Anda di halaman 1dari 310

SKRIPSI

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIC


MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK
PERBANDINGAN DI KELAS VII SMPN 1 SELONG
TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014


Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan
dalam mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika



USWATUN HASANAH
NPM : 09210101



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PNDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG
2013
S
E
K
O
L
A
H

T
I
N
G
G
I

K
E
G
U
RUAN D
A
N
I
L
M
U

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N
i
LEMBAR PERSETUJUAN

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIC
MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK
PERBANDINGAN DI KELAS VII SMPN 1 SELONG
TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014




USWATUN HASANAH
NPM : 09210101



Menyetujui :



Pembimbing I, Pembimbing II,





Muhammad Halqi, M. Pd
NIDN. 0803057802





Sri Supiyati, M. Pd. Si
NIDN. 0802047901


Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika





Muhammad Halqi, M. Pd
NIDN. 0803057802

ii
HALAMAN PENGESAHAN
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIC
MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK
PERBANDINGAN DI KELAS VII SMPN 1 SELONG
TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

USWATUN HASANAH
NPM : 09210101

Dipertahankan didepan Dewan Penguji Skripsi
Program Studi Pendididkan Matematika STKIP HAMZANWADI Selong
Pada Tanggal : 27 November 2013

DEWAN PENGUJI
L. Muhammad Fauzi, M.Pd.Si
NIDN.0831127417
(Ketua Penguji)



(.............) ( )
Muhammad Halqi, M.Pd
NIDN. 0803057802
( Anggota)



(.............) ( )

Sri Supiyati, M. Pd.Si
NIDN. 0802047901
( Anggota )


(.............) ( )

Mengetahui
Pembantu Ketua Bidang Akademik




Dr. KHIRJAN NAHDI, M.Hum
NIP. 19681231 200212 1 005

iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : USWATUN HASANAH
NPM : 09210101
J urusan/Prodi : MIPA/ Pend. MATEMATIKA

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi dengan judul :
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION
(RME) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJ AR MATEMATIKA
SISWA PADA MATERI POKOK PERBANDINGAN DI KELAS VII SMPN 1
SELONG TAHUN PEMBELAJ ARAN 2013/2014.
Merupakan karya tulis saya sendiri.
Apabila dikemudian hari ternyata terbukti skripsi ini tidak asli atau merupakan
jiplakan atau saduran, maka saya bersedia dikenakan sanksi, baik sanksi akademik
berupa pencabutan hak atas pemakaian gelar kelulusan maupun sanksi sesuai
dengan keputusan yang berlaku.



Selong, .November 2013
Yang menyatakan,





USWATUN HASANAH
NPM. 09210101

iv


MOTTO :



N IA T
A D A LA H
S E G A LA -G A LA N YA







v

LEMBAR PERSEMBAHAN

KARYA SEDERHANA INI KU PERSEMBAHKAN KEPADA

K edua orang tuaku T ercinta (S ahru & M uslimah)
yang telah banyak memberikan motivasi dan bantuan kepadaku, baik yang bersifat
moril dan materil,
dan yang tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk kesuksesan anaknya.

Untuk Adik Semata Wayangku, Muliana. Yang selalu setia
mendampingiku kapanpun dan dimanapun.

Untuk seseorang yang berarti bagiku, M. Khairul Mutaal.
yang telah mengajariku banyak hal menuju kedewasaan.
D FI NKFUNK
I ni l ah i mpi an awal ki t a dul u untuk bersama- sama
menyel esai kan st udi ki ta. .

Teman-teman program studi pendidikan Matematika khususnya kelas C
angkatan 2009.

T erimalahsekepingbingkisan
sebagai tandakesuksesankudankeberhasilankuyangtelahkuraihdi akhir studiku.

vi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dan puji syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Allah
SWT, karena dengan rahmat dan hidayah serta inayah-Nya penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Penerapan Pendekatan Pembelajaran
Realistic Mathematics Education (RME) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Matematika Pada Materi Pokok Perbandingan Di Kelas VII SMPN 1 Selong
Tahun Pembelajaran 2013/2014 tepat pada waktunya.
Tidak lupa salam serta salawat penulis ucapkan kepada junjungan alam
Nabi Besar Muhammad SAW, karena telah membimbing kita dari jalan yang
gelap ke jalan yang terang benderang seperti saat ini.
Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh
karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tua saya yang tercinta, yang telah banyak memberikan bantuan
semangat dan doa
2. Ibu Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd Selaku Ketua STKIP HAMZANWADI
Selong
3. Bapak Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum selaku Pembantu Ketua I
4. Bapak Muhammad Halqi, M.Pd Ketua Program Studi Pendidikan Matematika
STKIP HAMZANWADI Selong selaku pembimbing I
vii

5. Ibu Sri Supiyati, M.Pd.Si selaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan banyak tuntunan, bimbingan, serta dorongan yang sangat
berharga dalam penyusunan skripsi ini.
6. Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Selong yang telah membantu dalam
pelaksanaan penelitian.
7. Bapak Safruddin selaku guru mata pelajaran Matematika SMPN 1 Selong
yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan penelitian.
8. Teman-teman seperjuanganku, FinkFunk yang banyak memberikan bantuan
dan motivasi
9. Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutan satu-persatu.
Dalam penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari kesalahan dan
kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat
diharapkan.
Semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca pada khususnya dan
bagi kita semua pada umumnya dan terutama bagi penulis. Amin!!!

Pancor, 2 Maret 2013

Penulis


viii

ABSTRAK

Uswatun Hasanah (NPM : 09210101). 2013. Penerapan Pendekatan Pembelajaran
Realistic Mathematics Education (RME) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Matematika Pada Materi Pokok Perbandingan di Kelas VII SMPN 1 Selong
Tahun Pembelajaran 2013/2014. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika,
J urusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Tinggi Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong. Pembimbing: (I) Muh. Khalqi,
M.Pd., (II) Sri Supiyati, M.Pd.Si

Kata Kunci : Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), Aktivitas
dan Hasil Belajar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prestasi dan Aktivitas Belajar
Matematika Siswa Kelas VII SMPN 1 Selong melalui Penerapan Pendekatan
Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) pada Materi Pokok
Perbandingan Tahun Pembelajaran 2013/2014.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dimana penelitian ini
dilaksanakan berdasarkan pada hasil observasi kebutuhan siswa yang telah
dilakukan pada tahun sebelumnya. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa siswa
mengalami kesulitan dalam matematisasi soal cerita dan kurangnya variasi soal
model ataupun pendekatan yang digunakan oleh guru. Penelitian ini dilaksanakan
dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Data
aktivitas siswa diperoleh dengan cara observasi, sedangkan data hasil belajar
siswa diperoleh dengan memberikan tes essay pada siswa di setiap akhir siklus.
Penelitian ini menunjukkan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Hal ini
terlihat dari rata-rata nilai siswa yang dicapai pada siklus 1 dan siklus 2 berturut-
turut 67,36 dan 91,96. Dengan ketuntasan klasikal pada siklus 1 dan siklus 2
berturut-turut 50% dan 100%. Untuk aktivitas siswa berada pada kategori aktif.
Dan tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) sudah pada
kategori baik. Serta respon siswa terhadap pembelajaran matematika realistik
indonesia menunjukkan respon yang positif. Dengan demikian, penerapan
pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa.


ix

DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... ii
PERNYATAAN KEASLIAN ..................................................................... iii
MOTTO ...................................................................................................... iv
LEMBAR PERSEMBAHAN ..................................................................... v
KATA PENGANTAR ................................................................................ vi
ABSTRAK .................................................................................................. viii
DAFTAR ISI .............................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xi
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 5
C. Batasan Masalah ....................................................................... 6
D. Tujuan Penulisan .................................................................... 6
E. Manfaat Penelitian ................................................................... 7
F. Definisi Operasional Variabel ................................................... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Hakikat Matematika .......................................................... 9
2. Pembelajaran ..................................................................... 11
3. Pembelajaran Matematika Sekolah .................................... 13
4. Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik ................ 15
5. Prestasi Belajar .................................................................. 36
6. Aktivitas Belajar ................................................................ 40
x

7. Tinjauan Materi Perbandingan (Rasio) .............................. 42
B. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................. 46
C. Kerangka Berfikir .................................................................... 47
D. Hipotesis Tindakan .................................................................. 48
BAB III METODE PENELITIAN
A. J enis Penelitian ......................................................................... 50
B. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................... 50
C. Subjek Penelitian ...................................................................... 50
D. Prosedur Penelitian .................................................................. 50
E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data ................................................. 54
2. Instrumen Penelitian .......................................................... 55
F. Teknik Analisis Data
1. Data Aktivitas Guru ........................................................... 55
2. Data Aktivitas Siswa.......................................................... 56
3. Data Tes Hasil Belajar ....................................................... 57
4. Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran ...................... 58
5. Analisis Respon Siswa ....................................................... 60
G. Indikator Keberhasilan ............................................................. 60
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ........................................................................ 62
B. Pembahasan.............................................................................. 74
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .............................................................................. 79
B. Saran ........................................................................................ 80
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 81
LAMPIRAN-LAMPIRAN



xi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Silabus
Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1
Lampiran 3 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 2
Lampiran 4 : Buku Guru
Lampiran 5 : Buku Siswa
Lampiran 6 : Lembar Kerja Siswa Siklus 1
Lampiran 7 : Lembar Kerja Siswa Siklus 2
Lampiran 8 : Kisi-Kisi dan Pedoman Penskoran
Lampiran 9 : Tes Hasil Belajar Siklus 1
Lampiran 10 : Tes Hasil Belajar Siklus 2
Lampiran 11 : Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Lampiran 12 : Lembar Observasi Aktivitas Guru
Lampiran 13 : Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran
Lampiran 14 : Lembar Angket Respon Siswa
Lampiran 15 : Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1 dan Siklus 2
Lampiran 16 : Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1
Lampiran 17 : Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2
Lampiran 18 : Data Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran
Siklus 1
xii

Lampiran 19 : Data Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran
Siklus 2
Lampiran 20 : Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus 1
Lampiran 21 : Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus 2
Lampiran 22 : Analisis Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus 1
Lampiran 23 : Analisis Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus 1
Lampiran 24 : Surat- Surat Penelitian & Berita Acara
Lampiran 25 : Foto Kegiatan Tindakan Kelas Siklus 1
Lampiran 26 : Foto Kegiatan Tindakan Kelas Siklus 2










xiii

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Ulangan Harian Matematika Siswa Kelas VII SMPN 1
Selong Tahun Pembelajaran 2013/2014......................................... 3
Tabel 2. Sintaks Model Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia ....... 26
Tabel 3. Pedoman Skor Standar Aktivitas Belajar Siswa ............................ 57
Tabel 4. Nilai Kemampuan Guru (NKG) .................................................... 59
Tabel 5. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru pada Siklus 1 ...... 65
Tabel 6. Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran pada
Siklus 1 ......................................................................................... 66
Table 7. Hasil Evaluasi dan Analisis Siklus 1 .............................................. 67
Table 8. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru pada Siklus 2 ...... 71
Tabel 9. Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran pada
Siklus 2 ........................................................................................ 72
Table 10. Hasil Evaluasi dan Analisis Siklus 2 ............................................. 73









xiv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Matematisasi Konseptual (Konsep De Lange, 1996) ................ 18
Gambar 2. Skema Penemuan dan Pengkonstruksian Konsep Van
Reeuwijk ............................................................................... 24
Gambar 3. Bagan Kerangka Pikir ............................................................ 48
Gambar 4. Bagan Siklus Penelitian .......................................................... 51
Gambar 5. Histogram Analisis Aktivitas Siswa dan Hasil Evaluasi Siklus
1 dan Siklus 2 ....................................................................... 77













1

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional,
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Peningkatan mutu pendidikan dewasa ini merupakan kebutuhan yang tidak
dapat ditunda-tunda lagi, sebab keberhasilan pembangunan suatu bangsa
ditentukan oleh adanya sumber daya manusia yang berkualitas yang hanya
dapat diwujudkan melalui pendidikan yang berkualitas pula, lebih-lebih
peningkatan mutu pendidikan di bidang ilmu matematika. Karena
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan
penting dalam dunia pendidikan. Sebagai bukti adalah pelajaran matematika
diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai
Perguruan Tinggi. Peranan matematika terhadap perkembangan sains dan
teknologi sangat dominan, bahkan bisa dikatakan bahwa tanpa matematika
sains dan teknologi tidak akan dapat berkembang.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut, standar
proses pendidikan memiliki peranan yang sangat penting. Dalam
implementasi standar proses pendidikan, guru merupakan
komponen yang sangat penting, sebab tercapai atau tidaknya suatu
2

pendidikan yang berkualitas dalam suatu negara salah satunya adalah karena
guru atau pendidik. Sehingga, untuk mencapai pendidikan yang berkualitas
tersebut, Seorang pendidik dituntut untuk menguasai metode karena dapat
membantu pendidik untuk mempermudah tugasnya dalam menyampaikan
matapelajaran tersebut. Dan yang terpenting, metode digunakan agar siswa
mampu berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini sangat
berhubungan dengan Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran
sekarang ini yaitu KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pendidik
dituntut untuk menerapakan tigaranah dalam pendidikan yaitu aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik dan juga guru diharapkan mampu melihat tingkat
kemampuan yang dimiliki oleh siswa, baik itu visual, auditorial maupun
kinestik.
Akan tetapi pada kenyataannya, masih banyak siswa yang mengalami
kesulitan dalam memahami konsep matematika disebabkan sifat abstrak dari
objek matematika. Hal ini terlihat dari ketika siswa diberikan permasalahan
yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
materi matematika, banyak siswa sulit untk menyelesaiakan permasalahan
tersebut. Akibatnya prestasi matematika siswa secara umum masih kurang
memuaskan.
Permasalahan tersebut juga terjadi di SMPN 1 Selong. Dari hasil
observasi, dokumentasi, dan wawancara penyusun dengan beberapa guru di
SMPN 1 Selong, dapat diambil kesimpulan sementara bahwa di SMPN 1
Selong mengalami permasalahan pembelajaran, khususnya mata pelajaran
3

matematika di kelas VII pada pokok bahasan perbandingan. Kondisi tersebut
tentu saja berpengaruh pada hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Selong.
Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian siswa kelas VII SMPN 1 Selong,
sebagai berikut :
Tabel 1.
Hasil Ulangan Harian Matematika Siswa Kelas VII SMPN 1 Selong
Tahun Pembelajaran 2013/2014

KELAS MEAN SMI IPK
VII-E 44 100 50
VII-F 50 100 44
VII-G 54 100 54

Dari data di atas, dapat ditafsirkan bahwa prestasi belajar siswa kelas
VII SMPN 1 Selong Tahun Pembelajaran 2013/2014 masih tergolong rendah,
karena indeks prestasi siswa masih berada pada interval 30 54. Indeks
prestasi menunjukkan persentase penguasaan kelas terhadap bahan yang kita
teskan. Indeks prestasi di atas adalah 50, 44, 54, maka ini berarti bahwa kelas
itu secara satu kesatuan menguasai 50%, 44%, 54% dari keseluruhan bahan
yang kita teskan. Makin tinggi indeks prestasi kelas maka makin banyak yang
dikuasai oleh para siswa tentang bahan-bahan yang kita teskan.
Hal tersebut disebabkan oleh siswa yang tidak bisa menyelesaikan
permasalahan yang diberikan oleh guru, dimana permasalahan tersebut
berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan masih dalam lingkup materi
perbandingan. Hal ini karena guru biasanya langsung memberikan rumus dan
diikuti contoh-contoh soal. Sementara siswa hanya mencatat tanpa
4

mengetahui manfaat dari apa yang dipelajari secara nyata dalam kehidupan
sehari-hari menyebabkan siswa masih menggunakan cara lama yaitu
menghafal konsep/rumus tanpa siswa tahu makna dari konsep tersebut.
Dimana kita ketahui bahwa rumus di turunkan dari konsep.
Permasalahan lainnya juga terlihat ketika siswa mengerti dengan
penjelasan serta contoh soal yang diberikan guru, namun ketika kembali ke
rumah dan ingin menyelesaikan soal-soal yang sedikit berbeda dengan contoh
sebelumnya, siswa kembali bingung bahkan lupa dengan penjelasan gurunya.
Apa yang dialami siswa ini menunjukkan bahwa siswa belum mempunyai
pengetahuan konseptual. Selain itu pendekatan pembelajaran matematika
yang digunakan oleh guru tidak mengarahkan siswa untuk memahami makna
dari konsep tersebut, melainkan hanya memberikan konsep yang sudah jadi
dalam bentuk rumus-rumus.
Melihat kondisi kegiatan belajar mengajar di atas, maka perlu adanya
inovasi pembelajaran matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan
guru kepada siswa. Berdasarkan pada standar isi pada permendiknas nomor
22 tahun 2006 (depdiknas, 2006 : 1) menyatakan,
bahwa dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya
dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual
problem).
Nampak jelas bahwa secara tersurat contextual problem (masalah
kontekstual) merupakan inti dari pembelajaran matematika. Pentingnya
masalah kontekstual ini didasarkan akan pentingnya paradigma pembelajaran
yang berpusat pada siswa. Pembelajaran ini hendaknya juga mengaitkan
5

pengalaman kehidupan nyata siswa dengan materi dan konsep matematika
Salah satu pendekatan yang pembelajarannya berpusat pada siswa adalah
pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dimana pendekatan
pembelajaran matematika ini berorientasi pada matematisasi pengalaman
sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan
matematika dalam kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah sehari-hari dapat
digunakan sebagai sumber untuk memunculkan konsep, algoritma, atau sifat-
sifat dalam matematika. J adi pembelajaran tidak dimulai dengan definisi,
teorema, dan diikuti contoh-contoh, tetapi siswa diajak untuk menemukan
kembali konsep atau rumus melalui masalah-masalah riil.
Berdasarkan uraian di atas maka dipandang perlu untuk melakukan
penelitian tentang Penerapan Pendekatan Pembelajaran Realistic
Mathematic Education (RME) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Matematika pada Materi Pokok Perbandingan di Kelas VII SMPN 1
Selong Tahun Pembelajaran 2013/2014
B. BATASAN MASALAH
a. Pembatasan objek penelitian
Pada penelitian ini, objek penelitiannya hanya dibataskan pada
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic Education
(RME) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada Materi
Pokok Perbandingan


6

b. Pembatasan subjek penelitian
Pada penelitian ini, subjek penelitiannya hanya dibataskan pada
Siswa Kelas VII SMPN 1 Selong Tahun Pembelajaran 2013/2014.

C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah Penerapan Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic
Education (RME) dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada
Materi Pokok Perbandingan di Kelas VII SMPN 1 Selong Tahun
Pembelajaran 2013/2014 ?
2. Apakah Penerapan Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic
Education (RME) dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika
pada Materi Pokok Perbandingan di Kelas VII SMPN 1 Selong Tahun
Pembelajaran 2013/2014 ?
D. TUJUUAN PENELITIAN
Adapun tujuan diadakan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII
SMPN 1 Selong melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran
Realistic Mathematic Education (RME) pada Materi Pokok
Perbandingan Tahun Pembelajaran 2013/2014.
2. Untuk mengetahui Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas VII
SMPN 1 Selong melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran
7

Realistic Mathematic Education (RME) pada Materi Pokok
Perbandingan Tahun Pembelajaran 2013/2014.
E. MANFAAT PENELITIAN
a. Manfaat teoritis
Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi
ilmiah tentang Penerapan Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic
Education (RME) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada
Materi Pokok Perbandingan.
b. Manfaat praktis
1. Bagi siswa
Diharapkan siswa lebih termotivasi dan bertambah minatnya dalam
mempelajari mata pelajaran matematika.
2. Bagi guru
Menambah pengetahuan guru tentang Pendekatan Pembelajaran
Realistic Mathematic Education (RME) sehingga dapat digunakan
sebagai alternative untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
3. Bagi sekolah
Hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi bagi peningkatan
prestasi belajar siswa melalui kurikulum.
F. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
1. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME)
Pembelajaran dikatakan menggunakan pendekatan RME (Realistic
Mathematic Education), jika dimulai dengan menggunkan masalah
8

kontekstual sebagai langkah awal, siswa mengorganisasikan masalah dan
mencoba mengidentifikasi, selanjutnya menyelesaikan masalah dengan
caranya sendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diumiliki.
2. Prestasi Belajar
Prestasi belajar pada dasarnya merupakan hasil dari suatu aktivitas
atau kegiatan yang mengakibatkan adanya perubahan pada diri
individu. Prestasi belajar itu sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang
menyenangkan, sehingga setiap orang akan mengusahakan untuk
mendapatkan prestasi ini. Dalam hal ini prestasi belajar dengan
menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education terlihat dari
aspek kognitif yaitu skor yang didapat oleh siswa ketika mengerjakan
tes yang diberikan oleh guru.
3. Aktivitas Belajar
Hakikat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi
dalam diri individu. Perubahan itu nantinya akan mempengaruhi pola
pikir individu dalam berbuat dan bertindak. Aktivitas belajar dengan
menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education terlihat dari
aspek psikomotor yaitu sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti
proses belajar seperti turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya,
terlibat dalam pemecahan masalah, bertanya kepada siswa atau guru
jika tidak memahami, dls.



9

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI
1. Hakekat Matematika
Matematika secara umum didefinisikan sebagai bidang ilmu yang
mempelajari pola dari struktur, perubahan, dan ruang; secara informal,
dapat pula disebut sebagai ilmu tentang bilangan dan angka. Dalam
pandangan formalis, matematika adalah penelaahan struktur abstrak
yang didefinisikan secara aksioma dengan menggunakan logika simbolik
dan notasi matematik. Kata matematika berasal dari kata po0ppo
(mathema) dalam bahasa yunani yang diartikan sebagai sains, ilmu
pengetahuan, atau belajar juga po0ppoo (mathematikos) yang
diartikan sebagai suka belajar. (Sumenda, 2010:24)
Adapun pengertian matematika menurut beberapa ahli sbb :
a. Menurut Jhonson dan Rising (1972), bahwa matematika adalah pola
piker, pola mengorganisasikan, pembuktian logis. Matematika adalah
bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat,
jelas dan akurat, representasinya dengan symbol dan padat, lebih berupa
symbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. (Erman Suherman,
2003:17)
b. Menurut Reys, dkk (1984), bahwa matematika adalah telaah tentang
pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni, suatu
bahasa, dan suatu alat. (Erman Suherman, 2003:17)
10

c. Menurut J ourdain Philip (2003),
mathematicians formulate new conjectures and establish truth
by rigorous deduction from appropriately chosen axioms and
defitinitions. Matematikawan merumuskan dugaan baru dan
membangun kebenaran dengan deduksi yang teliti dari aksioma
dan definisi yang dipilih secara tepat.
(Sumenda, 2010: 25)

d. Menurut Ronald Brown and Timothy Porter (2009),
The mathematician: mathematics is about the study of pattern
and structure, and the logical analysis and calculation with pattern
and structures. In our search for understanding of the world,
driven by the need for survival, and simply for the wish to know
what is there, and to make sense of it, we need a science of
structure, in th abstract, and a method of knowing what is true, and
what is interesting, for these structures. Thus mathematics in the
end underlies and is necessary for all these other subjects.
Matematikawan: matematika adalah studi tentang pola dan
struktur, dan analisis logis dan perhitungan dengan pola dan
struktur. Dalam pencarian kami untuk memahami dunia,
didorong oleh kebutuhan untuk bertahan hidup, dan hanya untuk
ingin tahu apa yang ada, dan untuk memahami itu, kita
membutuhkan ilmu tentang struktur, secara abstrak, dan metode
untuk mengetahui apa yang benar, dan apa yang menarik untuk
struktur ini. Dengan demikian matematika di akhirnya yang
mendasari dan diperlukan untuk semua mata pelajaran lainnya.
(Sumenda, 2010: 25)

e. Menurut Hudojo (2005) , matematika adalah suatu alat untuk
mengembangkan cara berpikir. (Irzani, 2010:4)
Menurut tinggih (dalam Hudojo, 2005) matematika tidak hanya
berhubungan dengan bilangan-bilangan serta operasi-operasinya,
melainkan juga unsure ruang sebagai sasarannya. Begle (dalam Hudojo,
2005) menyatakan bahwa sasaran atau obyek penelaahan matematika
adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip. Obyek penelaahan tersebut
menggunakan symbol-simbol yang kosong dari arti, dalam arti cirri ini
yang memungkinkan dapat memasuki wilayah bidang studi atau cabang
lain. (Irzani, 2010:2)
11

Matematika merupakan ilmu yang terstruktur yang menjadi
sumber bagi ilmu yang lain. Matematika juga dikenal sebagai ilmu
deduktif. Ini berarti proses pengerjaan matematika harus bersifat
deduktif. Matematika tidak menerima generalisasi berdasarkan
pengamatan (induktif), tetapi harus berdasarkan pembuktian deduktif.
Meskipun pada tahap-tahap permulaan seringkali kita memerlukan
contoh-contoh khusus, hal ini untuk membantu pemikiran. (Erman
Suherman, 2003 : 18)
Dari uraian di atas secara singkat dapatlah dikatakan bahwa
hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan
hubungan-hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis. J adi
matematika berkenaan dengan konsep-konsep abstrak. Suatu kebenaran
matematis dikembangkan berdasar alasan logis. Namun kerja matematis
terdiri dari observasi, menebak dan merasa, mengetes hipotesa, mencari
analogi, dan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, ini benar-
benar merupakan aktifitas mental.
2. Pembelajaran
Menurut UUSPN No. 20 tahun 2003, pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar sehingga mampu meningkatkan kemampuan berfikir
siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkostruksi
pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik
terhadap materi pelajaran. (Syaiful Sagala, 2008 : 62)
12

Menurut konsep komunikasi, pembelajaran adalah proses
komunikasi fungsional antara siswa dengan guru dan siswa dengan
siswa, dalam rangka perubahan sikap dan pola piker yang akan menjadi
kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. ( Erman Suherman, 2003 : 8)
Pembelajaran adalah usaha siswa mempelajari bahan pelajaran
sebagai akibat dari perlakuan guru. Proses pembelajaran yang dilakukan
siswa tidak mungkin terjadi tanpa perlakuan guru, yang membedakan
hanya terletak pada peranannya saja. (Wina Sanjaya, 2006 :104)
Menurut Degeng, pembelajaran atau pengajaran adalah upaya untuk
membelajarkan siswa. Istilah pembelajaran sendiri memiliki hakikat
perencanaan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. (Hamzah B.
Uno, 2006 :2)
Sementara itu, Tardif (1987) memberi arti bahwa pengajaran adalah
sebuah proses kependidikan yang sebelumya direncanakan dan
diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah
belajar. (Muhibbin Syah, 2010 :33)
Bruce Weil (1980) mengemukakan tiga prinsip penting dalam proses
pembelajaran, sebagai berikut :
a. Proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang
dapat membentuk atau mengubah struktur kognitif siswa.
b. Proses pembelajaran berhubungan dengan tipe-tipe pemgetahuan
yang harus dipelajari yaitu pengetahuan fisis, social, dan logika.
13

c. Proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan social.
(Wina Sanjaya, 2006 : 104 )
Dari definisi pembelajaran diatas, maka pembelajaran adalah suatu
proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru
sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau
murid.
3. Pembelajaran Matematika Sekolah
Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah,
yaitu matematika yang dijarkan di Pendidikan Dasar (SD dan SLTP) dan
Sekolah Menengah (SLTA dan SMK). Matematika sekolah terdiri atas
bagian-bagian matematika yang dipilih untuk menumbuhkembangkan
kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi serta berpandu pada
perkembangan IPTEK.
(Erman Suherman. 2003 : 56)
Dalam buku standar kompetensi matematika Depdiknas, secara
khusus disebutkan bahwa fungsi matematika adalah mengembangkan
kemampuan berhitung, mengukur, menurunkan rumus dan
menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan
sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan
statistika, kalkulus dan trigonometri. Metamatika juga berfungsi
mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui
model matematika, diagram, grafik, atau tabel.
(Irzani, 2007 : 8)
14

Matematika diajarkan di sekolah membawa misi yang sangat
penting, yaitu mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
Secara umum tujuan pendidikan matematika di sekolah dapat
digolongkan menjadi :
1. Tujuan yang bersifat formal, menekankan kepada menata penalaran
dan membentuk kepribadian siswa.
2. Tujuan yang bersifat material menekankan kepada kemampuan
memecahkan masalah dan menerapkan matematika.
Secara lebih terinci, tujuan pembelajaran matematika dipaparkan pada
buku standar kompetensi mata pelajaran matematika sebagai berikut:
1. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,
misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen,
menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi dan inkonsistensi.
2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi,
dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil,
rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.
3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan,
grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
http://p4tkmatematika.org/2011/10/peran-fungsi-tujuan-dan-
karakteristik-matematika-sekolah/


15

4. Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik
Pendidikan matematika realistic merupakan suatu pendekatan
dalam pembelajaran matematika di Institut Freudenthal. Sejak tahun
1971, institute Freudenthal mengembangkan suatu pendekatan teoritis
terhadap pembelajaran matematika yang dikenal dengan RME (Realistic
Mathematics Education). Kata realistik sering diartikan sebagai real-
world, yaitu dunia nyata. Banyak pihak menganggap bahwa pendidikan
matematika realistic adalah suatu pendekatan pembelajaran matematika
yang harus selalu menggunakan masalah sehari-hari. Penggunaan kata
realistik sebenarnya berasal dari bahasa Belanda zich realiseren
yang berarti untuk untuk dibayangkan atau to imagine (Van den
Heuvel-Panhuizen, 1998 ). Menurut Van den Heuvel-Panhuizen,
penggunaan kata realistik tersebut tidak sekedar menunjukkan adanya
suatu koneksi dengan dunia nyata tetapi lebih mengacu pada focus
pendidikan matematika realistic dalam menempatkan penekanan
penggunaan suatu situasi yang bisa dibayangkan. (Ariyadi Wijaya,
2011:20)
Realistic Mathematics Education (RME) menggabungkan
pandangan tentang apa itu matematika, bagaimana siswa belajar, dan
bagaimana matematika itu diajarkan. Menurut Freudental, pendidikan
harus mengarahkan siswa kepada penggunaan berbagai situasi dan
kesempatan untuk menemukan kembali matematika dengan cara mereka
sendiri.
16

Hans Freudenthal juga berpendapat bahwa matematika
merupakan aktivitas insane dimana siswa tidak dipandang sebagai
penerima pasif matematika yang sudah jadi. Siswa harus diberikan
kesempatan untuk menemukan kembali matematika dibawah bimbingan
orang dewasa (Gravemeijer, 1994). Proses penemuan kembali tersebut
harus dikembangkan melalui penjelajahan berbagai persoalan dunia
riil (de Lange, 1995). (Sutarto Hadi, 2005:19)
Pendidikan matematika Realisti (PMR) adalah pendidikan
matematika yang dilaksanakan dengan menempatkan realistas dan
pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah
realistic digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep
matematika atau pengetahuan matematika formal.
Oleh karena matematika realistic menggunakan masalah realistic
sebagai pangkal tolak pembelajaran, maka situasi masalah perlu
diusahakan benar-benar kontekstual atau sesuai dengan pengalaman
siswa, sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara-cara
informal melalui matematisasi horizontal. Cara-cara informal yang
ditunjukkan oleh siswa digunakan sebagai inspirasi pembetukan konsep
atau aspek matematikanya, kemudian ditingkatkan ke matematisasi
vertical. Melalui proses matematisasi horizontal-vertikal diharapkan
siswa dapat memahami atau menemukan konsep-konsep matematisasi
(pengetahuan matematika formal). (irzani, 2010:38)
17

Model skematis proses pengembangan koonsep-konsep dan ide-ide
matematika yang disebut matematis konseptual dapat dilih pada
gambar.1 dibawah ini :
Gambar 1.
Matematisasi Konseptual (Konsep De Lange, 1996)






Skema proses pembelajaran seperti digambarkan di atas
menunjukkan bahwa pembelajaran merupakan suatu sikus yang
menempatkan suatu proses sebagai salah satu poin utama. Artinya prose
lebih diutamakan dibandingkan produk yang dihasilkan.
(Sutarto Hadi, 2005:19)
a. Prinsip-prinsip Realistic Mathmatic Education (RME) atau PMR
Prinsip Realistic Mathematics Education (RME) menurut Van den
Heuvel-Panhuizen dalam Supinah (2009:75) adalah sebagai berikut :
Matematika dalam
Aplikasi
Matematisasi dan
Refleksi
Abstraksi dan
Formalisasi
Dunia Nyata
18

1) Prinsip Aktivitas, yaitu matematika adalah aktivitas manusia.
Siswa harus aktif baik secara mental maupun fisik dalam
pembelajaran matematika.
2) Prinsip Realistis, yaitu pembelajaran seyogyanya dimulai dengan
masalah-masalah yang realistic atau apat dibayangkan oleh siswa.
3) Prinsip Berjenjang, artinya dalam belajar matematika siswa
melewati berbagai jenjang pemahaman, yaitu dari mampu
menemukan solusi suatu masalah kontekstual atau realistic secara
informal, melalui skematisasi memperoleh pengetahun tentang
hal-hal yang mendasar sampai mampu menemukan solusi suatu
masalah matematis secara formal.
4) Prinsip Jalinan, artinya berbagai aspek atau topic dalam
matematika jangan dipandang dan dipelajari sebagai bagian-
bagian yang terpisah, tetapi terjalin satu sama lain sehingga siswa
dapat melihat hubungan antara materi-materi itu secara lebih baik.
5) Prinsip Interaksi, yaitu matematika dipandang sebagai aktivitas
social. Siswa perlu dan harus diberikan kesempatan
menyampaikan strateginya dalam menyelesaikan suatu masalah
kepada yang lain untuk ditanggapi, dan menyimak apa yang
ditemukn orang lain dan strateginya menemukan itu serta
menanggapinya.
19

6) Prinsip Bimbingan, yaitu siswa perlu diberi kesempatan untuk
menemukan (reinvention) pengetahuan matmatika secara
terbimbing. (PPPPTK Matematika, 2010:10)
b. Karakteristik Realistic Mathmatic Education (RME)
Treffers (1987) merumuskan lima karakteristik pendidikan
matematika realistic, yaitu :
1) Penggunaa Konteks
Titik awal pembelajaran sebaiknya nyata, sesuai dengan
pengalaman siswa. Sehingga nantinya siswa dapat melibatkan
dirinya dalam kegiatan belajar tersebut dan dunia nyata dapat
menjadi alat untuk pembentukan konsep.
2) Penggunaan Model untuk Matematisasi Progresif
Dikarenakan dimulai dengan suatu hal yang nyata dan dekat
dengan siswa, maka siswa dapat mengembangkan sendiri model
matematika. Dengan konstruksi model-model yang mereka
kembangkan dapat menambah pemahaman mereka terhadap
matematika.
3) Pemanfaatan Hasil Konstruksi Siswa
Pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan siswa dalam
berbagai aktivitas yang diharapkan memberikan kesempatan, atau
membantu siswa, untuk menciptakan dan menjelaskan model
simbolik dari kegiatan matematis informalnya.
4) Interaktivitas
20

Dalam pelaksanaan ketiga prinsip tersebut, siswa harus terlibat
secara interaktif, menjelaskan, dan memberikan alas an
pekerjaannya memecahkan masalah kontekstual (solusi yang
diperoleh), memahami pekerjaan (solusi) temannya, menjelaskan
dalam diskusi kelas sikapnya setuju atau tidak setuju dengan
solusi temannya, menanyakan alternative pemecahan masalah,
dan merefleksikan solusi-solusi itu. Interaksi antarsiswa, anatar
siswa-guru serta campur tangan, diskusi, kerjasama, evaluasi dan
negosiasi eksplisit adalah elemen-elemen esensial dalam proses
pembelajaran.
5) Keterkaitan
Struktur dan konsep-konsep matematis yang muncul dari
pemecahan masalah realistic itu mengarah ke intertwining
(pengaitan) antara bagian-bagian materi. Integrasi antar unit atau
bagian matematika yang menggabungkan aplikasi menyatakan
bahwa keseluruhannya saling berkaitan dan dapat dipergunakan
untuk memecahkan masalah di kehidupan nyata.
(Ariyadi Wijaya, 2011:21)
c. Langkah-langkah Pembelajaran PMR atau RME
Langkah- langkah dalam proses pembellajaran matematika
dengan menggunakan pendekatan PMR atau RME menuru amin
adalah sebagai berikut :
1) Mengkondisikan Siswa Untuk Belajar
21

Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengkondisikan
siswa untuk belajar. Pada langkah ini, guru menyampaikan
indikator pembelajaran yang akan dicapai, memotivasi siswa, dan
mempersiapkan kelengkapan belajar atau alat peraga yang
diperlukan dalam pembelajaran.
2) Mengajukan Masalah Kontekstual
Guru memulai pembelajaran dengan pengajuan masalah
kontekstual. Masalah kontekstual tersebut untuk pemicu
terjadinya penemuan kembali (reinvention) matematika oleh
siswa. Masalah kontekstual yang diajukan oleh guru hendaknya
mempunyai lebih dari satu jawaban yang mungkin masalh
tersebut juga member peluang untuk memunculkan berbagai
strategi pemecahan masalah. Karakteristik PMR atau RME yang
tergolong dalam angah ini adalah karekteristik pertama yaitu
menggunakan masalah kontekstual (The Use Of Content).
3) Membimbing Siswa Untuk Menyelesaikan Masalah Kontekstual
Siswa secara individu atau kelompok menyelesaikan
masalah realistic dengan cara mereka sendiri. Perbedaan dalam
menyelesaikan soal tidak dipermasalahkan. Denagan
menggunakan lembar kegiatan siswa mengerjakann soal. Guru
memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cara
mereka sendiri dengan memberikan pertanyaan, petunjuk dan
saran.
22

Semua prinsip PMR atau RME tergolong dalam langkah ini
adalah penemuan terbimbing dan matematisasi (guide
reinvention and progressive mathematizing), fenomena besifat
mendidik (didactical phenomenology) dan mengembangkan
model sendiri (self developed models), sedangkan karekteristik
PMR atau RME yang tergolong dalam langkah ini adalah
karakteristik kedua menggunakan model (the use of models).
4) Meminta Siswa Menyajikan Penyelesaian.
Siswa secara individu atau kelompok menyelesaikan
masalah kontekstual yang diajukan oleh guru dengan cara
mereka sendiri. Cara pemecahan masalah antara siswa satu
dengan yang lain diharapkan tidak sama, karena jawaban yang
berbeda lebih diutamakan. Guru memotivasi siswa untuk
menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri dengan
memberikan pertanyaaan penuntun untuk mengarahkan siswa
memperoleh penyelesaian soal. Misanya Bagaimana kamu
tahu?
5) Membandingkan Dan Mendiskusikan J awaban
Guru menyediakan waktu dan kesempatan pada siswa
untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban mereka
secara berkelompok, selanjutnya membandingkan dan
mendiskusikan pada diskusi kelas. Pada tahap ini, siswa dituntut
berani mengemukakan pendapatnya meskipun pendapat tersebut
23

berbeda dengan yang lainnya. Karakteristik PMR atau RME yang
tergolong dalam langkah ini adalah karekteristik ketiga yaitu
menggunakan konstribusi siswa (students contribution) dan
karekteristik keempat yaitu terdapat interaksi (interactivity)
antara siswa dengan siswa lainnya.
6) Menyimpulkan
Berdasarkan hasil diskusi kelas, guru mengarahkan dan
member kesempatan pada siswa untuk menarik kesimpulan
suatu konsep atau prosedur yang terkait dengan masalah
realistic yang diselesaikan. Karekteristik PMR atau RME yang
tergolong dalam langkah ini adalah adanya interaksi
(interactivity) antara siswa dengan guru (pembimbing).
Untuk memberikan gambaran tentang implementasi
pembelajaran Matematika Realistik (MR). Dalam pembelajaran,
sebelum siswa masuk pada sistem formal, terlebih dahulu siswa
dibawa ke situasi informal.
J adi, pembelajaran Matematika Realistik (MR) diawali
dengan fenomena, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan
kesempatan menemukan kembali dan mengkonstruksi konsep
sendiri. Setelah itu, diaplikasikan dalam masalah sehari-hari atau
dalam bidang lain.

24

Gambar 2.
Skema Penemuan dan Pengkonstruksian konsep Van
Reeuwijk








d. Sintaks Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia.
Sintaks dideskripsikan dalam urutan aktivitas-aktivitas disebut
fase; setiap model mempunyai alur fase berbeda (J oyce & Weil,
1992: 14). Sintaks model pembelajaran matematika realistik
Indonesia terdiri dari 5 (lima) fase/ langkah, yakni (1) memahami
masalah kontekstual, (2) mendeskripsikan masalah kontekstual, (3)
menyelesaikan masalah kontekstual, (4) membandingkan dan
mendiskusikan jawaban, dan (5) menyimpulkan. Adapun kegiatan
siswa dan guru dalam pembelajaran matematika realistik Indonesia
dapat dilihat pada Tabel.2 berikut.

MASALAH KONTEKTUAL
STRATEGI INFORMAL
KONSEP
FORMALISASI
Penguatan
Pengaplikasian
Interaksi dan aplikasi
Mematisasi konseptual
25

Tabel 2.
Sintaks Model Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia
Fase Kegiatan
Guru Siswa
1 2
Memberikan
masalah
kontekstual

a. Guru menyampaikan
kepada siswa tentang
materi pokok, standar
kompetensi, kompetensi
dasar, hasil belajar, dan
tujuan pembelajaran
b. Guru memotivasi siswa
dengan mengaitkan
materi yang akan
dipelajari dengan
kehidupan siswa sehari-
hari
c. Guru memberikan
masalah kontekstual
berkaitan dengan
permasalahan dalam
kehidupan sehari-hari di
lingkungan siswa, sesuai
dengan materi pelajaran
yang sedang dipelajari
siswa.
d. Guru memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk bertanya
e. Menggunakan masalah
kontekstual yang
diangkat sebagai
masalah awal dalam
pembelajaran dan
melakukan interaktivitas
a. Siswa mendengarkan
apa yang disampaikan
guru
b. Siswa menanyakan
tentang materi yang
berkaitan dengan
permasalahn
kehidupan sehari-hari
sehingga terjadi
interaktivitas dengan
guru.
10 menit
Mendiskripsi
kan masalah
kontekstual

a. Meminta siswa untuk
memahami masalah
tersebut.
b. Meminta siswa
mendeskripsikan
a. Siswa berusaha
memahami dan
mendeskripsikan
masalah kontekstual
5 menit
26

masalah kontekstual itu
dengan melakukan
refleksi, interpretasi,
atau mengemukakan
strategi pemecahan
masalah kontekstual
yang sesuai untuk
menyelesaikan masalah
tersebut.
Menyelesaik
an masalah
kontekstual

a. Guru memotivasi siswa
agar mampu
menyelesaikan masalah
tersebut dengan
memberikan pertanyaan-
pertanyaan penuntun
yang mengarahkan
siswa dalam
memperoleh
penyelesaian soal
tersebut.
b. Guru diharapkan tidak
perlu memberi tahu
penyelesaian soal atau
masalah tersebut,
sebelum siswa
memperoleh
penyelesaiannya sendiri.
Pada langkah ini
karakteristik PMRI yang
muncul adalah guided
re-invention/progressive
mathematizing dan self-
developed models.
a. Siswa secara
individual atau
kelompok, diminta
menyelesaikan
masalah kontekstual
pada Buku Siswa atau
pada LKS dengan
cara mereka sendiri.

30 menit
Membanding
kan dan
mendiskusik
an jawaban

a. Guru berkeliling dan
memberikan bantuan
terbatas kepada setiap
kelompok. Bantuan ini
dapat berupa penjelasan
secukupnya (tanpa
memberikan jawaban
terhadap masalah yang
sementara dihadapi
siswa), dapat pula
memberikan pertanyaan
a. Siswa
membandingkan dan
mendiskusikan
jawaban mereka
dalam kelompok kecil
dengan teman
sebangku
(berpasangan) atau
dalam kelompok
belajar yang
beranggotakan 4 atau
20 menit
27

yang merangsang
berpikir siswa dan
mengarahkan siswa
untuk lebih jelas melihat
masalah yang
sebenarnya atau
mengarahkan siswa
kepada pemecahan
masalah yang dihadapi.
b. Guru menentukan siswa
tertentu atau kelompok
tertentu untuk
mempresentasikan hasil
kerjanya.
.
c. Pada langkah ini
karakteristik PMRI yang
muncul adalah
penggunaan ide atau
kontribusi siswa, sebagai
upaya untuk
mengaktifkan siswa
melalui optimalisasi
interaksi antara, antara
guru dengan siswa

5 siswa.
Pada tahap ini
karakteristik PMRI
yang muncul adalah
terjadinya
interaktivitas, yakni
interaksi antara siswa
dengan siswa.
b. Siswa melaporkan
hasil penyelesaian
masalah atau hasil
dari aktivitas
kelompok.
c. Selanjutnya hasil dari
diskusi kelompok itu
dibandingkan pada
diskusi kelas yang
dipimpin oleh guru,
untuk memformalkan
konsep/definisi/prinsi
p matematika yang
ditemukan siswa.
Pada tahap ini dapat
digunakan siswa
sebagai ajang untuk
melatih keberanian
mengemukakan
pendapat, meskipun
berbeda dengan
teman lain atau
bahkan dengan
gurunya
d. Pada langkah ini
karakteristik PMRI
yang muncul adalah
penggunaan ide atau
kontribusi siswa,
sebagai upaya untuk
mengaktifkan siswa
melalui optimalisasi
interaksi antara siswa
dengan siswa dan
antara siswa dengan
28

sumber belajar.
Menarik
Kesimpu
lan

Guru mengarahkan
siswa untuk menarik
kesimpulan secara
formal tentang konsep,
definisi, teorema,
prinsip, cara atau
prosedur matematika
yang terkait dengan
masalah kontekstual/soal
yang baru diselesaikan.
Karakteristik PMRI
yang muncul pada
langkah ini adalah
interaktivitas atau
menggunakan interaksi
antara guru dengan
siswa.

Siswa menarik
kesimpulan dari hasil
diskusi dan presentasi
15 menit

e. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Matematika Realistik
Indonesia
Menurut Mustaqimah (Asmin, 2003: 11) terdapat beberapa
kelebihan dari pembelajaran matematika realistik Indonesia sebagai
berikut.
1) Memberikan suasana yang menyenangkan bagi siswa karena
menggunakan realitas kehidupan, sehingga siswa tidak cepat
bosan untuk belajar matematika.
2) Melatih kemampuan siswa untuk membangun sendiri
pengetahuannya sehingga siswa tidak cepat mudah lupa dengan
pengetahuannya
29

3) Melatih keberanian siswa karena harus menjelaskan jawabannya
4) Melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan
pendapat serta memupuk kerja sama dalam kelompok
5) Siswa merasa dihargai dan semakin terbuka karena setiap
jawaban siswa ada nilainya
6) Memberikan pendidikan budi pekerti kepada siswa, misalnya:
saling kerja sama dan menghormati teman yang sedang
berbicara.
Selanjutnya kelemahan pembelajaran matematika realistik
Indonesia menurut Mustaqimah (Asmin 2003: 11) sebagai berikut.
1) Siswa sudah terbiasa diberi informasi terlebih dahulu sehingga
siswa masih kesulitan dalam menemukan sendiri jawabannya.
2) Membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan situasi
pembelajaran saat itu.
3) Kesulitan mencari soal-soal yang memenuhi syarat-syarat
yang dituntut pembelajaran matematika realistik Indonesia dan
kesulitan mencermati proses berfikir siswa dalam melakukan
matematisasi horizontal dan vertikal, untuk dapat memberikan
bantuan seperlunya.
4) Guru merasa kesulitan dalam mengevaluasi dan memberikan
nilai karena belum ada pedoman penilaian khusus dalam
pembelajaran matematika realistik Indonesia.
30

f. Teori-teori Belajar yang Relevan dengan Pembelajaran
Matematika Realistik Indonesia
Teori-teori belajar yang releven dengan pembelajaran
matematika realistik Indonesia adalah teori Ausubel, Piaget, Bruner,
dan Vygotsky.
1) Teori Ausubel
Ausubel mengemukakan bahwa pentingnya pengulangan
sebelum belajar dimulai. Ia membedakan antara belajar
menemukan dengan belajar menerima. Pada belajar menerima
siswa hanya menerima, jadi tinggal menghapalnya, tetapi pada
belajar menemukan ditemukan oleh siswa, jadi tidak menerima
pelajaran begitu saja. Selain itu juga dapat membedakan antara
belajar menghafal dan belajar bermakna. Pada belajar menghafal,
siswa menghafal materi yang sudah diperolehnya, tetapi pada
belajar bermakna materi yang telah diperoleh itu dikembangkan
dengan keadaan lain sehingga belajarnya lebih dimengerti. Dengan
demikian, teori belajar Ausubel sejalan dengan prinsip ketiga
pembelajaran matematika realistik, yaitu self developed models.
(Erman Suherman, 2003: 32)
Dalam PMRI siswa dengan bimbingan guru, atau tanpa
bimbingan guru berusaha untuk menghubungkan informasi yang
telah dimilikinya dengan informasi baru yang akan dipelajarinya
dengan membangun model, sampai menemukan suatu konsep.
31

2) Teori Piaget
Menurut Piaget bahwa struktur kongnitif sebagai skemata,
yaitu kumpulan dari skema-skema. Seorang individu akan
menginagat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus
disebakan karena bekerjanya skema ini. Perkembangan skema ini
berlangsung terus menerus melalui adaptasi dengan
lingkungannya. Skemata tersebut membentuk pola penalaran
tertentu dalam pikiran anak. Makin baik kualitas skema ini, makin
baik pulalah pola penalaran anak tersebut. Proses terjadinya
adaptasi dan skemata yang telah terbentuk dengan stimulus baru
dilakukan dengan dua cara, yaitu asimilasi dan akomodasi.
Asimilasi adalah proses pengintegrasian secara langsung stimulus
baru kedalam skemata yang telah terbentuk. Sedangkan
Akomodasi adalah proses pengintegrasian stimulus baru ke dalam
skema yang telah terbentuk secara tidak langsung.
Implikasi dari teori Piaget dalam pembelajaran (Slavin, 1994:
45) sebagai berikut.
a) Memusatkan perhatian pada proses berpikir anak, bukan
sekedar pada hasilnya.
b) Menekankan pada pentingnya peran siswa dalam berinisiatif
sendiri dan keterlibatannya secara aktif dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran di kelas pengetahuan jadi tidak mendapat
32

penekanan melainkan anak didorong menemukan sendiri
melalui interaksi dengan lingkungannya.
c) Memaklumi adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan
perkembangan sehingga guru harus melakukan upaya khusus
untuk mengatur kegiatan kelas dalam bentuk individu-individu
atau kelompok-kelompok kecil.
(Erman Suherman, 2003: 36)
Berdasarkan teori Piaget, pembelajaran matematika realistik
cocok dalam kegiatan pembelajaran karena pembelajaran
matematika realistik menitikberatkan pada proses berpikir, bukan
pada hasil yang telah jadi. Selain itu, pembelajaran dengan
pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih
mengutamakan peran aktif siswa (inisiatif) dalam menemukan
jawaban dari soal-soal kontekstual yang diberikan guru dengan
menggunakan cara siswa sendiri dan siswa terdorong untuk
berperan aktif dalam pembelajaran.
3) Teori Bruner
Bruner menyatakan bahwa belajar setiap mata pelajaran
dapat diajarkan dengan efektif dalam bentuk yang jujur secara
intelektual kepada setiap anak di setiap tingkat perkembangannya.
Hal ini didasarkan atas penelitian J ean Piaget tentang
perkembangan intelektual anak. (Nini Subini, 2012:159)
33

Bruner, menggambarkan anak-anak berkembang melalui tiga
tahap perkembangan yaitu:
a) Enaktif, pada tahap ini anak di dalam belajarnya
menggunakan/ memanipulasi objek-objek secara langsung.
b) Ikonik, tahap ini menyatakan bahwa kegiatan anak-anak mulai
menyangkut mental yang merupakan gambaran dari objek-
objek.
c) Simbolik, pada tahap ini anak memanipulasi simbol-simbol
secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan objek-
objek.
(Erman Suherman, 2003: 44)
Sejalan dengan teori Bruner, pendekatan matematika realistik
cocok untuk kegiatan pembelajaran matematika karena dalam
karakteristik pembelajaran matematika realistik yang kedua
(penggunaan model) dijelaskan bahwa pada proses pembelajaran
matematika dimungkinkan siswa memanipulasi objek-objek yang
ada kaitannya dengan permasalahan kontekstual yang diberi guru.
Mulai tahap awal pemahaman masalah, sampai penyelesaian
masalah. Siswa menggunakan model dari situasi nyata, kemudian
meningkat ke arah abstrak menuju matematisasi vertikal dengan
memanipulasi simbol-simbol.


34

4) Teori Vygotsky
Vygotsky (Nur & Wikandari, 2000: 4), mengemukakan
adanya empat prinsip kunci dalam pembelajaran. Keempat prinsip
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
a) Penekanan pada hakekat sosiokultural pada pembelajaran (the
sociocultural of learning)
Prinsip pertama ini menurut Vygotsky, bahwa siswa
belajar melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman
sebaya yang lebih mampu. Pemecah masalah yang berhasil,
berbicara dengan dirinya sendiri mengenai langkah-langkah
pemecahan masalah yang sulit dalam kelompok kooperatif,
siswa lain dapat mendengarkan pembicaraan dalam hati ini
yang diucapkan dengan keras oleh pemecah masalah dan
belajar bagaimana jalan pikiran atau pendekatan yang
digunakan oleh pemecah masalah yang berhasil itu. J adi pada
dasarnya Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial
dengan orang lain dalam proses pembelajaran.
b) Wilayah perkembangan terdekat (zona of proximal
development)
Prinsip kedua ini menurut Vygotsky adalah daerah di
mana siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri, tetapi
dapat memecahkan masalah dengan baik dengan bimbingan
35

orang dewasa atau melalui kerja sama dengan teman sejawat
yang lebih mampu.( Merrilyn Goos, 2004: 262).
Selanjutnya Slavin (1994: 49), menyatakan bahwa Task
within the zona of proximal development are ones that a child
canot yet do alone but could do with the assistence of peers or
adults. That is the zona of proximal development describes task
that a child h'as not yet learned but is capable of learning a
given time. Tugas dalam zona perkembangan proksimal
adalah salah satu anak yang belum bisa melakukan sendiri
tetapi bisa dilakukan dengan pendampingan dari teman sebaya
atau orang dewasa. Itu adalah zona pembangunan proksimal
yang menggambarkan bahwa seorang anak belum belajar
namun mampu belajar pada waktu tertentu.

c) Pemagangan kognitif (cognitive apprenticeship)
Prinsip ketiga ini menurut Vygotsky, adalah suatu proses
dimana seorang siswa tahap demi tahap akan mencapai
keahlian dalam interaksinya dengan seorang ahli, baik dengan
seorang dewasa atau teman sebaya yang lebih tinggi
pengetahuannya.
d) Perancah (scaffolding)
Perancah (scaffolding), yang berarti pemberian sejumlah
besar bantuan kepada seorang anak selama tahap-tahap awal
pembelajaran, kemudian anak tersebut mengambil alih
tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia dapat
melakukannya sendiri. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk,
peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam langkah-
36

langkah pemecahan, memberikan contoh atau lainnya, yang
memungkinkan anak tumbuh mandiri.
Dari uraian di atas, terutama prinsip pertama, ketiga dan
keempat dari Vygotsky, sangat relevan dengan prinsip utama dan
karakteristik PMRI. Prinsip pertama dalam PMRI muncul pada
saat para siswa menyelesaikan masalah-masalah kontekstual secara
kelompok atau pada saat menegoisasikan penyelesaian masalah.
Pada saat itu terjadi interaksi sosial antara sesama siswa maupun
dengan guru.
Prinsip ketiga muncul dalam PMRI muncul apabila kelompok
belajar dibentuk secara kooperatif dengan memperhatikan adanya
hiterogenitas anggota kelompok ditinjau dari kemampuan
akademis, sehingga siswa yang pandai dapat membantu
menuntaskan belajar siswa yang kurang pandai.
Prinsip keempat muncul dalam PMRI pada saat: (1) guru
memberikan petunjuk terbatas untuk memahami masalah, (2) guru
memberikan petunjuk terbatas ketika siswa mengalami kesulitan
dalam menyelesaikan masalah, dan (3) ketika guru mengarahkan
siswa untuk menemukan konsep atau prinsip matematika.
5. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata
yaitu prestasi dan belajar. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan
yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun
37

kelompok. Menurut WJ S. Poerwadarmita berpendapat, bahwa prestasi
adalah hasil yang telah dicapai. Sedangkan menurut Masud Khasan
Abdul Qohar, prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil
pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan
keuletan kerja. (Syaiful Bahri Djamarah, 2012:20)
Dari beberapa pengertian prestasi yang dikemukakan di atas,
jelas terlihat berbeda namun memiliki inti yang sama yakni prestasi
adalah hasil yang dicapai dalam suatu kegiatan yang telah dikerjakan,
yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja
baik yang bersifat individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan
tertentu.
Sedangkan belajar menurut Cronbach bahwa learning is show
by a change behavior as a result of experience. belajar adalah
menunjukkan suatu perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

Hal ini juga telah dijelaskan oleh Drs. Slameto, bahwa belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
hasil penngalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan
lingkungan. (Syaiful Bahri Djamarah, 2012:22)
Dari pengertian belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu.
Adapun prestasi belajar yaitu hasil yang diperoleh berupa kesan-
kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil
dari aktivitas dalam belajar. (Syaiful Bahri Djamarah, 2012:24)
38

Menurut Ngalim Purwanto (1978) menyatakan prestasi belajar
adalah hasil-hasil belajar yang telah diberikan guru kepada murid-murid
atau dosen kepada mahasiswanya dalam jangka tertentu. Sedangkan
menurut Abu Ahmadi (1978) menyatakan prestasi belajar adalah hasil
yang dicapai dalam suatu usaha (belajar) untuk mengadakan perubahan
atau mencapai tujuan.(Sri Habsari, 2010:65)
Istilah Prestasi Belajar (Achievement) berbeda dengan hasil
belajar (Learning outcome). Prestasi belajar pada umumnya berkenaan
dengan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar meliputi aspek
pembentukan watak peserta didik. (Zainal Arifin, 2011:12)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan
bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha
(belajar) untuk mengadakan perubahan atau mencapai tujuan dalam
aspek pengetahuan.
Prestasi belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dalam
kehidupan karena mempunyai beberapa fungsi utama, antara lain :
a) Prestasi belajar sebagai indicator kualitas dan kuantitas
pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik.
b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
d) Prestasi belajar sebagai indicator intern dan ekstern dari suatu
institusi pendidikan.
e) Prestasi belajar dapat dijadikan indicator daya serap peserta didik.
39

(Zainal Arifin, 2011:12)
Prestasi belajar yang dicapai sesorang merupakan hasil interaksi
berbagai factor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor
internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu. Berikut
faktor-faktor dari prestasi belajar adalah :
Faktor Internal :
a. Factor jasmaniah (Fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun
yang diperoleh. Yang termasuk factor ini adalah penglihatan,
pendengaran, struktur tubuh, dsb.
b. Factor Fisiologis baik yang bersifa bawaan maupun yang
diperoleh terdiri atas :
Faktor Intelektif yang meliputi :
- Faktor Potensial yaitu kecerdasan dan bakat
- Factor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah
dimiliki.
Factor non-intelektif, yaitu usur-unsur kepribadian tertentu
seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi,
penyesuaian diri.
c. Factor kematangan fisik maupun psikis
Faktor Eksternal :
a. Faktor Sosial yang terdiri atas :
- Lingkungan Keluarga
- Lingkungan Sekolah
40

- Lingkungan masyarakat
- Lingkungan kelompok
b. Factor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi,
kesenian
c. Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar,
iklim
d. Factor lingkungan spiritual atau keamanan
(Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2008:138)

6. Aktivitas Belajar
Hakikat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi
dalam diri individu. Perubahan itu nantinya akan memengaruhi pola
piker individu dalam berbuat dan bertindak. Perubahan itu sebagai hasil
dari pengalaman individu dalam belajar. (Syaiful Bahri Djamarah,
2012:22)
Karena aktivitas belajar sangat banyak sekali macamnya maka para
ahli mengadakan klasifikasi atas macam-macam aktivitas tersebut.
Beberapa di antaranya adalah :
1. Paul D. Dierich membagi kegiatan belajar dalam 8 kelompok, ialah :
a. Kegiatan Visual
b. Kegiatan Lisan (Oral)
c. Kegiatan mendengarkan
d. Kegiatan menulis
41

e. Kegiatan menggambar
f. Kegiatan metric
g. Kegiatan mental
h. Kegiatan emosional
2. Getrude M. Whipple membagi kegiatan-kegiatan murid sbb :
a. Bekerja dengan alat-alat visual
b. Ekskursi dan Trip
c. Mempelajari masalah-masalah
d. Mengapresiasi literature
e. Ilustrasi dan konstruksi
f. Bekerja menyajikan informasi
g. Cek dan tes
Penggunaan asas aktivitas besar nilainya bagi pengajaran para
siswa, oleh karena :
1. Para siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami
sendiri.
2. Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa
secara integral.
3. Memupuk kerja sama yang harmonis di kalangan siswa.
4. Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri.
5. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi
demokratis.
42

6. Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan
antara orang tua dengan guru.
7. Pengajaran dilaksanakan secara realistis dan konkret sehingga
mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta
menghindarkan verbalistis.
8. Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam
kehidupan di masyarakat.
(Oemar Hamalik, 2012:172)

7. TINJAUAN MATERI PERBANDINGAN (RASIO)
a. Pengertian Perbandingan
Perbandingan adalah dua buah bilangan yang dibandingkan
satu sama lainnya. Perbandingan identik dengan pecahan. Sebagai
contoh, burung penguin memilik 2 kaki, sedangkan anjing
memiliki 4 kaki. Sehingga perbandingan jumlah kaki penguin
dengan anjing adalah 2 berbanding 4. Perbandingan tersebut dapat
ditulis dalam tiga bentuk, yaitu :
2 bcrbonJing 4 otou 2 4 otou
2
4

Bilangan pada urutan pertama dalam perbandingan harus
ditulis sebagai pembilang, bila perbandingan ditulis dalam bentuk
pecahan.
43

Perbandingan digunakan untuk membandingkan besaran
yang sejenis, jika belum sejenis maka terlebih dahulu diubah
menjadi besaran yang sejenis.
Untuk menyatakan suatu perbandingan, sebuah
perbandingan ditulis ke dalam bentuk yang paling sederhana.
Sebagai contoh, ada 10 bauah mur dan 4 buah baut, perbandingan
antara banyak mur dengan baut adalah 10 : 4, dengan membagi
kedua bilangan dengan FPB-nya, didapat bentuk sederhananya
yaitu 5 : 2.
b. Perbandingan Senilai
Apabila dua besaran selalu mempunyai rasio yang sama
dalam stiap keadaan, maka kedua besaran itu dikatakan berbanding
langsung atau terdapat perbandingan yang senilai. Kedua besaran
itu akan bertambah atau berkurang secara bersama pada setiap
perubahan.
Contoh :
Perhatikan table berikut !
Banyaknya Pensil 1 2 3 4 5
Harga Pensil (Rp) 500 1000 1500 2000 2500

Angkaangka pada table di atas dapat ditulis dalam
perbandingan :
1
4
=
500
2000
,
2
3
=
1000
1500
,
5
2
=
2500
1000
,Jon sctcrusnyo
44

Dalam kehidupan sehari-hari, perbandingan senilai sering
digunakan pada pembuatan peta atau denah, model suatu
bangunan, dll. Perbandingan antara sisi-sisi yang bersesuaian pada
peta atau model dengan bentuk sesungguhnya yang tetap besarnya
disebut skala. Adapun rumus dari skala adalah :
skolo =
]orok poJo pcto/ moJcl
]orok scbcnornyo

Contoh : diketahui skala 1 : 15.000.000. jarak antara kota A dan P
pada peta adalah 4,5 cm. berapakah jarak sebenarnya ?
J awab :
cm poJo pcto
km scbcnornyo
1
150
=
4,5
n

cm poJo pcto
km scbcnornyo

n =4,5 x 150=675
J adi, jarak sebenarnya dari kota A ke kota P adalah 675 km.
c. Perbandingan Berbalik Nilai
Apabila dua besaran selalu mempunyai hasil kali rasio
sama dengan satu dalam setiap keadaan, maka kedua besaran itu
memiliki perbandingan berbalik nilai. Adapun bentuk dari
perbandingan berbalik nilai adalah sbb :
Peubah Pertama Peubah Kedua
a C
b D

45

u
b
=
d
c
disebut sebagai perbandingan berbalik nilai dan dapat
ditulis sebagai : ac =bd.
d. Grafik Perbandingan Dua Besaran
Grafik Perbandingan Senilai
Perhatikan perbandingan senilai berikut ini .
x:y =o: b
Perbandingan senilai itu dapat pula ditulis sebagai :
oy =bx otou y =
b
o
x
Bentuk y =
b
u
x inilah yang jadi patokan untuk melukis
grafik perbandingan senilai. Grafiknya merupakan kumpulan
titik-titik yang terletak pada sebuah garis lurus yang melalui
titik pangkal O (0,0).
Grafik Perbandingan Berbalik Nilai
Misalkan x dan y adalah dua besaran yang berbanding
berbalik nilai, maka perbandingan itu dapat ditulis sebagai :
x
1
y
=k otou xy =k otou y =
k
x

Grafik dari dua besaran x dan y yang berbalik nilai dapat
dilukiskan sketsanya dengan menentukan pasangan berurutan x
dan y yang memenuhi y =
k
x
. Grafik tersebut berupa garis
lengkung yang disebut hiperbola.

46

B. PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah :
1. Dedi Santosa tahun 2011 dengan judul implementasi model
pembelajran Realistic Mathematics Education dalam meningkatkan
prestasi belajar matematika pada pokok bahasan persegi panjang dan
persegi siswa kelas VII-A SMPN 2 Moyo Hilir Tahun Pembelajaran
2011/2012. Dari hasil penelitian ini setelah melalui dua siklus,
presentase ketuntasan siswa sebesar 90 %. Sehingga terungkap bahwa
model pembelajaran Realistic Mathematics Education dapat
meningkatkan prestasi matematika pada pokok bahasan persegi panjang
dan persegi.
2. Dwi Lasati tahun 2009 dengan judul Efektivitas Pendekatan Realistic
Mathematics Education (RME) pada Pembelajaran Persamaan Garis
Lurus Siswa SMP Nasional KPS Balikpapan tahun 2009. Dari hasil
penelitian ini setelah melalui dua siklus, presentase ketuntasan siswa
sebesar 91,30 %. Sehingga pembelajaran matematika pada materi
pokok persamaan garis lurus dengan menggunakan pendekatan realistic
mathematics education (RME) dinyatakan efektif.
3. Humaidi tahun 2009 dengan judul Penerapan Realistic Mathematics
Education (RME) dalam Pembelajaran Bangun Ruang Prisma Dan
Limas Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas
VIII SMPN 5 Malang Tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pembelajaran bangun ruang prisma dan
47

limas menggunakan RME telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai tes dan ketuntasan klasikal pada
siklus II yaitu berturut-turut adalah 82,4 dan 81,1%. Respon siswa
terhadap pembelajaran bangun ruang prisma dan limas menggunakan
RME adalah positif. Siswa senang dan antusias belajar terutama dengan
adanya alat peraga peraga yang digunakan.
C. KERANGKA BERFIKIR
Dengan penerapan realistic mathematics Education pada
pembelajaran matematika untuk meningkatkan prestasi belajar metematika
pokok bahasan perbandingan dapat memberikan kesempatan kepada siswa
untuk terlibat langsung dan mengelola informasi sehingga siswa dapat saling
berinteraksi dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah
yang efektif. Dengan penerapan realistic mathematics education pada
pembelajaran matematika diharapkan agar siswa benar-benar aktif belajar
menemukan sendiri bahan yang dipelajarinya. Maka hasil yang diperoleh
akan bertahan dalam waktu yang lama dalam ingatan dan tidak mudah
dilupakan sehingga siswa dapat mencapai prestasi yang maksimal dalam
pelajaran matematika khususnya pokok bahasan perbandingan.





48

Gambar 3.
Bagan Kerangka Pikir














D. HIPOTESIS TINDAKAN
Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis tindakan dari penelitian ini adalah:
Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education pada Pembelajaran
Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas belajar
KBM
1) Banyak siswa mengalami kesulitan dalammemahami konsep-
konsep matematika yang bersifat abstrak.
2) Banyak siswa yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan
matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari
3) Banyak siswa yang cepat lupa dengan penjelasan mengenai
konsep- konsep yang telah dijelaskan
Pendekatan Realistic Mathematics
Education (RME)
Mata Pelajaran Matematika Pokok
Bahasan Perbandingan
Prestasi Belajar dan Aktivitas Belajar
Meningkatkan
49

matematika pada pokok bahasan perbandingan di kelas VII SMPN 1 Selong
tahun ajaran 2013/2014 .
















50

BAB III
METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN
J enis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian
Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Karena peneliti terlibat
langsung dari awal hingga akhir penelitian. Dimana penelitian ini merupakan
langkah yang tepat dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu
pendidikan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan
oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi
meningkat.
B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Selong tahun pelajaran
2013/2014 dengan pelaksanaan pada bulan agustus oktober 2013.
C. SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-E SMPN 1 Selong.
D. PROSEDUR PENELITIAN
Karena penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom
Action Research), maka prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah
prosedur penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus dimana tiap-tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan.
51

Dalam tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan : (1) perencanaan, (2)
pelaksanaan, (3) Observasi dan Evaluasi, dan (4) Refleksi. Secara lebih rinci
prosedur penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
Gambar 4.
Bagan Siklus Penelitian.



















PERENCANAAN
PELAKSANAAN
OBSERVASI &
EVALUASI
REFLEKSI
SIKLUS 1
PERENCANAAN
PERBAIKAN PERENCANAAN
PELAKSANAAN REFLEKSI
OBSERVASI &
EVALUASI
SIKLUS 2
Dilanjutkan ke Siklus
berikut??
52

1. Siklus pertama
a. Perencanaan
Pada tahap ini, kegiatan yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah:
Mensosialisasikan pengajaran dengan menggunakan penerapan
realistic mathematics education pada pembelajaran matematika
untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan
perbandingan pada siswa kelas VII SMPN 1 Selong Tahun
Pelajaran 2013/2014.
Menyusun atau menyiapkan skenario scenario pembelajaran
yang akan dilaksanakan dengan menggunaka pendekatan
realistic mathematics education pada pembelajaran matematika
untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan
perbandingan siswa kelas VII SMPN 1 Selong Tahun ajaran
2013/2014.
Menyusun lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa
selama pembelajaran berlangsung.
Menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS).
Menyusun tes hasil belajar dalam bentuk essay untuk
mengetahui hasil belajar siswa.
Membentuk kelompok belajar yang memiliki kemampuan
akademik yang bersifat heterogen dengan anggota 2-6 orang.


53

b. Pelaksanaan tindakan
Yang dilaksanakan pada tahap ini yaitu melaksanakan kegiatan
belajar mengajar dikels sesuai dengan rencana dan scenario
pembelajaran yang dibuat.
c. Observasi dan Evaluasi
Selama pelaksanaan tindakan pengamatan, yang dilakukan secara
kontinu setiap kali pembelajaran berlangsung dengan mengamati
aktivitas guru dan aktivitas siswa.
Evaluasi dilakukan dengan memberikan tes berupa essay yang
dikerjakan secara individu selama satu jam pelajaran (2 x 45 menit).
d. Refleksi
Refleksi dilakukan pada akhir siklus, pada tahap ini peneliti sebagai
pengajar bersama guru mengkaji hasil yang diperoleh dari pemberian
tindakan pada siklus pertama. Hal ini lakkan dengan melihat data hasil
evaluasi yang dicapai siswa pada siklus 1, jika refleksi menunjukkan
bahwa pada tindakan siklus 1 memperoleh hail yang tidak optimal yaitu
tidak mencapai ketuntasan belajar sebesar 85% dari siswa yang
memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu nilai 75, maka dilanjutkan ke
siklus berikutnya. Selain itu, hasil refleksi ini digunakan sebagai dasar
untuk memperbaiki serta menyempurnakan perencanaan dan
pelaksanaan tindakan pada siklus selanjutnya.


54

2. Siklus kedua
Pelaksanaan siklus kedua ini urutannya sama dengan pelaksanaan
pada siklus pertama, dan tindakan yang dilakukan pada siklus kedua ini
didasarkan pada hasil dari analisis tes pada siklus pertama sehingga dapat
dilihat perbedaan antara siklus pertama dan siklus kedua apakah ada
peningkatan pada penggunaan metode yang digunakan dalam
pembelajaran. Apabila pada siklus kedua belum ada peningkatan dan
belum mencapai ketuntasan yang ingin dicapai, maka tindakan akan
dilanjutkan pada siklus berikutnya.
E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN
a. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara :
Teknik Dokumentasi,
Teknik dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
mengumpulkan dokumen-dokumen penting berupa dokumen
pribadi siswa, dokumen resmi, rapor siswa, absensi, dll. Dimana
data ini dapat bermanfaat bagi peneliti untuk menguji, menafsirkan,
bahkan meramalkan jawaban sementara dari permasalahan
penelitian.
Teknik Observasi
Observasi merupakan pengamatan atau pengambilan data untuk
memotret seberapa jauh efek suatu tindakan telah mencapai sasaran.
55

Dalam melakukan observasi, seseorang dituntut untuk sebanyak-
banyaknya mengumpulkan informasi.
Teknik Evaluasi/Tes.
Teknik ini digunakan oleh peneliti untuk menguji subjek untuk
mendapatkan data tentang hasil belajar peserta didik, dengan
menggunakan soal essay berjumlah 10 soal.
b. Instrument Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
sebagai berikut:
- Buku guru
- Buku siswa
- Lembar Kerja Siswa (LKS)
- Tes yaitu memberikan soal kepada siswa dalam bentuk essay.
- Lembar observasi data aktivitas siswa yang diisi oleh guru yang
bertindak sebagai observer pada saat pelaksanaan pembelajaran di
kelas.
- Lembar observasi data aktivitas guru.
- Lembar respon siswa

F. TEKNIK ANALISIS DATA
1. Data aktivitas guru
Setiap indikator perilaku guru pada penelitian ini, penilainnya bisa
dilakukan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
56

A (Baik Sekali) : jika semua descriptor terpenuhi
B (Baik) : jika 2 deskriptor terpenuhi
C (Cukup) : jika 1deskriptor terpenuhi
D (Kurang) : jika tidak ada descriptor yang terpenuhi
Adapun descriptor yang dimaksud pada pedoman ini adalah:
- Kesiapan guru dalam memberikan pelajaran
- Interaksi guru dengan siswa
- Kemampuan membuka dan mengakhiri pelajaran
2. Data aktivitas siswa
Setiap indikator perilaku siswa pada penelitian ini, cara pemberian
skornya bisa dilakukan berdasarkan pedoman berikut:
- Skor 5 jika 81% - 100% deskriptor yang dimaksud terpenuhi.
- Skor 4 jika 61% - 80% deskriptor yang dimaksud terpenuhi.
- Skor 3 jika 41% - 60% deskriptor yang dimaksud terpenuhi.
- Skor 2 jika 21% - 40% deskriptor yang dimaksud terpenuhi.
- Skor 1 jika 0% - 20% deskriptor yang dimaksud terpenuhi.
Data hasil observasi aktivitas siswa dapat diolah dengan rumus:
n
x
A


Keterangan:
A =skor rata-rata aktivitas siswa
X =jumlah skor aktivitas belajar seluruhnya
n =banyaknya siswa
57

Untuk menilai kategori aktivitas siswa, ditentukan terlebih dahulu
Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi) dengan rumus sebagai
berikut:
Mi = (skor maks +skor min)
SDi =1/6 (skor maks skor min)
Tabel 3.
Pedoman skor standar aktivitas belajar siswa

INTERVAL NILAI KATEGORI
A Mi + 1,5 SDi A 4,75 Sangat aktif
Mi +0,5 SDi A Mi +1,5 SDi 4,58 A 4,75 Aktif
Mi - 0,5 SDi A Mi + 0,5 SDi 4,42 A 4,58 Cukup aktif
Mi - 1,5 SDi A Mi - 0,5 SDi 4,25 A 4,42 Kurang aktif
A Mi - 1,5 SDi A 4,25 Sangat kurang
aktif

3. Data tes hasil belajar
Setelah memperoleh data tes hasil belajar, maka data tersebut
dianalisa dengan mencari ketuntasan belajar dan daya serap, kemudian
dianalisa secara kuantitatif.
a. Ketuntasan individu
Setiap siswa dikatakan tuntas dalam proses belajar mengajar
apabila memperoleh nilai 75. Nilai ketuntasan ini sesuai dengan
kriteria ketuntasan belajar siswa kelas VII pada SMPN 1 Selong.
58


b. Ketuntasan klasikal
Data tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis
ketuntasan hasil belajar secara klasikal minimal 85% dari jumlah siswa
yang memperoleh nilai 75. Dengan rumus ketuntasan klasikal sbb:
KK =
No
n
x 100%

Dimana :
KK =ketuntasan klasikal
Na =jumlah siswa yang memperoleh nilai 75
n =jumlah seluruh siswa
Ketuntasan belajar klasikal tercapai jika 85% siswa memperoleh
nilai 75 pada saat evaluasi tiap-tiap siklus.
4. Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran
Data hasil penilaian kemampuan guru mengelola pembelajaran
dengan menerapkan model pembelajaran Matematika Realistik
Indonesia dianalisis dengan mencari nilai kategori dari beberapa aspek
penilaian yang diberikan pengamat untuk empat RPP. Kegiatan yang
dilakukan untuk menganalisis data penilaian kemampuan guru
mengelola pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Melakukan rekapitulasi hasil penilaian yang diberikan observer
ke dalam tabel untuk empat kali pertemuan.
b. Menghitung rata-rata untuk setiap aspek penilaian
59

c. Menentukan kategori untuk setiap aspek penilaian dengan cara
merujuk nilai rata-rata setiap aspek pada nilai kemampuan guru
mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran matematika
realistik Indonesia sebagai berikut.
Adapun pendeskripsian skor rata-rata kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran ditetapkan dengan mengadaptasi interval
nilai pada Tabel.4 yaitu :
Tabel 4.
Nilai Kemampuan Guru (NKG)

Interval Nilai Kategori
NKG >4,21 A Sangat baik
3,40 <NKG <4,21 B Baik
2,60 <NKG <3,40 C Cukup baik
1,79 <NKG <2,60 D Kurang baik
NKG <1,79 E Tidak baik

Berdasarkan Tabel.4 di atas, Kemampuan guru mengelola
pembelajaran dikatakan efektif jika rata-rata skor tiap aspek Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berada pada kategori Cukup. Apabila
tingkat kemampuan guru di bawah cukup, maka peneliti melakukan
peninjauan dan merevisi model pembelajaran dan perangkat
pembelajaran serta memberikan masukan kepada guru untuk
meningkatkan penguasaan dan keterampilan mengajar terutama pada
aspek yang belum dikuasai.
60

5. Analisis Respons Siswa
Data yang diperoleh dari pemberian angket ditampilkan dalam
bentuk tabel, selanjutnya dicari rerata untuk masing-masing aspek
yang ditanyakan, dengan cara sebagai berikut :
P =
H
I
100%
Keterangan:
P =Persentasi pilihan siswa
M =Frekuensi pilihan siswa
T =Total siswa yang mengisi angket

Respons siswa dikatakan positif bila 80% siswa menyatakan
merasa senang, baru, berminat, tertarik, mengerti, jelas terhadap
komponen dan kegiatan pembelajaran. Sedangkan respons negatif
bermakna sebaliknya.
G. INDIKATOR KEBERHASILAN
Adapun yang menjadi indikator keberhasilan penelitian ini adalah
pencapaian ketuntasan belajar dan aktivitas belajar siswa dengan ketentuan
sebagai berikut:
1. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari ketuntasan belajar mencapai
ketuntasan klasikal yaitu jika 85% siswa mendapat nilai 75 pada saat
evaluasi.
2. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari aktivitas belajar siswa minimal
berkategori aktif dalam proses pembelajaran dengan pendekatan
Realistic Mathematics Education (RME), yakni apabila aktivitas belajar
siswa berada pada interval Mi +0,5 SDi A Mi + 1,5 SDi.
61

3. Kemampuan guru mengelola pembelajaran mencapai kriteria minimal
cukup
4. Minimal 80% siswa dari banyak subjek yang diteliti (untuk setiap uji coba)
memberikan respons yang positif terhadap komponen kegiatan
pembelajaran.


















62

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN
Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang bertujuan untuk
meningkatkan prestasi serta aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan
Perbandingan pada kelas VII SMPN 1 Selong yang terdiri dari 14 siswa
dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME).
Pada bagian ini akan diuraikan analisis data yang diperoleh dari
hasil pelaksanaan tindakan siklus pertama dan kedua.
1. Siklus Pertama
Setelah menyampaikan materi pokok bahasan Perbandingan
dengan menggunakan metode Realistic Mathematic Education (RME)
dan kemudian diadakan evaluasi, maka pada silkus pertama ini
diperoleh data sebagai berikut :
a. Perencanaan
Pada tahap ini sudah dibuat skenario pembelajaran (lampiran
1) yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa sehingga proses
pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar dengan harapan
materi pokok bahasan Perbandingan mudah dipahami. Dalam
perencanaan ini juga dibuat Buku Siswa, Buku Guru, Lembar Kerja
63

Siswa, Soal instrumen (lampiran 3), lembar observasi (lampiran 6)
serta menyiapkan alat-alat bantu dalam proses pembelajaran.
b. Pelaksanaan Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan, untuk siklus 1 dilakukan
sebanyak 3 kali pertemuan dengan menerapkan proses
pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah
dibuat. Pada pelaksanaan awal, guru melaksanakan kegiatan belajar
mengajar (KBM) dengan menerapkan metode Realistic Mathematic
Education (RME) sesuai dengan rencana yang dituangkan dalam
skenario pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan
aktifitas belajar siswa, dapat diketahui melalui hasil observasi
terhadap prilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dan
dicatat dengan menggunakan lembar observasi oleh observer.
Untuk mengetahui denah aman siswa atau kemampuan siswa
menyerap pelajaran, maka setelah proses belajar mengajar
dilakukan, guru memberikan siswa soal yang sudah didesain.
Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru
dilakukan dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan
kehidupan sehari-hari dan membentuk kelompok belajar supaya
siswa dapat bekerjasama, berdiskusi dengan siswa untuk
menyelesaikan permasalahan. Di dalam kerja kelompok guru
berupaya untuk membimbing siswa dalam belajar dan mengerjakan
tugas bagi kelompok yang memiliki permasalahan.
64

c. Observasi
Pada kegiatan pembelajaran siklus I, guru melaksanakan
proses belajar mengajar sesuai dengan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam proses
pembelajaran, guru bidang studi bertindak sebagai observer yang
mengisi lembar observasi untuk melihat sejauh mana pembelajaran
berlangsung di dalam kelas.
Dari hasil observasi menunjukkan bahwa guru dan siswa
telah bertindak sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah
direncanakan, meskipun terdapat kekurangan-kekurangan.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap hasil
observasi aktivitas belajar siswa maka diperoleh skor rata-rata
sebesar 4,71. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah
ditentukan, nilai tersebut berada pada interval Mi +0,5 Sdi A <
Mi +1,5 Sdi atau setelah nilai Mi dan Sdi dimasukkan diperoleh
interval 4,58 A < 4,75 dengan kategori Aktif. Sedangkan
keaktifan guru dalam proses pembelajaran sudah sangat aktif,
terlihat dari hasil observasi dimana skor rata-rata aktifitas guru
adalah 5. Yakni berada pada interval A 3, 75. Hasil aktivitas
belajar siswa dan guru secara lengkap dapat dilihat pada tabel.5
di bawah ini :


65

Tabel 5.
Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru pada
Siklus 1

Selain aktivitas guru dan siswa dilakukan juga observasi
terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
matematika realistik selama siklus 1. Adapun hasil observasi
menunjukkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
sudah baik. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang tampak pada
tabel.6 di bawah ini :
Tabel 6.
Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola
Pembelajaran pada Siklus 1

66

Dari tabel.6 di atas, terlihat bahwa kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran matematika realistik berada pada interval
3,40 <NKG <4,21 yakni pada kategori baik.
d. Evaluasi
Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 setelah dianalisis
diperoleh data sebagai berikut :
1) Skor tertinggi adalah 100 dan skor terendah adalah 34
2) J umlah siswa yang telah tuntas belajar 7 orang atau 50 %
3) J umlah siswa yang belum tuntas belajar 7 orang atau 50 %
Untuk lebih jelasnya terlihat pada tabel.7 berikut :
Tabel 7.
Hasil Evaluasi dan Analisis Siklus I

Dari tabel.7 di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata
prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 67,36 dengan prosentase
ketuntasan klasikal sebesar 50%. Dan untuk mengetahui meningkat
atau tidaknya nilai rata-rata prestasi belajar siswa maka dilanjutkan
pada siklus II (data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 8).


67

e. Refleksi
Dari hasil yang diperoleh pada siklus I, terdapat beberapa
kekurangan-kekurangan yang tentunya akan diperbaiki pada
pelaksanaan siklus II.
Adapun kekurangan-kekurangan pada siklus 1 tersebut
adalah :
a. Guru
1) Bimbingan secara individual masih kurang.
2) Pengaturan waktu yang masih kurang efektif.
3) Kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk
menemukan sendiri jawabannya
4) Guru relatif memberikan contoh-contoh yang kurang dan
kurang bervariasi.
b. Siswa
1) Kurang siap menerima pelajaran
2) Beberapa siswa masih malu menyampaikan pendapat.
3) Sering melupakan materi sebelumnya.
2. Siklus Kedua
Pada siklus II proses belajar mengajar diawali dengan melihat
kesiapan siswa dalam menerima pelajaran, kemudian dilanjutkan
dengan memberi motivasi serta menjelaskan garis-garis besar materi
yang akan dibahas. Pada siklus II ini diperoleh data sebagai berikut :
68

1. Perencanaan
Pada siklus II ini dibuat skenario pembelajaran dengan
memperhatikan kekurangan-kekurangan pada siklus I, yaitu
dengan melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan
persoalan-persoalan pada siklus I tersebut, seperti :
1) Mengatur waktu seefektif mungkin agar tujuan
pembelajaran tercapai.
2) Memberikan contoh-contoh yang lebih banyak dan lebih
bervariasi
3) Memberikan bimbingan individu pada siswa yang belum
tuntas belajar.
4) Guru lebih memberi motivasi sehingga siswa lebih aktif
menemukan sendiri.
2. Pelaksanaan tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II ini tidak jauh
berbeda dengan siklus I, yaitu melaksanakan KBM, mendata
aktifitas belajar siswa serta memberi soal evaluasi pada akhir
pelajaran dan yang membedakannya hanyalah pada siklus II ini
guru lebih menyempurnakan skenario pembelajaran dengan
memperhatikan kekurangan-kekurangan pada siklus I.
Langkah-langkah perbaikan tersebut antara lain :
69

a. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan
sendiri jawabanya.
b. Memberikan contoh-contoh yang lebih banyak dan lebih
bervariasi
c. Memberikan bimbingan individu pada siswa yang belum
tuntas belajar .
Dari langkah-langkah perbaikan di atas maka dapat
dilaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
metode realistic mathematic education.
1. Presentasi Kelas
Pelaksanaan pembelajaran siklus II pertemuan 1 diawali
dengan mengucapkan salam kepada siswa dan mengabsen
siswa. Guru mencoba untuk memberikan motivasi dan tujuan
pembelajaran kepada siswa serta mengajak siswa masuk ke
dalam kehidupan nyata tentang materi yang akan dipelajari.
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar dan
kemudian guru menjelaskan langkah-langkah yang akan
dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Pada saat
yang sama guru mulai membagikan LKS kepada setiap
kelompok dan meminta siswa untuk mendiskusikan
permaslahan yang ada dalam LKS.

70

kelompok dan meminta siswa untuk mendiskusikan
permaslahan yang ada dalam LKS.
2. Kerja Kelompok
Setelah guru meminta siswa untuk mendiskusikan
permaslahan yang ada dalam LKS. Siswa mendiskusikan
permasalahan tersebut dalam masing-masing kelompoknya
dengan tenang dan bekerja sama serta berdiskusi dengan
sesama anggotanya. Guru berkeliling melihat keadaan siswa
dan bertindak sebagai fasilitator. Guru membimbing
kelompok yang masih kesulitan dalam menyelesaikan
permasalahn yang ada di dalam LKS, tetapi guru tidak secara
langsung memberikan jawabannya. Setelah siswa selesai
menyelesaikan permasalahan, guru meminta kepada seorang
siswa utusan tiap-tiap kelompok untuk maju ke papan tulis
untuk mempresentasikan hasil yang telah didiskusikan
dengan teman sesama anggotanya.
Setelah beberapa kelompok yang mempunyai kesempatan
telah mempresentasikan hasil diskusinya, guru meminta
beberapa siswa untuk menyimpulkan permasalahan tersebut.
Setelah itu guru bertugas untuk membenarkan atau
meluruskan jawaban. Tahap akhir, guru memberikan soal
latihan yang diselesaikan secara individu.
71

3. Observasi
Berdasarkan hasil observasi pada siklus II menunjukkan
bahwa guru dan siswa telah bertindak sesuai dengan skenario
pembelajaran yang sudah direncanakan. Kekurangan-kekurangan
pada siklus I relatif telah teratasi.
Setelah dilakukan analisis terhadap hasil observasi aktivitas
belajar siswa maka diperoleh skor rata-rata aktivitas siswa sebesar
4,71. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah ditentukan,
nilai tersebut berada pada interval Mi +0,5 Sdi <AMi + 1,5 Sdi.
Atau setelah dimasukkan nilai Mi dan Sdi, intervalnya berada
pada 4,58 A < 4,75 dengan kategori Aktif. Sedangkan keaktifan
guru dalam proses pembelajaran sudah sangat aktif, terlihat dari
hasil observasi dimana skor rata-rata aktifitas guru adalah 5.
Yakni berada pada interval A 3, 75. Hasil aktivitas belajar siswa
dan guru secara lengkap dapat dilihat pada tabel.8 di bawah ini :
Tabel 8.
Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru pada
Siklus 2

Selain aktivitas guru dan siswa dilakukan juga observasi
terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
matematika realistik selama siklus 2. Adapun hasil observasi
72

menunjukkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
sudah baik. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang tampak pada
tabel.9 di bawah ini :
Tabel 9.
Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola
Pembelajaran pada Siklus 2

Dari tabel.9 di atas, terlihat bahwa kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran matematika realistik berada pada interval
3,40 <NKG <4,21 yakni pada kategori baik.
4. Evaluasi
Setelah diadakan perbaikan pada proses pembelajaran siklus
II ini, dari hasil evaluasi setelah dianalisis menunjukkan
peningkatan prestasi belajar siswa yang signifikan, :
a. Skor tertinggi adalah 100 dan skor terendah adalah 75.
b. J umlah siswa yang sudah tuntas belajar adalah 14 orang
c. J umlah siswa yang belum tuntas belajar adalah 0 orang
73

d. Berdasarkan data itu siswa yang sudah mendapat nilai 75 ke
atas adalah 100%
e. Berarti hasil itu lebih besar dari standar ketuntasan belajar
yaitu 85%.
Untuk lebih jelasnya terlihat pada tabel.10 berikut :
Tabel 10.
Hasil Evaluasi dan Analisis Siklus II

Dari tabel.10 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata prestasi
belajar siswa pada siklus II adalah 91,96 dengan prosentase
ketuntasan sebesar 100%. Ini berarti bahwa terjadi peningkatan
nilai rata-rata prestasi belajar siswa dibandingkan dengan siklus I
(hasil selengkapnya pada lampiran 21).
5. Refleksi
Berdasarkan hasil analisis data pada siklus II ini terlihat
bahwa jumlah siswa yang telah tuntas belajar adalah 14 dari 14
orang. Berarti bahwa prosentase ketuntasan belajar secara klasikal
adalah 100 % dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar adalah
0 orang, berarti yang belum tuntas belajar adalah 0% dengan nilai
tertinggi 100 dan terendah 75.
74

Dari tindakan siklus II hasil yang diperoleh sudah melebihi
target yang ditetapkan yaitu 85 % secara klasikal. Dengan
demikian tindakan pembelajaran siklus berikutnya tidak perlu
dilakukan karena presentase ketuntasan belajar sudah tercapai.
B. Pembahasan
1. Aktivitas Siswa dan Hasil Evaluasi Siklus 1 dan Siklus 2
Berdasarkan data hasil observasi, antara aktivitas siswa dan
aktivitas guru, tampak hal yang singkron karena dapat terlihat dari hasil
analisis data observasi pada siklus 1 didapatkan aktivitas siswa sudah
berada pada kategori aktif dan aktivitas guru sudah berada pada kategori
sangat aktif.
Namun, pada siklus 1, hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan
hasil yang kurang memuaskan karena belum bisa mencapai hasil yang
diharapkan. Nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 67,36. J umlah siswa
yang memperoleh nilai 75 dan di atas 75 hanya 7 siswa dari 14 siswa.
Dengan demikian ketuntasan klasikalnya adalah 50%.. Hal ini masih jauh
dari target ketuntasan kurikulum yaitu ketuntasan klasikal 85%. Hal ini
karena disebabkan oleh beberapa faktor, satu diantaranya karena siswa
masih belum terbiasa dengan pendekatan realistik yang dimana siswa
menemukan sendiri konsep matematika melalui kerja kelompok dan
bimbingan guru.
Pada siklus 1 ini masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan
diantaranya :
75

a. Guru
1) Bimbingan secara individual masih kurang.
2) Pengaturan waktu yang masih kurang efektif.
3) Kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan
sendiri jawabannya
4) Guru relatif memberikan contoh-contoh yang kurang dan kurang
bervariasi.
b. Siswa
1) Kurang siap menerima pelajaran
2) Beberapa siswa masih malu menyampaikan pendapat.
3) Sering melupakan materi sebelumnya.
Untuk lebih mengoptimalkan proses pembelajaran, maka peneliti
melakukan perbaikan-perbaikan yang kemudian diterapkan pada siklus 2.
Perbaikan-perbaikan tersebut anatara lain :
a. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan sendiri
jawabanya.
b. Memberikan contoh-contoh yang lebih banyak dan lebih bervariasi
c. Memberikan bimbingan individu pada siswa yang belum tuntas
belajar .
Setelah dilakukan perbaikan-perbaikan pada siklus 1, kemudian
peneliti kembali mengambil data hasil belajar dan aktivitas siswa dan
guru. Setelah itu data yang didapat kemudian dianalisis, sehingga
diperoleh data hasil observasi. Antara aktivitas siswa dan aktivitas guru,
76

masih tampak hal yang singkron karena dapat terlihat dari hasil analisis
data observasi pada siklus 2 didapatkan aktivitas siswa tetap berada pada
kategori aktif dan aktivitas guru juga tetap berada pada kategori sangat
aktif.
Pada siklus 2 ini, hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan
adannya peningkatan hasil yang sangat memuaskan karena hasil yang di
dapat jauh di atas hasil yang diharapkan. Nilai rata-rata kelas yang
dicapai adalah 91,96. Semua siswa yang mengikuti pembelajaran berhasil
mendapatkan nilai 75 dan nilai di atas 75 yang berarti semua siswa
berhasil lulus dalam evaluasi pembelajaran. Dengan demikian ketuntasan
klasikalnya adalah 100%. Hal ini sudah mencapai target ketuntasan
kurikulum yaitu ketuntasan klasikal 85%.
Dari uraian di atas, terlihat bahwa hasil belajar siswa pada siklus 1
dan siklus 2 mengalami peningkatan. Sedangkan aktivitas belajar siswa
tidak mengalami peningkatan namun sejak siklus 1 sampai siklus 2,
aktivitas siswa sudah mencapai target yaitu sudah berada pada kategori
aktif.
Selain hasil belajar dan aktivias siswa dan guru, evaluasi
kemampuan guru mengelola pembelajaran juga mendapat perhatian pada
penelitian ini. Untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik, maka dilakukan
pengamatan sebanyak 2 kali pengamatan ditiap-tiap siklus. Untuk
memperoleh data digunakan angket kemampuan guru mengelola
77
pembelajaran (lampiran 13). Dari hasil pengamatan kemampuan guru
mengelola pembelajaran, didapat rata-rata kategori tingkat pencapaian IO
(Intended Operational) adalah baik. Maka tidak perlu dilakukan revisi
dan dinyatakan kegiatan pembelajaran terlaksana dengan pendekatan
realistik.
Untuk lebih jelasnya, hasil dari analisis Aktivitas Siswa dan Hasil
Evaluasi Siklus 1 dan Siklus 2 dapat dilihat dalam histogram di bawah ini
:
Gambar 5.
Histogram Analisis Aktivitas Siswa dan Hasil Evaluasi Siklus 1 dan
Siklus 2

2. Hasil dan Analisis Respon Siswa
Untuk mengetahui tentang respon siswa terhadap kegiatan
pembelajaran Model Matematika Realistik Indonesia (PMRI), maka
dilakukan pengamatan selama 6 kali pertemuan pada pokok bahasan
Perbandingan siswa kelas VII SMPN 1 Selong dengan menggunakan
0
20
40
60
80
100
SIKLUS 1 SIKLUS 2
67.36
91.96
4.71 4.71 5 5
3.72 3.72
NILAI RATA-RATA EVALUASI SISWA SKOR RATA-RATA AKTIVITAS SISWA
SKOR RATA-RATA AKTIVITAS GURU NILAI KEMAMPUAN GURU
78

instrumen angket respon siswa. Data yang diperoleh dari angket respon
siswa terhadap pembelajaran matematika realistik indonesia
menunjukkan respon yang positif, hal ini dapat dilihat pada tabel respon
siswa.
Semua ini tidak terlepas dari karakteristik siswa kelas VII SMPN 1
Selong yang memiliki kemampuan di atas rata-rata serta aktif dan
antusias dalam belajar. Dengan demikian optimalisasi pembelajaran
dengan pendekatan realistik dapat dikatakan berhasil dan penelitian
tindakan kelas ini dapat dihentikan.














79

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Penerapan Realistic Matematics Education (RME) dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Perbandingan kelas VII
SMPN 1 Selong tahun pembelajaran 2013/2014. Hal ini terlihat dari
meningkatnya ketuntasan klasikal yang dimana pada siklus 1 ketuntasan
klasikalnya 50% dengan rata-rata 67,36 dan kemudian naik pada siklus 2
dengan ketuntasan klasikal 100% dan nilai rata-rata 91,96.
2. Penerapan Realistic Matematics Education (RME) dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan Perbandingan kelas VII
SMPN 1 Selong tahun pembelajaran 2013/2014. Hal ini terlihat dari skor
rata-rata aktivitas siswa yaitu 4,71 dengan kategori aktif.
3. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika realistik
sudah menunjukkan kategori baik. Terlihat dari rata-rata setiap kategori
dilakukan dengan baik berdasarkan data rata-rata mencapai nilai pada
interval 3,40 <NKG <4,21.
4. Lebih dari 80% siswa memberikan respon yang positif terhadap
komponen kegiatan pembelajaran dengan pendekatan matematika
realistic. Hal ini terlihat dari table analisis respon siswa.

80


B. SARAN
Dari hasil penelitian yang diperoleh maka saran-saran yang ingin di
sampaikan dalah :
1. Dalam proses pembelajaran matematika guru hendaknya menerapkan
pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), karena dengan
penerapan pendekatan ini siswa akan merasa lebih tertarik untuk
mengikuti pembelajaran karena siswa disini lebih berperan aktif daripada
guru dan siswa dapat langsung berhadapan dengan kehidupan nyata atau
kehidupan sehari-hari.
2. Bagi mahasiswa yang melakukan penelitian yang sama diharapkan model
ini diterapkan pada pokok bahasan lain
3. Kepada semua pihak pengelola pendidikan khususnya kepala sekolah dan
pengawas pendidikan diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan
acuan dalam meningkatkan kualitas guru mata pelajaran matematika
khususnya pada pokok bahasan Perbandingan agar mendapat hasil yang
optimal
4. Antara kepala sekolah dan guru mata pelajaran dalam pelaksanaan proses
belajar disarankan agar selalu mengadakan komunikasi serta pengawasan
terhadap guru bidang studi kemudian mengevaluasi sejauh mana proses
belajar mengajar itu berlangsung.


81

DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. 2008. Psikologi Belajar. J akarta : Rineka
Cipta
Ariadi Wijaya. 2011. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif
Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta : Graha Ilmu
Irzani. 2007. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Mataram : Media Grafindo
Press
Irzani. 2010. Pembelajaran Matematika Panduan Praktis untuk Pengajar SD &
MI. Mataram : Media Grafindo Press
M. Hariwijaya & Sutan Surya. 2012. Adventures in Math Tes IQ Matematika.
J akarta : Oriza
Muhibbin Syah. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung :
Remaja Rosdakarya
Mulyono Abdurrahman. 2003. Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar.
J akarta : Rineka Cipta
Nana Sudjana. 1987. Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar
Baru Algensindo
Slameto. 2010. Belajar & Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. J akarta :
Rineka Cipta
Sumenda. 2010. Pengantar Filsafat Matematika. Sumbawa : Sebelas Maret
University Press
Syaiful Bahri Djamarah. 1991. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru.
Banjarmasin : Usaha Nasional
82

Syaiful Sagala. 2008. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu
Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung : Alfabeta
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Bandung : Kencana
Wina Sanjaya. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). J akarta :
Kencana
Zainal Arifin. 2011. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung :
Remaja Rosdakarya


1

SILABUS Materi Perbandingan




SILABUS PEMBELAJARAN


Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Mata Pelajaran : Matematika
Semester : 1 (Satu)

BILANGAN
Standar Kompetensi : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannyadalampemecahan masalah
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajara
n
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Penilaian Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Bentuk Contoh Instrumen
1.1 Melakuka
n operasi
hitung
bilangan
bulat dan
pecahan


Bilangan
Bulat dan
Bilangan
Pecah

Melakukan
diskusi tentang
jenis-jenis bilangan
bulat
(pengulangan)
Menyebutkan
bilangan bulat
Mengidentifikasika
n besaran sehari-
hari yang
menggunakan
bilangan bulat.
Memberikan
contoh bilangan
bulat



Tes
tertulis
Uraian Tulislah 5 bilangan bulat yang lebih
dari -3 dan kurang dari 10

1x40
menit
Buku teks
Garis
bilangan
Termome-
ter
Tangga
rumah
Kueyang
bulat
Lingkung
an
Buah-
buah-an
Membuat garis
bilangan dan
menentukan letak
bilangan bulat
padagaris bilangan
Menentukan letak
bilangan bulat
padagaris
bilangan
Tes
tertulis
Uraian

Letakkanlah bilangan -1, 0, dan 3
padagaris bilangan tersebut!
1x40
menit
LAMPIRAN 1
2

SILABUS Materi Perbandingan

Mendiskusikan
cara melakukan
operasi tambah,
kurang, kali, dan
bagi padabilangan
bulat termasuk
operasi campuran
Mendiskusikan
cara menentukan
sifat-sifat perkalian
dan pembagian
bilangan bulat
negatif dengan
negatif dan positif
dengan negatif
Melakukan
operasi tambah,
kurang, kali, dan
bagi bilangan
bulat termasuk
operasi campuran.

Tes
tertulis
Uraian A. Hitunglah
1. 4 +(-7) =.
2. -3 (-8) =.
3. 8x(-12)=.
4. (-36):4=.
5. -4 +7 x -2 =.
B. Sebuah kotak memuat 25 buah
jeruk. Kalau ada 140 buah jeruk,
berapabanyak kotak yang harus
disediakan?
2x40
menit
Mendiskusikan
untuk menentukan
kuadrat dan
pangkat tiga, serta
akar kuadrat dan
akar pangkat tiga.

Menghitung
kuadrat dan
pangkat tiga
bilangan bulat.

Tes
tertulis
Uraian Berapakah
a. (-5)
2

b. 4
3

c. 49
d.
3
8
2x40
menit

Mendiskusikan
jenis-jenis
bilangan pecahan
Menyebutkan
bilangan pecahan.
Membuat garis
bilangan dan
menentukan letak
bilangan pecahan
padagaris
bilangan.
Memberikan
contoh berbagai
bentuk dan jenis
bilangan pecahan
:biasa, campuran
desimal, persen.

Tes
tertulis
Isian
singkat
Tulislah beberapacontoh bilangan
pecahan masing-masing dalam
bentuk:
a. Pecahan biasa
b. Desimal
c. persen.
1x40
menit
3

SILABUS Materi Perbandingan

Mendiskusikan
bilangan pecahan
senilai
Mendiskusikan
cara mengubah
bentuk pecahan ke
bentuk pecahan
yang lain.
Mengubah bentuk
pecahan ke
bentuk pecahan
yang lain.



Mengurutkan
bilangan bentuk
pecahan

Tes
tertulis
Uraian
1. Ubahlah bilangan 1
5
3
dalam
bentuk desimal dan persen
2. Ubahlah bilangan 0,75 dalam
bentuk persen dan pecahan
biasa.
3. Urutkan pecahan berikut dari
yang terkecil. 7 , 0 ,
12
7
,
7
5
,
3
2
.
2x40
menit
Melakukan operasi
hitung tambah,
kurang, kali, bagi
bilangan pecahan.
Menuliskan bentuk
baku (misal amuba
yang panjangnya
0,000001 mikron).
Mendiskusikan
cara membulatkan
bilangan pecahan
sampai satu atau
dua desimal.
Menyelesaikan
operasi hitung
tambah, kurang,
kali, bagi
bilangan pecahan
termasuk operasi
campuran.

Tes
tertulis
Uraian Hitunglah:
1. . 2,5 + 3,75 =.
2. 21,2 - 9,85 =
3. 1 x 2/3 =.
4. : =.
5. 1,25 +1
4
3
3
2

=.
4x40
menit
1.2 Menggun
akan sifat-
sifat
opera-si
hitung
bilangan
bulat dan
pecahan
dalampe-
mecahan
masalah.
Bilangan
Bulat dan
Bilangan
Pecah

Melakukan diskusi
tentang sifat-sifat
operasi tambah,
kurang, kali, bagi
padabilangan
bulat(pengulangan)

Menemukan sifat-
sifat operasi
tambah, kurang,
kali, bagi, pada
bilangan bulat.

Tes
tertulis
Uraian Isilah titik-titik berikut ini
1. a. 9 +6 =
b. 6 +9 =
Jadi 9 +6 =.+.
Apa yang dapat kamu simpulkan.
2. a. 3 x (5 x 4) =
b. (3 x 5) x 4 =.
Jadi 3 x (5 x 4) =(.x.) x .
Apa yang dapat kamu simpulkan.
1x40
menit
Buku teks,
lingkungan
4

SILABUS Materi Perbandingan

Menyelesaikan
masalah dengan
menggunakan
sifat-sifat
penjumlahan,
pengurangan,
pembagian,
perkalian,
perpangkatan dan
penarikan akar
padaoperasi
campuran.
Menggunakan
sifat-sifat operasi
tambah, kurang,
kali, bagi,
pangkat dan akar
padaoperasi
campuran
bilangan bulat

Tes
tertulis
Uraian

Hasil dari:
3
2
8
) 2 ( : ) 9 ( ) 8 ( 6


=

2x40
menit
Melakukan diskusi
cara menggunakan
operasi hitung
tambah, kurang,
kali atau bagi
dalam
menyelesaikan
masalah sehari-
hari yang berkaitan
dengan bilangan
bulat

Menggunakan
sifat-sifat operasi
bilangan bulat
untuk
menyelesaikan
masalah yang
berkaitan dengan
kehidupan sehari-
hari.

Tes
tertulis
Uraian






Padahari Sabtu Candra memberi
kelereng pada Aan sebanyak 25
butir dan kepadaYudha 17 butir.
Hari Minggu Candramemberi
kelereng kepadaNovan sebanyak
13 butir. Berapakah banyak semua
kelereng yang diberikan Candra
kepadaAan, Yudha, dan Novan?
2x40
menit
Melakukan diskusi
cara menggunakan
operasi hitung
tambah, kurang,
kali atau bagi
dalam
menyelesaikan
masalah sehari-
hari yang berkaitan
dengan pecahan.
Menggunakan
sifat-sifat operasi
hitung tambah,
kurang, kali, atau
bagi dengan
melibatkan
pecahan serta
mengaitkannya
dalamkejadian
sehari-hari.

Tes
tertulis
Uraian Dalamsebuah karung beras ada25
kg beras yang akan dibagikan
kepada10 orang. Berapakg beras
bagian dari masing-masing orang
tersebut?
4x40
menit
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasahormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) , dan Tanggung jawab ( responsibility )

5

SILABUS Materi Perbandingan

Selong, November 2013

Mengetahui,

KEPALA SEKOLAH
SMP NEGERI 1 SELONG

GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI/PENELITI






AWALUDDIN, S. Pd
SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP : 19611231 198111 1 053

NIP : 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101













6

SILABUS Materi Perbandingan

SILABUS PEMBELAJARAN


Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Mata Pelajaran : Matematika
Semester : 1 (Satu)

ALJABAR
Standar Kompetensi: 2. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajara
n
Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian
Kompetensi
Penilaian Alokas
i
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Bentuk Contoh Instrumen
2.1 Mengenali
bentuk
aljabar
dan unsur
unsurnya

Bentuk
aljabar

Mendiskusikan pengertian
bentuk aljabar

Mendiskusikan tentang
variabel, konstanta,
koefisien,faktor, suku dan
suku sejenis

Menjelaskan pengertian,
koefisien, variabel,
konstanta, faktor , suku
dan suku sejenis.

Tes
lisan
Daftar
pertanyaa
n
1. Dari bentuk aljabar 2x +
3, manakah yang
merupakan koefisien,
variabel dan manakah
yang merupakan
konstanta?
2. Jelaskan apayang
dimaksud dengan
koefisien, variabel dan
konstanta.
2x40
menit
Buku
Teks,
lingkung
an
2.2
Melakuka
n operasi
pada
bentuk
aljabar
Bentuk
aljabar
Melakukan operasi tambah,
kurang, kali, bagi dan
pangkat padabentuk
aljabar.
Melakukan operasi
hitung, tambah, kurang,
kali, bagi dan pangkat
padabentuk aljabar.

Tes
tertulis
Uraian


Hitunglah:
1. 2x+3+5x-6
2. 4xy 2x
3. (4x)
2
: 2x
2

4x40
menit
Buku
teks,
lingkung
an
Menggunakan sifat operasi
hitung untuk
menyelesaikan
soal yang dinyatakan dalam
bentuk aljabar.
Melakukan operasi hitung
Menerapkan operasi
hitung padabentuk
aljabar untuk
menyelesaikan soal

Tes
tertulis
Uraian


Suatu persegipanjang,
panjang 2x cm, lebar 3x cm.
Nyatakan luas dan
kelilingnya dalamx.
2x40
menit
7

SILABUS Materi Perbandingan

padapecahan biasauntuk
menyelesaikan pecahan
aljabar
dengan penyebut satu suku
2.3.Menyele-
saikan
per-
samaan
linear satu
variabel.
Persamaan
linear satu
variabel.
Mendiskusikan PLSV
dalamberbagai bentuk dan
variabel

Menjelaskan PLSV dalam
berbagai bentuk dan
variabel
Tes
lisan
Daftar
pertanyaa
n
Manakah yang merupakah
PLSV?
a. 2x =5
b. 5y
c. 9g 4 =10
d. 6 5m=2
e. 2x =18
1x40
menit
Buku
teks
Mendiskusikan cara
menentukan bentuk setara
dari PLSV dengan cara
kedua ruas ditambah,
dikurangi, dikalikan, atau
dibagi dengan bilangan
yang sama

Menentukan bentuk setara
dari PLSV dengan cara
kedua ruas
ditambah,dikurangi,
dikalikan atau dibagi
dengan bilangan yang
sama

Tes
tertulis
Pilihan
ganda
Manakah yang setara
dengan
-5x +2 =4?
a. 5x 2 =-4
b. 10x +4 =8
c. -10x 4 =8
d. 10x 4 =-8
2x40
menit

Menyelesaikan PLSV
untuk mencari
penyelesaiannya

Menentukan
penyelesaian PLSV
Menentukan
penyelesaian PLSV
dalambentuk pecahan.

Tes
tertulis
Uraian Selesaikanlah persamaan
berikut
a. 5y 12 =8.
b. 12
3
1 4
2
1

x
x

2x40
menit
2.4 Menyele-
saikan
per-
tidaksama
-an linear
satu
variabel.

Pertidaksama-
an linear satu
variabel.
Mendiskusikan
pertidaksamaan linear satu
variabel dalamberbagai
bentuk dan variabel.

Menjelaskan PtLSV
dalamberbagai bentuk
dan variabel

Tes
lisan
Daftar
Pertanyaa
n
Manakah yang merupakan
PtLSV?
a. 3a +5 >2
b. -4h +4 5
c. 8x -7 =10
d. 5y 10
e. 3 >-5
1x40
menit
Buku
teks,
lingkung
an
8

SILABUS Materi Perbandingan

Mendiskusikan cara
menentukan bentuk setara
dari PtLSV dengan cara
kedua ruas ditambah ,
dikurangi, dikalikan, atau
dibagi dengan bilangan
yang sama
Menentukan bentuk setara
dari PtLSV dengan cara
kedua ruas ditambah,
dikurangi, dikalikan, atau
dibagi dengan bilangan
yang sama.

Tes
tertulis
Plihan
ganda
Bentuk yang setara dengan
6x 8 10 adalah
a. 5x 7 9
b. 6x +8 10
c. 3x 4 5
d. -3x +4 -5
2x40
menit
Menyelesaikan PtLSV
untuk mencari akar
persamaan
Menentukan penyelesaian
PtLSV
Tes
tertulis
Uraian Selesaikanlah 3m 2 10. 2x40
menit
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Selong, November 2013

Mengetahui,

KEPALA SEKOLAH
SMP NEGERI 1 SELONG

GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI/PENELITI






AWALUDDIN, S. Pd
SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP : 19611231 198111 1 053

NIP : 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101




9

SILABUS Materi Perbandingan

SILABUS PEMBELAJARAN


Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Mata Pelajaran : Matematika
Semester : 1 (Satu)

Standar Kompetensi: 3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, dan perbandingan dalampemecahan masalah.

Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajar
an
Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian
Kompetensi
Penilaian Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar Teknik Bentuk Contoh Instrumen
3.1.Membuat
matemati
ka dari
masalah
yang ber-
kaitan
dengan
persamaa
n dan
perti-
daksama-
an linear
satu
variabel.
Persamaan
dan
pertidak-
samaan
linear satu
variabel.
Mendiskusikan matematika
Mengubah masalah ke
dalammatematika
berbentuk persamaan linear
satu variabel


Mengubah masalah ke
dalammatematika
berbentuk persamaan
linear satu variabel

Tes
tertulis
Uraian sugi membeli 3 kg gula
pasir. Diamembayar
dengan selembar uang dua
puluh ribuan dan
menerimauang kembalian
sebesar Rp3.500,00.
Nyatakanlah kedalam
matematika jika harga
gulax rupiah setiap kg.
2x40
menit
Buku teks,
lingkunga
n
Membuat matematika suatu
masalah sehari-hari dalam
bentuk pertidaksamaan
linear satu variabel

Mengubah masalah
kedalammatematika
berbentuk
pertidaksamaan linear
satu variabel
Tes
tertulis
Uraian Umur daryono 5 tahun
mendatang lebih dari 20
tahun. Nyatakanlah ke
dalammatematika, jika
umur daryono x tahun.

1x40
menit
3.2.Menyele-
saikan
model
mate-
matika
dari
masalah
yang ber-
Persamaan
dan
pertidaksa
maan
linear satu
variabel
Menyelesaikan masalah
sehari-hari yang diubah ke
dalammatematikaberbentuk
persamaan linear satu
variabel

Menyelesaikan
matematika suatu
masalah yang berkaitan
dengan persamaan
linear satu variabel


Tes
tertulis
Tes
pilihan
ganda
ijul membeli 2 buku. Uang
ijul sepuluh ribuan, dan
diamendapat uang
kembali sebesar
Rp4.000,00. Harga1 buku
adalah
a. Rp2.000,00
b. Rp3.000,00
2x40
menit
Buku teks,
lingkunga
n
10

SILABUS Materi Perbandingan

kaitan
dengan
persamaa
n linear
satu
variabel.
c. Rp4.000,00
d. Rp6.000,00
Menyelesaikan masalah
sehari-hari yang diubah ke
dalammatematikaberbentuk
pertidaksamaan linear satu
variabel

Menyelesaikan
matematikasuatu
masalah yang berkaitan
dengan pertidaksamaan
linear satu variabel

Tes
tertulis
Tes
pilihan
ganda
Umur dwi 3 tahun yang
lalu kurang dari 25 tahun.
Umur dwi sekarang:
A. kurang dari 28
tahun
B. 28 tahun
C. 25 tahun
D. 22 tahun
2x40
menit
3.3.Menguna-
kan
konsep
aljabar
dalam
peme-
cahan
masalah
arit-
metika
sosial
yang
sederhana
.
Perbanding
an dan
aritmetika
sosial.
Melakukan simulasi
kegiatan ekonomi sehari-hari
(jual beli)

Mendiskusikan pengertian
dan menghitung nilai
keseluruhan,nilai per-
unit,dan nilai sebagian.
Menghitung nilai
keseluruhan, nilai per-
unit, dan nilai
sebagian.

Tes
tertulis
Uraian Harga1 lusin pensil
adalah Rp18.000,00.
a. Berapakah harga1
buah pensil?
b. Berapakah harga5
buah pensil?
2x40
menit
Buku teks,
uang,
barang-
barang
yang biasa
diper-
jualbelika
n, bank.
Mendiskusikan dan
menghitung besar laba,
persentaselaba,rugi, harga
jual, hargabeli,rabat, dan
bungatunggal dalam
kegiatan ekonomi

Menentukan besar dan
persentaselaba, rugi,
hargajual, hargabeli,
rabat, bungatunggal
dalamkegiatan
ekonomi.

Tes
tertulis
Tes
pilihan
ganda
Seorang pedagang, Pak
Rifki menjual sebuah
televisi seharga
Rp1.650.000,00. Dari
penjualan itu pak Rifki
mengambil untung sebesar
10%.
Hargabeli televisi itu
adalah:
a. Rp1.815.000,00
b. Rp1.600.000,00
c. Rp1.500.000,00
d. Rp1.485.000,00
2x40
menit
3.4.Menggun
akan per-
bandinga
n untuk
Perbanding
an
Mendiskusikan pengertian
skalasebagai suatu
perbandingan.
Menyebutkan contoh-contoh
Menjelaskan
pengertian skala
sebagai suatu
perbandingan.
Tes
tertulis
Uraian Padasuatu peta tertulis:
skala1 : 100.000.
Apakah arti skala 1 :
100.000 tersebut?
1x40
menit
Buku teks,
peta, foto
11

SILABUS Materi Perbandingan

pemecaha
n
masalah.
gambar berskala.

Mengidentifikasi faktor
pembesaran dan pengecilan
padagambar berskala.
Melakukan penghitungan
faktor pembesaran dan
pengecilan pada gambar
berskala.
Menghitung faktor
perbesaran dan
pengecilan pada
gambar berskala.

Tes
tertulis
Uraian Suatu jalan yang
panjangnya 5 km
digambar sepanjang 5 cm.
Berapakah faktor
pengecilannya?
1x40
menit


Mendiskusikan
perbandingan
seharga(senilai) dan
berbalik harga(nilai).
Menyebutkan contoh-contoh
masalah sehari-hari yang
merupakan perbandingan
seharga(senilai) dan berbalik
harga(nilai).
Memberikan contoh
masalah sehari-hari
yang merupakan
perbandingan
seharga(senilai) dan
berbalik harga(nilai)

Tes
tulis
Uraian Berilah contoh dalam
kehidupan sehari-hari
yang merupakan:
a. perbandingan senilai
b. perbandingan
berbalik nilai
4x40
menit

Menggunakan perbandingan
seharga(senilai) dan berbalik
harga(nilai) untuk
menyelesaikan soal/ masalah
sehari-hari


Menyelesaikan soal
yang melibatkan
perbandingan
seharga(senilai) dan
berbalik harga(nilai)

Tes
tertulis
Uraian Pembangunan sebuah
gedung memakan waktu 6
bulan jikadikerjakan oleh
100 orang. Kalau
dikerjakan oleh 50 orang,
maka waktu yang
diperlukan untuk
membangun gedung
tersebut adalah
4x40
menit
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )




12

SILABUS Materi Perbandingan

Selong, November 2013

Mengetahui,

KEPALA SEKOLAH
SMP NEGERI 1 SELONG

GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI/PENELITI






AWALUDDIN, S. Pd
SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP : 19611231 198111 1 053

NIP : 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101




1

RPP Materi Perbandingan





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 1 PERTEMUAN-1


Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Perbandingan
Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
Sub Pokok Bahasan : Skala

A. Standar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mengaplikasikannya dalam menyelesaikan
masalah

B. Kompetensi Dasar
Menentukan skala suatu peta/gambar atau model sebagai suatu perbandingan dalam
pelajaran matematika,pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.

C. Indikator
1. Mendeskripsikan arti skala sebagai suatu perbandingan
2. Menghitung faktor perbesaran pada gambar berskala
3. Menghitung faktor pengecilan pada gambar berskala

D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan menyelesaikan masalah 1 pada LKS halaman 1 secara mandiri, siswa
dapat mendeskripsikan arti skala sebagai suatu perbandingan.
2. Dengan menyelesaikan masalah 2, 3, dan 4 pada LKS halaman 2-3, siswa dapat
menghitung faktor perbesaran pada gambar berskala
3. Dengan menyelesaikan masalah 2, 3, dan 4 pada LKS halaman 2-3, siswa dapat
menghitung faktor pengecilan pada gambar berskala.

LAMPIRAN 2
2

RPP Materi Perbandingan

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
E. Materi Ajar
Materi Prasyarat :
1. Pecahan senilai


3

RPP Materi Perbandingan


2. Menyederhanakan pecahan


4

RPP Materi Perbandingan

3. Mengubah satuan suatu besaran








5

RPP Materi Perbandingan

4. Keliling dan luas daerah bangun datar
Jajargenjang


Segitiga


Materi Ajar :
Skala pada Peta/Gambar atau Model sebagai Suatu Perbandingan
Skala adalah perbandingan suatu ukuran pada gambar (peta) dan ukuran
sebenarnya. Adapun cara menentukan ukuran pada peta dan ukuran sebenarnya
adalah sbb :
6

RPP Materi Perbandingan

Ukuran sebenarnya jika diketahui skala a: b dan ukuran pada peta
maka:
Ukuran sebenarnya =
Skala pada peta jika diketahui ukuran pada peta dan ukuran
sebenarnya
Maka:
Skala =
Ukuran pada peta jika diketahui skala a: b dan ukuran sebenarnya
maka:
Ukuran pada peta = jarak sebenarnya x skala
Ukuran sebenarnya jika diketahui skla a: b dan ukuran pada peta
maka:
Ukuran sebenarnya =

F. Pengelolaan Pembelajaran
1. Pendekatan : Matematika realistik
2. Metode : Penugasan, diskuski kelompok dan Tanya jawab

G. Langkah Langkah Kegiatan
a. Pendahuluan (15 menit)
No Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Keterangan
1.





2.







Memotivasi siswa dengan menunjukkan
pentingnya mempelajari pokok bahasan
perbandingan yang diawali dengan
topik Skala, (Lihat Buku Siswa
halaman 1).

Menyampaikan judul pokok bahasan,
sub pokok bahasan, materi pelajaran
dan kompetensi dasar (KD) serta
langkah-langkah kegiatan pembelajaran
yang akan dilaksanakan. Bahwa
kegiatan nantinya para siswa secara
berturut-turut akan: (a) membaca dan
memahami masalah pada Buku Siswa
Mendengarkan
penjelasan guru




Mendengarkan
penjelasan guru






Sebelum
pertemuan ini
siswa telah
dikelom -
pokkan dalam
beberapa ke-
lompok
belajar
dengan
anggota 45
siswa.
Keanggotaan
setiap
kelompok
7

RPP Materi Perbandingan



























3.
kemudian menanyakan bila ada
pertanyaan atau kalimat yang kurang
dipahami, (b) mendeskripsikan dan
mengerjakan masalah-masalah itu
secara mandiri pada LKS yang telah
disediakan, (c) membandingkan dan
mendiskusikan jawaban dengan teman
sekelompok sesuai kelompok belajar
yang telah dibentuk, (d) untuk setiap
masalah nantinya akan ditunjuk salah
satu orang siswa mewakili
kelompoknya maju ke depan kelas
untuk mempresentasikan hasil
pekerjaan pada LKS berdasarkan hasil
diskusi dalam kelompok, sedang
anggota kelompok yang lain membantu
menanggapi pertanyaan kelompok
lainnya. Pada saat itu, kelompok lain
yang tidak mendapat giliran
mempresentasikan jawaban, terutama
yang mempunyai jawaban berbeda
diminta menanggapinya, (e) Dari hasil
diskusi kelas itu nanti akan diambil
kesimpulan tentang: inti sari materi
pelajaran yang sedang dipelajari.

Mengingatkan kembali tentang konsep
pecahan senilai, cara menyederhanakan
pecahan, rumus keliling dan luas
beberapa bangun datar serta cara
merubah satuan yang satu ke satuan
yang lain dari beberapa besaran dengan
tanya jawab disertai contoh.

















Mendengarkan
dan menjawab
pertanyaan guru

sebaiknya
dibagi dengan
mempertimba
ngkan
heterogenitas
kemampuan
akademis
siswa.
Karena
kelom-pok
belajar su-dah
terbentuk,
maka begitu
masuk kelas
para siswa
telah duduk
menge-
lompok
sesuai
kelompok
belajar
mereka
masing-
masing.
Di samping
itu Buku
Siswa dan
LKS juga
telah dibagi
sebelum-nya
melalui ketua
kelas.

b. Kegiatan Inti ( 60 Menit )

No
.
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Keterangan
1.







Meminta siswa membaca dan
memahami masalah 1 pada Buku
Siswa serta meminta siswa
menanyakan kalimat-kalimat atau
pertanyaan-pertanyaan yang kurang
dipahami siswa. Bila ada siswa yang
bertanya, sebaiknya guru memberi
kesempatan terlebih dahulu kepada
Membaca dan
me-mahami
masalah
kontekstual,
mena-nyakan
kalimat/
pertanyaan yang
tidak/kurang
Fase-1
(Memahami
masalah
kontekstual).




8

RPP Materi Perbandingan








2.









3.









4.









5.








siswa lain untuk menjelaskan maksud
kalimat atau pertanyaan tersebut. Bila
tidak ada siswa yang dapat
menjelaskan, barulah guru menjelaskan
maksud kalimat-kalimat atau
pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Meminta siswa untuk mendeskrepsikan
dan menyelesaikan masalah 1 pada
LKS halaman 1 secara mandiri dan
dengan cara mereka sendiri yang tidak
harus sama antara siswa yang satu
dengan lainnya. Selama siswa bekerja
guru berkeliling untuk melihat
pekerjaan masing-masing siswa dan
membimbing seperlunya.

Meminta siswa untuk membandingkan
dan mendiskusikan jawaban dengan
jawaban teman dalam kelompok
belajarnya. Selama diskusi kelompok,
guru memfasilitasi pada setiap
kelompok dengan cara mengarahkan
siswa untuk memilih jawaban yang
benar dan dianggap paling singkat dan
mudah bagi siswa.

Meminta Salah seorang siswa mewakili
kelompoknya maju ke depan kelas
untuk mempresentasikan jawaban
berdasar hasil diskusi kelompok pada
diskusi kelas yang dipimpin oleh guru.
Kemudian guru memberi kesempatan
kepada kelompok lain yang memiliki
jawaban berbeda agar memberikan
tanggapan.

Kemudian dari jawaban-jawaban pada
diskusi kelas itu dengan tanya jawab,
guru mengarahkan siswa untuk
menyimpulkan dengan bahasa sendiri
arti dari skala yaitu perbandingan
antara jarak pada peta dengan jarak/
keadaan sebenarnya.
atau: skala = jarak pada peta : jarak
sebenarnya.
me-reka
pahami.





Mengerjakan
ma-salah 1
pada LKS
halaman 1,
secara mandiri
dan dengan cara
mereka sendiri.




Membandingka
n dan
mendiskusi-kan
hasil pekerja-
annya dengan
teman sekelom-
poknya.


Menyampaikan
jawaban
kelompok,
menanggapi
jawaban teman/
kelompok lain.




Mendengarkan
penjelasan dan
menjawab
pertanyaan guru
serta
menuliskan
kesimpulan di
Buku Catatan
Siswa.







Fase -2 dan 3
(Mendeskreps
ikan dan
menyelesaika
n masalah)















Fase-4
(Memban-
dingkan dan
mendiskusika
n jawaban )





Fase- 5
(Menarik
Kesimpulan)






9

RPP Materi Perbandingan

6.





7















8.







9.
Kemudian guru menegaskan bahwa
pengertian skala dan rumus itu juga
berlaku untuk peta dan model berskala,
dengan mengganti istilah gambar
dengan peta atau model.

Guru mempersilahkan siswa kembali
untuk membaca dan memahami
Masalah 2, 3, dan 4 pada buku siswa
halaman 3 5. Apabila ada siswa
yang bertanya guru memberi
kesempatan kepada siswa yang sudah
memahami masalah (siswa dalam
kelompoknya atau siswa dari kelompok
lain) menjelaskan bagian-bagian yang
belum dipahami siswa. Apabila tidak
ada siswa yang memahami masalah
atau siswa yang memahami masalah
tidak mampu memberikan penjelasan,
guru menjelaskan bagian-bagian yang
belum dipahami siswa.

Siswa diminta
mendeskripsikan/menginterpretasikan
dan menyelesaikan masalah 2, 3, dan
4 pada LKS halaman 2-3 . Selama
siswa bekerja guru berkeliling untuk
melihat pekerjaan masing-masing
siswa dan membimbing seperlunya.

Secara berturut-turut dan bergantian
siswa diminta untuk menyampaikan
jawaban di depan kelas, sedangkan
kelompok lain, terutama yang memiliki
jawaban berbeda diminta memberikan
tanggapan.






Membaca dan
me-mahami
masalah 2, 3,
dan 4 pada
buku siswa
halaman 3 5.
Kemudian
menanyakan
kalimat/
pertanyaan yang
tidak/kurang
me-reka
pahami.



Siswa
Menginterpretas
i dan
Mengerjakan
berturut-turut
masalah 2, 3,
dan 4 pada
LKS halaman
2- 3 dengan
cara mereka
sendiri.
Menyampaikan
jawaban
kelompok,
menanggapi
jawaban teman.






Fase -1
(Mema-hami
masalah
kontekstual).












Fase-2 dan
ke-3
(menginter-
pretasi dan
Menyelesaika
n masalah)


Fase-4
(Memban-
dingkan dan
mendiskusika
n jawaban )



c. Penutup (5 menit)

No Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Keterangan
1.


Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk menegaskan bahwa kesimpulan
dari hasil diskusi kelas yang baru
Mendengarkan/
memperhatikan
penjelasan dan

10

RPP Materi Perbandingan





2.
dilakukan merupakan intisari atau
rangkuman dari materi pelajaran yang
baru dipelajari.

Memberikan soal pekerjaan rumah
(PR) pada Buku Siswa Latihan 1 (hal.
5) .

menjawab
pertanyaan
guru.

Mendengarkan
dan menandai
soal-soal PR di
Buku Siswa.


H. Sumber Belajar
Buku Pegangan Siswa (Matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik
untuk SMP/MTs. Kelas VII Materi Perbandingan)
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Buku Referensi Lain

I. Penilaian Hasil Belajar
Teknik :
o Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa
selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara
formal, tetapi guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai
tujuan-tujuan proses.
o Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah
pembelajaran topik ini selesai.
Bentuk Instrumen : Essay
Instrumen :
1. Peta Daerah Lombok (NTB) dibuat dengan skala 1: 3.000.000. Menurut
pendapatmu apa arti skala 1:300.000 tersebut?
2. Sebuah rumah mempunyai tinggi 4 meter, jika tinggi rumah tersebut pada
model 10 cm, berapakah skala yang digunakan pada rumah tersebut ?
3. Untuk membuat model pesawat terbang digunakan skala 1 : 2.000. jika
panjang sebenarnya 30 m, maka berapakah panjang modelnya ?


11

RPP Materi Perbandingan

Selong, November 2013

Mengetahui,
GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI / PENELITI




SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP: 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101





KEPALA SMP NEGERI 1 SELONG











AWALUDDIN, S. Pd


NIP: 19611231 198111 1 053















12

RPP Materi Perbandingan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 1 PERTEMUAN-2


Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Perbandingan
Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
Sub Pokok Bahasan : Arti Perbandingan


A. Standar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah

B. Kompetensi Dasar
Memahami arti perbandingan dan mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah

C. Indikator
1. Mendeskripsikan arti perbandingan dua besaran sejenis
2. Mendeskripsikan ciri-ciri perbandingan yang sederhana
3. Menemukan cara menyederhanakan perbandingan
4. Menyederhanakan perbandingan

D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan membaca buku pegangan siswa dan mendengarkan penjelasan guru,
Siswa dapat mendeskripsikan arti perbandingan dua besaran sejenis.
2. Dengan membaca buku pegangan siswa dan mendengarkan penjelasan guru,
Siswa dapat mendeskripsikan cirri-ciri perbandingan yang sederhana.
3. Dengan membaca buku pegangan siswa dan mendengar penjelasan guru, siswa
dapat menemukan cara menyederhanakan perbandingan.
4. Dengan menyelesaikan masalah-masalah pada Lembar Kerja Siswa, siswa dapat
menyederhanakan perbandingan.

13

RPP Materi Perbandingan

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )

E. Materi Ajar
Materi Prasyarat :
1. Menyederhanakan pecahan
2. Pecahan senilai
3. Satuan panjang dan besaran sejenis
4. Istilah perbandingan dan ukuran
Materi Ajar :
Perbandingan (Rasio)

14

RPP Materi Perbandingan




F. Pengelolaan Pembelajaran
1. Pendekatan : Matematika realistik
2. Metode : Diskusi, Penugasan dan Tanya Jawab.


15

RPP Materi Perbandingan

G. Langkah Langkah Kegiatan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Keterangan
A.















B.



























Pendahuluan (15menit)

Guru mempersilahkan siswa
duduk dalam kelompok
masing-masing

Guru memeriksa
pengetahuan prasyarat siswa



Guru
motivasi/mengkomunikasika
n tujuan pembelajaran


Kegiatan inti (60 menit)

Guru memberikan masalah
kontekstual, kemudian
memberi kesempatan kepada
siswa untuk membaca dan
memahami masalah sebelum
siswa menyelesaikannya.

J ika tidak ada siswa yang
memahami masalah atau jika
siswa yang memahami
masalah tidak mampu
memberikan penjelasan
kepada temannya yang
belum memahami masalah.
Maka guru memberi
penjelasan/petunjuk tentang
masalah atau bagian dari
masalah tersebut.


J ika ada siswa yang
mengalami kesulitan
menemukan cara
penyelesaian, guru memberi
petunjuk berupa pertanyaan-


Duduk dalam kelompok
masing-masing.


Memperhatikan
penjelasan guru dan
menjawab pertanyaan
guru

Memperhatikan
penjelasan guru





Siswa menyelesaikan
permasalahan





Setelah siswa mengenal
perbandingan sejenis,
siswa menemukan
konsep perbandingan
sejenis dengan
memperhatikan
hubungan perbandingan-
perbandingan ,
kemudian siswa
menentukan dua dengan
perbandingan yang
diketahui.

Setelah siswa mengenal
istilah perbandingan
yang sederhana, siswa
menemukan ciri-ciri
perbandingan sederhana,


Apersepsi dan
motivasi














langkah-1:
memahami
masalah
kontekstual




langkah-2:
mengiterpretasikan
masalah
kontekstual









langkah ke-3:
menyelesaikan
masalah
kontekstual

16

RPP Materi Perbandingan


H. Sumber Belajar
Buku Pegangan Siswa (Matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik
untuk SMP/MTs. Kelas VII Materi Perbandingan)
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Buku Referensi Lain



























C.







pertanyaan atau saran-saran
sehingga siswa dapat
menemukan cara
penyelesaian masalah.
Petunjuk yang diberikan
guru tidak sampai
memberitahukan cara
penyelesaian atau jawaban
masalah.

Guru berkeliling kelas untuk
melihat proses berpikir
siswa untuk menyelesaikan
masalah bila perlu
mengajukan pertanyaan
tentang cara penyelesaian
yang dilakukan siswa.Guru
memfasilitasi jalannya
diskusi, baik diskusi
kelompok maupun diskusi
kelas.

Guru mengarahkan siswa
untuk menarik kesimpulan
tentang konsep atau cara
penyelesaian.
Penutup (5 menit)

Guru mengarahkan siswa untuk
membuat rangkuman materi
pelajaran.

Guru memberi pekerjaan rumah
soal Latihan 1.2 pada buku
siswa (hal 11) No. soal 1-5.
kemudian
menyederhanakan
perbandingan yang
belum sederhana
sekaligus menemukan
cara untuk
menyederhanakan
perbandingan.


Siswa menentukan
perbandingan panjang
lebar persegi panjang
















Mendengarkan dan
membuat rangkuman.


Mendengarkan dan
menandai soal-soal PR di
Buku Siswa.











langkah ke-4
membandingkan
dan mendiskusi-
kan jawaban









langkah ke-5
menyimpulkan




17

RPP Materi Perbandingan

I. Penilaian Hasil Belajar
Teknik :
o Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa
selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara
formal, tetapi guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai
tujuan-tujuan proses.
o Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah
pembelajaran topik ini selesai.
Bentuk Instrumen : Essay
Instrumen :
1. Tuliskan perbandingan-perbandingan di bawah ini dalam bentuk pecahan
yang paling sederhana !
a. 4 terhadap 8
b. 15 terhadap 6
c. 32 : 18
2. Apabila umur ayah 40 tahun dan ibu 30 tahun, bandingkan umur ayah
terhadap umur ibu dan sebaliknya berdasarkan hasil baginya !
3. Harga sewa sebuah mobil per jam adalah Rp. 12.500,-, sedangkan sewa
mobil perhari adalah Rp. 240.000,-. Berapakah perbandingan harga sewa
tersebut selama satu hari ?
















18

RPP Materi Perbandingan

Selong, November 2013

Mengetahui,
GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI / PENELITI




SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP: 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101





KEPALA SMP NEGERI 1 SELONG











AWALUDDIN, S. Pd


NIP: 19611231 198111 1 053





















19

RPP Materi Perbandingan





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 2 PERTEMUAN-1


Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Perbandingan
Sekolah : SMPN 1 Selong
Kelas : VII (tujuh)
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
Sub Pokok Bahasan : Perbandingan Senilai


A. Standar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah

B. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan berbagai bentuk perbandingan senilai

C. Indikator
1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai
2. Melengkapi tabel perbandingan senilai
3. Membuat grafik perbandingan senilai
4. Mendeskripsikan ciri-ciri grafik perbandingan senilai

D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengerjakan masalah masalah yang ada pada Lembar Kerja siswa dan
bantuan dari guru, Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan senilai
2. Dengan mengerjakan masalah masalah yang ada pada Lembar Kerja siswa,
Siswa dapat melengkapi tabel perbandingan senilai
3. Dengan membaca buku pegangan siswa dan mengerjakan latihan-latihan serta
bantuan dari guru, Siswa dapat membuat grafik perbandingan senilai
LAMPIRAN 3
20

RPP Materi Perbandingan

4. Dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada lembar kerja siswa,
Siswa dapat menemukan ciri-ciri grafik perbandingan senilai.
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )

E. Materi Ajar
Materi Prasyarat :
1. Persamaan Linier Satu Variabel


21

RPP Materi Perbandingan

















22

RPP Materi Perbandingan

2. Menyederhankan Perbandingan


Materi Ajar :
Perbandingan Senilai

23

RPP Materi Perbandingan



24

RPP Materi Perbandingan



F. Pengelolaan Pembelajaran
1. Pendekatan : Matematika realistik
2. Metode : Diskusi, Penugasan dan Tanya Jawab.

G. Langkah-Langkah Kegiatan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Keterangan
A.

















B.




Pendahuluan (15 menit)

Guru mempersilahkan siswa
duduk dalam kelompok
masing-masing

Guru menghubungkan
pelajaran dengan pelajaran
sebelumnya (Guru
menanyakan pekerjaan
rumah yang sulit dikerjakan
siswa dan bersama-sama
siswa membahasnya)

Guru memotivasi/
mengkomunikasikan tujuan
pembelajaran

Kegiatan inti (60 menit)
Guru memberikan masalah
kontekstual, kemudian
memberi kesempatan
kepada siswa untuk


Duduk dalam
kelompok masing-
masing

Bersama-sama guru
membahas pekerjaan
rumah yang sulit
dikerjakan




Memperhatikan
penjelasan guru



Siswa membaca dan
memahami tugas
Membuat Minuman
Sirup dan Masalah




















langkah-1:
memahami
masalah
25

RPP Materi Perbandingan















































membaca dan memahami
masalah sebelum siswa
menyelesaikannya.


J ika tidak ada siswa yang
memahami masalah atau
jika siswa yang memahami
masalah tidak mampu
memberikan penjelasan
kepada temannya yang
belum memahami masalah.
Maka guru memberi
penjelasan/petunjuk tentang
masalah atau bagian dari
masalah tersebut.
J ika ada siswa yang
mengalami kesulitan
menemukan cara
penyelesaian, guru memberi
petunjuk berupa
pertanyaan-pertanyaan atau
saran-saran sehingga siswa
dapat menemukan cara
penyelesaian masalah.
Petunjuk yang diberikan
guru tidak sampai
memberitahukan cara
penyelesaian atau jawaban
masalah.

Guru berkeliling kelas
untuk melihat proses
berpikir siswa untuk
menyelesaikan masalah bila
perlu mengajukan
pertanyaan tentang cara
penyelesaian yang
dilakukan siswa.

Guru memfasilitasi jalannya
diskusi, baik diskusi
kelompok maupun diskusi
kelas serta mengarahkan
siswa untuk menarik
kesimpulan tentang konsep
1, kemudian
membuat tabel data
komposisi sirup.

Siswa menuliskan
perbandingan
takaran sirup dan
takaran air dalam 1,
2, 3, atau 10 gelas.
Dari perbandingan-
perbandingan
tersebut siswa
mengenal istilah
perbandingan senilai
Setelah siswa
mengenal
perbandingan
senilai, siswa
menemukan konsep
perbandingan senilai
dengan
memperhatikan
hubungan
perbandingan-
perbandinganyang
senilai, kemudian
siswa menentukan
dua perbandingan
yang senilai dengan
perbandingan yang
diketahui.

Siswa membaca dan
memahami masalah
yang berkaitan
dengan
perbandingan senilai
Siswa yang
memahami masalah
memberikan
penjelasan kepada
temannya yang
belum memahami
masalah (jika ada)
Siswa menghitung
waktu tempuh
kontekstual;



langkah-2:
menginterpretasika
n masalah
kontekstual;






langkah ke-3:
menyelesaikan
masalah
kontekstual














langkah-1:
memahami
masalah
kontekstual;

langkah-2:
menginterpretasika
n masalah
kontekstual;




langkah ke-3:
26

RPP Materi Perbandingan















































atau cara penyelesaian.













































kendaraan yang
diketahui jarak
tempuhnya,
kemudian
melengkapi tabel.
Berdasarkan tabel
siswa melengkapi
grafik perbandingan
senilai. Dari grafik
tersebut siswa
menemukan ciri-ciri
grafik perbandingan
senilai.
Setelah siswa
menemukan ciri-ciri
grafik perbandingan
senilai siswa
membuat grafik
perbandingan senilai
untuk masalah yang
lain.
Siswa
membandingkan dan
mendiskusikan hasil
kerjanya dalam
kelompoknya,
dilanjutkan dengan
diskusi kelas.

Siswa melakukan
interpretasi terhadap
Masalah 10-14 pada
buku siswa (hal. 13-
18 )
Siswa membuat
rangkuman materi
pelajaran.

Siswa
memperhatikan dan
mencatat tugas yang
diberikan guru.
menyelesaikan
masalah
kontekstual


















langkah ke-4
membandingkan
dan mendiskusi-
kan jawaban




langkah ke-5:
menyimpulkan









27

RPP Materi Perbandingan


H. Sumber Belajar
Buku Pegangan Siswa (Matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik
untuk SMP/MTs. Kelas VII Materi Perbandingan)
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Buku Referensi Lain

I. Penilaian Hasil Belajar
Teknik :
o Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa
selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara
formal, tetapi guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai
tujuan-tujuan proses.
o Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah
pembelajaran topik ini selesai.
Bentuk Instrumen : Essay
Instrumen :
1. Dua orang bersaudara, masing-masing Ferdi dan Hamid. Berat Hamid 30 Kg
sedangkan Ferdi 270 ons. Tentukan perbandingan :
a. Berat Hamid terhadap berat Ferdi !
b. Berat Ferdi terhadap berat Hamid !
2. Ada dua buah persegi. Panjang sisi masing-masing adalah 15 mm dan 11
mm. tentukan perbandingan :

C.




Penutup (5)

Guru mengarahkan siswa
untuk membuat rangkuman
materi pelajaran.

Guru memberi pekerjaan
rumah ( PR ) pada buku
siswa Latihan 1.3 (hal 19-
20) No. soal 1-12

28

RPP Materi Perbandingan

a. Panjang sisi kedua persegi !
b. Keliling kedua persegi !
c. Luas kedua persegi !
3. Perbandingan perbandingan manakah yang senilai ?
a. 4 : 6
b. 3 : 2
c. 2 : 3
d. 9 : 6
e. 8 : 12
f. 2 : 1
4. Tentukan nilai x dari :
a.
b.


Selong, November 2013

Mengetahui,
GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI / PENELITI




SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP: 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101





KEPALA SMP NEGERI 1 SELONG











AWALUDDIN, S. Pd


NIP: 19611231 198111 1 053



2

RPP Materi Perbandingan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 2 PERTEMUAN-2


Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Perbandingan
Sekolah : SMPN Terara
Kelas : VII (tujuh)
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
Sub Pokok Bahasan : Perbandingan Berbalik Nilai

A. Standar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah

B. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan berbagai bentuk perbandingan. Berbalik nilai

C. Indikator
1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai
2. Melengkapi tabel perbandingan berbalik nilai
3. Membuat grafik perbandingan berbalik nilai
4. Mendeskripsikan ciri grafik perbandingan berbalik nilai

D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengerjakan masalah masalah yang ada pada Lembar Kerja siswa dan
bantuan dari guru, Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan senilai
2. Dengan mengerjakan masalah masalah yang ada pada Lembar Kerja siswa,
Siswa dapat melengkapi tabel perbandingan senilai
3. Dengan membaca buku pegangan siswa dan mengerjakan latihan-latihan serta
bantuan dari guru, Siswa dapat membuat grafik perbandingan senilai
4. Dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada lembar kerja siswa,
Siswa dapat menemukan ciri-ciri grafik perbandingan senilai.

3

RPP Materi Perbandingan

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )

E. Materi Ajar
Materi Prasyarat :
1. Perbandingan senilai
2. Persamaan Linier Satu Variabel
3. Arti kecepatan rata-rata
Materi Ajar :
Perbandingan Berbalik Nilai

4

RPP Materi Perbandingan



F. Pengelolaan Pembelajaran
1. Pendekatan : Matematika realistik
2. Metode : Diskusi, Penugasan dan Tanya Jawab.

G. Langkah Langkah Kegiatan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Keterangan
A.















B.


Pendahuluan (15 menit)
Guru mempersilahkan
siswa duduk dalam
kelompok masing-masing

Guru menghubungkan
pelajaran dengan pelajaran
sebelumnya (Guru
menanyakan pekerjaan
rumah yang sulit dikerjakan
siswa dan bersama-sama
siswa membahasnya)




Kegiatan inti (60 menit)
Guru memberikan masalah
kontekstual, kemudian
memberi kesempatan
kepada siswa untuk

Siswa duduk
dalam kelompok
masing-masing

Siswa bersama-
sama guru
membahas
pekerjaan rumah
yang sulit
dikerjakan

Siswa
memperhatikan
penjelasan guru


Siswa membaca
dan memahami
masalah yang












langkah-1:
memahami masalah
5

RPP Materi Perbandingan




































membaca dan memahami
serta menginterpretasikan
masalah sebelum siswa
menyelesaikannya.

Guru memberi
penjelasan/petunjuk tentang
masalah/bagian dari
masalah, jika tidak ada
siswa yang memahami
masalah atau jika siswa
yang memahami masalah
tidak mampu memberikan
penjelasan kepada
temannya yang belum
memahami masalah.


Petunjuk yang diberikan
guru tidak sampai
memberitahukan cara
penyelesaian atau jawaban
masalah.
Guru berkeliling kelas
untuk melihat proses
berpikir siswa untuk
menyelesaikan masalah bila
perlu mengajukan
pertanyaan tentang cara
penyelesaian yang
dilakukan siswa.
Guru memfasilitasi
jalannya diskusi, baik
diskusi kelompok maupun
diskusi kelas serta
mengarahkan siswa untuk
menarik kesimpulan
tentang konsep atau cara
penyelesaian







diberikan.




Siswa yang
sudah
memahami
masalah
memberikan
penjelasan
kepada
temannya yang
belum
memahami
masalah (jika
ada)






Siswa
menyelesaikan
masalah yang
diberikan secara
mandiri,
kemudian
membandingkan
dan
mendiskusikan
jawabannya
dengan teman
sekelompoknya,
kemudian siswa
membandingkan
dan
mendiskusikan
jawaban dalam
diskusi kelas.
Siswa
menyelesaikan
Masalah 15, 16
dan Masalah 18
secara individual
kontekstual



langkah-2:
Menginterpretasikan
masalah kontekstual









langkah ke-3:
menyelesaikan
masalah kontekstual


langkah ke-4
membandingkan dan
mendiskusi-kan
jawaban






6

RPP Materi Perbandingan














C.















Penutup (5 menit)
Guru mengarahkan siswa
untuk membuat rangkuman
materi pelajaran.

Guru memberi pekerjaan
rumah (PR) pada buku
siswa Hal. 28 (Soal
Latihan 1.4).

Guru menginformasikan
pelaksanaan tes pokok
bahasan perbandingan dan
menyarankan agar
menyelesaikan soal-soal
latihan untuk memantapkan
penguasaan mereka
terhadap materi
perbandingan yang telah
dipelajari

pada pada LKS
(hal 22 -27).

Siswa
menyimpulkan
cara
penyelesaian
untuk
menyelesaikan
masalah yang
berkaitan dengan
perbandingan
berbalik nilai

Siswa membuat
rangkuman
materi pelajaran




langkah ke-5:
menyimpulkan














H. Sumber Belajar
Buku Pegangan Siswa (Matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik
untuk SMP/MTs. Kelas VII Materi Perbandingan)
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Buku Referensi Lain


7

RPP Materi Perbandingan

I. Penilaian Hasil Belajar
Teknik :
o Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa
selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara
formal, tetapi guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai
tujuan-tujuan proses.
o Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah
pembelajaran topik ini selesai.
Bentuk Instrumen : Essay
Instrumen :









8

RPP Materi Perbandingan

Selong, November 2013

Mengetahui,
GURU MATA PELAJ ARAN

MAHASISWI / PENELITI




SAFRUDDIN, S. Pd

USWATUN HASANAH
NIP: 19630311 198601 1 007

NPM : 09210101





KEPALA SMP NEGERI 1 SELONG











AWALUDDIN, S. Pd


NIP: 19611231 198111 1 053

































MATEMATIKA
Pendekatan Matematik Real istik
1
Unt uk SMP/MTs Kel as VI I
Buk u pegangan Gur u
M ateri
Perbandingan
STKI P H AM ZAN W AD I SELO N G
LAMPIRAN 4





















Buku Pegangan Guru MATEMATIKA 1
untuk SMP/ MTs dengan
Pendekatan Matematik Realistik I ndonesia.







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
J URUSAN PENDIDIKAN MIPA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG
































Puji syukur di panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan
rakhmat dan karunia-Nya kepada penulis, Sehingga buku sederhana ini dapat
terselesaikan sesuai dengan jadwal. Keberadaan buku ini sebagai pegangan guru
dan siswa sangat penting. Buku ini memberikan cara yang mudah dimengerti oleh
siswa dan guru.
Buku ini dimaksudkan untuk memberikan bekal tentang konsep
perbandingan yaitu dengan tehnik pengajaran dan penyelesaian masalah yang
langsung ke dunia nyata. Materi yang diajarkan didalam buku ini lebih dikaitkan
langsung dengan kehidupan sehari-hari . Karna sampai saat ini, siswa lebih banyak
menghapal dari pada memahami, sehingga pada buku ini lebih ke bagaimana siswa
mampu memahami serta mampu mengaplikasikan kedalam dunia nyata at au
kehidupan sehari- hari.
RU AN G LI N GKU P
Matematika sebagai ratu ilmu dan ibunya ilmu dimaksudkan bahwa
matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Matematika sebagai ilmu
berfungsi pula untuk melayani ilmu pengetahuan.
Untuk memahami dan mempelajari ilmu pengetahuan tersebut maka tidak
terlepas dengan dunia kehidupan. Karena suatu akan mudah terlupakan apabila
tidak dirasakan langsung.
Buku ini terdiri dari dari satu bab dan 4 buah sub bab. Karena keterbat asan
waktu, makapenulis hanya menulis hanya satu bab.Kelebihan dari setiap bab pada
buku ini adalah materi dijelaskan secara rinci, terkait dengan masalah yang dialami
siswa dalam kehidupan nyata . Dengan hal inilah, penulis yakin akan memudah
siswa akan menyelesaikan masal ah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.



i
KATA PENGANTAR

































U capan T erima Kasih
Pada kesempat an ini, penulis mengucapkan terima kasih khususnya pada
Dosen Pembimbing M . H alqi M . Pd. serta Sri Supiyati M .Pd.Si atas bimbingan dan
sumbangsih pemikiran secara langsung maupun tidak langsung sehingga bisa
terselesaikan.
Penulis berharap kiranya buku matematika ini bisa lebih lengkap, tidak
terbatas satu bab saja dan dapat bermamfaat sebagai acuan pembelaj aran di
Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Keritik dan sumbang saran dari dosen , guru-guru serta seluruh pembaca
senantiasa kami nantikan demi penyempurnaan dalam penyusunan buku ini lebih
lengkap lagi.






Selong, Maret 2013

Penulis
ii
































Kat a Pengant ar ..
D aft ar I si ...
SEM EST ER 1
PERBAN D I N GAN
Pert emuan 1 : Skala sebagai suat u perbandingan

Pert emuan 2 : Art i perbandingan

Pert emuan 3 : Perbandingan senilai . .

Pert emuan 4 : Perbandingan Berbalik nilai .


D aft ar pust aka




i
ii

1
9
13
22
iii
Daf tar isi
1

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII





St andar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mengaplikasikannya dalam menyelesaikan
masalah.

Kompet ensi Dasar
Menentukan skala suatu peta/ gambar atau model sebagai suatu perbandingan dalam
pelajaran matematika, pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.

I ndikat or
1) Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan
2) Menghitung faktor perbesaran pada gambar berskala
3) Menghitung faktor pengecilan pada gambar berskala

M at eri Prasyarat
1. Pecahan senilai
2. Operasi hitung bilangan rasional
3. Menyederhanakan pecahan
4. Mengubah satuan suatu besaran
5. Keliling dan luas daerah bangun datar

Akt ivit as Sisw a
1. Siswa membaca dan memahami masalah yang diberikan
2. Siswa yang memahami masalah memberikan penjelasan kepada temannya yang
belum memahami masalah (jika ada)
3. Siswa menuliskan pengertian skala dengan kata-katanya sendiri


SI KLU S 1
Pert emuan ke-1 ( 2 jam Pelajaran)
SKALA

2

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


4. Siswa menghitung jarak sebenarnya bila ukuran pada peta diketahui, dengan
menemukan cara dalam menentukan ukuran sebenarnya jika ukuran pada peta
dan skala diketahui.
5. Siswa menerapkan prosedur penyelesaian "masalah peta" ke "masalah selain peta
6. Siswa membandingkan dan mendiskusikan hasil kerjanya dalam kelompoknya,
dilanjutkan dengan diskusi kelas.

Akt ivit as Guru
1. Guru memberikan masalah kontekstual, kemudian memberi kesempatan kepada
siswa untuk membaca dan memahami masalah sebelum siswa menyelesaikannya.
2. Jika tidak ada siswa yang memahami masalah atau jika siswa yang memahami
masalah tidak mampu memberikan penjelasan kepada temannya yang belum
memahami masalah. Maka
guru memberi penjelasan/ petunjuk tentang masalah atau bagian dari masalah,
3. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan menemukan cara penyelesaian, guru
memberi petunjuk berupa pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran sehingga siswa
dapat menemukan cara penyelesaian masalah. Petunjuk yang diberikan guru tidak
sampai memberitahukan cara penyelesaian atau jawaban masalah.
4. Guru berkeliling kelas untuk melihat proses berpikir siswa untuk menyelesaikan
masalah bila perlu mengajukan pertanyaan tentang cara penyelesaian yang
dilakukan siswa.
5. Guru membimbing/ mengarahkan jalannya diskusi, baik diskusi kelompok maupun
diskusi kelas serta mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep
atau cara penyelesaian.
M at eri Pembelajaran: Skala

M et ode: Penugasan, diskusi dan tanya jawab.

Kelengkapan: Buku Siswa, LKS, peta, dan penggaris.

Alt ernat if Tugas Rumah : Guru dapat memilih beberapa soal pada latihan 1.1 untuk
dijadikan tugas rumah.

3

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Alt ernat if Penilaian:
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa selama
mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara formal ,
tetapi guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai tujuan-tujuan
proses.
2. Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah
pembelajaran topik ini selesai.

Materi Perbandingan disajikan dengan st ar t i ng po i nt ''Gambar Berskala". Uraian
pada sub topik Gambar berskala menyajikan masalah-masalah umum sebagai
pengantar untuk mempelajari materi topik Perbandingan secara keseluruhan.
Topik-topik tersebut tidak diperkenalkan secara langsung dalam buku siswa, namun
demikian diharapkan siswa dapat mengenalnya melalui masalah-masalah kontekstual
yang disajikan dalam Buku Siswa. Bila diperlukan guru boleh memperkenalkan topik-
topik tersebut kepada siswa dalam pembelajaran.

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a

Dengan memahami uraian pada bagian pendahuluan dan soal cerita "REN CAN A
LI BU RAN SEM ESTER", siswa dapat menulis pengertian skala pada peta. Kemudian
dengan menggunakan peta pada Buku Siswa dan penggaris, siswa bekerja secara
individu atau kelompok menentukan jarak antara dua kota pada peta dan jarak antara
dua kota sebenarnya. Selanjutnya siswa diarahkan untuk menemukan cara dalam
menentukan ukuran sebenarnya jika ukuran pada peta dan skala diketahui.
Sedapat mungkin setiap hasil kerja individu atau kelompok dibandingkan dengan
hasil kerja teman sekelompok atau kelompok lain dalam diskusi kelas


Mengarahkan siswa untuk menulis pengertian skala pada peta dengan kata-katanya
sendiri. Tekankan kepada siswa bahwa pemahaman tentang arti skala (pada masalah
Masalah 1

4

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


1.a) akan membantu siswa dalam menuliskan pengertian skala dan cara
menentukan ukuran sebenarnya. Setelah pengertian skala dipahami oleh siswa, guru
dapat mengarahkan siswa untuk menyatakan skala sbb:



Penyelesaian :
a. Tiap 1 cm pada peta mewakili 3.000.000 cm jarak sebenarnya
atau kalau 1 cm pada peta mewakili 30 km ukuran sebenarnya.
b. Skala adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya


Mengarahkan siswa untuk menggunakan peta dan penggaris untuk mengukur jarak
antara dua kota pada peta, kemudian dengan menggunakan skala yang ada siswa dapat
menentukan jarak antara dua kota tersebut yang sebenarnya.
Ketika siswa menyelesaikan masalah 2.a. mungkin ada siswa hanya dengan melihat
peta secara sepintas sudah dapat menjawabnya, tetapi mungkin ada yang betul-betul
melakukan pengukuran dengan menggunakan penggaris.
Ketika siswa menyelesaikan masalah 2.b. mungkin ada siswa yang menjawab
dengan terlebih dahulu mencari perbedaan jarak pada peta, lalu menghitung
perbedaan jarak sebenarnya, tetapi mungkin ada siswa yang terlebih dahulu mencari
masing-masing jarak sebenarnya kemudian menentukan perbedaannya.
Masalah 2.d mengarahkan siswa bahwa bilangan pertama dari suatu skala tidak
harus 1.

Penyelesaian :
a. Dengan melihat peta nampak bahwa ukuran Kota Selong dan Pantai Sengigi lebih
jauh dibandingkan dengan Kota Selong dan Pantai Kuta.
Atau
Skala = ukuran pada peta : ukuran sebenarnya
Masalah 2

5

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Dengan menggunakan peta dan mistar, maka ukuran dari Kota Selong dan Pantai
Sengigi 3,5 cm,sedangkan ukuran Kota Selong dan Pantai Kuta 2,3 cm. Jadi lebih
Jauh kota Selong dan Pantai senggigi dari pada kota selong dan Pantai kuta.
b. Pada peta, jarak kota Selong dan Pantai Senggigi adalah 3,5 cm sedangkan ukuran
Kota Selong dan Pantai Kuta adalah 2,3 cm
Sehingga perbedaan ukuran pada peta 3,5 cm 2,3 cm = 1,2 cm
Jadi, perbedaan jarak sebenarnya 1,2 x 3.000.000 cm
= 3.600.000 cm (dibagi 100)
= 36.000 m (dibagi 1000)
= 36 km
Atau
Jarak Kota Selong dan Pantai Sengigi pada peta 3,5 cm dan jarak sebenarnya
adalah
= 3,5 3.000.000 cm
= 10.500.000 cm (dibagi 100)
= 105.000 m(dibagi 1000)
= 105 km.
Jarak Kota Selong dan Pantai Sengigi pada peta 2,3 cm dan jarak sebenarnya
adalah
= 2,3 x 3.000.000 cm
= 6.900.000 cm(dibagi 100)
= 69.000 m(dibagi 1000)
= 69 km
Jadi, perbedaan jarak sebenarnya adalah 105 km 69 km = 36 km
c. Mengalikan jarak pada peta dengan 3.000.000 lalu dibagi 1.
d. 1) Panjang sebenarnya = 2 500 = 1000 cm = 10 m
2) Skala = j ar ak pada pet a : j ar ak sebenar nya
= 15 cm : 6 km
= 15 cm : 600.000 cm = 1 : 40.000

6

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

3) Panjang pada peta = cm m 4 04 , 0
2300
67 , 30 3


Kemudian siswa diarahkan untuk menulis cara menentukan ukuran sebenarnya yaitu:
Ji ka di ket ahui skal a a : b dan ukur an pada pet a maka ukur an sebenar nya dapat
di t ent ukan dengan car a " kal i kan ukur an pada pet a dengan b, kemudi an hasi l nya
di bagi dengan a"
At au dal am bent uk r umus:
U kuran sebenarnya=
a
b peta pada ukuran

Skala pada pet a = ukuran pada peta : ukuran sebenarnya
U kuran pada pet a = skala pada peta x ukuran sebenarnya


Mengarahkan siswa untuk menerapkan prosedur penyelesaian "masalah peta" ke
"masalah selain peta" dengan cara menentukan skala yang dipakai pada foto dan
gambar rumah. Pemahaman tentang pengertian skala harus ditekankan kepada siswa,
sehingga diharapkan siswa dapat menyatakan skala sebagai perbandingan antara ukuran
pada foto atau model dengan ukuran sebenarnya. Selanjutnya siswa diminta untuk
menyederhanakan perbandingan tersebut. Sebelum menyederhanakan perbandingan,
t anyakan kepada si sw a "Apakah satuan jarak tersebut boleh tidak sama?" Selain itu juga
siswa diminta untuk menyatakan faktor skala pada pembesaran dan perkecilan pada
suatu objek atau gambar/foto bersekala seperti pada contoh 3 ,5 dan contoh 6.
Kemudian siswa diminta untuk menemukan ciri dari pembesaran dan perkecilan pada
perbesaran dan perkecilan foto

Penyelesaian :
3. Masalah tentang bingkai foto tersebut adalah:
a. Faktor skala =
Icbar hasII pcmbcsaran
Icbar Ioto
=
6 cm
3 cm
=
2
1
=2 1
Jadi , faktor skala 2 atau 2 :1
b. Tinggi setelah diperbesar = faktor skala x tinggi foto = 2 x 4 = 8 cm.
Masalah 3 - 6

7

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


c.
Luas Ioto scbcIum dIpcrbcsar
Luas Ioto sctcIah dIpcrbcsar
=
4 cm x 3 cm
8 cm x 6 cm
=
1
4
=1 4
4. Skala yang digunakan dalam menggambar model rumah adalah 10 cm : 4 m
= 10 cm : 400 cm = 1 : 40.

5. Untuk masalah 5 tentang faktor skala pengecilan pada gambar /model berskala
sebagai berikut:
a. Faktor skala =
panjang sctcIah dIpcrkccII
panjang scbcIum dIpcrkccII
=
8 cm
24 cm
=
1
3
=1 3
Jadi , modelnya diperkecil dengan faktor skala
1
3
atau 1 : 3
b. Tinggi setelah diperkecil = faktor skala x tinggi model sebenarnya
=
1
3
x 12 cm = 4 cm.
c.
Luas aIas modcI scbcIum dIpcrbcsar
Luas aIas modcI sctcIah dIpcrbcsar
=
24 cm x 18 cm
8 cm x 6 cm
=
9
1
=9 1
6. Masalah 6 tentang faktor pembesaran dan perkecilan gambar berskala
Panjang sisi = panjang sisi semula x faktor skala = 6cm x
3
2
= 9 cm
Panjang sisi = panjang sisi semula x faktor skala = 6cm x
1
2
= 3 cm
Kemudian siswa diarahkan untuk menyimpulkan cara/ prosedur yang mereka gunakan
dalam menemukan skala pada penyelesaian masalah di atas yaitu:
J i ka di ketahui ukuran pada peta dan ukuran sebenarnya maka cara
menentukan skal a adal ah:
menyatakan skal a sebagai perbandi ngan antara ukuran pada peta dengan
ukuran sebenarnya
sederhanakan perbandi ngan.
Si swa dapat menetukan rumus pada Faktor pembesaran dan faktor
pengeci l an pada gambar atau model berskal a yai tu sebagai beri kut :




Faktor perbesaran dan perkecilan pada gambar berskala misalkan:
Faktor skala k, dengan k > 1 disebut faktor perbesaran
Faktor skala k, dengan 0 < k < 1 disebut faktor pengecilan


8

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Kunci Jaw aban Sisw a Soal Lat ihan 1. 1


1. 1,5 cm
2. a) 279 km
b) 139,5 km
3. a) 30 km
b) 60 cm
4. Skalanya yaitu 1 : 4.000.000,
5. Panjang sebenarnya adalah 1020 cm dan tingginya 40 cm
6. a) Faktor skala yaitu 1 : 4
b) Panjang setelah diperkecil adalah 9 cm dan tingginya 8 cm.



















9

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII





St andar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah.

Kompet ensi Dasar
Memahami arti perbandingan dan mengaplikasikannya dalam pemecahan.

I ndikat or
1. Siswa dapat mendefinisakan Pengertian perbandingan
2. Siswa dapat menentukan perbandingan dua besaran sejenis
3. Siswa dapat Menyederhanakan perbandingan dua buah besaran sejenis
4. Siswa dapat menemukan ciri-ciri perbandingan yang sederhana
5. Menyelesaikan masalah perbandingan

M at eri Prasyarat :
1. Menyederhanakan pecahan
2. Pecahan senilai
3. Satuan panjang dan besaran sejenis
4. Istilah perbandingan dan ukuran

Akt ivit as Sisw a
1. Siswa menyelesaikan permasalahan
2. Setelah siswa mengenal perbandingan sejenis, siswa menemukan konsep
perbandingan sejenis dengan memperhatikan hubungan perbandingan-perbandingan
, kemudian siswa menentukan dua dengan perbandingan yang diketahui.

SI KLU S 1
Pert emuan ke-2 ( 2 jam Pelajaran)
ARTI PERBAN DI N GAN

10

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


3. Setelah siswa mengenal istilah perbandingan yang sederhana, siswa menemukan ciri-
ciri perbandingan sederhana, kemudian menyederhanakan perbandingan yang belum
sederhana sekaligus menemukan cara untuk menyederhanakan perbandingan.
4. Siswa menentukan perbandingan panjang lebar persegipanjang

Akt ivit as Guru
1. Guru memberikan masalah kontekstual, kemudian memberi kesempatan kepada
siswa untuk membaca dan memahami masalah sebelum siswa menyelesaikannya.
2. Jika tidak ada siswa yang memahami masalah atau jika siswa yang memahami
masalah tidak mampu memberikan penjelasan kepada temannya yang belum
memahami masalah. Maka guru memberi penjelasan/ petunjuk tentang masalah atau
bagian dari masalah tersebut.
3. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan menemukan cara penyelesaian, guru
memberi petunjuk berupa pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran sehingga siswa
dapat menemukan cara penyelesaian masalah. Petunjuk yang diberikan guru tidak
sampai memberitahukan cara penyelesaian atau jawaban masalah.
4. Guru berkeliling kelas untuk melihat proses berpikir siswa untuk menyelesaikan
masalah bila perlu mengajukan pertanyaan tentang cara penyelesaian yang dilakukan
siswa.
5. Guru memfasilitasi jalannya diskusi, baik diskusi kelompok maupun diskusi kelas serta
mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep atau cara
penyelesaian.

M at eri Pembelajaran : Arti Perbandingan

M et ode: Penugasan, Diskusi dan Tanya Jawab.

Kelengkapan: Buku Siswa, LKS, penggaris



11

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Alt ernat if Tugas Rumah : Guru dapat memilih beberapa soal pada Latihan 1.2 untuk
dijadikan tugas rumah.

Alt ernat if Penilaian:
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa selama
mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara formal , tetapi
guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai tujuan-tujuan proses.
2. Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah pembelajaran
topik ini selesai.

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


1) Dalam suatu ulangan Andi mengerjakan 1 butir soal selama 2 menit sedangkan Danu
mengerjakan 1 butir soal selama 3 menit, perbandingannya dapat ditulis 2 : 3.
2) Jika umur ibu 40 tahun umur ayah 50 tahun, maka perbandingan umur mereka
adalah 40 : 50 atau 4 : 5


1) Dalam pemilihan calon Timnas Indonesia, para pemain harus memiliki tinggi diatas
160 cm. Ari dan doni akan mengikuti seleksi tersebut, dimana tinggi Ari 170 cm dan
tinggi Doni 165 cm, maka dapat kita bandingkan tinggi keduanya dengan cara
mencari hasil baginya,
yaitu 170 :165 = 34 : 33


Pada masalah Sembilan ini siswa diminta untuk mensketsa gambar tentang bauangan
layang-layang dan baying anak tersebut, kemudian menggunakan rumus perbandingan
seperti dibawah ini :
Masalah 7
Masalah 8
Masalah 9

12

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


KctInggIan
TInggI anak
=
Panjang bayangan Iayang-Iayang
Panjang bayangan anak

kctInggIan Iayang-Iayang
160 cm
=
500 cm
40 cm

Ketinggian layang-layang =
500 cm x 160 cm
40 cm

=
80.000cm
2
40 cm

= 2.000 cm
= 20 m

Kunci Jaw ban Soal Latihan 1. 2

1. a) 1 : 2
b) 5 : 2
c) 16 : 9
d) 17 : 15
2 . unt uk menghasilkan perbandingan yang palin sederhana sehingga dibagi dengan 10
menghasilkan perbandingan 4 : 3
3 . a) 4 : 5
b) 3 : 4
4 . Ada 9 bola put ih
5 . 2 5 : 4 8 0









13

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII




St andar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah.

Kompet ensi Dasar
3. Siswa dapat melengkapi tabel perbandingan senilai
4. Siswa dapat membuat grafik perbandingan senilai
5. Siswa dapat menemukan ciri-ciri grafik perbandingan senilai
6. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai

I ndikat or
1. Siswa dapat melakukan percobaan untuk memperoleh data hasil pengukuran
2. Siswa dapat menemukan konsep perbandingan senilai
3. Siswa dapat menentukan perbandingan yang senilai dengan suatu perbandingan
yang diketahui
4. Siswa dapat menentukan ciri-ciri grafik perbandingan senilai

M at eri Prasyarat : Menyederhanakan perbandingan, Grafik dan Persamaan Linier Satu
Variabel

Akt ivit as Sisw a
1. Siswa membaca dan memahami tugas Membuat Minuman Sirup dan Masalah 1,
kemudian membuat tabel data komposisi sirup.
2. Siswa menuliskan perbandingan takaran sirup dan takaran air dalam 1, 2, 3, atau 10
gelas. Dari perbandingan-perbandingan tersebut siswa mengenal istilah perbandingan
senilai
3. Setelah siswa mengenal perbandingan senilai, siswa menemukan konsep
perbandingan senilai dengan memperhatikan hubungan perbandingan-perbandingan
SI KLU S 2
Pert emuan ke-1 ( 2 jam Pelajaran)
PERBAN DI N GAN SEN I LAI

14

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


4. yang senilai, kemudian siswa menentukan dua perbandingan yang senilai dengan
perbandingan yang diketahui.
5. Siswa membaca dan memahami masalah yang berkaitan dengan perbandingan
senilai
6. Siswa yang memahami masalah memberikan penjelasan kepada temannya yang
belum memahami masalah (jika ada)
7. Siswa menghitung waktu tempuh kendaraan yang diketahui jarak tempuhnya,
kemudian melengkapi tabel. Berdasarkan tabel siswa melengkapi grafik
perbandingan senilai. Dari grafik tersebut siswa menemukan ciri-ciri grafik
perbandingan senilai.
8. Setelah siswa menemukan ciri-ciri grafik perbandingan senilai siswa membuat grafik
perbandingan senilai untuk masalah yang lain.
9. Siswa membandingkan dan mendiskusikan hasil kerjanya dalam kelompoknya,
dilanjutkan dengan diskusi kelas.

Akt ivit as Guru
1. Guru memberikan masalah kontekstual, kemudian memberi kesempatan kepada
siswa untuk membaca dan memahami masalah sebelum siswa menyelesaikannya.
2. Jika tidak ada siswa yang memahami masalah atau jika siswa yang memahami
masalah tidak mampu memberikan penjelasan kepada temannya yang belum
memahami masalah. Maka guru memberi penjelasan/ petunjuk tentang masalah atau
bagian dari masalah tersebut.
3. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan menemukan cara penyelesaian, guru
memberi petunjuk berupa pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran sehingga siswa
dapat menemukan cara penyelesaian masalah. Petunjuk yang diberikan guru tidak
sampai memberitahukan cara penyelesaian atau jawaban masalah.
4. Guru berkeliling kelas untuk melihat proses berpikir siswa untuk menyelesaikan
masalah bila perlu mengajukan pertanyaan tentang cara penyelesaian yang dilakukan
siswa.


15

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


5. Guru memfasilitasi jalannya diskusi, baik diskusi kelompok maupun diskusi kelas serta
mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep atau cara
penyelesaian.

M at eri Pembelajaran:
1. Perbandingan Senilai
2. Tabel dan Grafik Perbandingan Senilai
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai

M et ode: Penugasan, Diskusi dan Tanya Jawab.

Kelengkapan: Buku Siswa, LKS, Sirup, Sloki (Gelas Ukur 25 ml), Sendok Makan, Air
Minum, Spidol dan Penggaris/Mistar

Alt ernat if Tugas Rumah : Guru dapat memilih beberapa soal pada Latihan 2 untuk
dijadikan tugas rumah.

Alt ernat if Penilaian:
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa selama
mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara formal , tetapi
guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai tujuan-tujuan proses.
2. Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah pembelajaran
topik ini selesai.

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


M asalah M embuat M inuman Sirup
Masalah ini mengarahkan siswa untuk memahami arti perbandingan.

Masalah 10 dan 11

16

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Siswa diberi kebebasan untuk mencoba membuat minuman sirup yang sesuai dengan
seleranya. Dari hasil percobaan ini akan diperoleh data komposisi/ campuran sirup dan
air. Perbandingan dikenalkan ulang setelah siswa memperoleh komposisi sirup yang
disukainya.

M asalah 11 a
Masalah ini mengarahkan siswa untuk menentukan perbandingan dua hasil
pengukuran. Untuk menjawab masalah ini, siswa akan menggunakan data hasil
percobaannya membuat minuman sirup yang enak.
Alt ernat if jaw aban sisw a:
1. 1 : 6
2. 1 : 7
3. Perbandingan lain berdasarkan komposisi sirup yang disukai siswa.

M asalah 11 b 11 c
Masalah ini mengarahkan siswa untuk menentukan perbandingan dua hasil
pengukuran sekaligus mengenal perbandingan senilai.
Alt ernat if jaw aban 11 b ( no. 1)
1. 2 sloki sirup dan 12 sloki air. Cara menyelesaikannya mungkin siswa
menjumlahkan banyaknya sloki sirup dan menjumlahkan banyaknya sloki air
atau mungkin siswa akan langsung mengalikan 2 dengan banyaknya sloki sirup
juga dengan banyaknya sloki air untuk 1 gelas minuman.
2. 3 sloki sirup dan 14 sloki air.
3. Jawaban lain menurut komposisi sirup yang disukai siswa.
Alt ernat if jaw aban M asalah 11 b ( no. 2 )
1. 2 : 12
2. 3 : 14
3. Alternatif jawaban lain berdasarkan komposisi sirup yang disukai siswa


17

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Alt ernat if jaw aban masalah 11 c
1. 3 : 18 atau 10 : 60
2. 4 : 21 atau 15 : 70
3. Alternatif jawaban lain berdasarkan komposisi sirup yang disukai siswa.

M asalah 11 d.
Masalah ini mengarahkan siswa untuk menemukan konsep perbandingan senilai dengan
memperhatikan hubungan dua atau tiga perbandingan yang senilai.
Alt ernat if jaw aban sisw a :
- Diharapkan siswa dapat menemukan perbandingan yang satu diperoleh dari
perbandingan lain dengan mengalikan bilangan tertentu pada kedua bilangan yang
dibandingkan, atau siswa melakukan perkalian silang sehingga menemukan jawaban
dalam bentuk: jika
b
a
dan
d
c
dua perbandingan yang senilai, maka ad = bc.
M asalah 11 e
Masalah ini dapat digunakan guru untuk mengecek kemampuan siswa dalam
menentukan perbandingan yang senilai dengan suatu perbandingan yang diketahui.
Alt ernat if Jaw aban Sisw a :
1. 2 : 1
2. 16 : 8
3. 4 : 2
4. Alternatif lain.


M asalah 12 b dan 12 c
Kedua masalah ini merupakan jembatan untuk mengantar siswa mengenal dan
menemukan ciri-ciri perbandingan yang sederhana. Dalam menjawab kedua masalah
ini diharapkan siswa dapat menggunakan pembagian terhadap banyaknya sloki sirup
dan banyaknya sloki air.
Masalah 12

18

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Alt ernat if jaw aban Sisw a :
Jawaban Masalah 12 b. 5 sloki sirup dan 8 sloki air.
Jawaban Masalah 12c. 2 sloki sirup dan 4 sloki air.

M asalah 12 a, 12 d dan 12 e
Masalah ini mengarahkan siswa untuk mengenal perbandingan yang sederhana. Dari
tiga perbandingan yang ada, siswa dikenalkan perbandingan mana yang sederhana.
Alt ernat if jaw aban Sisw a :
Jawaban masalah 12 a. 10 : 16
Jawaban masalah 12 d. 5 : 8
Jawaban masalah 12 e. 2 : 4

M asalah 12 f
Masalah ini mengarahkan siswa untuk mengkonstruk ciri-ciri perbandingan yang
sederhana. Setelah menjawab masalah ini diharapkan siswa dapat menemukan cara
untuk menyederhanakan perbandingan
Alt ernat if Jaw aban Sisw a :
Faktor persekutuan kedua bilangan yang dibandingkan hanya satu yaitu 1.

M asalah 12 g
Masalah ini mengarahkan siswa untuk menyederhanakan perbandingan sekaligus
mengemukakan cara
Alt ernat if Jaw aban Sisw a :
- Masalah 12 g (1). 2 : 3. Caranya: kedua bilangan yang dibandingkan dibagi 10
- Masalah 12 g (2). 1 : 6. Caranya: kedua bilangan yang dibandingkan dikalikan 2
- Masalah 12 h. Suatu perbandingan dapat disederhanakan dengan cara: kedua
bilangan yang dibandingkan dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama.




19

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


Masalah ini mengarahkan siswa untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan senilai, melengkapi tabel, dan mengenal serta menemukan ciri-ciri grafik
perbandingan senilai. Dalam menyelesaikan masalah 13 a mungkin siswa akan mencari
jarak yang ditempuh Ani selama 1 jam. Ini akan membantu siswa untuk menjawab
pertanyaan 13b dan 13c.
Masalah 13d 13f akan membantu siswa untuk memahami bahwa masalah jarak dan
waktu berkaitan dengan perbandingan senilai
Masalah 13g mengarahkan siswa untuk mengenal grafik perbandingan senilai.
siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah ini, alternatif bantuan yang
dapat diberikan adalah guru dapat memberikan mistar kepadanya, kemudan siswa
diminta memikirkan bagaimana menggunakan mistar itu untuk melihat ciri grafik yang
dibuatnya.
Alt ernat if Jaw aban Sisw a:
a. 9 jam.
b. 210 km
c. 280 km
d.
Jarak Tempuh (km) Waktu Tempuh (jam)
.............
70
.............

...........
1
...........
140
............
2
............
.............
210
..............
3
...............
280
..............
4

630 9

e. Semakin j auh j ar ak yang di t empuh maki n l ama w akt u t empuhnya, sebal i knya
maki n dekat j ar ak yang di t empuh maki n sedi ki t w akt u t empuhnya.

Masalah 13

20

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


1) Baris ke-1 dan baris ke 2. Perbandingan jarak tempuh pada baris ke-1 dan jarak
tempuh pada baris ke-2 = 70 :140 = 1:2.
2) Perbandingan waktu tempuh pada baris ke-1 dan waktu tempuh pada baris ke-2
= 1 : 2
3) Perbandingan jarak tempuh sama dengan perbandingan (4)waktu tempuh atau
perbandingan jarak tempuh senilai dengan perbandingan waktu tempuh.
f. -
g. Kesimpulan dari grafik diatas:
Titik-titik yang menunjukkan hubungan jarak dan waktu tempuh terletak pada satu
garis lurus dan melalui titik (0,0) atau grafiknya berupa garis lurus dan melalui titik
(0,0),
Setiap perubahan jarak diikuti oleh perubahan waktu dengan perbandingan yang
sama



Masalah ini dapat digunakan guru untuk mengecek pemahaman siswa tentang masalah-
masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai.

Alt ernat if Jaw aban Lat ihan 1. 3

1. a. 300 : 270 = 10 : 9
b. 270 : 300 = 9 : 10
2. a. 15 : 11
b. 60 : 44 = 15 : 11
c. 225 : 121
3. a. 3 : 40
b. 2 : 3
c. 5 : 8

Masalah 14

21

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


4. (1) a, c dan e,
(2) b dan d.
5. a. 1
b. 12
6. a. Bukan grafik perbandingan senilai. Alasan yang dapat dikemukakan adalah:
Karena titik-titik yang menunjukkan hubungan banyaknya jumlah pakaian yang
dibeli dengan harganya tidak terletak pada satu garis lurus,
Perbandingan jumlah pakaian yang dibeli tidak senilai dengan perbandingan
harganya
b. Bukan grafik perbandingan senilai. Alasan yang dapat dikemukakan adalah:
Garis lurus yang mengubungkan titik-titik yang menunjukkan hubungan X dan Y
tidak melalui titik (0,0)
Perbandingan bilangan-bilangan pada sumbu X tidak senilai dengan perbandingan
bilangan-bilangan pada sumbu Y
7. Harga 18 kg pasir adalah Rp 108.000,00
8. Banyak angsuran selama 5 bulan adalah Rp 6.875.000,00
9. Jarak yang ditempuh selama 1 jam adalah 7,5 km/ jam
10. Banyak kalori yang dikandung 600 gram kentang adalah 1,8 kalori













22

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII





St andar Kompetensi
Siswa mampu memahami konsep perbandingan serta mampu mengaplikasikannya dalam
menyelesaikan masalah

Kompet ensi Dasar
1. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik
nilai
2. Siswa dapat melengkapi tabel perbandingan berbalik nilai
3. Siswa dapat membuat grafik perbandingan berbalik nilai
4. Siswa dapat menemukan ciri-ciri grafik perbandingan berbalik nilai

Akt ivit as Sisw a
1. Siswa membaca dan memahami masalah yang diberikan.
2. Siswa yang sudah memahami masalah memberikan penjelasan kepada temannya yang
belum memahami masalah (jika ada)
3. Siswa menyelesaikan masalah yang diberikan secara mandiri, kemudian
membandingkan dan mendiskusikan jawabannya dengan teman sekelompoknya,
kemudian siswa membandingkan dan mendiskusikan jawaban dalam diskusi kelas.

Akt ivit as Guru
1. Guru memberikan masalah kontekstual, kemudian memberi kesempatan kepada siswa
untuk membaca dan memahami serta menginterpretasikan masalah sebelum siswa
menyelesaikannya.
2. Guru memberi penjelasan/ petunjuk tentang masalah/ bagian dari masalah, jika tidak
ada siswa yang memahami masalah atau jika siswa yang memahami masalah tidak
mampu memberikan penjelasan kepada temannya yang belum memahami masalah.
SI KLU S 2
Pert emuan ke- 2 ( 2 jam pelajaran)
PERBAN DI N GAN BERBALI K N I LAI


23

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

3. Petunjuk yang diberikan guru tidak sampai memberitahukan cara penyelesaian atau
jawaban masalah.
4. Guru berkeliling kelas untuk melihat proses berpikir siswa untuk menyelesaikan
masalah bila perlu mengajukan pertanyaan tentang cara penyelesaian yang dilakukan
siswa.
5. Guru memfasilitasi jalannya diskusi, baik diskusi kelompok maupun diskusi kelas serta
mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep atau cara penyelesaian
M at eri Prasyarat : Perbandingan Senilai, Persamaan Linier Satu Variabel dan Arti
Kecepatan Rata-rata

M at eri Pembelajaran:
1. Perbandingan berbalik nilai
2. Grafik perbandingan berbalik nilai
3. Menyesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai

M et ode: Penugasan, Diskusi dan Tanya Jawab.

Kelengkapan: Buku Siswa, LKS, Penggaris/Mistar dan Spidol

Alt ernat if Tugas Rumah : Guru dapat memilih beberapa soal latihan 1.3 sebagai tugas
rumah

Alt ernat if Penilaian :
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa selama
mengikuti proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan tidak secara formal , tetapi
guru cukup mencatat siswa yang telah mampu mencapai tujuan-tujuan proses.
2. Penilaian hasil dilakukan melalui tes hasil belajar secara tertulis setelah pembelajaran
topik ini selesai.
Jika ada siswa yang mengalami kesulitan menemukan cara penyelesaian, guru
memberi petunjuk berupa pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran sehingga siswa
dapat menemukan cara penyelesaian masalah

24

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


Masalah ini mengarahkan siswa untuk memahami konsep perbandingan berbalik nilai
Penyelesaian masalah 15c mengarahkan siswa untuk menentukan dan mengisi tabel
perbandingan berbalik nilai
Penyelesaian masalah 15f dapat digunakan guru untuk mengecek kemampuan siswa
dalam menentukan perbandingan berbalik nilai
Penyelesaian masalah 15h membantu siswa menuliskan dengan kata-kata sendiri ciri-ciri
dan menyebutkan contoh perbandingan berbalik nilai.
Penyelesaian masalah 15j dan 15k mengarahkan siswa menyelesaikan masalah yang
melibatkan perbandingan berbalik nilai

Alt ernat if jaw aban sisw a:
a. Banyak permen yang diperoleh setiap anak bila banyak anak yang hadir:
Banyak permen yang disediakan Ibu Retno bila banyak anak yang hadir sebanyak 40
orang adalah 120 biji
Sehingga banyak bagian permen untuk setiap anak, bila banyak anak yang hadir pada
acara itu:
i. 40 anak adalah 3 biji (
ii. 30 anak adalah 4 biji (
iii. 24 anak adalah 5 biji (
b. Banyak anak yang hadir bila pada acara itu, bila banyak bagian permen:
i. 6 biji adalah 20 anak (
ii. 8 biji adalah 15 anak (
iii. 10 biji adalah 12 anak (



M asalah 15

25

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

c. Hasil perhitungan berdasarkan jawaban (a) dan (b):
Baris ke- Banyak anak yang hadir Banyak bagian permen (dalambiji)
1. 60 2
2. 40 3
3. 30 4
4. 24 5
5. 20 6
6. 15 8
7. 12 10

d. Bila anak yang hadir semakin banyak maka semakin sedikit permen yang diperoleh.
Sebaliknya semakin sedikit anak yang hadir maka semakin banyak bagian permen yang
diperoleh.
e. Penyelesaian dari tabel c diatas :
i. 60/ 40 = 3/ 2
ii. 3/ 2
iii.
iv.
v.
vi.
vii. Nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir dengan nilai perbandingan
banyak bagian permen pada setiap dua baris yang bersesuaian adalah berbanding
terbalik

f. -
g. Hasil kali antara banyak anak yang hadir dengan banyak bagian permen pada:
ii. Baris ke 1adalah 60 x 2 = 120
iii. Baris ke 2 adalah 40 x 3 = 120
iv. Baris ke 3 adalah 30 x 4 = 120
v. Baris ke 6 adalah 12 x 10 = 120

26

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


h. H asi l kal i ant ar a banyak anak yang hadi r dengan banyak bagi an per men pada set i ap
bar i s ADALAH SAM A
i. Ciri-ciri dua besaran yang berbanding berbalik nilai:
Hasil kali antara dua besaran yang berbanding adalah tetap
Perbandingan banyak anak yang hadir merupakan kebalikan (invers) perkalian dari
perbandingan banyak permen.
Contoh perbandingan berbalik nilai:
Waktu yang diperlukan dengan banyaknya pekerja
Banyak bensin (dalam liter) dengan jarak(dalam km) yang ditempuh
Persediaan makanan ternak dengan banyak ternak
Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu dan kecepatan

j.
k.

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


W akt u Dan Kecepat an
Masalah ini mengarahkan siswa untuk memahami konsep perbandingan berbalik
nilai, tabel dan grafiknya.
Apabila siswa mengalami kesulitan menjawab masalah 16a, ingatkan siswa tentang
kecepatan rata-rata pada pelajaran IPA Fisika atau memperhatikan satuan kecepatan
rata-rata.
Penyelesaian masalah 16d dan 16e akan membantu siswa dalam menyelesaikan
masalah yang berkaitan perbandingan berbalik nilai.
Penyelesaian masalah 16e juga mengarahkan siswa untuk mengenal perbandingan
berbalik nilai.
Penyelesaian masalah 16f dapat digunakan guru untuk mengecek pemahaman siswa
tentang perbandingan berbalik nilai.
M asalah 16

27

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

Penyelesaian masalah 16g akan membantu siswa untuk mengenal grafik
perbandingan berbalik nilai. Dari grafik itu siswa diarahkan untuk menemukan ciri-
ciri grafik perbandingan berbalik nilai
Masalah 16i mengarahkan siswa untuk menggunakan grafik dalam memperkirakan
penyelesaian suatu masalah.
Alt ernat if Jaw aban Sisw a :
a. Kecepatan rata-rata sepeda motor 60 km/ jam
b.
c. Makin cepat kendaraan makin sedikit waktu tempuh yang digunakan atau sebaliknya
d. Selau sama
e.
f. Ya. Alasan yang dapat dikemukakan :
Jika 15 : 6 disederhanakan diperoleh 5 : 2 (kebalikan dari 2 : 5)
Jika kedua bilangan pada 2 : 5 masing-masing dikalikan 3 diperoleh 6 : 15 (kebalikan
dari
15 : 6)
g.
h. Yang dapat disimpulkan dari grafik di atas adalah:
Grafiknya berupa kurva mulus,
Setiap perubahan kecepatan diikuti oleh perubahan waktu dengan perbandingan
yang saling berkebalikan
i. 72 km
Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


Misalkan :
5 orang pekerja 15 hari
5 orang pekerja hari(misalkan dengan b)
b =
5 x 15
3

=
75
3

M asalah 17

28

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

= 25 hari
Jadi , pekerjaan tersebut jika dikerjakan oleh 3 0rang akan diselesaikan dalam waktu
20 hari

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a


Masalah 17 jika dinyatakan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut :
N ama Kecepat an ( km/ jam) W akt u ( jam)
Andi 60
1 jam 20 menit =
4
3
jam
Adi 50 ..
Anisa 40 ..

Untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan oleh Adi dan Anisa, maka kita perlu
mencari berapak jarak antar rumah Andi dengan rumah neneknya yaitu dengan
menggunakan rumus jarak sebagai berikut :
Jarak(S) = kecepatan(v) x waktu(t)
= 60.
4
3

= 80 km
Maka jarak rumah mereka kerumah neneknya adalah 80 km
Waktu yang diperlukan Adi adalah :
t =
s

=
80
50
=
8
5
= 1
3
5
jam
= 1 jam +
3
5
. 60 menit
= 1 jam 36 menit
Jadi, waktu yang dibutuhkan Adi adalah 1 jam 36 menit
Waktu yang diperlukan Adi adalah :
t =
s

=
80
40
=
8
4
= 2 jam
Jadi, waktu yang dibutuhkan Adi adalah 1 jam
M asalah 18

29

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII

Sehingga tabel diatas dapat dilengkapi menjadi :
N ama Kecepat an ( km/ jam) W akt u ( jam)
Andi 60
1 jam 20 menit =
4
3
jam
Adi 50
1 jam 36 menit = 1
3
5
jam
Anisa 40 2 Jam

Koment ar dan Alt ernatif Jaw aban Sisw a



a)Lengkapilah tabel dibawah ini !
Pada massa larutan = 4, maka temperatur = 30
Pada massa larutan = 3 , maka temperatur =
4 x 30
3
=
120
3
=40
Pada massa larutan = 2 , maka temperatur =
4 x 30
2
=
120
2
=60
Pada massa larutan = 1 , maka temperatur =
4 x 30
1
=
120
1
=120
Pada temperatur = 20, maka massa =
4 x 30
20
=
120
20
=6
Pada temperatur = 15, maka massa =
4 x 30
15
=
120
15
=8
M aka dapat dit ulis dalam t abel dibaw ah ini !
Massa (kg) Temperatur (t dalam
0
C)
1 120
2 60
3 40
4 30
6 20
8 15





M asalah 19

30

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Adapun grafiknya sebagai berikut :


















Kunci Jaw aban Soal Lat ihan 1. 4

1. Pasangan perbandingan yang merupakan perbandingan berbalik nilai adalah
a. 7 : 6 dan 12 : 14 karena 7 : 6 merupakan kebalikan dari 6 : 7 (12 :14= 6:7).
2. 10 buah
3. 4,5 jam atau 4
2
1
jam
4. 32 buah buku
5. 16 liter
6. 62 liter




Temperatur (celcius)
M
a
s
s
a
(
K
g
)

80

20

60

x

0

3

4

6

y

8

100

120

2

40


31

Buku Guru Materi Perbandingan/Untuk SMP/ MTs kelas VII


Kunci jaw aban U alangan Akhir Bab :



1. B
2. C
3. A
4. B
5. A
6. B
7. B
8. C
9. A
10. c



















A. Pilihan Ganda


































CAT AT AN GU RU :

...


































D AFTAR PU ST AKA
Panco Sudjatmiko.2005. Matematika Kreatif Teori dan Aflikasi. Solo: PT Tiga
Serangkai.
Russeffendi. 1989. Dasar-Dasar Matematika Moderen dan Komputer.
Bandung:Tarsito.
Sembiring. 2009. Pelajaran Matematika Bilingual. Bandung: Yrama Widya.
Sukino.2006.Matematika untuk SMPkelas VII. Jakarta: Erlangga
Rahmawati.2005.Buku Pegangan Guru dengan Pendekatan PMRI. Universitas
Yogyakarta.











MATEMATIKA
Dengan
Pendekatan Matematik Real istik
1
Buku Guru ini disusun berdasarkan pendekat an pembelajaran mat ematika yang
telah berhasil dikembangkan di Belanda, Real i st i c M at hemat i cs Educat i o n ( RM E) . Di
Indonesia, pendekat an ini dikenal sebagai Pendidikan Matematika Realistik Indonesia
(PMRI) . Pendidikan Matematika Realistik Indonesia lebih menekankan st udent
oriented at au pr o bl em o r i ent ed , sehingga dominasi guru dalam pembelaj aran
dapat dikurangi. Ini berarti guru perlu mengendalikan diri agar tidak memberikan
pengetahuan at au penyelesaian suatu masalah secara terburu-buru, tetapi diharapkan
guru hanya bertindak sebagai fasilitator pembelaj aran. Guru harus memperhatikan
proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masal ah, sebagai umpan balik dalam
Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia.
Adapun lima prinsip dari pendekatan pembelaj aran ini adalah:
1. Gui ded Rei nv ent i o n and Pr ogr essi v e M at hemat i zi ng. Proses pembelaj aran yang
memberi kesempatan siswa mengalami proses menemukan konsep-konsep
matematika. Bimbingan diberikan hanya jika siswa mengalami kesulitan setelah
berusaha.
2. Di d act i cal Pheno meno l o gy . Penyajian topik-topik matematika yang didasarkan
pada aspek aplikasinya dan kontribusinya untuk perkembangan matematika siswa
lebih lanjut.
3. Sel f -dev el o p ed M o del s. Pada penyelesaian masalah kontekstual siswa diberi
kesempatan untuk membangun model mereka sendiri. Dalam hal ini guru berusaha
untuk tidak memberi bantuan sedini mungkin pada siswa. Beri kebebasan mereka
menyelesaikan masalah dengan modelnya sendiri.
Dengan pendekat an ini maka konsep dan prinsip dalam PERBANDINGAN disajikan
kepada siswa melalui permasalahan yang dapat ditemui siswa dalam kehidupannya
atau setidaknya dapat mereka bayangkan. Dalam pembuatan masalah sert a panduan
penyelesaiannya, penulis telah berusaha seoptimal mungkin agar para siswa dapat
membangun sendiri konsep atau prinsip yang terdapat dalam PERBANDINGAN.
Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan perlu peran Guru dalam memberi
bantuan kepada siswa yang mengalami kemacetan dalam memahami masal ah. Yang
patut diingat adalah bantuan itu dalam bat as seperlunya. H indari pemberian inf ormasi
yang meniadakan kesempat an sisw a menemukan.

STKIP HAMZANWADI SELONG






























S T KIP H A MZ A N WA D I S E LO N G
BU KU PEGAN GAN SISW A


MATERI
PERBANDINGAN
1
MATEMATIKA
Pendekatan Matematik Real istik
Unt uk SMP/MTs k el as VI I
LAMPIRAN 5






















Buku Pegangan Si swa MATEMATIKA 1
untuk SMP/ MTs dengan
Pendekatan Matematik Realistik I ndonesia.






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
J URUSAN MIPA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG

































Puji syukur di panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan
rakhmat dan karunia-Nya kepada penulis, Sehingga buku sederhana ini dapat
terselesaikan sesuai dengan jadwal. Keberadaan buku ini sebagai pegangan guru
dan siswa sangat penting. Buku ini memberikan cara yang mudah dimengerti oleh
siswa dan guru.
Buku ini dimaksudkan untuk memberikan bekal tentang konsep
perbandingan yaitu dengan tehnik pengajaran dan penyelesaian masalah yang
langsung ke dunia nyata. Materi yang diajarkan didalam buku ini lebih dikaitkan
langsung dengan kehidupan sehari-hari . Karna sampai saat ini, siswa lebih banyak
menghapal dari pada memahami, sehingga pada buku ini lebih ke bagaimana siswa
mampu memahami serta mampu mengaplikasikan kedalam dunia nyata at au
kehidupan sehari- hari.
RU AN G LI N GKU P
Matematika sebagai ratu ilmu dan ibunya ilmu dimaksudkan bahwa
matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Matematika sebagai ilmu
berfungsi pula untuk melayani ilmu pengetahuan.
Untuk memahami dan mempelajari ilmu pengetahuan tersebut maka tidak
terlepas dengan dunia kehidupan. Karena suatu akan mudah terlupakan apabila
tidak dirasakan langsung.
Buku ini terdiri dari dari satu bab dan 4 buah sub bab. Karena keterbat asan
waktu, makapenulis hanya menulis hanya satu bab.Kelebihan dari setiap bab pada
buku ini adalah materi dijelaskan secara rinci, terkait dengan masalah yang dialami
siswa dalam kehidupan nyata . Dengan hal inilah, penulis yakin akan memudah
siswa akan menyelesaikan masal ah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.

i
KATA PENGANTAR

































U capan T erima Kasih
Pada kesempat an ini, penulis mengucapkan terima kasih khususnya pada
Dosen Pembimbing M . H alqi M .Pd. Serta Sri Supiyat i M .Pd. Si atas bimbingan dan
sumbangsih pemikiran secara langsung maupun tidak langsung sehingga bisa
terselesaikan.
Penulis berharap kiranya buku matematika ini bisa lebih lengkap, tidak
terbatas satu bab saja dan dapat bermamfaat sebagai acuan pembelaj aran di
Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Keritik dan sumbang saran dari dosen , guru-guru serta seluruh pembaca
senantiasa kami nantikan demi penyempurnaan dalam penyusunan buku ini lebih
lengkap lagi.






Selong, Maret 2013

Penulis
ii

































Kat a Pengant ar i
D aft ar I si .. ii
SEM ESTER 1
PERBAN D I N GAN
1.1 Skala sebagai suat u perbandingan 1
1. 2 Art i perbandingan 8
1. 3 Perbandingan senilai 12
1. 4 Perbandingan Berbalik nilai 21
Rangkuman 3 0
U langan Akhir Bab 1. 3 2
D aft ar pust aka




iii
DAFTAR ISI
1

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII




















































SKALA PADA PETA/ GAMBAR ATAU MODEL
SEBAGAI SUATU PERBANDINGAN

M at eri apa yang akan kamu pelajari?

Pengertian skala
Menentukan skala suatu peta/ gambar atau
model, bila ukuran pada peta/ gambar atau
model dan ukuran sebenarnya diketahui.
Menghitung ukuran pada peta/ gambar/ model
bila skala dan ukuran sebenarnya diketahui.
Menentukan ukuran pada peta/ gambar/ model
bila skala dan ukuran sebenarnya diketahui.
Perbandingan senilai/ seharga
Perbandingan berbalik nilai/ harga
G rafik perbandingan senilai dan B erbalik nilai
Kata Kunci:
Skala, Perbandingan Senilai dan
Perbandingan Berbalik Nilai
Grafik perbandingan senilai dan Berbalik
nilai


Setiap selesai dalam satu smester atau setelah mengikuti ujian smester, maka libur
semester pun tiba, maka inilah momentum yang digunakanoleh seseorang atau siswa-siswa dari
suatu sekolah untuk refresing atau mengunjungi suatu tempat seperti tempat- tempat
pariwisata. Tempat yang dituju pun berbeda-beda misalnya pada daerah Lombok atau pun
sampai keluar daerah yang memilki tempat pariwisata yang menarik dan tidak mungkin dapat
melihatnya secara keseluruhan pada waktu bersamaan.
Oleh karena itu dibuatlah suatu gambar (atlas/peta) yang mewakili keadaan sebenarnya.
Gambar tersebut dibuat sesuai dengan keadaan sebenarnya dengan perbandingan (skala) tertentu.

Apakah ar t i sk al a kegunaan pada suatu
peta?Dapatkah kamu menyebutkan
gambar berskala yang lain?
Bagaimana kamu m en en t u k an skal a suatu
gambar bila ukuran pada gambar dan
ukuran sebenarnya diketahui?
Dapatkah kamu m en gh i t u ng u ku r an
seb enar n ya bila ukuran pada peta
diketahui?
Bagaimana kamu menentukan jarak
sebenarnya bila ukuranpada peta
diketahui?
Dapatkah kamu m en gh i t u ng u ku r an p ada
m odel / gam b ar bila skala dan ukuran
sebenarnya diketahui?
Bagaimana kamu m en en t u kan u ku r an
p ada m odel / gam b ar bila skala dan
ukuran sebenarnya diketahui

1
2

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

Tidak sulit rasanya, menjawab semua pertanyaan diatas, Untuk itu pahamilah
permasalah dibawah ini!















































Rencana Liburan
Semest er
Karena merasa penasaran, salah
seorang murid bernama Andi menayakanpak
guru, lebih jauh mana antara pantai senggi dan
pantai kuta?. Pak guru menjawab hal itu dapat
diketahui dengan bantuan peta, yaitu gambar
yang mewakili keadaan yang sebenarnya dengan
perbandingan(skala) tertentu. Untuk lebih
jelasnya pak guru mengambilkan peta dan
memperlihatkan kepada Siswa.


Menjelang liburan semester tiba, Guru
dan Siswa SMPN 1Selong akan merencanakan
untuk pergi liburan ke pantai sengigi dan
pantai kuta. Pantai Sengigi adalah salah satu
objek wisata Lombok yang terletak di desa Batu
Layar Lombok Barat .
Sedangkan Pantai Kuta adalah salah
satu objek wisata Lombok yang terletak di
desa Pujut Lombo Tengah.
Kemudian pak guru menjelaskan
tentang rute perjalanan. Perjalanan yang
akan dilalui yaitu terlebih dahulu ke pantai
sengigi kemudian akan dilanjutkan ke
pantai kuta.


3

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

Set el ah memahami masal ah di at as, sel esai k an masal ah di bawah i ni !



a. Peta Daerah Lombok (NTB) dibuat dengan skala 1: 3.000.000. Menurut
pendapatmu apa arti skala 1:300.000 tersebut?
b. Berdasarkan jawabanmu terhadap soal (a), coba kamu sebutkan
pengertian skala!



Per hat i k an pet a Lombok di at as !
a. Coba kamu jelaskan bagaimana cara menyelesaikan masalah Andi!
b. Berapakah perbedaan jarak sebenarnya antara kota Selong dengan
pantai sengigi dan kota selong dengan pantai kuta ?
c. Coba kamu jelaskan bagaimana cara menentukan jarak sebenarnya,
seperti yang telah kamu kerjakan pada soal no. b!
d. Isilah titik-titik pada tabel berikut ini! dengan menggunakan cara seperti
yang kamu lakukan dalam menjawab soal no. b!
No Skala peta Panjang pada Peta Panjang Sebenarnya
1)
2)
3)
1 : 500
...
3 : 2300
2 cm
15 cm
...
...
6km
30,67m
















Masalah 1
Masalah 2

4

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII





















































Dari penyelesaian masalah 2a dan 2d, yang kamu per oleh :
Skala adalah perbandingan suatu ukuran pada gambar (peta) dan ukuran
sebenarnya.
Dari penyelesaian masalah 2c dan 2d, yang kamu per oleh, bagaimana car a
menent ukan :
Ukuran sebenarnya jika diketahui skla a: b dan ukuran pada peta
maka:
Ukuran sebenarnya =
Uhuran Pada Peta
Shala

Skala pada peta jika diketahui ukuran pada peta dan ukuran sebenarnya
Maka:
Skala =
Jarah Pada Peta
Jarah sebenarnya

Ukuran pada peta jika diketahui skala a: b dan ukuran sebenarnya
maka:
Ukuran pada peta =jarak sebenarnya x skala
Ukuran sebenarnya jika diketahui skla a: b dan ukuran pada peta
maka:
Ukuran sebenarnya =
Uhuran Pada Peta
Shala


5

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII






















































Fot o/ Gambar dan Model
Berskala
Pernahkah anda melihat foto suatu
bangunan? Gambar disamping adalah foto
bangunan Bandar udara internasioanal
LOMBOK. Foto tersebut adalah contoh suatu
gambar bersekala
Begitu juga dengan gambar yang disamping
yaitu model dari suatu pesawat terbang. Foto atau
model pesawat terbang disamping memiliki bentuk
yang sama dengan bentuk aslinya, tetapi ukurannya
diperkecil. Jadi bagian-bagian yang bersesuaian
antara foto atau model dan objek aslinya mempunyai
perbandingan yang sama.


A pakah anda t au apa it u gambar
ber skala?
G ambar berskala adalah gambar
pembesaran atau pengecilan dari
suatu benda atau objek.
Kapankah dinamakan f akt or
pembesar an dan pengecilan
gambar ber skala?
Faktor skala k, dengan k > 1
disebut faktor perbesaran
Faktor skala k, dengan 0 < k < 1
disebut faktor pengecilan





Per hat i k an f ot o di bawah i ni !










Dari bingkai foto persahabatan Messi dengan
Cristian Ronaldo diatas. Jika foto tersebut ingin
diperbesar sedemikian rupa sehingga lebarnya
menjadi 6 cm, maka tentukanlah :
a. Factor skala
b. Tinggi foto setelah diperbesar
c. Perbandingan luas foto setelah diperbesar
Masalah 3


6

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



Sebuah rumah mempunyai tinggi 4 meter, jika tinggi rumah tersebut pada
model 10 cm, berapakah skala yang digunakan pada rumah tersebut?



































1. Untuk membuat model pesawat terbang digunakan skala 1 : 2.000. J ika
panjang sebenarnya 30 m, maka berapakah panjang modelnya?



Masalah 4
Masalah 5
Bangun rumah disamping dibuat modelnya
dengan panjang 24 cm, lebar 18 cm, dan tinggi
12 cm. J ika model itu diperkecil sehingga
panjangnya menjadi 8 cm, hitunglah:
a. Faktor skalanya
b. Lebar dan tinggi model setelah diperkecil
c. Perbandingan luas alas model sebelum dan
setelaah diperkecil

Masalah 6
Tentukanlah:
a. Panjang sisinya jika diperbesar
dengan perbandingan
3
2
?
b. Panjang sisinya jika diperkecil
dengan perbandingan
1
2
?

6 cm
Soal Lat ihan 1.1
7

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

2. Perhatikanlah skala dibawah ini!






Tentukanlah jarak sebenarnya!
a) J ika jarak antara kota Bandung dan kota Surabaya pada peta diatas
adalah 3 cm.
b) J ika jarak antara kota Yogyakarta ke kota Surabaya pada peta
diatas adalah 1,5 cm.
3. Sebuah peta dibuat dengan skala 1 : 200.000. Tentukanlah :
a. J arak sebenarnya jika jarak pada peta 15 cm,
b. J arak pada peta jika jarak sebenarnya 120 km.
4. Diketahui pada peta jarak antara dua buah kota yaitu kota A dengan kota B
adalah 5 cm, sedangkan jarak sebenarnya adalah 200 km. Tentukan skala
pada peta!
5. Panjang dan tinggi sebuah mobil pada model adalah 10,2 cm dan 4,1 cm.
Hitunglah panjang dan tinggi sebenarnya , jika model itu digambar dengan
faktor skala1: 100 !
6. Suatu rumah dibuat modelnya dengan panjangnya 36 cm, lebarnya 28 cm
dan tingginya 32 cm. J ika model itu diperkecil sehingga lebarnya menjadi 7
cm, hitunglah :
a. Faktor skalanya
b. Panjang dan tinggi model setelah diperkecil.







LAUT JAWA
SAMUDRA HINDIA
. Surabaya
. Jakarta
. Yogyakarta
. Bandung
Selat Bali
Selat Sunda
Skala 1 : 9.300.000

8

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII





















































Materi apa yang akan kamu pelajari pada bagian 2 ini ?

Pengertian perbandingan
Menentukan perbandingan dua besaran sejenis
Menyederhanakan perbandingan dua buah besaran sejenis
Menyelesaikan masalah perbandingan
Untuk lebih mudah memahami arti perbandingan maka
perhatikan uraian berikut !
Pada hari senin, Adit terlambat berangkat kesekolah karena
terlambat bangun pagi. Hal ini disebabkan karena malamnya, Adit
menonton pertandingan sepak bola antara dua klub raksasa dari
Negara Spanyol yaitu Barcelona dan Real Madrid. Mengakibatkan Adit
tergesa-gesa, sampai akhirnya lupa menyiapkan alat tulis- menulis,
yaitu buku dan bolpoin. Sehingga Adit membeli buku dan bolpoin di
koperasi sekolah. Harga satu buah bolpoin adalah Rp2.000,00. Dan
harga satu buah buku adalah Rp3.000,00.
Nampak jelas bahwa dari permasalahan di atas perbandingan dari
harga Buku dan bolpoin bisa ditulis sebagai berikut:
Untuk melihat perbandingan paling sederhana dari harga bolpoin
dan harga buku tersebut, maka akan kita mencari hasil baginya yaitu
sama-sama dibagi dengan 1.000(:1.000,00.)
Harga buku : harga bolpoin
Rp3.000,00. : Rp2.000,00.
3 : 2
Jadi, perbandingan antara harga buku dan bolpoin adalah 3 : 2

Apakah ar t i
p er b an di n gan ?
Bagaimana kamu
m en ent u k an
p er b an di n gan dar i
p er b an di n gan sej eni s?
Bagaimana kamu
m en ent u k an
p er b an di n gan dar i
p er b an di n gan bel u m
sej eni s?

PERBANDINGAN
(RASIO)
2

9

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



1) Dalam suatu ulangan Andi mengerjakan 1 butir soal selama 2 menit
sedangkan Danu mengerjakan 1 butir soal selama 3 menit.
2) J ika umur ibu 40 tahun umur ayah 50 tahun,
Petunjuk :
Bantulah mereka untuk menentukan perbandingan pada masalah 7 !










Petunjuk :
Coba kamu temukan perbandingan tinggi Doni dan Ari pada masalah 8 !









anak dan bayangan layang-layang tersebut. Tinggi Anak tersebut adalah
160 cm. Tempat berdiri anak ini pas pada ujung bayangan layang yaitu 200
cm. Sedangkan pada saat yang sama panjang bayangan dari anak ini adalah
40 cm. Anak ini ingin mengetaui pada ketinggian berapa layangnya berada.
Petunjuk :
Coba kamu bantu anak tersebut mencari ketinggian layang pada masalah 9 !

Masalah 7
Masalah 8
Dalam pemilihan calon Timnas
Indonesia, para pemain harus memiliki
tinggi diatas 160 cm. Ari dan doni akan
mengikuti seleksi tersebut, dimana
tinggi Ari 170 cm dan tinggi Doni 165
cm.
Masalah 9
Seorang anak sedang bermain
layang-layang. Anak tersebut sedang
menghadap layangnya yang sedang
terbang dan terkena sinar matahari.
sehingga membentuk bayangan pada











10

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII
Petunjuk :
Coba kamu selesaikan teka teki dibawah ini !



































Konon kabar nya ada seor anga anak cer dik
ber mnama A minah. Walaupun ia bar u ber usia 5
t ahun , ber f ikir nya seper t i or ang dewasa saj a.
Dikampungnya it u ada seor ang anak muda ber nama
si A mat . I a ber usia 25 t ahun. I a sedang
menununggu A minah menj adi dewasa unt uk
dinikahinya. Ber dasar kan kepada per hit ungan nya
bahwa perbandingan usianya dengan umur aminah
sekar ang adalah 5 : 1, 5 t ahun l agi per bandingan
adalah 3 : 1 (25 +5) : (5 +5), 15 t ahun l agi adalah 2 :
1(25 +15) : (5 + 15), i a menunggu per nyat aan yang
diber ikan si A mi nah t er j adi , yang mengat akan
bahwa ia boleh menikahinya bila per bandingan it u
menj adi 1: 1.
Ber apakah Si A mat har us menunggu ?
Teka Teki
MATEMATIKA

Si Aminah yang
cerdik


11

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



1. Tuliskan perbandingan- perbandingan dibawah ini dalam bentuk
paecahan yang paling sederhana!
a. 4 terhadap 8
b. 15 terhadap 6
c. 32 :18
d. 17 : 15
2. Apabila umur ayah 40 tahun dan umur ibu 30 tahun , bandingkan umur
ayah terhadap umur ibu dan sebaliknya berdasarkan hasil baginya.
3. Umur Hasan dan husin saat ini adalah 16 tahun dan 20 tahun. Tentukan
perbandingan umur Hasan dan Husin :
a. Pada saat ini
b. Empat tahun yang lalu
4. Dalam sebuah kotak, perbandingan bola merah dan bola putih adalah 5 :
3. J ika di dalam kotak ada 15 bola merah, maka tentukan banyaknya
bola putih dam kotak tersebut!
5. Harga sewa sebuah mobil per jam adalah Rp.12.500,00, sedangkan sewa
mobil perhari adalah Rp 240.000,00. Berapakah perbandingan harga
sewa tersebut selam satu hari?











Soal Lat ihan 1.2
d
12

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII




















































PERBANDINGAN SENILAI/ PERBANDINGAN
SEHARGA

Mat eri apa yang akan kamu pelajari pada bagian 2 ini ?
Pengertian perbandingan S senilai
Menentukan perbandingan senilai dua besaran sejenis
Melengakapi tabel perbandingan senilai
Membuat dan menentukan cirri-ciri grafik perbandingan senilai
Menyelesaikan masalah perbandingan senilai
Untuk lebih mudah memahami arti perbandingan senilai maka
perhatikan uraian berikut ini ! Pak udin adalah seorang penjual buah
jeruk. Pak Udin memiliki tiga tempat penjualan buah jeruk, jika
masing- masing tempat penjulan memiliki jumlah keranjang yang
berbeda dan memiliki ukuran keranjang yang sama. Pada tempat
penjualan pertama terdapat 4 keranjang buah dengan harga
penjualan 1 buah keranjang yaitu Rp200.000,00. Pada tempat
penjualan kedua terdapat 5 keranjang dengan harga yang sama tiap
keranjang dengan tempat penjualan pertama. Sedangkan ditempat
penjualan ketiga terdapat 6 keranjang. Tulislah perbandingan dari
ketiga tempat penjualan dengan harga yang diperoleh pak udin?
Dari permasalahan diatas maka dapt kita lihat di bawah ini :
Harga 1keranjang =Rp200.000,00
Pada tempat penjualan pertama =4 keranjang x Rp200.000,00
=Rp800.000,00
Pada tempat penjualan kedua =5 keranjang x Rp200.000,00
=Rp1.000.000,00
Pada tempat penjualan ketiga =6 keranjang x Rp200.000,00
=Rp1.200.000,00
Jadi perbandingan harga yaitu masing masing tempat
I : II : III =Rp800.000,00 : Rp1.000.000,00 : Rp1.200.000,00
Apakah ar t i
p er b an di n gan sen i l ai ?
Bagaimana kamu
membuat tabel dan
grafik dari perbandingan
senilai?
Bisakah kamu
menentukan ciri-ciri
grafik perbandingan
senilai?
3

13

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



Petunjuk:
Lakukan percobaan berikut secara berkelompok kemudian selesaikan masalah-
masalah yang diberikan secara mandiri dengan caramu sendiri

1. Untuk mendapatkan minuman sirup yang enak rasanya, buatlah satu
gelas minuman dengan mencampur beberapa sloki sirup dan beberapa sloki
air ke dalam sebuah gelas! Gunakan sloki yang sama untuk menakar sirup
dan air!
2. Pilihlah tiga orang anggota kelompokmu untuk mencicipi minuman yang
kalian buat, sekaligus mereka memutuskan rasa minuman tersebut sudah
enak atau belum! J ika ada perbedaan pendapat dari tiga orang itu, maka
keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
- J ika dua orang mengatakan sudah enak maka keputusannya minuman
tersebut sudah enak.
- J ika dua orang mengatakan belum enak maka keputusannya minuman
tersebut belum enak.
3. Apabila rasanya belum enak, sisihkanlah minuman tersebut dan buatlah
campuran yang baru!







Masalah 10
14

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


Ingat : Untuk mencicipi dan memutuskan rasa minuman sirup (sudah enak
atau belum) setiap gelas harus tetap dilakukan oleh tiga orang yang
kalian pilih tadi!
4. Catatlah berapa sloki sirup dan berapa sloki air di dalam setiap gelas
minuman yang kamu buat (termasuk banyaknya sloki sirup dan banyaknya
sloki air pada minuman yang belum enak rasanya)!












Perhat ikan inf ormasi di at as!
a. Tulislah komposisi sirup dan air dari minuman sirup yang enak rasanya
(yang kamu buat) dalam bentuk perbandingan!
b. Apabila kamu membuat 2 gelas minuman sirup yang enak rasanya,
tentukanlah:
(1) Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang kamu butuhkan?
(2) Perbandingan banyaknya sirup terhadap banyaknya air yang kamu
butuhkan!
c. Apabila kamu membuat 10 gelas minuman sirup, tentukan perbandingan
banyaknya sirup terhadap banyaknya air yang kamu butuhkan!
Kesimpulan :
J awaban atas pertanyaan a, b(2) dan c merupakan perbandingan-
perbandingan senilai
Misalkan dalam satu gelas minuman yang enak rasanya kamu mencampur
sirup dan air dengan komposisi/ ukuran sebagai berikut:











Komposisi tersebut menunjukkan perbandingan banyaknya sirup dan air
dalam satu gelas. Komposisi seperti ini ditulis:
2 : 5 atau
5
2
(dibaca 2 banding 5).

D AN
air sirup
2 sloki 5 sloki
Masalah 11

15

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


d. Berdasarkan informasi di atas, carilah hubungan ketiga perbandingan itu!
Apa yang dapat kamu simpulkan tentang perbandingan senilai?
e. Tulislah dua perbandingan lain yang senilai dengan 8 : 4!


Ani membuat 4 gelas minuman sirup dengan komposisi 10 sloki sirup dan 16
sloki air
a. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada minuman yang dibuat Ani dalam
bentuk perbandingan!
b. Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang dibutuhkan Ani untuk
membuat 2 gelas minuman?
c. Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang dibutuhkan Ani untuk
membuat 1 gelas minuman?
d. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada jawabanmu atas pertanyaan b
dalam bentuk perbandingan!
e. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada jawabanmu atas pertanyaan c
dalam bentuk perbandingan!





f. Berdasarkan informasi di atas bagaimanakah ciri-ciri perbandingan yang
sederhana?
g. Sederhanakanlah perbandingan berikut dan kemukakan cara
menyederhanakannya!
(1) 20 : 30
(2) : 3
h. Apa yang dapat kamu simpulkan tentang cara menyederhanakan
perbandingan?


Perhatikan perbandingan pada jawaban pertanyaan a, d dan e. Dari ketiga perbandingan
itu, perbandingan pada jawaban pertanyaan d merupakan perbandingan yang paling
sederhana
Masalah 12

16

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


Perbandingan Kecepatan, jarak dan waktu

Pada saat liburan semester, Ani
berkunjung ke rumah neneknya. Rumah
neneknya terletak 630 km dari rumah
tempat tinggalnya. Ia mengendarai mobil.
Setiap 2 jam ia menempuh jarak 140 km.

a. Berapakah waktu yang diperlukan Ani untuk sampai di rumah
neneknya? J elaskan jawabanmu!
b. Berapa jarak yang ditempuh Ani setelah 3 jam?
c. Berapa jarak yang ditempuh Ani setelah 4 jam?
d. Lengkapilah tabel berikut, untuk memperlihatkan hubungan jarak
tempuh dan waktu tempuh bila kecepatan tetap!

J arak Tempuh dalam (km) Waktu Tempuh (dalam j am)
... ....
140 ....
... 3
.... 4
630 ....

e. Perhatikan perubahan jarak tempuh dan perubahan waktu tempuh dari
baris yang satu ke baris yang lain pada tabel di atas! Apa yang dapat
kamu simpulkan?
f. Pilihlah dua baris dari tabel di atas! Tentukan perbandingan jarak
tempuh dari kedua baris itu! Tentukan pula perbandingan waktu tempuh
dari kedua baris itu! Sederhanakanlah kedua perbandingan tersebut! Apa
yang dapat kamu simpulkan?
g. Berdasarkan tabel di atas, lengkapilah grafik berikut dengan
menggunakan data pada tabel yang sudah kamu lengkapi!

Masalah 13
17

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII













h. Perhatikan grafik di atas! Apa yang dapat kamu simpulkan?









Diantara hal-hal berikut manakah yang
berkaitan dengan perbandingan senilai dan mana
yang tidak berkaitan dengan perbandingan
senilai? Kemukakan alasanmu!
a. Banyaknya pulsa yang terjual dengan
harganya
b. Banyaknya ayam di kandang dan waktu yang diperlukan untuk
menghabiskan makanan
c. Banyaknya orang yang bekerja dengan waktu menyelesaikan suatu
pekerjaan.





Waktu Tempuh (jam)
Jarak (km)
70 630
.
Informasi :
Masalah jarak dan waktu tempuh di atas, merupakan salah satu contoh masalah
yang berkaitan dengan perbandingan senilai.
T abel dan grafik di atas merupakan contoh tabel dan grafik perbandingan
senilai
Masalah 14

18

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

Petunjuk :
Coba kamu bantu tiga bersaudara ini dalam menentukan perbandingan
kambing yang diperoleh sesuai dengan yang diwasiatkan!
































Seorang pet ani mempunyai 3 orang anak. Selain it u
juga mempunyai 7 ekor kambing.
Sebelum meninggal dunia ia ber wasiat kepada
anak-anaknya it u, bahwa bi la ia meni nggal dunia
supaya anaknya yang sulung mendapat set engahnya
dar i 7 kambing it u, anak t engah mendapat
1
2
dar i
abangnya dan yang bungsu mendapat
1
2
dar i bagian
abang t engahnya.
Bagaimanakah car a menyelesaikannya sehingga
t idak t er j adi per t engkar an, kar ena anak sulung
mengalami kesulit an dalam mendapat kan set engah
dar i 7 kambing ?

Dan t emukanlah per bandi ngan kambing yang
diper oleh oleh ket i ga anak ber saudar a t er sebut !


I ndahnya
M at emat ika


19

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII




1. Dua orang bersaudara, masing-masing Ferdi dan Hamid. Berat Hamid 30 kg
sedangkan Ferdi 270 ons. Tentukan perbandingan:
a. Berat Hamid terhadap berat Ferdi!
b. Berat Ferdi terhadap berat Hamid!
2. Ada dua buah persegi. Panjang sisi masing-masing adalah 15 mm dan 11 mm.
Tentukan perbandingan:
a. Panjang sisi kedua persegi!
b. Keliling kedua persegi!
c. Luas kedua persegi!
3. Sederhanakanlah perbandingan-perbandingan berikut!
a. 1,5 : 20 c. 1/ 2 : 3/ 4
b. 1
4
1
: 2
4. Perbandingan-perbandingan manakah yang senilai?
a. 4 : 6 c. 2 : 3 e. 8 : 12
b. 3 : 2 d. 9 : 6 f. 2 : 1

5. Tentukan nilai x dari:
a. 1/ 2 : 5 = x : 10 b. 3/ 4 = 9/ x


6. Apakah grafik-grafik berikut merupakan grafik-grafik perbandingan senilai? Mengapa?

a.







H arga dalamrupiah
J umlah pakaian yang dibeli
(lembar)
14.000
5.000
1 2 3
4 5
.
.
.
.
.
18.000
20.000
9.750
25.000

Soal Lat ihan 1.3
20

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



b.







7. Harga 3 kg gula pasir Rp. 18.000,00. Berapakah harga 18 kg gula pasir?
8. Pak Sukri membeli sebuah sepeda motor dengan cara kredit/ angsuran. Sepeda
motor tersebut harganya Rp. 16.500.000,00 dan harus dilunasi dalam waktu satu
tahun. Apabila besar angsuran setiap bulan sama, berapakah jumlah angsuran selama
5 bulan?
9. Amir bersepeda sejauh 5 km dalam waktu 40 menit dengan kecepatan t etap. Berapa
jarak yang dapat ia tempuh selama 1 jam?
10. Setiap 300 kg kentang mengandung 900 kalori. Berapa kalori yang dikandung 600
gram kentang?
11. Sebuah mobil menempuh jarak 162 km dengan bahan bakar 12 liter. Berapa banyak
bahan bakar yang dibutuhkan untuk menempuh jarak 405 km?
12. Pada suatu tempat produksi Batu bata dengan banyaknya pekerja yang ada, seperti
tabel dibawah ini!
Banyak Pekerja batu-bata yang dihasilkan
10 10.000
15 ...
25 .
30.000
a) Lengkapilah tabel perbandingan tersebut dan
b) gambarlah grafiknya!



1 2 3 4 5
X
1
2
3
4
5
6
7
Y

21

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



















































PERBANDINGAN BERBALIK NILAI/
PERBANDINGAN BERBALIK HARGA

Mat eri apa yang akan kamu pelajari pada bagian 2 ini ?
Pengertian perbandingan berbalik nilai
Melengakapi tabel perbandingan berbalik nilai
Membuat dan menentukan ciri-ciri grafik perbandingan berbalik nilai
Menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai
Pada suatu daerah mengalami krisis air bersih, disebabkan karna
musim panas yang berkepanjangan. Hal ini menyebabkan semua aktivitas
terkait dengan kebutuhan air tergangu. Sehingga dari pihak pemerintah
daerah memberikan subsidi air bersih kepada daerah tersebut yaitu
dengan tiga kali dalam satu minggu. Jika pada hari pertama 1tangki air
tersebut bisa dibagikan ke 40 warga dengan masing- masing mendapat 5
galon air. Sedangkan hari kedua hanya 50 warga yang mendapatkan air
dan hari ketiga hanya 100 warga. Berapa galon air yang didapatkan
masing-masing wargapada hari kedua dan hari ketiga?
Dari permasalahan diatas maka perlu diperhatikan dari hari
pertama sampai dengan hari ketiga, adapun data yang bisa dilihat dari
permasalahtersebut sebagai berikut :
Banyak air dalam 1tangki tersebut adalah 40 x 5 =200 galon air.
Jika ada 50 warga, setiap warga menerima :
200
50
=4 galon air
Jika ada 100 warga, setiap warga menerima :
200
100
=2 galon air
Sehingga jika dimisalkan
Banyak Warga =x, Banyak galon air =y, dan banyak keseluruhan =k,
sehingga dapat dilih bahwa semakin banyak y maka semakin sedikit x,
sedangkan k konstan atau tetap.

Apakah ar t i
p er ban di n gan
b er bal i k ni l ai ?
Bagaimana kamu
membuat tabel dan
grafik dari
p er ban di n gan
b er bal i k ni l ai ?
Bisakah kamu
menentukan ciri-ciri
grafik p er b a ndi n gan
b er bal i k ni l ai ?

4

22

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII











a. Hitunglah berapa biji permen bagian tiap anak, bila banyak anak yang hadir
dalam acara itu:
(i) 40 anak, (ii) 30 anak, (iii) 24 anak?

b. Hitunglah berapa banyak anak yang hadir, bila setiap anak mendapat bagian
permen sebanyak: (i) 6 biji, (ii) 8 biji dan (iii) 10 biji?
c. Isikan hasil perhitunganmu pada pertanyaan (a) dan (b) di atas, pada Tabel
berikut ini!

Bar i s ke- Banyak anak y ang
hadi r
Bany ak bagi an per men (dal am bi j i )
1. 60 ...
2. 40 ...
3. 30 ...
4. 24 ...
5. ... 6
6. ... 8
7. ... 10
Dari tabel di atas! Bagaimanakah banyak bagian permen, bila banyak anak
yang hadir semakin banyak? Bagaimanakah sebaliknya?

Masalah 15

Untuk mempersiapkan ulang tahun
anaknya, Ibu Retno membeli beberapa
kotak permen yang berisi 120 permen
untuk dibagikan kepada anak-anak yang
hadir pada acara tersebut. Setiap anak
dalam pesta tersebut akan mendapat
permen dalam jumlah yang sama.
Apabila banyak anak yang hadir dalam
acara tersebut 60 anak, maka masing-
masing akan mendapat bagian 2 biji.

23

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


e. Dari tabel pada jawabanmu (c) di atas!
(i) Tentukan perbandingan banyak anak yang hadir pada baris ke-1 terhadap
banyak anak yang hadir pada baris ke-2!
(ii) Tentukan perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-2 terhadap
banyak bagian permen pada baris ke-1!
(iii) Bagaimana nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir pada baris
ke- 1 terhadap banyak anak yang hadir pada baris ke-2 dengan nilai
perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-2 terhadap banyak
bagian permen pada baris ke-1?
(iv) Tentukan perbandingan banyak anak yang hadir pada baris ke-2 terhadap
banyak anak yang hadir pada baris ke- 4!
(v) Tentukan perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-4 terhadap
banyak bagian permen pada baris ke-2!
(vi) Bagaimana nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir pada baris
ke-2 terhadap banyak anak yang hadir pada baris ke-4 dengan nilai
perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-4 terhadap banyak
bagian permen pada baris ke-2?
Bagaimakah nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir
(vii) dengan nilai perbandingan banyak bagian permen pada setiap dua baris
yang bersesuaian?

f. Dari jawabanmu (e) di atas perhatikan Tabel dari dua kelompok besaran
berikut ini!

Bila antara besaran I dan besaran II tersebut
berbanding berbalik nilai, simpulkan bagaimana
hubungan antara:
(i)
b
a
dan
x
y
?
(ii) ax dan by?

g. Perhatikan sekali lagi tabel yang kamu buat pada jawaban (c) di atas. Dari
Tabel itu hitung hasil kali antara:
(i) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-1!
(ii) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-2!
Kelompok
Besaran I
Kelompok
Besaran II
a x
b y




24

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


(iii) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-3!
(iv) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-6!

h. Bagaimanakah hasil kali antara banyak anak yang hadir dengan banyak
bagian permen pada setiap baris?

i. Dari jawabanmu (d),(e), (f), dan (g) di atas:
(i) Tulislah dengan kata-katamu sendiri bagaimana ciri-ciri dua besaran
yang berbanding berbalik nilai!
(ii) Berikan sedikitnya tiga pasang contoh besaran dalam kehidupan sehari-
hari yang berbanding berbalik nilai!
Bagaimana cara menyelesaikan masalah yang melibatkan perbandingan
berbalik nilai? Perhatikan contoh berikut!








