Anda di halaman 1dari 25

Bab 2 MATRIKS

Pada bab 1 tentang sistem persamaan linear dalam bentuk matriks telah disinggung mengenai matriks yang diperbesar (augmented matrix) yang merupakan susunan bilangan real dalam bentuk empat persegi panjang untuk suatu sistem persamaan linear. Bab ini akan memperjelas permasalahan mengenai pengertian matriks beserta operasinya, transpose suatu matriks dan pengenalan berbagai macam jenis matriks. 2.1 PENGERTIAN MATRIKS Dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan daftar yang memuat bilangan yang tersusun dalam kolom dan baris, seperti misalnya bahan makanan dengan harga dan kadar gi inya yang disusun dengan daftar berikut! Bahan Beras giling "entang .ahu 0kan bandeng .elur ayam Protein &' 1( (' 1&+ 11,,* "adar gi i per kg %emak #idrat ( +,', /& -',/ 1+-,, arang (') 1&*,-, 1& + &,#arga $upiah per kg *'++ -+++ *+++ 1,+++ (+++

Pada daftar di atas terdapat susunan bilangan real berbentuk persegi panjang yang terdiri dari , baris dan / kolom. 1usunan bilangan ini dinamakan matriks yang berukuran ,2/, karena setiap baris memuat , bilangan real dan setiap kolom memuat / bilangan real. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian matriks beserta notasinya. Definisi : 1ebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam bentuk segi empat sikusiku. Bilangan-bilangan dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks. Contoh 1:

*1

Bab 2. Matriks

1 1

* + 3 [1 *

1] 3 [/]

4kuran (ordo) matriks dinyatakan dengan banyaknya baris dikalikan dengan banyaknya kolom. Pada contoh di atas, ukuran matriks berturut-turut - 2 *, 1 2 /, dan 1 2 1. 2.2 NOTASI MATRIKS 5atriks kita beri nama dengan huruf besar, misalnya! 6, B, 7, dan lainlain. 1ecara lengkap ditulis matriks 6 8 (a ij) artinya suatu matriks 6 yang terdiri dari entri-entrinya aij di mana indeks i menyatakan baris ke i dan indeks j menyatakan kolom ke j dari entri tersebut. Definisi: 1ebuah matriks dengan n baris dan n kolom dinamakan mat i!s !"a# at be o #e n (square matrix of order n), dan entri-entri a11, a**, 9ann dikatakan berada pada diagonal utama dari 6 yang ditulis sebagai!
a11 a1* a *1 a ** a n1 a n * a1n a *n a nn

Definisi: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan entri-entri yang bersesuaian dalam kedua matriks tersebut sama. Contoh 2: .injaulah matriks-matriks
1 6 = + , 1

* + * B = & , 1 *

a 7 = c

b , d

1 D = -

+ 1

1 +

Dari matriks-matriks tersebut terlihat bah:a ! **

6 8 B, 6 8 7, 6 D, B 8 7, B D, 7 D 2.2 OPERASI PADA MATRIKS Pada bagian ini kita akan mendefinisikan sebuah operasi matriks dengan ketentuan bah:a tidak ada yang analog dalam bilangan riel. 1. Pen$"m%ahan Mat i!s

Definisi: ;ika 6 dan B adalah sebarang dua matriks yang ukurannya sama, maka jumlah 6<B adalah matriks yang diperoleh dengan menambahkan bersama-sama entri yang bersesuaian dalam kedua matriks tersebut. 5atriks-matriks yang ukurannya berbeda tidak dapat ditambahkan. Contoh &:
A = / 1 * /

3
1 + + * 1

+ B = 1

* -

78 +
- ,

& -

) '

5aka, A + B =

* - + + 1 + * = = - / +1 * + - ,

sedangkan 6 < 7 dan B < 7 tidak dapat didefinisikan, karena ukurannya berbeda. Definisi: ;ika + menyatakan matriks dengan orde yang sama dengan matriks 6, di mana semua entri-entrinya adalah nol, maka 6<+ 8 +<6 8 6 ;adi, matriks nol bertindak sebagai identitas penjumlahan pada himpunan matriksmatriks m 2 n. ;ika B adalah sebarang matriks, maka =B akan menyatakan hasil kali (1)B. ;ika 6 dan B adalah dua matriks yang ukurannya sama, maka 6 = B didefinisikan sebagai jumlah 6 < (-B) 8 6 < (-1)B Contoh ': .injaulah matriks-matriks *-

