Anda di halaman 1dari 18

Kelompok III Astriana Azyyati arifah Bella wulandari Yosia asianti

ATRESIA ANI
kelainan congenital anus dimana anus tidak mempunyai lubang untuk mengeluarkan feces karena terjadi gangguan pemisahan kloaka yang terjadi saat kehamilan.

Patofisiologi Atresia Rekti dan Anus


Terjadinya anus imperforata karena kelainan kongenital dimana saat proses perkembangan embrionik tidak lengkap pada proses perkembangan anus dan rektum.

Etiologi Atresia Rekti dan Anus


bawaan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan embriogenik.

Faktor predisposisi
Sindrom vactrel (sindrom dimana

terjadi abnormalitas pada vertebral, anal, jantung, trachea, esofaghus, ginjal dan kelenjar limfe). Kelainan sistem pencernaan. Kelainan sistem pekemihan. Kelainan tulang belakang.

Tanda dan Gejala Atresia Rekti dan Anus


Bayi muntah muntah pada umur 24 48 jam Sejak lahir tidak ada defekasi mekonium Anus tampak merah, usus melebar, kadangkadang ileus obstruksi. Termometer yang dimasukkan melalui anus tertahan oleh jaringan. Pada auskultasi terdengar hiperperistaltik. Pada fistula trakeoesofagus, cairan lambung juga dapat masuk ke dalam paru, oleh karena itu bayi sering sianosis.

Klasifikasi Atresia Rekti dan Anus


Secara fungsional, pasien atresia rekti dan anus dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu : 1. Yang tanpa anus tetapi dengan dekompresi adequate traktus gastrointestinalis dicapai melalui saluran fistula eksterna. 2. Yang tanpa anus dan tanpa fistula traktus yang tidak adequate untuk jalan keluar tinja.

Komplikasi Atresia Rekti dan Anus


a. Asidosis hiperkioremia. b. Infeksi saluran kemih yang bisa berkepanjangan. c. Kerusakan uretra (akibat prosedur bedah). d. Komplikasi jangka panjang. - Eversi mukosa anal - Stenosis (akibat kontriksi jaringan perut dianastomosis)

Penyebab Atresia Rekti dan Anus


Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur sehinggabayi lahir tanpa lubang dubur Kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu/3bulan Adanya gangguan atau berhentinya perkembangan embriologik didaerah usus, rektum bagian distal serta traktus urogenitalis, yang terjadi antara minggu keempat sampai keenam usia kehamilan.

Diagnosis Atresia Rekti dan Anus


Bayi cepat kembung antara 4-8 jam

setelah lahir Tidak ditemukan anus, kemungkinan ada fistula Bila ada fistula pada perineum (mekonium +) kemungkinan letak rendah

Gambaran Klinis Atresia Rekti dan Anus


Pada golongan 3 hampir selalu disertai fistula. Pada bayi wanita

sering ditemukan fistula rektavaginal (dengan gejala bila bayi buang air besar feses keluar dari vagina) dan jarang rektoperineal.

Penatalaksanaan Atresia Rekti dan Anus


1.

Kepada ibu hamil hingga kandungan menginjak usia tiga bulan untuk berhati-hati terhadap obatobatan,makanan awetan dan alkohol yang dapat menyebabkan atresia ani 2. Memeriksa lubang dubur bayi saat baru lahir karena jiwanya terancam jika sampai tiga hari tidakdiketahui mengidap atresia ani karena hal ini dapat berdampak feses atau tinja akan tertimbun hingga mendesak paru-parunya.

Lanjutan
3.

Pengaturan diet yang baik dan pemberian laktulosa untuk menghindari konstipasi.

Penanganan medis
1.

1. Eksisi membran anal

2. 2. Fistula, yaitu dengan melakukan kolostomi

sementara dan setelah umur 3 bulan dilakukan koreksi sekaligus.

Rehabilitasi Dan Pengobatan


1. Melakukan pemeriksaan colok dubur
2. Melakukan pemeriksaan radiologik

Pemeriksaan foto rontgen. 3. Melakukan tindakan kolostomi neonatus 4. Melakukan pembedahan rekonstruktif 5. Penanganan tipe empat dilakukan dengan kolostomi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologis
Sinar X terhadap abdomen Ultrasound terhadap abdomen CT Scan Pyelografi intra vena Rontgenogram abdomen dan pelvis