Anda di halaman 1dari 3

Prediksi Penerimaan Target : Suatu Metodologi dan Analisis Empiris Oleh: Krishna G. Palepu Universitas Harvard, Boston 1.

Pendahuluan Ada beberapa penelitian untuk memprediksi target akuisisi, seperti penelitian Sim Kowiitz dan Monroe (1971), Steven (1973), Belkoui (1978) yang menyimpulkan bahwa dengan model statistik dan menggunakan informasi keuangan yang tersedia mempunyai kemampuan untuk memprediksi target akuisisi 6 sampai 12 bulan sebelum pengumuman pengambilalihan. Hal yang bertentangan dengan kemampuan prediksi dari penelitian ini, selanjutnya bahwa pasar modal tidak seolaholah memprediksi target pasar modal dengan tingkat keakuratan yang tinggi walaupun tiga bulan sebelum pengumuman penawaran pengambilalihan. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa model yang dikembangkan tersebut dapat lebih baik daripada pasar modal untuk mengidentifikasi target pengambilalihan masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa ada 3 metode prinsip yang menjadikan prediksi laporannya tidak dipercaya : 1) Penggunaan non-random, equal-share samples dalam mengestimasi model, 2) Penggunaan equal-share samples dalam pengujian prediksi yang menjelaskan estimasi tingkat kesalahan yang tidak berhasil mewakili model kemampuan prediksi dalam populasi; 3) Penggunaan kemungkinan pisah batas arbitrary dalam uji prediksi tanpa mengkhususkan suatu konteks keputusan. Penelitian empiris ini mencoba untuk mengoreksi masalah metodologi di atas. Hasil empiris dari penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bila model tersebut menjelaskan secara benar suatu persentase target sesungguhnya yang tinggi, maka salah memprediksi sejumlah besar non target sebagai target. 2. Masalah Metodologi dalam Prediksi Akuisisi 2.1. Sampling Dalam penelitian ini, sampel diambil dengan 10 taksiran sama dengan jumlah target dan non target, dan bukan suatu random sampel yang murni, karena kemungkinan perusahaan yang dipilih ke dalam sampel adalah fungsi dari status akuisisinya. 2.1.1. Sampel untuk model estimasi Ada suatu justifikasi yang syah untuk lebih menyukai random sample dalam mengestimasi model prediksi akuisisi sebab jumlah target adalah sangat kecil dibandingkan dengan jumlah non target dalam populasinya. Sampel dapat diperbanyak dengan membuat proporsi sampel agar target dan non target lebih seimbang. Praktek pada literatur prediksi akuisisi adalah untuk menggunakan prosedur simple maximum likelihood (MLE) untuk mengestimasi model parameter dan selanjutnya menyatakan probabilitas. Maximum likelihood estimastor (CMLE) dan weighted maximum likehood estimator (WMLE) diterapkan dalam penelitian ini. 2.1.2. Sampel sebagai suatu prediksi uji sampel State-based samples juga digunakan untuk menguji kemampuan prediksi. Sebagaimana sudah ditunjukkan, dalam model estimasi, tidak ada justifikasi ekonometrik dalam menerapkan state-based samples dalam memprediksi pengujian. 2.2. Kemungkinan cut off yang optimal Penelitian ini menggunakan kemungkinan cut off optimal yang dipicu dalam suatu konteks keputusan yang didefinisikan dengan baik. Diasumsikan bahwa tujuan dari model akuisisi yang diestimasi adalah untuk menyediakan prediksi yang akan digunakan dalam suatu strategi investasi pasar modal.

2002 digitized by USU digital library

24

Ringkasan Ada 3 metode menjelaskan kesalahan estimasi dari prediksi tingkat kesalahan terhadap model prediksi akusisi. Ini berhubungan dengan : 1) Sampling untuk model estimasi; 2) Sampling untuk uji prediksi; 3) Spesifikasi kemungkinan cut off. 3. Penelitian Empiris 3.1. Model Akuisis Model probabilitas berikut diterapkan dalam penelitian ini,

P (i , t ) =

P (i,t) = Probabilitas perusahaan i akan diperoleh pada x (i,t) = Vektor dari atribut-atribut perusahaan yang = Vektor dari parameter yang tidak diketahui untuk diestimasi. 3.2. Variabel-variabel 1. Hipotesis manajemen yang tidak efisien : Perusahaan dengan manajemen yang tidak efisien adalah berkemungkinan sebagai target. 2. Hipotesis sumber daya dan pertumbuhan : Perusahaan dengan ketidak sebandingan diantara pertumbuhan dan sumber daya keuangan pada penjualannya adalah berkemungkinan sebagai target. 3. Hipotesis disturbance industri perusahaan yang dalam suatu industri tergantung pada economic disturbance adalah berkemungkinan sebagai target akuisisi. 4. Hipotesis ukuran, kemungkinan penurunan akuisisi dengan ukuran perusahaan. 5. Hipotesis market-to-book : perusahaan yang nilai pasarnya rendah dibandingkan dengan nilai bukunya adalah berkemungkinan sebagai target akuisisi. 3.3. Sample Sampel sebanyak 163 perusahaan digunakan selama periode 1971-1979 dan random dari 256 perusahaan yang tidak diperoleh pada tahun 1979 digunakan untuk estimasi model akusisi. Target dan non-target : 1) Pada sektor tambang dan manufaktur; 2) Terdaftar pada NYSE. 3.4. Model estimasi Parameter model entimasi dengan prosedur yang maksimum menggunakan paket statistik QUAIL (Berkman et.al., 1979) di samping itu peneliti harus menggunakan probabilitas conditional bahwa suatu perusahaan adalah sebuah target yang termasuk dalam sampel. 4.2. Uji Prediksi 4.2.1. Estimasi Probabilitas Cut Off Untuk menguji kegunaan prediksi dari model yang diestimasi, kemungkinan cut off yang optimal yang akan digunakan harus diestimasi. Probabilitas cut off yang optimal ditetapkan dengan distribusi dari probabilitas akuisisi untuk target dan non target. 4.2.2. Prediksi dalam suatu hold-out sample Untuk meneliti kemampuan model dalam memprediksi, model harus diuji dari kelompok perusahaan. Ketika parameter model seperti cut off diperoleh dari estimasi sampel, setiap pengujian yang didasarkan atas sampel ini kemungkinan akan bias. 4.2.3. Excess returns dari model prediksi Untuk menguji signifikansi dari excess retuns, excess retuns portfolio harian distandarkan dengan standar deviasinya. Standar deviasi portfolio dihitung menggunakan excess return portfolio harian untuk 250 hari perdagangan melewati tanggal 2 Januari 1980.

[1 + e

1
x ( i ,t )

2002 digitized by USU digital library

25

4.2.4.Diskusi Hasil uji prediksi di atas menunjukkan bahwa investasi dalam target yang potensial diidentifikasikan dengan model itu tidak menghasilkan excess return yang signifikan. Ada beberapa keterbatasan dari kesimpulan ini : 1) Variabel bebas dari peneltiian ini yang termasuk dalam model ini adalah bukan suatu variabel-variabel yang memungkinkan; 2) Data yang digunakan dalam estimasi model dan prediksi ini adalah rata-rata enam bulan relatif terhadap pengumuman pengambil alihan. 5. Ringkasan dari Kesimpulan Bahwa pasar modal tidak mengidentifikasikan target yang potensial dengan suatu tingkat keakuratan yang tinggi. Selanjutnya 3 bulan sebelum pengumuman pengambilalihan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model prediksi akuisisi tersebut mempunyai suatu kemampuan yang tinggi dibandingkan pasar modal dalam mengidentifikasi pengambil alihan target. Pengujian Penelitian ini mengadopsi modifikasi metodologi untuk mencegah masalahmasalah di atas. Kemampuan memprediksi model ini diuji pada kelompok besar perusahaan. Masalah metodologi pada penelitian ini adalah relevan dengan penelitian-penelitian lain yang meliputi penggunaan dychotomus model dengan populasi dari 2 pernyataan yang miring.

2002 digitized by USU digital library

26