Anda di halaman 1dari 59
Kuliah 6 S I S T E M S A R A F Sony Heru
Kuliah 6
S I S T E M
S A R A F
Sony Heru Sumarsono
SITH ITB
KOMPONEN SISTEM SARAF ♦ JARINGAN SARAF ELEMEN SELULER SISTEM SARAF ADALAH: NEURON/SEL SARAF
KOMPONEN SISTEM SARAF
♦ JARINGAN SARAF
ELEMEN SELULER SISTEM SARAF
ADALAH:
NEURON/SEL SARAF
NEURON ATAU SEL SARAF • STRUKTUR : SANGAT BERVARIASI, TERDIRI DARI : BADAN SEL .
NEURON ATAU SEL SARAF
STRUKTUR :
SANGAT BERVARIASI,
TERDIRI DARI :
BADAN SEL
. AKSON (1 BUAH)
. DENDRIT
(BANYAK )
KLASIFIKASI SEL SARAF • BERDASAR UKURAN DAN BENTUK JULURAN – NEURON MULTIPOLAR MEMILIKI LEBIH DARI
KLASIFIKASI SEL SARAF
• BERDASAR UKURAN DAN
BENTUK JULURAN
– NEURON MULTIPOLAR
MEMILIKI LEBIH DARI 2
JULURAN (SATU
DIANTARANYA ADALAH
AKSON)
– NEURON BIPOLAR
MEMILIKI SATU DENDRIT
DAN SATU AKSON
– NEURON PSEUDOUNIPOLAR
KLASIFIKASI SEL SARAF – NEURON PSEUDOUNIPOLAR KELIHATAN SEPERTI HANYA MEMILIKI SATU JULURAN DARI BADAN SEL
KLASIFIKASI SEL SARAF
– NEURON
PSEUDOUNIPOLAR
KELIHATAN SEPERTI
HANYA MEMILIKI SATU
JULURAN DARI BADAN
SEL YANG KEMUDIAN
BERCABANG 2
MEMBENTUK HURUF T,
SATU CABANG MENUJU
KE SARAF PERIFERI DAN
CABANG YANG LAIN
MENUJU KE SARAF PUSAT
STRUKTUR SEL SARAF ♦ A. BADAN SEL • BENTUK : BERVARIASI SPERIKAL, OVOID ATAU BERSUDUT-
STRUKTUR SEL SARAF
♦ A. BADAN SEL
• BENTUK :
BERVARIASI
SPERIKAL, OVOID
ATAU BERSUDUT-
SUDUT (ANGULAR)
• UKURAN
:
– NORMAL 4-5 µm
– BESAR 150 µm
PADA BADAN SEL TERDAPAT : • NUKLEUS • SITOPLASMA BADAN SEL disebut PERIKARYON • RE-
PADA BADAN SEL TERDAPAT :
• NUKLEUS
• SITOPLASMA BADAN SEL disebut
PERIKARYON
• RE- KASAR
• MITOKONDRIA⎬
BERKEMBANG BAIK
• ALAT GOLGI
• MIKROTUBUL (φ : 17 nm)
• MIKROFILAMEN (φ : 10 nm )
NEUROFILAMEN
>>>>>
NISSL BODIES (BADAN NISSL) Pewarna basa (Mikroskop cahaya) KELOMPOK RE-KASAR & RIBOSOM BS (Mikroskop electron)
NISSL BODIES (BADAN
NISSL) Pewarna basa
(Mikroskop cahaya)
KELOMPOK RE-KASAR &
RIBOSOM BS
(Mikroskop electron)
B. AKSON ♦ JULURAN SITOPLASMA YANG PALING PANJANG ♦ TIDAK MEMILIKI BADAN NISSL ♦ MENHANTARKAN
B. AKSON
♦ JULURAN
SITOPLASMA YANG
PALING PANJANG
♦ TIDAK MEMILIKI
BADAN NISSL
♦ MENHANTARKAN
IMPULS KE SEL
SARAF
LAIN/BERIKUTNYA
B. AKSON • DIBUNGKUS SELUDANG MYELIN YANG MERUPAKAN LILITAN MEMBRAN SEL ♥ DI SISTEM SARAF
B. AKSON
• DIBUNGKUS SELUDANG
MYELIN YANG
MERUPAKAN LILITAN
MEMBRAN SEL
♥ DI SISTEM SARAF
PUSAT DIBUAT
OLEH SEL
OLIGODENDROGLIA
♥ DI SISTEM SARAF
PERIFERI DIBUAT
OLEH SEL
SCHWANN
(NUERILEMMA)
♥ AKSON DENGAN
SELUDANG
SERABUT SARAF
Nodus Ranvier
Nodus Ranvier
C. DENDRIT ♦ JULURAN PENDEK DARI BADAN SEL ♦ MEMPERLUAS PERMUKAAN ♦ BERFUNGSI MENANGKAP IMPULS
C.
DENDRIT
♦ JULURAN PENDEK DARI
BADAN SEL
♦ MEMPERLUAS
PERMUKAAN
♦ BERFUNGSI
MENANGKAP IMPULS
DARI SEL SARAF LAIN
C. DENDRIT • TERDAPAT BADAN NISSL • DIPERKIRAKAN SAMPAI 200.000 UJUNG AKSON MENEMPEL PADA PERMUKAAN
C.
DENDRIT
• TERDAPAT BADAN NISSL
• DIPERKIRAKAN SAMPAI 200.000
UJUNG AKSON MENEMPEL PADA
PERMUKAAN BADAN SEL DAN
DENDRIT DARI SEL PURKINJE DI
SEREBELUM
FASIKULUM SARAF ♦ SARAF PERIFERI 2 BERKAS SERABUT SARAF ; MOTORIS & SENSORIS FASIKULUM SARAF
FASIKULUM SARAF
♦ SARAF PERIFERI
2
BERKAS SERABUT SARAF ;
MOTORIS & SENSORIS
FASIKULUM SARAF
SELUDANG JARINGAN IKAT ♦SARAF SELUDANG J. IKAT EPINEURIUM] ♦FASIKULUM SARAF S.J.I PERINEURIUM ♦SERABUT SARAF
SELUDANG JARINGAN IKAT
♦SARAF SELUDANG J. IKAT
EPINEURIUM]
♦FASIKULUM SARAF S.J.I PERINEURIUM
♦SERABUT SARAF S.J.I ENDONEURIUM
♦Seludang jaringan ikat dibangun oleh
– FIBROBLAST
– SERABUT KOLAGEN
SINAPSIS ♦ TEMPAT INTERAKSI SECARA ANATOMIS & FUNGSIONAL ANTAR NEURON – 1. AKSON DENGAN DENDRIT
SINAPSIS
♦ TEMPAT INTERAKSI SECARA
ANATOMIS & FUNGSIONAL
ANTAR NEURON
– 1. AKSON DENGAN
DENDRIT
AKSODENDRITIK >>>
– 2. AKSON DENGAN BADAN
SEL AKSOSOMATIK>>
– 3. DENDRIT DENGAN
DENDRIT
DENDRODENDRITIK
– 4. AKSON DENGAN AKSON
AKSOSONIK
SINAPSIS UJUNG TERMINAL AKSON MEMBENGKAK → BONGKOL AKHIR (BOUTON ) DAN MENEMPEL PADA DENDRIT (Mikroskop
SINAPSIS
UJUNG TERMINAL AKSON
MEMBENGKAK →
BONGKOL AKHIR
(BOUTON ) DAN
MENEMPEL PADA DENDRIT
(Mikroskop elektron)
DAERAH KHUSUS TEMPAT
PERTEMUAN DUA SEL
SARAF YANG TERDIRI
DARI DUA MEMBRAN :
MEMBRAN PRESINAPSIS
(PADA BOUTON DARI
AKSON) DAN MEMBRAN
POST SINAPSIS (PADA
DENDRIT, PERIKARION,
AKSON SEL LAIN).
SINAPSIS DIANTARA KEDUA MEMBRAN TERDAPAT GAP SINAPSIS (20 nm) PLASMA MEMBRAN DI DAERAH SINAPSIS LEBIH
SINAPSIS
DIANTARA KEDUA MEMBRAN TERDAPAT
GAP SINAPSIS (20 nm)
PLASMA MEMBRAN DI DAERAH
SINAPSIS LEBIH TEBAL DAN
TERDAPAT KONDENSASI SITOPLASMA
MITOKONDRIA >>
TERDAPAT VESIKEL SINAPSIS (∅ 20-
65 nm) BERISI NEUROTRANSMITER
NEUROTRANSMITER SINAPSIS Acetylcholine SARAF KOLINERGIK Norepineprin (Noreadrenalin) SARAF ADRENERGIK Epineprin
NEUROTRANSMITER SINAPSIS
Acetylcholine SARAF KOLINERGIK
Norepineprin (Noreadrenalin)
SARAF ADRENERGIK
Epineprin (Adrenalin)
Dopamine
Serotonin
NEUROGLIA SEL-SEL NON-NEURON DALAM SISTEM SARAF 1.NEUROGLIA SISTEM SARAF PUSAT A. ASTROSIT : BANYAK •
NEUROGLIA
SEL-SEL NON-NEURON DALAM SISTEM SARAF
1.NEUROGLIA SISTEM SARAF PUSAT
A. ASTROSIT :
BANYAK
• BERHUBUNGAN DENGANPEMBULUH DARAH
• NUTRITIF
• ASTROSIT SERABUT BAGIAN PUTIH >>
• ASTROSIT PROTOPLASMA BAGIAN KELABU >>
• JULURAN SEL
NEUROGLIA B. OLIGODENDROGLIA : - JULURAN SITOPLASMA <<< - MEMBUAT SELUDANG MYELIN DI SSP
NEUROGLIA
B. OLIGODENDROGLIA :
- JULURAN SITOPLASMA <<<
- MEMBUAT SELUDANG MYELIN DI SSP
NEUROGLIA C. MIKROGLIA : - BADAN SEL KECIL - MAKROFAG D.EPENDIM : - MEMBATASI VENTRIKELOTAK
NEUROGLIA
C. MIKROGLIA :
- BADAN SEL KECIL
- MAKROFAG
D.EPENDIM :
- MEMBATASI
VENTRIKELOTAK DAN
KANALIS SENTRALIS SS. TL.
BELAKANG
EMBRIO NEUROBLAST Neuron SPONGIOBLAST Neuroglia
EMBRIO
NEUROBLAST Neuron
SPONGIOBLAST Neuroglia
2.NEUROGLIA DI SISTEM SARAF PERIFERI A. SEL SCHWANN (PIAL NEURAL) - MEMBUAT SELUDANG MYELIN DI
2.NEUROGLIA DI SISTEM SARAF PERIFERI
A. SEL SCHWANN (PIAL NEURAL)
- MEMBUAT SELUDANG MYELIN DI SS.
PERIFERI
B.SEL SATELIT:
- GANGLION
- PENUNJANG
SISTEM SARAF - anatomi 1.SARAF PUSAT a.OTAK PUSAT KONTROL PANEL MENERIMA, MENGINTEGRASIKAN, MENYIMPAN, MENGELUARKAN
SISTEM SARAF - anatomi
1.SARAF PUSAT
a.OTAK
PUSAT KONTROL PANEL
MENERIMA, MENGINTEGRASIKAN,
MENYIMPAN, MENGELUARKAN
INFORMASI
MENGKOORDINASIKAN SELURUH
KEGIATAN TUBUH DENGAN
MENSTIMULUS DAN MENGHAMBAT
DILINDUNGI OLEH TULANG
(TENGKORAK) DAN MENINGES
a. Otak
a. Otak
a . otak DIBEDAKAN: OTAK DEPAN (FOREBRAIN) 1. BULBUS OLFAKTORIUS (SARAF PENCIUMAN) 2. CEREBRUM (OTAK
a . otak
DIBEDAKAN:
OTAK DEPAN (FOREBRAIN)
1. BULBUS OLFAKTORIUS (SARAF
PENCIUMAN)
2. CEREBRUM (OTAK BESAR)
MENGINTEGRASIKAN BAU DAN
MENSELEKSI MOTOR RESEPTOR UNTUK
MENGATASINYA
3. TALAMUS SIGNAL SENSORIS
4. HYPOTALAMUS MEMONITOR ORGAN
INTERNAL & MEMPENGARUHI
AKTIVITASNYA SEPERTI RASA HAUS,
LAPAR DAN SEKS.
