Anda di halaman 1dari 3

Al-Qaidah Kuasai Desa Nasrani di Suriah dan Paksa Nasrani Masuk Islam

October 3, 2013

Kita sangat sering mendengar slogan Muslim (dikutip dari Surah Al Kafirun ayat 6): Lakum Dinukum Waliyadin yang artinya: Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Ayat Makiyah ini biasanya dipakai Muslim untuk menegaskan kepada kaum kafirun bahwa agama Islam adalah agama yang toleran. Jika benar demikian: Mengapa Muslim diperintahkan untuk membunuh sesamanya Muslim yang meninggalkan agama Islam? Mengapa orang-orang Nasrani (seperti yang terjadi di Suriah) dipaksa masuk Islam? Mengapa rumah-rumah ibadah milik Nasrani (terjadi di hampir semua negara Islam) dihancurkan oleh orang-orang Muslim? Mengapa terus menerus terjadi pembunuhan-pembunuhan keji terhadap orang-orang Kristen termasuk para rohaniwan mereka?

Salah satu gereja di Suriah yang dihancurkan militan Muslim Suriah, Merdeka.com, September 2013 Kelompok pemberontak Suriah yang merupakan jaringan Al-Qaidah telah menguasai desa Nasrani Maalula Ahad lalu. Lembaga Pengamat Hak Asasi Suriah mengatakan pemberontak militan barisan al-Nusra menguasai desa itu Sabtu malam, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Jumat (20/9). Sebuah video di media sosial YouTube baru-baru ini memperlihatkan pertempuran antara kelompok pemberontak dengan pasukan pemerintah di desa itu. Maalula hanya berjarak satu jam berkendara dari Ibu Kota Damaskus. Kami membersihkan Maalula dari semua anjing-anjing Assad, teriak seorang pemberontak kepada kamera video yang rekamannya diunggah pekan lalu.

Pastor Francois Murad dipenggal di hadapan umum Maalula kota bersejarah. Desa berpenduduk sekitar dua ribu orang ini mayoritas penganut Nasrani memiliki dua biara tua penting: Mar Sarkis bagi pemeluk Katolik Yunani dan Mar Thecla buat Yunani Orthodoks. Pekan lalu pasukan pemberontak menyerang Maalula dan memaksa warga masuk Islam. Banyak warga Kristen Suriah kini mengungsi ke Libanon dan tinggal di penampungan di biara-biara.

Warga Suriah Kristen dipaksa masuk Islam oleh pemberontak


Ardini Maharani | Senin, 9 September 2013

Merdeka.com - Umat Kristen di Suriah mengaku dipaksa masuk Islam oleh tentara pemberontak. Jika tidak mereka akan dibunuh. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (9/9), oposisi diperkuat oleh Al Qaidah menguasai Desa Maaloula setelah bertempur dengan pasukan Presiden Basyar al-Assad. Ini menyulut kekhawatiran sebab barat terus mendukung pemberontak yang makin banyak disusupi ekstremis. Salah satu warga Maaloula mengatakan pemberontak diantaranya berjanggut dan bertakbir sembari menghancurkan gereja dan menyerang sejumlah rumah warga Kristen. "Mereka menembaki dan membunuh orang. Aku mendengar suara tembakan dan melihat tiga mayat tergeletak di tengah jalan. Presiden Barack Hussein Obama malah mendukung mereka?" ujar salah seorang warga. Dalam sebuah video diunggah di Internet tentara pemberontak berbicara di depan kamera mereka akan membersihkan Maaloula dari pendukung Assad. Namun kantor berita Suriah mengklaim pasukan pemberontak bisa dipukul mundur.