Anda di halaman 1dari 6

BAB 3 DESAIN ORGANISASI

Bab ini berisi tentang elemen-elemen kunci sebelum dilakukannya penyusunan struktur organisasi. Elemen-elemen tersebut yaitu (Robbin, 2007):

3.1

Spesialisasi Pekerjaan pesialisasi peker!aan merupakan pembagian tugas-tugas dalam organisasi

ke dalam beberapa peker!aan yang lebi" spesi#ik. pesialisasi ker!a !uga biasa disebut pembagian ker!a (division of labour). $u!uannya agar indi%idu tersebut dapat menguasai kea"lian lain dalam upaya peningkatan output ker!a. ekarang ini kita menggunakan istila" spealisasi ker!a, untuk melakukan se!au" mana tugastugas di organisasi itu di bagi-bagi men!adi se!umla" peker!aan sendiri. &nti dari spesialisasi adala" ba"'a keseluru"an peker!aan tidak di ker!akan ole" satu orang tapi dipeca" men!adi beberapa langka" dan setiap langka" di selesaikan ole" orang yang berbeda. (arya'an indi%idual dispesialisasikan untuk melakukan sebagian akti#itas bukannya keseluru"an akti%itas peker!aan.

3.2

Departementalisasi )epartementalisasi merupakan dasar yang dipakai untuk menggelopokkan

peker!aan secara bersama-sama. )epartementalisasi dapat berupa proses, produk, geogra#is, dan pelanggan. *ima bentuk umum departementalisasi +. )epartementalisasi #ungsional : mengelompokkan peker!aan berdasarkan #ungsi yang di lakukan. ,endekatan itu dapat dilakukan dalam semua !enis organisasi, 'alaupun #ungsi-#ungsinya beruba" dalam rangka mencerminkan tu!uan dan kegiatan ker!a organisasi

2. )epartementalisasi produk : mengelompokkan peker!aan berdasarkan lini produk.dalam pendekatan ini, tiap bidang produk utama di tempatkan di ba'a" 'e'enang mana!er yang a"li dalam bidang itu dan bertanggung !a'ab atas segala sesuatu yang "arus di lakukan ter"adap lini produk itu. -. )epartementalisasi geogra#is : mengelompokkan peker!aan berdasarkan berdasarkan 'ilaya" atau geogra#is . .. )epartementalisasi proses : mengelompokkan peker!aan berdasarkan arus produk atau pelanggan , dalam pendekatan ini , kegiatan "arus mengikuti arus pemrosesan alami produk atau ba"kan pelanggan /. )epartementalisasi pelanggan : mengelompokkan peker!aan berdasarkan kelompok pelanggan yang mempunyai kebutu"an atau masala" bersaing yang dapat sangat baik di penu"idengan mempunyai tenaga spesialis pada masing-masing pelanggan itu.

Gambar

3.1

Bagan

0rganisasi

)epartementalisasi

1ungsional

("ttp:22..bp.blogspot.com23-4RR356Bb7&2$07o (&l8!&299999999 9B:2&l6it;17pE42s+<002B9=9>30R=9>& 9 &3&>RR.!pg)

3.3

Rantai Koman o Rantai komando menggambarkan garis 'e'enang tanpa putus yang

membentang dari puncak organisasi ke bagian yang paling ba'a" serta men!elaskan siapa yang bertanggung !a'ab ter"adap siapa. 4ekanisme rantai komando dan tanggung!a'ab renteng didalam pelaksanaan tugas kelembagaan adala" konsekuensi logis dari pembentukan rentang kendali yang pan!ang di dalam suatu organisasi besar seperti negara, yang mendapat ke'enangan dari rakyatnya untuk secara proakti# dan responsi# men!alankan tugas-tugas kepemerinta"annya. emakin besar ukuran dan kema!uan negara tersebut, semakin menggurita (pan!ang dan rumit) rentang kendali serta segala aturan organisasinya, dan semakin pula dituntut kemampuan semua mata rantai untuk patu" men!alankan apa-apa yang tela" men!adi tugasnya. $idak e#ekti#nya pelaksanaan mekanisme tersebut sering dikonotasikan sala" sebagai ?birokrasi@.

Gambar 3.2 Bagan 0rganisasi Rantai (omando ("ttp:22dc-+2..s"ared.com2doc2l a&r;A32pre%ie'."tml)

3.!

Rantai Ken ali Rantai kendali merupakan !umla" ba'a"an yang dapat diara"kan

ole"seorang manager secara e#isien dan e#ekti#. Rentang mana!emen atau rentang kendali adala" kemampuan mana!er untuk melakukan koordinasi secara e#ekti# yang sebagian besar tergantung !umla" ba'a"an yang melapor kepadanya. ,rinsip rentang mana!emen berkaitan dengan !umla" ba'a"an yang dapat dikendalikan secara e#ekti# ole" seorang mana!er. Ba'a"an yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula !umla" ba'a"an yang terlalu sedikit !uga kurang baik.

3."

Sentralisasi an Desentralisasi entralisasi mengacu pada se!au" mana tingkat pengambilan keputusan

terkonsentrasi pada satu titik dalam organisasi. edangkan desentralisasi adala" kebalikan dari sentralisasi. entralisasi banyak digunakan pada pemerinta"an lama di &ndonesia sebelum adanya otonomi daera". (elema"an dari sistem sentralisasi adala" di mana seluru" keputusan dan kebi!akan di daera" di"asilkan ole" orang-orang yang berada di pemerinta" pusat, se"ingga 'aktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu men!adi lama. (elebi"an sistem ini adala" di mana pemerinta" pusat tidak "arus pusing-pusing pada permasala"an yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena selulu" keputusan dan kebi!akan dikoordinir seluru"nya ole" pemerinta" pusat. )esentralisasi adala" pendelegasian 'e'enang dalam membuat keputusan dan kebi!akan kepada mana!er atau orang-orang yang berada pada le%el ba'a" dalam suatu struktur organisasi. ,ada saat sekarang ini banyak perusa"aan atau organisasi yang memili" serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan e#ekti#itas dan produkti#itas suatu organisasi.

>amun kelema"an dari sistem desentralisasi pada otonomi k"usus untuk daera" adala" eu#oria yang berlebi"an di mana 'e'enang tersebut "anya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Bal tersebut ter!adi karena sulit untuk dikontrol ole" pemerinta" di tingkat pusat.

Gambar 3.3 Bagan 0rganisasi entralisasi ("ttp:22ke%inspired.blogspot.com220+22072asas-sentralisasi-dandesentralisasi."tml)

Gambar 3.! Bagan 0rganisasi entralisasi ("ttp:22ke%inspired.blogspot.com220+22072asas-sentralisasi-dandesentralisasi."tml)

3.#

$ormalisasi

4enurut Bedelan C 6ammuto (+AA+:+2A) #ormalisasi mengacu pada suatu tingkat yang ter"adapnya peker!aan di dalam organisasi itu dibakukan. 9tau menun!ukkan tingginya standarisasi atau pembakuan tugas-tugas maupun !abatan dalam suatu organisasi. (riteria dari #ormalisasi adala" !ika dera!at #ormalisasinya tinggi maka pemegang peker!aan "anya memiliki sedikit kebebasan mengenai apa yang "arus diker!akan, dan bagaimana ia "arus melakukannya dan perilaku ba'a"an dalam suatu organisasi akan semakin teratur. 9pabila dera!at #ormalisasinya renda" maka perilaku ker!a relati# tidak terpogram dan peker!a memiliki dera!at kebebasan yang tinggi guna melakukan impro%isasi dalam menyelesaikan peker!aannya. ,erbedaan pemberlakuan #ormalisasi disetiap organisasi berbeda-beda bisa dikarenakan struktur organisasinya atau situasi dan kondisi lingkungan organisasi. Bagi organisasi yang menggunakan struktur birokrasi, semakin tinggi dera!at #ormalisasinya maka akan semakin baik dikarenakan karya'an atau pega'ai di"aruskan untuk selalu menger!akan suatu peker!aan dengan cara dan metode yang sama seperti sebelumnya dan akan meng"asilkan "asil peker!aan yang konsisten dan seragam. >amun bagi organisasi yang bukan birokrasi akan dera!at #ormalisasi yang renda" akan sangat membantu dalam "al pengembangan ino%asi dan alternati# cara penyelesaian ter"adap sebua" peker!aan.

Gambar 3." Bagan 0rganisasi 1ormalisasi ("ttp:22kikikecilitsme.blogspot.com220++20/2struktur-organisasi."tml)