Anda di halaman 1dari 25

TUGAS PENGELOLAAN KUALITAS SUMBER DAYA AIR

Daftar Isi
BAB I........................................................................................................................................... 3 PENDAHULUAN.......................................................................................................................... 3 BAB II.......................................................................................................................................... 6 TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................................................6 2.1 Penentuan Titik Pengambilan Sam el................................................................................! 2.2 Pengambilan Sam el......................................................................................................... ! i. "a#a $anual..................................................................................................................... % ii. "a#a &t'mati(.................................................................................................................. ) 2.3 Anali(a Kualita( Ai#.......................................................................................................... 1* 2.+ $utu ,an Kela( Ai# -PP N'. % Ta.un 2**1 ,an PP N'.2 Ta.un 1))*/.............................12 2.0 Pengen,alian Pen1ema#an Ai#.........................................................................................13 2.6 Lan,a(an Hukum $engenai Kualita( Ai# ,an Ai# Te#1ema#.............................................1+ 2.6.1 Un,ang2Un,ang N'.! Ta.un 2**+ Pa(al 23 $engenai Sumbe# Da3a Ai#................1+ 2.6.2 Un,ang2Un,ang N'.23 Ta.un 1))! $engenai Pengel'laan Lingkungan Hi,u ......1+ BAB III....................................................................................................................................... 10 STUD4 KASUS......................................................................................................................... 10 3.1 Pe#ma(ala.an.................................................................................................................. 10 3.2 Pen,ekatan Peme1a.an ma(ala.....................................................................................10 3.3 Pemba.a(an.................................................................................................................... 16 3.+ Pengembangan In5#a(t#ukt#u#...........................................................................................1) Ke(im ulan................................................................................................................................ 20

BAB I PENDAHULUAN

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Sumber air tersebut ada yang diperoleh dari air tanah, mata air, air sungai, danau, dan air laut. Sumber air di bumi tersebut berasal dari suatu siklus air dimana tenaga matahari merupakan sumber panas yang mampu menguapkan air. Air baik yang berada didarat maupun d laut akan menguapa oleh panas matahari. Uap kemudian naik berkumpul menjadi awan. Awan mengalami kondensasi dan pendinginan akan membentuk titik-titik air dan akhirnya akan menjadi hujan. Air hujan jatuh ke bumi sebagian mengalir meresap kedalam tanah menjadi air tanah dan mata air, sebagian mengalir melalui saluran yang disebut air sungai, sebagian lagi terkumpul dalam danau/rawa dan sebagian lagi kembali ke laut. Sumber air adalah wadah air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini mata air, sungai, rawa, danau, situ, waduk, dan muara. Sumber aya Air dikelola berdasarkan asas kelestarian, kesimbangan, keman!aat umum, keterpaduan dan keserasian, keadilan, kemandirian, serta transparansi dan akuntabilitas "enurut UU.#o $ Tahun 2%%& menyebutkan bahwa, 'engelolaan Sumber aya Air adalah upaya meren(anakan, melaksanakan, memantau, dan menge)aluasi pelenggaraan konser)asi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. Se(ara umum, 'engelolaan Sumber 'engeloaan Sumber aya Air meliputi * peren(anaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan, penganggaran dan keuangan. aya Air juga dapat dide!inisikan sebagai aplikasi dari (ara struktural dan non-struktural, untuk mengendalikan system sumber daya air alam dan buatan manusia untuk kepentingan/man!aat manusia dan tujuan-tujuan lingkungan. Tindakan-tindakan struktur +structural measure, untuk pengelolaan air adalah !asilitas-!asilitas terbangun +constructed facilities, yang digunakan untuk mengendalikan aliran air baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Tindakan-tindakan non-struktural +non-stru(tual measure, untuk pengelolaan air adalah program-program atau akti!itas-akti!itas yang tidak membutuhkan !asilitas-!asilitas terbangun. +Grigg, 1996, 'engelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga ter(apai kualitas yang diinginkan sesuai !ungsi peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisis
-

