Anda di halaman 1dari 6

DRUG RESISTANCE

Tugas Epidemiologi Perilaku


Disusun oleh: Wahyunita Gani Wintarti 1110101000092

SEJARAH DRUG RESISTANCE Resistensi antibiotik bukanlah masalah yang baru, namun saat ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh dunia kesehatan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, World Health Organization (WHO) mengambil tema mengenai resistensi antibiotik pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2011. Kasus resistensi terhadap antibiotik pertama kali ditemukan pada tahun 1940an, saat penisilin ditemukan tidak memberi respon pada beberapa pasien yang menderita infeksi yang menyebabkan munculnya abses di seluruh tubuhnya (Fadiana, 2011).

DEFINISI DRUG RESISTANCE Drug resistance atau resistensi antimikroba lebih dikenal dengan sebutan AMR adalah kemampuan mikroorganisme (seperti bakteri, virus, dan beberapa parasit) untuk menghentikan antimikroba (seperti antibiotik, antiviral, dan antimalaria) yang melawan mereka. Hasilnya, pengobatan yang biasa menjadi tidak lagi efektif, infeksi terus terjadi, dan bisa menyebar ke orang lain (WHO, 2011).

DRUG RESISTANCE SEBAGAI MASALAH GLOBAL Selama beberapa tahun yang lalu, pemakaian dan penyalahgunaan antimikroba meningkatkan jumlah dan jenis organisme yang resisten. Konsekuensinya, banyak penyakit infeksi yang suatu hari nanti jadi tidak dapat dikontrol lagi. Ditambah dengan pertumbuhan pertukaran dan perjalanan global, mikroorganisme yang resisten dapat menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia (WHO, 2011). The American Medical Association (AMA) mengeluarkan pernyataan yang keras terkait Drug Resistance, The global increase in resistance to antimicrobial drugs, including the emergence of bacterial strains that are resistant to all available antibacterial agents, has created a public health problem of potentially crisis proportions. Bakteri resisten antibiotik memang telah menimbulkan masalah kesehatan yang sangat serius di komunitas. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional bukan hanya merugikan individu yang bersangkutan (pasien yang memperoleh terapi antibiotik), melainkan juga merugikan lingkungan sekitarnya. Bila anggota masyarakat di suatu lingkungan mengkonsumsi antibiotik secara berlebihan (tidak rasional) maka lingkungan tersebut potensial terinfeksi oleh kuman yang sudah resisten antibiotik (Purnamawati, dalam Lutvita, 2009). Bentuk baru dari resistensi antibiotik dapat melewati batas negara dan menyebar antar wilayah dengan mudah. Berbagai bentuk resistensi penyebar dengan kecepatan yang luar biasa. Pemimpin kesehatan dunia menggambarkan mikroorganisme yang resisten-antibiotik

sebagai nightmare bacteria yang menimbulkan ancaman bencana kepada seluruh manusia di dunia ini (CDC, 2013).

PENYEBAB DRUG RESISTANCE Penyebab drug resistance menurut World Health Organization (WHO) tahun 2011 adalah sebagai berikut: 1. Drug resistance adalah fenomena evolusi yang biasa. Ketika mikroorganisme terkena anti mikroba, organisme yang rentan kalah, meninggalkan yang resisten antimikroba. Mereka bisa melewatinya karena resistensi mereka dan sifat itu akan terus turun kepada turunan-turunan berikutnya. 2. Penggunaan obat yang tidak tepat. 3. Minimnya kualitas obat. 4. Hewan ternak juga menjadi sumbernya. Dosis sub-terapi antibiotik yang digunakan pada hewan ternak untuk meningkatkan pertumbuhan atau mencegah penyakit dapat mengakibatkan mikroorganisme resisten, yang bisa menyebar ke manusia. 5. Pencegahan dan pengendalian infeksi yang buruk. 6. Sistem surveilans yang masih lemah.

