Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN PERILAKU PROKRASTINASI TERHADAP NILAI INDEKS PRESTASI MAHASISWA Surya S.

10320053 Rizka Ramdhani 10320118 Bayu Septianda 10320132 Trio Nova A. 10320149 Satria D. 10320286 Sandika M. K. 12320350 Ayu L. 12320367 Puput P.R. 12320379 PENDAHULUAN Mendapatkan IPK tinggi merupakan keinginan bagi kebanyakan

mahasiswa. Proses yang harus dijalani oleh mahasiswa untuk mendapatkannya dengan cara giat belajar. Belajar merupakan setiap perubahan yang relatif permanen dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman (Purwanto, 1999 dalam Sari & Djuniarto, 2010). Mahasiswa yang giat belajar secara tidak langsung memiliki prestasi akademik (IPK) yang memuaskan. Prestasi akademik adalah hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan (Tjundjing, 2001 dalam Sari & Djuniarto, 2010). Prestasi akademik yang baik dapat digunakan mahasiswa untuk dapat bersaing dalam menghadapi perubahan lingkungan yang sangat cepat dan tidak dapat diperkirakaan seperti saat ini terjadi (Rumiani, 2006). Namun pada kenyataannya, untuk mewujudkan hal ini tidaklah mudah. Salah satu faktor penyebabnya adalah tindakan prokrastinasi (Nugrasanti, 2006 dalam Oematan, 2013). Prokrastinasi merupakan kecenderungan menunda memulai menyelesaikan tugas dengan melakukan aktivitas lain yang tidak berguna sehingga tugas menjadi terhambat, tidak selesai tepat waktu, dan sering terlambat (Solomon & Rothblum, 1984 dalam Ursia dkk, 2013). Akibatnya masa studi yang semestinya dapat diselesaikan selama 4 tahun, terpaksa diperpanjang menjadi 7-10 tahun (Godfrey, 1991 dalam Rumiani

2006). Dampak setelahnya adalah mahasiswa kehilangan daya saing dan meningkatkan angka pengangguran yang pada tahun 2003 sebesar 9,53% dan meningkat pada tahun bahwa 2005 menjadi 9,86% (Rumiani,2006). sebuah kualitas Hal ini

mengindikasikan

terdapat

penurunan

individu

mahasiswa. Menurut

Utomo (2010) dalam Ursia dkk (2013), perilaku

prokrastinasi menyebabkan penurunan produktivitas dan etos kerja individu sehingga membuat kualitas individu menjadi rendah. Seharusnya mahasiswa memiliki bekal daya saing yang kuat untuk dapat melanjutkan berkompetisi dalam kehidupan selanjutnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah daya saing yang dimiliki seseorang tergantung pada perilaku yang berorientasi pada kesempatan, tidak statis, dan tidak membuang waktu dengan percuma (Pascale,dkk, 1982 dalam Rumiani, 2006). HIPOTESIS Ada hubungan antara perilaku prokrastinasi dan prestasi akademik (IPK) pada mahasiswa psikologi. METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Islam Indonesia, terkategori menjadi 39 Laki-laki dan 61 Perempuan. Terdiri dari angkatan 2010 sampai 2013. Subyek pada penelitian ini berjumlah 100 responden. B. Skala atau Kuesioner yang digunakan Kuesioner pada penelitian ini berjumlah 5 aitem. Skala bergerak dari 1 sampai 4. Semakin tinggi nilai dari skala tersebut, semakin sesuai dengan kondidi responden. C. Teknik Analisis yang Digunakan Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah Analisis Regresi Sederhana, yaitu hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen

apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. ANALISIS DATA Anlisis diskriptif bertujuan untuk memetakan subjek penelitian berdasarkan dua variabel yang diteliti, yaitu prokrastinasi dan nilai IPK. Teknik yang digunakan untuk melakukan analisis deskriptif adalah menggunakan persentil. Kriteria kategori data penelitian dilakukan dengan menggunakan formula dibawah ini : - Rendah - Menengah - Tinggi Untuk variabel nilai prokrastinasi diketahui nilai p30= 12 dan p70= 14. Sehingga kategorisasi untuk variabel nilai prokrastionasi ditunjukan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 1. Analisis Deskriptif

Prokrastinasi IPK N Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Percentiles 30 70 Tabel 2. Kategorisasi variabel Kategorisasi Rendah Sedang Tinggi Formula X < 12 12 x < 14 14 x Jumlah 50 13 37 Prosentasi 50% 13% 37% 100 0 12.5900 12.5000 12.00 2.27456 5.174 12.0000 14.0000 100 0 2.8873 2.8550 2.76 .16066 .026 2.7730 2.9500

Uji Asumsi Uji normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel memiliki distribusi yang normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik one-sample kolmogorov smirnov. Hasil pengujian

disampaikan dalam tabel dibawah ini: Tabel 3. Uji normalitas data penelitian Variabel Prokrastinasi Nilai Z KS 1.277 Nilai P 0.077 (p>0.05) Nilai IPK 1.066 0.206 (p>0.05) Normal Keterangan Normal

Berdasarkan hasil uji normalitas diatas, dapat dikatakan bahwa dua variabel yang diteliti memiliki sebaran data yang normal. Tabel 4. Kolmogorov-Smirnov Test

Prokrastinasi IPK N Normal Parameters


a

100 Mean Std. Deviation 12.5900 2.27456 .128 .102 -.128 1.277 .077

100 2.8873 .16066 .107 .107 -.085 1.066 .206

Most Differences

Extreme Absolute Positive Negative

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah model linear relevan digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara dua variabel, yaitu prilaku prokrastinasi dan nilai IPK. Hasil uji linieritas menunjukan nilai F linierity dengan P = 0,000

(p<0,01) dan nilai F deviation from linierity 0,004 = dengan P=0,000 (p<0,01) hal ini menunjukan bahwa model regresi linier dirasa paling relevan digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara dua variabel. Tabel 5. Uji Linearitas

Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa variabel prilaku prokrastinasi memiliki korelasi negatif yang signifikan dengan nilai IPK (Indeks Prestasi) pada mahasiswa Psikologi UII. Hal ini ditujukan oleh nilai R square=0,505 dengan p=0,00 (p<0,001).

Model Summary Change Statistics Model R 1 .711a Adjusted R Square Square .505 .500 R Std. Error of R Square the Estimate Change F Change df1 1.60771 .505 100.161 1 df2 98

Sig. F .000

a. Predictors: (Constant), IPK

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pada 100 sampel mahasiswa Psikologi UII menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara perilaku prokrastinasi terhadap nilai index prestasi dimana semakin tinggi perilaku prokrastinasi maka semakin rendah nilai index prestasi, begitu pula sebaliknya jika perilaku prokrastinasi rendah maka semakin tinggi nilai index prestasi. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nugrasanti, 2006 dalam Oematan, 2013.

Prokrastinasi merupakan kecenderungan menunda memulai menyelesaikan tugas dengan melakukan aktivitas lain yang tidak berguna sehingga tugas menjadi terhambat, tidak selesai tepat waktu, dan sering terlambat (Solomon & Rothblum, 1984 dalam Ursia dkk, 2013), akibatnya mempengaruhi nilai index prestasi. Berdasarkan beberapa uji analisis yang dilakukan, Untuk nilai variabel prokrastinasi pada Analisis diskriptif yaitu nilai P 30= 12 dan P 70= 14.

Sehingga kategorisasi untuk variabel nilai prokrastionasi dengan kategori redah X < 12, sedang 12 x < 14,dan tinggi 14 x, Dengan prosentase kategorisasi rendah 50%, sedang 13% dan kategorisasi tinggi 37 %. Sedangkan berdasarkan uji normalitas sebaran data yang didapatkan dengan nilai P prokrastinasi 0.077 (p>0.05) sehingga sebaran data normal. Sedangkan Uji normalitas pada Nilai IPK 0.206 (p>0.05) juga merupakan data yang normal. Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah model linear relevan digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara dua variabel, yaitu prilaku

prokrastinasi dan nilai IPK. Hasil uji linieritas menunjukan nilai F linierity dengan P = 0,000 (p<0,01) dan nilai F deviation from linierity 0,004 = dengan P=0,000 (p<0,01) hal ini menunjukan bahwa model regresi linier dirasa paling relevan digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara dua variabel, sedangkan uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa variabel prilaku prokrastinasi memiliki korelasi negatif yang signifikan dengan nilai IPK (Indeks Prestasi) pada mahasiswa Psikologi UII. Hal ini ditujukan oleh nilai R square=0,505 dengan p=0,00 (p<0,001). KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara prilaku

prokrastinasi dengan indeks prestasi mahasiswa psikologi UII. Semakin rendah skor prokrastinasi maka semakin tinggi juga nilai indeks prestasi. Begitu juga sebaliknya, bila skore prokrastinasi tinggi maka semakin rendah juga indeks prestasi yang didapat.