Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bank secara umum adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Menurut fungsinya, bank dikelompokkan menjadi dua, yaitu bank umum dan bank sentral. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Sedangkan Bank Sentral adalah bank yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan penambahan mata uang rupiah dan lain-lain. Di Indonesia, kuasa bank sentral terletak pada Bank Indonesia. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk menulis makalah dengan judul PERAN BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL DI INDONESIA.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: Apa tujuan didirikannya Bank Indonesia? Apa saja fungsi Bank Indonesia? Apa saja tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia? Bagaimana peran Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter di Indonesia? Bagaimana peran Bank Indonesia dalam menjalin hubungan dengan pemerintah dan dunia internasional.

BAB 2
PEMBAHASAN

1.1

Sejarah Bank Indonesia


Bank Indonesia berasal dari De Javasche Bank N.V yang didirikan pada zaman Belanda, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1827 dalam rangka membantu pemerintah Belanda, untuk mengurus keuangannya di Hindia Belanda pada waktu itu. Kemudian De Javasche Bank N.V dinasionalisir pemerintah Republik Indonesia tanggal 6 Desember 1951 dengan Undang-undang nomor 24 tahun 1951. Selanjutnya status Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dikukuhkan lagi dalam Undang-undang RI nomor 23 tahun 1999.

1.2

Tujuan Bank Indonesia


Tujuan Bank Indonesia seperti tertuang dalam Undang-undang RI nomor 23 tahun 1999 Bab III Pasal 7 adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Mata uang Rupiah perlu dijaga dan dipelihara mengingat dampak yang ditimbulkan apabila suatu mata uang tidak stabil sangatlah luas seperti terjadinya inflasi yang sangat memberatkan masyarakat luas. Dengan stabilnya nilai mata uang rupiah, maka akan sangat banyak manfaat yang akan diperoleh terutama untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

1.3

Tugas Bank Indonesia


Tugas Bank Indonesia seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 antara lain :

1.3.1 Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia berwenang : a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya. b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada : - Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik mata uang rupiah maupun valuta asing - Pentapan tingkat diskonto - Penetapan cadangan wajib minimum - Pengaturan kredit atau pembiayaan c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, paling lama 90 hari kepada bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek bank yang bersangkutan. d. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan. e. Mengelola cadangan devisa. Dalam pengelolaan cadangan devisa Bank Indonesia melaksanakan berbagai jenis transaksi devisa dan dapat menerima pinjaman luar negeri. f. Menyelenggarakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro dan mikro. 1.3.2 Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran. Dalam tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Bank Indonesia berwenang : a. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelanggaran jasa sistem pembayaran. b. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya. c. Menetapkan penggunaan alat pembayaran. d. Mengatur sistem kliring antar bank baik dalam mata uang rupiah maupun asing. e. Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank.

f. Menetapkan macam, harga ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah. g. Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik, dan memusnahkan uang dari peredaran, termasuk memberikan penggantian dengan nilai yang sama.

1.3.3 Mengatur dan Mengawasi Bank Dalam rangka mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia berwenang : a. Menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian. b. Memberikan dan mencabut izin usaha bank. c. Memberikan izin pembukaan, penutupan. dan pemindahan kantor bank. d. Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank. e. Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu. f. Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan. dan penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan Bank Indonesia. g. Melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berkala maupun setiap waktu apabila diperlukan. h. Memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau seluruh kegiatan transaksi tertentu apabila menurut penilian Bank Indonesia terhadap suatu transaksi patut diduga merupakan tindak pidana di bidang perbankan. i. j. Mengatur dan mengembangkan informasi antar bank. Mengambil tindakan terhadap suatu bank sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang perbankan yang berlaku apabila menurut penilaian Bank Indonesia dapat membahayakan kelangsungan usaha bank yang bersangkutan dan atau membahayakan perekonomian nasional. k. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sektor jasa keuangan yang independen dan dibentuk dengan undang-undang.

1.4 Hubungan dengan Pemerintah


Hubungan Bank Indonesia dengan pemerintah seperti yang dituangkan dalam Undang-undang No.23 tahun 1999 adalah sebagai berikut : 1. Bertindak sebagai pemegang kas Pemerintah 2. Bank Indonesia untuk dan atas nama pemerintah dapat menerima pinjaman luar negeri, menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri. 3. Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia dan atau mengundang Bank Indonesia dalam sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia atau kewenangan Bank Indonesia. 4. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang Bank Indonesia. 5. Dalam hal Pemerintah menerbitkan surat-surat hutang negara, pemerintah wajib terlebih dulu berkonsultasi dengan Bank Indonesia dan Pemerintah juga wajib terlebih dulu berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 6. Bank Indonesia dapat membantu penerbitan surat-surat hutang negara yang diterbitkan pemerintah. 7. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada pemerintah

1.5 Hubungan dengan Dunia Internasional


Dalam kaitannya dengan Dunia Internasional, Bank Indonesia mempunyai tanggung jawab dan kegiatan seperti diuraikan berikut ini : a. Bank Indonesia dapat melakukan kerja sama dengan bank sentral lainnya, organisasi, dan lembaga internasional. b. Dalam hal dipersyaratkan bahwa anggota lembaga internasional dan atau lembaga multilateral adalah negara, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama negara Republik Indonesia sebagai anggota.
5

1.6 Berita terkait Bank Indonesia

Januari, BI catat cadangan devisa RI USD 100,7 miliar

Merdeka.com (7/2/2014) Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) Indonesia Januari 2014 mencapai USD 100,7miliar. Itu meningkat USD 1,3 miliar ketimbang cadev Desember 2013 sebesar USD 99,4 miliar. Cadev sebesar USD 100,7 miliar dapat membiayai 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. "Berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs, Jakarta, Jumat (7/2). Cadev tersebut cukup kuat dalam mendukung kesinambunganpertumbuhanekonomi Indonesia. Sebagai catatan, cadev Desember 2013 sebesar USD 99,4 miliar naik USD 2,4 miliar ketimbang bulan sebelumnya, sebesar USD 97,0 miliar. "Ini perkembangan yang baik dan kami harapkan akan terus terjaga kalau reformasi struktural benarbenar dijalankan, ujar Gubernur BI Agus Martowardojo secara terpisah. Agus juga mengatakan, defisit transaksi berjalan tahun lalu bisa sebesar 3,3 persen Produk Domestik Bruto. Ini berkat surplus neraca perdagangan selama tiga bulan berturut-turut. "Kita lihat bahwa neraca perdagangan membaik dan juga melihat kemajuan yang cukup berarti di defisit transaksi berjalan," jelas dia. Diperkirakan, defisit transaksi berjalan pada 2015 bisa turun di bawah 2 persen PDB. 6

BI: Gunakan Bitcoin untuk transaksi jual beli bisa dipidana

Merdeka.com (7/2/2014) Bank Indonesia (BI) secara tegas menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya
bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.Pernyataan ini dengan memperhatikan Undangundang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009. Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan Bitcoin dan virtual currency lainnya. "Segala risiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik atau pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (7/2).Peter Jacob mengatakan, alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah mata uang Rupiah. Bitcoin dinyatakan tidak sah sebagai alat pembayaran. Jika kedapatan menggunakan Bitcoin, maka masyarakat bisa dikenakan sanksi. "Di sini dilarang sesuai UU kita dan itu bisa masuk ke ranah pidana ke pengadilan. BI dapat mengadukan ke pengadilan dan bisa kena pidana Bitcoin," jelas dia.Peter menjelaskan, peredaran Bitcoin punya risiko besar. Alasannya, Bitcoin tidak bisa diketahui secara jelas dan pasti siapa yang menerbitkan uang virtual tersebut. "Kita tidak tahu siapa yang menerbitkan. Kalau tutup, kabur siapa yang tanggung jawab," ungkapnya.Dia mengakui, saat ini sudah ada merchant-merchant yang menggunakan Bitcoin sebagai transaksinya."Memang sudah ada transaksi tapi kita belum punya bukti. masyarakat masih perlu diedukasi," tutup dia.

BAB 3
KESIMPULAN
Secara singkat, Bank Indonesia merupakan Bank Sentral Indonesia yang tujuan utamanya menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengatur kegiatan perbankan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral IndonesiaI melakukan berbagai tugas pokok, diantaranya: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Selain menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengatur perbankan di Indonesia, Bank Sentral Indonesia juga melakukan berbagai kegiatan untuk mengatur serta menjaga hubungan, baik dengan Pemerintah maupun dunia Internasional.

DAFTAR PUSTAKA
1. 2. 3. Sigit Triandaru, Totok Budi Santoso, edisi 2, 2008, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Salemba 4, Jakarta Kasmir.1999.Bank dan Lembaga Keuangan Lain.Raja Grafindo.Jakarta www.merdeka.com