Bab 2. Matriks

68 +

& -

) '

dan

B8 +

& /

( ,

maka, 6 = B 8 6 < (=B) 8 +


* & ) < ' + & / ( 1 8 , + + 1 * -

2. Pe !a%ian S!a%a te ha#a( Mat i!s Definisi: ;ika 6 adalah suatu matriks dan c adalah suatu skalar, maka hasil kali (product) c6 adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan masing-masing entri dari 6 oleh c. Contoh ): ;ika 6 adalah matriks 6 = maka
-./ -6 = -.-.-.+ -.( 1* = -. ( ) ) + *1 *1 / + ( 1

Catatan : Beberapa hukum pada penjumlahan dan perkalian skalar ! ;ika 6, B, 7 adalah matriks-matriks berukuran sama, dan k adalah skalar maka ! (1) (*) (-) (/) 68B8B<6 (6 < B) < 7 8 6 < (B < 7) k(6<B) 8 k6 < kB (komutatif) (asosiatif) (distributif)

1elalu ada matriks D sedemikian sehingga 6 < D 8 B

&. Pe !a%ian Mat i!s Di atas kita telah mendefinisikan perkalian matriks dengan skalar. Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagaimana kita mengalikan dua matriks bersama-sama. Pada perkalian matriks 6B, matriks 6 kita sebut matriks pertama dan B matriks kedua.

*/

S*a at Pe !a%ian Mat i!s: ;umlah banyaknya kolom matriks pertama 8 jumlah banyaknya baris matriks kedua. Definisi: ;ika 6 adalah matriks m 2 r dan B adalah matriks r 2 n, maka hasil kali AB adalah matriks m 2 n yang entri-entrinya ditentukan sebagai berikut. 4ntuk mencari entri dalam baris i dan kolom j dari 6B, pilihlah baris i dari matriks 6 dan kolom j dari matriks B. "alikanlah entri-entri yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut bersama-sama dan kemudian tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan. Contoh +.
A= 1 * + dan 1
B = * 1 1 1 + / + , 1

maka
AB = 1 * + * 1 1 1 1 + / + 1

-.- + *.* + +.1 = 1.- + -.* +1.1

-.1 + *.1 + +.+ 1.1 + -.1 +1.+

-./ + *.+ + +.1 1./ + -.+ +1.1

1 = 1+

, /

1* ,

.etapi, B6 tidak dapat didefinisikan karena banyaknya kolom pada matriks B tidak sama dengan banyaknya baris pada matriks 6. %ebih umum, kita dapat mengalikan matriks B dengan matriks 6 jika banyaknya kolom dari B sama dengan banyaknya baris dari 6, dan berlaku sebaliknya. 6kan tetapi pada umumnya perkalian 6B dan B6 tidak akan sama Contoh ,: 68 - / maka *,
1 *

dan

B 8 1

* -

Bab 2. Matriks

6B 8 - / 1 dan B6 8 1
+ * 1 - -

* +

* * 8 - /

' 1'

* & 8 / 1+

' 1/

;adi, 6B

B6. #al ini menunjukan bah:a pada umunya perkalian matriks tidak

komutatif. ;ika suatu pernyataan melibatkan perkalian dan penjumlahan dan tidak terdapat tanda kurung untuk menyatakan urutan dari operasi-operasi tersebut, maka perkalian dilakukan terlebih dahulu sebelum penjumlahan. #al ini berlaku untuk perkalian skalar maupun perkalian matriks. Contoh ,:
A = / 1 *

