Anda di halaman 1dari 17

I Putu Mas Dewantara 1

IMPLIKATUR PERCAKAPAN
Teori, Jenis, dan Kegunaan

OLEH : I PUTU MAS DEWANTARA

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA

I Putu Mas Dewantara 2

2010

I Putu Mas Dewantara 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Linguistik sebagai ilmu kajian bahasa memiliki berbagai cabang. Cabangcabang itu di antaranya adalah !n!l!gi" m!r !l!gi" sintaksis" semantik" #ragmatik dan sebaginya. Pragmatik meru#akan cabang linguistik yang mem#elajari bahasa yang digunakan untuk berk!munikasi dalam situasi tertentu. M!ris" Crystal" $artmann dan %t!rk &dalam 'adar" 2(()* menjelaskan bahwa semantik" #ragmatik" dan sintaksis meru#akan cabang dari semi!tika" yaitu ilmu tentang tanda. %intaksis adalah cabang semi!tika yang mengkaji hubungan !rmal antar tanda-tanda. %emantik adalah cabang semi!tika yang mengkaji hubungan tanda dengan !bjek yang diacunya" dan #ragmatik adalah cabang semi!tika yang mengkaji hubungan tanda dengan #enggunaan bahasa &%umars!n!" 2(1(+2*. Pragmatik meru#akan cabang ilmu bahasa yang semakin dikenal #ada masa sekarang ini walau#un #ada kira-kira dua dasa warsa yang silam ilmu ini jarang atau ham#ir tidak #ernah disebut !leh #ara ahli bahasa &,ijana"1))-+3. 'adar" 2(()+3*. $al ini dilandasi !leh semakin sadarnya #ara linguis bahwa u#aya menguak hakikat bahasa tidak akan membawa hasil yang dihara#kan tan#a didasari #emahaman terhada# #ragmatik" yakni bagaimana bahasa itu digunakan dalam k!munikasi. $al tersebut senada dengan #enda#at Lak! dan /!ss #ada tahun 1)01 &dalam Puw!" 1))(+1(. ,ijana" 1))-+1* yang mengatakan bahwa sintaksis tidak da#at di#isahkan dari #emakaian bahasa. telaah mengenai kalimat tidak da#at dilakukan tan#a mem#erhitungkan bagaimana kalimat yang bersangkutan digunakan di dalam k!nteksnya. Pada saat itulah s!s!k #ragmatik mulai terang tanah di bumi linguistik. Pentingnya k!nteks dalam #ragmatik ditekankan !leh ,ijana &1))-+2*" Purw! &1))(+1-* dan %umars!n! &2(1(+12* yang mengatakan bahawa #ragmatik mengkaji makna yang terikat k!nteks &context-dependent*. %earle" 3ie er" dan 4ierwich &dalam 'adar" 2(()+1* menegaskan bahwa #ragmatik berkaitan dengan inter#retasi suatu ungka#an yang dibuat mengikuti aturan sintaksis tertentu

I Putu Mas Dewantara 1 dengan cara menginter#retasikan ungka#an tersebut tergantung #ada k!ndisik!ndisi khusus #enggunaan ungka#an tersebut dalam k!nteks. Menurut Le5ins!n &dalam 'adar" 2(()+63*. Purw! &1))(+10*. dan %umars!n!" 2(1(+-1*" kancah yang dijelajahi #ragmatik &yang telah dise#akati hingga kini* ada em#at" yaitu &1* deiksis" &2* #raangga#an & presupposition*" &3* tindak ujaran &speech act*" dan &1* im#likatur #ercaka#an &conversational implicature*. Lebih lanjut Le5ins!n menjelaskan bahwa im#likatur adalah satu gagasan atau #emikiran ter#enting dalam #ragmatik. %alah satu alasannya adalah im#likatur memberikan #enjelasan eks#lisit tentang cara bagaimana mengim#likasikan lebih banyak dari a#a yang dituturkan. 7ntuk itu #enting kiranya untuk memahami te!ri im#likatur" jenis im#likatur" dan keguanaan te!ri im#likatur. 1.2 Rumusan Masalah 4eranjak dari uraian #ada bagian latar belakang tersebut. 8da#un #ermasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. 1* 4agaimanakah te!ri im#likatur dalam #ragmatik9 2* 8da bera#a dan bagainakah jenis-jenis im#likatur9 3* 8#akah kegunaan te!ri im#likatur9 1.3 Tujuan Penulisan %esuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang hendak dicari jawababbya" tujuan #enulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1* Mendeskri#sikan te!ri im#likatur. 2* Mendeskri#sikan jenis-jenis im#likatur. 3* Mendeskri#sikan man aat te!ri im#likatur. 1.1 Manfaat Penulisan 8da#un man aat #enulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1* Mahasiswa memahami te!ri im#likatur. 2* Mahasiswa memahami jenis-jenis im#likatur. 3* Mahasiswa memahami man aat te!ri im#likatur.

