Anda di halaman 1dari 20

SIFAT SIFAT

MEKANIK BAHAN
TEKNIK
OLEH : ACHMAD BINSAR
(01)3212110025
AGUNG NUGRAHA(02)3212110002

PENDAHULUAN
Seorang ahli teknik mengubah bahan dan energy menjadi
produk yang berguna. Dalam usahanya ini ia akan memilih bahan
dengan sifatnya yang optimum. Oleh karena itu dalam bab ini
akan diperkenalkan beberapa sifat mekanik bahan teknik yang
perlu diketahui oleh seorang ahli teknik.Dalam bab ini akan
diberikan pula uraian singkat mengenai penyajian data,variasinya
dan ketelitian perhitungan.

KUAT TARIK
Material logam memiliki sifat-sifat tarik (tensile properties) yang sangat baik,
oleh karena itu material ini sering digunakan dalam aplikasi struktural seperti
jembatan, dimana tensile properties memiliki peranan yang sangat
penting.Tensile properties dari suatu logam dapat membantu kita untuk
menentukan material apa yang cocok untuk membangun suatu jembatan atau
aplikasi keteknikan lainnya.Beberapa tensile properties yang banyak digunakan
sebagai bahan pertimbangan dalam memilih suatu material antara lain adalah
Modulus Young (modulus kekakuan), Yield Stress (tegangan luluh), Tensile
Strength (kekuatan tarik), dan Rupture Strength (kekuatan putus).
Beberapa nama logam cenderung menonjolkan data untuk keperluan
perhitungan kekuatan bahan misalnya ST 37, ST 42, ST 60, dan lain sebagainya.
37, 42, 60, menyatakan kuat tarik maksimum bahan dan angka ini digunakan
untuk perhitungan kekuatan bahan dalam perancangan.

Pengujian tarik adalah pengujian yang bersifat merusak (destructive test),


dimana spesimen dilakukan deformasi hingga putus dengan beban tarik yang
bertambah dengan perlahan dan terus menerus secara uniaxial(satu sumbu
spesimen).Standar spesimen pengujian tarik dapat dilihat pada Gambar.
Standard diameter adalah 12,8 mm (0,5 inch), dimana panjang daerah
tereduksi harus minimal empat kali dari diameter,60mm (2 inch) umumnya.
Sedangkan untuk gauge length memiliki standard nilai 50 mm (2 inch).
Standar spesimen pengujian tarik dengan cross section berbentuk circular

Mesin uji tarik di desain untuk mengelongasi spesimen dalam laju konstan, serta
secara simultan dan terus menerus menghitung beban yang diaplikasikan pada
spesimen (menggunakan load cell) dan menghasilkan elongasi (menggunakan
ekstensometer). Output dari pengujian tarik adalah kurvaBeban versus Elongasi.
Namun, untuk mengetahui tensile properties, kita harus terlebih dahulu merubah
kurva beban vs elongasi menjadi kurva engineering stress dan engineering strain.
Stress (tegangan) dan Strain (regangan) dapat didefinisikan sebagai :

Dimana :
= Kekuatan/Tegangan Tarik (Mpa)
F = Beban yang diaplikasikan pada bahan (N)
Ao = Penampang melintang awal bahan (mm)

Dimana :
= regangan
lf = panjang saat terjadinya patah (mm)
lo= panjang gauge length awal (mm)

KEKERASAN (HARDNESS)
Hardness (kekerasan) adalah sifat bahan yang sangat penting tetapi sukar
didefinisikan.
Definisi-definisi kekerasan

Kekerasan adalah kemampuan suatu bahan menahan goresan (scratch hardness


test)

Kekerasan adalah kemampuan suatu bahan untuk menahan serapan energy


dibawah beban impak. Kekerasan diukur berdasarkan tingginya pantulan
(scleroscope hardness test)

Kekerasan adalah ketahanan bahan terhadap penetrasi elastic (durometer


hardness test)

Kekerasan adalah ketahanan bahan terhadap indentasi plastis (tetap) (Brinell,


Vickers, dan Rockwell hardness test).

Uji kekerasan brinell, Vickers, dan Rockwell inilah yang digunakan di teknik mesin
untuk menguji kekerasan logam.

Kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu bahan untuk menahan


goresan. Menentukan kekerasan dengan metode ini adalah dengan skala kekerasan
Moh. Tersusun dari 10 mineral.
1.

Talc

2.

Gypsum

3.

Calcite

4.

Fluorite

5.

Apatite

6.
7.
8.
9.
10.

Feldspar
Quartz
Topaz
Sapphire atau corundum
Diamond

Angka kekerasan bahan yang diuji satu angka lebih kecil dari
bahan penggoresnya.
Kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan bahan terhadap
penetrasi elastic. Untuk mengetahui kekerasan permukaan
ban karet dapat diukur dengan menggunakan Durometer.

Tegangan Puntir
Tegangan puntir merupakan tegangan yang diakibatkan oleh gaya putar.
Tegangan puntir sering terjadi pada poros roda gigi dan batang torsi pada mobil, juga
saat melakukan pengeboran. Jadi, merupakan tegangan tangensial.

Benda yang mengalami beban puntir akan menimbulkan tegangan puntir sebesar :
t = Wp/Mt
dimana :
Mt = momen puntir (torsi)
Wp = momen tahanan polar (pada puntir)

Gaya puntir terjadi pada waktu suatu komponen struktur memikul beban gaya
sedemikian sehingga terpuntir terhadap sumbu memanjangnya. Gaya puntir akan
timbul di permukaan batang terpuntir dan cenderung mengakibatkan terjadi retak
tarik diagonal. Akibat dari gaya puntir yang bekerja pada komponen struktur yang
berpenampang persegi akan timbul mekanisme gaya dan perilaku kompleks dan
rumit, di mana penampang akan memilin dan melipat pada waktu balok terpuntir.
Kekuatan torsi dari balok beton bertulang dapat ditingkatkan cukup besar
dengan menambah tulangan torsi yang terdiri dari sengkang tertutup dan tulangan
longitudinal.
Batang beton bertulang yang menerima beban torsi besar dapat runtuh dengan
cepat jika tidak diberi tulangan torsi. Penambahan tulangan torsi tidak akan
mengubah besar torsi yang menyebabkan retak diagonal, tetapi akan mencegah
terbelahnya batang.

KUAT IMPAK
Pada aplikasi rekayasa,bahan baku dikenakan beban dinamis seperti :

Eksperimen beban kejut atau pembebanan yang meningkat secara bertahap.

Pemberian dan menghilangkan beban yang secara bergantian/berulang-ulang.

Pemberian beban tension ke compression

Uji impak adalah salah satu metode pengujian yang dipergunakan untuk
menganalisa akibat pemberian beban dinamis pada bahan. Selain itu pengujian
ini dilakukan karena :

Deformasi bahan temperatur rendah

Laju regangan tinggi

Keadaan tegangan tiga sumbu

Ada 2 metode standard dalam uji impak,yaitu :

Charpy

Izod

Batang uji yang diberi takik dipatahkan dengan satu pukulan. Besar energi
pukulan ditentukan dari besar massa palu (bandul) dan tinggi kedudukan
mulanya. Batang uji harus patah sehingga kedudukan akhir dari ayunan bandul
dapat diketahui.

Jika bandul mengayun tanpa mematahkan benda uji maka kedudukan akhir ayunan
setinggi h1 dan jika mematahkan benda uji kedudukan akhir setinggi h2.
Jika massa bandul atau palu adalah m maka, mg(h0- h1) adalah energi hambatan
gerakan ayunan bandul selanjutnya disebut energi gesek. Dengan demikian mg(h0- h2)
adalah energi total yaitu energi yang dibutuhkan untuk mematahkan benda uji ditambah
energi gesek. Sedangkan energi yang dibutuhkan untuk mematahkan benda uji,
Ebu = Etotal Egesek
= mg(h0- h2) - mg(h0- h1)
Ebu = mg(h1- h2)
Kekuatan/harga/nilai pukul(impak) adalah besar energi yang dibutuhkan untuk
mematahkan benda uji dibagi luasan penampang dibawah takik.
[joule/mm2]
Luas penampang dibawah takik,
A = a x b [mm2]

TRANSISI KETANGGUHAN
1.

Baja yang dibebani perlahan-lahan dapat patah ulet tetapi patah rapuh bila
dibebani beban kejut(impak). Ini disebabkan tidak ada kesempatan bagi baja
untuk berdeformasi plastis.

2.

Pada suhu rendah retak dapat merambat lebih cepat daripada terjadinya
deformasi plastis. Ini berarti energi yang diserap sedikit

3.

Pada suhu tinggi, retakan didahului oleh deformasi yang memerlukan energy

Salah satu kegunaan pengujian pukul adalah untuk menentukan keberhasilan


suatu pengolahan panas pada bahan. Bahan-bahan tertentu akan mengalami
transisi dari getas ke liat apabila temperatur dinaikkan atau sebaliknya,melalui
kurva transisi dari getas ke liat atau sebaliknya.

Energi yang dibutuhkan untuk


mematahkan benda uji
Dalam praktek rumusan E = mg(h0- h2) tidak dapat diterapkan, karena
tidak mungkin dapat mengukur ketinggian h2. Oleh karena itu rumusannya
perlu diubah menjadi dalam bentuk sudut.
(h0- h2) = h = Y2+ Y0 = Lcos2 + Lcos(180- 0) = L{cos2 + cos(1800)}
=L(cos2 cos 0)
Dengan demikian kuat impak bahan adalah,

Kuat Lelah
Logam akan akan retak apabila dikenakan stressdengan variasi yang
berulang-ulang,biasanya dikenakan dibawah Ultimate Tensile Strength dan
gejala ini dikenal dengan Metal Fatigue. Kelelahan terjadi pada struktur yang
mengalami beban dinamis atau fluktuasi. Misal : pada pesawat terbang,jembatan
dan komponen mesin.
Kekuatan tarik dapat dijadikan pedoman design untuk konstruksi yang
mengalami beban statis. Untuk mendesign konstruksi yang akan mengalami
pembebanan dinamis diperlukan data bahan hasil pengujian fatik. Gaya yang
dapat dibebankan pada bahan dengan pembebanan dinamis jauh lebih rendah
daripada beban statis.
Pada konstruksi dan elemen mesin yang menerima beban dinamis, tegangan
yang terjadi didalamnya akan berubah-ubah. Bila besarnya tegangan yang
berubah-ubah tersebut melampaui batas lelah material (fatique limit), maka
konstruksi atau elemen mesin akan rusak pada kurun waktu tertentu.

Meskipun sangat luas kemungkinan-kemungkinan variasi beban yang timbul


secara berulang-ulang tetapi sistim periodik sinusiodal dapat digunakan untuk
pengujian dan analisa. Fatique limit atau batas lelah material dapat ditentukan dari
pengujian lelah tarik-tekan, lentur, atau lentur putar terhadap beberapa spesimen
uji. Beban yang diberikan pada masing-masing spesimen uji dibuat berbeda-beda.

Untuk melakukan pengujian biasanya dibutuhkan enam atau lebih material benda
uji yang diberi besar beban berlainan. Material ini jika diuji tarik, patah pada tegangan
sekitar 480 [Mpa], tapi apabila dikenai tegangan berulang-ulang pada 380 [Mpa] ia
patah pada sekitar 105 kali pengulangan. Kejadian ini sama apabila dikenai beban
350 [Mpa] dengan 106 kali pengulangan. Akan tetapi dengan mengubah tegangan 340
{Mpa] material tidak patah sampai jumlah siklus atau pengulangan berapapun juga.
Kurva tersebut disebut kurva S-N atau kurva tegangan versus jumlah siklus.
Batas level tegangan dimana bahan tidak patah pada berapapun jumlah siklus
beban yang diberikan disebut endurance strength atau endurance limit (batas
ketahanan lelah). Untuk logam non-ferros seperti aluminium.tidak mempunyai
endurance limit, logam tetap mengalami kelelahan walaupun dengan beban yang
ringan. Dari hasil percobaan ini dapat diperkirakan berapa beban dinamis maksimum
yang dapat diberikan pada logam non ferros dengan daya tahan untuk waktu tertentu.

CREEP
Bahan-bahan yang mengalami pembenanan statik tetapi terjadi kenaikan
temperatur akan mengalami deformasi yang disebut creep. Creep terjadi pada
logam jika kenaikan temperatur lebih besar 0,4 temperatur cairnya. Bahan-bahan
yang amorphous,misalnya: polimer (plastik) dan karet juga peka terhadap
terjadinya creep.
Pada waktu operasi, sudu-sudu turbin gas berada pada temperatur sekitar
1100 C. Sudu-sudu harus mempunyai kekuatan pada temperatur ini untuk
beroperasi dengan tanpa deformasi yang cukup besar (creep) selama ribuan jam
operasi.
Jika suatu bahan diberi beban konstan sebasar F, maka seketika bahan
tersebut akan teregang sebesar o. Regangan menyebabkan tidak stabil
kedudukan atom-atom dan karena karakteristik atom- atom bergetar sehingga
terjadi pergeseran-pergeseran yang menyebabkan terjadinya deformasi (mulur).
Suhu akan mempengaruhi besarnya mulur ini.

Creep dari kebanyakan material meliputi tiga tahap laju kecepatan regang. Pertama
spesimen teregang seketika beban diberikan, lalu mengalami creep tahap pertama
dengan peregangan relatip cepat. Kecepatannya ini berangsur-angsur segera
berkurang dan berakhir dengan kecepatan regang konstan sebagai tanda mulai creep
tahap kedua. Dalam struktur teknik yang beroperasi pada temperatur tinggi, creep tahap
kedua ini harus berlanjut untuk seluruh proses peregangan yang mungkin dapat
memakan waktu 20 tahun atau lebih. Tipe dari pengujian ini diketahui sebagai creep
rupture testing (uji putus mulur). Bagaimanapun tegangan cukup tinggi sehingga
spesimen masuk ke creep tahap tiga selama periode pengujian. Kecepatan regang
sekarang bertambah terus menerus berakhir dengan putusnya spesimen (rupture).
o = regangan seketika beban diberikan
c = regangan creep (mulur)
Creep strength adalah tegangan yang menyebabkan deformasi plastis secara terusmenerus dengan kecepatan konstan (misal 10 - 4 % /jam).
Rupture strength adalah tegangan yang menyebabkan putusnya bahan akibat creep
setelah waktu yang diberikan (misal 1000 jam)

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH