Anda di halaman 1dari 51

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada saat ini terdapat berbagai macam zat, yaitu zat cair,zat padat, dan gas.zat cair merupakan zat berbentuk cairan seperti air, minyak, bensin, dan sebagainya. zat padat adalah zat yang memiliki ciri keras dan padat , contohnya besi.zat gas merupakan zat yang berbentuk gas atau udara, contohnya udara dialam sekitar.

Fluida adalah zat yang mudah mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika di tekan. oleh karena itu tang termasuk fluida adalah zat cair dan gas.mekanika fluida yang mengkajinya dinamakan statika fluida bergerak(hidrodinamika) sedangkan percobaan yang saat ini dilakukan yaitu fluida dinamis.

Fluida dinamis disebut juga fluida yang bergerak atau fluida mengalir. bila bend dalam kesetimbangan fluida tidak dapat menahan gaya tangensial atau gaya geser, maka ia akan mengalami perubahan bentuk dan akan bergerak, inilah yang disebut aliran.

Fluida dapat digolongkan kedalam cairan dan gas, perbedaan perbadaannya antara lain: cairan praktis tak kompresibel, sedangkan gas kompresibel. cairan mengisi volume tertentu dan mempunyai permukaan bebas, sedangkan gas dengan massa tertentu akan mengembang sampai mengisi seluruh bagian wadahnya.

Fluida dinamis adalah fluida yang bergerak. Untuk memudahkan dalam mempelajari fluida, fluida disini dianggap steady ( mempunyai kecepatan yang konstan ), tak termampatkan ( tidak mengalami perubahan volume ), tidak kental.

Besaran besaran dalam fluida dinamis diantaranya adalah debit, debit volume suatu fluida yang mengalir melalui suatu penampang tertentu dalam selang waktu tertentu pula. Misalnya fluida mengalir melalui suatu pipa, pipa biasanya berbentuk silinder dan memiliki luas penampang tertentu. pipa tersebut juga mempunyai panjang.Ketika pipa tersebut dialiri fluida sejauh L maka volume fluida yang ada dalam pipa adalah luas penampang dikalikan dengan panjang pipa. karena selama mengalir kedalaman pipa disepanjang L , fluida menempuh selang waktu tertentu. demikian ketika fluida mengalir pada suatu pipa yang memiliki luas penampang dan panjang tertentu selama selang waktu tertentu, maka besarnya debit fluida ( Q ) tersebut sama dengan luas penampang ( A ) dikalikan dengan kecepatan aliran fluida ( V ). atau dapat dituliskan sebagai berikut:

atau

Keterangan : Q = debit aliran (m/s ) V = volume ( m ) t = selang waktu ( s )

A = luas penampang ( m )

Prinsip bernoulli adalah sebuah istilah dalam mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut . prinsip ini merupakan penyederhanaan dari persamaan bernoulli yang menyatakan

bahwa jumlah energi pada suatu titik didalam suatu aliran tertutup adalah sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama. prinsip ini diambil dari seorang ilmuan berkebangsaan belanda swiss yang bernama DANIEL BERNOULLI .

Hukum bernoulli adalah hukum yang berlandaskan pada hukum kekekalan energi yang dialami oleh aliran pada suatu fluida. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah tekanan ( P ), energi kinetik, persamaan volume, dan energi potensial persatuan volume memiliki nilai yang sama pada setiap titik sepanjang garis arus.

Fluida mengalir pada pipa ujung1 ke ujung2 kecepatan pada ujung1 berada pada ketinggian h1, ujung2 = h2. Dan tekanan pada ujung1 = h1, ujung2 = h2.

v2

v1 h1

h2

Gambar 1.1 Fluida mengalir pada pipa


(http://meglevworld.wordpress/aliran-zat-cair -bernoulli/com.2.11.2013)

Hukum bernoulli untuk fluida yang mengalir pada suatu tempat maka jumlah usaha, energi kinetik, energi potensial fluida per satuan volume fluida tersebut mempunyai nilai yang tetap pada setiap titik. Jadi, jumlah dari tekanan energi kinetik per satuan volume dan energi potensial per

satuan volume mempunyai nilai yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis lurus.

Prinsip Bernoulli banyak di pakai dalam kehidupan. Beberapa diantaranya pada sayap pesawat terbang ,tower air,venture meter dan lainnya. Oleh karena itu perlu adanya percobaan-percobaan dalam pemanfaatan prinsip Bernoulli hingga dapat digunakan secara lebih efektif.

1.2. Tujuan Praktikum Adapun tujuan pelaksanaan praktikum pada percobaan Bernoulli antara lain, yaitu: 1. Mendemonstrasikan hukum bernoulli. 2. Mengukur tekanan sepanjang venturi tube. 3. Mengetahui definisi tekanan statis, dinamis, dan stagnasi

1.3. Manfaat Praktikum Adapun manfaat praktikum yaitu : 1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang aplikasi dari hukum Bernoulli dan penerapannya didunia keteknikan. 2. Mahasiswa dapat mendemonstrasikan hokum Bernoulli 3. Mahasiswa dapat mengetahui definisi dari tegangan statis,dinamis , dan stagnasi.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.

Persamaan Bernoulli Penurunan dari persamaan bernoulli untuk aliran disepanjang garis arus didasarkan pada hukum newton II tentang gerak ( Persamaan ini diturunkan berdasarkan asumsi asumsi sebagai berikut: Zat cair adalah ideal, jadi tidak mempunyai kekentalan ( kehilangan energi zat cair akibat gesekan adalah nol ). Zat cair adalah homogen dan tidak termampatkan ( rapat massa dan zat cair konstan ). aliran adalah kontinyu disepanjang garis arus. kecepatan aliran adalah merata dalam satu penampang. gaya yang bekerja hanya gaya berat dan tekan. ).

2.2.

Persamaan Bernoulli Untuk Zat Cair Rill Penurunan persamaan bernoulli diturunkan berdasarkan anggapan bahwa zat cair adalah ideal( invisid ) sehingga tidak ada gesekan baik antara partikel zat cair dan dinding batas untuk zat cair akan terjadi kehilangan tenaga yang harus diperhitungkan dalam aplikasi persamaan bernoulli. kehilangan tenaga dapat terjadi karena adanya gesekan antara zat cair dan dinding batas atau karena adanya perubahan tampang lintang aliran. Kehilangan tenaga disebabkan karena gesekan.

Untuk lintasan yang sangat panjang terjadi kehilangan tenaga sekunder, tetapi kehilangan tenaga sekunder sring diabaikan. Aplikasi persamaan bernoulli untuk kedua titk didalam medan aliran akan memberikan persamaan:

Keterangan : o ZA, ZB = tinggi elevasi ( m ) o PA,PB = tekanan ( N/ m) o o g = berat jenis ( Kg/ m ) o VA,VB = kecepatan( m/s ) = kecepatan gravitasi ( m/s )

Yang menunjukkan bahwa jumlah tingi elevasi, tinggi tekanan dan tinggi kecepatan kedua titik adalah sama. Dengan demikian garis tenaga pada aliran zat cair adalah konstan. Kehilangan tenaga dinyatakan dalam rumus sebagai berikut:

Keterangan: h= kehilangan tenaga k= konstanta v= kecepatan ( )

g = kecepatan gravitasi ( m/s )

Untuk kehilangan tenaga primer dapat ditentukan dengan rumus:

Keterangan: k= konstanta F=koefisien gesekan L= panjang pipa ( m ) D=diameter pipa

Untuk kehilangan tenaga sekunder : ( Keterangan: k = konstanta A1=luas penampang pipa hulu( m ) A1=luas penampang pipa hilir( m ) )

Dalam memperhitungkan kehilangan tenaga sekunder, V adalah kecepatan aliran dipipa 1 ( hulu ). Karena adanya kehilangan tenaga akibat gesekan, maka garis tenaga akan selalu menurunkan arah aliran. Dalam analisa aliran saat dimensi kecepatan aliran pada suatu tampang dianggap konstan, tetapi pada kenyataannya kecepatan pada suatu penampang tidak merata.

Seiring terjadinya kehilangan tenaga biasanya dinyatakan dalam tinggi zat cair, dengan memperhitungkan keduanya, kehilangan tenaga tersebut dapat dihitung dengan persamaan bernoulli antara dua tampang aliran ( titik 1 dan 3)

Gambar 2.1 persamaan bernoulli pada zat cair rill


(http://meglevworld.wordpress/aliran-zat-cair -bernoulli/com.2.11.2013)

Elemen berbentuk silinder dari suatu tabung arus yang bergerak disepanjang garis arus dengan kecepatan dan [ercepatan disuatu tempat dan suatu waktu adalah sama. Panjang tampang lintang dan rapat massa elemen tersebut adalah ds, da, dan pg. Oleh karena tidak adanya gesekan maka gaya gaya yang bekerja hanya gaya tekan pada ujung elemen dan gaya berat gasil kali dari massa elemen dan percepatan harus sama dengan gaya gaya yang bekerja pada elemen.

Gambar 2.2 elemen zat cair bergerak sepanjang garis arus. (http://usbr.gov/pmts/hydraulics.lab/pubs/wmm/cap02.14.html.2013)

Dengan memperhitungkan gaya gaya yang bekerja pada aliran, maka hukum newton II menjadi: untuk gerak partikel disepanjang garis arus

-gdsdacos + pda-(p+

ds) da= ds da a

Keterangan: = rapat massa ( Kg/m) g = kecepatan gravitasi ( m/s ) ds= panjang pipa ( m ) da= tampang lintang p= tekanan( N/m) a= percepatan( m/s )

2.3.

