Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kecenderungan pasien gangguan jiwa pada era globalisasi sekarang ini jumlahnya mengalami peningkatan, selain itu kecenderungan kasus-kasus psikotik juga tetap tinggi. Beban hidup yang semakin berat diperkirakan menjadi salah satu penyebab bertambahnya klien gangguan jiwa (Zainudin, 200 !. "enis dan karakteristik gangguan jiwa sangat beragam, salah satunya gangguan jiwa yang sering kita temukan dan dirawat yaitu ski#oprenia ($aramis, 200%!. &ekitar '() pasien yang masuk rumah sakit jiwa merupakan pasien ski#oprenia dan sebagian besar pasien ski#oprenia yang memerlukan perawatan (rawat inap dan rawat jalan! yang lama (*idebeck, 200%!. +erawatan pasien ski#o,renia cenderung berulang (recurrent!, apapun bentuk subtipe penyakitnya. -ingkat kekambuhan lebih tinggi pada pasien ski#o,renia yang hidup bersama anggota keluarga yang penuh ketegangan, permusuhan dan keluarga yang memperlihatkan kecemasan yang berlebihan (Keliat, 200(!. -ingkat kekambuhan dipengaruhi juga oleh stress dalam kehidupan, seperti hal yang berkaitan dengan keuangan dan pekerjaan. Keluarga merupakan bagian yang penting dalam proses pengobatan pasien ski#o,renia. Kekambuhan dapat disebabkan oleh ketidakpatuhan minum obat, gejala yang umum terhadap pengobatan peristiwa kehidupan yang menimbulkan stres, kerentanan indi.idu terhadap stres, ekspresi emosi keluarga yang tinggi, dan dukungan keluarga (/swin, 2000!. &alah satu upaya penting dalam pencegahan

kekambuhan kembali adalah adanya dukungan sosial keluarga yang baik, baik dalam perawatan maupun dalam pendampingan pasien ski#o,renia berobat. 1endahnya dukungan sosial keluarga terhadap anggota keluarganya yang menderita ski#o,renia dapat dilihat dari tingginya angka pasien ski#o,renia. 2al ini disebabkan ketidakmampuan keluarga dalam pentatalaksanaan pasien ski#o,renia dalam keluarga (3urdiana, 2004!. &ki#o,renia yang merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa masih di anggap sebagai penyakit yang memalukan, menjadi aib bagi pasien dan keluarganya. &ampai saat ini penanganan ski#o,renia baik di rumah maupun di rumah sakit belum memuaskan, hal ini disebabkan karena ketidaktahuan (ignorancy! keluarga terhadap jenis gangguan jiwa terutama ski#o,renia. +enanganan ski#o,renia harus dilakukan secara komprehensi, melalui multipendekatan, khususnya pendekatan keluarga dan pendekatan petugas kesehatan secara langsung dengan pasien, seperti bina suasana, pemberdayaan pasien gangguan jiwa dan pendampingan pasien ski#o,renia agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang terus-menerus (2awari, 200 !. 5ata American Psychiatric Association (/+/! tahun 2000 menyebutkan, satu persen populasi penduduk dunia (rata-rata 0.%( persen! menderita ski#o,renia ("oys, 2000!, sedangkan Benhard (2000! menjelaskan angka pre.alensi ski#o,renia di dunia adalah 0 per 00.000 orang per tahun. /ngka pre.alensi ski#o,renia di 6ndonesia adalah 0.7 sampai 0 persen, terjadi pada usia 0% sampai '( tahun, tetapi ada juga berusia 00 sampai 02 tahun. /pabila penduduk 6ndonesia berjumlah 200 juta jiwa, maka diperkirakan sekitar 2 juta jiwa menderita ski#o,renia (+rabowo, 2000!. Berdasarkan laporan tahunan 1&" +ropinsi Bali

