Anda di halaman 1dari 13

SURVEI PENDAHULUAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA PANAS BUMI

August 17, 2010 3 Comments Survei pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai potensi suatu daerah panas bumi dengan geologi, geokimia, dan geofisika yang digunakan sebagai salah satu bahan untuk penyiapan wilayah ker a! "egiatan awal pada survei pendahuluan merupakan kegiatan survei tin au! "egiatan survei tin au meliputi kegiatan #

Studi literature # geologi regional, peta topografi, foto udara$%itra pengindraan auh, geografi, hasil survei terdahulu lainnya! &engumpulan data geologi seperti enis batuan, hubungan antar enis batuan, enis manifestasi, pusat erupsi, dan ge ala struktur geologi! &engumpulan data manifestasi panas bumi seperti koordinat, tipe fluida, luas, temperature, p', debit serta informasi lain yang berhubungan dengan kegiatan hidrotermal! &engambilan sampel batuan dan fluida untuk dianalisis di laboratorium!

&elaksanaan survei ini sekurang(kurangnya terdiri dari #


1 orang ahli geologi panas bumi! 1 orang ahli geokimia panas bumi! 2 orang teknisi$penyurvei!

1. SURVEI PENDAHULUAN GEOLOGI. a. Studi Literatur. Studi literature merupakan kegiatan pengumpulan dan analisa data pustaka tentang # 1) 2) 3) ( ( ( *eologi +egional! &eta ,opografi! -elakukan identifikasi satuan batuan utama$formasi struktur regional tektonik dan vulkanisme

( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( .) 0) 1)

bentang alam kelurusan(kelurusan topografi pola dan daerah aliran sungai tingkat erosi lokasi manifestasi batas litologi tata guna lahan batas wilayah administrasi kependdudukan iklim budaya /oto udara$%itra penginderaan auh *eografi 'asil survei terdahulunya

b. Personi ,im survei geologi sekurang(kurangnya terdiri dari # 1) 2) 3) Satu orang ahli geologi panas bumi Satu orang asisten ahli geologi Satu orang teknisi$surveior geologi

!. Pera atan &eralatan yang digunakan dalam survei geologi terdiri dari # 1) 2) &eta ker a skala 1 # 00!000 atau lebih besar "ompas *eologi

3) .) 0) 1) 7) 6) 7) 10)

*&S receiver &alu geologi 2oupe 3hand lens) dengan pembesaran sekurang(kurangnya 104 ,hermometer maksimum dan p' meter, larutan 'C2 dengan kadar 0,1 5 &ita ukur Altimeter 8uku %atatan lapangan, kantong sampel batuan, alat tulis dan kamera Alat keselamatan ker a seperti # masker gas, sarung tangan, sa ety shoes

d. Ke"iatan La#an"an. Survei ini dimaksudkan untuk memetakan manifestasi panas bumi, morfologi, satuan batuan, struktur, serta mempela arisemua parameter geologi yang berperan dalam pembentukan sistem panas bumi di daerah tersebut! "egiatan ini men%akup antara lain # 1! &engamatan lapangan terhadap ge ala geologi yang terdapat di seluruh daerah survei, antara lain melakukan pemetaan terhadap morfologi bentang alam, enis dan satuan batuan, hasil erupsi maupun sedimentasi, hubungan antara enis batuan, sumber erupsi, struktur geologi, serta enis dan sebaran manifestasi! 9ntuk lingkungan batuan vulkanik kuater dilakukan pemetaan dengan menggunakan vulkanostratigrafi! 2! &engamatan siingkapan batuan dilakukan se%ara langsung dengan mendeskripsi se%ara megaskopis terhadap enis batuan, mineral penyusun, tekstur, tingkat pelapukan, tingkat ubahan dan ge ala geologi lainnya seperti bidang pelapisan, kekar, lipatan, dan sesar! 3! &engambilan data yang berhubungan dengan manifestasi, antara lain luas daerah, temperature, p', debit, batuan ubahan serta informasi lain digunakan untuk memperkirakan panas yang hilang 3heat loss) dan membuat peta :onasi mineral ubahan! .! &engamatan kondisi hidrogeologi yang meliputi penentuan daerah resapan 3recharge area), keluaran 3discharge), limpasan, serta hu am lo%al, muka air tanah dan pola aliran tanah! 0! &engambilan sampel batuan untuk menentukan enis batuan dari singkapan batuan yang mewakili setiap batuan! Sampel batuan ubahan diambil untuk mengetahui enis mineral ubahan! Sampel untuk penentuan umur batuan diambil dari batuan vulkanik 3ekstrusif) atau intrusive yang diperkirakan termuda! 1! &enentuan koordinat lokasi manifestasi dan sampel batuan dengan menggunakan Global Positioning System 3*&S) receiver dengan ketelitian yang memadai dan diplot kedalam peta ker a.

