Anda di halaman 1dari 14

PENGENALAN JARINGAN IRIGASI 1 LATARBELAKANG Pengenalan jaringan irigasi merupakan sesuatu yang penting bagi seseorangmahasiswa yang berkecimpung

dibidang pertanian, terutama bidang teknikpertanian.

Irigasi merupakan sesuatu yang penting dalam bidang pertanian. Tanpa adanya system irigasi, usaha pertanianmerupakan sesuatu yang tidak maksimal, karena irigasi merupakan suatu factorpenunjang dalam bidang usaha pertanian.

Irirgasi merupakan suatu usaha manusia untuk mengalirkan air darisumbernya ke lahan pertanian guna untuk memenuhi kebutuhan air tanaman menurutjumlah air yang dibbuthkan tanaman tersebut tentunya menurut kondisi ruang danwaktu.

Irigasi tidak terlepas dari jaringan irigasi, dalam jaringan irigasi adaempat unsure pokok dari bangunan irigasi yaitu : bangunan utama, jaringanpembawa, kelengkapan pendukung, saluran pembuang, dan petak tersier.

Pengenalan jaringan irigasi merupakan langkah utama dalam hal pembelajaran dan pemahaman tentangirigasi selanjutnya sekaligus dengan ini duharapkan aka nada inovasi baru yangakan membawa perubahan yang lebih baik dalam hal kegiataj keirigasian tersebut.

2 TUJUAN Tujuandari praktikum pengenalan jaringan irigasi ini adalah : a. Mengenal bangunan yang ada padasuatu jaringan irigasi. b. Mengenal tatacara pemberiannama/kode pada banguna irigasi. c. Mengenal macam fungsi, kegunaanserta cara pengoperasian bangunan irigasi.

3 MANFAAT

Manfaatdari praktikum pengenalan jaringan irigasi ini adalah : a. Agarmahasiswa dapat mengenal macam-macam,fungsi,kegunaan, serta cara pengoperasianbangunan irigasi. b. c. Agarmahasiswa mengerti tata cara pemberian nama atau kode pada bangunan irigasi Agarmahasiswa mengenal bagunan yang ada pada suatu jaringan irigasi..

4 TINJAUANPUSTAKA 1. Bangunan Irigasi Dalam jaringan irigasi ada 4 unsurpokok dari bangunan irigasi yaitu: (i) bangunan utama, (ii) jaringan pembawadan kelengkapan bangunannya, (iii) saluran pembuang, dan (iv) petak tersier.Bangunan utama adalah suatu komplek bangunan yang direncanakan dibangun disepanjang sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke saluran irigasi.Bangunan utama dapat mengatur debit dan mengurangi sedimen yang masuk kesaluran irigasi. Bangunan utama terdiri dari: bangunan pengelak dengan peredamenergy, pengambilan utama, pintu bilas, kolam olak, kantung lumpur, dan tanggulbanjir. Bendungan (weir) berfungsi untuk mengatur atau meninggikan mukaair hingga dapat disadap. Selain itu, ada penyadapan bebas atau penyadapan padawaduk atau penyadapan dengan pompa apabila pengaliran secara gravitasi denganmeninggikan muka air tak mungkin.

Jaringan pembawa terdiri darijaringan utama dan jaringan tersier. Jaringan saluran utama terdiri darisaluran primer dan saluran sekunder. Sedangkan jaringan tersier terdiri dariatas saluran serta saluran kuarter di petak tersier. Dalam saluran tersebutdilengkapi dengan saluran pembagi, bangunan sadap tersier, bangunan bagi sadapdan bok bok tersier. Bangunan sadap tersebut dapat pula berfungsi sebagaibangunan ukur atau hanya dapat berfungsi sebagai pengatur debit. Dalam saluranprimer atau sekunder dilengkapi dengan bangunan pengatur muka dan pada saluranpembawa dengan aliran super kritis dilengkapi bangunan terjun, got miring. Padasaluran pembawa sub kritis dilengkapi dengan bangunan talang, sipon, jembatansipon, bangunan pelimpah, bangunan penguras, saluran pembuang samping dan jalanjembatan.

Saluran pembuang terdiri darisaluran pembuang utama, yaitu saluran yang menampung kelebihan air darijaringan sekunder dan tersier keluar daerah irigasi. Saluran pembuang tersieradalah saluran yang menampung dan membuang kelebihan air dari perak sawah kesaluran pembuang primer atau sekunder.

Petak tersier terdiri dari kumpulanpetak sawah (100 ha, 150 ha) yang dilengkapi dengan saluran tersier, sertasaluran kuarter. Dalam operasi dan pemeliharaannya, petak tersier ini sudahmenjadi tanggung jawab dari petani pemakai air.

2. Jaringan Pembawa dan Kelengkapan Bangunannya Jaringan pembawa terdiri dari jaringan utama dan jaringan tersier.Jaringan saluran utama terdiri dari saluran primer dan sekunder. Sedangkanjaringan tersier serta saluran kuarter di petak tersier. Dalam saluran tersebutdilengkapi dengan saluran pembagi, bangunan sadap tersier, bangunan bagi sadapdan bok-bok tersier. Bangunan sadap tersebut dapat pula berfungsi sebagaibangunan ukur atau hanya dapat berfungsi sebagai pengatur debit. Dalam saluranprimer atau sekunder dilengkapi dengan bangunan pengatur muka dan pada saluranpembawa dengan larian super kritis dilengkapi bangunan terjun, got miring. Padasaluran pembawa subkritis dilengkapi dengan bangunan talang, sipon, jembatansipon, bangunan pelimpah, bangunan penguras, saluran pembuang samping dan jalanjembatan.

3. Saluran Pembuang Saluran pembuang terdiri dari saluran pembuang utama, yaitu saluran yangmenampung kelebihan air dari jaringan sekunder dan tersier keluar daerahirigasi. Saluran pembuang tersier adalah saluran menampung dan membuangkelebihan air dari petak sawah ke saluran pembuang primer atau sekunder.

4. Petak Tersier Petak tersier terdiri dari kumpulan petak sawah (100 ha, 150 ha) yangdilengkapi dengan saluran tersier, serta saluran kuarter. Dalam operasi danpemeliharaannya, petak tersier ini sudah menjadi tanggung jawab dari petanipemakai air.

5. Standar Tata Nama Bangunan PadaJaringan Irigasi

Daerah irigasi dapat diberi nama sesuaidengan nama daerah setempat, nama sungai yang disadap atau nama waduk. Sebagaicontoh Daerah Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Anai, Daerah Irigasi Selo,Daerah Irigasi Sungai Geringging, dan lain sebagainya.

Saluran irigasi primer diberi nama sesuaidengan daerah irigasi yang dilayani, contoh saluran primer DI Selo diberi namaBS2 (Bangunan Selo) dan angka menunjukkan no. menurut bangunan. Saluransekunder sering diberi nama sesuai dengan nama desa/nagari yang terletak dipetak sekunder. Saluran antara dua bangunan dinamakan Ruas disingkat R, contohRS1 (Ruas ke-1 dari sekunder Saruaso), S menunjukkan nama saluran sekunder.Contoh nama bangunan pada saluran BS2 (Bangunan, Sekunder Saruaso, No. 22).

Pada petak tersier kode sesuai dengannama bangunan sadap tersier pada saluran sekunder. Contoh S2K artinya petaktersier menyadap dari saluran sekunder Selo bangunan nomor 2 dan sebelah kanansaluran. Untuk box tersier diberi kode T1, T2, dan angka disesuaikan denganbanyaknya box tersier. Petak kuarter diberi kode K, sedang untuk petak rotasidiberi kode A, B, C dan seterusnya sesuai dengan jumlah rotasi.

Pemberian nama perlu memperhatikan kemungkinan adanya tambahanbangunan-bangunan dikemudian hari, sehingga dengan adanya bangunan-bangunanbaru tersebut sistem pemberian nama yang telah dilaksanakan tidak perludirubah.

3. Fungsi, dan kegunaan bangunan irigasi Jenis Bangunan Dan Saluran Pada JaringanIrigasi Saluran Pembawa sebagai berikut : i. ii. iii. iv. Saluran Primer. Saluran Sekunder. Saluran Tertier. Saluran kwarter.

Saluran Pembuang sebagai berikut :

1) 2) 3) 4)

Saluran pembuang Kwarter. Saluran pembuang Tertier. Saluran pembuang Sekunder. Saluran pembuang Primer.

Bangunan Drainase : Saluran drainase, Check dam, Bangunan silang dan Bang. Pengatur banjiradalah Suatu konstruksi yang dibangun melintang Sungai/saluran yang berfungsiuntuk menaikkan/mempertinggi elevasi muka air.

Kantong Lumpur adalah Satu ruas saluran/bangunan sejak dari IntakeBendung sampai Intake untuk Saluran Primer, yang berfungsi untuk mengendapkanLumpur/sediment yang masih masuk melalui pintu Intake bendung, dan dalam priodetertentu dikuras/dibilas kesungai melalui pintu dan saluran penguras. I. Saluran primer: Saluran yang membawa air sejakdari Pintu Intake sampai pada Bangunan Bagi yang membagi air ke SaluranSekunder. II. Saluran PembawaSekunder/Tersier/Kwarter III. Saluran Sekunder :Saluran yang membawaair sejak dari bangunan Bagi diujung saluran Primer sampaipada Bangunan Bagi yang membagi air ke Saluran Tersier. IV. Saluran Tersier : Saluran yang membawaair sejak bangunan Bagi diujung Saluransekunder sampai pada BoxTersier yang membagi air ke saluran kwarter/ saluran cacing. V. Saluran Kwarter / Saluran cacing : Saluranyang membawa air sejak dari Box Tersierdiujung saluran tersier sampaipada ujung saluran yang langsung membagi-bagi air kesawah.

Saluran Pembuang/Drainase adalah Saluran yang membawa/membuang sisa/kelebihanair yang sudah dimanfaatkan oleh tanaman.

Dengan susunan tingkatannya sejak darihulu kehilir : Saluran pembuang Kwarter ke Saluran pembuang Tersier diteruskankesaluran pembuang Sekunder selanjutnya ke Saluran pembuang Primer dan terakhirdibuang ke Saluran pembuang utama ( Sungai atau Laut).

BangunanBagi/Bangunan Sadap/Bangunan Bagi Sadap i. Bangunan Bagi : Bangunan yg berfungsi membagiair dari saluran yang sama atau lebih rendah tingkatannya. (Sal.Primerke Primer/Sekunder, Sal.Sekunder ke Sekunder/Tersier) ii. Bangunan Sadap : Bangunan yg berfungsimengambil/menyadap air dari Sal. Primer/ Sal. Sekunder,seterusnya dialirkan melalui sal. Tertier atau Kwarter ke sawah. iii. Bangunan Bagi Sadap : Bangunan yg berfungsi selainmembagi air dari saluran kesaluran lainnya, juga berfungsi mengambil/menyadapair untuk dialirkan melalui sal. Tertier atau Kwarter ke sawah.

Gorong-gorong: Suatu bangunan/konstruksi yang memfasilitasi aliran air melintasdibawah konstruksi/ bangunan lainnya.

5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 HASIL Hasildari pengenalan jaringan irigasi ini adalah dimana praktikan dapat mengenalikomponenkomponen yang ada pada jaringan irigasi gunung nago. Dan pada jaringantersebut banyak terdapat kerusakan-kerusan. Untuk gambar sketsa hasilpengamatan jaringan irgasi gunung nago dapat dilihat pada lampiran. 5.2 PEMBAHASAN Daripraktikum yang sudah dilaksanakan di irigasi gunung nago ini, praktikan dikenalkan dengan bangunan-bangunan irigasi yang ada. Dimana irigasi ini sudahbanyak mengalami kerusakan dan pengalih fungsian lahan. Contoh kerusakan yangterjadi pada bangunan ukur chipoletti, sudah tidak jelas karena pengikisan olehair terus menerus. Dan banyak menempel lumut. Pintu romijn dan stasiunklimatologi yang tidak pernah diukur karena operator yang lalai. Banyakpenumpukan sampah pada pintu romijn dan bangunan penyaring air karena masyrakatyang membuang sampah sembarangan. Kemudian batu yang banyak pecah karena

sudahlapuk karena kena air terus menerus. Pengalih fungsian irigasi, dimana sebenarnyadigunakan untuk pengairan disawah, sementara yang dulunya sawah sekarangberalih fungsi menjadi rumah untuk kost. Dan masyarakat yang mencuci, buangsampah, buang air dalam irigasi tersebut dan digunakan untuk perikanan. Jadi,pasokan air irigasi ini untuk mengairi sawah menjadi terganggu dan tidak sehat.

6 PENUTUP 1.6.1 KESIMPULAN Jaringanirgasi terdiri dari bangunan-bangunan pengaliran yang dirancang sedemikian rupasehingga dapat mengalirkan air dengan baik.

Padajaringan irigasi gunung nago sudah terjadi pengalih fungsian irigasi, yangmulanya difungsikan untuk mengairi lahan pertanian, namun karena berubahnyatatanan social sehingga fungsi irigasi berubah jadi pengairan rumah warga.Hanya sebagian kecil yang di alirkan ke lahan pertanian.

PENGENALAN JARINGAN IRIGASI

PENGENALAN JARINGAN IRIGASI 1 LATAR BELAKANG Pengenalan jaringan irigasi merupakan sesuatu yang penting bagi seseorang mahasiswa yang berkecimpung dibidang pertanian, terutama bidang teknik pertanian.

Irigasi merupakan sesuatu yang penting dalam bidang pertanian. Tanpa adanya system irigasi, usaha pertanian merupakan sesuatu yang tidak maksimal, karena irigasi merupakan suatu factor penunjang dalam bidang usaha pertanian.

Irirgasi merupakan suatu usaha manusia untuk mengalirkan air dari sumbernya ke lahan pertanian guna untuk memenuhi kebutuhan air tanaman menurut jumlah air yang dibbuthkan tanaman tersebut tentunya menurut kondisi ruang dan waktu.

Irigasi tidak terlepas dari jaringan irigasi, dalam jaringan irigasi ada empat unsure pokok dari bangunan irigasi yaitu : bangunan utama, jaringan pembawa, kelengkapan pendukung, saluran pembuang, dan petak tersier.

Pengenalan jaringan irigasi merupakan langkah utama dalam hal pembelajaran dan pemahaman tentang irigasi selanjutnya sekaligus dengan ini duharapkan aka nada inovasi baru yang akan membawa perubahan yang lebih baik dalam hal kegiataj keirigasian tersebut.

2 TUJUAN Tujuan dari praktikum pengenalan jaringan irigasi ini adalah : a. Mengenal bangunan yang ada pada suatu jaringan irigasi. b. Mengenal tatacara pemberian nama/kode pada banguna irigasi. c. Mengenal macam fungsi, kegunaan serta cara pengoperasian bangunan irigasi.

3 MANFAAT

Manfaat dari praktikum pengenalan jaringan irigasi ini adalah : a. Agar mahasiswa dapat mengenal macam-macam,fungsi,kegunaan, serta cara pengoperasian bangunan irigasi. b. c. Agar mahasiswa mengerti tata cara pemberian nama atau kode pada bangunan irigasi Agar mahasiswa mengenal bagunan yang ada pada suatu jaringan irigasi..

4 TINJAUAN PUSTAKA 1. Bangunan Irigasi Dalam jaringan irigasi ada 4 unsur pokok dari bangunan irigasi yaitu: (i) bangunan utama, (ii) jaringan pembawa dan kelengkapan bangunannya, (iii) saluran pembuang, dan (iv) petak tersier. Bangunan utama adalah suatu komplek bangunan yang direncanakan dibangun di sepanjang sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke saluran irigasi. Bangunan utama dapat mengatur debit dan mengurangi sedimen yang masuk ke saluran irigasi. Bangunan utama terdiri dari: bangunan pengelak dengan peredam energy, pengambilan utama, pintu bilas, kolam olak, kantung lumpur, dan tanggul banjir. Bendungan (weir) berfungsi untuk mengatur atau meninggikan muka air hingga dapat disadap. Selain itu, ada penyadapan bebas atau penyadapan pada waduk atau penyadapan dengan pompa apabila pengaliran secara gravitasi dengan meninggikan muka air tak mungkin.

Jaringan pembawa terdiri dari jaringan utama dan jaringan tersier. Jaringan saluran utama terdiri dari saluran primer dan saluran sekunder. Sedangkan jaringan tersier terdiri dari atas saluran serta saluran kuarter di petak tersier. Dalam saluran tersebut dilengkapi dengan saluran pembagi, bangunan sadap tersier, bangunan bagi sadap dan bok bok tersier. Bangunan sadap tersebut dapat pula berfungsi sebagai bangunan ukur atau hanya dapat berfungsi sebagai pengatur debit. Dalam saluran primer atau sekunder dilengkapi dengan bangunan pengatur muka dan pada saluran pembawa dengan aliran super kritis dilengkapi bangunan terjun, got miring. Pada saluran pembawa sub kritis dilengkapi dengan bangunan talang, sipon, jembatan sipon, bangunan pelimpah, bangunan penguras, saluran pembuang samping dan jalan jembatan.

Saluran pembuang terdiri dari saluran pembuang utama, yaitu saluran yang menampung kelebihan air dari jaringan sekunder dan tersier keluar daerah irigasi. Saluran pembuang tersier adalah saluran yang menampung dan membuang kelebihan air dari perak sawah ke saluran pembuang primer atau sekunder.

Petak tersier terdiri dari kumpulan petak sawah (100 ha, 150 ha) yang dilengkapi dengan saluran tersier, serta saluran kuarter. Dalam operasi dan pemeliharaannya, petak tersier ini sudah menjadi tanggung jawab dari petani pemakai air.

2.

Jaringan Pembawa dan Kelengkapan Bangunannya

Jaringan pembawa terdiri dari jaringan utama dan jaringan tersier. Jaringan saluran utama terdiri dari saluran primer dan sekunder. Sedangkan jaringan tersier serta saluran kuarter di petak tersier. Dalam saluran tersebut dilengkapi dengan saluran pembagi, bangunan sadap tersier, bangunan bagi sadap dan bok-bok tersier. Bangunan sadap tersebut dapat pula berfungsi sebagai bangunan ukur atau hanya dapat berfungsi sebagai pengatur debit. Dalam saluran primer atau sekunder dilengkapi dengan bangunan pengatur muka dan pada saluran pembawa dengan larian super kritis dilengkapi bangunan terjun, got miring. Pada saluran pembawa subkritis dilengkapi dengan bangunan talang, sipon, jembatan sipon, bangunan pelimpah, bangunan penguras, saluran pembuang samping dan jalan jembatan.

3. Saluran Pembuang Saluran pembuang terdiri dari saluran pembuang utama, yaitu saluran yang menampung kelebihan air dari jaringan sekunder dan tersier keluar daerah irigasi. Saluran pembuang tersier adalah saluran menampung dan membuang kelebihan air dari petak sawah ke saluran pembuang primer atau sekunder.

4. Petak Tersier Petak tersier terdiri dari kumpulan petak sawah (100 ha, 150 ha) yang dilengkapi dengan saluran tersier, serta saluran kuarter. Dalam operasi dan pemeliharaannya, petak tersier ini sudah menjadi tanggung jawab dari petani pemakai air.

5. Standar Tata Nama Bangunan Pada Jaringan Irigasi Daerah irigasi dapat diberi nama sesuai dengan nama daerah setempat, nama sungai yang disadap atau nama waduk. Sebagai contoh Daerah Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Anai, Daerah Irigasi Selo, Daerah Irigasi Sungai Geringging, dan lain sebagainya.

Saluran irigasi primer diberi nama sesuai dengan daerah irigasi yang dilayani, contoh saluran primer DI Selo diberi nama BS2 (Bangunan Selo) dan angka menunjukkan no. menurut bangunan. Saluran sekunder sering diberi nama sesuai dengan nama desa/nagari yang terletak di petak sekunder. Saluran antara dua bangunan dinamakan Ruas disingkat R, contoh RS1 (Ruas ke-1 dari sekunder Saruaso), S menunjukkan nama saluran sekunder. Contoh nama bangunan pada saluran BS2 (Bangunan, Sekunder Saruaso, No. 22).

Pada petak tersier kode sesuai dengan nama bangunan sadap tersier pada saluran sekunder. Contoh S2K artinya petak tersier menyadap dari saluran sekunder Selo bangunan nomor 2 dan sebelah kanan saluran. Untuk box tersier diberi kode T1, T2, dan angka disesuaikan dengan banyaknya box tersier. Petak kuarter diberi kode K, sedang untuk petak rotasi diberi kode A, B, C dan seterusnya sesuai dengan jumlah rotasi.

Pemberian nama perlu memperhatikan kemungkinan adanya tambahan bangunanbangunan dikemudian hari, sehingga dengan adanya bangunan-bangunan baru tersebut sistem pemberian nama yang telah dilaksanakan tidak perlu dirubah.

3. Fungsi, dan kegunaan bangunan irigasi Jenis Bangunan Dan Saluran Pada Jaringan Irigasi Saluran Pembawa sebagai berikut : i. ii. iii. iv. Saluran Primer. Saluran Sekunder. Saluran Tertier. Saluran kwarter.

Saluran Pembuang sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Saluran pembuang Kwarter. Saluran pembuang Tertier. Saluran pembuang Sekunder. Saluran pembuang Primer.

Bangunan Drainase : Saluran drainase, Check dam, Bangunan silang dan Bang. Pengatur banjir adalah Suatu konstruksi yang dibangun melintang Sungai/saluran yang berfungsi untuk menaikkan/mempertinggi elevasi muka air.

Kantong Lumpur adalah Satu ruas saluran/bangunan sejak dari Intake Bendung sampai Intake untuk Saluran Primer, yang berfungsi untuk mengendapkan Lumpur/sediment yang masih masuk melalui pintu Intake bendung, dan dalam priode tertentu dikuras/dibilas kesungai melalui pintu dan saluran penguras. I. Saluran primer: Saluran yang membawa air sejak dari Pintu Intake sampai pada Bangunan Bagi yang membagi air ke Saluran Sekunder. II. Saluran Pembawa Sekunder/Tersier/Kwarter III. Saluran Sekunder :Saluran yang membawa air sejak dari bangunan Bagi diujung saluran Primer sampai pada Bangunan Bagi yang membagi airke Saluran Tersier. IV. Saluran Tersier : Saluran yang membawa air sejak bangunan Bagi diujung Saluran sekunder sampai pada Box Tersier yang membagi air ke salurankwarter/ saluran cacing. V. Saluran Kwarter / Saluran cacing : Saluran yang membawa air sejak dari Box Tersier diujung saluran tersier sampai pada ujung saluran yang langsung membagi-bagi air kesawah.

Saluran Pembuang/Drainase adalah Saluran yang membawa/membuang sisa/kelebihan air yang sudah dimanfaatkan oleh tanaman.

Dengan susunan tingkatannya sejak dari hulu kehilir : Saluran pembuang Kwarter ke Saluran pembuang Tersier diteruskan kesaluran pembuang Sekunder selanjutnya ke Saluran pembuang Primer dan terakhir dibuang ke Saluran pembuang utama ( Sungai atau Laut).

Bangunan Bagi/Bangunan Sadap/Bangunan Bagi Sadap

i. Bangunan Bagi : Bangunan yg berfungsi membagi air dari saluran yang sama atau lebih rendah tingkatannya. (Sal.Primer ke Primer/Sekunder,Sal.Sekunder ke Sekunder/Tersier) ii. Bangunan Sadap : Bangunan yg berfungsi mengambil/menyadap air dari Sal. Primer/ Sal. Sekunder, seterusnya dialirkan melalui sal. Tertier atau Kwarter ke sawah. iii. Bangunan Bagi Sadap : Bangunan yg berfungsi selain membagi air dari saluran kesaluran lainnya, juga berfungsi mengambil/menyadap air untuk dialirkan melalui sal. Tertier atau Kwarter ke sawah.

Gorong-gorong : Suatu bangunan/konstruksi yang memfasilitasi aliran airmelintas dibawah konstruksi/ bangunan lainnya.

5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 HASIL Hasil dari pengenalan jaringan irigasi ini adalah dimana praktikan dapat mengenali komponen-komponen yang ada pada jaringan irigasi gunung nago. Dan pada jaringan tersebut banyak terdapat kerusakan-kerusan. Untuk gambar sketsa hasil pengamatan jaringan irgasi gunung nago dapat dilihat pada lampiran. 5.2 PEMBAHASAN Dari praktikum yang sudah dilaksanakan di irigasi gunung nago ini, praktikan di kenalkan dengan bangunan-bangunan irigasi yang ada. Dimana irigasi ini sudah banyak mengalami kerusakan dan pengalih fungsian lahan. Contoh kerusakan yang terjadi pada bangunan ukur chipoletti, sudah tidak jelas karena pengikisan oleh air terus menerus. Dan banyak menempel lumut. Pintu romijn dan stasiun klimatologi yang tidak pernah diukur karena operator yang lalai. Banyak penumpukan sampah pada pintu romijn dan bangunan penyaring air karena masyrakat yang membuang sampah sembarangan. Kemudian batu yang banyak pecah karena sudah lapuk karena kena air terus menerus. Pengalih fungsian irigasi, dimana sebenarnya digunakan untuk pengairan disawah, sementara yang dulunya sawah sekarang beralih fungsi menjadi rumah untuk kost. Dan masyarakat yang mencuci, buang sampah, buang air dalam irigasi tersebut dan digunakan untuk perikanan. Jadi, pasokan air irigasi ini untuk mengairi sawah menjadi terganggu dan tidak sehat.

6 PENUTUP
1.6.1 KESIMPULAN

Jaringan irgasi terdiri dari bangunan-bangunan pengaliran yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan air dengan baik.

Pada jaringan irigasi gunung nago sudah terjadi pengalih fungsian irigasi, yang mulanya difungsikan untuk mengairi lahan pertanian, namun karena berubahnya tatanan social sehingga fungsi irigasi berubah jadi pengairan rumah warga. Hanya sebagian kecil yang di alirkan ke lahan pertanian.

1.6.2

SARAN

Diharapkan praktikum dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga mateeri yang disampaikan saat praktikum dapat diserap dengan baik.