Anda di halaman 1dari 39

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA NATAR

LAMPUNG SELATAN

disusun oleh : CINDY RIANILDA 08310050

A. LATAR BELAKANG
Menurut perkiraan dari United States Bureau of Census 1993, populasi usia lanjut di Indonesia diproyeksikan pada tahun 1990 2023 akan naik 414 %, suatu angka tertinggi di seluruh dunia dan pada tahun 2020, Indonesia akan menempati urutan keempat jumlah usia lanjut paling banyak sesudah Cina, India, dan Amerika.

Meningkatnya jumlah lansia maka membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia itu mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi, maupun mentalnya

Pada usia lanjut sering mengalami ketidak mampuan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungannya sehingga banyak keluarga yang merasa kerepotan untuk mengurus orang tuanya, atau terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-harinya sehingga banyak dari mereka yang menitipkan orang tuanya ke panti werdha.

Hal ini tidak sepenuhya dapat diterima oleh orang tua yang dapat menyebabkan tekanan batin yang berdampak depresi.
Oleh karena itu depresi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan yang merupakan gangguan psikiatri yang paling banyak terjadi pada lansia

Depresi merupakan problem kesehatan masyarakat yang cukup serius. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa depresi berada pada urutan ke-empat penyakit di dunia. Sekitar 20% wanita dan 12% pria, pada suatu waktu dalam kehidupannya pernah mengalami depresi.

Menurut WHO tahun 2020 nanti depresi akan menjadi salah satu penyakit mental yang banyak dialami dan depresi berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung. Depresi merupakan gangguan psikologis yang paling umum terjadi pada tahun-tahun terakhir kehidupan Individu.

B. Rumusan Masalah
Apakah terdapat hubungan antara faktor risiko dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum Mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan?

Tujuan Khusus Mengetahui hubungan faktor jenis kelamin dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Mengetahui hubungan faktor usia dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Mengetahui hubungan faktor penyakit fisik lansia dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan.

Mengetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Mengetahui hubungan status perkawinan dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Mengetahui hubungan letak geografis rumah lansia terdahulu dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan.

D. Manfaat Penelitian
Bagi Peneliti Bagi Perkembangan ilmu pengetahuan Bagi Institusi pendidikan Bagi Penelitian selanjutnya

E. Ruang Lingkup
Jenis penelitian yang digunakan penelitian cross sectional dengan subjek penelitian adalah lansia yang depresi bertempat tinggal di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan tahun 2012. dalam penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik

Bab II Tinjauan Pustaka


DEPRESI Definisi
Definisi depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan

Etiologi Faktor Genetik Faktor Psikologi Kepribadian Pola Pikir Harga diri Stres Faktor Risiko Jenis Kelamin Usia Penyakit fisik Lingkungan Keluarga Status Perkawinan Asal tempat tinggal

Jenis Kelamin
Data yang dihimpun oleh World Bank menyebutkan prevalensi terjadinya depresi sekitar 30% terjadi pada wanita dan 12,6% dialami oleh pria. Adanya depresi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon pada wanita menambah tingginya prevalensi depresi pada wanita, misalnya adanya depresi prahaid, postpartum dan postmenopause.

Usia
Depresi lebih sering terjadi pada usia muda. Umur rata-rata awitan antara 20-40 tahun. Faktor sosial sering menempatkan seseorang yang berusia muda pada risiko tinggi. Walaupun demikian, depresi juga dapat dapat terjadi pada anak-anak dan lanjut usia sekitar 1-5%.

Penyakit fisik
Pada individu lanjut usia penyakit fisik adalah penyebab yang paling umum terjadinya depresi. Ketidaknyamanan, ketidakmampuan, ketergantungan dan ketidakamanan dapat membuat seseorang cenderung menjadi depresi. Orang yang sakit keras jadi rentan terhadap depresi saat mereka dipaksa dalam posisi di mana mereka tidak berdaya atau karena energy yang mereka perlukan untuk melawan depresi sudah habis untuk penyakit jangka panjang.

Lingkungan keluarga
Individu yang kehilangan ibu atau kerabat mereka ketika muda memiliki risiko lebih besar terserang depresi. Depresi lebih sering pada orang yang tinggal sendiri bila dibandingkan dengan yang tinggal bersama kerabat lain.

Status perceraian
Satus perceraian menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita depresi. Asal tempat tinggal Penduduk kota lebih sering menderita depresi dibandingkan dengan penduduk desa.

Akibat yang ditimbulkan oleh depresi


Bunuh diri Gangguan tidur Gangguan dalam hubungan Gangguan dalam pekerjaan Gangguan pola makan Gangguan Perilaku

Lansia
Lanjut usia (lansia) menurut UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 1 ayat 2 adalah seseorang yang telah mencapai usia enam puluh tahun ke atas.

Menurut WHO, lanjut usia dikelompokkan menjadi :


Usia pertengahan (Middle age): kelompok usia 45-59 tahun Lanjut Usia (Ederly) : antara 60 dan 74 tahun Lanjut usia tua (Old) : antara 75 dan 90 tahun Usia sangat tua (Very old) : diatas 90 tahun

Kerangka teori

Kerangka konsep

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik, mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena antara faktor risiko dengan faktor efek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan.

B. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dilakukan pada bulan Juli tahun 2012 sampai dengan selesai.

C. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian menggunakan crosssectional karena hanya satu kali pengambilan data dalam waktu yang sama.

Subyek Penelitian Populasi Populasi target adalah seluruh lansia yang depresi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha sebanyak 43 lansia.

Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 lansia, 30 perempuan dan 13 laki-laki. diambil dari seluruh jumlah populasi, teknik ini dikenal sebagai teknik sensus. Teknik ini mempunyai kelebihan yaitu dapat menghilangkan kesalahan dalam penarikan sampel serta menyediakan data tentang semua individu dalam suatu populasi tertentu. Keuntungan dalam menggunakan teknik ini ialah peneliti dapat memperoleh tingkat ketepatan yang tinggi

Cara Pengambilan Sampel Cara pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling purposive, pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya pada populasi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan

Kriteria Inklusi :
Lansia yang tinggal di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Umur 60 thn Terdiagnosis depresi

Bersedia diwawancarai

Kriteria Ekslusi : Bukan warga yang tinggal di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Umur 60 thn Tidak depresi Tidak bersedia diwawancarai

Variabel Penelitian Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah hubungan antara faktor risiko dengan kejadian depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Wedha Natar Lampung Selatan.

Deffinisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Faktor Resiko

Faktor risiko yang mempengaruhi depresi meliputi a. Jenis kelamin a. Umur b. Penyakit fisik c. Lingkungan keluarga d. Status perkawinan e. letak geografis

Kuesioner

Wawancara

a. 0 = pria 1. = wanita b. 0 = 60 thn


1 = 60 thn c. 0 = tdak terdapat penyakit fisik yang berat baik akut atau kronis (stroke, cardiovascular, gastrointestinal, penyakit fisik yang memberatkan lainnya) 1 = terdapat penyakit fisik yang berat baik akut atau kronis(stroke, cardiovascular, gastrointestinal, penyakit fisik yang memberatkan lainnya) 1 = di kota

nominal

d. 0 =memiliki keluarga atau kerabat dekat 1 = tidak memiliki keluarga atau kerabat dekat e. 0 = menikah 1 = tidak menikah/bercerai/m eninggal f. 0 = di desa 1 = di kota

Pengumpulan Data Alat Pengumpulan Data Dalam penelitian ini digunaan teknik wawancara terpimpin (structured interview), Cara Pengumpulan Data Cara pengumpulan data penelitian ini adalah pencatatan dengan field rating,

Pengolahan Data 1. Editing 2. Codding 3. Entry 4. Cleaning

Urutan kerja Tahap persiapan Tahap Penatalaksanaan penelitian Tahap pengolahan dan analisis data

Analisis data 1.bevariate 2.Che-square test