e. Hasi Sur$ei 'asil survei geologi di tuangkan dalam bentuk laporan yang dilengkapi peta geologi dengan skala 1 # 100!000 atau lebih besar! %. SURVEI PENDAHULUAN GEOKIMIA. Survei geokimia dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi fisis dan kimia dari tiga unsur utama yaitu air, gas, dan tanah! "egiatan ini terdiri atas studi literature dan survei lapangan! Survei lapangan meliputi kegiatan pengamatan pengukuran dan pengambilan sampel terhadap air 3panas dan dingin), gas, dan tanah 3termasuk udara tanah)! a. Ke"iatan La#an"an "egiatan lapangan meliputi studi literatur, analisa dara sekunder, dan penyiapan peralatan dan pereaksi, serta penentuan titik ukur! Studi literature dan analisis data sekunder merupakan kegiatan pengumpulan dan analisa data pustaka melalui identifikasi terhadap hasil penyelidikan terdahulu yang berkaitan dengan geokimia, berdasarkan informasi geologi regional, peta topografi, foto udara, %itra satelit dan geografi daerah penyelidikan yang ada atau pernah dilakukan di daerah yang akan diselidiki! &enyiapan peralatan dan pereaksi dilakukan dengan %ara kalibrasi peralatan dan standarisasi pereaksi yang akan digunakan! ,itik ; titik ukur yang telah ditentukan pada lokasi penyelidikan harus diketahui ketinggian dan koordinatnya! ,erdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan titik ukur! 1! &enentuan titik ukur harus memperhatikan kondisi geologi dan keberadaan manifestasi panas bumi, misalnya posisi lintasan titik ukur memotong arah strukutur geologi dengan mempertimbangkan faktor kesulitan medan 3topografi)! 2! Sebaran titik ukur dapat berbentuk grid atau a%ak dengan spasi berkisar antara 200(2000 m! 3! &enentuan titik ukur dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur topografi yang dapat memenuhi akurasi ketinggian maksimal 1 meter dan akurasi koordinat maksimal 0 meter, seperti Theodolite 3,<), Laser Beam 3Electronic Distance Measurment), dan GPS 3system diferensial)! .! Sisitem koordinat titik ukur harus diproyeksikan ke dalam sistema koordinat geodeti% yang umum dipakai di =ndonesia, misalnya Universal Traverse Mercartor (UTM ! "orld Geodetic System ("GS #$ dan Latitude%Longitude "GSS$& Pen"a&atan Mani'estasi. &engamatan manifestasi antara lain dilakukan terhadap # 1! >enis manifestasi # tanah panas, tanah panas beruap, kolam lumpur panas, mata air panas, fumarol dan solfatara! "eterdapatannya pada suatu daerah penyelidikan dapat langsung diaamati di lapangan dengan kasat mata!

2! >enis endapan pada manifestasi seperti sinter koordinat, sinter sili%a, belerang dan oksida besi! 3! Sifat fisika air yang mun%ul pada manifestasi dengan membedakan diantaranya # rasa 3tawar, asin, pahit, asam), bau 3bau belerang$'2S) dan warna 3 ernih, keruh, putih, dll)! Pen"u(uran Data Mani'estasi. ?ata yang diukur pada manifestasi antara lain # 1) 2) 3) .) 0) 1) 7) ,emperatur manifestasi dan udara disekitarnya, p' air, debit air panas atau dingin, ?aya hantar listrik 3?'2) air panas$dingin, "oordinat dan lokasi pengambilan %ontoh, "andungan C<2, C<, '2S, dan 5'3 pada hembusan uap air, fumarol dan solfatara! 2uas manifestasi!

Pen"a&bi an )onto*. &engambilan %ontoh dilakukan terhadap air, gas, tanah, dan udara tanah. b. Personi Survei geokimia ini dilaksanakan oleh beberapa personil yang ahli dibidangnya yaitu # ( ( ( Satu orang ahli geokimia panas bumi Satu orang asisten ahli geokimia Analisis geokimia dan teknisi

!. Ke"iatan Laboratoriu& "egiatan laboratorium meliputi preparasi %ontoh dan analisis unsur dengan menggunakan metode konvensional dan instrument! &reparasi %ontoh sebelum dianalisa kandungan unsure( unsurnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu! &reparasi %ontoh siap analisis ditempuh melalui kegiatan mulai dari penyusunan %ontoh agar tidak ter adi kesalahan sistematis penyontohan dan penyediaan duplikat untuk memantau presisi analisis kimia! &enyusunan %ontoh berikut duplikat dilakukan se%ara random dalam tempat yang tersedia!

Analisa untuk menentukan, konsentarasi unsure(unsur dalam %ontoh air, gas, tanah, dan udara tanah dilaakukan di laboratorium! 8eberapa parameter diukur di lapangan, terutama p', temperature, daya hantar listrik dan debit air! Ana isa !onto* air. &engambilan %ontoh air dilakukan pada mata air panas, dan sebagai pembanding dilakukan uga terhadap mata air dingin! &engambilan %ontoh air panas dilakukan pada tempat dimana temperatur dan debitnya paling tinggi, sehingga kontaminasi oleh lingkungannya dapat dihindari seminimal mungkin! &engambilan %ontoh air dilakukan untuk dua tu uan, yaitu untuk analisa unsur dan analisa isotop 316< dan 2')! 1+ Pera atan dan #re#arasi ,an" di"una(an 1! 8otol polyethylene bervolume 000 ml, yang tahan terhadap asam, panas, korosif 2! 8otol isotop 16< dan 2' bervolume 10 ml terbuat dari gelas yang berlapis alumunium foil 3! Syringe plasti% tahan panas bervolume minimal 00 ml! .! 'ilter (older diameter 20 mm! 0! "ertas filter porositas 0,.0 @m 1! *&S +e%eiver, altimeter )& Sto* "acth 6! p' meter digital, kertas p', konduktivitimeter 7! Sarung tangan karet tahan panas 10! "amera 11! &eta ker a 12! '5<3 1#1 %+ Pen"u(uran #ara&eter #ada !onto* air di a#an"an 1! ,emperatur manifestasi dan udara di sekitarnya, dengan menggunakan thermocou*le atau thermometer maksimum 2! p' air, dengan menggunakan p' meter digital 3! debit air panas$dingin, dengan %ara volumetri% 3A(no%ht meter) .! daya hantar listrik dengan 3?'2) air panas$dingin, dengan konduktivitimeter 0! koordinat dan ketinggian lokasi pengambilan %ontoh dengan GPS +eceiver

1! kandungan C<2, C<, '2S, dan 5'3 pada hembusan uap air, fumarol dan solfatara dengan dete%tor gas 7! luas manifestasi -+ )ara #en"a&bi an !onto* air untu( ana isa su&ur 1! Contoh Air yang akan diambil harus disaring menggunakan kertas saring 3*orous fiver) berukuran 0,.0 @m! 2! 8otol yang akan digunakan untuk menyimpan %ontoh dibilas dengan menggunakan %ontoh air yang sudah disaring! 3! Contoh air dibagi men adi dua botol bervolume minimal 000 ml! .! 8otol pertama langsung dikemas dan diberi kode lokasi sebagai bahan untuk analisa anion 3Cl, 'C<3, S<., /, C<3)! 0! 8otol kedua sebelum dikemas diasamkan dengan penambahan '5<3 1#1 sampai p' 2, sebagai %ontoh air untuk analisa kation 35a, ", 2i, 8, Ca, /e, Al, As), Si<2 dan 5'.! .+ )ara #en"a&bi an !onto* air untu( ana isa isoto# 1! 'arus dihindari kontaminasi oleh udara luar 2! 8otol yang digunakan untuk menyimpan %ontoh air, botol ke%il bervolume 10 ml 3! 8otol dibilas dengan menggunakan %ontoh air yang akan diambil .! 8otol harus diisi dengan %ontoh air sampai penuh dan tidak terbentuk gelembung udara dalam botol, apabila terdapat gelembung maka pengambilan %ontohh harus diulang! 0! &engisian dan penutupan botol dilakukan di dalam air dan ditutup rapat serta diisolasi 1! 8otol %ontoh diberi label sesuai lokasi pengambilan dan nomor %ontoh! /+ Ana isis Air 1! Analisa unsur kimia air Contoh air yang diperoleh dari lapangan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis! ,ata %ara analisis air menggunakan metode yang telah di%antumkan pada lampiran 1 dan %ontoh perhitungannya seperti pada lampiran 11! 1! Analisa %ontoh isotop 16< dan 2' Contoh isotop 16< dan 2' air yang diperoleh dari lapangan, dianalisis di laboratorium dengan menggunakan metode mass s*ectro*hometer! Analisis %ontoh isotop 16< dan 2' air ini dapat menggunakan %ara *onviantini 31761)! Ana isa !onto* tana*.