alamiahnya. 'engendalian pen(emaran air adalah upaya pen(egahan dan penanggulangan pen(emaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air. Tindakan-tindakan pengelolaan dalam upaya pengaturan kualitas air menurut Brooks dkk, +1994,, dibagi menjadi tiga kategori, yaitu . pengaturan, !is(al, dan pengelolaan serta in)estasi publi( se(ara langsung. alam pengaturan hal-hal yang berkaitan dengan kualitas air meliputi /ooning, regulasi, peraturan-peraturan spesi!ik tentang air dan tanah, pengendalian, perijinan, larangan dan lisensi. Untuk kategori !is(al meliputi harga, pajak, subsidi, denda, dan bantuan. Sedangkan yang masuk dalam kategori pengelolaan dan in)estasi publik antara lain bantuan teknis, riset, pendidikan dan pengelolaan tanah dan air, instansi dan in!rstuktur. 'enggunaan teknologi pengelolaan air dapat dilihat berdasarkan . 0. 1ualitas Air . a. Siklus air di alam b. 2aku mutu lingkungan hidup (. 1lasi!ikasi dan kriteria mutu air +kondisi !isika-kimia-biologis air, d. 1ontrol polusi air 2. Sistem pengolahan air . a. Tahap pengolahan air tawar b. 'roblem dalam unit pengolahan air Ada beberapa teknologi yang dipakai untuk pengelolaan kualitas air, misalnya. 0. "anipulasi kondisi air kultur 'arameter !isika-kimia kultur +kimia . kandungan oksigen terlarut, kandungan 3 2S, #3-, tingkat keasaman +p3,* !isika. salinitas, turbiditas/kekeruhan air, !iltrasi, sterilisasi,. 'arameter biologis kultur +parameter dan pengukuran kualitas biologis air, bakteri nitri!ikasi +isolasi, substrat, et(,, probiotik, bio-!lok, peri!iton, pakan alami dan aplikasi, 2. Teknologi pengelolaan kualitas air Teknologi sistem resirkulasi, /ero-water dis(harge -. 4aktor ekonomi dalam pengelolaan kualitas air "utu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameterparameter tertentu dan metoda tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
&

Sedangkan 2aku mutu air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, /at, energi, atau komponen yang ada atau harus ada atau unsur pen(emar yang ditenggang keberadaannya di dalam air. 1riteria mutu air adalah tolak ukur mutu air untuk setiap kelas air. "utu air dapat diklasi!ikasikan menjadi & kriteria . 0. 1elas Satu Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. 2. 1elas ua Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. -. 1elas Tiga Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. &. 1elas 5mpat Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Untuk mengendalikan kualitas air terlebih dahulu menentukan kelas/mutu air yang ditinjau sebagai patokan dalam menentukan alternati! yang diambil sebagai upaya pengendalian kualitas air, Untuk menentukan pengendalian kualitas air dilakukan tahap/proses sebagai berikut.

(Gambar 2.1 Diagram Alir Pengendalian ualitas Air!

2.1 Penent an Titi! Pen"a#$i%an Sa#&e% 8okasi pengambilan (ontoh ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat diketahui kualitas air alamiah dan perubahan kualitas air yang diakibatkan oleh kegiatan manusia. 1ualitas air alamiah diukur pada lokasi di hulu sungai yang belum mengalami perubahan oleh kegiatan manusia. Sedangkan perubahan kualitas air dapat diketahui di hilir sungai, setelah melalui suatu daerah permukiman, industri ataupun pertanian. i daerah muara sungai diperlukan pula lokasi pengukuran untuk mengetahui pengaruh intrusi air laut. 'ada danau atau waduk sekurang-kurangnya diperlukan tiga titik pengambilan (ontoh yaitu sebelum masuk, di tengah dan setelah keluar dari danau. Untuk keperluan pengendalian pen(emaran air, (ontoh diambil pada - lokasi. 0. 2. -. 'ada perairan penerima sebelum ter(ampur limbah +u"stream, +titik &, 'ada saluran pembuangan air limbah sebelum ke perairan penerima +titik -, 'ada perairan penerima setelah ber(ampur dengan air limbah +do#nstream,, namun belum ter(ampur atau menerima limbah (air lainnya +titik 6,

(Gambar 2.2 $onto% &okasi Pengambilan 'am"el untuk Pengendalian Pencemaran Air!

2.2 Pen"a#$i%an Sa#&e% 'engambilan (ontoh dapat dilakukan se(ara manual atau se(ara otomatis tergantung dari keperluan dan !asilitas yang ada. "asing-masing (ara mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. 2erikut adalah beberapa (ara yang digunakan dalam pengambilan sampel.
$

i.

'ara Man a% 'engambilan (ontoh se(ara manual mudah diatur waktu dan tempatnya, serta dapat menggunakan berma(am-ma(am alat sesuai dengan keperluannya. Apabila diperlukan )olume (ontoh yang lebih banyak, (ontoh dapat diambil lagi dengan mudah. Selain itu biaya pemeliharaan alat dengan (ara ini tidak besar bila dibandingkan dengan (ara otomatis. Akan tetapi keberhasilan pengambilan (ontoh se(ara manual sangat tergantung pada keterampilan petugas yang melaksanakannya. 'engambilan (ontoh se(ara manual yang berulang-ulang dapat menyebabkan perbedaan perlakuan yang dapat mengakibatkan perbedaan hasil pemeriksaan kualitas air. 'engambilan (ontoh se(ara manual sesuai untuk diterapkan pada pengambilan (ontoh sesaat pada titik tertentu dan untuk jumlah (ontoh yang sedikit. Sedangkan untuk pengambilan (ontoh yang rutin dan berulang-ulang dalam periode waktu yang lama (ara manual memerlukan biaya dan tenaga kerja yang besar.

Gambar 2.( Alat Pengambil $onto% 'eder%ana (a! Ga)ung Bertangkai Pan*ang+ (b! Botol+ (c! Botol dengan Pemberat

ii.

'ara Ot(#atis 'engambilan (ontoh (ara otomatis sesuai untuk pengambilan (ontoh gabungan waktu dan (ontoh yang diambil rutin se(ara berulang-ulang. :ontoh dapat diambil pada inter)al waktu yang tepat se(ara terus-menerus dan se(ara otomatis dapat dimasukkan ke dalam beberapa botol (ontoh se(ara terpisah atau ke dalam satu botol untuk mendapatkan (ontoh (ampuran. 'emeriksaan (ontoh se(ara terpisah dari tiap-tiap botol dapat menunjukkan kemungkinan adanya kelainan pada masing-masing (ontoh, serta dapat memberikan nilai minimum dan maksimum dalam periode waktu tertentu. Sedangkan hasil pemeriksaan dari (ontoh komposit merupakan hasil rata-rata selama periode pengukuran. ewasa ini telah banyak peralatan mekanis yang dapat digunakan untuk mengambil (ontoh (ara otomatis yang diran(ang sesuai dengan keperluan pemakainya. 2eberapa alat pengambil (ontoh otomatis diran(ang khusus yang dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan karakteristik sumber air dan air limbah setiap waktu, debit air setiap waktu, berat jenis (airan dan kadar /at tersuspensi, serta terdapatnya bahan-bahan yang mengapung. Akan tetapi pengambilan (ontoh se(ara otomatis memerlukan biaya yang lebih mahal untuk konstruksi alat dan pemeliharaannya, serta memerlukan tenaga operator yang terlatih.

Gambar 2.4 Alat "engambil conto% air otomatis

2.) Ana%isa K a%itas Air 2eberapa parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air diantaranya adalah . 1. < + issol)ed <=ygen, 2< +2io(hemi(al <=ygen emand, :< +:hemi(al <=ygen emad, dan p3 DO *Diss(%+e, O-."en/ Dissol,ed -.)gen adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses !otosintesis tumbuhan air. <ksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme, seperti bakteri. Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 6 mg/ liter atau 6 ppm +"art "er million,. Apabila kadar oksigen kurang dari 6 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 6 ppm akan berkembang. Apabila sungai menjadi tempat pembuangan limbah yang mengandung bahan organik, sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Sehingga kadar oksigen terlarut akan berkurang dengan (epat dan akibatnya hewan-hewan seperti ikan, udang dan kerang akan mati. 8alu apakah penyebab bau busuk dari air yang ter(emar> 2au busuk ini berasal dari gas #3- dan 32S yang merupakan hasil proses penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob. 2. BOD *Bi(01e#i0a% O-."en De#an,/ Bioc%emical -.)gen Demand adalah kebutuhan oksigen biokimia yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar 2.<. nya sedangkan .< akan makin rendah. Air yang bersih adalah yang 2.<. 0ppm, jika 2.<. nya di atas &ppm, air dikatakan ter(emar.
0%

