Anda di halaman 1dari 5

BAB II BUILDING AUTOMATION SYSTEM

A. PENDAHULUAN Gaya hiduh manusia dijaman modern yang makin komplek ini menuntut suatu kemudahankemudahan dalam melakukan aktivitasnya, dan mereka tidak ingin aktivitasnya terganggu oleh hal-hal sepele yang tidak perlu. Keinginan akan kemudahan ini tentunya dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan teknologi guna mengontrol kondisi, situasi, keamanan dan pengaturan yang tepat sesuai fungsinya secara otomatis, namun dari semua pengontrolan tersebut tetap harus menjaga privasi orang bersangkutan. Hal lain yang didapat dari pengaturan otomatis adalah effisiensi penggunaan energy tanpa keterlibatan manusia secara manual, pada awalnya pengaturan secara otomatis ini hanya pada Ventilasi Air Conditioner (VAC), lighting dan pompa yang pada awalnya disebut rumah pintar dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Building Atomation System (BAS). Sesuai dengan perkembangan penerapan penggunaan BAS inipun terus berkembang kebanyak hal seperti, fire alarm, security system dll. B. PENGERTIAN Building Automation System (BAS) adalah : Program dan perangkat komputer yang mengatur dan memonitor seluruh mesin dan perangkat listrik seperti AC, lift, escalator, lampu dll. Pengontrolan dilakukan secara otomatis, baik berdasarkan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya AC hidup 60 menit dan mati 15 menit untuk saving energi, maupun berdasarkan kondisi, misalnya AC mati kalau suhu ruangan sudah cukup dingin. BAS merupakan solusi total bagi gedung bertingkat atas seluruh permasalahan peralatan utility, maintenance, operational, dalam melakukan sistem monitoring dan kontrol guna mendapatkan sistem otomatisasi yang membantu pekerjaan seluruh unit gedung sehingga seluruh pekerjaan dan aktivitas gedung akan lebih mudah termonitor, terkoordinasi, dalam sistem yang lebih effisien dan mudah. Seluruh aktifitas akan tercatat dan seluruh permasalahan akan dilaporkan ke komputer dan tercatat secara lengkap waktu, kejadian, dan kondisi pada saat berlangsung. Hampir semua
10

Buku Ajar Instalasi Listrik Gedung

BAB II Building Automation System

11

perangkat yang ada dalam gedung dapat dikontrol secara otomatis dari satu komputer dan semua data aktivitas yang terjadi dalam gedung dapat dikirmkan ke komputer lain melalui jaringan Inthernet atau LAN Sejalan dengan perkembangan teknologi, lingkup kerja BAS juga berkembang, seperti pompa (VSD), keamanan (security sistem), fire alarm Apa saja yang bisa dilakukan dengan BAS Pembuatan Tombol Fungsi Operasi Mesin (Start - Stop , Auto, Manual, Run dsb). Pembuatan Monitoring Data Pengukuran Proses (kWh meter, Ampere, Tegangan, Flow Meter, Tekanan Gas, Level Tangki dsb) Pembuatan Record Data setiap kejadian dalam bentuk Database dari setiap aktivitas dan kejadian (baik event atau alarm) yang dilakukan atau terjadi dalam gedung, atau bangunan Pembuatan proses otomatisasi kontrol gedung untuk effisiensi pekerjaan dan memudahkan pengontrolan serta monitoring seluruh kegiatan dan proses kerja sebuah gedung. Pelaporan kejadian secara real time (pada saat itu juga) terhadap kerusakan, ketidaknormalan sistem dan proses kerja sistem. Memberikan solusi pendeteksian dini kerusakan dan ketidak normalan sistem/mesin anda untuk mempersingkat dan mempercepat trouble shooting dengan memberitahukan segera kerusakan secara real time ke layar monitor PC Anda. Membuat sistem yang mampu memberikan informasi tentang event/kejadian yang berlangsung secara real time. Dimana anda akan secara mudah mengetahui dan menentukan apa yang sedang terjadi dan melakukan antisipasi segera jika terjadi ketidak normalan sistem. Membuat program yang akan mengatur schedule operasi unit mesin tertentu secara otomatis sehingga akan berdampak dalam memperkecil pemborosan energi yang akan terjadi. Program akan secara otomatis menghidupkan dan mematikan mesin secara otomatis dan sangat mudah untuk setting schedule operasi sesuai keinginan. Membuat sistem yang akan mengurangi kesalahan dan mis-informasi yang sering terjadi menyangkut data pemakaian listrik, operasi, dan informasi lain sehubungan yang menunjang sistem informasi dalam jajaran management

Politeknik Negeri Bali

Buku Ajar Instalasi Listrik Gedung

BAB II Building Automation System

12

Membuat sistem informasi yang berguna dalam menunjang aktivitas gedung terutama yang berhubungan dengan effiesiensi, kemudahan, dan kelancaran seperti temperatur ruangan, tekanan pipa gas, sistem hydrant, fire alarm system, water treatment, pump room, sumpit, water tank, dsb C. SCADA SCADA adalah suatu sistem terpusat yang memonitor untuk melakukan pengendalian dan pengamatan jarak jauh dalam jangka waktu tertentu pada sistem yang luas secara menyeluruh dan terpadu dengan sistem pengendalian yang bersifat otomatis. 1. FUNGSI SCADA SECARA UMUM Fungsi Tele-komando : untuk melakukan perintah remote control (open/closed atau on/off) dari pusat kontrol. Fungsi Tele-signal : untuk mengumpulkan data status dari posisi open/closed atau on/off. Fungsi Tele-metering lapangan. 2. FUNGSI SCADA SECARA KHUSUS Akuisisi Data/Informasi : yaitu proses penerimaan/ pengumpulan data dari berbagai peralatan dilapangan, data/informasi dapat berupa status indikasi seperti Circuit Breaker (CB) atau Disconnecting Swtich (DS) dan besar pengukuran seperti tegangan, arus, temperatur, tekanan, flow, kekentalan, atau level dari pengukuran di lapangan. Pemrosesan Data & Informasi : yaitu proses perhitungan , analisa data/informasi yang didapat dari hasil pengumpulan data. Supervisory Control : yaitu fungsi pengendalian jarak jauh suatu peralatan sistem instalasi listrik, misalnya mengoperasikan Circuit Breaker atau push button. Untuk manipulasi beban, atau pekerjaan pemeliharaan, monitoring produksi di suatu pabrik, apartement dan lain-lain. Politeknik Negeri Bali : untuk mengetahui besaran yang diinginkan seperti tegangan, arus, temperatur, tekanan, flow, kekentalan, atau level dari pengukuran di

Buku Ajar Instalasi Listrik Gedung

BAB II Building Automation System

13

Fungsi Tagging : yaitu fungsi peletakan informasi (penandaan) pada peralatan tertentu, misalnya circuit breaker, contactor, circuit breaker, push button yang tidak boleh dioperasikan karena adanya pekerjaan pemeliharaan. Pemrosesan Alarm/Event : yaitu pemberian informasi pada operator, jika ada kejadian atau perubahan pada sistem instalasi.

(Gmb. 2.1 Media Komonikasi)

(Gmb. 2.2 Sensor dan Pengaturan Nirkabel)

Politeknik Negeri Bali

Buku Ajar Instalasi Listrik Gedung

BAB II Building Automation System

14

(Gmb. 2.3 Sensor dan Pengaturan Dengan dan Tanpa Kabel) 3. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN BAS Memonitor dan mengontrol satu atau beberapa fasilitas. Menurunkan down time peralatan saat setelah alarm, dan kemudahan pengambilan tindakan dari lokasi pengontrolan Menurunkan tingkat komplain dari tenant/karyawan/pemilik toko Menurunkan tingkat penggunaan energi. Penurunan waktu dan biaya saat penyelesaian masalah dengan memodifikasi sistem. Memperbaiki tingkat diagnosa perbaikan dengan preventive maintenance yang dilakukan sebelum peralatan mengalami kerusakan. Tingkat return of investment 2-5 tahun.

Politeknik Negeri Bali