&engambilan %ontoh tanah dimaksudkan untuk mengetahui kandungan unsure(unsur 3'g, As, 2i, :at organi%) dan sifat fisiknya, 3p') yang berkaitan dengan kegiatan hidrotermal! &engambilan %ontoh tanah ini diusahakan pada lapisan hhori:on 8! 1+ Pera atan ,an" di"una(an da a& #en"a&bi an tana* >enis peralatan yang digunakan dalam pengambilan %ontoh tanah teridiri dari # ( ( ( ( ( ( ( Thermocou*le, *&S receiver, altimeter, "amera, 8or tangan, Sarung tangan, "antong plasti%, &eta ker a

%+ )ara #en"a&bi an !onto* tana* 1! ?alam pengambilan %ontoh harus dihindari tempat(tempat yang diperkirakan terkontaminasi :at(:at organi% seperti rawa, humus tebal, bekas bakaran, sawah! 2! &ada lokasi titik amat yang telah diukur koordinatnya dan diberi tanda 3patok, bendera) dilakukan pengambilan %ontoh dengan bor tangan pada hori:on 8 dan pengeboran dilan utkan sampai kedalaman sekitar 100 %m untuk keperluan pengukuran temperature dan pengambilan %ontoh udara tanah! 3! Contoh tanah yang diperoleh dikeluarkan dari mata bor dengan alat yang tidak menyebabkan kontaminasi 3sendok plasti%, sendok gelas), untuk kemudian didiskripsikan antara lain enis tanah, warna, besar butir, hubungan antara butir serta kalau memungkinkan sifat fisik alterasinya! .! Contoh tanah diambil pada hori:on 8 sekurang(kurangnya 200 gram untuk dianalisa kandungan 'g dam p', atau unsur lainnya! 0! Contoh tanah yang diperoleh dibagi 2 bagian! Satu bagian digunakan untuk analisa p' dan satu bagian lainnya untuk analisa 'g atau unsur lainnya! 1! Selama penyimpanan dan pembawaan %ontoh dari lapangan ke laboratorium, harus dihindari kontak dengan temperatur tinggi 3diusahakan temperatur tidak lebih dari 27 BC) untuk men%egah ter adinya penguraian dan penguapan sebagian konsentrasi 'g! -+ Ana isis tana*

1! Analisis p' ,anah Analisis p' tanah, dilakukan langsung terhadap tanah yang masih segar diambil di lapangan! 9rutan langkah analisis p' tanah adalah sebagai berikut # 1! Contoh ditimbang sebanyak 10 gr tanah! 2! Contoh di atas dimasukkan ke dalam gelas kimia 3brea,er glass)! 3! ACuadest sebanyak .0 ml ditambahkan dan kemudian diaduk! .! Campuran ini dibiarkan minimal 1 am dalam temperatur kamar! 0! 8agian larutan diukur p'(nya dengan p' meter digital! 1! Analisis 'g ,anah Sebelum dilakukan analisis 'g tanah, dilakukan preparasi %ontoh dengan urutan(urutan sebagai berikut # 1! Contoh tanah dikeringudarakan atau diangin(anginkan pada temperatur kamar, hindari pen emuran dibawah matahari agar tidak ter adi penguapan unsure 'g! 2! Contoh tanah kering disagregasi dengan menggunakan penumbuk dan lumping poselin untuk melumatkan butiran(butiran yang menggumpal! ?alam hal ini %ontoh(%ontoh tidak boleh digerus, sebab penggerusan dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi unsur! 3! 2umping dan penumbuk porselin harus selalu dibersihkan untuk setiap pengagregesian %ontoh agar tidak ter adi kontaminasi silang antar %ontoh! .! Contoh(%ontoh diayak dengan saringan berukuran 60 mesh agar homogenisasi fraksi ter%apai! 0! Sisa %ontoh yang tidak tersaring pada saringan 60 mesh disimpan sebagai arsip! 1! +andomisasi %ontoh dilakukan terhadap %ontoh dan duplikat! ?uplikasi dilakukan minimal untuk setiap kelipatan 10 %ontoh! =ni dilakukan untuk mengevaluasi presisi analisis! Contoh tanah yang diperoleh dari hasil preparasi, dianalisis dengan menggunakan metode insuremen yaitu AAS 3-tomic -bsor*tion S*ectro*hotometry), atau -erkurimetri! &ada tahap ini uga dilakukan analisis konsentrasi '2< untuk mengkoreksi konsentrasi 'g 3kondisi analisis)! "onsentrasi 'g hasil koreksi 3'g%) diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut # 'g% D 3100 4 'ga) $ 3100 ; '2<) ?imana, 'g% # "onsentrasi 'g setelah dikoreksi 3ppb) 'ga # "onsentrasi 'g hasil analisis dengan instrument AAS 3ppb)

