Anda di halaman 1dari 2

MID TERM PENGANTAR ENERGI

Energi geotermal merupakan salah satu alternatif energi yang dapat digunakan sebagai pengganti energi fosil. Pemanfaatan energi ini dapat secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada panas yang dihasilkan sumbernya. Pengembangan Energi geothermal di Indonesia Indonesia merupakan negara yang berada di Ring of Fire , hal ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Jika dilihat sisi negatifnya, Indonesia termasuk rawan bencana terutama gempa. Namun,jika dilihat dari sisi positifnya Indonesia memiliki potensi sumber energi panas bumi yang tergolong besar. Saat ini, pengembangan energi geotermal di Indonesia terbilang masih kecil. Berdasarkan informasi dari kementerian ESDM, hingga triwulan ketiga tahun 2012, secara nasional pemanfaatan energi geotermal sebagai energi listrik sekitar 5 % saja. Padahal berdasarkan salah satu hasil survey geologi, Indonesia merupakan Negara yang memiliki potensi paling besar di dunia yakni mencapai 27.000 MW atau setara 40 % cadangan dunia. Dari potensi sebesar itu, baru 1194 MW yang termanfaatkan. Hal ini berarti masih banyak dari potensi tersebut yang belum termanfaatkan. Sejauh ini, pemanfaatan energi geotermal di Indonesia banyak dilakukan oleh pihak swasta, yakni oleh PT Chevron dan sebagian lagi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Berdasarkan potensi tersebut, seharusnya krisis listrik di Indonesia dapat ditanggulangi. Selain jumlahnya yang melimpah, potensi terebut tersebar di beberapa pulau di Indonesia, Karena sifatnya yang dapat diperbarui dan bebas polusi membuat sumber energi geotermal punya prospek besar, terutama untuk mengatasi krisis energi di Indonesia.

Pemanfaatan konsep fisika yang mendasari konversi energi geotermal Pada dasarnya, konversi energi geotermal adalah mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan generator listrik. Konsep umumnya adalah perubahan fasa zat, yaitu dengan mengubah fasa air yang dialirkan ke dalam sumber panas sehingga berubah menjadi uap bertekanan tinggi (steam) kemudian steam yang dihasilkan dialirkan ke permukaan melalui pipa ke turbin sehingga turbin berputar dan menghasilkan listrik. Setelah memutar turbin, uap panas kemudian dikondensasikan lagi dan dikembalikan ke tanah. Pembangkit Listrik Tenaga geothermal atau Panas Bumi menggunakan sumur yang mempunyai kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai lapisan dimana cadangan panas bumi berada dan cukup panas. Ada tiga tipe proses dalam

pembangkitannya. Pertama, beberapa pembangkit listrik menggunakan panas dari sumber untuk secara langsung menggerakan turbin dengan cara mengalirkan air ke dalam sumber panas,kemudian terbentuk steam yang memutar turbin dan akhirnya menghasilkan listrik. Kedua, dengan cara memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan "kilatan panas" yang digunakan untuk menjalankan generator turbin. Dan yang terakhir, yaitu menggunakan air panas dari tanah untuk memanaskan cairan lain biasanya merupakan senyawa organik, seperti iso-butena, yang dipanaskan dan ketika cairan ini menguap dan mengembang, maka cairan ini akan menggerakan turbin generator. Parameter yang mempengaruhi performa PLTPB Sesuai namanya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi memanfaatkan Panas yang ada di dalam bumi dan penggunaan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam pemanfaatannya. Hal-hal penting yang mempengaruhi performa PLTPB antara lain : 1. Suhu atau Temperatur Tidak semua panas yang ada di dalam bumi dapat digunakan sebagai pembangkit listrik, ada batas temperatur tertentu agar panas bumi dapat digunakan sebagai pembangkit listrik yaitu lebih besar dari 150o C. 2. Pemboran sumur Pemboran sumur yang digunakan untuk PLTPB harus memenuhi syarat tertentu. Jika salah dalam pemboran kemungkinan akan menyebabkan terjadi gempa. Hal ini dikarenakan kebanyakan sumber panas bumi berdekatan dengan lempeng tektonik yang ada di pegunungan. 3. Perawatan / Maintenance alat-alat Pembangkitan Jika tidak dilakukan perawatan dengan sistem perawatan yang memadai, maka pemanfaatan energi geothermal akan dapat memicu gempa bumi karena penggunaan geothermal sangat mempengaruhi stabilitas tanah. Selain itu, jika terjadi kebocoran pada sistem pendingin yang menggunakan air Brine, akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu mengasinkan tanah.

Anda mungkin juga menyukai