Anda di halaman 1dari 7

APLIKASI SISTEM PROTEKSI PADA PERALATAN PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

Pada Pembangkit / Generator.


Proteksi yang digunakan adalah: 1. Circuit breaker (CB) berfungsi untuk memutuskan hubungan antara sisi sumber tenaga listrik dan sisi beban yang dapat bekerja secara otomatis ketika terjadi gangguan atau secara manual ketika dilakukan perawatan atau perbaikan. 2. Relay Proteksi sebagai peralatan tambahan yang dapat mendeteksi perubahan keadaan yang terjadi pada rangkaian yang dilengkapi dengan kontak-kontak yang mampu merubah rangkaian lain. Oleh karena itu pemutus tenaga yang dilengkapi dengan relai digunakan sebagai peralatan perlindungan suatu sistem tenaga dari kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan.

Pada Saluran Transmisi.


Proteksi yang digunakan : 1. Lightning Arrester Dipasang di sepanjang jalur SUTT yang berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung.

Gangguan Pada Gardu Induk (GI).


Proteksi yang digunakan adalah : 1. Circuit Breaker (CB) adalah peralatan pemutus, yang berfungsi untuk memutus rangkaian listrik dalam keadaan berbeban. 2. Relay Proteksi sebagai peralatan tambahan yang dapat mendeteksi perubahan keadaan yang terjadi pada rangkaian yang dilengkapi dengan kontak-kontak yang mampu merubah rangkaian lain.

Pada JTM.
Proteksi yang digunakan adalah : 1. Lightning Arrester adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai pengaman terhadap tegangan surja yang terjadi ketika terjadi sambaran petir.

Pada Distribusi atau JTR.


Proteksi yang digunakan adalah : 1. Fuse Cut Out (FCO) biasanya digunakan pada jaringan distribusi 20 kV untuk proteksi trafo distribusi dari arus lebih akibat hubung singkat, dan juga diletakkan pada percabangan untuk proteksi jaringan. .

Saluran Rumah (APP).


Proteksi yang digunakan adalah : 1. Miniature Circuit Breaker (MCB)Miniature circuite breaker atau MCB merupakan komponen listrik yang bekerja dengan sistem thermal atau panas. Fungsi MCB adalah : 1. Membatasi Penggunaan daya Listrik. 2. Mematikan listrik secara otomatis apabila terjadi hubungan singkat. 3. Membagi daya pada instalasi rumah menjadi beberapa bagian, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik.