspadai timbulnya komplikasi. Gizi buruk merupakan risiko komplikasi berat.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium


Darah tepi: jumlah leukosit normal atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri Pemeriksaan antibodi IgM anti campak Pemeriksaan untuk komplikasi: Ensefalopati/ensefalitis: dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinalis, kadar elektrolit darah dan analisis gas darah Enteritis: feses lengkap Bronkopneumonia: dilakukan pemeriksaan foto dada dan analisis gas darah DIAGNOSIS Ditegakkan berdasarkan adanya: Anamnesis, tanda klinik dan tanda yang patognomik Pemeriksaan serologik atau virologik yang positif

OMA

SSPE

Encephalitis

Komplikasi
Bronkopneumonia

Neurologis

PENATALAKSANAAN

Antipiretik Kortikosteroid Antihistamin Obat topikal

Pencegahan
Menghindari seminimal mungkin kontak dengan pernderita
campak

Menjaga kebersihan badan Istirahat yang cukup dan menghindari kegiatan yang membuat
tubuh menjadi lelah

Konsumsi air yang cukup Konsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya
tahan tubuh sehingga terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul