Anda di halaman 1dari 24

Kemampuan adaptasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Mata Kuliah Masyarakat Pesisir dan Sumberdaya Pengajar


TUTY HANDAYANI

ADAPTASI
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannnya untuk bertahan hidup.

. Hal-hal yang
faktor internal.
berkaitan dengan pendidikan, pengalaman, pengetahuan

faktor eksternal

lingkungan tempat tinggal, adat istiadat, keadaan topografi, keadaan pemanfaatan lahan, kesuburan

ADAPTASI MASYARAKAT
MELALUI PROSES MASYARAKAT Lentur sesuai kemampuan Resisten, pasif

FISIOLOGIS

MORFOLOGIS

Kondisi Lingkungan

Adaptasi Psikologis

Fenomena Perilaku

KULTURAL

PERSEPSI

AKSI

sadar dengan memiilih

NORMA, NILAI , HUKUM, TEKNOLOGI

PREFERENSI

Cuaca/Iklim

Kondisi Perairan dan menurunnya sumberdya pada saat tertentu

PACEKLIK ADAPTASI
KENDALA STRUKTURAL Miskin tidak sempat melakukan hubungan sosial lebih luas Memiliki kesempatan dan kemampuan

Membangun Kelembagaan

Memanfaatkan Jaringan sosial

Mencari alternatif pekerjaan

Berhutang

Menjual barang yang dimilikinya

Mobilisasi anggota keluarga untuk bekerja

PELUANG PEMBERDAYAAN
Pendekatan Budaya

Pendekatan Sosial

Pendekatan Keruangan

Pendekatan Ekonomi

Identifikasi Masalah Budaya


1.Pendekatan Sistem budaya masyarakat : Suatu upaya untuk memahami perilaku dan kebiasaan hidup nelayan
2.Pendekatan Analisis Jaringan Sosial : Suatu upaya bertahan hidup survive meskipun dalam keadaan yang rawan pangan karena bencana/ jauh dari pencari nafkah utama

Sistem budaya masyarakat


Norma

Melakukan kegiatan Religi Mencari nafkah Melakukan adat istiadat Melakukan hubungan sosial Memanfaatkan teknologi

Peraturan

Analisis Jaringan Sosial

Jaringan Kekuasaan

Jaringan Kepentingan

Jaringan Perasaan

Pemilik/ juragan

Pengumpul/ tengkulak/ pedagang

Kerabat/se etnis

Buruh Nelayan

Nelayan/keluarga

Nelayan/keluarga

IDENTIFIKASI SOSIAL
kepadatan dan mobilitas penduduk pesisir Konfigurasi tenaga kerja pada perkampungan masyarakat pesisir Pendidikan formal dan kegiatan kelembagaan masyarakat Jenis penyakit dominan Kejadian epidemi dan penyakit dominan Kepadatan permukiman dan sanitasi

Identifikasi Masalah Ekonomi


Potensi layanan jasa kelautan dan kepariwisataa

Batas regional Sifat Fisik Kemitraan

Produk Segar

Pola pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga

Permodalan

Potensi sumberdaya kelautan

Pemasaran hasil sumberdaya kelautan

Kepastian hukum
Gender Relasi struktural fungsional Potensi daya serap

Produk Olahan

Teknologi

PENDEKATAN KERUANGAN
Sumberdaya milik bersama (common property resources)
K A R A K T E R I S T I K
W I L A Y A H P E S I S I R L A U t

Permasalahan keruangan

Konflik kewenangan Antar wilayah

Kurangnya apresiasi terhadap situs cagar alam laut

Peminat Investasi (PMDN) dan(PMA) kecil

Bersifat Fluida biota laut tdk bisa disekat

Ancaman degradasi Lingkungan dan Ancaman Keberlangsungan Aquaculture Kurangnya Perhatian dan tanggap terhadap bencana alam

Ilegal Fishing Penangkapan tidak merata

Open acces regime, memungkinkan siapapun dapat memanfaatkan ruang untuk berbagai kepentingan

Konflik kepentingan Antar Stakeholder

MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA PESISIR


Peran serta Masyarakat

Sebagai Sumberdaya

Pelaku Pembangunan

Diberdayakan dengan pengelolaan yang sesuai

SUMBERDAYA yang bisa dimanfaatkanoleh maysarakat

Sumberdaya dapat pulih


Perikanan Rumput Laut Bioactive (bahan alam yang berasal dari biota laut Hutan Mangrove Padang Lamun Terumbu Karang (pulih dalam waktu lama)-> Pemanfaatan terbatas Orientasi pengguna utama, adalah masyarakat Dapat langsung dimanfaatkan rakyat banyak, jumlah penduduk berpengaruh terhadap besarnya pemanfaatan Langsung dapat mencukupi kebutuhan yang mendesak Didominasi pengguna yang berSumberdaya rendah Pendapat bahwa laut bebas dimiliki oleh manusia yang paling dekat Visi pemerintah tidak selalu didukung dengan fasilitas yang berpihak pada rakyat banyak

Jasa-jasa lingkungan
MANFAAT
Tempat rekreasi dan pariwisata, Sebagai media penelitian, pendidikan Salinitas (sumber air asin) Transportasi, Komunikasi, Pasang Surut, sumber energi gelombang . Sumber Energi : Akibat Perbedaan Suhu Keamanan, Lokasi Industri, Kawasan Perlindungan

Permasalahan

Teknologi yang ada belum mampu memanfaatkan, fihak lain yang memanfaatkan Kebijakan sektoral dan regional dalam pemanfaatan sering tidak sinkron Sumberdaya manusia tidak merata, cenderung rendah pada lokasi terdekat Biaya yang tinggi pemanfaatan yang banyak pada pemodal yang kuat Kesadaran arti pentingnya sebagai posisi keamanan tidak selalu didukung tindakan

Peluang Pemberdayaan Masyarakat Pesisir


Kebijakan Politik Ekonomi Paradigma baru dengan memperhatikan peubah sosio-budaya Kebijakan hukum/Kelembagaan

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dipengaruhi oleh

Kebijakan Politik Ekonomi

Keamanan Negara Perkembangan ekonomi global Tata niaga/perdagangan Nasional/Industri Kehadiran korporasi Multi Nasional Moneter dan Fiskal Kebijakan permodalan Penegakan hukum (UU/Perda)

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dipengaruhi oleh

Paradigma baru

Perubahan paradigma pembinaan ke pemberdayaan Memperhatikan peubah sosioantropologis Local wisdom and knowlegde,Stratifikasi sosial Persepsi terhadap upaya pembangunan Analisis jender dan peran perempuan Internalisasi aspek sosial budaya Pengembangan koperasi Petani Nelayan dengan bantuan modal bergulir dari pemerintah

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dipengaruhi oleh

Kebijakan hukum/Kelembagaan

Pengaturan pengelolaan wilayah pesisir secara khusus Kebijakan sektoral dan regional harus diatur secara sinkron (Pertanian/perikanan, Pertambangan, Bappedal, Keamanan Laut, Perhubungan, Perdagangan dan perindustrian) Pemerintah mengkoordinir kerjasama antar wilayah

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU KECIL

1. 2. 3.

Pengembangan dilakukan secara terintegrasi dalam suatu sistem pewilayahan

4. 5. 6. 7. 8.

Mempersiapkan pedoman dan petunjuk pembangunan guna meningkatkan kemampuan lokasi pantai dan gugus pulau kecil Pengendalian dan pembatasan pemanfaatan sumberdaya alam guna kelestarian lingkungan Identifikasi fungsi sesuai dengan potensi, kerawanan bencana dan kedudukan strategis dalam wilayah yang bersangkutan. Mengembangkan peluang usaha produktif dan penyediaan pusat-pusat pelayanan Membuka aksebilita Meningkatkan kegiatan ekonomi dan pemberdayaan didasarkan pada potensi masyarakat Mendorong minat swasta untuk menanamkan modal Mengfungsikan Lembaga Swadaya Masyarakatprogram Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP)

STRATEGI PENGEMBANGAN
Strategi Pengemban gan pada level Mikro

Strategi Pengembangan pada level Makro

Strategi Pengemban gan pada level Mikro

Strategi Pengemban gan pada level Mikro

Strategi Pengembangan pada level Messo

Strategi Pengembangan pada level Mikro (desa)


1. Pengembangan dilakukan pada tingkat masyarakat bawah, sesuai dengan kemampuan tekno-ekonomi masyarakat 2. Perlu dilakukan optimasi terhadap eksplorasi sumbardaya alam yang ada, dengan melakukan pengembangan yang selektif pada budidaya pertanian dan kelautan tanpa mengganggu ekosistem 3. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kegiatan-kegiatan, antara lain penangkapan ikan,budidaya kelautan, industri pengolahan, pengawetan. 4. Pemberdayaan masyarakat dengan melakukan bimbingan serta memberikan fasilitas kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna 5. Pembinaan untuk meningkatkan nilai tambah produksi kelautan seperti seleksi produk perikanan, pengawetan ikan dan pengolahan 6.Penguatan perdagangan dan Jasa 7.Perlindungan lingkungan untuk kesinambungan produksi perikanan dan sumberdaya pesisir

Strategi Pengembangan pada level Messo (keterkaitan antar pulau atau antar wilayah)
Pesisir atau pulau-pulau kecil merupakan suatu sistem produksi yang saling berkait dan memiliki spesialisai masing-masing. Dalam strategi ini dilihat adanya pembagian kawasan produksi, jasa, perdagangan, industri dari masing-masing desa. 1.Perlu dilakukan perkuatan keterkaitan ekonomi dalam kawasan dengan cara meningkatkan hubungan input-output antar desa, didukung skala jasa yang lebih besar berfungsi sebagai outlet ke daerah pasar luar 2.Perlu dilakukan pengaturan ruang untuk menentukan sentra-sentra produksi kegiatan usaha, kawasan lindung dan dukungan sarana dan prasarana 3.Mendorong minat investasi untuk dapat menanamkan modalnya pada kegiatan-kegiatan produksi jasa dan industri 4.Pengembangan jaringan distribusi yang dapat mendukung perkembangan ekonomi pesisir dan pulau kecil 5.Bantuan perkreditan untuk usaha budidaya tanaman, perikanan dan perdagangan 6. Perhatian terhadap keamanan laut, dan perlindungan terhadap persaingan dengan pengmabilan ikan illegal

Strategi Pengembangan level Makro (Nasional atau Internasional)


Pengembangan Wilayah Pesisir Lautan Secara Terpadu Pesisir dan pulau-pulau kecil didudukkan sebagai bagian dari kebijakan pengembangan tingkat propinsi, nasional, internasional ditetapkan kawasan andalan dan Kawasan Laut yang akan dikembangkan. Mengutamakan pengembangan pulau-pulau kecil terluar yang merupakan batas negara Pengembangan akan didukung oleh sistem kota-kota yang menjadi fungsi kegiatan pelayanan : 1. Pusat Kegiatan Nasional (PKN) sebagai outlet ke luar negeri 2. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) sebagai outlet menghubungkan kawasan satu dan lainnya. 3. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) 4. Pusat pelayanan yang berhubungan langsung dengan sentra produksi

Masukkan dalam tugas


Bagaimanakah kemampuan Adaptasi masyarakat ? Apakah ada peran jaringan sosial dalam beradaptasi ? Bagimana Peluang Pemberdayaan berkaitan dengan sumberdaya kelautan yang ada ? Sampai Level apakah pemberdayaan yang mungkin dilakukan

Anda mungkin juga menyukai