Anda di halaman 1dari 4

Kesalahan 1. Tak 2. tak lepas dengan namanya kartu memori 3. data tersebut, adalah... 4.

80an

Komentar tak merupakan kata yang tidak baku Kata namanya tidak perlu, karena pemborosan kata Tidak boleh memakai tanda koma sebelum kata adalah Berdasarkan kaidah penulisan angka dalam bahasa indonesia, sebaiknya menggunakan tanda penghubung (-) Penggunaan kata jika pada kalimat tersebut tidak tepat atau rancu, dan tidak berhubungan dengan kalimat berikutnya, jadi seharusnya dihilangkan. Sebaiknya menggunakan tanda koma setelah kata karena itu, untuk menekankan pada paragraf sebelumnya. Dan tanda koma setelah indonesia sebaiknya dihilangkan supaya tidak pemborosan. Pada kalimat sebelumnya, antara lain berarti rincian, sehingga kalimat rinciannya harus diantarai dengan tanda koma. Karena kalimat tersebut juga merupakan kalimat rincian dan masih sambungan dari kalimat sebelumnya, maka kata dan menggunakan huruf kecil. Kata tersebut tidak baku dan salah, seharunya diganti dengan populer. Penggunaan tanda koma setelah kata berharap tidak perlu karena pemborosan. tidak

Perbaikan

tak lepas dengan kartu memori data tersebut adalah... 80-an

5. Jika masalah penyimpanan data menjadi isu penting. Bahkan terasa sama dengan... 6. Karena itu semua pemimpin di Indonesia, baik tingkat lokal,

Masalah penyimpanan data menjadi isu penting. Bahkan terasa sama dengan...

Karena itu, semua pemimpin di Indonesia baik tingkat lokal,

7. mampu mengatasi cara berfikir sektoral? mampu menjaga kebijakan publik? 8. Dan mampu melakukan tindakan afirmatif bagi kaum yang paling membutuhkan. 9. Popular

mampu mengatasi cara berfikir sektoral, mampu menjaga kebijakan publik,

dan mampu melakukan tindakan afirmatif bagi kaum yang paling membutuhkan. populer

10. Kita hanya bisa berharap, semakin banyak tokoh yang bermunculan,

Kita hanya bisa berharap semakin banyak tokoh yang bermunculan,

11. Dengan itu kita bisa semakin lengkap melihat

12. Harapan kepada pemimpinan muda muncul, karena

13. perkembangan zaman ini. 14. Selain itu juga, pemimpin bisa lahir dari perguruan tinggi dari mana saja,

Sebaiknya kata dengan itu diikuti dengan tanda koma sebagai penekanan kalimat sebelumnya, dan kata semakin lengkap dihilangkan karena tidak perlu dan menjadi rancu. Kata pemimpinan tidak ada dalam kaidah bahasa Indonesia, agar menjadi kalimat yang tepat harus diganti dengan kata pemimpin, dan tanda koma sebelum kata karena juga tidak tepat, sebaiknya dihilangkan. Kalimatnya kurang tepat, sebaiknya ditambah kata saat setelah kata zaman. Keberadaan kata juga pada kalimat tersebut tidak perlu, karena termasuk pemborosan kata, begitu juga dengan kata dari, sebaiknya dihilangkan

Dengan itu, kita bisa melihat

Harapan kepada pemimpin muda muncul karena

perkembangan zaman saat ini. Selain itu, pemimpin bisa lahir dari perguruan tinggi mana saja,

Perbaikan naskah

Tuntutan Kapasitas Semakin Besar


Dunia digital kini merebak ke mana-mana, semua orang tidak lepas dengan kartu memori dan flash disk dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun yang menarik dari perangkat penyimpanan data tersebut adalah ukuran kapasitasnya semakin besar dan bentuk fisknya makin kecil dan praktis. Dan tak kalah pentingnya, harganya pun semakin murah. Bayangkan, komputer pribadi pada awal tahun 80-an hanya memiliki hard disk atau media dengan kemampuan penyimpanan data sebesar 5 megabytes, dan ukurannya sebesar dua kali batu merah atau batu bata. Tatapi saat ini, anda bisa memiliki hard disk eksternal dengan kapasitas sampai lebih dari 100 gigabytes ( 1 gigabytes = 1 juta megabytes ) dan bisa membawanya ke mana-mana dalam kantong kameja. Masalah penyimpanan data digital sekarang ini menjadi isu penting, bahkan terasa sama dengan isu penting soal kepemimpinan daerah dan nasional. Isunya, dicari pemimpin yang relatif memiliki standar kemampuan yang semakin tinggi. Karena itu, semua pemimpin di indonesia baik tingkat lokal, provinsi, atau nasional, harus mampu menghadapi tantangan baru. Antara lain; mampu melampaui kesempitan sektoral, mampu mengatasi cara berfikir sektoral, mampu menjaga kebijakan publik, dan mampu melakukan tindakan afirmatif bagi kaum yang paling membutukan. Namun, saat ini rakyat dikabarkan telah mengalami kelesuan harapan dalam menghadapi Pemilu 2009. Gejala itu muncul karena calon pemimpin nasional yang diperkirakan muncul dinilai belum bisa memberikan harapan karena terdiri dari orang-orang lama yang sudah diketahui kapasitasnya. *** Salah satu kunci untuk bisa dipilih sebagai pemimpin dalam pemilihan secara langsung adalah populer. Namun hal itu tidak cukup, yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki kepasitas, kapabilitas, dan integritas. Kita hanya bisa berharap semakin banyak tokoh yang bermunculan, sehingga lebih banyak alternatif. Dengan itu, kita bisa melihat kekurangan dan kelebihan para calon pemimpin nasional kita. Rakyat juga berharap munculnya calon pemimpin yang lebih muda untuk tampil dan menawarkan diri, dengan gagasan yang lebih segar untuk membangun bangsa dan negara ini. Keberanian untuk bersaing jangan dimaknai sebagai upaya untuk bermusuhan, tetapi persaingan justru mendorong semua pihak untuk memberikan prestasi yang terbaik.

Harapan kepada pemimpin yang muda muncul karena tantangan masa kini tampaknya tidak dapat diselesaikan pemimpin yang hanya memiliki pengalaman masa lalu. Kalaupun bisa tidak akan menghasilkan prestasi spektakuler dan membuat republik diperhitungkan secara regional dan internasional. Pasalnya, pengalaman lama sepertinya tidak selaras dengan perkembangan zaman saat ini. Namun yang menarik saat ini, sumber kepemimpinan terbuka bagi tokoh-tokoh daerah, tidak lagi hanya dari Jakarta seperti dimasa kepemimpinan sentralistik Orba. Selain itu, pemimpin bisa lahir dari perguruan tinggi mana saja, tidak lagi semata dari UI, UNHAS, ITB, UGM, Undip, dan lainnya. Dalam kancah politik Internasional, perempuan pemimpin semakin memperlihatkan sosoknya. Perempuan berhasil menduduki jabatan kepala negara/kepala pemerintahan, antara lain Cristina Fernandes de Kirchner yang menjadi Presiden Argentina, menggantikan suaminya Presiden Nestor Kirchner pada tahun 2007. Presiden lainnnya adalah Veronica Michelle Bachelet Jeria, politisi kelompok kiri-tengah Chile yng memenangi pemilu tahun 2006. Tahun lalu, Swiss juga memilih perempuan sebagai presiden, yakni Micheline Calmy Rey. Kemudian bulan juli 2007, Pratibha Patil terpilih sebagai Presiden India.