Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRATIKUM KARBOHIDRAT (UJI MOLISCH)

Mata Kuliah Dosen : Biokimia : Dewi Sunting, DCN

Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Catharina Mutiarani Sidabutar Devi Sulistyarini Muhammad Arief Najib Pinilih Pangesti Utami Zulaikah Nur Istiqomah Zulinda Risma Darmawanti (P17420713001) (P17420713002) (P17420713012) (P17420713013) (P17420713023) (P17420713024)

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG PRODI DIV KEPERAWATAN MAGELANG 2014/2015

I.

TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari percobaan uji molisch adalah untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam bahan pangan.

II.

TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas mengenai : (1) Pengertian Karbohidrat, (2) Penggolongan Karbohidrat, (3) Sifat-sifat Karbohidrat 2.1. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk dunia. Karbohidrat juga berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang kita makan sehari-hari (Winarno, 1997, Hal 15). Karbohidrat mempunyai gugus fungsi yang sangat penting. Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat, maka karbohidrat dapat didefinisikan sebagai polihidroksialdehida dan polihidroksiketon serta senyawa yang menghasilkannya pada proses hidrolisis. Senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus fungsi OH, aldehid, dan keton (Poedjiadji, 2005, Hal 10-11). 2.2. Penggolongan Karbohidrat Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukuranny, yaitu dari senyawa yang sederhana yang mempunyai berat molekul 90 hingga senyawa yang mempunyai berat molekul 500.000 bahkan lebih. Berbagai senyawa itu dibagi menjadi 3 golongan yaitu golongan monosakarida, golongan oligosakarida, dan golongan polisakarida (Poedjiadi, 2005, Hal 24). 2.2.1 Monosakarida Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam keadaan lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehida dapat disebut aldotriosa karena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus aldehida. Dihidroksiaseton dinamakan ketoriosa karena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus keton. Monosakarida yang terdiri atas empat atom karbon

disebut tetrosa dengan rumus C4H8O4. Monosakarida terdiri atas glukosa, fruktosa, dan galaktosa (Poedjiadi. 2005, Hal 24-25). 2.2.2. Oligosakarida Oligosakarida adalah polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida dan bila tiga molekul disebut triosa. Sukrosa (sakarosa atau gula tebu) terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, sedangkan laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa (Winarno, 1997, Hal 23). Oligosakarida yang paling banyak di alam yaitu disakarida. Oligosakarida terdiri dari sukrosa, maltosa, laktosa, rafinosa, dan stakiosa. Sukrosa merupakan gula yang kita kenal sehari-hari, baik dari tebu maupun dari buah bit. Hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Pada molekul sukrosa terdapat ikatan antara molekul glukosa dan fruktosa, yaitu antara atom karbon nomer 1 pada glukosa dengan atom karbon nomer 2 pada fruktosa melalui atom oksigen. Laktosa adalah suatu disakarida, karena hasil hidrolisis laktosa akan menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomer 1 pada galaktosa dan atom karbon nomer 4 pada glukosa. Maltose merupaka suatu disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Ikatan yang terjadi antara atom karbon nomer 1 dan atom karbon nomer 4, oleh karena itu maltosa masih mempunyai gugus OH glikosidik dan mempunyai sifat mereduksi. Rafinosa adalah trisakarida yang terdiri atas tiga molekul monosakarida yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa

(Poedjiadi, 1994, Hal 31). 2.2.3. Polisakarida Polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut dengan homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut

heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa putih dan tidak berbentuk kristal. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan kolid. Beberapa polisakarida yang penting diantaranya amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa (Poedjiadji, 2005, Hal 35).

Amilum atau yang biasa disebut dengan pati ini merupakan homopolimer glukosa, sedangkan amilopektin mempunyai cabang dengan glukosa sebanyak 45 % dari berat total (Winarno, 1997, Hal 27). Hidrolisis glikogen menghasilkan D-glukosa. Seperti dalam alam glikogen terdapat pada kerang dan pada alga atau rumput laut. Glokigen yang terlarut dalam air dapat diendapkan dengan menambah etanol. Glikogen dapat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Struktur glikogen serupa dengan struktur amilopektin yaitu merupakan rantai glukosa dan mempunyai cabang (Poedjiadji, 2005, Hal 37). 2.3 Sifat Karbohidrat Sifat karbohidrat berhubungan erat dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekulnya, yaitu gugus OH, gugus aldehida dan keton (Poedjiadji, 2005, Hal 39). 2.3.1 Sifat Mereduksi Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu++ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu (Poedjiadji, 2005, Hal 39). 2.3.2 Pembentukan Furfural Larutan asam encer, monosakaridanya umumnya stabil walaupun dipanaskan. Apabila dipanaskan dengan asam kuat yang pekat maka monosakarida akan menghasilkan furfural. Reaksi pembentukan furfural ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari suatu senyawa. Furfural dapat membentuk senyawa ber -naftol karena heksosa yang

terhidrasi akan menghasilkan hidroksilmetilfurfural. Dalam pembentukan furfural digunakan pereaksi molisch. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan glukosa, kemudian ditambahkan asam sulfat pekat akan terbentuk dua lapisan zat cair. Pada batas antara kedua lapisan tersebut terdpat cincin berwarna ungu (Poedjiadji, 2005, Hal 41). 2.3.3 Pembentukan Osazon Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih. Pada reaksi antara glukosa dengan fenilhidrazine, mula-mula terbentuk D-

glukosafenilhidrazon, kemudian reaksi berlanjut sehingga terbentuk D-

glukosazon. Glukosa, fruktosa, dan manosa dengan fenilhidrazine menghasilkan osazon yang sama (Poedjiadji, 2005, Hal 42). 2.3.4 Isomerasi Apabila pada larutan asam encer monosakarida dapat stabil, tidak demikian halnya apabila monosakarida dilarutkan dalam basa encer. Glukosa dalam larutan basa encer akan sebagian berubah menjadi fruktosa dan manosa sehingga tidak stabil (Poedjiadji, 2005, Hal 44). III. BAHAN DAN ALAT 3.1 Bahan a. Glukosa 1% b. Sukrosa 1% c. Pati 1% d. H2SO4 3.2 Alat a. Tabung reaksi b. Rak tabung reaksi c. Pipet tetes d. Pipet Volume

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil pengmatan Uji Molish No. Bahan Ulangan 1 Hasil pengamatan Larutan berwana kuning muda pada bagian atas dan coklat tua pada bagian bawah Larutan berwana kuning muda pada bagian atas dan coklat tua pada bagian bawah Larutan berwana kuning muda pada bagian atas dan coklat tua pada bagian bawah Larutan berwana kuning muda pada bagian atas dan violet pada bagian bawah Larutan berwana kuning pada bagian atas dan violet pada bagian bawah Larutan berwana kuning muda pada bagian

Glukosa

1 2 Sukrosa

2 3

atas dan sedikit violet pada bagian bawah 1 Larutan berwana kuning pada bagian atas dan coklat pada bagian bawah Larutan berwana coklat pada bagian atas dan kuning pada bagian bawah Larutan berwana kuning pada bagian atas dan hitam pada bagian bawah

Pati

4.2 Pembahasan Pada percobaan ini, hal yang pertama dilakukan adalah mencari 1% larutan dari masing-masing bahan glukosa, sukrosa, dan pati. Setelah diketahui 1% larutan yang akan digunakan, masing-masing bahan ditimbang seberat 1 gram. Lalu bahan dilarutkan masing-masing kedalam air sebanyak 100 ml. kemudian memasukan larutan sampel kemasing-masing tabung reaksi dengan tiga kali ulangan. Setelah itu ditambahkan lagi dengan larutan H2SO4 (Asam Sulfat Pekat) kedalam tabung reaksi melalui dinding tabung reaksi hingga membentuk dua lapisan, dari campuran larutan tersebut menghasilkan perubahan warna. Pada larutan glukosa, menghasilkan perubahan warna menjadi berwana kuning muda pada bagian atas dan berwarna coklat tua pada bagian bawah. Pada larutan sukrosa, menghasilkan perubahan warna menjadi berwana kuning pada bagian atas dan berwarna violet pada bagian bawah. Dan pada larutan pati, menghasilkan perubahan warna menjadi berwarna kuning pada bagian atas dan berwarna coklat pada bagian bawah. Percobaan ini

berdasarkan pembentukan furfural atau turunan-turunan dari karbohidrat yang didehidratasi oleh asam pekat dimana dalam percobaan ini dicampurkan dengan asam sulfat pekat (H2SO4). Reaksi pembentukan furfural ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari suatu senyawa. Penambahan H2SO4 (Asam sulfat pekat) akan membentuk dua lapisan zat cair. Berdasarkan percobaan, hasil menunjukkan semua bahan yang diuji adalah karbohidrat. Dengan demikian telah dibuktikan bahwa larutan glukosa, larutan sukrosa, larutan serta pati merupakan karbohidrat.

V.

KESIMPULAN Dari praktikum uji molish pada karbohidrat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen dan oksigen yang terbentuk di alam dengan rumus umum Cn(H2O)n. Berdasarkan jumlah monomer pembentuk suatu karbohidrat, maka dapat dibagi atas empat golongan besar yaitu monosakarida, olisakarida, disakarida dan polisakarida. Uji Molisch adalah pengujian untuk mengetahui senyawa mengandung karbohidrat atau tidak dengan penambahan H2SO4 (Asam sulfat pekat) yang akan membentuk dua lapisan zat cair.