Koefisien Koreksi Energi Pengunaan kecepatan merata untuk mengantikan kecepatan tidak merata dalam persamaan bernoulli perlu memasukkan koefisien tak berdimensi dan pada suhu tinggi kecepatan yang dihitung dengan kecepatan tidak merata dan dengan kecepatan merata.

Apabila kecepatan pada suatu tampang kecil ( da ) dari sutu penampang aliran A adalah V1 maka energi kinetik dapat dituliskan: de= Keterangan: de= energi kinetik dm= massa (Kg) v = kecepatan( m/s) = rapat massa(kg/m) = luas penampang aliran( m ) = waktu( s )

Persamaan bernoulli untuk zat ideal yang mempunyai kekentalan yang mengalir akan terjadi gesekan yaitu gesekan antara zat cair dengan dinding aliran.

Gesekan ini merupakan suatu gaya yang arahnya berlawanan dengan aliran, sehingga gesekan ini akan melakukan usaha atau tenaga yang berlawanan atau negatif atau dengan kata lain gesekan akan

menyebabkan kekurangan tenaga zat cair. Persamaan bernoulli mengenai zat cair yang mempunyai kekentalan mempunyai perbedaan sebagai berikut: a. Zat cair ideal Tenaga pada titik 1 Z1 + + = H1

Tenaga pad titik 2 Z2 + + = H2

b. Zat cair yang mempunyai kekentalan H=h2-h1

Keterangan: H=tenaga yang hilang dalam perjalanan p1,p2= tekanan (Pa) V1,V2= kecepatan(m) g = kecepatan gravitasi ( m/s )

2.4.

Persamaan Kontinuitas Pada setiap aliran dimana tidak ada kebocoran, maka untuk setiap penampang berlaku bahwa debit pada sebuah potongan selalu sama( konstan ).

Besarnya debit ( Q ) pengaliran

keterangan: Q= debit ( m/s) V= volume(m) t= waktu(s)

Persamaan kecepatan

keterangan: v= kecepatan(m/s) Q= debit(m/s) A= luas penampang(m)

Persamaan bernoulli dapat jga digunakan untuk menentukan garis tekanan dan tenaga. Garis tenaga dapat ditunjukkan oleh elevasi muka air pada tabung pitot yang besarnya sama dengan tinggi total dari konstanta bernoulli. Sedang garis tekanan dapat ditunjukkan oleh elevasi muka air dalam tabung vertikal yang disambungkan dengan pipa.

Gambar 2.3 garis tenaga dan tekanan (http://usbr.gov/pmts/hydraulics.lab/pubs/wmm/cap02.14.html.2013)

Pada aliran zat cair ideal, garis tenaga mempunyai tinggi tetap yang menunjukkan jumlah dari tinggi elevasi, tinggi tekanan dan tinggi kecepatan, garis tekanan menunjukka jumlah dari tinggi elevasi dan tinggi tekanan. Z=P/ yang bisa naik atau turun pada arah aliran dan tergantung pada luas tampang aliran.

2.5.

Tekanan Hidrostatis Dengan menggunakan persamaan bernoulli untuk titik 1 dan 2 seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, dapat dihitung besar tekanan yang bekerja pada permukaan benda dalam zat cair diam. persamaan tersebut dpat ditulis dalam bentuk

Gambar 2.4 Tekanan pada zat cair diam


sumber : Triatmojo,Bambang.1993.Hidrolika I,II.Yogyakarta:Betaoffset

2.6.

Tekanan Stagnasi Pada gambar di bawah menunjukkan sebuah benda yang berada dalam zat cair mengalir. Garis arus yang sampai disekitar benda tersebut akan berubah arah kecuali garis arus yang ditengah yang memotong benda tersebut dititik s, titik ini disebut stagnasi dan tekanan pada titik tersebut dinamakan tekanan stagnasi. jika pada suatu titik berjarak tertenrtu dari titik s mempunyai tekanan sebesar p0 pada kecepatan v0, maka tekanan stagnasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan bernoulli untuk titik 0 dan s

Gambar 2.5 Garis arus disekitar silinder

2.7.

Provil Kecepatan Dalam Ventury Tube Vntury tube menggunakan enam titik pengukuran reverensi kecepatan pada setiap titik seperti terlihat pada gambar dibawah

Gambar 2.6 Ventury tube


(http://knewledgepublications.com/doe/2013)

2.8.

Instrumentasi dan Pengukuran Ventury digunakan dalam industri laboratorium ilmiah untuk mengukur laju aliran suatu cairan . Venturi dapat dinyatakan untuk mengukur laju aliran volumetrik Q; Q= v1A1 p1=p2 Kemudian, v2=a2 =

Q=

Keterangan: Q=debit(m) p= tekanan (pa) A= luas penampang(m)

Sebuah ventury juga dapat dinyatakan untuk mencapai cairan berupa gas. persamaan bernoulli bila titik ukur melewati atau melintasi garis arus p+ v+y Keterangan: p= tekanan(pa) v=konstanta v=kecepatan y=koordinat partikel

2.9.

Angka Reynolds

Angka Reynolds mempunyai bentuk:

Keterangan: V : kecepatan aliran D : diameter pipa v : kekentalan kinematik

Aplikasi Persamaan Bernolulli

Aplikasi hukum bernoulli pada pesawat Jika kita perhatikan bentuk daripada sayap sebuah pesawat terbang, seperti yang terluhat pada gambar berikut:

Gambar 2.8 Penampang pada sayap pesawat (http) Perhatikan bahwa dasar sayap adalah datar, sedangkan permukaan sayap melengkung dengan sudut tertentu, bentuk ini menyebabkan perbedaan tekanan antara bagian atas dan bagian bawah sayap mendorong pesawat keatas. ini adalah aplikasi dari hukum bernoulli (1700-1782). memang kalaw kita mempelajari aerodinamika lebih dalam, teori ini mungkin tidak berlaku lagi pada kecepatan tertentu. Tetapi ide bernoulli masih merupakan prinsip dasar dari cara kerja sebuah sayap pesawat. jadi dalam gambar kedua menyatakan perbandingan antara tekanan fluida( udara ). dengan kecepatan yang konstan.

Gambar 2.9 Aliran pada penampang pesawat.

Dalam gambar terlihat bahwa didalam pipa diatas titik B dengan kecepatan yang lebih rendah maka tekanannya akan lebih tinggi, sedangkan dititik atas A karena pipa yang dilewati fluida lebih sempit maka kecepatan menjadi lebih tinggi dan ternyata tekanannya menjadi lebih rendah dan menyebabkan pesawat terangkat keatas.

Gambar 2.10.

Tekanan yang terjadi pada pesawat

Karena kecepatan udara yang lebih cepat diatas sayap pesaat, maka tekanannya akan lebih rendah dibanding dengan tekanan udara yang mengalir dibawah sayap pesawat.tekanan dibawah sayap yanglebih besar akan mengangkat pesawat. Karena itu kecepatan pada pesawat harus dijaga sesuai dengan rancangannya, jika kecepatannya turun, maka tekanan dibawah sayap akan berkurang dan menyebabkan pesawat jatuh.

Aplikasi hukum bernoulli pada penyemprot parfum Penyemprot Parfum adalah salah satu contoh Hukum Bernoulli. Ketika Anda menekan tombol ke bawah, udara dipaksa keluar dari bola karet termampatkan melalui lubang sempit diatas tabung silinder yang memanjang ke bawah sehingga memasuki cairan parfum.Semburan udara yang bergerak cepat menurunkan tekanan udara pada bagian atas tabung, dan menyebabkan tekanan atmosfer pada permukaan cairan memaksa cairan naik ke atas tabung. Semprotan

udara berkelajuan tinggi meniup cairan parfum sehingga cairan parfum dikeluarkan sebagai semburan kabut halus.

Gambar2.11 Cara kerja penyemprot parfum

Penerapan Mekanika Fluida Dan Hukum Bernoulli Pada Kasus Lumpur Lapindo Sifat-sifat fluida, Semua fluida nyata gas dan zat cair memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui antara lain: rapat massa (density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility), tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity). Persamaan energi, Energi yang ada pada tiap saluran berat dari aliran air terdiri dari 3 bentuk dasar yaitu: energi kinetik, energi tekanan, dan energi elevasi diatas garis datum. Dari ketiga bentuk dasar energi tersebut akan di dapatkan persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa konservasi energi merupakan bentuk persamaan energi untuk aliran tanpa geseran dasar.

Intinya dengan menggunakan rumus persamaan bernoulli kita bisa menghentikan semburan lumpur lapindo dan memasukkan kembali lumpur ke dalam perut bumi. Setiap semburan dari pompa ataupun sumber energi lainnya pasti memiliki total head. Penghitungan total head sendiri terpengaruhi oleh kuatnya tekanan, grafitasi, dan kecepatan fluida. Data yang dimiliki dari lapangan menyebutkan kedalaman sumber lumpur Lapindo di Porong antara 0,5 Km hingga 1,9 Km. Sedang tekanan lumpur itu sebesar 2.000 PSI (pound per square inches). Dengan demikian, maka total semburan lumpur itu hanya maksimum mampu mencapai ketinggian 27 meter di atas permukaan tanah. Apabila disekitar lubang semburan lumpur di buatkan tabung silinder mengelilingi lubang lumpur setinggi 30 meter apakah luapan lumpur akan berhenti sampai ditotal head 27 meter? Secara teori memang sudah pasti dan seharusnya lumpur berhenti pada ketinggian 27 meter namun mengingat total head ini terpengaruh oleh berbagai macam variabel kemungkinannya pasti akan meleset tapi tidak akan jauh, mungkin lebih tinggi atau malah lebih rendah dari 27 meter. Setelah lumpur berhenti kita bisa memompa lumpur yang berada di sekitar untuk kembali ke dalam perut bumi, karena massa jenisnya menjadi lebih berat dari keseimbangan maka lumpur ini akan turun kembali ke bawah (perut bumi), setelah itu memungkinkan kita untuk menutup permanen lubang semburan lumpur dengan menggunakan bahan yang massa jenisnya lebih berat.

Teori ini masuk akal tapi mungkin akan susah dalam me-realisasikan-nya dan juga entah berapa trilyun biaya yang akan di perlukan. Namun ini adalah salah satu solusi yang amat sangat terbaik dan masuk akal untuk penanggulangan kasus lumpur lapindo.

Gambar 2.12 Proses penyumbatan lumpur lapindo

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat 3.1.1. Waktu Praktikum pada percobaan Bernoulli dilaksanakan pada hari kamis ,7 November 2013 pada pukul 17.00 wita 3.1.2. Tempat Adapun tempat pelaksanaan praktikum pada percobaan Bernoulli dilaksanakan di Laboratorium Hidrolika dan Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. 3.2. Alat dan Bahan 3.2.1. Alat Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini antara lain sebagai berikut: Bernoulli Principle Demonstrator Kanebo atau lap Papan data Blangko data dan alat tulis Alat ukur waktu (stopwatch) Bench

3.2.2. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum pada percobaan ini yaitu air.

3.3. Sketsa Alat Uji

Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Papan rakitan Pengukue tekanan air Pipa pembuangan Pipa sambungan bentuk t Katup pembuangan Ventury tube dengan q titik pengukuran Proble untuk pengukuran tekanan pada tiap titik

8. 9.

Saluran air masuk Katup

10. Tabung ventury

3.4. Prosedur Percobaan Adapun prosedur percobaan pada praktikum ini antara lain sebagai berikut: 1. Mempersiapkan segala kesiapan alat-alat yang akan digunakan saat praktikum Bernoulli. 2. Meletakkan dan mengatur posisi peralatan Bernoulli keatas bench hingga pada posisi yang benar. 3. Menyambungkan selang air pada peralatan dan memastikan sambungan terpasang dengan baik 4. Menyalakan bench dengan cara memutar stop kontak yang terletak pada bench dan menekan tombol on pada bench. 5. Membuka katup pada bench sehingga air dapat mengalir dari tangki keperalatan Bernoulli. 6. Mengatur bukaan katup masuk dan keluar pada peralatan Bernoulli. 7. Sebelum mencatat data tekanan pada alat ukur,terlebih dahulu kita mengatur alat Bernoulli pada kondisi normal dengan menggunakan penyetel katup yang terdapat pada alat ukur dan memastikan tidak ada gelembung udara pada selang tinggi tekan. 8. Mengukur ketinggian air hstst pada manometer yang terhubung pada alat Bernoulli. 9. Mengukur ketinggian air htot pada manometer yang terhubung pada alat Bernoulli. 10. Menarik droble yang terhubung pada venturi tube secara bertahap

dari titik 1 sampai titik 6 dan mencatat ketinggian air htot pada masingmasing titik pada tabung pengukur tekanan air (venture tube).

11.

Mengulangi langkah 7,8,9,10 dan 11 dengan volume air masing-

masing 10 liter. 12. 13. Mencatat waktu pada masing-masing volume. Membersihkan dan menurunkan alat Bernoulli dari bench.

BAB IV ANALISA DATA

4.1. Data Pengamatan 4.1.1. Tabel Data Pengamatan Percobaan 1 Adapun data hasil percobaan kami tentang Bernoulli pada percobaan 1 yaitu sebagai berikut : Tabel 4.1 Point 1 2 3 4 5 6 t
(s)

Data Pengamatan Percobaan 1 h tot


(mm)

h stat
(mm)

h dyn
(mm)

V
(liter)

A
(m2)

93 94 94 92 95 97

275 275 277 277 277 277

200 190 60 140 160 165

75 85 217 137 117 112 10

Sumber: hasil data pengamatan di laboratorium Hidrolika dan Sumber Daya Air

4.1.2. Tabel Data Pengamatan Percobaan 2 Adapun data hasil percobaan kami tentang Bernoulli pada percobaan II yaitu sebagai berikut :

Point 1 1 2 3

t
(s) 2

h tot
(mm) 3

h stat
(mm) 4

h dyn
(mm) 5

V
(liter) 6

A
(m2) 7

83 83 83

262 263 263

200 188 25

62 75 238 10

1 4 5 6

2 85 80 84

3 263 263 263

4 126 145 155

5 137 118 108

Sumber: hasil data pengamatan di laboratorium Hidrolika dan Sumber Daya Air

4.1.3. Tabel Data Pengamatan Percobaan 3 Adapun data hasil percobaan kami tentang Bernoulli pada percobaan III yaitu sebagai berikut :

Point 1 2 3 4 5 6

t
(s)

h tot
(mm)

h stat
(mm)

h dyn
(mm)

V
(liter)

A
(m2)

124 127 125 121 126 125

279 279 279 278 279 279

180 176 116 152 160 162

99 103 163 126 119 117 10

Sumber: hasil data pengamatan di laboratorium Hidrolika dan Sumber Daya Air

4.2. Analisa Perhitungan 4.2.1. Percobaan 1 Diketahui:

Ditanyakan :

, hdyn dan vmeas ?

Penyelesaian:

Menghitung Debit (Q)

1. Untuk point 1

hdyn = htot - hstat


= 0,275 0,200 = 0,075 m

vcal = 3,142 x 10-1 m/s

2. Untuk point 2

hdyn = htot - hstat


= 0,275 0,190

= 0,085 m

3. Untuk point 3

hdyn = htot - hstat


= 0,277 0,06 = 0,217 m

4. Untuk point 4

hdyn = htot - hstat


= 0,277 0,140

= 0,137 m

m/s

5. Untuk point 5

hdyn = htot - hstat


= 0,277 0,160 = 0,117 m

6. Untuk point 6

hdyn = htot - hstat


= 0,277 0,165

= 0,112 m

4.2.2. Percobaan 2 Diketahui:

Ditanyakan :

, hdyn dan vmeas ?

Penyelesaian:

Menghitung Debit (Q)

1. Untuk point 1

hdyn = htot - hstat


= 0,262 0,200 = 0,062 m

vcal = 3,56 x 10-1 m/s

2. Untuk point 2

hdyn = htot - hstat


= 0,263 0,188 = 0,075 m

3. Untuk point 3

hdyn = htot - hstat


= 0,263 0,025

= 0,238 m

4. Untuk point 4

hdyn = htot - hstat


= 0,263 0,126 = 0,137 m

5. Untuk point 5

hdyn = htot - hstat


= 0,263 0,145 = 0,118 m

6. Untuk point 6

hdyn = htot - hstat


= 0,263 0,155 = 0,108 m

4.2.3. Percobaan 3

Diketahui:

Ditanyakan :

, hdyn dan vmeas ?

Penyelesaian:

Menghitung Debit (Q)

1. Untuk point 1

hdyn = htot - hstat


= 0,279 0,18 = 0,099 m

vcal = 2,37 x 10-1 m/s

2. Untuk point 2

hdyn = htot - hstat


= 0,279 0,176 = 0,103 m

3. Untuk point 3

hdyn = htot - hstat


= 0,279 0,116 = 0,163 m

4. Untuk point 4

hdyn = htot - hstat


= 0,278 0,152 = 0,126 m

5. Untuk point 5

hdyn = htot - hstat


= 0,279 0,16 = 0,119 m

6. Untuk point 6

hdyn = htot - hstat


= 0,279 0,162 = 0,117 m

Tabel 4.4 Rekapitulasi Analisa Data Bernoulli Pada Percobaan 1 v = 10 liter t (s) Q A

No 1 2 3 4 5 6

htot
m
-4 -5

hstat
m

hdyn
m

vcal
m/s

vmeas
m/s 1,213 1,291 2,063 1,639 1,515 1,482
-1

m3/s 1,062 x 10-4 1,062 x 10 1,062 x 10


-4 -4

m2 3,38 x 10-4 2,23 x 10 8,460 x 10

93 94 94 92 95 97

0,275 0,200 0,275 0,190 0,277 0,060 0,277 0,140 0,277 0,160 0,277 0,165

0,075 0,085 0,217 0,137 0,117 0,112

3,142 x 10-1 4,762 x 10 1,255 6,247 x 10-1 4,164 x 10-1 3,142 x 10-1

1,062 x 10-4 1,062 x 10-4 1,062 x 10-4

1,70 x 10-4 2,25 x 10-4 3,38 x 10-4

Sumber: Hasil Perhitungan Analisa Data pada Percobaan 1

Tabel 4.5 Rekapitulasi Analisa Data Bernoulli Pada Percobaan II v = 10 liter t (s) Q A

No 1 2 3 4 5 6

htot
m

hstat
m

hdyn
m

vcal
m/s

vmeas
m/s 1,103 1,213 2,161
-1 -1

m3/s 1,205 x 10-4 1,205 x 10-4 1,205 x 10 1,205 x 10 1,205 x 10


-4 -4 -4

m2 3,38 x 10-4 2,23 x 10-4 8,460 x 10 1,70 x 10 2,25 x 10


-5 -4 -4

83 83 83 85 80 84

0,262 0,200 0,263 0,188 0,263 0,025 0,263 0,126 0,263 0,145 0,263 0,155

0,062 0,075 0,238 0,137 0,118 0,108

3,56 x 10-1 5,40 x 10-1 1,424 7,09 x 10 4,72 x 10

1,639 1,522 1,456

1,205 x 10-4

3,38 x 10-4

3,56 x 10-1

Sumber: Hasil Perhitungan Analisa Data pada Percobaan II

Tabel 4.6 Rekapitulasi Analisa Data Bernoulli Pada Percobaan III v = 10 liter t (s) Q A

No 1 2 3 4 5 6

htot
m
-4 -5

hstat
m

hdyn
m

vcal
m/s

vmeas
m/s 1,394 1,422 1,788 1,572 1,528 1,515
-1

m3/s 8,021 x 10-5 8,021 x 10 8,021 x 10


-5 -5

m2 3,38 x 10-4 2,23 x 10 8,460 x 10

124 127 125 121 126 125

0,279 0,180 0,279 0,176 0,279 0,116 0,278 0,152 0,279 0,160 0,279 0,162

0,099 0,103 0,163 0,126 0,119 0,117

2,37 x 10-1 3,60 x 10 0,948 4,72 x 10-1 3,15 x 10-1 2,37 x 10-1

8,021 x 10-5 8,021 x 10-5 8,021 x 10-5

1,70 x 10-4 2,25 x 10-4 3,38 x 10-4

Sumber: Hasil Perhitungan Analisa Data pada Percobaan III

4.4 Analisa Grafik 4.4.1. Grafik hubungan pada Percobaan 1

Grafik hubungan htot,hstat,hdyn


0.3 0.25

Tekanan

0.2 0.15 0.1 0.05 0 1 2 3 4 5 6

h tot h stat h dyn

Point

Gambar 4.1 Grafik hubungan

dan

h tot
0,275 0,275 0,277 0,277 0,277 0,277

h stat
0,2 0,19 0,06 0,14 0,16 0,165

h dyn
0,075 0,085 0,217 0,137 0,117 0,112

Grafik hubungan vmeas dan vcal


2.5 2 kecepatan 1.5 1 0.5 0 1 2 3 4 5 6 v meas

Point

Gambar 4.2 Grafik hubungan

dan

V cal 0,3142 0,4762 1,255319 0,6277 0,4164 0,3142

V means 1,213 1,291 2,063 1,639 1,515 1,482

4.4.2.

Grafik hubungan pada percobaan 2

Grafik hubungan htot,hstat,hdyn


0.3 0.25 h tot h stat

Tekanan

0.2 0.15 0.1 0.05 0 1 2 3 4 5 6

Point

Gambar 4.3 Grafik hubungan

dan

h tot
0,279 0,279 0,279 0,278 0,279 0,279

h stat
0,18 0,176 0,116 0,152 0,16 0,162

h dyn
0,099 0,103 0,163 0,126 0,119 0,117

Grafik hubungan vmeas dan vcal


2.5 2

kecepatan

1.5 1 0.5 0 1 2 3 4 5 6

v meas

Point

Gambar 4.4 Grafik hubungan

dan

V cal 0,356 0,54 1,424 0,709 0,472 0,356

V means 1,103 1,213 2,161 1,639 1,522 1,456

4.4.3.

Grafik hubungan pada percobaan 3


300 250 200 h tot 150 100 50 0 1 2 3 4 5 6 h stat h dyn

Gambar 4.5 Grafik hubungan

dan

h tot 248 249 250 249 248 247

h stat 215 205 65 160 175 180

h dyn 33 44 185 89 73 67

Grafik hubungan vmeas dan vcal


2 1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 1 2 3 4 5 6

kecepatan

v meas

Point

Gambar 4.6 Grafik hubungan

dan

V cal 0,237 0,36 0,948 0,472 0,315 0,237

V means 1,394 1,422 1,788 1,572 1,528 1,515

4.5 Pembahasann

Pada percobaan bernoulli bertujuan untuk mendemonstrasikan Hukum Bernoulli, untuk mengukur tekanan sepanjang venture tube dan untuk mengetahui definisi tegangan rumus geser statis, dinamis dan stagnasi.

Berdasarkan pengukuran dan analisa data percobaan dalam aliran fluida tak termampatkan diperoleh vcal (kecepatan berdasarkan perhitungan) dan aliran fluida yang di ukur dengan vmeas (kecepatan berdasarkan debit dan luas venture tube) pada aliran fluida yang sama untuk keduanya diperoleh dengan grafik hubungan vcal di tiap titik pengukuran. Hal ini sesuai dengan bentuk venture tube pada tiap pengukurannya. Luas penampang terkecil pada venture tube terletak di titik ke tiga.

Pada titik htot ,hstat , dan hdyn pada percobaan 1,2 dan 3 dapat dilihat bahwa hstat mengalami penurunan tekanan dari titik pertama sampai titik ke enam pada venture tube. Titik ke 3(tiga) pada venture tube sangat mengalami penurunan tekanan yang sangat dratis di bandingkan penurunan tekanan di titik lainnya pada venture tube.Untuk hdyn pada titik 3 venturi tube mengalami penaikan yang bias di lihat pada table rekapiulasi untuk setiap percobaannya. Untuk htot mengalami penurunan tekanan pada titik 1-6 untuk tiap-tiap percobaan I,II,dan III,hanya pada percobaan III dilihat untuk titik ke 4 pada venture tube mengalami penurunan tekanan dan yang lainnya mempunyai nilai yang tetap.

Untuk memperjelas penjelasan di atas, kita lihat pada percobaan I. Pada luas penampang A1 = 3,38 x 10-4 m2 hasil yang diperoleh untuk nilai htot = 0,275 m ,hstat = 0,200 m dan hdyn = 0,075 m. Untuk luasan 2 = 2,23 x 10-4 m2 hasil yang diperoleh untuk nilai htot = 0,275 m ,hstat = 0,190 m dan hdyn = 0,085 m. luasan A3 = 8,460 x 10-5 m2 hasil yang diperoleh untuk nilai htot = 0,277 m ,hstat = 0,060 m dan hdyn = 0,217 m. Untuk nilai htot,,hstat, dan

hdyn pada luasan berikutnya dapat dilihat pada table rekapitulasi percobaan 1.Begitu pula pada percobaan II dan III untuk tiap luasannya dapat dilihat pada tabel rekapitulasi percobaan II dan III untuk nilai htot,,hstat, dan hdyn
\

Berdasarkan grafik hubungan vcal dan vmeas pada masing-masing percobaan,terjadi peningkatan kecepatan yang sangat tajam pada titik ke 3 dengan nilai luasan A3 = 8,460 x 10-5 m2 pada venture tube. Membuktikan hal tersebut dapat dilihat pada percobaan satu gambar 4.2 grafik hubungan vcal dan vmeas dimana nilai vcal = 3,142 x 10-1 m/s dan vmeas= 1,213 m/s untuk luasan A1 = 3,38 x 10-4 m2. Untuk luasan A2 = 2,23 x 10-4 m2 nilai vcal = 4,762 x 10-1 m/s dengan nilai vmeas= 1,291 m/s. Untuk luasan A3 = 8,460 x 10-5 m2 nilai vcal = 1,255 m/s dengan nilai vmeas= 2,063 m/s.Untuk luasan A4 = 1,70 x 10-4 m2. nilai vcal = 6,247 x 10-1 m/s dengan nilai vmeas= 1,639 m/s. Untuk luasan A5= 2,55 x 10-4 m2 nilai vcal = 0,3142 m/s dengan nilai vmeas= 1,482 m/s.Untuk grafik hubungan vcal dan vmeas pada percobaan II dan III dapat dilihat pada gambar 4.4 dan gambar 4.6 grafik hubungan vcal dan vmeas. Untuk grafik hubungan htot, hstat, dan hdyn pada tiap-tiap percobaan dapat dilihat pada gambar 4.1,gambar 4.3 dan gambar 4.5 grafik hubungan htot, hstat, dan hdyn. Nilai untuk tekanan dinamik dan tekanan statis itu selalu berbanding terbalik sehingga pada grafik, dapat dilihat htot, hstat, dan hdyn itu saling bersilangan atau berlawanan arah.

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan Adapun yang dapat kami simpulkan pada percobaan Bernoulli ini antara lain, yaitu: 1. Hukum Bernoulli menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan terhadap tekanan aliran. Bernoulli juga menyatakan bahwa jumlah energy pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energy pada jalur arah yang sama. 2. Besarnya tekanan yang terjadi disepanjang venturi tube di pengaruhi oleh luasan penampang pada titik-titik dalam venturi tube, kecepatan aliran serta nilai debit. Semakin kecil luas penampang suatu aliran fluida, maka semakin besar tekanan yang terjadi ,kecepatan alirannya juga semakin besar sehingga debit alirannya semakin besar pula. 3. Tekanan stagnasi adalah tekana yang dialami benda pada zat cair yang mengalir.Tekanan statis adalah tekanan yang dialami benda dalam zat cair yang diam,sehingga tekanan yang bekerja sama besar kesegala arah. Tekanan dinamis yaitu tekanan yang terjadi akibat pergerakkan fluida, sehingga tekanan akan berbeda-beda pada tiap bagian tergantung kecepatan fluida. 5.2. Saran Adapun saran saya untuk praktikum ini agar saat pemberian nilai untuk hasil penyelesaian penyusunan laporan diberikan nilai yang bagus, mengingat bahwa usaha kita dalam proses asistensi laporan yang bertempat sangat jauh dari lokasi kampus dan berlangsung sampai larut malam.Untuk kedepannya saran saya agar alat uji Bernoulli segera di perbaiki atau dig anti demi kelancaran dalam praktikum.

Anda mungkin juga menyukai