TERMINOLOGI TERJADINYA DRUG RESISTANCE Drug resistance terjadi dikarenakan oleh mutasi genetik dari mikroorganisme. Bakteri yang tidak resisten masuk ke dalam tubuh (host) lalu berkembang biak menjadi jutaan dan beberapa dari mereka (bakteri) ada yang bermutasi (genetiknya). Beberapa mutasi gen tersebut membuat bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap obat (NIH, 2009).

PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN DRUG RESISTANCE 1. 2. 3. 4. Tuberkulosis (TB) Human Immuno-deficiency Virus (HIV) Malaria Penyakit yang disebabkan oleh bakteri gram negatif seperti Enterobacteriaceae dan Klebsiella 5. Penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus 6. Penyakit yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae 7. Dan lain sebagainya

DATA PENYAKIT DRUG RESISTANCE 1. Amerika a. Estimasi minimal jumlah kesakitan dan kematian akibat resistensi antibiotik dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sekitar 2.049.442 kesakitan dan 23.000 kematian (CDC, 2013). 2. Bhutan a. Diketahui sudah ada resistensi pada Extended-Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs), Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), multidrugresistant (MDR) Achinetobacter dan Pseudomonas, MDR-TB, drug-resistant Neisseria gonorrhoeae dan Salmonella (SEARO, 2013). 3. India a. 6080% of cholera cases were resistant to furazolidone and cotrimoxazole b. 8090% cases were resistant to Nalidixic acid c. Chloramphenicol, ampicillin, and cotrimoxazole was around 3050% d. Fluoroquinolone resistance was around 30% e. Around 5080% strains of N. gonorrhoeae were resistant to penicillin f. 2080% of these strains were resistant to ciprofloxacin (SEARO, 2013). 4. Maldives 5. Ampicillin resistance has increased over the years, but co-amoxiclav and amikacin still have a good sensitivity 6. The commonly isolated organisms include Escherichia coli, S. aureus and Pseudomonas sp. 7. Around one or two MRSA isolates are reported annually (SEARO, 2013) 8. Myanmar 9. Vibrio cholerae O1 that are isolated are resistant to cotrimoxazole, ampicillin and tetracycline, and are sensitive to norfloxacin, ciprofloxacin, chloramphenicol and gentamicin 10. Sensitivity to tetracycline varies with the serotype Inaba serotype shows 70% resistance, but Ogawa serotype exhibits only 20% resistance 11. Neisseria meningitidis isolated in 2010 is still sensitive to penicillin and chloramphenicol (SEARO, 2013) 12. Nepal 13. The National Public Health Laboratory (NPHL) is the apex body for AMR activities in Nepal 14. Since 1999, it has gradually gained ground and has conducted surveillance for several organisms such as ESBL, E. coli, Salmonella, Shigella, Vibrio cholerae, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, and N. gonorrhoeae (SEARO, 2013) 15. Thailand 16. Thailand has established the National Antimicrobial Resistance Surveillance (NARST) since 1998, starting with 23 participating hospitals and then expanding to 33 hospitals in 2000 and 60 hospitals in 2005

17. The 28 hospitals from 28 provinces have regularly submitted the AST data through the WHONET to WHO CC AMR 18. Each year, approximately 150.000200.000 isolates were reported AST data of 28 hospitals from 2000 to 2012 showed the increasing trend of drug-resistant pathogens 19. Some of drug-resistant pathogens include MRSA, penicillin-resistant Streptococcus pneumoniae (PRSP), Imipenem-resistant Acinetobacter spp., ESBLproducing GramNegative Bacilli (GNB) and ESBL-producing enterobacteriaceae such as Klebsiella pneumoniae, E. coli and Carbapenem-resistant enterobacteriaceae (CRE) (SEARO, 2013) 20. Indonesia 21. Jumlah kasus dengan isolasi resistensi antibiotik di Indonesia tinggi. 22. Hampir semua laboratorium bakteriologi di rumah sakit dan laboratorium kabupaten melaksanakan uji kerentanan antimikroba. Beberapa rumah sakit secara teratur menyusun antibiogram mereka setiap enam bulan untuk mereka gunakan sendiri. Namun, data belum belum terintegrasi. (SEARO, 2013) 23. Tingginya kasus resistensi obat antibiotik di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari 27 negara dengan beban tinggi kekebalan obat terhadap kuman (Multidrug Resistanci/MDR) di dunia berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2009 (Sedyaningsih, 2011).

PERTEMUAN SEARO TERKAIT MASALAH DRUG RESISTANCE South-East Asia Region (SEARO) yang merupakan persatuan negara-negara Asia Tenggara sebagai panjang tangan dari WHO membuat suatu pertemuan di Jaipur, India pada tanggal 6 September 2011 khusus membahas masalah resistensi obat di berbagai negara yang tergabung didalamnya. Selanjutnya, pada tahun 2013 SEARO melaporkan bahwa beberapa negara yang tergabung didalamnya terdeteksi mengalami masalah resistensi obat, terutama obat untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh bakteri dan beberapa virus. Laporan SEARO dibuat di Chennai, India saat regional workshop yang berlangsung pada 17-21 juni 2013 lalu dan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan yang berasal dari lebih 10 negara.

USAHA INTERVENSI YANG TELAH DILAKUKAN DI AMERIKA Preventing infections, preventing the spread of resistance Tracking Improving antibiotic prescribing/stewardship Developing new drugs and diagnostic tests (CDC, 2013)

Referensi
Fadiana, Ghaisani. 2011. Resistensi terhadap Antibiotik: Tantangan Dunia Kesehatan Masa Kini. Diakses pada tanggal 10 November 2013 dari http://ghaisanifadiana.wordpress.com/2011/12/15/resistensi-terhadap-antibiotik-tantangandunia-kesehatan-masa-kini/. WHO. 2011. 10 Facts on Antimicrobial Resistance. Diakses pada tanggal 10 November 2013 dari http://www.who.int/features/factfiles/antimicrobial_resistance/en/index.html. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH). 2009. Antimicrobial (Drug) Resistance: Mutation. Diakses pada tanggal 13 November 2013 dari http://www.niaid.nih.gov/topics/antimicrobialResistance/Understanding/Pages/mutation.aspx. Lutvita. 2009. A New Threat to Your Health Antibiotic Resistance. Diakses pada tanggal 10 November 2013 dari http://keluargasehat.wordpress.com/2009/06/17/a-new-threat-to-yourhealth-antibiotic-resistance/. CDC. 2013. Antibiotic Resistance Threats in the United States. Diakses pada tanggal 7 November 2013 dari http://www.cdc.gov/drugresistance/threat-report-2013/pdf/ar-threats-2013-508.pdf. SEARO. 2013. Laboratory-Based Surveillance of Antimicrobial Resistance: Report of Regional Workshop, Chennai, India, 17-21 June 2013. Diakses pada tanggal 10 November 2013 dari http://www.searo.who.int/entity/antimicrobial_resistance/sea_cd_273.pdf. SEARO. 2011. Jaipur Declaration on Antimicrobial Resistance. Diakses pada tanggal 10 November dari http://www.searo.who.int/entity/world_health_day/media/2011/whd11_amr_jaipur_declaration_.pdf. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH). 2009. Antimicrobial (Drug) Resistance: Mutation. Diakses pada tanggal 13 November 2013 dari http://www.niaid.nih.gov/topics/antimicrobialResistance/Understanding/Pages/mutation.aspx. Sedyaningsih, Endang Rahayu. 2011. Indonesia Peringkat Ke-8 Kebal Obat di Dunia. Diakses pada tanggal 13 Desember 2013 dari http://www.suarapembaruan.com/home/indonesia-

peringkat-ke-8-kebal-obat-di-dunia/5414.