nya kurang dari 0 mg/l atau

Bioc%emical -.)gen Demand menunjukkan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk meme(ahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air. 'emeriksaan 2< diperlukan untuk menentukan beban pen(emaran akibat air buangan penduduk atau industri. 'enguraian /at organik adalah peristiwa alamiah, apabila suatu badan air di(emari oleh /at organik, bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi tersebut yang bisa mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air dan dapat menimbulkan bau busuk pada air tersebut. 2eberapa /at organik maupun anorganik dapat bersi!at ra(un misalnya sianida, tembaga, dan sebagainya, sehingga harus dikurangi sampai batas yang diinginkan +Alaerts dan Santika, 0;9&,. ). 'OD *'1e#i0a% O-."en De#an,/ $%emical -.)gen Demand atau 1ebutuhan <ksigen 1imia +1<1, adalah jumlah oksigen +mg <2, yang dibutuhkan untuk mengoksidasi /at-/at organik yang ada dalam satu liter sampel air, dimana pengoksidanya adalah 12:r2<$ atau 1"n<&. Angka :< merupakan ukuran bagi pen(emaran air oleh /at-/at organik yang se(ara alamiah dapat dioksidasi melalui proses mikrobiologis dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. Sebagian besar /at organik melalui tes :< ini dioksidasi oleh 12:r2<$ dalam keadaan asam yang mendidih optimum, 2. &H p3 merupakan suatu ekpresi dari konsentrasi ion hidrogen +3?, di dalam air. 2esarannya dinyatakan dalam minus logaritma dari konsentrasi ion 3. 'h sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju ke(epatan reaksi beberapa bahan di dalam air. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang p3 tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai p3 maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. 2esaran p3 berkisar dari % +sangat asam, sampai dengan 0& +sangat basa/alkalis,. #ilai p3 kurang dari $ menunjukkan lingkungan yang masam sedangkan nilai diatas $ menunjukkan lingkungan yang basa +alkalin,. Sedangkan p3 @ $ disebut sebagai netral. #ilai p3 bisa ditentukan melalui alat p3 meter atau dengan uji kertas lakmus.

00

2.2 M t ,an Ke%as Air *PP N(. 3 Ta1 n 2441 ,an PP N(.2 Ta1 n 1554/ a. e!inisi +'' #o. 9 Tahun 2%%0 'asal 0, "utu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metoda tertentu berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. 1elas air adalah peringkat kualitas air yang dinilai masih layak untuk diman!aatkan bagi peruntukan tertentu. b. 1lasi!ikasi "utu dan 1elas Air +'' #o. 9 Tahun 2%%0 'asal 9, 0. 1elas Satu Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut* 2. 1elas ua Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut* -. 1elas Tiga Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut* &. 1elas empat Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. (. 'enggolongan Air +'' #o.2 Tahun 0;;% 'asal $, 'enggolongan air menurut peruntukkannya ditetapkan sebagai berikut . 0. Golongan A Air yang dapat digunakan sebagai air minum se(ara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu, 2. Golongan 2
02

Air yang dapat dighunakan sebagai air baku air minum, -. Golongan : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan, &. Golongan Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat diman!aatkan untuk usaha perkotaan, industri, pembangkit listrik tenaga air.

#o

'arameter

1lasi!ikasi 1ualitas +mutu, Air +A, Ter(emar Ter(emar Ter(emar Ter(emar Bingan *Ke%as 1/ C 0,% C6,% D7,% 7,6-9,6
/abel 2.1

Sedang *Ke%as 2/ 0,%--,% 6,%-0%,% 6,%-7,% 6,%-;,%

2erat *Ke%as )/ -,%-7,% 0%,%-06,% -,%-6,% 7,%-;,%

Sangat 2erat *Ke%as 2/ D7,% D06,% C-,% 6,%-;,%

1eterangan +A, ijabarkan

0 2 &

2< /1<2 +mg/l, :< /1<1 +mg/l, </<T +mg/l, p3

dari baku mutu Air Gol-A, 2, : dan +''.2%/;%,

riteria Penilaian "arameter ualitas (mutu! Air

2.6 Pen"en,a%ian Pen0e#aran Air 'engendalian 'en(emaran air dilakukan apabila kualitas sumber air yang ada tidak sesuai kelas/mutu air yang tetapkan untuk penggunaan sumber air. 'en(emaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, /at, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat ber!ungsi sesuai dengan peruntukannya. 'engendalian pen(emaran air adalah upaya pen(egahan dan penanggulangan pen(emaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air Upaya pengendalian pen(emaran air merupakan wewenang 'emerintah dan 'emerintah 'ropinsi, 'emerintah 1abupaten/1ota yang diatur dalam '' #o. 9 Tahun 2%%0, adapun wewenang dalam pengendalian pen(emaran air adalah*
0-

a. menetapkan daya tampung beban pen(emaran* b. melakukan in)entarisasi dan identi!ikasi sumber pen(emar* (. menetapkan persyaratan air limbah untuk aplikasi pada tanah* d. menetapkan persyaratan pembuangan air limbah ke air atau sumber air* e. memantau kualitas air pada sumber air* dan !. memantau !aktor lain yang menyebabkan perubahan mutu air. 2.7 Lan,asan H ! # Men"enai K a%itas Air ,an Air Ter0e#ar 2.7.1 Un,an"8Un,an" N(.9 Ta1 n 2442 Pasa% 2) Men"enai S #$er Da.a Air +00 no 1 ta%un 2224 Pasal 2(, i. 'engelolaan kualitas air dan pengendalian pen(emaran air ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang ada pada sumber-sumber air. ii. 'engelolaan kualitas air sebagaimana dimaksud pada ayat +0, dilakukan dengan (ara memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air. iii. 'engendalian pen(emaran air sebagaimana dimaksud pada ayat +0, dilakukan dengan (ara men(egah masuknya pen(emaran air pada sumber air dan prasarana sumber daya air. i). 1etentuan mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pen(emaran air sebagaimana dimaksud pada ayat +0, diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 2.7.2 Un,an"8Un,an" N(.2) Ta1 n 1559 Men"enai Pen"e%(%aan Lin"! n"an Hi, & "enurut 00 3e"ublik 4ndonesia 5o 2( ta%un 1991 tentang Pengelolaan &ingkungan 6idu", yang dimaksud dengan pen(emaran lingkungan hidup yaitu* masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, /at, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat ber!ungsi sesuai dengan peruntukkannya. emikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula ter(emar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau /at yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan ter(emar apabila kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.
0&

BAB III STUDY KASUS

).1 Per#asa%a1an Sungai merupakan tempat dan wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dibatasi kanan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. Sungai mampu menampung aliran permukaan dari daerah tangkapannya atau disebut dengan aerah 'engaliran Sungai + 'S,. 'S merupakan satuan hidrologis, dimana didalamnya berlangsung berlangsung proses biohidrologis, yaitu suatu proses dinamik dalam bentuk, akti)itas, iterrelasi dan interdepensi antara !a(tor manusia, makhluk hidup lain, !isik hidrologi didalamnya termasuk didalamnya proses erosi, sedimentasi, pen(emaran dan upaya pengendaliannya. 'erkembangan jumlah manusia dalam satuan 'S, sangat mempengaruhi kualitas maupun kuantitas air sungai. Akti)itas pembangunan yang meningkat, berbanding lurus dengan peningkatan jumlah limbah/polutan. 1ondisi terkini sungai (itarum dan sungai (itanduy adalah penjelasan !a(tual. Sungai sebagai suatu ekosistem memerlukan suatu sistem pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik dan !ungsinya. Eariasi karakteristik dan !ungsi sungai menghendaki )ariasi upaya pengelolaan. Eariasi upaya pengelolaan sangat identik dengan )ariasi aktor pengelola dan pananggung jawab, serta )ariasi )isi dan misi upaya pengelolaan. <leh karena itu diperlukan suatu media agar upaya pengelolaan dilakukan se(ara terkoordinasi, terpadu dan sinergi dalam tataran )isi dan misi, jenis upaya, ruang, dan waktu. 3al ini sesuai dengan yang digariskan dalam UU #o. 2& Tahun 0;;2 tentang 'enataan Buang dan UndangUndang #omor 2- Tahun 0;;$ tentang 'engelolaan 8ingkungan. ).2 Pen,e!atan Pe#e0a1an #asa%a1 "edia pengelolaan yang dimaksud berupa 'engembangan Fn!rastruktur dan pengelolaan kualitas air sebagai salah satu bentuk upaya pengelolaan Sungai :itarum dan Sungai :itanduy sebagai (ontoh kasus. Terdapat dua metoda yang dapat digunakan untuk menentukan status mutu air, yaitu "etoda ST<B5T atau "etoda Fndeks 'en(emaran +1epmen 183 #o. 006 Tahun 2%%-,.
06

).) Pe#$a1asan a. Status "utu Air Sungai :itarum Sungai :itarum diperuntukkan sebagai air baku air minum, perikanan dan peternakan, pertanian, dan lain-lain yang termasuk ke dalam Golongan 2* :* +1eputusan Gubernur Gawa 2arat #omor -; Tanggal 20 esember 2%%% tentang 'eruntukan Air dan 2aku "utu pada Sungai :itarum dan Anak-Anak Sungainya di Gawa 2arat,. 'eruntukan baku mutu air Sungai :itarum yang digunakan disesuaikan dengan peruntukan baku mutu air 1elas FF +'' #omor 92 Tahun 2%%0,. 3asil perhitungan terhadap sejumlah data yang dikumpulkan dari 0% titik pengamatan di Sungai :itarum +2'83 Gabar, 2%%&, diperoleh status mutu Sungai :itarum +"etode ST<B5T, yang disajikan pada Tabel 0 dan Gambar 0.

/abel 1. 'tatus 7utu Air 'ungai $itarum (7etode '/-38/!

07

b. 1elas Air Sungai :itarum 2erdasarkan hasil perhitungan status mutu air Sungai :itarum +Gambar 0,, kelas air Sungai :itarum adalah sebagai berikut +Tabel 2,.

/abel 2 elas "eruntukan air "ada ruas9ruas 'ungai $itarum

0$

(. 1ualitas Air Sungai :itanduy Analisis kualitas air sungai :itanduy dilakukan terhadap data primer dari ; titik pengamatan. 8etak titik-titik tersebut se(ara berurutan titik 0 ke titik ; +dari hulu ke hilir, adalah . esa 'anumbangan* esa Sukamulya* esa 'anyingkiran* esa 3andapherang* esa 'amotan esa 'urwaharja* esa 'ataruman* esa 8angensari* esa 'aledah* dan

+lihat Gambar 2,. Gumlah parameter yang dianalisa sebanyak $ buah, antara lain . p3, TSS, 2< , :< , Total #, total ' dan 2akteri 5-(oli.

Gambar 2. /itik "engamatan kualitas air 'ungai $itandu)

i antara $ parameter tersebut, parameter TSS +/otal 'us"ended 'olid,, merupakan parameter yang (ukup mengkhawatirkan pada semua titik pengamatan +lihat Gambar -,. #ilai TSS tidak memenuhi baku mutu kelas F-FF, sedangkan jika dimasukkan ke dalam kelas FFF-FE semua titik memenuhi baku mutu. <leh karena itu bahasan dalam tulisan ini akan di!okuskan pada parameter ini. 2erdasarkan Gambar 2, diambil tiga buah titik pengamatan untuk mengetahui jumlah TSS per tahun +Tabel -,, nampak bahwa titik pengamatan 'ataruman mempunyai TSS terbesar.

09

/abel (. /otal /'' "er ta%un untuk tiga titik "engamatan

).2 Pen"e#$an"an Infrastr !tr r 'rinsip asar 'rinsip dasar 'engembangan-Fn!rstruktur 'engelolaan 1ualitas Air adalah. 1ebijaksanaan dan konsep penataan yang jelas 'eman!aatan mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat 'engembangan memperhatikan potensi, budaya dan keari!an masyarakat lokal 'emeliharaan sungai disesuaikan dengan !ungsi dan karakteristik sungai 'engawasan dilakukan se(ara terus menerus dan e!ekti! 'engendalian !okus pada kegiatan manusia yang menyebabkan pen(emaran dan kerusakan lingkungan serta pengendalian akti)itas sungai yang mengan(am manusia.
0;

'S :itarum Analisa dan Fdenti!ikasi Sumber 'en(emar 0. Buas Hangisagara dan Buas "ajalaya 'ada ruas Hangisagara, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, kebutuhan oksigen biologis +biological o.)gen demand, 2< ,, 8.$oli tinja, dan deterjen yang melebihi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan terutama oleh limbah domestik, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi 2. Buas "ajalaya 'ada ruas "ajalaya, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, 2< , amonia, seng, koli tinja, dan deterjen yang melebihi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum masih disebabkan terutama oleh pen(emaran limbah domestik, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. -. Buas Sapan 'ada ruas Sapan, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, 2< , kebutuhan oksigen kimia +$%emical -.)gen Demand +:< ,,, oksigen terlarut +Dissol,ed -.)gen + <,,, total !os!at, amonia, 8.$oli tinja, dan deterjen yang tidak memenhui baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh limbah domestik dan industri, pertanian, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. &. Buas :ijeruk 'ada ruas :ijeruk, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, 2< , :< , <, amonia, koli tinja, dan deterjen yang tidak memenuhi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh pen(emaran limbah domestik dan industri, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. 6. Buas ayeuhkolot 'ada ruas :< , ayeuhkolot, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, 2< , <, amonia, 8.$oli tinja, dan deterjen yang tidak memenuhi baku mutu. 3al

ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh
2%

pen(emaran limbah domestik dan industri, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. 7. Buas 2urujul 'ada ruas 2urujul, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter TSS, 2< , :< , <, total !os!at, amonia, koli tinja, dan deterjen yang tidak memenuhi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh limbah domestik dan industri, pertanian, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. $. Buas #anjung 'ada ruas #anjung, Sungai :itarum memiliki konsentrasi TSS, 2< , :< , <, total !os!at, amonia, koli tinja, dan deterjen yang tidak memenuhi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan terutama oleh limbah domestik dan industri, pertanian, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. 9. Buas 2endung :urug 'ada ruas 2endung :urug, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameterparameter kebutuhan oksigen biologis +Biological -.)gen Demand +2< ,,, oksigen terlarut +Dissol,ed -.)gen + <,,, dan 8.$oli tinja yang tidak memenuhi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh pen(emaran limbah domestik. ;. Buas 2endung Halahar 'ada ruas 2endung Halahar, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameterparameter kebutuhan oksigen biologis +Biological -.)gen Demand +2< ,, oksigen terlarut +Dissol,ed -.)gen + <,,, dan 8.$oli tinja yang tidak memenuhi baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh pen(emaran limbah domestik. 0%.Buas Tanjungpura 'ada ruas Tanjungpura, Sungai :itarum memiliki konsentrasi parameter-parameter kebutuhan oksigen biologis +Biological -.)gen Demand +2< ,,, oksigen terlarut +Dissol,ed -.)gen + <,,, amonia, 8.$oli tinja, dan deterjen yang tidak memenuhi