B8 1

* -

78 - -
) 1/ ( 1-

maka 6 < B7 8 /
1 < * & 1+ & 8 11

Dan /B < 7 8 < - - 8 ( 1, / 1* Contoh -: ;ika 68 1 1 maka 6* 8 8 1 1 1 1 *


1 1 1 1 1 * * * * / 8 * / / / 1 1 + ' 1 * 1 1+

6- 8 666 8 66* 8 1 1 *

1 *

1ecara umum perkalian matriks ini dapat ditulis sebagai

*&

6n 8

* n 1 n 1 *

* n 1 * n 1

Dalam kasus di mana suatu matriks n x n dikalikan dengan dirinya sendiri beberapa kali, maka notasi pangkat merupakan hal yang tepat untuk digunakan. 5isalnya, jika k suatu bilangna bulat positif, maka
AAAA ... A Ak 8 k kali

Perkalian matriks mempunyai penerapan penting terhadap sistem persamaan linear. .injaulah suatu sistem yang terdiri dari m persamaan linear dalam n bilangan tak diketahui,
a 11 2 1 a *1 2 1 a m1 2 1 + + + a 1* 2 * a ** 2 * a m* 2 * + + + + a 1n 2 n a *n 2 n + + a mn 2 n = b1 = b* =bm

"arena dua matriks dinyatakan sama jika dan hanya jika entri-entri yang bersesuaian sama, maka kita dapat menggantikan persamaan m dalam sistem ini dengan persamaan matriks tunggal
a11 x1 a x *1 1 a m1 x1 + + + a1* x * a ** x * a m* x* + + + + + + a1n x n b1 b a*n xn * 8 a mn x n bm

5atriks m 2 1 pada ruas kiri persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai hasil kali
a11 a *1 a m1 a1* a ** a m* a1n a*n a mn x1 b1 x * 8 b* xn bm

6pabila kita tandai matriks-matriks tersebut berturut-turut dengan 6, >, dan B, maka sistem m persamaan linear dalam n bilangan tak diketahui telah digantikan oleh persamaan matriks tunggal 6> 8 B 5atriks 6 dalam persamaan ini dinamakan matriks koefisien untuk sistem tersebut. Bebe a(a h"!"m (a#a (e !a%ian mat i!s:

*(

Bab 2. Matriks

;ika 6, B, 7 matriks-matriks yang memenuhi syarat-syarat perkalian matriks yang diperlukan, maka ! (1) (*) (-) (/) 6(B < 7) 8 6B < 67, (B < 7)6 8 B6 < 76, memenuhi hukum distributif. 6(B7) 8 (6B)7, memenuhi hukum asosiatif Perkalian tidak komutatif, 6B B6. ;ika 6B 8 + (matriks nol), yaitu matriks yang semua elemennya 8 +, kemungkinan-kemungkinannya ! (i) (ii) (iii) (,) 6 8 + dan B 8 + 6 8 + atau B 8 + 6 + dan B +

Bila 6B 867 belum tentu B 87

*.- TRANSPOS DARI S.AT. MATRIKS


Pada bagian ini akan kita bahas mengenai pengertian matriks serta sifatsifat utama dari operasi transpos. 6dapun pembuktiannya akan kita bahas dalam latihan-latihan. Definisi: ;ika 6 adalah sebarang matriks m 2 n, maka transpos A dinyatakan oleh 6t dan didefinisikan dengan matriks n 2 m yang kolom pertamanya adalah baris pertama dari 6, kolom keduanya adalah baris kedua dari 6, demikian juga dengan kolom ketiga adalah baris ketiga dari 6, dan seterusnya. Contoh /: B8
1 , / - & *

Bt 8

, &

/ *

7 8 [1

']

1 7 8 - '
t

Bebe a(a Sifat Mat i!s T ans(os: 1. (6 < B)t 8 6t < Bt *'

*. (6t)t 8 6 -. k(6t) 8 (k6)t , di mana k adalah sebarang skalar /. (6B)t 8 Bt6t

2.& 0ENIS10ENIS MATRIKS 1. Mat i!s !"a# at adalah suatu matriks yang banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom. Contoh 12:
1 / , '

adalah matriks kuadrat berorde *

*. Mat i!s no% (zero matrix) adalah sebuah matriks yang semua entrinya sama dengan nol. Contoh 11:
+ + + + + + + + + + + + + +

1ifar-sifat matriks nol! i. ii. 6 < + 8 6 (bila ukuran matriks 6 8 ukuran matriks +) 6+ 8 +3 +6 8 + (bila syarat-syarat perkalian terpenuhi)

*. Mat i!s #ia3ona% adalah matriks kuadrat yang semua entri di luar diagonal utama adalah nol. Contoh 12:
* + + + 1 + + + adalah matriks diagonal -

-. Mat i!s i#entitas ata" mat i!s sat"an (identity matrix) adalah matriks diagonal yang entri-entri diagonal utamanya semua 8 1. 5atriks identitas biasa ditulis 0 atau 0n dimana n menunjukkan ukuran (ordo) matriks kuadrat tersebut.

*)

Bab 2. Matriks

Contoh 1&:
1 0* = + + 1
1 0- = + + + 1 + + + 1
1 + + + + 1 + + + + 1 + + + + 1

3 0/ 8

1eperti halnya dengan bilangan 1 bertindak sebagai satuan untuk perkalian bilangan-bilangan real, maka terdapat matriks khusus 1 yang bertindak sebagai satuan untuk perkalian matriks, yaitu! 0 6 8 6 0 8 6 untuk sembarang matriks 6 berorde n 2 n. Contoh 1': .injaulah matriks
* 6 8 1 1 & + / , 1 0 = + + + 1 + + + 1

maka
* 60 = 1 1 & + 1 / + , + + 1 + + * + = 1 1 1 & + / =A ,

dan
1 06 8 + + + 1 + + + 1 * 1 1 & + * / 8 , 1 1 & + / 86 ,

Pada umunya, jika B adalah sembarang matriks m 2 n dan 7 sembarang matriks n 2 r, maka B0 8 B ,. Mat i!s s!a%a dengan k 81. Contoh 1):
/ + + + / + + + adalah matriks skalar, /

dan

0 7 8 7.

adalah matriks diagonal dengan semua entri diagonal

utamanya sama dengan k. 5atriks 0 adalah bentuk khusus matriks skalar,

dapat ditulis sebagai ! -+

1 /0 = / + +

+ 1 +

+ + 1

&.

Mat i!s se3iti3a ba4ah (lower triangular) adalah matriks kuadrat yang semua entri di atas diagonal utama 8 +. Contoh 1+:
1 1 + * + + + adalah matriks segitiga ba:ah /

(. Mat i!s se3iti3a atas (upper triangular) adalah matriks kuadrat yang semua entri di ba:ah diagonal utama 8 +. Contoh 1,:
1 + + + 1 + + * * / + 1 - adalah matriks segitiga atas + 1

'.

5atriks simet is adalah matriks yang transposnya sama dengan dirinya sendiri, dengan kata lain bila 6 8 6t. Contoh 1-: ;ika
1 A = 1 / , 1 , & / , 1 , &

maka

1 = 1

"arena 6 8 6t , maka 6 adalah matriks simetris ). Mat i!s antisimet is adalah matriks yang transposnya adalah negatifnya atau 6t 8 = 6. 5udah dipahami bah:a semua entri diagonal utama matriks antisimetris adalah 8 +.

-1

Bab 2. Matriks

Contoh 1/: ;ika


+ 1 6 = 1 * 1 + / + 1 = 1 * 1 + 1 1 + / * / 1 + 1 + 1 * / 1 +

maka

"arena 6t 8 -6, maka matriks 6 adalah matriks antisimetris. 1+. Mat i!s !om"tatif. ;ika 6 dan B matriks-matriks kuadrat dan berlaku 6B 8 B6, maka 6 dan B dikatakan berkomutatif satu sama lain. ;elas bah:a setiap kuadrat berkomutatif 0 (yang ukurannya sama) dan dengan in?ersnya (bila ada). "alau 6B 8 =B6, dikatakan antikomutatif. Contoh 22:
* 6 = 1 1 * 1 1 -

dan B =

berkomutatif

karena
* 6B = 1 1 - 1 ( = * 1 - , , (

dan B6 =

- 1 * 1 - 1

1 ( = * ,

, (

;adi, 6B 8 B6 adalah matriks komutatif ). Mat i!s I#em(oten5 Pe io#i!5 Ni%(oten 5atriks kuadrat 6 dikatakan matriks idempoten bila berlaku 6686* 8 6 1ecara umum bila p bilangan asli (bulat positif) terkecil, sehingga berlaku 6696 86P 8 6, maka dikatakan A matriks periodik dengan periode p 1. "alau nilpoten 6 adalah 6r 8 + untuk suatu bilangan asli r, maka dikatakan 6 nilpoten dengan indeks r. In#e!s mat i!s adalah bilangan bulat positif terkecil yang memenuhi hubungan 6r 8 +. Contoh 1/:

-*

1 6 = , *

1 * 1

- & adalah nilpoten dengan indeks 8 -

karena
1 6 = , *
-

1 * 1 + 1 + + +

- 1 & , * - + 1 ) , - *

1 * 1 1 * 1

- 1 & , * - - & -

1 * 1

- & -

+ = 1 + = + +

+ + =+ +

2.) RANK MATRIKS Pada bagian ini kita akan bahas bagaimana menentukan rank matriks dengan menggunakan operasi baris elementer. Definisi : 5isalkan 6 suatu matriks n 2 m dan 5 suatu matriks eselon baris yang diperoleh dengan melakukan serangkaian @BA pada matriks 6. Banyaknya baris tak nol pada 5 disebut rank (6) atau r(6)

Contoh 22: .entukan rank dari matriks


* * 68 1 / * 1 , 1 1 * + - 1 1 ,

Penyelesaian:

--

Bab 2. Matriks

* * 1

/ * 1 ,

1 1 * +

- ( 1) 1 B*1 1 ,

* + 1

/ * 1 ,

1 + * +

- ( * ) * B-1 1 ,

* + 1 1

/ * (1 ,

1 + + +

- * ( ,

B-/

(1)

* + + 1

/ * * ,

1 + + +

- ( 1) * B-* * ,

* + + 1

/ * + ,

1 + + +

- * + ,

Diperoleh r(6) 8 -. Teo ema : 1uatu sistem persamaan linear akan mempunyai solusi (consistent) apabila rank matriks koefisisen 8 rank matriks lengkap atau apabila r (6) 8 r (6, B) Contoh 21: 6pakah sistem persamaan linear nonhomogen 2 < *y - - 8 & *2 mempunyai ja:abB Penyelesaian: 5isalnya, matriks koefisien dari sistem persamaan linear di atas adalah
1 6 8 * / * 1 - / *

y < / 8 *

/2 < -y - * 8 1/

maka
1 * / * 1 - / *

B*1 ( *)

B-1 ( /)

1 + +

* , ,

- 1+ 1+

B-* (1)

1 + +

* , +

- 1+ +

;adi, rank matriks koefisien adalah * atau r (6) 8 *. 6dapun matriks lengkap (6, B) dari sistem persamaan linear di atas dinyatakan oleh -/

1 (6, B) 8 * /

* 1 -

/ *

& * 1/

1ehingga dengan menggunakan operasi baris elementer


1 * / 1 + + * 1 / * & * 1/

B*1 ( *)

B-1 ( /)

1 + +

* , ,

1+ 1+

& 1+ 1+

B-* (1)

* , +

1+ +

& 1+ +

akan diperoleh r (6, B) 8 *. @leh karena, r (6) 8 r (6, B) 8 *. ;adi, sistem persamaan linear nonhomogen di atas mempunyai ja:ab. Teo ema : 1uatu sistem persamaan linear tidak mempunyai solusi ( inconsistent) apabila rank matriks koefisisen rank matriks lengkap atau apabila r (6) r (6, B) Contoh 22: 6pakah sistem persamaan linear nonhomogen -2 y < 8 + 8 * 8 1 *2 < -y ,2 < *y mempunyai ja:abB Penyelesaian: "ita periksa r (6) dan r (6, B). "ita tahu bah:a susunan persamaan linear akan mempunyai ja:ab apabila r (6) 8 r (6, B).

-,

Bab 2. Matriks

* , 1 * +

1 *

1 1 +

+ * 1

B*1 (1)

, ,

1 * *

1 + +

+ * 1

B-* (1)

, +

1 + +

+ * 1

.ernyata r (6) 8 *, sedangkan r (6, B) 8 -. @leh karena, r (6) r (6, B). ;adi, sistem persamaan linear nonhomogen di atas tidak mempunyai ja:ab.

Contoh 22: Diketahui susunan sistem persamaan linear nonhomogen 2 < y 8 1 2 < ky < - 8 * *2 < -y < k 8 .etapkan harga k agar susunan persamaan liniear tersebut! (i) mempunyai solusi tunggal (ii) mempunyai solusi banyak (iii) tidak mempunyai solusi Penyelesaian: "ita lakukan terlebih dahulu operasi baris elementer untuk mencari kemungkinankemungkinan persamaan-persamaan yang bebas.
1 1 * 1 k 1 k 1 * -

B*1 ( 1)

B-1 ( *)

1 + +

1 k 1 1

1 / k +*

1 1 1

B- (k 1)

1 + +

1 k 1 k 1

1 / ( k 1)(k + *)

1 1 ( k 1)

"emungkinan-kemungkinan! r (6) 8 *, haruslah (k - 1)(k < *) 8 /. ;adi, k 8 -- atau k 8 * r (6) 8 -, berarti k -- dan k * -&

r (6, B) 8 *, haruslah (k - 1)(k < *) 8 / dan k-1 8 1. ;adi, k 8 *.

Dengan demikian, susunan sistem persamaan linear nonhomogen di atas akan (i) mempunyai solusi tunggal! r (6) 8 r (6, B) 8 -, bila k -- dan k * (ii) mempunyai solusi banyak! r (6) 8 r (6, B) 8 *, bila k 8 * (iii) tidak mempunyai solusi! r (6) r (6, B), bila k 8 --

2.+ MATRIKS PARTISI 1esuatu hal yang sangat berguna untuk memikirkan tentang membagi matriks menjadi beberapa sub matriks. 5atriks 6 yang berukuran m 2 n dapat dipartisi menjadi beberapa matriks yang lebih kecil dengan cara ditandai dengan garis mendatar dan garis tegak di antara baris dan kolom. 1ebagai contoh, misalnya, matriks 6m 2 n dapat dipartisi menjadi 6 8 C61 D 6*E di mana 61 adalah m 2 n1, 6* adalah m 2 n* , dan n1 < n* 8 n. .ranspos sebuah matriks partisi dapat ditulis dalam ketetentuan dari transpos sub matriks tersebut. ;adi, transpos dari matriks 6 dinyatakan oleh

A1t A 8 t A*
t

Contoh 2&: ;ika,


1 6 8 C61 D 6*E 8 , ) * & 1+ / ' 11 1* (

maka

At 8

A 8 A
t 1 t *

1 * /

, & ( '

) 1+ 11 1*

-(

Bab 2. Matriks

6pabila matriks yang dipartisikan memenuhi syarat, maka matriks partisi dapat dijumlahkan, dikurangkan atau dikalikan. ;ika sebuah matriks 6m dipartisikan menjadi 6 8 C61 D 6*E di mana 61 adalah m 2 n1, 6* adalah m 2 n* , dan n1< n* 8 n, dan sebuah matriks Bm 2 n juga dapat dipartisikan menjadi B 8 CB1 D B*E di mana B1 adalah m 2 n1, B* adalah m 2 n* , dan n1 < n* 8 n, maka 6 B 8 C61 B1 D 6* B*E 1ama halnya, jika
A A = 1 A*
2 n

di mana 6 adalah m 2 n, 61 adalah m1 2 n, 6* adalah m* 2 n, dan m1 < m* 8 m dan


B B = 1 B*

di mana B adalah m 2 n, B1 adalah m1 2 n, B* adalah m* 2 n, dan m1 < m* 8 m, maka


6 1 B1 6 B 8 6 * B *

Contoh 2': ;ika


1 6 8 + * 1 * 1 + / * 1 , 1 ( / + / * * * - 1

dan

B 8

maka 6 < B 8 C61 D 6*E < CB1 D B*E


1 8 + * 1 * 1 + / * < 1 , 1 ( / + / * * * - 1

-'

& 8 1 1+

& 1 &

& 1 *

& , *

8 C61 B1 D 6* B*E atau


A1 B1 6<B 8 < A* B*
1 * / & & & & + 1 1 * - , / * < + 1 * 1 + * ( / * 1

1 1+ 1 & 1 * , *

6 1 B1 8 6 * B *

;ika sebuah matriks 6m 2 n dipartisikan menjadi 6 8 C61 D 6*E, di mana 61 adalah m 2 n1, 6* adalah m 2 n* , dan n1< n* 8 n, dan sebuah matriks Bm 2 n dapat dipartisikan menjadi
B B = 1 B*

di mana B adalah n 2 p, B1 adalah n1 2 p, B* adalah n* 2 p, dan n1 < n* 8 n, maka


B1 6B 8 C61 D 6*E B *

8 61B1 < 6*B*

Contoh 2): ;ika

-)

Bab 2. Matriks

6 8 * 1

+ / 1

1 1 *

dan

B 8

* 1 1

1 - 1

maka
6B 8 * 1 8 * 1 & 8 + 1 + / -1 1 1 * * 1 1 1 - 1 1 1 [1 * 1 1 * 1]

+ * / 1 1 - 1+ < * * 11 +

1 < - 1 1 *

( 1 1

#al ini dapat dibuktikan dengan menggunakan perkalian matriks secara langsung. 1ehubungan dengan hal di atas, matriks dapat dipartisikan menjadi dua atau lebih sub matriks. Biasanya, matriks dipartisikan secara mendatar dan secara tegak yang ditunjukan oleh garis-garis. 1ebagai contoh, berikut akan disajikan matriks 6m 2 n yang dipartisikan menjadi empat sub matriks.
6 11 6 8 6 *1 6 1* 6 **

di mana 611 adalah m1 2 n1, 61* adalah m1 2 n* , 6*1 adalah m* 2 n1 , 6** adalah m* 2 n* , dan m1 < m* 8 m, n1 < n* 8 n. ;ika matriks Bn 2 p dipartisikan menjadi empat sub matriks
B11 B8 B *1 B1* B **

di mana B11 adalah n1 2 p1, B1* adalah n1 2 p* , B*1 adalah n* 2 p1 , 6** adalah n* 2 p* , dan n1 < n* 8 n, p1 < p* 8 p, maka 6 dan B merupakan matriks partisi yang memenuhi syarat untuk dikalikan. 1ehingga diperoleh,
6 11 6B 8 6 *1 6 1* 6 ** B11 B *1 B1* B **

/+

6 11 B11 + 6 1* B *1 8 6 *1 B11 + 6 ** B *1

6 11 B1* + 6 1* B ** 6 *1 B1* + 6 ** B **

Contoh 2+: ;ika


1 68 * + + 1 * 1 / -

dan

B 8

, -

* 1 *

1 / +

+ - 1

maka
6 11 6B 8 6 *1 6 1* 6 **
+ 1 *

B11 B *1

B1* B **
* 1 * 1 / + + - 1

1 * +

1 / , - -

611B11 + 61* B *1 8 * 8 1
-

+ 1

* 1 < C1 / 1* - * 8 - '

-*E
+ 11

* + - + 1 1 / + + < - + 1 (

+ 1

6 11 B1* + 6 1* B ** 8 * 8 - *
1

+ 1 < C+ - / 1 /

1E

8 - * 6 *1B11 + 6 ** B *1 8 C+ 8 C1+ 8 C1 6 *1B1* + 6 ** B ** 8 C+ 8 C' 8 C'

*E

* < C -- E C1

-*E

-*E < C-) /E *E


1 /

&E

+ < C -- E C+ -

1E

-&E < C+ -)E

--E

/1

Bab 2. Matriks

;adi,
6 11 B11 + 6 1* B *1 6B 8 6 *1 B11 + 6 ** B *1
+ 18 1 + 11 / 1 * '

6 11 B1* + 6 1* B ** 6 *1 B1* + 6 ** B **
1 ( )

#al ini bisa dibuktikan dengan perkalian matriks secara langsung. Soa%1soa% 6atihan: 1. 5isalkan 6 dan B adalah matriks-matriks / 2 , dan misalkan 7,D, dan A berturut turut adalah matriks-matriks , 2 *, / 2 *, dan , 2 /. .entukanlah yang mana diantara pernyataan matriks berikut yang didefinisikan. 4ntuk matriks-matriks yang didefinisikan, berikanlah ukuran matriks yang dihasilkan. a. B6 e. A(6 < B) *. b. 67 < D f. A(67) c. 6A < B g. At6 d. 6B < B h. (6t < A)D

a. Perlihatkan bah:a jika 6B dan B6 kedua-keduanya didefinisikan, maka 6B dan B6 adalah matriks-matriks kuadrat. b. Perlihatkan bah:a jika 6 adalah matriks m 2 n dan 6(B6) didefinisikan, maka B adalah matriks n 2 m.

-. /.

7arilah matriks-matriks yang tak nol 6, B, 7 sehingga 67 8 B7 dan 6 B. Pecahkanlah persamaan matriks berikut untuk a, b, c, d.
b +c a b -d +c *a /d

' (

1 &

,.

.injaulah matriks-matriks 68
1 1 + * 3 1

B8

/ +

1 *

78

/ 1

* ,

/*

D8

1 1 -

, + *

* 1 /

A8

1 & 1 1 1 /

- * /

#itunglah! a. 6B d. DA &. b. D < A e. AD c. D = A f. =(B

Dengan menggunakan matriks-matriks dari soal no./, hitunglah operasioperasi yang berkaitan a. -7 = D b. (-A)D e. (/B)7 < *B c. (6B)7 f. D < A* (di mana A* 8 AA) d. 6(B7)

(. ;ika
1 * / 1 (

Buktikan bah:a! a. ,6 8 -6 <*6


1 1 - *

b. &6 8 -(*6)
, / 1- 1+

c. (6t)t 8 6
* / -

'. 5atriks 6 8

3 B8

78 1

a. 7arilah matriks P sedemikian sehingga 6P 8 B. b. Buktikan apakah! (i) (6 < B) < 7 8 6 < (B < 7) (ii) (6B)7 8 6(B7) (i?) (6 < B)7 8 67 < B7 (iii) 6(B < 7) 8 6B < 67 ). 5isalkan 68
1 * /

3B8

, '

* -

78

1 1* *1 /

k8/

.unjukanlah bah:a! a. (6t)t 8 6 c. (6B)t 8 Bt6t b. (6 < B)t 8 6t < Bt c. k(6t) 8 (k6)t

/-

Bab 2. Matriks

1+. 7arilah -6* = *6 < /0* bila 6 =

1 /

* -

11. 5isalkan
+ + 68 + + 1 + + + + 1 + + + + 1 +

.unjukan bah:a 6n 8 + untuk n /. 1*. .unjukkan bah:a 6 adalah matriks idempoten,


1 6 = 1 1 , , ,

1-. 1/.

.unjukkan bah:a 6 =

+ 1 periodik, berapa periodenya. 1 +

5isalkan 6 dan B matriks-matriks n x n yang simetris. Buktikan bah:a 6B 8 B6 jika dan hanya jika 6B juga simetris.

1,. 1&.

6pakah hasil kali dari dua matriks simetris perlu simetris B 5isalkan 6 matriks m 2 n. ;elaskan mengapa perkalia-perkalian matriks 6t6 dan 66t dapat dilakukan.

1(.

7arilah rank dari matriks-matriks di ba:ah ini


1 * a. 1 * + , / ) & ( 1 1 , , * 1 b. 1 / , 11 *1 -* 11 1 * *, / -1 ' ,& 1* / * & * '

1'. #itung 6B, jika diberikan! a.


1 6 8 + + + 1 + 1 1 1

dan

1 + + B 8 + 1 + 1 1 + //

b.

1 6 8 +

+ 1 * 1 + +

- dan * + + + * + + 1 *

B 8

1 + 1

+ 1 *

1 + c. 6 8 + +

dan

B 8

+ + 1 +

+ + + 1

+ * + +

1 + + +

1). ;ika 6 adalah matriks yang berorde * 2 -, B adalah matriks yang berorde / 2 -, 7 adalah matriks yang berorde - 2 -. .entukanlah hasil kali dari a. 67 d. B6 b. 76 e. B7 c. 6B f.. B76

dengan menggunakan matriks partisi *+. ;ika


1 6 8 1 * * * * 1 +

dan

B 8

1 *

, ( -

1 1 +

#itunglah *(6B = B6) dengan menggunakan matriks partisi.

/,