Anda di halaman 1dari 5

STRUKTUR GIGI

1. Struktur Anatomi dan Histologi Serta Sifat-Sifat Pada Enamel, Dentin dan Pulpa
1.1 Enamel 1.1.1 Struktur anatomi dan histology Dapat menerima tekanan yang besar kira-kira 100.000 psi. Dibentuk oleh sel-sel epitel (ameloblast) yang kehilangan fungsinya ketika mahkota lengkap. Struktur enamel antara lain: Enamel prismata / enamel rod Berjalan ke permukaan gigi Hampir tegak lurus dengan arah bergelung-gelung (huruf S) Penampang melintang hexagonal tak sempurna (seperti lubang kunci) Mikroskop gelap terang garis HUNTER SCHREGER Garis retzius Garis pembentuk enamel Garis dari dentino enamel junction ke permukaan gigi Dentino enamel junction (d.e.j) batas dentin dan enamel Enamel cuticula Membrane yang menutupi permukaan enamel Menghilang sesudah enamel (gigi) menjalankan fungsinya

Anamel lamellae Matriks dentin yang berkembang masuk ke dalam enamel, panjang lebih dari tebal enamel Enamel spindle Matriks dentin yang masuk ke dalam enamel dengan akhiran menebal Enamel tuft Matriks dentin yang masuk ke dalam enamel dengan akhiran menmengurai 1.1.2 Permeabilitas enamel Meskipun enamel merupakan jaringan padat tetapi memiliki permeabilitas terhadap sejumlah material. Enamel dapat dipenetrasi oleh molekul yang cukup besar pada suhu kamar / tubuh. Penetrasi tidak melalui Kristal apatit tetapi melalui molekul organic enamel. 1.1.3 Sifat-sifat enamel Sifat Fisik Berwarna putih keabu-abuan transparan Paling keras, oleh karena merupakan jaringan ikat yg mengalami prosesmineralisasi

Ketebalan pada daerah puncak tonjolan : 2, 5 mm Sifat Mekanik Kekuatan tarik = 100 kg / cm Tahanan kompresinya : 2100 3500 kg / cm Bersifat gefas (britlle /mudah retak ) oleh katena elastisitasnya rendah oleh karena bahan organic enamel lebih besar daripada dentin , dan mineral enamel lebih besar daripada dentin : Sifat enamel yang getas memerlukan perhatian khusus pada pembuatan kavitas untuk restorasi Perbedaan kekerasan prisma dengan interprismatik enamel dapat digunakan untuk pembuatan mikro retensi dengan cara pemberian larutan asam pada permukaan enamel , sehingga interprismatik akan larut dan akan meninggalkan celah yang dapat dijadikan sebagai retensi restorasi Sifat Thermal Sifat Transport Panas diteruskan ke dentin dengan cara konduksi Tergantung difusi suhu mengakibatkan ketidak seimbangan akhirnya ketegangan termal lalu fraktur pada gigi. Sifat ekspansi suhu Sifat ini penting untuk ilmu restoransi suhu sebab bahan restoransi yang ideal harus sesuai dengan gigi dalam hal ekspansi suhunya. Sifat Listrik Mempunyai sifat dielektrik : tidak menghantarkan listrik Pizoelektrisitas : gejala yg terjadi pada suatu bahan Kristal yang berupa terjadinya voltare bila Kristal tersebut menderita gaya mekanis apa bila Kristal dikenakan selisih potensial. Pyoelektrisitas : pembentukan muatan listrik yang disebabkan oleh pemanasan , ditemukan pada dentin, oleh karena hydroxypatite merupakan Kristal piezoelektrik 1.2 Dentin 1.2.1 Struktur anatomi dan histology warna : kuning terang yang terlihat radiducent daripada enamel. Merupakan bagian terbesar gigi. Ruang pulpa terletak pada permukaan dalam dentin Lebih keras dari tulang tetapi lebih lunak dibandingkan enamel Mempunyai kemampuan tetap tumbuh dan memperbaiki Struktur-struktur dentin Tubuli dentin Merupakan saluran utama difusi cairan. Canal-canal yang terdapat pada dentin Berjalan dari pulpa ke perifer S shape Interglobular space Daerah yang tampak sebagai barcak-bercak hipokalsifikasi

Pada sediaan gosok Nampak sebagai bercak hitam yang berderet pada daerah di sekitar dentino enamel junction interglobular dentin Interglobular areas: kurang mineral dan Nampak sebagai sayap kelelawar berwarna hitam Tomes granular layer Berbintik-bintik hipokalsifikasi halus pada daerah-daerah perbatasan antara dentin dengan sementum. Garis owen / ebner Identik dengan garis retzius garis kontur dari dentin Beberapa keadaan garis ebner jelas sebagai garis-garis gelap garis-garis dari owen Macam-macam dentin Periubular dentin Dinding tubuli Kalsifikasi: tinggi Interlobular dentin Diantara tubuli Kalsifikasi : tinggi Mantle dentin Lapisan paling luar Dentin pertama kali terbentuk Circumpulpa dentin Lapisan sekitar pulpa Dibentuk setelah mantle dentin Primary dentin Dibentuk sebelum feramen apical sempurna Dibentuk lebih cepat dan meniralnya lebih banyak dibandingkan secondary. Secondary dentin Dibentuk setelah foramen apical sempurna Dibentuk lebih lambat dan mineral lebih berkurang dibandingkan primary Tertiary dentin Dibentuk karena ada rangsangan pola tubuli tidak teratur. 1.2.2 Permeabilitas dentin Tubuli dentin merupakn saluran utama difusi cairan melalui dentin. Sebanding dengan diameter dan jumlah tubuli sehingga permeabilitas dentin meningkat pada pulpa oleh karena terjadi konversi tubuli kearah pulpa. 1.2.3 Sifat-sifat dentin Sifat fisik Keras Warna putih kekuningan Opaque (warnanya sesuai dengan gigi) Sifat mekanik Kekuatan tarik : 250 kg/cm2

Kekuatan tekanan bervariasi tergantung tubuli Elastisitasnya cukup tinggi, tergantung pada orientasi tubuli dentin dan tidak dipengaruhi oleh usia,seks,jenis gigi,lokasi gigi. Sifat thermal dan listrik Sama dengan enamel.

1.3 Pulpa 1.3.1 Struktur anatomi dan histology Merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papila Terletak dalam mahkota disebut ruang pulpa Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical Fungsi utama pulpa membentuk dentin Pulpa : jaringan ikat yang mempunyai beberapa sifat khusus Sifat khusus antara lain: Letaknya secara anatomis dalam suatu ruang yang terbatas Mempunyai sel khusus yang hanya terdapat pada jaringan pulpa Struktur histologi : Secara mikrokopis (dari perifer) terdiri dari lapisan : Odontoblas Terdiri dari sel odontoblas yang membentuk deretan sel Free cell/weil Sedikit sekali mengandung unsur sel Rich sel Mengandung banyak sel Tampak sel mesenkim 1.3.2 Sifat sifat

Persyarafan pulpa Merupakan serat saraf sensorik dari N. Trigeminus Bermyelin : rangsangan cepat, pada bagian perifer tidak bermyelin Tidak bermyelin : lambat menerima nyeri spesifk karena rangsangan thermal,kimia,listrik Sistem peredaran darah pulpa Vitalitas pulpa tidak ditemukan oleh sarafnya tetapi oleh sirkulasi darah Tekanan pulpa rata - rata : 25 mmHg. Jika tekanan dalam pulpa naik akan terjadi sakit gigi Tekanan pulpa merupakan perubahan ritmik sesuai dengan denyut jantung Suhu turun maka tekanan dalam pulpa turun.

3. CEMENTUM: seperti jaringan tulang yang melapisi akar gigi sebagai lapisan tipis
* * Berwarna kuning terangIt is light yellow in color, slightly lighter than dentin. Berhubungan dengan enamel pada cementoenamel junction (CEJ). Fungsi utama : mencengkeram gigi ke dinding tulang pada soket di jaringan periodontium Terbentuk sepanjang gigi masih vital SEMEN ASELLULER SEMEN SELLULER

LAPISAN YANG MENUTUPI (MELIPUTI) DENTIN BAGIAN AKAR ADA 2 MACAM : bagian cementum yang menutupi 1/3 sampai akar, terdiri dari sabut-sabut kolagen bagian cementum yang menutupi 1/2 sampai 2/3 apeks

4. PULPA GIGI : merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papilla
Terletak dalam mahkota : disebut ruang pulpa Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical Fungsi utama pulpa membentuk dentin