Sistem saraf Sistem saraf pusat Otak Sumsum tulang belakang Sistem saraf tepi Ganglion Reseptor Kulit,
Sistem saraf
Sistem saraf pusat
Otak
Sumsum tulang belakang
Sistem saraf tepi
Ganglion
Reseptor
Kulit, lidah, mata, hidung, telinga
kimia (bau & rasa), fisik (panas-dingin,
tekanan.
OTAK DEPAN (FOREBRAIN) -KORTEKS SEREBRAL : TUMBUH MENJADI PUSAT PENERIMAAN DAN PENGOLAHAN INFORMASI (tumbuh sangat
OTAK DEPAN (FOREBRAIN)
-KORTEKS SEREBRAL : TUMBUH
MENJADI PUSAT PENERIMAAN DAN
PENGOLAHAN INFORMASI (tumbuh
sangat baik pada manusia)
PADA MANUSIA TERDAPAT FISURA
YANG DALAM MEMBELAH SEREBRUM
MENJADI BAGIAN KANAN DAN KIRI
FISURA YANG LEBIH DANGKAL
TERJADI PADA MASING-MASING
BAGIAN DAN MENYEBABKAN
TERJADINYA PERLUASAN PERMUKAAN
SEREBRUM
Otak depan ♦ Lobus frontalis (merah depan) – Mengendalikan gerakan otot – Proses kecerdasan ♦
Otak depan
♦ Lobus frontalis (merah depan)
– Mengendalikan gerakan otot
– Proses kecerdasan
♦ Lobus parietalis (Biru)
– Persepsi sentuhan,rasa sakit, tekanan, dan panas pada kulit
♦ Lobus oksipitalis (merah belakang
– Penglihatan
– Mencampur pengalaman visual dan non visual
♦ Lobus temporalis (ungu)
– Mmendengarkan dan mengecap
– Memory bentuk kompleks (musik, gambar-gambar, dll)
OTAK TENGAH (MIDBRAIN) • IKUT BERPERAN DALAM MENGKOORDINASIKAN PUSAT RESPON REFLEKS DENGAN INFORMASI DARI MATA
OTAK TENGAH (MIDBRAIN)
• IKUT BERPERAN DALAM
MENGKOORDINASIKAN PUSAT RESPON
REFLEKS DENGAN INFORMASI DARI MATA
(OPTIK/VISUAL) DAN TELINGA
(OTIK/AUDIO)
• OTAK TENGAH, M. OBLONGATA DAN PONS
= “BRAIN STEM”
Korteks Motoris
Korteks Motoris
OTAK BELAKANG (HINDBRAIN) MEDULA OBLONGATA PUSAT REFLEKS UNTUK RESPIRASI, SIRKULASI DARAH DAN TUGAS VITAL LAINNYA
OTAK BELAKANG (HINDBRAIN)
MEDULA OBLONGATA
PUSAT REFLEKS UNTUK RESPIRASI,
SIRKULASI DARAH DAN TUGAS
VITAL LAINNYA
KOORDINASI RESPON MOTORIS DAN
REFLEKS YANG KOMPLEKS (batuk
misalnya)
PUSATNYA MEMPENGARUHI PUSAT-
PUSAT YANG LAIN DI DALAM OTAK
UNTUK MEMBANTU MENGANTUK ATAU
TERBANGUN
SEREBELUM • PUSAT REFLEKS UNTUK MEMELIHARA KESEIMBANGAN TUBUH DAN GERAKAN ANGGOTA • MENGINTEGRASIKAN SIGNAL DARI
SEREBELUM
• PUSAT REFLEKS UNTUK MEMELIHARA
KESEIMBANGAN TUBUH DAN GERAKAN ANGGOTA
• MENGINTEGRASIKAN SIGNAL DARI MATA, OTOT,
KULIT, DLL AREA
• MEMBERI INFORMASI KE PADA BGN LAIN OTAK
TENTANG POSISI TUBUH, ARAH GERAKAN
ANGGOTA, DLL.