20

baku mutu. 3al ini menunjukkan bahwa gangguan pada kualitas air Sungai :itarum disebabkan oleh pen(emaran limbah domestik. Fn!rastruktur 'engelolaan 1ualitas Air 2erdasarkan lokakarya yang telah diselenggarakan oleh 183, 2'83 akan dikembangkan oleh berbagai stake holder, antara lain. a. 'erda 'engendalian 8ingkungan dan Tata ruang, dalam bentuk pengendalian peman!aatan ruang dan penertibannya. b. 'embanguan F'A8 dan F'A8 Gabungan +terpadu, untuk kawasan industri dan pemukiman +perumahan,. (. 'engembangan sistem in!ormasi geogra!is untuk pengendalian pen(emaran air d. 'embuatan saluran pembuangan limbah tertutup di setiap pemukiman padat e. 'embuatan jamban umum dan septi( tank komunal untuk satuan-satuan pemukiman di sepanjang sungai :itarum !. 'embuatan 2ar S(reen untuk me(egah masuknya sampah ke badan sungai g. 'engadaan 2in :ontainer dan gerobak sampah untuk setaip unit kelurahan atau unit pemukiman h. 'embangunan instalasi biogas untuk limbah ternak di setiap unit peternakan i. 'embuatan sumur pantau utuk monitoring kualitas air tanah pada setiap unit industri, dan pemukiman j. 'embuatan demonstrasi plot pengendalian erosi dan sedimentasi k. 'embangunan stabilisasi badan sungai l. 'embangunan sumur resapan dalam satuan unit pemukiman dan insudtri m. 'emabngunan F'8T, untuk pengolahan limbah tinja n. 'embanguan T'S dan T'A untuk limbah domestik dan limbah 2o. 'embangunan F'8: p. 'engadaan laboratorium pemantauan dan analisis kualitas air sungai I. 'embangunan dan pelaksanaan perangkat lunak lain, seperti penyuluhan, program kali r. 2ersih, pelatihan pemantau kualitas air, dan pelaksanaan program kali bersih. 'S :itanduy
22

Gabar dan

8A'F FT2, terungkap bahwa terdapat beberapa in!rastruktur yang telah, sedang dan

Seperti telah dikemukakan pada permasalahan diatas, sumber masalah dalam pengendalian sungai :itanduy adalah TSS. TSS ini hanya sebagai indkator potensi sedimen dan sedimentasi pada sungai :itanduy. 'otensi sedimen sebenarnya dapat digambarkan oleh besarnya bed load yang pada aliran sungai dan Tingkat 2ahaya 5rosi +T25, di upper (at(hmentnya. -.&.0 Sumber 'en(emar +Sedimen, dan Skenario 'engendalian TSS 2erdasarkan pengamatan lapangan, pen(emar +sedimen, berasal dari erosi di permukaan lahan +erosi lembar, erosi alur, erosi parit, dan erosi jurang,* erosi tebing sungai* erosi di lahan permukiman, jalan dan lahan !asilias umum lainnya* pengolahan lahan/sawah* penataan bentuk permukaan lahan +perubahan mor!ologi lahan,* dan sebagainya.

/abel 4. 'kenario Pengendalian /'' melalui "engendalian /B8 (*agka "endek9"an*ang!

2-

5rosi di permukaan lahan sebagai salah satu sumber sedimen, dapat diduga dari Tingkat 2ahaya 5rosi +T25, dan luasnya. engan asumsi erosi permukaan lahan merupakan penyumbang terbesar sedimen +TSS,, maka upaya pengendalian TSS dapat didekati dengan upaya pengendalian T25. Skenario pengendalian T25 disajikan pada Tabel &. -.&.2 Fn!rastruktur 'engendalian TSS Fn!rastruktur pengendalian kualitas air dalam rangka pengelolaan sungai :itanduy menurut pembagian 'S 3ulu, Tengah, dan 3ilir beserta target objek permasalahannya disajikan pada Tabel 6.

/abel :. 4nfrastrtur "engendalian kualitas air (/''! DP' $itandu)

2&

Kesi#& %an 2erdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gangguan kualitas air Sungai :itarum dan :itanduy disebabkan oleh pen(emaran limbah domestik dan industri, pertanian, !luktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. <leh karena itu pengembangan in!rastruktur pengelolaan kualitas air sungai :itarum dan sungai :itanduy harus disesuaikan dengan karakteristik air dan sumber pen(emar di setiap ruas sungai :itarum dan sungai :itanduy.

26