Anda di halaman 1dari 50

TUGAS PRAKTIKUM PENGEMBANGAN PRODUK BARU

JENIS IKAN DAN PRODUK HASIL OLAHAN IKAN

Disusun oleh : Elni Yosevin Laoli Diana Kristi Pardede 240210100083 240210100098

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN JATINANGOR 2013

I.

JENIS-JENIS IKAN AIR LAUT

1. Ikan Tongkol Tongkol, tongkol como, tongkol komo, atau tongkol kurik (Euthynnus affinis) adalah sejenis ikan laut darisuku Scombridae. Terutama menjelajah di perairan dangkal dekat pesisir di kawasan Indo-Pasifik Barat, tongkol merupakan salah satu jenis ikan tangkapan yang penting baginelayan. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagaikawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false albacore. Ikan yang berukuran sedang; panjang maksimum sekitar 100 cm FL (fork length), namun umumnya hanya sekitar 60 cm. Punggung berwarna biru gelapmetalik, dengan pola coret-coret miring yang rumit mulai dari pertengahan sirip punggung pertama ke belakang; sisi badan dan perut putih keperakan, dengan bercak-bercak khas berwarna gelap di antara sirip dada dan sirip perut, yang tidak selalu ada. Tanpa sisik, kecuali di wilayah corselet dan gurat sisi. Gigigigi kecil dan mengerucut, dalam satu baris.Sisir saringberjumlah 29-34 pada lengkunginsang yang pertama. Sirip punggung pertama dengan XI hingga XIV jari-jari keras (duri), terpisahkan dari sirip punggung kedua hanya oleh suatu celah sempit, yang lebih sempit daripada lebar mata. Duri-duri di awal sirip punggung pertama jauh lebih panjang daripada duri-duri di belakangnya, membuat tepi atas sirip depan ini melengkung dalam. Sirip dada pendek, ujungnya tidak mencapai celah di antara kedua sirip punggung. Terdapat dua tonjolan (flaps) di antara kedua sirip perut. Sirip-sirip kecil (finlet) 8-10 buah di belakang sirip punggung kedua, dan 6-8 buah di belakang sirip dubur.

Gambar 1. Ikan tongkol


(sumber : http://inforozz.blogspot.com)

Tongkol merupakan ikan tangkapan nelayan yang penting di pelbagai negara di wilayah sebarannya. Tongkol como terbanyak ditangkap

di Filipina, Malaysia, dan Pakistan; sementara di India ikan ini menduduki posisi yang cukup penting. Produksi dunia ikan ini (dari catatan 8 negara) pada tahun 1975 hingga 1981 berkisar antara 44-65 ribu ton pertahun, dengan lonjakan hingga 84 ribu ton di tahun 1977. Sedangkan antara tahun 1990-1995, Statistik Perikanan FAO merekam angka produksi tahunan antara 90.987 hingga 111.996 ton. Beberapa pelabuhan pendaratan tongkol yang penting di Indonesia, di antaranya, adalah Manado, Padang, Cilacap, Tegal, dan Sumenep. Ikan ini

umumnya ditangkap bercampur dengan jenis lain. Alat tangkap yang digunakan terutama adalah jaring insang, dan juga pancing tonda. Kadang-kadang ikan ini didapat pula lewat pengoperasian pukat pantai atau pancing rawai. Tongkol diperniagakan dalam bentuk ikan segar, ikan beku, dan dikalengkan. Juga dalam rupa-rupa ikan olahan: dikeringkan, diasinkan, diasap, atau dipindang. Dagingnya berkualitas baik bila segar, namun dengan cepat akan memburuk bila tidak ditangani dengan baik.

2. Tenggiri Ikan Tenggiri adalah nama umum bagi sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Scomberomorus, suku Scombridae. Ikan ini merupakan kerabat dekat tuna,tongkol, madidihang, makerel dan kembung. Tenggiri banyak disukai orang, diperdagangkan dalam bentuk segar, ikan kering, atau diolah

menjadi kerupuk, siomay, dan lain-lain. Ikan tenggiri bertubuh memanjang, memipih lumayan kuat pada sisi-sisinya, telanjang tidak bersisik kecuali pada gurat sisinya (bidang corselettidak jelas). Moncong meruncing, dengan mulut lebar dan gigi-gigi yang tajam dan kuat di rahang atas dan bawah.Panjang moncong (snout length) lebih pendek daripada sisa kepala bagian belakang. Sirip punggung dalam dua berkas, yang depan dengan XIII - XXII jari-jari keras (duri). Sirip punggung dan sirip anal diikuti oleh banyak sirip kecil tambahan (finlet). Tenggiri Melayu (Scomberomorus commerson), spesies yang terbesar, dapat mencapai panjang 220 cm, meski kebanyakan kurang dari 1 m saja. Tenggiri

merupakan ikan pelagis yang kerap berenang menggerombol dalam kelompok kecil, tidak jauh dari pantai.

Gambar 2. Ikan tenggiri


(Sumber : http://sukmawijaya3.blogspot.com)

3. Kakap Merah

Gambar 3. Ikan kakap merah


(Sumber : http://sukmawijaya3.blogspot.com)

Ikan kakap merah adalah salah satu jenis ikan kakap yang mempunyai sisik berwarna merah. Ikan ini menempati jumlah terbanyak dalam jenis ikan kakap yang banyak ditemui di perairan Laut Indonesia. Ikan ini juga merupakan salah satu favorit pemancing ikan di Indonesia. Ikan Kakap dengan porsi 250 gr mengandung 32,5 mcg mineral Selenium. Selenium adalah mineral untuk mencegah terjadinya oksidasi lemak, menurut ahli gizi Phyllis A. Kakap merah mengandung Fosfor skitar 20% dari nilai kebutuhan harian yang

direkomendasikan. 250 gr porsi kakap merah mengandung 168 mg fosfor. Fosfor dalam ikan ini adalah nutrisi yg berkaitan dengan kesehatan tulang dan kepadatan tulang. 85% dari fosfor ditemukan pada tulang ikan tersebut, menurut Pusat Linus Pauling Institute Micronutrient Information.

Kakap merah mengandung Protein sekitar 33% dari nilai kebutuhan harian yang direkomendasikan. 250 gr porsi kakap merah mengandung 17,4 mg Protein. Protein diperlukan untuk produksi energi, hormon, enzim, jaringan dan antibodi. Kakap merah mengandung protein lengkap, yang berarti semua asam amino esensial yang ada dalam makanan. Kakap merah menyediakan hampir seluruh nilai kebutuhan vitamin D harian yang direkomendasikan. 250 gr porsi ikan ini mngandung 347 IU vitamin D. Vitamin D penting utk metabolisme kalsium, yang membantu menjaga kesehatan tulang.

4. Tuna Tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari

famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang andal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi. Tuna memiliki bentuk tubuh yang sedikit banyak mirip dengan torpedo, disebut fusiform, sedikit memipih di sisi-sisinya dan dengan moncong meruncing. Sirip punggung (dorsal) dua berkas, sirip punggung pertama berukuran relatif kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal) terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebutfinlet. Sirip ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas samping berukuran kecil; yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas samping yang lebih besar. Tubuh kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet), yakni bagian di belakang kepala dan di sekitar sirip dada yang ditutupi oleh sisik-sisik yang tebal dan agak besar. Bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau tanpa sisik. Tulang-tulang belakang (vertebrae) antara 3166 buah. Aspek

yang luar biasa dari fisiologi tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan. Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat mempertahankan suhu tubuh 75-95 F (24-35 C), dalam air dingin bersuhu 43 F (6 C). Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti mamalia dan burung, ikan tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran yang relatif sempit. Tuna mampu melakukan hal tersebut dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Rete mirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang berada di pinggiran tubuh, memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri. Hal ini akan mengurangi pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat. Ini menyebabkan tuna mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit. Ada lebih dari 48 spesies tuna. Marga Thunnus sendiri memiliki 9 spesies. 5. Belanak Belanak (Valamugil seheli; familia Mugilidae) adalah sejenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai bandeng. Dalambahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot mullet atau blue-tail mullet. Belanak tersebar di perairan tropis dan subtropis juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar. Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jarijari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali. 6. Layur Layur (Trichiurus lepturus) adalah ikan perairan laut yang mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Ikan ini tersebar di perairan tropika maupun sedang. Jenis yang ditemukan di Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik diketahui merupakan populasi yang berbeda. Ukuran tubuhnya dapat mencapai panjang 2 m, dengan berat maksimum tercatat 5 kg dan usia dapat

mencapai 15 tahun. Kegemarannya pada siang hari berkeliaran di perairan dangkal dekat pantai yang kaya plankton krustasea. Pada waktu malam ikan ini mendekat ke dasar perairan. Layur mudah dijumpai di tempat penjualan ikan di Indonesia. Selain diolah sebagai ikan asin, layur juga menjadi umpan pancing. Orang Jepang menyebutnya tachiuo dan memakannya mentah (sebagai sashimi) atau dibakar. Orang Korea menyebutnya galchi dan mengolahnya dengan

digoreng atau dibakar. Ikan ini disukai karena dagingnya yang kenyal, tidak terlalu amis, tidak berminyak, serta mudah dilepas tulangnya.

7. Ikan Manyung Ikan manyung adalah ikan laut yang biasa ditangkap dan diolah

sebagai ikan asin yang disebut jambal roti. Ikan ini adalah anggota bangsa ikan berkumis (Siluriformes), famili Ariidae. Pemanfaatan manyung cukup luas, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. Selain dagingnya sebagai ikan asin, seperti disebutan sebelumnya, kepala ikan manyung digulai, dimangut, atau diasap, menjadi makanan khas pantai utara Jawa (Pantura). Kantung udara ikan ini juga diperdagangkan dan dikonsumsi. Telur manyung dapat dipepes. Kajian pengolahannya terus dilakukan. Pembuatan surimi dari manyung juga telah dilakukan. 8. Ikan Lemuru Di perairan Indonesia banyak dijumpai jenis ikan lemuru (Sardinella sp.) yang merupakan jenis ikan pelagik kecil yaitu jenis ikan yang berenang di permukaan air laut. Ada dua jenis ikan lemuru yang penting secara ekonomis yaitu Sardinella sirm dan Sardinella longiceps. Daerah penyebaran jenis Sardinella sirm terutama di laut Jawa, sedangkan Sardinella longiceps didapatkan dalam jumlah besar di selat Bali (Rasyid, 2001; Dinas kelautan dan Perikanan Bali, 2010). Berd Sardinella adalah nama marga ikan, anggota suku Clupeidae. Beberapa spesiesnya di Indonesia dikenal dengan nama lemuru dan tembang, yang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang cukup penting bagi perikanan. Ikan yang berukuran kecil dan ramping, panjang tubuh sekitar 15 cm atau kurang, namun ada pula yang dapat mencapai lebih dari 20 cm. Lemuru biasanya hampir silindris, dengan tinggi tubuh (body depth) sekitar 25% panjang standar. Tembang

bertubuh lebih lebar dan pipih, dengan tinggi tubuh sekitar 30% panjang standar. Sirip punggung berukuran sedang, di tengah tubuh, kira-kira sejajar dengan sirip perut. Sirip ekor berbagi dalam. Sisi bawah tubuh berlingir (berlunas tajam).

Gambar 4. Ikan lemuru


(Sumber : http://ricky-fishery-art.blogspot.com/)

Lemuru dan tembang merupakan komoditas perikanan yang penting. Di Indonesia, ikan-ikan ini biasa ditangkap dengan jaring insang, pukat cincin(purse seine), dan beberapa bentuk jaring yang lain. Lemuru bali terutama ditangkap secara musiman, yakni mulai pada awal musim penghujan di sekitar Selat Bali (bulan-bulan September-Oktober) hingga akhir musim di bulan-bulan Pebruari hingga Maret. Puncak penangkapan berlangsung sekitar DesemberJanuari. Di luar musimnya, lemuru ini seolah-olah raib begitu saja; namun diduga bahwa ikan-ikan ini beruaya ke lapisan perairan yang lebih dalam. Lemuru dan tembang biasa dijual dalam keadaan segar, akan tetapi kebanyakan ikan ini diolah menjadi ikan asin, ikan pindang, atau sardencis.

9. Ikan Kembung Kembung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong ke

dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Dari sini didapat sebutan kembung banjar dan di medan 'kembung kuring'. Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting baginelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih

tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang. Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,76 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 12 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan. Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan

seragam.Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose). Di perairan Nusantara dikenal tiga spesies kembung, yakni:

Rastrelliger brachysoma (Bleeker, 1851), kembung perempuan Rastrelliger faughni Matsui, 1967, kembung Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817), kembung lelaki

10. Ikan Pari Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous (Last and Stevens,1994). Ikan pari mempunyai bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval. Ikan pari umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut'sting-rays', mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping. Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal(terminal mouth) dan umumnya bersifat predator. Ikan ini bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral). Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut "clasper" letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor. Ukuran ikan pari

dewasa bervariasi dari ukuran yang ralatif kecil, yaitu lebar 5 cm dengan panjang 10 cm (famili NARKIDAE) hingga berukuran sangat besar yaitu lebar 610 cm dengan panjang 700 cm (pari Manta, famili MOBULIDAE). Jumlah jenis ikan pari yang mendiami perairan di seluruh dunia belum ada informasi yang tepat. Adapun yang pernah teridentifikasi secara akurat di Indonesia sesuai hasil penelitian Sainsbury et,al.(1985) dan Tarp and Ifailola (1982) yang dilakukan di Samudera Hindia sebanyak 16 spesies. Penelitian lain yang di lakukan di Laut Cina Selatan oleh Isa et.al. (1998) mencatat sebanyak 4 spesies. Distribusi geografis ikan pari adalah sangat luas, ikan pan ditemukan diperairan tropis, subtropis dan perairan di antartika yang dingin.

II.

JENIS-JENIS IKAN AIR TAWAR 1. Ikan Gabus Ikan gabus merupakan ikan air tawar liar dan predator benih yang rakus

dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Ada yang menyebutnya sebagai aruan, haruan (Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa); dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris, belut juga disebut dengan berbagai nama, seperti common snakehead, snake-head murrel, chevron snakehead, striped snakehead juga aruan. Name ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophiocephalus striatus.

Gambar 5. Ikan Gabus (Sumber : http://id.wikipedia.org, 2013) Klasifikasi Ikan Gabus Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Perciformes Famili : Channidae Genus : Channa Spesies : C. striata Ada beberapa jenis gabus. Channa striata merupakan jenis ikan gabus yang banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Jenis lain adalah gabus toman. Channa micropeltes dan Channa pleuropthalmus. Gabus toman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter dengan berat 5 kg.Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas

kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam. Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg. Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai. Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Untuk masyarakat desa yang khususnya petani, ikan gabus sangat membantu memusnahkan hama, misalnya: sawah yang banyak di huni oleh hama keong, sering kali berujung dengan gagal panen, akibat dari ulah keong yang sering memakan padi, terutama di usia muda. Namun beberapa petani menemukan cara yang cukup mudah dan sangat membantu, yaitu, dengan mengembang biakan ikan gabus di sawah-sawah yang sedang di garapnya, dengan demikian keong-keong yang banyak merugikan petani sedikit demi sedikit akan berkurang. Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil. Ikan

gabus juga menjadi spesies penganggu no.1 di Sulawesi dan Irian Jaya karena mereka telah memusnahkan spesies ikan asli. Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit. 2. Ikan Nila Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.

Gambar 6. Ikan Nila (Sumber : http://wellyukm.blogspot.com, 2010) Klasifikasi Ikan Nila Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Osteichtyes Ordo : Perciformes Famili : Cichlidae Genus : Oreochromis Spesies : Oreochromis niloticus

Ikan nila adalah ikan peliharaan yang berukuran sedang, panjang total (moncong hingga ujung ekor) mencapai sekitar 30 cm dan kadang ada yang lebih dan ada yang kurang dari itu. Sirip punggung ( pinnae dorsalis) dengan 16-17 duri (tajam) dan 11-15 jari-jari (duri lunak); dan sirip dubur (pinnae analis) dengan 3 duri dan 8-11 jari-jari.Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor bergaris-garis tegak, 7-12 buah. Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung dengan warna merah atau kemerahan (atau kekuningan) ketika musim berbiak.ada garis linea literalis pada bagian truncus fungsinya adalah untuk alat keseimbangan ikan pada saat berenang. Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Setelah berat badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaan antara jantan dan betina. Perbedaan antara ikan jantan dan betina dapat dilihat pada lubang genitalnya dan juga ciri-ciri kelamin sekundernya. Pada ikan jantan, di samping lubang anus terdapat lubang genital yang berupa tonjolan kecil meruncing sebagai saluran pengeluaran kencing dan sperma. Tubuh ikan jantan juga berwarna lebih gelap, dengan tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh, sedangkan yang betina biasanya pada bagian perutnya besar. Ikan nila merupakan pemakan segala (omnivora), pemakan plankton, sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air. Ikan ini sangat peridi, mudah berbiak. Secara alami, ikan nila (dari perkataan Nile, Sungai Nil) ditemukan mulai dari Syria di utara hingga Afrika timur sampai ke Kongo dan Liberia; yaitu di Sungai Nil (Mesir), Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya. Diyakini pula bahwa pemeliharaan ikan ini telah berlangsung semenjak peradaban Mesir purba. Telur ikan nila berbentuk bulat berwarna kekuningan dengan diameter sekitar 2,8 mm. Sekali memijah, ikan nila betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 300-1.500 butir, tergantung pada ukuran tubuhnya. Ikan nila mempunyai kebiasaan yang unik setelah memijah, induk betinanya mengulum telur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini disebut mouth breeder (pengeram telur dalam mulut).

Ikan nila merupakan sumber protein hewani murah bagi konsumsi manusia. Karena budidayanya mudah, harga jualnya juga rendah. Budidaya dilakukan di kolam-kolam atau tangki pembesaran. Pada budidaya intensif, nila tidak dianjurkan dicampur dengan ikan lain karena memiliki perilaku agresif.Nilai kurang bagi ikan ini sebagai bahan konsumsi adalah kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi sementara asam lemak omega-3 yang rendah. Komposisi ini kurang baik bagi mereka yang memiliki penyakit yang berkait dengan peredaran darah. 3. Ikan Gurami Ikan gurami merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga

Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya Giant Gouramy, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg.

Gambar 7. Ikan Gurami (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gurami, 2013) Klasifikasi Ikan Gurami Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii

Ordo : Perciformes Famili : Osphronemidae Genus : Osphronemus Spesies : O. goramy Ikan memiliki penampakan yang lebar dan pipih. Panjang tubuh (SL, standard length 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total (dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23. Ikan gurami muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur. Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, rasanya enak dan gurih. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal. Gurami juga disukai sebagai ikan hias akuarium. Gurami semula menyebar di pulau-pulau Sunda Besar (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), namun kini telah dipelihara sebagai ikan konsumsi di berbagai negara di Asia (terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan) serta di Australia. Di alam, gurami hidup di sungai-sungai, rawa dan kolam, termasuk pula di air payau; namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernapas langsung dari udara. Induk gurami, untuk beberapa waktu lamanya, menjaga dan memelihara anak-anaknya. Telurnya dilekatkan di tetumbuhan air atau ditaruh di sarang yang terbuat dari tumbuhtumbuhan. Gurami terutama adalah pemakan tumbuhan, namun mau juga memangsa serangga, ikan lain, dan juga barang-barang yang membusuk di air. Dari sifatnya yang rakus tumbuhan itu, gurami juga dimanfaatkan sebagai pengendali gulma di kolam-kolam. Secara garis besar, budidaya gurami dibagi dalam 3 bagian utama, ini disebabkan pertumbuhan gurami yang lambat. ketiga bagian tersebut adalah:

1. Pembibitan: Pembudidaya menyiapkan Induk Gurami (jantan dan betina) untuk dipijahkan (bertelur), 2. Pendederan: Pembudidaya menetaskan telur menjadi larva hingga gurami dengan ukuran tertentu, biasanya ukuran 125 gram/ekor, atau 8 ekor/kg 3. Pembesaran: Pembubidaya membesarkan gurami dari ukuran 125 gram/ekor menjadi 400 gram hingga 1 kg/ekor, umumnya disebut sebagai ukuran konsumsi.

4. Ikan Lele Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan lele termasuk ikan jenis catfish atau kata lain ikan yang memiliki kumis. Ciri dari ikan lele yaitu bentuk tubuh memanjang dan agak bulat, pada sirip dada terdapat duri yang keras dan runcing/tajam (patil), warna tubuh belang dengan kepala pipih dan terdapat kumis serta licin karena tidak memiliki sisik. Kemudin ikan ini memiliki alat pernafasan tambahan berupa dari modifikasi dari busur insangnya yaitu arborescent. Dibeberapa daerah ikan lele mempunyai banyak nama. Antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Banjarmasin), ikan keling (Makassar), ikan lele atau lindi (Semarang). Habitat ikan lele adalah sungai dengan arus air yang tenang seperti danau, rawa, telaga dan waduk. Ikan lele memiliki sifat nokturnal, yaitu aktif dan bergerak mencari makanan pada malam hari sedangkan pada siang hari hanya berdiam diri dan berlindung di tempat gelap. Ada sekitar 5560 spesies anggota marga Clarias. Dari jumlah itu, di Asia Tenggara kini diketahui sekitar 20 spesies lele, kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir.

Gambar 8. Ikan Lele (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Lele, 2013) Klasifikasi Ikan Lele Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Siluriformes Famili : Clariidae Genus : Clarias Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur). Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), dan (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti lincah, kuat, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air. Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadangkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang

sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut. Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempattempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. Walaupun biasanya lele lebih kecil daripada gurami umumnya,namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg,contohnya lele Wels dari Amerika. Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika. Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya. Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk. Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak,

sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat. Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele). 5. Ikan Mas (Ikan Karper) Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Indonesia, ikan karper memiliki beberapa nama sebutan yakni ikan mas, kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya. Ikan karper sebagai ikan konsumsi dibagi menjadi dua kelompok yakni ras ikan karper bersisik penuh dan ras ikan karper bersisik sedikit. Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper yang memiliki sisik normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh tubuh. Ras ikan karper yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah ikan karper majalaya, ikan karper punten, ikan karper si nyonya dan ikan karper merah atau mas. Sedangkan yang tergolong dalam ras karper bersisik sedikit adalah ikan karper kaca yang oleh petani di Tabanan biasa disebut dengan nama karper gajah. Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah karper kumpay, kaca, mas merah dan koi. Secara morfologis, ikan karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.

Gambar 9. Ikan Mas (Sumber : http://richocean.wordpress.com, 2010)

Klasifikasi Ikan Mas Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Familia: Cyprinidae Genus: Cyprinus Spesies: carpio Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30 C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas terkadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan. Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.

Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium. Adapun jenisjenis ikan mas yang dapat dikonsumsi adalah sebagai berikut : a. Ikan Mas Punten Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4: 1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak. b. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66: 1. Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air. c. Ikan Mas Taiwan Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia. d. Ikan Mas Merah Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar

kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol. e. Ikan Mas Majalaya Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2: 1. Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap. f. Ikan Mas Yamato Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang. g. Ikan Mas Lokal Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini. Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

III. 1.

PRODUK HASIL OLAHAN IKAN DONGKOL (Dimsum Kuotiek Ikan Tongkol)

Gambar 10. Produk Dimsum Dongkol (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2013) Deskripsi Produk Dimsum merupakan salah satu makanan yang berasal dari Cina yang disiapkan dalam ukuran kecil, makanan tradisional ini biasanya disiapkan dalam keranjang uap kecil atau piring kecil. Hidangan ini biasanya disajikan saat sarapan atau sebagai teman minum teh. Komposisi dimsum sendiri pada umumnya terdiri dari daging sapi, ayam, ataupun sayuran seperti tofu dan kubis tergantung pilihan. Dimsum dapat diolah dengan cara dikukus ataupun digoreng. Kulit

pembungkusnya biasanya terbuat dari tepung beras atau pati gandum. Produk dimsum kami dibuat dengan bahan baku ikan tongkol yang dicampurkan dalam bentuk irisan ke dalam adonan dimsum sehingga menjadikan dimsum yang kami buat merupakan dimsum yang berbeda dari dimsum lainnya. Ikan tongkol memiliki rasa yang gurih dan daging yang padat sehingga cocok dijadikan bahan baku untuk pembuatan dimsum Dongkol ini. Dimsum Dongkol ini merupakan produk modifikasi dari produk dimsum yang telah ada sebelumnya tetapi memiliki keunggulan-keunggulan yang cukup banyak dibandingkan produk yang telah ada.

Keungulan Produk Produk dongkol merupakan dimsum yang kaya akan kandungan zat gizi yaitu protein dan lemak yang berasal dari ikan tongkol. Produk dongkol ini relatif mudah dicerna karena menggunakan bahan baku ikan tongkol yang memiliki jaringan ikat yang rendah dan dibutuhkan untuk pertumbuhan. Produk dongkol ini memiliki rasa yang gurih dan padat yang berasal dari daging ikan tongkol yang diiris dalam dimsum ini. Dimsum Dongkol ini berbeda dengan dimsum lainnya karena dilengkapi dengan irisan daging ikan tongkol didalam produk dan diadonan dimsum ini juga akan terasa sensasi ikan tongkolnya. Ikan Tongkol sendiri memiliki manfaat dapat merangsang pertumbuhan sel darah merah dan menghambat proses penuaan sehingga dimsum dongkol ini semakin bagus dan baik untuk dikonsumsi.

Termasuk ke Dalam Produk Inovasi/Modifikasi/Imitasi Dimsum Dongkol ini merupakan produk modifikasi dari produk dimsum

yang telah ada sebelumnya tetapi memiliki keunggulan-keunggulan yang cukup banyak dibandingkan produk yang telah ada. Produk dimsum yang telah ada sebelumnya memiliki bahan baku utama daging sapi atau daging ayam serta sayuran kubis, sehingga kami memodifikasi bahan baku utamanya menjadi ikan tongkol yang mengandung protein tinggi serta rasa yang unik dan dilengkapi pula dengan sayuran seperti bayam dan wortel. Sehingga kami bukan hanya memodifikasi dari bahan baku dan rasanya, tetapi juga memodifikasi dari nilai gizinya. Modifikasi nilai gizi ini berasal dari ikan tongkol dan sayuran seperti wortel dan bayam serta kubis yang ditambahkan.