PONS (JEMBATAN) • PUSAT LALU LINTAS INFORMASI DIANTARA BGN-BGN OTAK YANG MENJADI PUSAT-PUSAT INFORMASI
PONS (JEMBATAN)
• PUSAT LALU LINTAS INFORMASI
DIANTARA BGN-BGN OTAK YANG
MENJADI PUSAT-PUSAT INFORMASI
SUMSUM TULANG BELAKANG • JALUR CEPAT YANG MENGHUBUNGKAN SISTEM SARAF TEPI DENGAN OTAK • PUSAT
SUMSUM TULANG BELAKANG
• JALUR CEPAT YANG
MENGHUBUNGKAN
SISTEM SARAF TEPI
DENGAN OTAK
• PUSAT
PENGENDALIAN
REFLEKS
• DILINDUNGI OLEH
TULANG (VERTEBRA)
DAN MENINGES
SAYATAN MELINTANG SSM TL BELAKANG • WHITE MATTER AKSON DIBUNGKUS MYELIN • GRAY MATTER DENDRIT,
SAYATAN MELINTANG SSM TL BELAKANG
• WHITE MATTER
AKSON DIBUNGKUS
MYELIN
• GRAY MATTER
DENDRIT, BADAN
SEL DAN NEUROGLIA
BERFUNGSID
ALAM REFLEKS
GERAKAN ANGGOTA
DAN ORGAN
INTERNAL SPT
MENGKOSONGKAN
KANTUNG KEMIH
KHUSUS Ayam jantan atau enthok tidak segera mati setelah dipotong lehernya Katak langsung bisa meloncat
KHUSUS
Ayam jantan atau enthok
tidak segera mati setelah
dipotong lehernya
Katak langsung bisa meloncat
setelah saraf hubungan otak
dan ss. tl. belakang diputus
Kucing memerlukan beberapa
jam-hari untuk pulih,
manusia memerlukan beberapa
hari - bulan
CAIRAN CEREBROSPINAL OTAK DAN SUMSUM TULANG BELAKANG ADALAH ORGAN YANG SANGAT LUNAK DAN MUDAH RUSAK
CAIRAN CEREBROSPINAL
OTAK DAN SUMSUM TULANG
BELAKANG ADALAH ORGAN YANG
SANGAT LUNAK DAN MUDAH RUSAK
OLEH KARENA ITU DILINDUNGI
OLEH TULANG DAN MENINGES
DIANTARA MENINGES DAN
OTAK/SUMSUM TULANG BELAKANG
TERDAPAT CAIRAN CEREBROSPINAL
CAIRAN INI JUGA MENGISI DAN
MENGHUBUNGKAN KEEMPAT
VENTRIKEL OTAK DAN SALURAN DI
TENGAH SUMSUM TULANG BELAKANG
CAIRAN CEREBROSPINAL • DARAH DI DALAM KAPILER DARAH YANG MELAYANI OTAK TIDAK BERCAMPUR DENGAN CAIRAN
CAIRAN CEREBROSPINAL
• DARAH DI DALAM KAPILER DARAH
YANG MELAYANI OTAK TIDAK
BERCAMPUR DENGAN CAIRAN INI
KARENA ADA MEKANISME YANG
DISEBUT “BLOOD BRAIN
BARRIER”, BERUPA SEL-SEL
ENDOTEL YANG MEMILIKI “GAP
JUNCTION” YANG SANGAT KUAT
DAN HANYA MELALUKAN
SUBSTANSI TERLARUT DI DALAM
DARAH DENGAN SANGAT SELEKTIF
KARENA ADANYA PROTEIN
MEMBRAN SEL ENDOTEL.
CAIRAN CEREBROSPINAL • BAHAN-BAHAN TERLARUT LEMAK (KAFEIN, NIKOTIN, ALKOHOL, BARBITURAT, HEROIN, DLL) DAPAT MASUK
CAIRAN CEREBROSPINAL
• BAHAN-BAHAN TERLARUT LEMAK
(KAFEIN, NIKOTIN, ALKOHOL,
BARBITURAT, HEROIN, DLL)
DAPAT MASUK LEBIH CEPAT.
SARAF TEPI A.SISTEM SARAF SOMATIK ∗ GERAKAN TUBUH (KEPALA, BADAN, ANGGOTA) ∗ RESEPTOR SARAF (AKSON
SARAF TEPI
A.SISTEM SARAF SOMATIK
∗ GERAKAN TUBUH (KEPALA,
BADAN, ANGGOTA)
∗ RESEPTOR SARAF (AKSON
SENSORIS) MEMBAWA IMPULS
DARI KULIT, OTOT RANGKA
DAN TENDON; DAN AKSON
MOTORIS MEMBAWA PERINTAH
KEPADA ORGAN
SARAF TEPI B. SISTEM SARAF AUTONOMIK • GERAKAN PADA ORGAN-ORGAN VISERAL (AKSON SENSORIS DAN MOTORIS
SARAF TEPI
B. SISTEM SARAF AUTONOMIK
• GERAKAN PADA ORGAN-ORGAN
VISERAL (AKSON SENSORIS
DAN MOTORIS MEMBAWA IMPULS
DARI DAN MENUJU KE OTOT
POLOS, OTOT JANTUNG DAN
KELENJAR)
SISTEM SARAF AUTONOMIK DIBEDAKAN : 1. S. SARAF PARASIMPATETIK: → MENURUNKAN/MELAMBATKAN PROSES DI DALAM TUBUH
SISTEM SARAF AUTONOMIK
DIBEDAKAN :
1. S. SARAF PARASIMPATETIK:
→ MENURUNKAN/MELAMBATKAN
PROSES DI DALAM TUBUH
HINGGA
PENGUBAHAN ENERGI CUKUP HANYA
UNTUK
“MEMELIHARA” SISTEM,
INI TERJADI APABILA
BANYAK STIMULUS DARI LUAR
MISALNYA UTK PENCERNAAN. HAL
TIDAK
SISTEM SARAF AUTONOMIK 2. SISTEM SARAF SIMPATETIK → MENURUNKAN AKTIVITAS “MEMELIHARA” DAN MENINGKATKAN AKTIVITAS
SISTEM SARAF AUTONOMIK
2. SISTEM SARAF SIMPATETIK
→ MENURUNKAN AKTIVITAS “MEMELIHARA”
DAN MENINGKATKAN AKTIVITAS ORGAN
TUBUH, TERUTAMA KARENA ADANYA STIMULUS
DARI LUAR SEPERTI TANDA: HATI-
HATI,.RASA GEMBIRA DAN TERANCAM BAHAYA
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR B. MEKANORESEPTOR Mendeteksi energi mekanik dari lingkungan yang berhubungan dengan tekanan,
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR
B. MEKANORESEPTOR Mendeteksi
energi mekanik dari lingkungan
yang berhubungan dengan tekanan,
perubahan posisi atau gerakan
Organ = sentuhan, tekanan (pada
korpuskula Pacini kulit), tarikan
(otot), pendengaran, keseimbangan
(sel rambut di telibnga dalam)
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR C. FOTORESEPTOR Mendeteksi cahaya (tampak) dan/atau ultra violet Organ = sel konus
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR
C. FOTORESEPTOR Mendeteksi
cahaya (tampak) dan/atau ultra
violet Organ = sel konus dan
batang pada mata
D. TERMORESEPTOR energi
inframerah (panas) reseptor
dingin dan panas pada kulit
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR E. NOSISEPTOR/ reseptor rasa sakit mendeteksi kerusakan jaringan ujung saraf bebas pada
1. TYPE SENSOR/RESEPTOR
E. NOSISEPTOR/ reseptor rasa sakit
mendeteksi kerusakan jaringan
ujung saraf bebas pada kulit dan
jaringan
Struktur organ indera ♦ Penglihatan (mata)
Struktur organ indera
♦ Penglihatan (mata)
Retina mata
Retina mata
Retina mata
Retina mata
Letak bayangan pada mata
Letak bayangan pada mata
Struktur organ indera ♦ penciuman
Struktur organ indera
♦ penciuman
Struktur organ indera ♦ pengecap
Struktur organ indera
♦ pengecap
Struktur organ indera ♦ pendengaran
Struktur organ indera
♦ pendengaran
Struktur organ indera ♦ Perasa tekanan dan suhu
Struktur organ indera
♦ Perasa tekanan dan suhu
Ujung saraf pada kulit
Ujung saraf pada kulit