I Putu Mas Dewantara 6

BAB II PEMBAHASAN 2 ! Te"ri Im#likatur :e!ri im#likatur yang dimaksud dalam makalah ini adalah hakikat im#likatur dan ciri-ciri im#likatur. 2 ! ! Hakikat Im#likatur Menurut Le5ins!n &%umars!n!" 2(1(+1()*" im#likatur #ercaka#an meru#akan gagasan yang teramat #enting dalam #ragmatik. Ihwal im#likatur #ercaka#an diajukan !leh $. Paul ;rice" yang diangga# sebagai #encetus te!ri im#likatur" dalam ceramah ,illiam <ames di 7ni5ersitas $ar5ard #ada tahun 1)-0. %ebenarnya tahun 1)60 il!s! ;rice ini #ernah membedakan antara a#a yang disebut makna alami &natural meaning*" se#erti #ada kalimat =8wan gela# berarti hujan> dan makna nonalami &non-natural meaning* atau makna-nn &meaning nn* &L!uise Cummings" 2((0+13*. ;rice mengemukakan karakteristik makna-nn sebagai berikut. S mengemu ! !n m! n!"nn # $eng!n mengu%!& !n U %' ! $!n (!n)! %' !: &i* S *e&m! +u$ U un,u mem*e&' !n e-e # ,e&(!$!. &e+'.'en H &ii* S *e&m! +u$ /'0 un,u m! +u$ /'0 ',u4 (!n)! $'1!.!' 23e( H )!ng men)!$!&'

Di sini % &Speaker* ? #enutur &dalam k!munikasi lisan sebagai #engirim #esan atau k!munikat!r*. $ &hearer* ? #endengar" atau te#atnya" resi#ien yang menjadi #enerima maksud. =mengujarkan 7 &utterance*> ? ujaran suatu bentuk dalam butir kebahasaan" yaitu suatu bagian kalimat" kalimat" atau urutan kalimat atau urutan bagian-bagian kalimat &atau #r!duksi dari tindak k!munikati yang n!nkebahasaan*. @ ? suatu ke#ercayaan atau kehendak yang ditujukan bagi $. /umusan yang tam#ak rumit dan kabur ini sebenarnya menyatakan bahwa k!munikasi itu terdiri atas pengirim &#esan* &sender* yang bermaksud agar penerima &#esan* &receiver* ber#ikir atau melakukan sesuatu" sekadar dengan meminta #enerima #esan itu menyadari

I Putu Mas Dewantara bahwa #engirim #esan sedang menc!ba untuk menunjukkan #ikiran atau tindakan. <adi" k!munikasi itu meru#akan jenis-maksud yang k!m#leks yang dica#ai dengan cara menyadari adanya. Dalam #r!ses k!munikasi" maksud k!munikati si #engirim #esan menjadi #engetahuan bersama &mutual knowledge* bagi #engirim % dan #enerima $" yaitu % tahu bahwa $ tahu bahwa % tahu bahwa $ tahu &dst* bahwa % mem#unyai maksud tertentu. <ika k!nse# makna-nn ini kita #ahami" maka kita akan da#at melangkah ke #emahaman tentang im#likatur. 3ata im#likatur berhubungan dengan kata im#likasi Ayang terkandungB. Dalam hal ini im#likatur #ercaka#an berarti Amakna yang terkandungB &%umars!n!" 2(1(+-6*. %ebuah ujaran da#at mengim#likasikan #ernyataan &#r!#!sisi* yang bukan meru#akan bagian dari ujaran itu. Misalnya" &1* A : Ayo nonton! B : Besok saya ujian. <awaban &4* tersebut tidak berkaitan dengan &8*+ &8* berbicara tentang n!nt!n teta#i &4* bicara ujian. :eta#i" ujaran &8* itu meru#akan ajakan" dan jawaban terhada# ajakan itu biasanya beru#a #enerimaan atau #en!lakan. <awaban &4* itu bisa kita #ahami sebagai #en!lakan halus terhada# ajakan &8*. $al itulah yang disebut im#likatur #ercaka#an. %enada dengan #enda#at %umars!n!" ;rice &dalam ,ijana" 1))-+30* dalam artikelnya yang berjudul Logic and Conversasion mengemukkan bahwa sebuah tuturan da#at mengim#likasikan #r!#!sisi yang bukan meru#akan bagian dari tuturan bersangkutan. Pr!#!sisi yang diim#likasikan itu disebut im#likatur & implicature). ;rice memberikan c!nt!h berikut. &2* A : Ali sekarang memelihara kucing. B : Hati-hati menyimpan daging. &3* A : Ani di mana, Ton B : Tati di rumah !a"an. :uturan &4* dalam &2* bukan bagian dari tuturan &8*. :utran &4* muncul sebagai akibat in erensi yang didasari !leh latar belakang #engetahuan tentang kucing dengan segala si atnya. 8da#un salah satu si atnya adalah senang makan daging. Demikian #ula tuturan &4* #ada #ercaka#an &3* bukan meru#akan bagian dari tuturan &8*. :uturan &4* muncul sebagai akibat adanya in erensi yang didasari

I Putu Mas Dewantara 0 !leh latar belakang #engetahuan tentang 8ni. 8ni adalah teman akrab :ati. 3alau :ati ada di sana" tentu 8ni ada #ula di sana. Dengan tidak adanya keterkaitan semantis antara suatu tuturan dengan yang diim#likasikan" maka da#at di#erkirakan bahwa sebuah tuturan akan memungkinkan menimbulkan im#likatur yang tidak terbatas jumlamnya. Dalam c!nt!h &1*" &6*" dan &-* berikut ini terlihat bahwa tuturan &8* Bambang datang memunculkan reaksi yang bermacam-macam. &1* A : Bam#ang datang. B : $okoknya disem#unyikan. &6* A : Bam#ang datang. B : Aku akan pergi dulu. &-* A : Bam#ang datang. B : %amarnya di#ersihkan. <awaban &4* dalam &1* mungkin mengim#likasikan bahwa 4ambang adalah #er!k!k" teta#i ia tidak #ernah membeli r!k!k. <awaban &4* dalam &6* mungkin mengim#likasikan bahwa &4* tidak senang dengan 4ambang. 8khirnya jawaban &4* dalam &-* mengim#likasikan bahwa 4ambang mungkin adalah se!rang yang tidak senang melihat sesuatu yang k!t!r. Penggunaan kata mungkin dalam mena sirkan im#likatur yang ditimbulkan !leh sebuah tuturan tidak terhindarkan si atnya sehubungan dengan banyaknya kemungkinan atau im#likasi yang melandasi k!ntribusi &4* dalam &1*" &6*" dan &-*. 4erbeda halnya dengan im#likatur" se#erti tercermin dalam tuturan &4* dan &8* dalam &1*" &2*" &3*" &1*" &6* dan &-*" #ertalian &8* dan &4* dalam &0* bersi at multak. $ubungan &8* dan &4* dalam hal ini disebut entailment. &0* A : Ali mem#unuh &onny. B : &onny mati. :uturan &4* dalam &0* meru#akan bagian atau k!m#!nen dari k!nsekuensi multak dari tuturan &8* karena membunuh secara mutlak mengakibatkan mati. %elain entailment dikenal juga istilah #raangga#an atau #rasu#!sisi &presupposition*. Praangga#an ialah sesuatu yang diasumsikan atau di#erkirakan !leh #enutur atau #enulis bahwa sesuatu itu sudah diketahui !leh #etutur atau #embaca. %umars!n! &2(1(+-1* memberikan c!nt!h mengenai #raangga#an sebagai berikut. 3alau 8

I Putu Mas Dewantara 2 berujar ke#ada 4" =Dagangannya laris.>" maka 8 mengasumsikan &mem#erkirakan* 4 sudah tahu bahwa =dia adalah pedagang>. 3arena asumsinya #etutur sudah mengetahui" maka #raangga#an itu tidak diujarkan meski#un meru#akan bagian dari =makna ujaran>. 2 ! 2 $iri%&iri Im#likatur 8#abila di#erhatikan" im#likatur #ercaka#an memiliki ciri-ciri s#esi ik" yang membedakan dengan en!mena #ragmatik lainnya. Menurut Cruse &dalam Daimun" 2((2* ada em#at kriteria khusus yang meru#akan ciri im#likatur #ercaka#an &IP*" yaitu + &1* bergantung k!nteks"&2* da#at dibatalkan"&3* tidak da#at dile#askan" dan &1* da#at di#erhitungkan. 1* Bergantung k"nteks 8da #erbedaan antara im#likatur k!n5ensi!nal" libatan & entailment*" dan IP. Dilihat dari keberadaan makna" baik #ada im#likatur k!n5ensi!nal" libatan" atau #un IP #ada dasarnya sama-sama memiliki makna bawaan" teta#i" yang berbeda terletak #ada &a* makna #ada IP sangat ditentukanCbergantung #ada k!nteks" &b* makna #ada im#likatur k!n5ensi!nal ditentukan !leh k!n5ensi" dan &c* makna #ada entailment ditentukan !leh #r!#!sisi.

2* Da#at Di'atalkan Makna tuturan berim#likatur #ercaka#an da#at dibatalkan dengan kehadiran materi tambahan. Pr!ses #embatalan dan materi tambahan da#at diamati #ada c!nt!h tuturan &2* berikut ini. &'( A : )ak, apakah )ak *B+ jadi mem#eri #antuan gempa #umi di Bengkulu, "aktu kunjungannya di %a#upaten ,uko-muko kemarin B : -.( Beliau masih meminta laporan yang le#ih kongkret. -/( 0h ya, se#agian #antuan telah di#erikan )ak *B+ secara langsung. %eum#amanya &8* adalah wartawan dan &4* adalah ;ubernur 4engkulu" maka jawaban 4 &1* mengandung im#likatur" bahwa Pak %4D belum

I Putu Mas Dewantara ) memberikan bantuan gem#a bumi di 4engkulu" karena masih menunggu la#!ran yang lebih k!ngkret" sedangkan #ada 4 &2* mengha#us im#likatur tersebut. 3* Ti(ak (a#at Dile#askan Pada kriteria yang ketiga ini dinyatakan bahwa substansi #r!#!sisi yang sama #ada k!nteks yang sama memunculkan IP yang sama. Dalam suatu bentuk yang dieks#resikan" im#likatur #ercaka#an diikat #ada makna dan tidak #ada bentuk. Cruse &dalam Daimun" 2((2* memberi c!nt!h sebagai berikut. -1( &ohn tidak #erjalan sampai ke pelang jalan. -.2( &ohn menco#a #erjalan sampai ke pelang jalan. -..( &ohn #erjalan sampai ke pelang jalan. :uturan &)* mengim#likasikan &1(*" teta#i tuturan &11* dan tidak mengim#likasikan &1(*. Ini berarti" tuturan &1(* hadir karena ada &)* yang keberadaannya tidak da#at dile#askan. 1* Da#at Di#erhitungkan Im#likatur #ercaka#an da#at di#erhitungkan dengan menggunakan #rinsi#-#rinsi# umum berbasis #ada makna k!n5ensi!nal dan in !rmasi k!ntekstual &Cruse dalam Daimun" 2((2*. Makna k!n5ensi!nal da#at diabaikan !leh #enutur" ketika memaknai tuturan dengan k!nteksnya" teta#i ia da#at memaknainya. Misalnya" ada dua !rang yang secara manasuka sutuju bahwa jika sewaktu-waktu salah satu diantara mereka mengatakan E" mereka akan memaknai D. c!nt!hnya antara dua !rang mahasiswa yang tidak dalam satu k!st bahwa manakala salah se!rang mengatakan =Mas" ada teman wanitanya>. atau =Mas" ada tamu>. %ementara si-Mas menyadari bahwa dia tidak memakai baju. /es#!ns atas tuturan khusus itu bersi at bebas. 3arena itu" jawaban tuturan tersebut bisa bersi at serius" sebagaimana tam#ak dalam res#!ns 4 dalam &12*" dan bisa dijawab dengan bercanda" se#erti #ada res#!ns 4 dalam &13* berikut ini -./( A : ,as, ada ce"eknya, disuruh masuk nggak

I Putu Mas Dewantara 1( B : Terima kasih, saya pakai #aju dulu. -.3( A: ,as, ada ce"eknya, disuruh masuk nggak B: *uruh tunggu se#entar, katakana padanya 4,as #aru pulang dari angkasa luar. 2 2 )enis%jenis Im#likatur ;rice membedakan im#likatur menjadi dua macam" yakni im#likatur k!n5ensi!nal k!n5ensi!nal dan im#likatur #ada n!nk!n5ensi!nal im#likasi makna &k!n5ersasi!nal*. langsung" dan Im#likatur im#likatur mengacu

k!n5ersasi!nal mengacu #ada im#likasi makna tidak langsung. Im#likasi k!n5ensi!nal lebih mudah menarik sim#ulan makna yang terkandung dalam tuturan" sedangkan dalam im#likatur k!n5ersasi!nal harus melibatkan en!mena lain" se#erti #rinsi# kerjasama dan k!nteks tuturan yang melatari. Penggunaan istilah im#likatur k!n5ersasi!nal berkembang dengan #emakaian istilah im#likatur #ercaka#an" dan juga silih berganti dengan istilah im#likatur n!nk!n5ensi!nal. Makna yang terda#at #ada im#likatur #erceka#an meru#akan suatu yang disarankan !leh Penutur. Makna yang disarankan #enutur berbeda dari a#a yang dimaksud secara har iah. 4ahkan ;rice menyatakan bahwa im#likatur #ercaka#an diartikan sebagai makna tidak langsung yang ditimbulkan !leh a#a yang dituturkan !leh Penutur. %u#arn! &Daimun" 2((2* menyatakan bahwa im#likatur dan termasuk im#likatur #ercaka#an adalah in !rmasi im#lisit yang da#at ditentukan berdasarkan suatu tuturan. 3enyataan tersebut mengisyaratkan bahwa dalam berk!munikasi antara #enutur dengan mintra tutur sangat memungkinkan adanya wujud tuturan yang disam#aikan berbeda dengan sesungguhnya. 8ntara im#likatur k!n5ensi!nal dan im#likatur #ercaka#an terda#at #erbedaan dalam #emaknaanya. 8gar lebih jelas #erbedaan dalam #emaknaannya im#likatur ken5ensi!nal dengan Im#likatur #ercaka#an" da#at mem#erhatikan c!nt!h berikut ini. &11* Bu 5uru : Hali6at, #arangkali #aknya sudah penuh Hali6ah : +a, Bu. *e#entar saya matikan. -.7( Hali6ah : Bu, masih ada orang. Bu guru : +a, nanti saja!