'2< # "onsentrasi '2< hasil analisis 3E) Ana isa !onto* "as. &engambilan %ontoh gas dilakukan terutama pada hembusan gas, fumarol, atau solfatara! &engambilan tersebut dilakukan dengan tu uan untuk mengetahui komposisi gas se%ara kualitatif melalui pengukuran langsung dilapangan dan kuantitatif di laboratorium! 1+ Pera atan dan #erea(si ,an" di"una(an da a& #en"a&bi an "as 1! Alat dete%tor gas, yang terdiri dari pompa isap dan gelas tube 3khusus untuk gas C<2, C<, '2S, dan 5'3) 2! ,abung vakum volume minimal 100 ml 3! Themocou*el dan thermometer maksimum .! GPS receiver, altimeter 0! Selang karet sili%on 1! Sarung tangan karet tahan panas 7! Corong polyethylene 6! -asker gas .& Sto* /acth 10! "amera 11! &eta ker a 12! 5a<' 20E %+ )ara #en"u(uran "as se!ara (ua itati' 1! ,emperature hembusan gas, fumarol, atau solfatara diukur dengan menggunakan thermo%ouple atau thermometer maksimum dalam satuan BC! 2! Corong yang posisinya dibalikkan dipasang pada hembusan gas, fumarol atau solfatara dan dihubungkan dengan selang karet sili%on 3! "edua u ung tube dete%tor gas dipatahkan kemudian salah satu u ungnya segera dipasangkan pada pompa gas dan u ungnya yang lain pada selang karet sili%on! .! &ompa gas ditarik hingga volume minimal 00 ml dan dibiarkan untuk beberapa saat 3minimal 2 menit) 0! Skala tube dete%tor gas diamati untuk mengetahui konsentrasi gas se%ara kualitatif berdasarkan perubahan warna pada tube dete%tor tersebut!

-+ )ara #en"a&bi an !onto* "as untu( ana isis (uantitati' 1! ,emperature hembusan gas, fumarol, atau solfatara diukur dengan menggunakan thermometer digital dalam satuan BC! -anifestasi yang sulit di angkau oleh thermometer digital, temperaturnya diukur dengan menggunakan thermometer maksimum! 2! Corong yang posisinya dibalikkan dipasang pada hembusan gas, fumarol, atau solfatara dan dihubungkan dengan selang karet sili%on! 3! Semburan atau hembusan gas dialirkan melalui %orong yang posisinya dibalikan atau dihubungkan dengan selang karet sili%on, aliran gas dibiarkan keluar supaya tidak ter adi kontaminasi oleh udara luar terhadap gas yang akan diambil! .! Selang karet sili%on dihubungkan dengan tabung vakum yang berisi larutan 5a<' 20E sebanya 1$0 volume tabung! "eran tabung vakum dibuka se%ara bertahap! Selama pengambilan %ontoh, tabung vakum diko%ok beberapa kali se%ara berkala untuk mendapatkan kesempurnaan reaksi antara gas dan 5a<'! &ada saat pengo%okan, keran tabung vakum dalam keadaan ditutup! Apabila tabung men adi panas dilakukan pendinginan dengan kain basah! Aliran gas dihentikan apabila gelembung gas yang masuk kedalam tabung vakum sudah melemah! "eran ditutup dengan rapat setelah selesai pengambilan %ontoh, kemudian selang karet sili%on dibuka! 0! ,abung vakum diberi label sesuai lokasi pengambilan %ontoh! .+ Ana isis "as Contoh diperoleh dari lapangan, dianalisis di laboratorium dengan menggunakan metode titrimetri dan kromatografi gas! Analisis %ontoh gas ini dapat menggunakan %ara *iggeban%h 31766)! -etode kromatografi gas digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas yang terkandung dalam %ontoh, antara lain # C<, C'., '2, <2FA+, 52, 5'3, S<2, sedangkan metode titrimetri digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas seperti # C<2, '2S, dan 'Cl! "onsentrasi '2< dalam %ontoh gas dapat diketahui dengan melakukan perhitungan berat gas total dalam %ontoh! Ana isa !onto* udara tana*. 1+ Pera atan dan #erea(si ,an" di"una(an da a& #en"a&bi an !onto* udara tana* 1! 8or tangan ukuran 3G 2! C<2 handy sam*ler 0& Sto* /acth $& Thermocou*le 0! 2arutan 5a<' 3H 20E)