Dari masalah di atas, kamu dapat memisalkan apa yang ditanyakan dengan
variabel atau huruf tertentu. Kemudian kamu tuliskan apa yang diketahui dan
yang ditanyakan pada Tabel seperti pada jawabmu (c) seperti berikut ini!
Misalkan banyak bagian permen masing-masing adalah y biji, maka
perhatikan Tabel pada jawabmu (c) di atas! Kita ambil baris ke-2 , ke-5,
kolom ke-2, ke-3.Kemudian 6 kita hilangkan dan diganti dengan huruf y,
seperti Tabel berikut ini:
Banyak anak yang hadir Banyak bagian permen (dalam biji)
40
20
3
y =?

Sekarang coba pikirkan bagaimana kamu melakukan perhitungan, sehingga
kamu peroleh bahwa y = 6?

Pada suatu acara ulang tahun, bila anak yang hadir 40 anak, mereka masing-
masing akan memperoleh bagian permen sebanyak 3 biji.
(i) Bila banyak anak yang hadir 20 anak, berapa banyak bagian permen
masing-masing?
(ii) Bila masing-masing anak memperoleh bagian permen sebanyak 6 biji,
berapa banyak anak yang hadir pada acara itu?


25

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

(ii) Misalkan banyak anak yang hadir pada acara itu b anak, maka kita
hilangkan 20 dan diganti dengan huruf b, seperti Tabel berikut ini:
Banyak anak yang hadir Banyak bagian permen (dalam biji)
40
b = ?
3
6

Sekarang coba pikirkan bagaimana kamu melakukan perhitungan,
sehingga kamu peroleh bahwa b = 20?
j. Dari j awaban pertanyaan (j) di atas, tulislah dengan kata-katamu sendiri
bagaimana cara menyelesaikan masalah yang melibatkan perbandingan
berbalik nilai?


Buktikan!!!!!






a. Berapakah kecepatan rata-rata sepeda motor?
b. Lengkapilah tabel berikut untuk memperlihatkan hubungan waktu tempuh
dan kecepatan rata-rata kendaraan untuk jarak tertentu!
Waktu Tempuh (jam) Kecepatan rata-rata (km/ jam)
... 90
3 ...
4 45
... ...
9 ...

Masalah 16
Jarak antara dua kota dapat
ditempuh sebuah bus dalam
waktu 4 jam dengan
kecepatan rata-rata 45
km/ jam. J arak tersebut dapat
ditempuh dalam waktu 3 jam
bila menggunakan sepeda
motor.


26

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

Perhatikan perubahan waktu dan perubahan kecepatan dari baris yang
c. satu ke baris yang lain pada tabel di atas! Apa yang dapat kamu simpulkan?
d. Dari tabel di atas, bagaimanakah hasil kali antara bilangan yang
menyatakan waktu tempuh dan kecepatan rata-rata pada setiap baris?
e. Pilihlah dua baris dari tabel di atas! Tentukan perbandingan waktu tempuh
dari kedua baris itu! Tentukan pula perbandingan kecepatan rata-rata dari
kedua baris itu! Sederhanakanlah kedua perbandingan tersebut!
Bagaimanakah kedua perbandingan itu?





f. Berdasarkan informasi di atas, apakah 2 : 5 dan 15 : 6 merupakan
perbandingan berbalik nilai? Kemukakan alasanmu!
g. Berdasarkan tabel di atas buatlah grafiknya!
h. Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik yang kamu buat?
i. Berdasarkan grafik yang kamu buat, perkirakanlah kecepatan rata-rata
kendaraan jika waktu tempuhnya 2,5 jam!






Seorang tukang bangunan memperkirakan dapat menyelesaikan pekerjaan
dalam waktu3 bulan dengan 25 orang pekerja. Karena suatu hal
pekerjaan itu harus selesai dalam waktu 2 bulan. Berapakah
tambahan pekerja yang dibutuhkan?




M asalah w aktu tempuh dengan kecepatan rata-rata di atas merupakan salah satu
contoh masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai.
Tabel dan grafik di atas merupakan contoh tabel dan grafik perbandingan
berbalik nilai.


Dua perbandingan seperti pada jaw aban masalah 12 e di atas, merupakan
contoh perbandingan berbalik nilai.
Masalah 17

27

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


















a) Lengkapilah tabel dibawah ini !
Massa (kg) Temperatur (t dalam
0
C)
1 ..
2 ..
3 ..
4 30
.. 20
.. 15
b) Gambarlah grafik m terhadap t!
Per gi Kerumah Nenek

Suatu hari tiga bersaudara yaitu Andi, Adi
dan Anisa akan pergi kerumah neneknya.
Andi, Adi dan Anisa membawa kendaraan
masing- masing. Andi mengendarai speda
motornya dengan kecepatan tetap 60
km/ jam, maka waktu yang diperlukan dari
rumah kerumah
neneknya adalah 1 jam 20 menit(
4
3
jam). Dihari yang sama juga Adi
mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 50 km/ jam, Sedangkan
Anisa mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 40 km/ jam.
Berapakah waktu yang diperlukan Adi dan Anisa dari rumah ke rumah
neneknya?

Masalah 19
Sebuah mesin digunakan untuk memanaskan
suatu larutan. Diketahui bahwa masa larutan
yang dipanaskan berbanding terbalik dengan
kenaikan temperature yang terjadi. J ika m =
massa larutan yang dipanaskan dan t =
kenaikan temperature, maka

Masalah 18
28

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



1. Pasangan perbandingan manakah yang merupakan perbandingan berbalik nilai?
Mengapa?
a. 7 : 6 dan 12 :14 c. 3 : 3 dan 5 : 5
b. 2 : 1 dan 1 : 3

2. Ada dua keranjang mangga madu yang baru dipetik dari pohonnya. Isi kedua
keranjang itu sama banyak. Mangga pada keranjang pertama dibagikan kepada 12
anak, tiap anak menerima 15 buah. Apabila mangga pada keranjang kedua dibagikan
kepada 18 anak, berapa yang dapat diterima tiap anak?
3. Dengan kecepat an membaca 300 kata per menit, Tejo membutuhkan waktu 6 jam
untuk membaca buku detektif Conan. Berapa waktu yang dibutuhkan oleh Ayu
untuk membaca buku yang sama dengan kecepatan membaca 400 kata per menit?
4. Pak Ali, seorang guru matematika SMPN 2 Depok yang dermawan. Pada akhir
liburan semester, ia membeli buku untuk disumbangkan kepada siswa-siswa yatim
piatu di sekolahnya. Uang yang dimilikinya cukup untuk 48 buku seharga Rp
3.600,00 perbuah. Apabila ia ingin membeli buku dengan harga Rp 5.400,00
perbuah berapa buah buku yang dapat diperoleh dengan uang tersebut?
5. Dal am menyambut ulang tahun kelahiran Ari, ibunya merencanakan untuk
mengundang 30 orang anak tetangganya. Unt uk menjamu mereka, ia membutuhkan
beras sebanyak 8 Kg. Karena Ari menginginkan semua teman sekelasnya diundang,
maka ibunya berpikir lagi untuk menghitung banyaknya beras yang dibutuhkan.
Apabil a teman sekelas Ari berjumlah 30 orang, berapa Kg beras yang harus
disediakan?
6. Setiap 20 ekor sapi perah dapat menghasilkan 25 liter susu. Berapa liter susu yang
dihasilkan, jika banyak sapi perah 50 ekor?

Untuk pelajaran Mat ematika, di suatu kelas dibentuk beberapa kelompok. Banyak
siswa tiap kelompok adalah sama. Banyak siswa tiap kelompok adalah9. Jika ternyata di
kelas itu ada 13 kelompok, berapa banyak siswa di kelas itu?

Soal Lat ihan 1.4

29

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



1. Suatu perusahaan cat ering harus menyediakan 60 kg beras untuk pesanan sebanyak
150 orang. Jika ada seseorang memesan untuk 350 orang, berapakah kilogeram
beras yang harus disediakan perusahaan catering tersebut?
2. Seorang petani mempunyai persediaan makanan untuk 50 ekor sapi selama 18 hari.
Jika ia membeli 10 ekor lagi, berapa hari persedian makanan itu akan habis?
3. Suatu perusahaan obat-obat an pembasmi rumput-rumputan(herbisida) membuat
aturan pemakaian suatu obat, yaitu setiap 1 kg 0bat digunakan untuk menyemprot
50 m
2
.
c) Lengkapilah tabel dibawah ini!
Berat obat (kg) Luas Lahan (m
2
)
1 50
. 100
. 150
. 200
. 250
. 300

d) Gambarlah grafik perbandingan!












Soal Lat ihan 1.5

30

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



1. Skala
a. Skala sebagai suatu perbandingan
Skala =
]arak Pada Pcta
]arak scbcnarnya

J arak pada peta = jarak sebenarnya x skala
J arak sebenarnya =
]arak Pada Pcta
SkaIa

b. Faktor perbesaran dan perkecilan pada gambar berskala.
Faktor skala k, dengan k > 1 disebut faktor perbesaran
Faktor skala k, dengan 0 < k < 1 disebut faktor pengecilan

2. Perbandingan

3. Perbandingan Senilai
a. Konsep perbandingan senilai



b. Ciri Ciri Grafik Perbandingan Senilai
Ciri- ciri grafik ini adalah
1. Selalu melalui titik asal yaitu 0
2.
y
1
x
1
=
y
2
x
2
=
y
n
x
n

3.
x
1
x
2
=
y
1
x
2
,
y
m
x
n
=
y
m
x
n




1) Ada dua cara dalammembandingkan dua besaran, yaitu
Dengan mencari selisih
Dengan mencari hasil bagi(besaran yang sejenis atau mempunyai
satuan sama)
2) Hasil bagi kedua besaran tersebut merupakan suatu bilangan yang
paling sederhana, berbentuk
a
h
atau a : b ( dibaca a berbanding b)

Jika x dan y adalah dua variabel, maka y dikatakan seharga
dengan x jika perbandingan y terhadap sebuah konstanta (selalu
tetap).
Rangkuman M at eri


31

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

c. Grafik perbandinan senilai












4. Perbandingan Berbalik Nilai
a. Konsep perbandingan berbalik nilai


b. Ciri- ciri grafik perbandingan berbalik nilai






c. Grafik perbandingan berbalik nilai









x
n
0

x
1
x
2
x

y
1
y
2
y
n
y

y dikatakan berbanding terbalik dengan x,
jika xy =k =tetap atau y =
k
x
, dimana k =konstan
Ciri- ciri dari grafik ( hiperbola) adalah sebagai berikut :
1) Tidak akan pernah memotong sumbu x dan sumbu y
2) Semakin besar nilai x maka semakin kecil nilai y, atau semakin
besar nilai y maka semakin kecil nilai x.
3) x
1
y
1
=x
2
y
2
=x
3
y
3
=.... = Konstan( tetap)
x x x
x

0

y
y
y
y


32

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII


U alangan Akhir Bab :


1. Perbandingan yang senilai dengan 5 : 2 adal ah
a. 4 : 10 b. 10 : 4 c. 25 : 4 d. 10 : 25
2. Bentuk sederhana dari 1m : 50 cm adal ah
a. 1 : 2 b. 1 : 3 c. 2 : 1 e. 3 : 1
3. Suatu peta berskala 1 : 2.500.000. Jika jarak pada peta 3 cm maka jarak
sebenarnya adalah
a. 75 km b. 65 km c. 60 km d. 50 km
4. Suatu peta berskala 1 : 1.400.000. Jika jarak antara kota A dan B adalah 98 km,
maka jarak antara kota A dan B pada peta adalah
a. 8 cm b. 7 cm c. 6 cm d. 5 cm
5. Jika jarak antara dua kota pada peta adalah 2 cm dan jarak sebenarnya 80 km,
maka skala yang dipergunakan adalah
a. 1 : 4.000.000 c. 1 : 8.000.000
b. 4.000.000 : 1 d. 8.000.000 : 1
6. Besarnya uang dona Rp4.000 sedangkan uang andi Rp2.000 lebihnya dari uang
dona. Perbandingan uang dona dan uang andi adalah
a. 2 : 1 b. 2 : 3 c. 3 : 4 d. 4 : 5
7. Ali membeli 12 baju dengan harga Rp 336.000,00. BILA Budi akan membeli 18
baju yang sama dengan baju yang dibeli Ali, maka budi harus membayar
sebesar
a. Rp 486.000,00 b. Rp 504.000,00
c. Rp 492.000,00 d. Rp 528.000,00

8. Sepuluh orang anak masing-masing menerima 30 permen. Jika permen itu
dibagikan kepada 15 anak , maka masing-masing anaka menerima permen
sebanyak
a. 10 b. 15 c. 20 d. 25
9. Grafik dibawah ini menunjukkan hubungan uang di bank dan bunganya. Apabila
uang yang ditabung sebesar Rp250.000,00, maka bunganya sebesar




A. Pilihan Ganda

33

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII












a. Rp 8.000,00 b. Rp 9.000,00
c. Rp 10.000,00 d. Rp 11.000,00
10. Seseorang memperkirakan dapat menyelesaiakan pekerj aan dal am 48 hari
dengan 14 orang pekerja. Jika pekerjaan itu diselesaikan dalam waktu 21 hari,
maka pekerja yang harus disediakan sebanyak
a. 18 b. 28 c. 32 d. 41



1. Sebuah model pesawat terbang dengan skala 1 : 200 memiliki ukuran panjang sayap
20 cm, panjang badan 25 cm, dan tinggi 12 cm. Hitunglah(dalam meter)
a) Panjang sayap pesawat sebenarnya
b) Panjang badan pesawat sebenarnya
c) Tinggi pesawat sebenarnya
2. Berikut ini adalah tabel harga premix
Banyak premix(liter) 0 1 2 3 4 5 6
Harga (Rp) ... 18.000
a) Salin dan lengkapilah tabel tersebut!
b) Lukislah grafiknya!




B. Bent uk uraian
18.000
16.000
12.000
300 150 450
Uang bank (Ribuan Rupiah)
B
u
n
g
a

(
R
p
)


34

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII



3. Seorang peternak sapi mempunyai persedxian makanan untuk 80 ekor sapi selama 3
hari.
a) Lengkapi tabel dibwah ini!
Banyak sapi 80 60 48 40 30 24 12 6
Banyak hari makanan habis ...

b) Lukislas grafiknya!
























35

Buku Siswa
Materi Perbandingan untuk SMP/MTs kelas VII

Catatan Siswa
:



































CAT AT AN SISW A :

...


































D AFTAR PU ST AKA
Panco Sudjatmiko.2005. M at emat i ka Kr eat i f Teo r i dan Af l i kasi . Solo: PT Tiga
Serangkai.
Russeffendi. 1989. Dasar -Dasar M at emat i k a M o der en d an Ko mput er .
Bandung:Tarsito.
Sembiring. 2009. Pel aj ar an M at emat i ka Bi l i ngual . Bandung: Yrama Widya.
Sukino.2006.M at emat i ka unt uk SM Pkel as VI I . Jakarta: Erlangga
Rahmawati.2005.Buku Pegangan Gur u dengan Pendek at an PM RI . Universitas
Yogyakarta.








MATEMATIKA
D engan
Pendekatan Matematik Real istik
1
Buku siswa ini disusun berdasarkan pendekatan pembelajaran matematika yang
telah berhasil dikembangkan di Belanda, Real i st i c M at hemat i cs Educat i o n ( RM E) . Di
Indonesia, pendekat an ini dikenal sebagai Pendidikan Matematika Realistik Indonesia
(PMRI) . Pendidikan Matematika Realistik Indonesia lebih menekankan st udent
oriented at au pr o bl em o r i ent ed , sehingga dominasi guru dalam pembelaj aran
dapat dikurangi. Ini berarti guru perlu mengendalikan diri agar tidak memberikan
pengetahuan at au penyelesaian suatu masalah secara terburu-buru, tetapi diharapkan
guru hanya bertindak sebagai fasilitator pembelaj aran. Guru harus memperhatikan
proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masal ah, sebagai umpan balik dalam
Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia.
Adapun lima prinsip dari pendekatan pembelaj aran ini adalah:
1. Gui ded Rei nv ent i o n and Pr ogr essi v e M at hemat i zi ng. Proses pembelaj aran yang
memberi kesempatan siswa mengalami proses menemukan konsep-konsep
matematika. Bimbingan diberikan hanya jika siswa mengalami kesulitan setelah
berusaha.
2. Di d act i cal Pheno meno l o gy . Penyajian topik-topik matematika yang didasarkan
pada aspek aplikasinya dan kontribusinya untuk perkembangan matematika siswa
lebih lanjut.
3. Sel f -dev el o p ed M o del s. Pada penyelesaian masalah kontekstual siswa diberi
kesempatan untuk membangun model mereka sendiri. Dalam hal ini guru berusaha
untuk tidak memberi bantuan sedini mungkin pada siswa. Beri kebebasan mereka
menyelesaikan masalah dengan modelnya sendiri.
Dengan pendekat an ini maka konsep dan prinsip dalam PERBANDINGAN disajikan
kepada siswa melalui permasalahan yang dapat ditemui siswa dalam kehidupannya
atau setidaknya dapat mereka bayangkan. Dalam pembuatan masalah sert a panduan
penyelesaiannya, penulis telah berusaha seoptimal mungkin agar para siswa dapat
membangun sendiri konsep atau prinsip yang terdapat dalam PERBANDINGAN.
Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan perlu peran Guru dalam memberi
bantuan kepada siswa yang mengalami kemacetan dalam memahami masal ah. Yang
patut diingat adalah bantuan itu dalam bat as seperlunya. H indari pemberian inf ormasi
yang meniadakan kesempat an sisw a menemukan.

STKIP HAMZANWADI SELONG














s

1
LEMBAR KEGIATAN SISWA
(LKS)
SIKLUS 1
MATERI POKOK PERBANDINGAN
Menggunakan Pendekatan Matematik Realistik
UNTUK KELAS VI I SMP dan MTs
X
N
Y
N
Kelompok :
Kelas :
LAMPIRAN 6
1

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs












1. SKALA


























Kelompok :
Kelas :
Tanggal :

Apa yang akan kamu pelajari ?
Setelah mempelajari LKS ini diharapkan kamu dapat:
Menuliskan pengertian skala
Menentukan skala suatu peta atau gambar atau model, bila ukuran pada peta atau
gambar atau model dan ukuran sebenarnya diketahui.
Menghitung ukuran pada peta, gambar atau model bila skala dan ukuran
sebenarnya diketahui.
Menentukan ukuran pada peta/ gambar/ model bila skala dan ukuran sebenarnya
diketahui.

Rencana Liburan Semest er
Menjelang liburan semester tiba, Guru dan Siswa SMPN 1 Selong akan merencanakan
untuk pergi liburan ke pantai sengigi dan pantai kuta. Kemudian pak guru menjelaskan tentang
rute perjalanan. Peerjalanan yang akan dilalui yaitu terlebih dahulu ke pantai senggigi kemudian
akan dilanjutkan kepantai kuta.
Karena merasa penasaran, salah seorang murid bernama Andi menayakanpak guru, lebih
jauh mana antara pantai senggi dan pantai kuta?. Pak guru menjawab hal itu dapat diketahui
dengan bantuan peta, yaitu gambar yang mewakili keadaan yang sebenarnya dengan
perbandingan(skala) tertentu. Untuk lebih jelasnya pak guru mengambilkan peta dan
memperlihatkan kepada Siswa.

2

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

S elesaikanlah masalah-masalah berikut ini.





a. Pet a Daerah Lombok (NTB) di buat dengan skal a 1: 3.000.000. Menurut
pendapat mu apa art i skal a 1:3000.000 tersebut ?
Jawab: ..............................................................................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................

b. Berdasarkan j awabanmu t erhadap soal (a), coba kamu sebut kan pengert i an
skal a!
Jawab: .............................................................................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................





(G u n ak an p et a d an p en g g ar i s)

a. Coba kamu j el askan bagai mana cara menyel esai kan masal ah Andi !
Jawab: ..............................................................................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
b. Berapakah perbedaan j arak sebenarnya ant ara kot a Sel ong dengan pant ai
sengi gi dan kot a sel ong dengan pant ai kut a ?
Jawab: ..............................................................................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
masalah 1
Masalah 2

3

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs


c. Coba kamu j el askan bagai mana cara menent ukan j arak sebenarnya!
Jawab:
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................
................................................................ ........................................

d. Isi l ah t i t ik-t it ik pada t abel beri kut i ni ! dengan menggunakan cara sepert i yang
kamu l akukan dal am menj awab soal no. b!
No Skal a pet a Panj ang pada Pet a Panj ang Sebenarnya
1)
2)
3)
1 : 500
...
3 : 2300
2 cm
15 cm
...
...
6km
30,67m





Per h at i k an f ot o pada buk u si sw a!

Dari bingkai foto persahabatan Messi dengan Cristian Ronaldo diatas. Jika foto tersebut
ingin diperbesar sedemikian rupa sehingga lebarnya menjadi 6 cm, maka tentukanlah :
a. Factor skala
b. Tinggi foto setelah diperbesar
c. Perbandingan luas foto setelah diperbesar
Jawab: .................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
Masalah 3

4






Sebuah rumah mempunyai tinggi 4 meter, jika tinggi rumah tersebut pada model
10 cm, berapakah skala yang digunakan pada rumah tersebut?
Jawab:
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................













Jawab:
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
M asalah 4
Bangun rumah disamping dibuat modelnya dengan
panjang 24 cm, lebar 18 cm, dan tinggi 12 cm. Jika
model itu diperkecil sehingga panjangnya menjadi 8
cm, hitunglah:
a. Faktor skalanya
b. Lebar dan tinggi model setelah diperkecil
c. Perbandingan luas alas model sebelum dan
setelah diperkecil
M asalah 5

5












Jawab:
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................




















Dari penyelesaian Masalah 4 yang kamu peroleh, bagaimana cara kamu
menentukan sk al a yang dipakai jika diketahui u k u r an p ad a m o d el / f ot o / p et a
dan u k u r an seb en ar n ya?
Dari penyelesaian masalah 3,5, dan 6 yang kamu peroleh, bagaimana cara
kamu menentukan faktor skala dan perbesaran dan pengecilan pada gambar
berskala?
Tentukanlah:
a. Panjang sisinya jika diperbesar
dengan perbandingan

?
b. Panjang sisinya jika diperkecil
dengan perbandingan

?

6 cm
M asalah 6

6










2. PERBANDINGAN















Petunjuk :
Bantulah mereka untuk menentukan perbandingan pada masalah 7 !
1) Dalam suatu ulangan Andi mengerjakan 1 butir soal selama 2 menit sedangkan
Danu mengerjakan 1 butir soal selama 3 menit.
Jawab:
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................

A pa yang akan kamu pel aj ar i ?
Set elah mempelajari LKS ini diharapkan kamu dapat :
Pengertian perbandingan
Menentukan perbandingan dua besaran sejenis
Menyederhanakan perbandingan dua buah besaran sejenis
Menyelesaikan masalah perbandingan
M asalah 7

Kelompok :
Kelas :
Tanggal :


7


2) Jika umur ibu 40 tahun umur ayah 50 tahun,
Jawab:
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................





Petunjuk :
Coba kamu temukan perbandingan tinggi Doni dan Ari pada masalah 8 !







Jawab:
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................








Dal am pemilihan calon Timnas Indonesia,
para pemain harus memiliki tinggi diatas
160 cm. Ari dan doni akan mengikuti
seleksi tersebut, dimana tinggi Ari 170 cm
dan tinggi Doni 165 cm.

M asalah 8


8





Petunjuk :
Coba kamu bantu anak tersebut mencari ketinggian layang pada masalah 9!







anak dan bayangan layang-layang tersebut. Tinggi Anak tersebut adalah 160 cm.
Tempat berdiri anak ini pas pada ujung bayangan layang yaitu 200 cm. Sedangkan
pada saat yang sama panjang bayangan dari anak ini adalah 40 cm. Anak ini ingin
mengetaui pada ketinggian berapa layangnya berada.
Jawab:
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................













Seorang anak sedang bermain
layang-layang. Anak tersebut sedang
menghadap layangnya yang sedang
terbang dan terkena sinar matahari.
sehingga membentuk bayangan pada
M asalah 9















s

1
LEMBAR KEGIATAN SISWA
(LKS)
SIKLUS 2
MATERI POKOK PERBANDINGAN
Menggunakan Pendekatan Matematik Realistik
UNTUK KELAS VI I SMP dan MTs
X
N
Y
N
Kelompok :
Kelas :
LAMPIRAN 7
9












3. PERBANDINGAN SENILAI












Perhatikan informasi di atas!
a. Tulislah komposisi sirup dan air dari minuman sirup yang enak rasanya (yang kamu
buat) dalam bentuk perbandingan!
Jawab: ........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................



Apa yang akan kamu pelajari ?
Setelah mempelaj ari LKS ini diharapkan kamu dapat:

Melakukan percobaan untuk memperoleh data hasil
pengukuran
Menentukan perbandingan dua besaran sejenis
Menemukan konsep perbandingan senilai
Menentukan perbandingan yang senilai dengan suatu
perbandingan yang diketahui
Menemukan ciri-ciri perbandingan yang sederhana
Menemukan cara menyederhanakan perbandingan
Masalah 10 &11

Kelompok :
Kelas :
Tanggal :


10

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs


b. Apabila kamu membuat 2 gelas minuman sirup yang enak rasanya, tentukanlah:
(1) Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang kamu butuhkan?
Jawab: ........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
(2) Perbandingan banyaknya sirup terhadap banyaknya air yang kamu butuhkan!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
c. Apabila kamu membuat 10 gelas minuman sirup, tentukan perbandingan banyaknya
sirup terhadap banyaknya air yang kamu butuhkan!

Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
d. Berdasarkan informasi di at as, carilah hubungan ketiga perbandingan itu! Apa yang
dapat kamu simpulkan tentang perbandingan senilai?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
e. Tulislah dua perbandingan l ain yang senilai dengan perbandingan 8 : 4!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................


Ani membuat 4 gelas minuman sir up dengan komposisi 10 sloki sir up dan 16 sloki air
a. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada minuman yang dibuat Ani dalam bentuk
perbandingan!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
Masalah 12


11

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs


b. Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang dibutuhkan Ani untuk membuat 2 gelas
minuman?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

c. Berapa sloki sirup dan berapa sloki air yang dibutuhkan Ani untuk membuat 1 gelas
minuman?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................


d. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada jawabanmu atas pertanyaan b dalam
bentuk perbandingan!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
e. Nyatakanlah komposisi sirup dan air pada j awabanmu atas pertanyaan c dalam
bentuk perbandingan!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

f. Berdasarkan informasi di atas bagaimanakah ciri-ciri perbandingan yang sederhana?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

g. Sederhanakanlah perbandingan berikut dan kemukakan cara menyederhanakannya!
(1) 20 : 30
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................


12

(2) : 3

Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
h. Apa yang dapat kamu simpulkan tentang cara menyederhanakan perbandingan?
Jawab: .......................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................







Pada saat liburan semester, Ani berkunjung ke rumah
neneknya. Rumah neneknya terlet ak 630 km dari rumah
tempat tinggalnya. Ia mengendarai mobil. Setiap 2 jam ia
menempuh jarak 140 km.
a. Berapakah waktu yang diperlukan Ani untuk sampai di
rumah neneknya? Jelaskan jawabanmu!
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

b. Berapa jarak yang ditempuh Ani setelah 3 jam?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
c. Berapa jarak yang ditempuh Ani setelah 4 jam?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

Masalah 13

13

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs


d. Lengkapilah tabel berikut, untuk memperlihatkan hubungan jarak tempuh dan waktu
tempuh bila kecepatan tetap!
Jarak Tempuh dalam (km) Waktu Tempuh (dalam jam)
... ....
140 ....
... 3
.... 4
630 ....

e. Perhatikan perubahan jarak tempuh dan perubahan waktu tempuh dari baris yang
satu ke baris yang lain pada tabel di atas!


Kesimpulan: Semakin jauh jarak yangditempuh, waktu tempuh semakin .............................
.............................................................................................................................
Semakin dekat jarak tempuh, waktu tempuh semakin. .......................................
.............................................................................................................................
f. Pilihlah dua baris dari tabel di atas! Baris ke- .... dan baris ke- ......
(1) Tentukan perbandingan jarak tempuh dari kedua baris itu!
Jarak tempuh pada baris ke-.... : jarak tempuh pada baris ke-... = ...... : ........
Sederhanakan bila mungkin .......................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
(2) Tentukan pula perbandingan waktu tempuh dari kedua baris itu!
Waktu tempuh pada baris ke-.... : waktu tempuh pada baris ke-... = ...... : .....
Sederhanakan bila mungkin .......................................................................................
...............................................................................................................................................

(3) Bagaimanakah kedua perbandingan itu setelah masing-masing disederhanakan?
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
Ber dasar k an j aw abanmu pad a f ( 3 ) d an g( 3) , gunakan kata-katamu sendiri untuk
menyimpulkan tentang perbandingan jarak tempuh dengan perbandingan waktu
tempuh? .................................................................................................
...............................................................................................................................................

14


...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
g. Berdasarkan tabel di atas, lengkapilah grafik berikut!














h. Berdasarkan grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri grafik perbandingan
senilai adal ah
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................





Diantara hal-hal berikut manakah yang berkaitan dengan perbandingan senilai?
Kemukakan alasanmu dengan kata-katamu sendiri!
a. Banyaknya pulsa yang terjual dengan harganya
b. Banyaknya ayam di kandang dan waktu yang diperlukan untuk menghabiskan
makanan
c. Banyaknya orang yang bekerja dengan waktu menyelesaikan suatu pekerjaan.
Jawab: ..............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
Waktu Tempuh (jam)
Jarak (km)
70 630
.
M asalah 14

15

B erfikir ?
Petunjuk :
Coba kamu bantu tiga bersaudara ini dalam menentukan perbandingan kambing yang
diperoleh sesuai dengan yang diwasiatkan!

























Seorang pet ani mempunyai 3 orang anak. Selain it u
juga mempunyai 7 ekor kambing.
Sebelum meninggal dunia ia ber wasiat kepada
anak-anaknya it u, bahwa bil a ia meni nggal dunia
supaya anaknya yang sulung mendapat set engahnya
dar i 7 kambing it u, anak t engah mendapat

dar i
abangnya dan yang bungsu mendapat

dar i bagian
abang t engahnya.
Bagaimanakah car a menyelesaikannya sehingga
t idak t er j adi per t engkar an, kar ena anak sulung
mengalami kesulit an dalam mendapat kan set engah
dar i 7 kambing ?

Dan t emukanlah per bandingan kambing yang
diper oleh oleh ket i ga anak ber saudar a t er sebut !


I ndahnya
M at emat ika


16













4. PERBANDINGAN BERBALIK NILAI


















Untuk mempersiapkan ulang tahun anaknya, Ibu Retno membeli beberapa kotak
permen yang berisi 120 permen untuk dibagikan kepada anak-anak yang hadir pada
acara tersebut. Setiap anak dalam pest a tersebut akan mendapat permen dalam
jumlah yang sama. Apabila banyak anak yang hadir dalam acara tersebut 60 anak,
maka masing-masing akan mendapat bagian 2 biji.
a. Hitunglah berapa biji permen bagian tiap anak, bila banyak anak yang hadir
dalam acara itu:
i) 40 anak, (ii) 30 anak, (iii) 24 anak?


Apa yang akan kamu pel aj ar i ?
Setelah mempelajari LKS ini diharapkan kamu dapat:
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan berbalik nilai
Melengkapi tabel berbalik nilai
Membuat grafik perbandingan berbalik nilai
Menemukan ciri-ciri grafik perbandingan berbalik nilai
M ASALAH 15

Kelompok :
Kelas :
Tanggal :


17

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

H i t ungan:
Di ket ahui : .........................................................................................
........................................................................................................................................
Ber ar t i : Bany ak per men y ang di sedi akan I bu Ret no = bi j i ,
Car a menghit ung: ...................................................................................................
........................................................................................................................................
Sehi ngga bany ak bagi an per men unt uk set i ap anak, bi l a bany ak anak
y ang hadi r pada acar a i t u:

ii) 40 anak adal ahbi j i (cara menghitung: )



(i) 30 anak ad al ah . .. ... ...biji (cara menghitung: )
(ii) 24 anak ad al ah . .. ... ... biji (cara menghitung: )

b. Hitunglah berapa banyak anak yang hadir, bila setiap anak mendapat bagian permen
sebanyak: (i) 6 biji, (ii) 8 biji dan (iii) 10 biji?
Ber dasar kan d ar i ap a y ang di ket ahui dar i per t any aan d an j aw aban ( a) , maka bany ak
an ak y ang hadi r pada acar a i t u, bi l a bany ak bagi an p er men:
(i) 6 biji adalah ... ... ... anak (cara menghitung: )
(ii) 8 biji adalah ... ... ... anak (cara menghitung: )
(iii) 10 biji adalah ... ... ... anak (cara menghitung: )
c. Isikan hasil perhitunganmu pada pertanyaan (a) dan (b) di at as, pada Tabel berikut
ini!
Jaw ab:
Bariske- Banyak anak yanghadir Banyak bagianpermen (dalambiji)
1. 60 .
2. 40 .
3. 30 .
4. 24 .
5. . 6
6. . 8
7. . 10


18

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

d. Dari Tabel di atas! Bagaimanakah banyak bagian permen, bila anak yang hadir
semakin banyak? Bagaimanakah sebaliknya?
Jaw ab:
Bila anak yang hadir semakin banyak .....................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
Sebaliknya ..................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
e. Dari Tabel pada jawabanmu (c) di atas!
(i) Tentukan perbandingan banyak anak yang hadir pada baris ke-1 t erhadap
banyak anak yang hadir pada baris ke-2!
Jaw ab:

2 ke baris pada hadir yang anak Banyak


1 ke baris pada hadir yang anak Banyak
.
(ii) Tentukan perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-2 terhadap
banyak bagian permen pada baris ke-1!
Jaw ab:

1 ke baris pada permen bagian Banyak


2 ke baris pada permen bagian Banyak
...
(iii) Bagaimana nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir pada baris ke-
1 terhadap banyak anak yang hadir pada baris ke-2 dengan nilai
perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-2 terhadap banyak
bagian permen pada baris ke-1?
J awab: .................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
(iv) Tentukan perbandingan banyak anak yang hadir pada baris ke-2 terhadap
banyak anak yang hadir pada baris ke- 4!
Jaw ab:

4 ke baris pada hadir yang anak Banyak


2 ke baris pada hadir yang anak Banyak

(v) Tentukan perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-4 terhadap
banyak bagian permen pada baris ke-2!
Jaw ab:

2 ke baris pada permen bagian Banyak


4 ke baris pada permen bagian Banyak
...
(vi) Bagaimana nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir pada baris ke-
2 terhadap banyak anak yang hadir pada baris ke-4 dengan nilai

19

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

perbandingan banyak bagian permen pada baris ke-4 terhadap banyak
bagian permen pada baris ke-2?
J awab: .................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

(vii) Bagaimana nilai perbandingan antara banyak anak yang hadir dengan nilai
perbandingan banyak bagian permen pada setiap dua baris yang
bersesuaian?

J awab:






f. Dari jawabanmu (e) di atas perhatikan Tabel dari dua kelompok besaran berikut
ini.

Bila ant ara besaran I dan besaran II tersebut
berbanding berbalik nilai, simpulkan bagai mana
hubungan antara:
(i)
b
a
dan
x
y
? dan (ii) ax dan by?
J awab:



g. Perhatikan sekali lagi Tabel yang kamu buat pada j awaban (c) di atas. Dari Tabel itu
hitung hasil kali antara:
(i) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-1!
(ii) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-2!
(iii) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-3!
(iv) banyak anak yang hadir dan banyak bagian permen pada baris ke-6!
Jaw ab: H asi l kal i ant ar a bany ak an ak y ang hadi r dengan bany ak bagi an per men pad a:
(i) baris ke-1 adalah . = .
Nilai perbandingan antara banyak anak yanghadir dengan nilai perbandingan banyak bagian
permen pada setiap dua baris yangbersesuaian ..................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
Kelompok
Besaran I
Kelompok
Besaran II
a x
b y
(i)dan (ii) ..

20

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

(ii) baris ke-2 adalah . = .
(iii) baris ke-3 adalah . = .
(iv) baris ke-6 adalah . = .
h. Bagaimanakah hasil kali ant ara banyak anak yang hadir dengan banyak bagian
permen pada setiap baris?
J awab:





i . Dari j awabanmu (d), (e), (f ), dan (g) di at as:
(i ) Tul i sl ah dengan kat a-kat amu sendi ri bagai mana ci ri -ci ri dua besaran yang
berbandi ng berbal i k ni l ai !
(ii) Beri kan sedi ki t nya t i ga pasang cont oh besaran dal am kehi dupan sehari -
hari yang berbandi ng berbal i k ni l ai !
J awab:























Hasil kali antara banyak anak yang hadir dengan banyak bagian permen
pada setiap baris .....................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

(i) Ciri-ciri dua besaran yang berbanding berbalik nilai antara lain adalah:
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
(ii) Contoh pasang contoh besaran dalam kehidupan sehari-hari yang
berbanding berbalik nilai antara lain adalah perbandingan antara:

............................................................ Dengan ....................................................................
....................................................... Dengan ....................................................................
....................................................... Dengan ....................................................................
....................................................... Dengan ..........................................................................

21

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

j. Bagaimana cara menyelesaikan masalah yang melibatkan perbandingan berbalik nilai?
Perhatikan contoh berikut!







Dari masalah di atas, kamu dapat memisalkan apa yang ditanyakan dengan
variabel at au huruf tertentu. Kemudian kamu tuliskan apa yang diketahui dan yang
ditanyakan pada Tabel seperti pada jawabmu (c) seperti berikut ini!

(i) Misalkan banyak bagian permen masing-masing adalah y biji, maka perhatikan Tabel
pada j awabmu (c) di atas! Kita ambil baris ke-2 , ke-5, kolom ke-2, ke-3.Kemudian 6
kita hilangkan dan diganti dengan huruf y, seperti Tabel berikut ini:
Banyak anak yang hadir Banyak bagian permen (dalam biji)
40
20
3
y = ?

Sekarang coba pikirkan bagaimana kamu melakukan perhitungan, sehingga
kamu peroleh bahwa y = 6?
Jawab: .......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

Jad i bi l a bany ak anak yang hadir 20 anak, ber ar t i banyak bagi an p er men y ang akan
di pero l eh masi ng-masi ng anak adalah bi ji .

(ii) Misalkan banyak anak yang hadir pada acara itu b anak, maka kita hilangkan 20 dan
diganti dengan huruf b, seperti Tabel berikut ini:

Pada suatu acara ulang tahun, bila anak yang hadir 40 anak, mereka masing-
masing akan memperoleh bagian permen sebanyak 3 biji.
(i) Bila banyak anak yang hadir 20 anak, berapa banyak bagian permen
masing-masing?
(ii) Bila masing-masing anak memperoleh bagian permen sebanyak 6 biji,

22

Bany ak anak y ang had i r Bany ak bagi an permen ( dal am bi j i )
40
b = ?
3
6

Sekarang coba pikirkan bagaimana kamu melakukan perhitungan, sehingga kamu
peroleh bahwa b = 20?
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
Jadi bi l a masi ng-masi ng anak memp er o l eh bagi an per men 6 bi j i berar t i
bany ak anak y ang hadi r p ada acar a i t u adal ah an ak .

k. Dari jawaban pertanyaan (j) di atas, tulislah dengan kata-katamu sendiri
bagaimana cara menyelesaikan masal ah yang melibatkan perbandingan berbalik
nilai?














arak ant ara dua kota dapat ditempuh sebuah
bus dalam waktu 4 jam dengan kecepatan
rata-rata 45 km/ jam. Jarak tersebut dapat ditempuh
dalam waktu 3 jam bila menggunakan sepeda motor.
a. Berapakah kecepat an rata-rat a sepeda motor?



J
Cara menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang
melibatkan perbandingan berbalik nilai adalah:

M ASALAH 16


23

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

Jawab: .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

b. Lengkapilah tabel berikut untuk memperlihatkan hubungan waktu tempuh dan
kecepat an rata-rat a kendaraan untuk jarak tertentu!
Waktu Tempuh (jam) Kecepat an rata-rata (km/ jam)
... 90
3 ...
4 45
... ...
9 ...


c. Perhatikan perubahan waktu dan perubahan kecepat an dari baris yang satu ke
baris yang lain pada tabel di atas! Apa yang dapat kamu simpulkan?
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

d. Dari tabel di atas, bagaimanakah hasil kali antara bilangan yang menyatakan
waktu tempuh dan kecepatan rata-rata pada setiap baris?
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
e. Pilihlah dua baris dari tabel di atas! Tentukan perbandingan waktu tempuh dari
kedua baris itu! Tentukan pula perbandingan kecepatan rata-rata dari kedua baris
itu! Sederhanakanlah kedua perbandingan tersebut! Bagaimanakah kedua
perbandingan itu?
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

24

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

f. Berdasarkan informasi di atas, apakah 2 : 5 dan 15 : 6 merupakan perbandingan
berbalik nilai? Kemukakan alasanmu!
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

g. Berdasarkan tabel di atas buatlah grafiknya!

Jawab:












h. Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik yang kamu buat?
Jawab: ...............................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

i. Berdasarkan grafik yang kamu buat, perkirakanlah kecepatan rat a-rat a kendaraan
jika waktu tempuhnya 2,5 jam
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................


25




Seorang tukang lemari memperkirakan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu3
bulan dengan 25 orang pekerja. Karena suatu hal pekerjaan itu harus
selesai dalam waktu 2 bulan. Berapakah tambahan pekerj a yang
dibutuhkan?

Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

















Pergi Ker umah
Nenek

Suatu hari tiga bersaudara yaitu Andi,
Adi dan Anisa akan pergi kerumah
neneknya. Andi, Adi dan Anisa
membawa kendaraan masing- masing.
Andi mengendarai speda motornya
dengan kecepatan tetap 60 km/ jam,
maka waktu yang diperlukan dari
rumah kerumah
neneknya adalah 1 jam 20 menit(

jam). Dihari yang sama juga Adi


mengendarai sepeda motornya dengan kecepat an 50 km/ jam,
Sedangkan Anisa mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 40
km/ jam. Berapakah waktu yang diperlukan Adi dan Anisa dari rumah
ke rumah neneknya?

M ASALAH 17
M ASALAH 18

26

Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................






a) Lengkapilah tabel dibawah ini !
Massa (kg) Temperatur (t dalam
0
C)
1 ..
2 ..
3 ..
4 30
.. 20
.. 15

b) Gambarlah grafik m terhadap t!



Sebuah mesin digunakan untuk
memanaskan suatu larutan. Diketahui
bahwa masa larutan yang dipanaskan
berbanding terbalik dengan kenaikan
temperature yang terjadi. Jika m = massa
larutan yang dipanaskan dan t = kenaikan
temperature, maka
M ASALAH 19

27

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

Penyelesaian :

a) Tabel
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

b)Grafik
Jawab: ................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

28

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs

.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................




























29

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs



Catatan Siswa :

30

LKS Materi Perbandingan untuk Kelas VII SMP/ MTs



KISI-KISI SOAL











Standar Kompetensi
Memahami konsep perbandingan serta mengaplikasikannya dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi dasar
1. Menentukan skala suatu peta/ gambar atau model sebagai suatu perbandingan dalam
pelajaran matematika, pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menyelesaikan masalah faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar/ model
berskala.
3. Memahami arti perbandingan dan mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah.
4. Memahami konsep perbandingan senilai dan menggunakannya dalam pemecahan
masalah
5. Memahami konsep perbandingan berbalik nilai dan mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari
















Bent uk Soal : Essay
Jumlah : 15 Soal
W akt u : 2 x 4 5 menit
LAMPIRAN 8









No Indikator
No. Butir
Soal
Skor Soal
1
Siswa dapat menuliskan pengertian skala dengan kata-
kata sendiri
1a
1
2
Siswa dapat menentukan ukuran sebenarnya apabila
ukuran pada gambar dan skala diketahui.
1b
3
3
Siswa dapat menentukan ukuran pada gambar apabila
skala dan ukuran sebenarnya diketahui
1c
3
4
Siswa dapat menentukan skala apabila ukuran pada
gambar dan ukuran sebenarnya diketahui.
2
5
5
Siswa menentukan faktor pembesaran dan pengecilan
pada model/ gambar berskala
3a dan 3b
6
5
Siswa mampu menyelesaikan masalah kehidupan
sehari-hari yang melibatkan perbandingan.
4
8
6
Siswa dapat menentukan perbandingan yang senilai
dengan suatu perbandingan yang diketahui
5 dan 6
14
7
Siswa dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-
hari yang melibatkan perbandingan senilai.
7
4
8
Siswa dapat melengkapi dan Menggambar serta
membaca grafik perbandingan senilai.
9
10
9
Siswa dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-
hari yang melibatkan perbandingan berbalik nilai.
8
4
10
Siswa dapat melengkapi tabel, menggambar dan
membaca grafik perbandingan berbalik nilai.
10
10
Jumlah Skor Soal 68





A. Pedoman U mum
1. Bila jawaban benar, skor sesuai dengan skor pada tiap langkah yang terdapat pada
kunci jawaban.
2. Bila langkah penyelesaian tidak lengkap seperti pada kunci jawaban tetapi jawaban
benar, maka siswa mendapat nilai penuh.
3. Bila jawaban salah total atau dikerjakan tetapi tiap langkah salah atau hanya menuliskan
apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, (skor 0,5)
4. Tidak dikerjakan, skor 0.

B. Pedoman Khusus U nt uk Beberapa Soal :
1. Untuk no 9a
b. Bila semua isian pada tabel benar, diberi skor penuh yaitu 3.
c. Setiap isian yang salah pada tabel, skor dikurangi .
d. Bila semua isian pada tabel salah, diberi skor 0.
2. Untuk 10 a
a. Bila semua isian pada tabel benar, diberi skor penuh yaitu 3.
b. Setiap isian yang salah pada tabel, skor dikurangi .
c. Bila semua isian pada tabel salah, diberi skor 0.
3. Untuk no 9b dan 10b
a. Bila semua titik digambar dengan tepat, sehingga grafik sempurna (meskipun
gambarnya jelek) diberi skor penuh yaitu 2.
b. Setiap kesalahan dalam menggambarkan titik, sehingga menyebabkan grafik kurang
sempurna, skor dikurangi .
c. Bila semua titik digambar tetapi semuanya tidak tepat (salah), diberi skor 0.








PEDO M AN PEN SKO RAN D AN ALTERN ATI F JAW ABAN
N o Alt ernat if jaw aban
Skor
Soal
1
a. Skala 1 : 150 km artinya 1 cm ukuran pada peta mewakili 150 km pada ukuran
sebenarnya
1
(0-1)
b. Jarak antara kota A dan kota B pada peta = 3 cm
Jarak sebenarnya =
Skala
peta Jarakpada

= 3 cm x
1
000 . 000 . 15
= 45.000.000 cm
Jadi Jarak antara kota A dan kota B sebenarnya adalah 45.000.000 cm = 450 km


1

1

1

(0-3)
c. Jarak antara kota B dan kota C sebenarnya = 600 km = 60.000.000.cm
jarak antara kota B dan kota C pd peta = skala x jarak sebenarnya
=
000 . 000 . 15
1
x 60.000.000 = 4 cm
Jadi jarak antara kota B dan kota C pada peta adalah 4 cm
1
1

1
(0-3)
2
Diketahui jarak antara dua kota adalah 60 km. Bila jarak pada peta kedua tempat
tersebut adalah 5 cm, tentukan skala yang digunakan!
Karena 200 km = 20.000.000 cm, maka skala yang digunakan pada peta adalah :
Skala =
ya sesungguhn jarak
peta pada jarak

=
000 . 000 . 20
5

= 1 : 4.000.000
Jadi skala pada peta adalah 1 : 4.000.000


1

1

1

1
1
(0-5)
3
a. Panjang sisi semula 12 cm, jika dilakukan pembesaran dengan faktor skala
3
2
maka;
Panjang sisi = panjang sisi semula x faktor skala
= 12 cm x
3
2

= 18 cm
Jadi, panjang sisinya setelah diperbesar = 18 cm
b. Panjang sisi semula 12 cm, jika dilakukan pengecilan dengan faktor skala
1
2
maka;
Panjang sisi = panjang sisi semula x faktor skala = 12 cm x
1
2
= 6 cm

1

1


1

1

1

1
(0-6)
4
` Diketahui :
Tinggi pekerja rumah = 160 cm
Panjang bayangan rumah = 200cm
Panjang bayangan pekerja rumah = 40 cm
Ditanyakan :
Tinggi bangunan tersebut = .?
Jawab :
TInggI Rumah
TInggI pckcrja
=
Panjang bayangan Rumah
Panjang bayangan pckckrja

TInggI Rumah
160 cm
=
500 cm
40 cm

Tinggi Rumah =
500 cm x 160 cm
40 cm

=
80.000cm
2
40 cm

= 2.000 cm
= 20 m



1



1

1
1
1
1
1
1
(0-8)
5
Diketahui :
Panjang sisi persegi pertama = S1 = 15 mm
Panjang sisi persegi pertama = S2 = 11 mm
Ditanya :
a. Perbandingan panjang sisinya?
b. Perbandingan kelilingnya?
c. Perbandingan Luasnya?
Jawab :
a. Panjang sisi persegi pertama : panjang sisi persegi kedua = 15 : 11
b. Luas persegi pertama = S1 x S1= 15 x 15 = 225 cm
Luas persegi kedua = S2 x S2 = 11 x 11 = 121 cm
Jadi perbandinga luasnya adalah L1: L2 = 225 cm : 121 cm = 15 : 11
c. keliling persegi pertama = 4 x S1= 4 x 15 = 60 cm
keliling persegi kedua = 4 x S2 = 4 x 11 = 44 cm
Jadi perbandinga kelilingnya adalah K1: K2 = 60 cm : 44 cm = 15 : 11






1




1





1
1
1
1

1
1
1
(0-9)


6
Diketahui :
Jika jarak yang ditempuh 162 km akan menghabiskan 12 liter
Ditanya :
Jika jarak yang ditempuh 405 km, akan menghabiskan ..........liter
Jawab :
162 km: 12 liter = 13,5
Maka : 405 : 13,5 = 30
Jadi jika jarak yang ditemput 405 km, maka dibutuhkan bahan bakar 30 liter
1




1


1

1

1
(0-5)
7
Diketahui :
Jika 10 orang anak = 30 buah permen didapatkan masing- masing anak
Ditanya :
Jika 15 orang anak = ........... buah permen didapatkan masing- masing anak?
Jawab :
Banyak permen yang didapatkan anak =
10 x 30
15
= 20
Jadi, jika permen tersebut dibagikan ke 15 orang anak, maka masing- masing akan
memperoleh 2o buah permen.
1



1




1

1

(0-4)
8
Diketahui :
Jika 14 orang pekerja = pekerjaan terselesaikan selama 48 hari
Ditanya :
Jika .... orang pekerja = pekerjaan terselesaikan selama 21 hari ?
Jawab :
Banyak permen yang didapatkan anak =
14 x 48
21
= 32
Jadi, jika 32 orang yang bekerja, maka pekerjaan itu akan terselesaikan dalam 21
hari.
1



1




1

1

(0-4)
9

a. Tabel harga premik perliter






b. Grafik
3














7
Banyak
premik
(perliter)
0 1 2 3 4 5 6
Harga (Rp) 0 4.500 9.000 13.500 18.000 22.500 27.000





































(0-10)
10

a. Tabel




b. Grafik














3











7




















(0-10)
.
(
H
a
r
g
a
)

R
u
p
i
a
h

.
27000.
.
22500.
.
18000.
.
13500.
.
9000.
.
4500.
.
. . . . . . . . . . . .
0 1 2 3 4 5 6
Banyak Premik (liter)
.
.
.
.
.

Banyak Sapi 80 60 48 40 30 24
Banyak hari
makanan habis
3 4 5 6 8 10

B
a
n
y
a
k

s
a
p
i

Banyak hari makanan habi s
. . . . . . . . . . . .
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
108.
99.
90.
81.
72.
63.
54.
45.
40.
36.
27.
18.
9.


THB Materi Perbandingan untuk SMP/ MTs Kelas VII






Pokok Bahasan : Perbandi ngan
Kel as : VI I
Al okasi Waktu : 2 j ampel aj aran

A. Pet unjuk M engerjakan Soal:
1. Bacalah dengan teliti petunjuk sebelum kamu mulai mengerjakan.
2. Tulislah nama, nomor absen dan kelasmu di sudut kanan atas lembar jawabanmu.
3. Bacalah dengan teliti semua soal sebelum kamu mulai mengerjakan.
4. Dahulukan menjawab soal yang dianggap mudah dan tunjukkan langkah-langkah
pengerjaannya dengan jelas!
5. Tes ini terdiri atas 5 butir soal uraian ( essay) , semua harus dijawab pada lembar
jawaban.
6. Tanyakan kepada pengawas, bila terdapat tulisan yang kurang jelas atau meragukan.
7. Setelah tes berakhir, Lembaran Soal dan Lembar Jawaban diserahkan kembali kepada
pengawas.

B. Soal :
1. Perhatikanlah gambar peta disamping !









Gambar peta di samping menunjukan
jarak beberapa kota di sebuah
Negara, maka tentukanlah !
a. Apakah arti skala 1 : 150 km pada
gambar peta tersebut ?
b. jika jarak kota A ke kota B adalah
3 cm. Tentukanlah jarak
sebenarnya?


Skala 1cm: 150km
. A
.B
. C
c. Jika jarak sebenarnya antara kota B dan Kota C 600 Km, maka tentukanlah
jarak pada peta?

Lembar eval uasi sikl us 1
LAMPIRAN 9
THB Materi Perbandingan untuk SMP/ MTs Kelas VII

2. Diketahui pada peta jarak antara dua buah kota yaitu kota A dengan kota B adalah 5
cm, sedangkan jarak sebenarnya adalah 200 km. Tentukan skala pada peta!
3. Ada dua buah persegi. Panjang sisi masing-masing adalah 15 mm dan 11 mm. Tentukan
perbandingan:
a. Panjang sisi kedua persegi!
b. Keliling kedua persegi!
c. Luas kedua persegi!

4. Perhatikan gambar dibawah ini !







5. Sebuah peta dibuat dengan skala 1 : 200.000. Tentukanlah :
a. J arak sebenarnya jika jarak pada peta 15 cm,
b. J arak pada peta jika jarak sebenarnya 120 km.








Gambar disamping adalah gambar sebuah rumah
dengan ukuran rumah tersebut berbentuk persegi
dengan panjang sisi 5 cm ,Tentukanlah:
a. Panjang sisinya jika diperbesar dengan
perbandingan

?
b. Panjang sisinya jika diperkecil dengan
perbandingan

?

THB Materi Perbandingan untuk SMP/ MTs Kelas VII






Pokok Bahasan : Perbandi ngan
Kel as : VI I
Al okasi Waktu : 2 j ampel aj aran
A. Pet unjuk M engerjakan Soal:
1. Bacalah dengan teliti petunjuk sebelum kamu mulai mengerjakan.
2. Tulislah nama, nomor absen dan kelasmu di sudut kanan atas lembar jawaban yang
disediakan.
3. Bacalah dengan teliti semua soal sebelum kamu mulai mengerjakan.
4. Dahulukan menjawab soal yang dianggap mudah dan tunjukkan langkah-langkah
pengerjaannya dengan jelas!
5. Tes ini terdiri atas 10 butir soal uraian ( essay) , semua harus dijawab pada lembar
jawaban yang telah disediakan.
6. Tanyakan kepada pengawas, bila terdapat tulisan yang kurang jelas atau meragukan.
7. Setelah tes berakhir, Lembaran Soal dan Lembar Jawaban diserahkan kembali kepada
pengawas.

B. Soal :
1. Perhatikan gambar disamping !





2. Perhatikan gambar dibawah ini!





Sebuah mobil menempuh jarak 162 km
dengan bahan bakar 12 liter. Berapa banyak
bahan bakar yang dibutuhkan untuk
menempuh jarak 405 km?


Sepuluh orang anak masing-masing
menerima 30 permen. Jika permen itu
dibagikan kepada 15 anak , Berapakah
permen yang diperoleh masing-masing
anak?
Lembar eval uasi sikl us 2
LAMPIRAN 10
THB Materi Perbandingan untuk SMP/ MTs Kelas VII



3. Perhatikan gambar dibawah ini!









4. Berikut ini adalah tabel harga premix
Banyak premix(liter) 0 1 2 3 4 5 6
Harga (Rp) ... 18.000
a) Salin dan lengkapilah tabel tersebut!
b) Lukislah grafiknya!

5. Seorang peternak sapi mempunyai persedxian makanan untuk 80 ekor sapi selama 3
hari.
a) Lengkapi tabel dibwah ini!
Banyak sapi 80 60 48 40 30 24 12 6
Banyak hari makanan habis ...

b) Lukislah grafiknya!


Seseorang memperkirakan dapat
menyelesaiakan pekerjaan dalam 48 hari
dengan 14 orang pekerja. Jika pekerjaan itu
diselesaikan dalam waktu 21 hari, maka
berapa banyak pekerja yang harus
disediakan?


LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN
MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA
Nama Sekolah : . Pengamat : .
Pokok Bahasan : . Hari/Tanggal : .
Sub Pokok Bahasan : . Pertemuan Ke- : .

KELOMPOK :
ANGGOTA :



A. TUJUAN
Tujuan penggunaan instrument ini adalah untuk mengukur keaktivan siswa dalam
pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan model pembelajaran matematika
realistic Indonesia.
B. PETUNJUK
1. Objek penilaian adalah keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas.
2. Bapak/Ibu dapat memberikan penilaian dengan cara member cek () pada kolom yang
tersedia.
3. Pada kolom nomor urut, tercantum nomor urut siswa pada nama kelompok seperti yang
tercantum di atas yang akan dinilai sesuai dengan descriptor yang ada.
4. Untuk penilaian, jika terlakasana maka berikan cek () pada kolom ya. J ika tidak
terlakasana maka berikan cek () pada kolom tidak.

1.
2.
LAMPIRAN 11
N0.
Urut
AKTIVITAS SISWA
PERLAKUAN
KET.
YA TIDAK
1
1. Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru dengan
aktif

2. Membaca/memahami soal/masalah
3. Menjawab pertanyaan guru atau bertanya kepada guru
4. Mendeskripsikan dan menyelesaikan soal/masalah
5. Membandingkan jawaban dan berdiskusi dalamkelompok
belajar

6. Mempresentasikan/menyampaikan jawaban
7. Memperhatikan teman mempresentasikan jawaban dengan
aktif

8. Menanggapi jawaban teman atau menyampaikan
pendapat/ide/gagasan kepada guru

9. Menulis kesimpulan/rangkuman di buku catatan
10. Aktivitas yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran
(seperti: melamun, berjalan-jalan di luar kelompok
belajarnya, membaca buku/mengerjakan tugas mata
pelajaran lain, bermain-main dengan teman dan lain-lain).


2
1. Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru dengan aktif
2. Membaca/memahami soal/masalah
3. Menjawab pertanyaan guru atau bertanya kepada guru
4. Mendeskripsikan dan menyelesaikan soal/masalah
5. Membandingkan jawaban dan berdiskusi dalam kelompok
belajar

6. Mempresentasikan/menyampaikan jawaban
7. Memperhatikan teman mempresentasikan jawaban dengan
aktif

8. Menanggapi jawaban teman atau menyampaikan
pendapat/ide/gagasan kepada guru

9. Menulis kesimpulan/rangkuman di buku catatan
10. Aktivitas yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran
(seperti: melamun, berjalan-jalan di luar kelompok
belajarnya, membaca buku/mengerjakan tugas mata
pelajaran lain, bermain-main dengan teman dan lain-lain).


Selong, ..
Pengamat / Observer

( )

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA
REALISTIK INDONESIA
Nama Sekolah : . Guru : .
Pokok Bahasan : . Hari/Tanggal : .
Sub Pokok Bahasan : . Pertemuan Ke- : .

A. TUJ UAN
Tujuan penggunaan instrument ini adalah untuk mengukur aktivitas guru dalam pembelajaran
matematika di kelas dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistic Indonesia.
B. PETUNJ UK
1. Objek penilaian adalah keaktifan siswa dalampembelajaran di kelas.
2. Bapak/Ibu dapat memberikan penilaian dengan cara member cek () pada kolom yang tersedia.
3. Untuk penilaian, jika terlakasana maka berikan cek () pada kolom ya. Jika tidak terlakasana maka
berikan cek () pada kolom tidak.
AKTIVITAS GURU
PERLAKUAN
KET.
YA TIDAK
1. Menjelaskan/memberi informasi masalah
2. Meminta siswa membaca dan memahami masalah.
3. Meminta siswa untuk mendeskripsikan dan
menyelesaikan masalah.

4. Meminta siswa untuk membandingkan dan
mendiskusikan jawaban dengan jawaban teman dalam
kelompok belajarnya.

5. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menegaskan
bahwa kesimpulan dari hasil diskusi kelas yang baru
dilakukan merupakan intisari atau rangkuman dari
materi pelajaran yang baru dipelajari.

6. Aktivitas yang tidak relevan dengan KBM.

Selong, ..
Pengamat / Observer

LAMPIRAN 12
( )


LEMBAR OBSERVASI
KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN
MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA


Nama sekolah : .. Nama Guru : . ...
Pokok Bahasan : .. Hari/Tanggal :
Sub Pokok Bahasan : .. Pertemuan ke- :

A. TUJUAN
Tujuan penggunaan instrumen ini adalah untuk mengukur kemampuan guru mengelola
pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik
Indonesia.

B. PETUNJUK
1. Objek penilaian adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas.
2. Bapak/Ibu dapat memberikan penilaian dengan cara memberi tanda cek () pada kolom yang
tersedia.
3. Angka penilaian adalah 1 (tidak baik), 2 (kurang baik), 3 (cukup baik), 4 (baik), dan 5 (sangat
baik).
Fase
(Langkah)
Aspek yang diamati
Nilai
1 2 3 4 5
I Memberikan masalah kontekstual
a. Kemampuan memotivasi siswa/mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
b. Kemampuan menghubungkan pelajaran saat itu dengan pelajaran
sebelumnya

c. Kemampuan menginformasikan langkah-langkah pembelajaran/membahas
PR

II Mendiskripsikan masalah kontekstual
a. Kemampuan menjelaskan soal/masalah kontekstual yang ada pada buku
siswa

b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk menggunakan model sendiri untuk
menemukan jawaban masalah pada LKS, dengan memberikan bantuan
terbatas.

III Menyelesaikan masalah kontekstual
a. Kemampuan mengamati cara siswa menyelesaikan soal/ masalah pada
LKS

b. Kemampuan mengoptimalkan interaksi siswa dalambekerja
IV Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
a. Kemampuan mendorong siswa berinteraksi untuk membandingkan
jawaban dengan temannya (dengan teman sebangku atau dalamkelompok
belajar)

b. Kemampuan memimpin diskusi kelas/menguasai kelas
c. Kemampuan menghargai berbagai pendapat siswa
d. Kemampuan mendorong siswa untuk mau bertanya, mengeluarkan
pendapat atau menjawab pertanyaan

e. Kemampuan mengajukan dan menjawab pertanyaan
LAMPIRAN 13
V Menarik Kesimpulan/Penutup
a. Kemampuan mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri dan menarik
kesimpulan tentang konsep/prinsip/definisi/teorema /rumus/prosedur
matematika.

b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk membuat/ menegaskan rangkuman
materi pelajaran yang telah dipelajari.

c. Kemampuan memberikan tugas mandiri (PR) dan memotivasi siswa untuk
mengerjakan soal latihan pada LKS

VI Kemampuan Mengelola Waktu:
VII Suasana Kelas:
a. Antusias Siswa
b. Antusias Guru






Selong,
Pengamat/Observer


.




LEMBAR OBSERVASI
KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN
MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA


Nama sekolah : .. Nama Guru : . ...
Pokok Bahasan : .. Hari/Tanggal :
Sub Pokok Bahasan : .. Pertemuan ke- :

A. TUJUAN
Tujuan penggunaan instrumen ini adalah untuk mengukur kemampuan guru mengelola
pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik
Indonesia.

B. PETUNJUK
1. Objek penilaian adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas.
2. Bapak/Ibu dapat memberikan penilaian dengan cara memberi tanda cek () pada kolom yang
tersedia.
3. Angka penilaian adalah 1 (tidak baik), 2 (kurang baik), 3 (cukup baik), 4 (baik), dan 5 (sangat
baik).
Fase
(Langkah)
Aspek yang diamati
Nilai
1 2 3 4 5
I Memberikan masalah kontekstual
a. Kemampuan memotivasi siswa/mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
b. Kemampuan menghubungkan pelajaran saat itu dengan pelajaran
sebelumnya

c. Kemampuan menginformasikan langkah-langkah pembelajaran/membahas
PR

II Mendiskripsikan masalah kontekstual
a. Kemampuan menjelaskan soal/masalah kontekstual yang ada pada buku
siswa

b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk menggunakan model sendiri untuk
menemukan jawaban masalah pada LKS, dengan memberikan bantuan
terbatas.

III Menyelesaikan masalah kontekstual
a. Kemampuan mengamati cara siswa menyelesaikan soal/ masalah pada
LKS

b. Kemampuan mengoptimalkan interaksi siswa dalambekerja
IV Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
a. Kemampuan mendorong siswa berinteraksi untuk membandingkan
jawaban dengan temannya (dengan teman sebangku atau dalamkelompok
belajar)

b. Kemampuan memimpin diskusi kelas/menguasai kelas
c. Kemampuan menghargai berbagai pendapat siswa
d. Kemampuan mendorong siswa untuk mau bertanya, mengeluarkan
pendapat atau menjawab pertanyaan

e. Kemampuan mengajukan dan menjawab pertanyaan
V Menarik Kesimpulan/Penutup
a. Kemampuan mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri dan menarik
kesimpulan tentang konsep/prinsip/definisi/teorema /rumus/prosedur
matematika.

b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk membuat/ menegaskan rangkuman
materi pelajaran yang telah dipelajari.

c. Kemampuan memberikan tugas mandiri (PR) dan memotivasi siswa untuk
mengerjakan soal latihan pada LKS

VI Kemampuan Mengelola Waktu:
VII Suasana Kelas:
a. Antusias Siswa
b. Antusias Guru






Selong,
Pengamat/Observer


.







LEMBAR ANGKET RESPONS SISWA TERHADAP KEGIATAN
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA


A. TUJUAN
Tujuan penggunaan angket ini adalah untuk menjaring data respons siswa terhadap kegiatan dan komponen
pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran matematika
realistik Indonesia.

B. PETUNJUK:
1. Berilah tanda cek () pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu sendiri, tanpa dipengaruhi oleh
siapapun.
2. Pengisian angket ini tidak mempengaruhi nilai matematikamu, sehingga kamu tidak perlu takut
mengungkapkan pendapatmu yang sebenarnya.

No Aspek yang direspons
Respons Siswa
Senang Tidak
1. Apakah kamu merasa senang atau tidak terhadap komponen
pembelajaran berikut ini?
a. Materi Pelajaran
b. Buku Siswa
c. LKS`
d. Lembar Soal Tes Hasil Belajar
e. Suasana Pembelajaran di kelas
f. Cara guru mengajar
Baru Tidak
2. Apakah komponen pembelajaran berikut ini bagimu, baru atau tidak?
a. Materi Pelajaran
b. Buku Siswa
c. LKS
d. Lembar Soal Tes Hasil Belajar
e. Suasana Pembelajaran di kelas
f. Cara guru mengajar
Berminat Tidak
3. Apakah kamu berminat atau tidak untuk mengikuti pembelajaran
selanjutnya, seperti yang baru saja kamu ikuti?
Jelas Tidak
4. Apakah kamu dapat memahami dengan jelas atau tidak bahasa yang
digunakan dalam:
a. Buku Siswa?
b. Lembar kegiatan siswa (LKS)?
c. Lembar Soal Tes Hasil Belajar?
Mengerti Tidak
5. Apakah kamu dapat mengerti atau tidak maksud dari setiap soal/ masalah
yang disajikan dalam:
a. Buku Siswa?
b. LKS?
c. Lembar Soal Tes Hasil Belajar?
Tertarik Tidak
6 Apakah kamu tertarik atau tidak dengan penampilan (tulisan,
ilustrasi/gambar dan letak gambar), yang terdapat dalam:
a. Buku Siswa?
b. LKS?
c. Lembar Soal Tes Hasil Belajar?

LAMPIRAN 14
I II
USWATUN HASANAH 6 6 6 100% 5
5
5
I II
USWATUN HASANAH 6 6 6 100% 5
5
5
DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS 1 dan SIKLUS 2
SIKLUS 1
SKOR TOTAL
A
SIKLUS 2
AKTIVITAS GURU
PERTEMUAN KE- RATA-
RATA
PERSENTA
SE (%)
SKOR
NAMA GURU
SKOR TOTAL
A
NAMA GURU
AKTIVITAS GURU
PERTEMUAN KE- RATA-
RATA
PERSENTA
SE (%)
SKOR
SANGAT
AKTIF
SANGAT
AKTIF
LAMPIRAN 15
I II
1 BAIQ TARISA INLIA
NURMAYANI
10 10 10 100% 5
2 MAULINA 8 9 8.5 85% 5
3 PUSPITA SARI 8 8 8 80% 4
4 FIBRY RIZKI W. 10 10 10 100% 5
5 GAFTAR ALI 10 10 10 100% 5
6 RAHMAN 10 10 10 100% 5
7 AMNA 9 10 9.5 95% 5
8 RAHAYU 9 8 8.5 85% 5
9 NURLAILI HIDAYATI 8 10 9 90% 5
10 PRAYOGI 8 8 8 80% 4
11 JALILAH 9 8 8.5 85% 5
12 TSALITSAH 8 8 8 80% 4
13 WULANDARI 10 8 9 90% 5
14 SASAKA 8 8 8 80% 4
: 66
A = 4.71 AKTIF
DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS 1
PERSENTA
SE (%)
SKOR
S
I
K
L
U
S

1
No. NAMA SISWA
AKTIVITAS SISWA
SKOR TOTAL
PERTEMUAN KE- RATA-
RATA
LAMPIRAN 16
I II
1 BAIQ TARISA INLIA NURMAYANI 10 10 10 100% 5
2 BQ. SEPTIA MAULINA 10 10 10 85% 5
3 DISKA SELZA PUSPITA SARI 10 8 9 90% 5
4 FIBRY RIZKI W. 10 10 10 100% 5
5 GAFTAR ALI 10 10 10 100% 5
6 GIAN WAHYU RAHMAN 10 10 10 100% 5
7 HAYATUN NEGA AMNA 8 8 8 80% 4
8 NITA AGUSTINI RAHAYU 10 10 10 100% 5
9 NURLAILI HIDAYATI 9 9 9 90% 5
10 SANDAY AZIS PRAYOGI 8 8 8 80% 4
11 SHOFWATUL JALILAH 10 8 9 90% 5
12 SITI HULLI TSALITSAH 8 8 8 80% 4
13 YUNI KARTIKA WULANDARI 10 10 10 100% 5
14 YUSTIAN BAYU SASAKA 10 10 10 100% 4
: 66
A = 4.71 AKTIF
DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS 2
SKOR TOTAL
S
I
K
L
U
S

2
No. NAMA SISWA
AKTIVITAS SISWA
PERTEMUAN KE- RATA-
RATA
PERSENTA
SE (%)
SKOR
LAMPIRAN 17
V. Menarik Kesimpulan/penutup 3,3 3,67 3,49 BAIK
VI. Kemampuan mengelola waktu 4 4 4 BAIK
VII. 4 3,5 3,75 BAIK
3,6 3,56 3,72 BAIK
Data Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Siklus 1
No. Aspek yang Diamati
PERTEMUAN
1
PERTEMUAN
2
Rata-Rata
Skor
Kategori
BAIK
I. Memberikan masalah
kontekstual
3,3 3,67 3,49 BAIK
II. Mendeskripsikan masalah
kontekstual
4 4 4
3,6 3,6 BAIK
III. Menyelesaikan masalah
kontekstual
4 3,5 3,75 BAIK
Suasana kelas
RATA-RATA
IV. Membandingkan dan
mendiskusikan jawaban
3,6
LAMPIRAN 18
V. Menarik Kesimpulan/penutup 4 4 4 BAIK
VI. Kemampuan mengelola waktu 4 4 4 BAIK
VII. 4 4 4 BAIK
3,92 3,9 3,72 BAIK
4
3,75
3,8
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
PERTEMUAN
2
3,67
Suasana kelas
RATA-RATA
Mendeskripsikan masalah
kontekstual
II.
Menyelesaikan masalah
kontekstual
III.
Membandingkan dan
mendiskusikan jawaban
IV.
Data Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Siklus 2
4
4
3,8
4
4
3,5
3,8
Aspek yang Diamati No.
Rata-Rata
Skor
Kategori
Memberikan masalah
kontekstual
I.
3,84
PERTEMUAN
1
LAMPIRAN 19
No. NAMA SISWA KKM NILAI KET.
1 BAIQ TARISA INLIA NURMAYANI
75 85 LULUS
2 BQ. SEPTIA MAULINA 75 58 TIDAK LULUS
3 DISKA SELZA PUSPITA SARI 75 42 TIDAK LULUS
4 FIBRY RIZKI W. 75 53 TIDAK LULUS
5 GAFTAR ALI 75 100 LULUS
6 GIAN WAHYU RAHMAN 75 90 LULUS
7 HAYATUN NEGA AMNA 75 77 LULUS
8 NITA AGUSTINI RAHAYU 75 50 TIDAK LULUS
9 NURLAILI HIDAYATI 75 85 LULUS
10 SANDAY AZIS PRAYOGI 75 34 TIDAK LULUS
11 SHOFWATUL JALILAH 75 55 TIDAK LULUS
12 SITI HULLI TSALITSAH 75 55 TIDAK LULUS
13 YUNI KARTIKA WULANDARI 75 77 LULUS
14
YUSTIAN BAYU SASAKA
75 82 LULUS
S
I
K
L
U
S

1
HASIL EVALUASI BELAJAR SISWA SIKLUS 1
LAMPIRAN 20
No. NAMA SISWA KKM NILAI KET.
1 BAIQ TARISA INLIA NURMAYANI
75 100 LULUS
2 BQ. SEPTIA MAULINA 75 93,75 LULUS
3 DISKA SELZA PUSPITA SARI 75 75 LULUS
4 FIBRY RIZKI W. 75 87,5 LULUS
5 GAFTAR ALI 75 100 LULUS
6 GIAN WAHYU RAHMAN 75 100 LULUS
7 HAYATUN NEGA AMNA 75 87,5 LULUS
8 NITA AGUSTINI RAHAYU 75 75 LULUS
9 NURLAILI HIDAYATI 75 100 LULUS
10 SANDAY AZIS PRAYOGI 75 100 LULUS
11 SHOFWATUL JALILAH 75 87,5 LULUS
12 SITI HULLI TSALITSAH 75 87,5 LULUS
13 YUNI KARTIKA WULANDARI 75 93,75 LULUS
14
YUSTIAN BAYU SASAKA
75 100 LULUS
S
I
K
L
U
S


2
HASIL EVALUASI BELAJAR SISWA SIKLUS 2
LAMPIRAN 21
No. NAMA SISWA KKM NILAI KET.
1 BAIQ TARISA INLIA NURMAYANI 75 85 LULUS
2 BQ. SEPTIA MAULINA 75 58 TIDAK LULUS
3 DISKA SELZA PUSPITA SARI 75 42 TIDAK LULUS
4 FIBRY RIZKI W. 75 53 TIDAK LULUS
5 GAFTAR ALI 75 100 LULUS
6 GIAN WAHYU RAHMAN 75 90 LULUS
7 HAYATUN NEGA AMNA 75 77 LULUS
8 NITA AGUSTINI RAHAYU 75 50 TIDAK LULUS
9 NURLAILI HIDAYATI 75 85 LULUS
10 SANDAY AZIS PRAYOGI 75 34 TIDAK LULUS
11 SHOFWATUL JALILAH 75 55 TIDAK LULUS
12 SITI HULLI TSALITSAH 75 55 TIDAK LULUS
13 YUNI KARTIKA WULANDARI 75 77 LULUS
14 YUSTIAN BAYU SASAKA 75 82 LULUS
:
943
: 14
: 7
:
RATA - RATA
ANALISIS HASIL EVALUASI SIKLUS 1
PREDIKAT KETUNTASAN KELAS
: 67.36
: 50%
JUMLAH SISWA YANG TUNTAS (N)
KETUNTASAN KLASIKAL (KK)
BELUM TUNTAS
S
I
K
L
U
S

1
JUMLAH SELURUH NILAI
JUMLAH SELURUH SISWA (n)
LAMPIRAN 22

i x
i x
X
n
x
X
i

% 100 x
n
N
KK
No. NAMA SISWA KKM NILAI KET.
1 BAIQ TARISA INLIA NURMAYANI 75 100 LULUS
2 BQ. SEPTIA MAULINA 75 93,75 LULUS
3 DISKA SELZA PUSPITA SARI 75 75 LULUS
4 FIBRY RIZKI W. 75 87,5 LULUS
5 GAFTAR ALI 75 100 LULUS
6 GIAN WAHYU RAHMAN 75 100 LULUS
7 HAYATUN NEGA AMNA 75 87,5 LULUS
8 NITA AGUSTINI RAHAYU 75 75 LULUS
9 NURLAILI HIDAYATI 75 100 LULUS
10 SANDAY AZIS PRAYOGI 75 100 LULUS
11 SHOFWATUL JALILAH 75 87,5 LULUS
12 SITI HULLI TSALITSAH 75 87,5 LULUS
13 YUNI KARTIKA WULANDARI 75 93,75 LULUS
14 YUSTIAN BAYU SASAKA 75 100 LULUS
:
1287,5
: 14
: 14
:
JUMLAH SELURUH NILAI
JUMLAH SELURUH SISWA (n)
RATA - RATA
:
ANALISIS HASIL EVALUASI SIKLUS 2
S
I
K
L
U
S


2
PREDIKAT KETUNTASAN KELAS TUNTAS
JUMLAH SISWA YANG TUNTAS (N)
KETUNTASAN KLASIKAL (KK)
: 100%
91,96
LAMPIRAN 23

i x
i x
X
n
x
X
i

% 100 x
n
N
KK

FOTO KEGIATAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS 1

LAMPIRAN 25







FOTO KEGIATAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS 2

LAMPIRAN 26