I Putu Mas Dewantara 11 :uturan &11* =$ali@ah" barangkali baknya sudah #enuh9> ,alau#un tuturan &11* berm!dus intr!gati " namun sesuai dengan k!nteksnya" 4u guru secara tidak langsung menyuruh $ali@ah menutu# keran" yang diduga baknya sudah #enuh. :uturan &16* =4u" masih ada !rang.> 4erim#likasi bahwa keran belum da#at ditutu# karena masih ada !rang si dalam kamar mandi. 3edua c!nt!h tersebut mengandung im#likasi makna tidak langsung &IP*. %ementara itu" jawaban $ali@ah #ada &11* =ya" bu. %ebentar saya matikan.>" dan jawaban 4u guru #ada &16* =Da" nanti sajaF> berim#likasi makna langsung. :uturan $ali@ah #ada &11* sebagai jawaban tuturan 4u guru #ada &11*. Pada tuturan itu $ali@ah berjanji untuk menutu# keran air bak" yang di#erkirakan baknya telah #enuh. :uturan 4u guru #ada &16* =Da" nanti sajaF> juga sebagai tuturan yang bermakna langsung &k!n5ensi!nal*" karena 4u guru memerintahkan $ali@ah menutu# keran" setelah !rang keluar dari kamar mandi. %elain itu" ;rice juga mengembangkan te!ri hubungan antara eks#resi" makna" makna tutur" dan im#likasi dari suatu tuturan. Dalam te!rinya ;rice membedakan ada tiga macam im#likatur" yakni im#likatur k!n5ensi!nal" im#likatur n!nk!n5ensi!nal" dan #raangga#an. %elain itu" ;rice juga membedakan dengan im#likatur #ercaka#an umum dan im#likatur #ercaka#an khusus. %ejalan dengan itu Dule &2((-* membedakan im#likatur menjadi im#likatur #ercaka#an umum" im#likatur berskala" dan im#likatur #ercaka#an khusus. 2 * +egunaan Te"ri Im#likatur Menurut Le5ins!n &Dalam Daimun" 2((2*" k!nse# bermakna atas im#llikatur memiliki em#at kegunaan. ertama" im#likatur mam#u memberi #enjelasan ungsi!nal yang akta- akta kebahasaan yang tidak terjelaskan yang kemudian dimasukkan ke dalam =keranjang-keranjang sam#ah #engecualian> !leh te!ri-te!ri gramatikal !rmal. !edua" im#likatur mam#u memberikan #enjelasan menga#a suatu tuturan" misalnya dalam bentuk #ertanyaan teta#i bermakna #erintah. !etiga" im#likatur da#at menyederhanakan deskri#si semantik #erbedaan antarklausa. !eempat" im#likatur da#at menjelaskan berbagai en!mena kebahasaan yang tam#ak tidak berkaitan atau bahkan berlawanan" teta#i ternyata mem#unyai hubungan yang k!munikati .

I Putu Mas Dewantara 12 %enada dengan #enda#at Le5ins!n" %umars!n! &2(1(* ber#enda#at bahwa setidaknya ada em#at kegunaan te!ri im#likatur. Pertama" im#likatur meru#akan c!nt!h beta#a alamiah dan kekuatan #enjelasan #emaknaan #ragmatik atas gejala kebahasaan yang ada. Dalam hal itu kita melihat adanya in erensi" sim#ulan di luar bentuk lingual yang diujarkan" yang berada di luar tatanan bahasa. 3arena itu" k!nse# im#likatur menawarkan bebera#a eks#lanasi ungsi!nal tentang akta- akta kebahasaan. %umbangan #enting kedua dari #engertian im#likatur ialah k!nse# ini memberikan #enjelasan yang eks#lisit mengenai bagaimana kemungkinannya memaknai lebih dari sekadar =a#a yang sebenarnya diuca#kan>" yaitu lebih dari sekadar a#a yang diungka#kan secara hara iah. Maksudnya" im#likatur #ercaka#an itu" tidak sebagaimana ilmu semantik yang berbicara tentang syarat kebenaran & truth condition*. C!nt!h yang da#at diberikan adalah #ercaka#an berikut. -.8( A : &am #erapa sekarang B : Baru saja a6an magri#. <ika kita mengikuti te!ri semantik" maka kalimat-kalimat dalam #ercakan #endek di atas itu setidak-tidaknya da#at di#ara rasekan sebagai berikut. -.9( A : :apatkah Anda menjelaskan kepada saya tentang "aktu saat ini B : A6an magri# itu terjadi se#elum saat Anda #er#icara. <elas" bagi #enutur asli. 4ahwa a#a yang hendak dik!munikasikan dalam #ercaka#an tadi juga mencaku# lebih banyak in !rmasi lagi" se#erti kata-kata yang bercetak miring #ada #ercaka#an &12*. &'amun" dalam #enggunaan bahasa sehari-hari tidak ada !rang yang berbicara se#erti G10H itu" a#alagi G12H.* (18) A : Dapatkah Anda menjelaskan kepada saya tentang waktu saat ini, se#agaiman yang ditunjukkan oleh jarum-jarum jam yang menunjukkan "aktu se#enarnya B : Tidak, tidak bisa, saya tidak tahu jam be apa tepatnya saat ini, tetapi saya dapat membe ikan in!" masi dan da i in!" masi itu Anda dapat mempe ki akan jam be apa seka ang, yaitu in!" masi tentang ba u saja a#as$

I Putu Mas Dewantara 13 3etiga" k!nse# im#likatur tam#ak ber#engruh terhada# #enyederhanaan baik #ada struktur mau#un isi deskri#si makna. 4andingkan ujaran berikut. (1%) &e" ang pe awat membe sihkan luka dan membalut luka itu dengan pe ban$ ('() &u abaya ibuk"ta )awa Timu dan Denpasa ibuk"ta Bali$ luka itu$ ('') Denpasa ibuk"ta Bali dan &u abaya ibuk"ta )awa Timu $ ('1) &e" ang pe awat membalut luka itu dengan pe ban dan membe sihkan

Makna kata dan #ada &1)* dan &2(* agak berbeda. #ada &1)* kata dan berarti Adan kemudian" dan karena itu #embalikannya menjadi aneh &21*. :eta#i #ada &2(* kata dan betul-betul bermakna menggabungkan dua #eristiwa yang tidak bertuturan" sehingga #embalikan menjadi &22* sama sekali tidak ber#engaruh terhada# makna semula. Dalam hal ini" te!ri semantik biasanya mem#unyai satu dari dua #ilihan analisis+ &i* kata dan mem#unyai dua makna" sehingga ambigu" atau &ii* makna katakata #endukung kalimat secara umum memang kabur dan di#engaruhi !leh lingkungan k!l!kasi &urutan*. Maksudnya" #ada &1)* semantik tidak mam#u melihat adanya #enyederhanaan struktur" dengan mengurangi jumlah in !rmasi atau #enggunaan banyak kata" dan #enyederhanaan makna" dengan hanya menggunakan dan saja dan #enutur dan #etutur saling memahami. 3eem#at" im#likatur" atau k!nse# lain yang seru#a" tam#ak esensial jika berbagai akta dasar tentang bahasa di#erhitungkan tersendiri. Dalam te!ri makna" #artikel dalam bahasa inngris se#erti well# anyway# by the way memerlukan #enghususan makna. teta#i jika tuntutan itu kita #enuhi" yang ditemukan adalah mekanisme #ragmatik yang menghasilkan im#likatur. 3ata well# anyway# by the way tentunya tidak mem#unyai makna leksikal. $al ini se#erti halnya dengan kata-kata huss# ssstt# ccckk tidaklah mem#unyai makna leksikal" teta#i makna #ragmatiknya #asti ada. Misalnya" -/3( Anak : ,a, ,a, kepala kakek kok #otak ya ,a ;#u : Huss!

I Putu Mas Dewantara 11 AkataB &atau bentuk lingual* huss dalam ujaran itu ber ungsi mem#eringatkan" atau da#at dikatakan mem#unyai im#likatur AmelarangB. 8lih-alih si ibu berujar" =<angan berkata begitu terhada# kakek" itu tidak s!#anF>" dia cuku# berujar =$uss%>.

I Putu Mas Dewantara 16

BAB III PENUTUP * ! Sim#ulan 4erdasarkan uraian #ada bagian #embahasan" da#at disim#ulkan hal-hal berikut. 1* 3ata im#likatur berhubungan dengan kata im#likasi Ayang terkandungB. Dalam hal ini im#likatur #ercaka#an berarti Amakna yang terkandungB. %ebuah tuturan da#at mengim#likasikan #r!#!sisi yang bukan meru#akan bagian dari tuturan bersangkutan. Pr!#!sisi yang diim#likasikan itu disebut im#likatur &implicature). Im#likatur #ercaka#an menurut Cruse memiliki em#at ciri yaitu &1* terikat k!nteks" &2* da#at dibatalkan" &3* tidak da#at di#isahkan" dan &1* da#at di#erhitungkan. 2* %etia# ahli memberikan nama yang berbeda mengenai jenis im#likatur. ;rice membedakan im#likatur menjadi dua macam" yakni im#likatur k!n5ensi!nal dan im#likatur n!nk!n5ensi!nal &k!n5ersasi!nal*. %ejalan denga itu Dule &2((-* membedakan im#likatur menjadi im#likatur #ercaka#an umum" im#likatur berskala" dan im#likatur #ercaka#an khusus. 3* 3!#nse# im#llikatur memiliki em#at kegunaan. ertama" im#likatur mam#u memberi #enjelasan ungsi!nal yang bermakna atas akta- akta kebahasaan yang tidak terjelaskan yang kemudian dimasukkan ke dalam =keranjangkeranjang sam#ah #engecualian> !leh te!ri-te!ri gramatikal !rmal. !edua" im#likatur mam#u memberikan #enjelasan menga#a suatu tuturan" misalnya dalam bentuk #ertanyaan teta#i bermakna #erintah. !etiga" im#likatur da#at menyederhanakan deskri#si semantik #erbedaan antarklausa. !eempat" im#likatur da#at menjelaskan berbagai en!mena kebahasaan yang tam#ak tidak berkaitan atau bahkan berlawanan" teta#i ternyata mem#unyai hubungan yang k!munikati .

I Putu Mas Dewantara 1* 2 Saran 4erdasarkan sim#ulan dan man aat #enulisan makalah" ada#un hal-hal yang da#at disarankan adalah sebagai berikut. 1* Mahasiswa agar me#erdalam wawasan mengenai te!ri im#likatur yang data kebahasaannya sangat mudah kita temui di kehidu#an sehari-hari. 2* Mahasiswa agar lebih mem#erdalam k!nse# jenis-jenis im#likatur. 3* Mahasiswa agar mengetahui lebih mendalam mengenai man aat te!ri #ragmatik.

I Putu Mas Dewantara 10

DA,TAR PUSTA+A
Cummings" L!uise. 2((0. ragmatik& D!gyakarta+ Pustaka Pelajar. Sebuah ersepekti' (ultidisipliner.

Daimun. 2((2. )mplikatur ercakapan Berbahasa )ndonesia Siswa Sekolah Dasar Laboratorium *(. Malang+:idak diterbitkan. 'adar" I.E. 2((). ragmatik dan enelitian ragmatik. D!gyakarta+ ;raha Ilmu. Purw!" 4ambang 3aswanti. 1))(. ragmatik dan !urikulum ,-./. D!gyakarta+ 38'I%I7%. enga+aran Bahasa& (enyibak

%umars!n!. 2(1(. ragmatik. %ingaraja+ 7ni5ersitas Pendidikan ;anesha. ,ijana" I Dewa Putu. 1))-. Dasar-dasar ragmatik. D!gyakarta+ 8'DI. Dule" ;e!rge. 2((-. ragmatik. D!gyakarta+ Pustaka Pelajar.