Anda di halaman 1dari 2

How to make Pancasila Values to become outstanding values so as to be used as the basis for our national economy policies

as well as business conducts. Bagaimana membuat nilai2 pancasila menjadi outstanding values bagi kebijakan ekonomi nasional dan juga etika bisnis.
Table of Content Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia Keadaan ekonomi Indonesia Nilai2 pancasila dalam kebijakan ekonomi nasional Pancasila sebagai acuan etika bisnis di Indonesia Kesimpulan References

Dunia bisnis di Indonesia terlihat telah berkembang sistem dan praktek bisnis kapitalistik yang tidak etik, karena menekankan pada pengejaran keuntungan sebesar-besarnya dengan kecenderungan mengabaikan hak orang lain. Seolah bangsa ini sudah kehilangan etika dan karakter dalam berperilaku bisnis. Jikalau kapitalisme tak lagi terelakkan, bisakah kita membangun kapitalisme yang bermoral? Kita bisa menyebutnya sebagai etika bisnis Pancasila. Pancasila sebagai ideologi bangsa, sudah seharusnya menjadi pegangan bagi setiap individu dalam menjalankan perannya di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam berperilaku bisnis. Setiap individu menjadi bagian dari bisnis. Sebab, bisnis membutuhkan orang sebagai pemilik, manajer, pekerja, dan konsumen. Oleh karenanya, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun kembali bisnis yang beretika Pancasila. Paper ini bertujuan untuk meredefinisi perilaku bisnis yang beretika Pancasila. Memaknai kembali pemahaman tentang setiap sila dalam

Pancasila sesuai dengan kaidah waktu, yaitu: pemahaman tentang konsep Ketuhanan, Kemanusiaan, Kebangsaan (Nasionalisme), Demokrasi (Kerakyatan), dan Kesejahteraan Sosial. Diharapkan praktek-praktek bisnis dijalankan dengan pedoman moral Pancasila. Sejatinya, konsep tersebut sejalan dengan prinsip ilmu ekonomi. Bahwa, kedudukan ilmu ekonomi adalah sebagai ilmu moral. Sebagai suatu ilmu moral maka ilmu ekonomi mengenal keadilan, peduli dengan persamaan dan pemerataan, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta menghormati nilainilai agama. Business in Indonesia has become developing capitalistic system and business practices that are not ethical, because it emphasizes the pursuit of profit maximization with a tendency ignores the rights of others. As if this nation has lost ethics and character in business behavior. If capitalism is no longer inevitable, can we build a moral capitalism? We can call it a business ethics Pancasila. Pancasila as the national ideology, it should be a handbook for every individual in carrying out its role in various areas of life, including in the business behaves. Each individual becomes part of the business. Therefore, businesses need people as owners, managers, workers, and consumers. Therefore, it becomes our responsibility to rebuild the ethical business Pancasila. This paper aims to redefine ethical business behavior Pancasila. Re- interpret the understanding of Pancasila every precept in accordance with the rules of the time, namely: an understanding of the concept of the Deity, Humanity, the National ( Nationalism ), Democracy ( Democracy ), and Social Welfare. It is expected that business practices are run with Pancasila moral guidelines. Indeed, the concept is in line with the principles of economics. That, the position of economics as a moral science is. As a moral science of economics knows it justice, concerned with equality and equity, human uphold and respect the religious values.