Anda di halaman 1dari 7

C.

PERSENDIAN Tulang yang satu berhubungan dengan tulang yang lain untuk membentuk rangka tubuh dengan struktur jaringan penyambung yang dinamakan persendian (artikulasi . !uttman ("###$ #%& mengatakan bah'a pada artikulasi( ada )airan pelumas ()airan sin*+ial . ,t*t dapat dilekatkan pada tulang *leh jaringan ikat yang dinamakan tend*n. Adapun jaringan antar tulang dinamakan ligamen. -erdasarkan pergerakannya( persendian dikel*mp*kkan menjadi sinartr*sis( am.iartr*sis( dan diartr*sis. ". Sinartr*sis Sinartr*sis adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan. Pada persendian ini( tulang / tulangnya dipersatukan *leh serabut jaringan ikat (sinartr*sis sin.ibr*sis atau *leh tulang ra'an hialin (sinartr*sis sink*ndr*sis . C*nt*h sinartr*sis sin.ibr*sis adalah hubungan antartulang tengk*rak( sedangkan )*nt*h sinartr*sis sink*ndr*sis adalah hubungan antartulang +ertebra. 0. Am.iartr*sis Am.iartr*sis merupakan persendian tulang dengan gerakan yang sangat terbatas. C*nt*h am.iart*sis adalah hubungan antartulang rusuk dan tulang dada. %. Diartr*sis Diart*sis merupakan persendian yang menyebabkan gerakan bebas dan biasanya terjadi pada tulang / tulang panjang dan memiliki m*bilitas )ukup besar. 1jung / ujung tulang biasanya tertutupi *leh tulang ra'an. Selain itu( pada ujung tulang terdapat r*ngga sin*+ial yang berisi )airan sin*+ial untuk memudahkan gerakan. 2ubungan antartulang tersebut dibungkus *leh pembungkus jaringan .ibr*sa. 2ubungan diart*sis terbagi atas sendi peluru( sendi engsel( sendi putar( sendi pelana( dan sendi geser.

a.

Sendi Peluru Sendi peluru merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan paling bebas. Sendi ini terdapat pada hubungan antara tulang lengan atas dan tulang belikat( serta hubungan antar tulang panggul dan tulang paha.

b.

Sendi Putar Sendi putar merupakan persendian yang menyebabkan gerakan berputar atau r*tasi. Sendi ini terdapat pada pergelangan tangan( pergelangan kaki( hubungan antara tulang tengk*rak dan tulang atlas( serta hubungan antara tulang lengan atas dan tulang pengumpil serta tulang hasta.

).

Sendi Engsel Sendi engsel merupakan persendian yang menyebabkan gerakan satu arah. Sendi ini terdapat pada bagian lutut( siku( dan ruas / ruas jari.

d.

Sendi Pelana Sendi pelana merupakan persendian yang membentuk sendi seperti pelana. Sendi ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan.

e.

Sendi 3un)ur atau !eser Sendi lun)ur merupakan persendian yang melibatkan gerakan menggeser( satu tulang melun)ur di atas tulang yang lain. Sendi ini terdapat pada ruas / ruas tulang belakang.

D.

,T,T SE-A!AI A3AT !ERA4 A4TI5 Tulang dapat bergerak dengan bantuan *t*t. ,t*t merupakan alat gerak akti. karena *t*t memiliki gerakan melemas (relaksasi dan gerakan memendek (k*ntraksi . 6ika *t*t berk*ntraksi( tulang akan terangkat. !erakan tersebut dinamakan k*ntraksibilitas. Sementara itu( jika *t*t relaksasi atau melemas( tulang akan kembali ke kedudukan semula. !erakan tersebut dinamakan ekstansibilitas. a. 6enis / 6enis ,t*t !erak yang terjadi pada tubuh dilakukan *leh *t*t p*l*s( *t*t lurik( dan *t*t jantung. Se)ara terstruktur *t*t / *t*t tersebut berbeda. i. ,t*t 3urik ,t*t lurik merupakan *t*t yang melekat pada tulang rangka. ,t*t lurik ini berperan menggerakkan tulang. ,t*t lurik tersusun atas sel / sel *t*t yang intinya berjumlah banyak dan terletak di tepi sel. Di dalam sel / sel *t*t lurik( terdapat serabut / serabut yang dinamakan mi*.ibril. 7i*.ibril tersusun atas pr*tein *t*t aktin( mi*sin( tr*p*nin( dan tr*p*mi*sin. 6ika dipr*yeksikan( susunan pr*tein tersebut menunjukkan adanya daerah terang( yang disebut juga daerah I (is*t*p . Tiap pita I dibagi *leh garis gelap trans+ersal yang disebut garis 8. Daerah gelap dinamakan daerah A (anis*t*p . Pada daerah gelap (A ( terdapat daerah terang (I . Daerah I9A9I dinamakan satu sark*mer. !aris terang dan garis gelap memantulkan )ahaya ke mata yang berbeda. 2al ini menyebabkan seakan / akan ada serat lintang atau lurik sehingga *t*t ini disebut *t*t lurik. Sebenarnya pada *t*t lurik( tidak terdapat serat / serat lurik. -ekerjanya *t*t lurik dipengaruhi *leh susunan sara. pusat sehingga dinamakan *t*t sadar. ii. ,t*t P*l*s Sel *t*t p*l*s berbentuk memanjang. 4eduanya lan)ip dengan inti tunggal dan serat mi*.ibril yang h*m*gen sehingga tidak menggambarkan

adanya serat lurik. -entuk *t*t p*l*s tersebut sangat berbeda dengan *t*t lurik dan *t*t jantung. ,t*t p*l*s dijumpai pada dinding saluran pen)ernaan makanan( paru / paru( dinding pembuluh darah( pembuluh lim.a( serta *+arium. ,t*t p*l*s memiliki si.at lambat bereaksi terhadap rangsangan tetapi tahan lelah( dan bekerja dipengaruhi sara. tidak sadar. iii. ,t*t 6antung Struktur *t*t jantung menyerupai *t*t lurik( tetapi letak inti selnya di tengah. Selain itu( bentuk selnya ber)abang. Pada setiap per)abangan( terdapat jaringan pengikat yang dinamakan diskus interkalaris (-rum( et al.( "##:$ ;;< . ,t*t jantung memiliki )iri / )iri )epat bereaksi terhadap ransangan( tahan lelah( dan dipengaruhi *leh susunan sara. tidak sadar. Susunan sara. ini adalah sara. kembar (ner+us +agus yang bersi.at parasimpatis. Sel / sel ajntung mendapat makanan dari arteri k*r*naria. Selama manusia hidup( jantung terus berk*ntaksi dan jumlah k*ntaksi setiap menit adalah &0 kali. 4*ntraksi jantung akan meningkat dengan ransangan h*rm*n adrenalin. b. 6enis / 6enis !erak !abungan antara *t*t dan tulang menghasilkan suatu gerak. Se)ara umum( gerak pada tubuh manusia dapat dikel*mp*kkan menjadi gerak sinergis dan gerak antag*nis. a. !erak Sinergis !erak sinergis adalah gerak selaras yang melibatkan dua atau lebih ma)am *t*t untuk suatu gerakan tubuh. Dengan kata lain( *t*t / *t*t yang terlibat akan berk*ntraksi atau berelaksasi se)ara bersamaan. Sebagai )*nt*h adalah gerakan *t*t / *t*t leher dan *t*t / *t*t punggung.

b.

!erak Antag*nis !erak antag*nis adalah gerak yang berla'anan antara dua atau lebih ma)am *t*t yang mengendalikan gerak pada suatu bagian tubuh. !erak antag*nis yang paling banyak dikenal adalah *t*t bisep dan trisep. 4etika lengan ba'ah terangkat( *t*t bisep berk*ntraksi( sedangkan *t*t trisep berelaksasi. Sebaliknya ketika siku lurus( *t*t bisep berelaksasi( sedangkan *t*t trisep berk*ntraksi. ,t*t bisep memiliki dua buah tend*n sebagai *rig*n( yakni satu buah melekat pada humerus dan satu buah melekat pada skapula. Sementara itu( insersinya melekat pada tulang radius. ,t*t trisep memiliki tiga buah tend*n sebagai *rig*( yakni dua buah melekat pada humerus( dan satu buah melekat pada skapula. Sementara itu( insersinya melekat pada tulang ulna. 6ika *t*t bisep berk*ntraksi( tulang lengan ba'ah (radius dan ulna akan terangkat ke atas dan *t*t trisep relaksasi. Apabila *t*t trisep berk*ntraksi( radius dan ulna akan lurus dengan humerus. ,t*t bisep bersi.at membengk*kkan tulang( yakni radius dan ulna sehingga disebut sebagai *t*t .leks*r. ,t*t trisep bersi.at meluruskan tulang( yakni radius ulna sehingga disebut sebagai *t*t ekstens*r. Dengan kata lain( jenis gerakan yang terjadi pada radius ulna adalah .leksi / ekstensi. !erakan antag*nis lainnya adalah abduksi / adduksi (menjauhi / mendekati dan pr*nasi / supinasi (menelungkup / menengadah . Sebagai telah diuraikan sebelumnya( gerak abduksi / aduksi dapat terjadi pada lengan dan tungkai. Sementara itu( gerak pr*nasi / supinasi dapat terjadi pada telapak tangan.

).

7ekanisme !erak dan Sumber Energi ,t*t Sel *t*t merupakan sel tubuh yang khusus yang digunakan untuk melakukan k*ntraksi dan relaksasi. Sel *t*t disebut juga serabut *t*t atau mi*sit. Sit*plasma *t*t mengandung pr*tein *t*t yang dinamakan aktin dan mi*sin. Aktin dan mi*sin berbentuk .ilamen. 5ilamen yang berkel*mp*k membentuk bundel mi*.ibril.

4*ntraksi *t*t terjadi ketika ransangan sara. men)apai *t*t. 7i*sit yang menerima sinyal seperti pada serabut *t*t( memiliki retikulum yang rumit dan gelembung tubular. Ransangan dihantarkan dengan )epat dan simultan ke seluruh mi*.ibril aktin dan mi*sin di dalam *t*t. 2al ini menyebabkan *t*t saling menyelip( memendekkan sark*mer( dan berk*ntraksi. Pr*ses ini membutuhkan banyak energi. Itulah sebabnya( sel *t*t memiliki banyak mit*k*ndria untuk menghasilkan energi se)ara e.isien. 1ntuk k*ntraksi( diperlukan metab*lisme kalsium yang tinggi. Se)ara makr*sk*pis gumpalan *t*t dibungkus *leh selaput transparan yang dinamakan .asia. 1jung / ujung *t*t diikat ke tulang *leh tend*n yang berupa *rig* dan insersi. ,rig* merupakan tempat perlekatan tend*n pada tulang yang tidak mengalami gerakan. Insersi merupakan tempat perlekatan tend*n pada bagian tulang akan mengalami pergerakan. 4etika *t*t skelet (rangka berk*ntraksi( akan terjadi hubungan antara aktin dan mi*sin *leh tr*p*nin dan tr*p*mi*sin. Aktin dan mi*sin akan bergerak sehingga jarak aktin dan mi*sin menjadi rapat. 2al ini menyebabkan sel *t*t memendek. 1ntuk melakukan itu( *t*t memerlukan energi. Energi berasal dari peme)ahan m*lekul ATP (Aden*sin tri.*s.at menjadi ADP (Aden*sin di.*s.at yang berada di dalam *t*t. ATP yang digunakan berasal dari ATP yang dibentuk *leh mit*k*ndria sel *t*t. 6ika k*ntaraksi terus berlangsung( energi diambil dari senya'a gluk*sa yang terdapat dalam *t*t. !luk*sa akan mengalami glik*lisis menjadi asam piru+at dan ATP yang kemudian akan digunakan untuk k*ntraksi *t*t. Asam piru+at dalam sel *t*t dapat diubah menjadi asam laktat. Timbunan asam laktat dapat menyebabkan rasa pegal. Apabila *t*t bekerja terus menerus dalam 'aktu yang lama( asam piru+at dapat di*ksidasi se)ara aer*b menjadi C,0 = 20, = ATP. 6ia )adangan gluk*sa dalam *t*t habis( sumber ATP dapat diper*leh dari senya'a kreatin .*s.at yang ada dalam hati. ,t*t yang terus / menerus dirangsang untuk melakukan k*ntraksi dapat menyebabkan kejang *t*t. Pada tahun "#;;( 2ansen dan 2u>ly mengemukakan te*ri k*ntraksi *t*t yang disebut sliding filamen model (m*del .ilamen melun)ur . 7ekanisme

k*ntraksi *t*t se)ara singkat adalah sebagai berikut. 1jung mi*sin dapat mengikat ATP dan menghidr*lisisnya menjadi ADP. Setelah itu( pangkal mi*sin terikat pada .ilamen aktin. 5ilamen aktin bergerak karena adanya tegangan. Pangkal mi*sin terlepas dari aktin ketika ATP lain terikat pada mi*sin( selanjutnya siklus dimulai kembali (-rum et al., "##:$ ;;;9;;? .