tahun 2002 dari tiga bulan terakhir (/gustus, &eptember, 8ktober diperoleh data bahwa dari 0( pasien yang masuk dan dirawat inap di 1&" terdapat %4' pasien ( (,( )! yang menderita sko#o,renia diantaranya 920 laki-laki (40, )! dan 2(' perempun (2 ,0 )! (1ekam $edik 1&" +ro.insi Bali, 2002!. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mereduksi jumlah pasien gangguan jiwa, baik berbasis masyarakat maupun pada tatanan kebijakan seperti puskesmas dan rumah sakit. :28 merekomendasikan sistem ' le.el untuk penanganan masalah gangguan jiwa. ;e.el ' adalah penanganan kesehatan jiwa di keluarga, le.el ketiga adalah dukungan dan penanganan kesehatan jiwa di masyarakat, le.el kedua adalah penanganan kesehatan jiwa melalui puskesmas dan le.el kesatu adalah pelayanan kesehatan jiwa komunitas yang terdiri dari dokter umum dengan keahlian kesehatan jiwa, 7 perawat dimana salah satunya ahli di bidang dukungan psikososial, dan 7 tenaga para pro,esional kesehatan di bidang dukungan social (:28, 2000!. &alah satu upaya penting dalam penyembuhan dan pencegahan kekambuhan kembali adalah dengan adanya dukungan keluarga yang baik. Keluarga merupakan sumber bantuan terpenting bagi anggota keluarga yang sakit, keluarga sebagai sebuah lingkungan yang penting dari pasien, yang kemudian menjadi sumber dukungan sosial yang penting (Keliat, 200(!. 5ukungan sosial dapat melemahkan dampak stress dan secara langsung memperkokoh kesehatan jiwa indi.idual dan keluarga, dukungan sosial merupakan strategi koping penting untuk dimiliki keluarga saat mengalami stress. 5ukungan sosial keluarga juga dapat ber,ungsi sebagai strategi pre.enti, untuk mengurangi stress dan konsekwensi negati,nya. 5ampak positi, dari dukungan keluarga adalah

meningkatkan penyesuaian diri seseorang terhadap kejadian-kejadian dalam kehidupan. +eran serta keluarga sejak awal perawatan di rumah sakit akan meningkatkan kemampuan keluarga merawat pasien di rumah sehingga kemungkinan kambuh dapat dicegah (&uprajitno, 200'!. 2asil sur.ei pendahuluan yang dilakukan di +oliklinik 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali didapatkan data kunjungan pasien tiga bulan terakhir (8ktober, 3opember, 5esember! tahun 2002 menunjukkan terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengalami kekambuhan di 1& "iwa +ropinsi Bali, yaitu sebanyak 72 pasien dari jumlah pasien lama pada periode yang sama tahun 2000. +erbandingan pasien lama dan baru yaitu pada tahun 2000 sebanyak 0720 pasien lama dan 2( pasien baru, sedangkan tahun 2002 sebanyak 07(2 pasien lama dan 2%7 pasien baru. -erdapat tingginya angka kekambuhan, hal ini kembali menunjukkan bahwa masalah gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan dan sosial yang perlu dilakukan upaya penanggulangan secara komprehensi,. <paya-upaya yang telah dilakukan oleh pihak 1&" +ro.insi Bali untuk meningkatkan dukungan keluarga terhadap pasien dilakukan dengan melakukan home visit, akan tetapi keluarga terkesan masih cuek dengan pasien. +enelitian yang dilakukan oleh $arsaulina (2000! yang meneliti tentang pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap pencegahan kekambuhan pasien ski#o,renia yang berobat jalan di Badan ;ayanan <mum 5aerah 1umah &akit "iwa $edan. 2asil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh yang signi,ikan terhadap pencegahan kekambuhan pasien ski#o,renia yang berobat jalan di Badan ;ayanan <mum 5aerah 1umah &akit "iwa $edan. 5ukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dari terapi

'

keluarga, karena melalui keluarga berbagai masalah-masalah kesehatan itu bisa muncul sekaligus dapat diatasi. $elalui dukungan keluarga, pasien ski#o,renia akan merasa masih ada yang memperhatikan, ikut merasakan mau membantu mengatasi beban hidupnya. "adi dengan adanya dukungan sosial keluarga yang mempunyai ikatan emosional setidaknya akan memberikan kekuatan pada pasien ski#o,renia untuk menjalani pengobatan yang lebih baik (Keliat, 200(!. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali, sehingga dapat dirumuskan upaya peningkatan penanggulangan masalah gangguan jiwa di +ro.insi Bali. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat ditentukan rumusan masalah yaitu = apakah ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali tahun 2007>. C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum <ntuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali tahun 2007. . Tujuan khusus a. $engidenti,ikasi dukungan sosial keluarga pada pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali tahun 2007. b. $engidenti,ikasi tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi Bali tahun 2007.

c. $enganalisa hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia di 1umah &akit "iwa +ro.insi tahun 2007. D. Man!aat Penelitian 0. $an,aat -eoritis a. 5apat menambah wawasan tentang ilmu keperawatan jiwa khususnya kekambuhan pasien

hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat ski#o,renia.

b. +enelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan yang berkaitan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien ski#o,renia. . Man!aat Praktis a. /gar petugas khususnya perawat dapat memberikan psikoedukasi kepada keluarga untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada pasien ski#o,renia. b. 5apat digunakan sebagai bahan e.aluasi tentang dukungan sosial keluarga sehingga dapat dicarikan solusi yang tepat untuk mencegah terjadinya kekambuhan pasien ski#o,renia.