1! 8otol plasti% %ontoh ukuran 00 ml 7! &ipa P12 2,0 I yang dilengkapi dengan selang karet sili%on, 6! &eta ker a %+ )ara #en"a&bi an !onto* udara tana* 1! &engambilan %ontah udara tanah dilakukan langsung pada lubang bor yang sama pada pengambilan %ontoh tanah untuk analisa 'g! 2! &ipa &AC dimasukkan kedalam lubang bor bekas pengambilan %ontoh tanah kemudian dengan selang dihubungkan pada C<2 handy sam*ler! 3! 2ubang bor ditutup bagian atasnya, udara dalam lubang dikeluarkan atau divakumkan selama kurang lebih 0 menit! .! ?isiapkan tabung gelas C<2 handy sam*ler yang diisi dengan 00 ml larutan 5a<'! 0! Alat C<2 handy sam*ler dikondisikan selama kurang lebih 0 menit agar ter adi penguapan gas C<2 dari dalam tanah ke dalam lubang! 1! Contoh udara tanah 3yang berisi C<2) dihisap dengan ke%epatn 0,0 liter per menit dan dialirkan kedalam larutan 5a<'! 7! 2arutan 5a<' yang telah mengandung %ontoh udara tanah atau gas C<2 dalam tabung tersebut dimasukan kedalam botol plasti% %ontoh yang bersih, ditutup rapat dengan diberi label bernomor sesuai dengan lokasi titik amat! 6! ,emperature dalam lubang bor diukur dengan menggunakan thermocou*le! -+ )ara #en"a&bi an !onto* udara tana* untu( #en"u(uran te&#erature 1! &ipa indikator 3Istic,%*roble3 dimasukkan kedalam lubang bor bekas pengambilan %ontoh tanah dan udara tanah, dihubungkan ke thermo%ouple! 2! 2ubang bor ditutup rapat, dan dibiarkan beberapa saat sampai ba%aan di thermocou*le menun ukkan angka yang stabil! Angka tersebut merupakan temperature lubang bor! .+ Ana isis )O% udara tana* Analisis %ontoh C<2 udara tanah dilakukan untuk mengetahui konsentrasi C<2 di setiap titik pengambilan %ontoh! Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode titrimetri 32ampiran 1)! ?ata hasil titrasi dikoreksi dengan temperatur dan tekanan udara tanah dalam lubang bor! &erhitungan konsentrasi C<2 3E), beserta koreksinya menggunakan persamaan sebagai berikut # C<2 D 3A(8) 4 C 4 .. 4 ?$J 4 22,.$33.. 4 31 4 273) $ 3/ F 273) 4 * 4 '$l 4 1000) 4 100 ?imana,

A D 'Cl yang digunakan dalam titrasi %ontoh 3ml) 8 D 'Cl yang digunakan dalam titrasi blanko 3ml) C D "onsentrasi 'Cl 35) ? D 5a<' yang digunakan pada pengambilan %ontoh dan blanko 3ml) J D 5a<' yang digunakan pada titrasi %ontoh dan blanko 3ml) / D ,emperatur udara tanah pada lubang bor 3BC) * D ,ekanan udara pada saat pengambilan %ontoh 3h&a) ' D /aktor perkalian