Anda di halaman 1dari 4

SAMBUTAN Menteri Keuangan Pada Acara Sosialisasi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN

KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM


Di Lingkungan Rumah Sakit Pemerintah Rabu, tanggal 03 Agustus 2005

1. Dengan keluarnya peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan negara yang terdiri dari UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU Nomor 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Pengelolaan Keuangan Negara, terjadi perubahan yang sangat mendasar yang melandasi seluruh aturan umum penggunaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban keuangan negara. 2. Perubahan dan perkembangan sistem pengelolaan keuangan negara tersebut sejalan dengan perubahan manajemen/administrasi di

lingkungan pemerintah yang bergeser dari public administration ke public management yang menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan kompleksitas pelaksanaan fungsi yang dilakukan oleh pemerintah. 3. Reformasi Manajemen Keuangan Pemerintah menghendaki pengelolaan keuangan negara yang efektif dan efisien, termasuk pengelolaan keuangan lembaga-Iembaga publik lainnya yang memberikan layanan secara langsung kepada masyarakat. 4. Sesuai dengan penjelasan umum UU No.1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, dalam rangka meningkatkan pelayanan pada masyarakat dapat dibentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang diperlukan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan

mencerdaskan kehidupan bangsa.

5. BLU adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas. 6. Sesuai dengan amanat UU Perbendaharaan Negara, ketentuan mengenai pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum diatur dalam Peraturan Pemerintah. 7. RPP tentang Pengelolaan Keuangan BLU ini telah disusun oleh sebuah Tim yang terdiri unsur Departemen Keuangan, Departemen Kesehatan, Perguruan Tinggi Negeri dan Rumah Sakit Pemerintah, sejak tangal 30 Juni 2004, dan ditetapkan oleh Pemerintah pada tanggal 13 Juni 2005 menjadi PP No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. 8. Pengertian BLU BLU adalah instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melaksanakan kegiatannya didasarkan pada prinsip produktivitas,

efisiensi, efektivitas. Dalam implementasinya, BLU ini menekankan pada pola pengelolaan keuangan negara, bukan pada kelembagaannya dan operasionalnya. Sekalipun demikian, karena pola keuangan yang diatur dalam BLU ini dirancang untuk kepentingan peningkatan kinerja, maka pengaturan PP BLU ini mau tidak mau berpengaruh kepada pengelolaan operasional dan pejabat yang perlu mengelola kegiatan serta keuangan. Karena itu, PP ini akan mengatur pula hal-hal yang bersifat operasional serta kelembagaan sepanjang berhubungan langsung dengan pola pengelolaan keuangannya.

9. Tujuan Pembentukan BLU a. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka

memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa; b. BLU diharapkan dapat sebagai pelopor instansi pemerintah yang menerapkan manajemen keuangan yang fleksibel berorientasi kinerja dan dilakukannya pola kontrak kinerja (contractual performance agreement) di lingkungan pemerintahan; c. BLU bekerja secara ekonomis, efisien dan efektif tanpa terhambat birokrasi yang rumit, berfokus kepada output bukan proses (enterprising the goverment). 10. Anggaran dan Pertanggungjawaban BLU Rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja Badan Layanan Umum disusun dan disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah. 11. Fleksibilitas Pengelolaan Keuangan BLU Untuk mencapai tujuannya, BLU diberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan khususnya pelaksanaan anggaran yang mencakup pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengelolaan barang/jasa. Pendapatan yang diterima oleh BLU dapat digunakan langsung untuk mendanai kegiatan BLU yang bersangkutan. 12. Penerapan BLU Pada prinsipnya seluruh instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU sepanjang memenuhi kriteria/persyaratan substantif, teknis dan

administrasi yang ditentukan.

13. Dengan Peraturan Pemerintah ini, status Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk perusahaan jawatan (Perjan) beralih menjadi instansi pemerintah yang menerapkan PPK-BLU, dan wajib melakukan penyesuaian dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini paling lambat 31 Desember 2005.