Formulasi Dimsum Dongkol Terdiri dari 2 Bagian Bahan yaitu bahan bagian kulit dan bahan bagian

isian, yaitu : Bahan Kulit 50 gram tepung terigu 500 gram tepung sagu 200 ml Air Panas 1 sdm Minyak Goreng

Bahan Isian 350 gram Ikan tongkol Kukus Cincang 1/2 buah Sawi Hijau Cincang 100 gram Wortel Parut 3 siung Bawang Putih Cincang 2 batang Daun bawang 1 sdt Garam (secukupnya) sdt Gula (secukupnya) 2 sdt Lada 100 gram TepungSagu kg Minyak Goreng

Proses pembuatan Dimsum Dongkol :

Proses Pembuatan Kulit Dimsum Dongkol TepungTerigu+ TepungSagu

Pencampuran

Pengadukan

Adonan

Penggilingan

Pembentukan/ Pemotongan

Kulit Dimsum DimsumDimsu Gambar 11. Proses pembuatan kulit Dimsum Dongkol

Proses Pembuatan Dimsum Dongkol:

DagingIkantongkolcincang, SawiHijau Iris, Daun Bawang Iris, Bayam, Wortel

Lada, Garam, Minyak, Bawang Putih

Pencampuran

Pengadukan

Adonan Isi Dimsum

PengisianAdonan keKulit Dimsum

PerekatanKulitDims umdengan Air

Pemanasan Minyak

Dimsum DongkolSetenga hJadi Air Kaldu

MinyakP anas

Dimsum berwarna Kekuningan Pemasakan hingga air kaldu menyusut Dimsum Dongkol Jadi

Gambar 12. Proses pembuatan Dimsum Dongkol

Kemasan Produk Dimsum Dongkol Kemasan produk dimsum dongkol berupa kemasan berbentuk kotak dengan

ujung yang tumpul dimana pada bagian sisinya berulir berbahan plastik yang dapat direkatkan sebagai penguncinya. Kami memilih kemasan berbahan plastik ini karena kemasan plastik harganya lebih murah, lebih mudah didapatkan, transparan sehingga konsumen dapat melihat bagian dalam produk, kemudahan dalam pelabelan, ringan, dan fleksibel. Kemasan ini berbentuk kotak dan cukup tegar. Kemasan produk dimsum dongkol ini dilengkapi label kemasan yang berisi nama produk, komposisi produk, nama produksi, logo produk, dan saran untuk konsumen. Kelemahan dari kemasan kami ini kaena berbahan plastik yang tidak tahan panas maka terkadang ada kemasan yang agak mengkerut karena terkena panas dan untuk labelnya keterangan pada label masih belum lengkap.

Cara Penyajian Dimsum ini dapat langsung dikonsumsi dalam keadaan panas atau dingin.

Terutama setelah dimasak dalam keadaan panas akan lebih nikmat untuk dikonsumsi. Apabila ingin disimpan, maka penyimpanan dilakukan pada suhu dingin dalam lemari es atau akan lebih tahan lama jika disimpan didalam frezeer, kemudian apabila akan dikonsumsi dapat dikukus untuk menghangatkan dimsum ini dan siap dihidangkan. 2. FISH BAR

Gambar 13. Produk Fish Bar (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2013)

Deskripsi Produk Produk ini adalah produk modifikasi dari snack bar yang mana kita tahu sebelumnya sudah mengetahui kalau snack bar biasanya memiliki rasa yang manis namun fish bar ini memiliki rasa yang unik yakni rasa manis dan asin yang berasal dari bahan baku utamanya yaitu ikan tongkol. Untuk itu, kami ingin menginovasikan produkini dengan ikan tongkol yang manaproduk ini diberi nama FISH BAR.

Formulasi Fish Bar Bahan : 100 gram Tepung Ketan 100 gram Tepung Beras 200 gram Ikan Tongkol Segar 1 sdt Garam 1 buah Putih telur 30 ml Air 1 sdm Gula Pasir 25 gram Corn Flakes 25 gram Kismis 2 sdm Margarin Termasuk ke Dalam Produk Inovasi/Modifikasi/Imitasi Fish bar ini merupakan produk modifikasi dari produk snack bar yang telah

ada sebelumnya tetapi memiliki keunggulan-keunggulan yang cukup banyak dibandingkan produk yang telah ada. Produk fish bar yang telah ada sebelumnya memiliki bahan baku utama kedelai atau buah-buahan, sehingga kami memodifikasi bahan baku utamanya menjadi ikan tongkol yang mengandung protein tinggi serta rasa yang gurih dan daging yang padat. Sehingga kami bukan hanya memodifikasi dari bahan baku dan rasanya, tetapi juga memodifikasi dari nilai gizinya.

Kemasan Produk Fish Bar Kemasan produk dimsum dongkol berupa kemasan plastik panjang

berbahan PP (Polypropylene). Kami memilih kemasan berbahan plastik ini karena kemasan plastik harganya lebih murah, lebih mudah didapatkan, transparan sehingga konsumen dapat melihat bagian dalam produk, kemudahan dalam pelabelan, ringan, dan fleksibel. Kemasan produk dimsum fish bar ini dilengkapi label kemasan pada bagian depan kemasan dan bagian belakang kemasan yang berisi nama produk, komposisi produk, nama produksi, logo produk, kandungan gizi, dan saran untuk konsumen. Kelemahan dari kemasan kami ini karena berbahan plastik yang berwarna agak keruh sehingga kemasan kurang jernih sehingga bagian dalam produk tidak terlihat dengan begitu jelas.

Cara Penyajian Produk fish bar ini dapat dikonsumsi secara langsung. Produk fish bar ini

dapat disimpan selama maksimal 3 hari dan dapat dikonsumsi dalam keadaan dingin. Karena fih bar ini merupakan produk panggang maka daya tahannya lebih lama dari pada produk dimsum dongkol yang memiliki kadar air lebih tinggi.

Proses pembuatanFish Bar

Proses PembuatanFish Bar :

Bahan Kering : Tepung Beras, Tepung Ketan, Garam, Kismis, Corn Flakes, Ikan tongkol, Margarin

Bahan Pengikat : Putih Telur, Minyak, Air, Air Gula.

Pencampuran Bahan Padat

Pencampuran Bahan Cair

Pencampuran Bahan Padat dan Bahan Cair

Pencetakan pada loyang berukuran 15 cm x 10 cm x 1 cm


Pemanggangan menggunakan oven (Suhu 150oC selama 25 menit)

Pendinginan (Suhu Ruang selama 30 menit)

Fish Bar Gambar 14. Diagram Proses Pembuatan Fish Bar

3.

CHAMCHI (Abon Ikan Tongkol)

Gambar 15. Label pada Chamchi Deskripsi Produk Abon merupakan makanan yang terbuat dari daging yang

dikerat.Teksturnya agak kasar dan kering karena didominasi oleh serat otot yang kering.Sebenarnya, abon adalah makanan sederhana yang mudah didapat dalam kehidupan sehari-hari.meningkatkan kualitas simpannya. Menurut SNI 01-37071995, abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas yang dibuat dari daging yang direbus dan disayat-sayat, diberi bumbu, digoreng, kemudian dipres. Chamchi berasal dari bahasa korea yang berarti ikan tongkol sehingga produk abon ikan tongkol ini di beri nama chamchi. Kata chamchi memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang tertarik membeli seperti mengira bahwa produk chamchi ini produk yang di import dari luar sehingga produk chamchi ini memiliki peluang bisnis dan prospek penjualan yang baik jika di pasarkan. Abon ikan tongkol adalah jenis makanan awetan yang terbuat dari bahan dasar ikan tongkol yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk chamchi yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa gurih-asin, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif lama.Selama ini, abon yang beredar di pasaran dan dikonsumsi masyarakat adalah abon yang berasal dari daging sapi dan daging ayam.Masyarakat mengkonsumsi abon sebagai lauk yang memiliki rasa yang enak dan mempunyai nilai gizi yang tinggi terutama protein dan lemak.Harga Abon ikan Tongkol dengan netto bersih 50 gram yaitu Rp. 8000,00 perproduk.

Golongan Produk Produk modifikasiatau modified product yaitu produk hasil modifikasi

produk yang sudah ada disuatu perusahaan. Modifikasi dapat dilakukan pada jenis kemasan, formula bahan,jenis bahan, jenis bahan baku, atau penggunaan flavor yang berbeda. Produk Chamchi merupakan produk modifikasi dari produk abon yang umumnya dibuat dari daging sapi.

Sasaran Pasar Produk Chamchi memiliki sasaran produk berbagai kalangan umur seperti

anak-anak, remaja, dan dewasa.Produk modifikasi seperti chamchi dapat berkembang dipasaran melihat dari segi penjualan abon daging sapi yang menjanjikan.Produk chamchi ini menghadirkan produk abon dengan berbahan dasar ikan yang mudah dikonsumsi sehingga dapat mempermudah orang-orang yang tidak mempunyai waktu banyak untuk memasak tetapi dapat menikmati kelezatan rasa ikan tongkol secara praktis. FormulasiChamchi

Bahan : 2,4 kg ikan tongkol 150 g jeruk nipis (diperas) 5 g garam 6 lembar daun salam 75 g lengkuas 4 batang serai 10 lembar daun jeruk 325 ml santan 5 gram gula merah (disisir) 10 g asam jawa (diencerkan) 2 bungkus penyedap rasa 20 ml minyak goring 130 ml air matang Bumbu Halus: 200 g bawang merah 30 g bawang putih 25 g cabai merah keriting 5 g merica

2 g ketumbar 10 g kemiri (disangrai) Cara Pembuatan Chamchi

Daging ikan Pelumuran I

Pendiaman, t= 15 menit

Pelumuran II Pengukusan

Pemisahan tulang dan kulit

Tulang dan kulit ikan

Pengecilan ukuran
Bumbu halus, salam, lengkuas, serai, daun jeruk, santan, garam, gula merah, daging ikan dan air asam

Pemasakan

Abon Ikan Gambar 16 . Diagram Alir Pembuatan Chamchi

Kemasan Kemasan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung

produk.Dimana kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk dari cemaran namun juga sebagai saranainformasi dan sarana komersial dari produsen ke konsumen.Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang danmemproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk.Kemasan jugadapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang guna mencegah ataumengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atauyang dibungkusnya. Ada tiga alasan utama untuk melakukan

pembungkusan,yaitu: 1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. 2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya. 3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat dan menarik perhatian konsumen. Ruang lingkup bidang kemasan saat ini juga sudah semakin luas, mulaidari bahan yang sangat bervariasi hingga bentuk dan teknologi kemasan yangsemakin menarik.Bahan kemasan yang digunakan bervariasi dari

bahankertas, plastik, kayu, logam, fiber hingga bahan-bahan yang dilaminasi. Bentukdan teknologi kemasan juga bervariasi dari kemasan berbentuk kubus, limas,tetrapak, corrugated box, kemasan tabung hingga kemasan aktif dan pintar(active and intelligent packaging) yang dapat menyesuaikan kondisi lingkungandi dalam kemasan dengan kebutuhan produk yang dikemas. Produk kami yaitu Chamchi merupakan produk yang mengandung lemak artinya kemasan harus tahan terhadap lemak dan tidak mudah mengalami migrasi

karena kandungan lemak. Kemasan produk kami terdiri dari dua bagian, yakni bagian depan dan belakang. Kemasan bagian depan merupakan plastik transparan (Polivinil Klorida) yang dimaksudkan agar konsumen dapat melihat isi produk yang ada di dalam kemasan. Karena konsumen dapat melihat produk langsung diharapkan konsumen dapat tertarik dengan produk kami lewat tampilannya. Bagian kedua adalah bagian balakang yang menggunakan alumunium foil dengan ketebalan tertentu. Alumunium foil yang biasa digunakan sebagai kemasan biasanya memiliki ketebalan 120 mikron agar tidak mudah robek bila terkena gesekan. Pada bagian depan, ditempel dengan stiker yang merupakan label dari produk kami yaitu Chamchi. Label makanan adalah informasi identitas/ jati diri dari produk yang menjadi hak milik perusahaan sebagai alat komunikasi tertulis pihak produsen dengan pihak konsumen dalam melakukan pelayanan jaminan persyaratan mutu produk dan kesehatan. Pada label mengandung informasi tentang : 1. Logo perusahaan 2. Nama Produk 3. Daftar nama bahan yang digunakan dalam produk 4. Nilai Gizi 5. Jumlah neto berat benda yang ada di dalam kemasan 6. No daftar di Departemen terkait, misalnya no. sertifikat halal 7. Tanggal daluarsa 8. Petunjuk penggunaan 9. Cara penyimpanan 10. alamat perusahaan

Gambar 17.Kemasan Produk Abon Ikan Tongkol Chamchi Kedua kemasan memiliki syarat-syarat pelabelan minimal yang harus ada pada sebuah label kemasan bahan pangan. Seperti nama produk, komposisi, alamat perusahaan, jumlah netto, kode produksi dan tanggal kadaluarsa, serta logo halal. Dapat dilihat bahwa kemasan yang menjadi kemasan produk kami memiliki kepraktisan untuk membawa dan menempatkan dilihat dari ukuran yang kecil dan tipis, serta lubang diatas kemasan yang serba guna.

Cara Penyajian Produk Chamchi merupakan produk yang dapat diolah kembali menjadi

produk olahan.Produk Chamchi yang merupakan produk abon ikan tongkol dapat dimakan langsung dengan nasi sebagai lauk namun juga dapat digunakan sebagai isian makanan seperti risoles.Penyajian abon cabe dapat dicampur sebagai tambahan bumbu masakan, atau sebagai pelengkap makanan favorit Anda.Pada penjualan produk Chamchi, kami memodifikasinya menjadi produk olahan yang diisikan pada risoles dengan dicampur rougutte.

4.

PASTE GATTO (Kornet Ikan Patin)

Gambar 18. Label Pasce Gatto Deskripsi Produk Kornet adalah salah satu jenis produk olahan daging sapi yang banyak digunakan dalam campuran makanan seperti nasi goreng. Kornet daging sapi diolah dengan cara diawetkan dalam air garam (brine), yaitu air yang dicampur dengan larutan garam jenuh. Kemudian dimasak dengan cara simmering, yaitu direbus dengan api kecil untuk menghindari hancurnya tekstur daging sapi. Biasanya digunakan potongan daging yang mengandung serat memanjang, seperti brisket. Nama "corned beef" berasal dari garam kasar yang digunakan. Corn artinya butiran, yaitu butiran garam (Leith, 1989). Kornet ikan patin merupakan produk modifikasi dari kornet daging sapi.Kornet ikan patin ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang enak sehingga dapat disajikan didalam isian sandwich.Perbedaan kornet daging sapi dengan kornet ikan patin yang paling mencolok adalah dari warna yang dihasilkan.Pada kornet daging sapi pada umumnya memiliki warna kemerahan sedangkan warna ikan patin berwarna putih dan sedikit merah muda karena penambahan sedikit pasta tomat.Sedangkan penampilan atau karakteristik kornet ikan patin ini yaitu bertekstur lembut dan berbutir, berwarna putih dan sedikit merah muda, serta berbau khas ikan patin. Ikan patin yang digunakan dilumuri jeruk nipis terlebih dahulu sehingga bau tanah yang terdapat pada ikan patin akan hilang dan tidak memperngaruhi rasa pada kornet ikan patin tersebut. Harga kornet ikan patin dengan netto bersih 50 gram yaitu Rp. 5000,00 perproduk.

Golongan Produk Produk Paste Gatto merupakan produk modifikasi kornet yang berbahan

dasar ikan patin dengan ditambahkan bumbu-bumbunya.Produk modifikasi kornet ini memodifikasi bahan dasar serta kemasan yang digunakan.

Sasaran Pasar Produk Paste Gatto memiliki sasaran produk berbagai kalangan umur

seperti anak-anak, remaja, dan dewasa. Produk paste gatto ini umumnya sebagai bahan tambahan untuk membuat suatu makanan seperti nasi goreng, saus spagheti, atau isian roti. Kemudahan penggunaan produk paste gatto ini memiliki nilai tambah di mata konsumen selain dilihat dari nilai gizinya yang tinggi. Formulasi Pasce Gatto

Bahan : 1,5 kg daging ikan patin 180 gtepung terigu 45 g susu skim 5 g merica 5 g garam 70 g bawang merah 20 g bawang putih 1 biji pala (dihaluskan) 300 g tomat (pasta) 5 g margarin 150 g jeruk nipis (diperas) 4 g gula pasir buah bawang bombai 2 bungkus penyedap rasa

Cara Pembuatan

Gambar 19. Diagram alir Pembuatan Pasce Gatto Kemasan Kemasan yang digunakan untuk produkPasce Gatto ini sama seperti kemasan yang digunakan untuk Chamchi yakni kemasan alumunium foil dengan bagia depan plastik. Bagian depan kemasan ditempel label yang memiliki informasi tentang produk. Adapun informasi tersebut adalah sebagai berikut. 1. Logo perusahaan 2. Nama Produk 3. Daftar nama bahan yang digunakan dalam produk 4. Nilai Gizi 5. Jumlah neto berat benda yang ada di dalam kemasan

6. No daftar di Departemen terkait, misalnya no. sertifikat halal 7. Tanggal daluarsa 8. Petunjuk penggunaan 9. Cara penyimpanan 10. alamat perusahaan

Gambar 20. Produk Kornet Ikan Patin Pasce Gatto

Cara Penyajian Produk Pasce Gatto merupakan produk yang dapat diolah kembali menjadi

produk olahan.Produk Pasce gatto dapat dijadikan macam-macam makanan olahan lainnya seperti campuran nasi goreng maupun isian sandwich seperti modifikasi produk yang kami buat. Pasce Gatto dapat digunakan untuk campuran masakan atau makanan yang berhubungan dengan daging cincang, misalnya : Sambal goreng daging cincang. Semur daging cincang. Tumis daging cincang. Gulai/rendang daging cincang. Sate buntel. Perkedel kentang campur daging cincang.

Saus spaghetti. Makaroni schotel. Pastel, bakso, lemper daging, martabak telor, risoles, kroket, tahu isi, lumpia, sosis solo, bacang daging, arem-arem, semar mendem, bakpau/roti isi daging, mie ayam, dan lain-lain. KATUN Kastangle Tuna Nama Produk

5.

Produk kedua dari kelompok kami adalah kue keju ikan, kue keju dipasaran biasa disebut dengan kastangel. Jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku adalah ikan tuna. Sehingga produk kami memiliki nama KATUN yang merupakan kepanjangan dari Kastangel Tuna. Jenis Produk Produk KATUN termasuk dalam produk modifikasi, jenis modifikasi yang dilakukan adalah pada bahan baku. Bahan baku dalam pembuatan kastangel adalah tepung terigu, namun pada produk KATUN dilakukan subtitusi antara tepung terigu dan tepung ikan. Banyaknya tepung ikan dan tepung terigu yang disubtitusikan adalah 50:50. Deskripsi Produk Produk KATUN memiliki bentuk bulat yang berwarna coklat keemasan dengan keju dibagian atasnya. Rasa dari produk katun adalah gurih asin yang berasal dari keju yang digunakan. Aroma yang ditunjukkan adalah perpaduan antara aroma keju dan ikan. Sedangkan untuk tekstur KATUN memiliki tekstur yang rapuh. Sasaran Pasar Produk KATUN memiliki sasaran pasar untuk semua umur dan semua kalangan baik kalangan bawah, menengah dan atas. Produk KATUN dapat dikonsumsi oleh semua umur, baik dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Hal ini dikarena tekstur KATUN yang rapuh sehingga mudah untuk dikonsumsi oleh anak-anak sampai lansia. Harga yang relatif murah dapat dibeli oleh semua kalangan baik kalangan bawah, menengah, dan atas.

Formulasi Produk Bahan 175 gram 150 gram 2 butir Margarin Keju parut Kuning telur Tepung ikan Tepung terigu Formulasi 29.07% 24.92% 0.33% 20.76% 20.76%

125 gram 125 gram 25 gram

Tepung maizena 4.15%

Cara Pembuatan 1. Pembuatan tepung ikan 1. Ikan tuna dicuci dengan air bersih dan diberikan dengan air jeruk nipis selama 20 menit. 2. Ikan tuna kemudian dicuci dengan air bersih dan dikukus selama 30 menit. 3. Ikan yang telah dikukus kemudian diiris menjadi lebih kecil. 4. Ikan lalu dipindahkan ke loyang dan dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 100OC selama 20 menit. 5. Ikan yang telah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan grinder sehingga menjadi tepung ikan. 6. Tepung ikan kemudian disangrai sampai

Ikan Tuna Air bersih Air jeruk nipis Pencucian Perendaman (t: 20 menit) Pencucian Pengukusan (t: 30 menit) Pengirisan Pengeringan (T: 100OC, t: 20 menit) Penepungan Air kotor Air kotor

Air bersih

Uap air

Penyangraian
Tepung Ikan Tuna

Uap air

Gambar 21. Diagram Proses Pembuatan Tepung Ikan Tuna (Sumber: Anonim2, 2011 dengan modifikasi)

Pembuatan KATUN 1. Margarin dikocok terlebih dahulu sampai lembut. 2. Kuning telur ditambahkan ke dalam kocokan margarin dan dikocok sampai tercampur rata (10detik). 3. Adonan kemudian ditambahkan dengan keju parut dan diaduk sampai rata. 4. Lalu ditambahkan tepung ikan, tepung terigu, dan tepung maizena dan diaduk sampai adonan tercampur rata serta kalis. 5. Adonan yang sudah kalis digilas sampai tipis (1cm) dan dicetak dengan cetakan kue berbentuk bulat.

6. Adonan yang telah dicetak kemudian dipindahkan diloyang lalu dioleskan dengan kuning telur dan ditaburi oleh keju parut. 7. Adonan kemudian dipanggang di dalam oven dengan suhu 150OC selama 45 menit. 8. KATUN yang telah matang kemudian didinginkan dan dikemas. Margarin

Pengocokan I
Kuning telur Keju parut Tepung ikan, tepung terigu, dan tepung maizena Pengocokan II Pengadukan I Pengadukan II Penggilasan (tebal 1cm) Pencetakan Peloyangan Pemanggangan (T: 150OC, t: 45 menit) Pendinginan Pengemasan

KATUN Kastangel Tuna Gambar 22. Diagram Proses Pembuatan KATUN (Sumber: Anonim3, 2013 dengan modifikasi)

Kemasan Produk Produk KATUN dikemas dengan plastik ziplock, adanya ziplock menjaga produk KATUN tetap kering. Produk KATUN yang higroskopis memerlukan kemasan yang tertutup rapat, sehingga produk tetap kering. Pada plastik ziplock salah satu sisinya diberikan sticker yang memberikan logo produk.

Gambar 22. Logo Produk KATUN (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2013)

Gambar 23. Produk KATUN yang Dikemas Ziplock (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2013) Cara Penyajian Produk

Produk KATUN dapat langsung dikonsumsi dengan membuka kemasan ziplock, ketika produk tidak habis dapat ditutup kembali sehingga menjaga produk tetap kering. Kelebihan dan Kekurangan Produk Kelebihan 1. Terbuat dari subtitusi tepung ikan dan tepung terigu, sehingga memiliki kandungan protein yang tinggi. 2. Ukuran dan ketebalan sudah seragam. 3. Produk modifikasi yang belum ada di pasaran, sehingga dapat mengatasi kejenuhan dipasaran Kekurangan 1. Kemasan masih kurang baik, sebab jika produk terkena tekanan produk akan cepat hancur. 2. Rasa dari ikan masih sedikit terasa.

DAFTAR PUSTAKA Anonim . 2013. Ikan Gabus. Available online at : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus (Diakses pada 14 Desember 2013) Anonimb. 2012. Panduan Budidaya Ikan Gabus, Available online at : http://wirausaha.blog.unsoed.ac.id/files/2012/05/Panduan-Budidaya-IkanGabus.pdf (Diakses pada 14 Desember 2013) Anonimc. 2013. Ikan Nila. Available online at : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila (Diakses pada 14 Desember 2013) Anonimd. 2013. Gurami. Available online at : http://id.wikipedia.org/wiki/Gurami (Diakses pada 14 Desember 2013) Anonime. 2013. Ikan Lele. Available online at : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_Lele (Diakses pada 14 Desember 2013) Afish. 2013. Ikan Lele (Clarias sp.). Available online at : http://afiesh.blogspot.com/2013/02/ikan-lele-clarias-sp.html (Diakses pada 14 Desember 2013) at:
a

Anonimf. 2011. ProsesPembuatan Tepung Ikan. Available online http://bagusrn-fpk09.web.unair.ac.id./artikel_detail-37993Bahan%20Kuliah-Proses%20Pembuatan%20Tepung%20Ikan.html (diakses pada 14 November 2013). Anonimg. 2013. Tabloid Nyata: Aneka Variasi Kue Keju. Jakarta.

Anonimh. 2010. Khasiat Ikan Tongkol. Tersedia online : http://x12siap.blogspot.com/2010/11/khasiat-ikan-tongkol.html ( diakses 1 oktober 2013) Anonimi. 2010 . Komposisi Ikan Tongkol. http://keju.blogspot.com/1970/01/isikandungan-gizi-ikan-tongkol-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html. (diakses 1 oktober 2013) Hadiwiyoto. 1993. Histamin Pada Ikan. http://www.chem-istry.org/artikel_kimia/kimia_pangan/waspadai-histamin-pada-ikan/. ( diakses 1 oktober 2013) Drs. Moeljanto. 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. Penebar Swadaya, Jakarta. Middlebrook, J.L and Franz, D.R. 1997. Botulinum Toxins In Medical Aspects of Chemical and Biological Warfare. F.R, Takafuji, E.T., Franz, D.R. (eds) The Surgeon General at TMM Publications Borden Intitute, Washington

Midura, T.F. 1996. Update : Infant botulism. Clin. Microbiol Rev. Vol. 9 : p 119125 Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas. Available online at : http://warintek.bantulkab.go.id (Diakses pada 14 Desember 2013) Richoocean. 2010.Ikan Mas. Available online at http://richocean.wordpress.com/ikan-air-tawar/ikan-mas/ (Diakses pada 14 Desember 2013) Welly. 2010. Budidaya Ikan Nila. Available online at : http://wellyukm.blogspot.com/2010/10/budidaya-ikan-nila.html (Diakses pada 14 Desember 2013)