Anda di halaman 1dari 37

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahan-bahan pencemar yang dibuang ke laut diklasifikasikan atas senyawa konservatif (senyawa yang sukar terurai) dan senyawa non konservatif (senyawa yang mudah terurai di perairan). olutan yang masuk ke perairan laut seringkali mengandung senyawa konservatif dan non-konservatif! salah satu diantaranya adalah polutan minyak. Minyak merupakan polutan yang memiliki potensi besar mencemari air laut. encemaran minyak merupakan penyebab utama pencemaran laut yang dapat membahayakan ekosistem laut karena laut dan biota perairan sangat rentan terhadap minyak (Mukhtasor "##$). 1.2 Permasalahan ermasalahan yang muncul adalah bagaimana menyelesaikan limbah tumpahan minyak di laut yang kadang kala ter%adi. Melihat dampak yang ditimbulkan oleh tersebut sangat merugikan. Baik secara materi maupun non materi. 1.3 Tujuan &dapun tu%uan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut' (. ". *. Memahami fakta mengenai limbah tumpahan minyak bumi. Mempela%ari satu contoh kasus)fakta yang ter%adi dan bagaimana pemerintah yang bersangkutan memberikan solusi. Mengetahui solusi terbaik dari kasus yang ada.

1.4 Man aat Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang limbah tumpahan minyak di laut dan bagaimana solusinya. (

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB II DA!A" TE#"I 2.1 $arakter%st%k M%n&ak '% Pera%ran Minyak adalah istilah umum yang digunakan untuk menyatakan produk petroleum yang komposisi utamanya terdiri dari hidrokarbon. Minyak bumi merupakan campuran yang sangat kompleks dari hidrokarbon-hidrokarbon organik (sel-sel dan %aringan hewan dan tumbuhan) yang tertimbun selama %utaan tahun yang lalu di dalam tanah baik di daerah daratan maupun di daerah lepas pantai (Mukhtasor "##$). Minyak mentah (crude oil) yang baru keluar dari sumur eksplorasi mengandung bermacam-macam +at kimia yang berbeda baik dalam bentuk gas! cair maupun padatan. Lebih dari separoh (,#--./) dari +at-+at tersebut adalah merupakan hidrokarbon. 0enyawa utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah alifatik! alisiklik dan aromatik (0upriharyono "###). 1omponen hidrokarbon aromatik %umlahnya relatif kecil dibandingkan dengan komponen hidrokarbon lainnya yaitu berkisar "23 /. 1omponen hidrokarbon aromatik yang paling sederhana adalah ben+en. 0ecara umum senyawa aromatik bersifat mudah menguap (folatil) dan lebih beracun dari senyawa lainnya (4armono "##(). enyebaran minyak yang masuk ke perairan tergantung pada %umlah! karakteristik dan tipe minyak! kondisi cuaca! gelombang! arus dan %ika minyak tertinggal di laut atau terbawa ke darat. olutan yang berasal dari minyak bumi (petroleum hydrocarbon) telah memperoleh perhatian yang sangat besar secara internasional! politik dan keilmuan apabila mencemari perairan. 5al ini disebabkan karena pengaruh minyak terhadap ekosistem perairan mampu menurunkan kualitas air laut (Mukhtasor "##$). 2.1.1 $arakter%st%k (%s%ka M%n&ak 1arakteristik fisik minyak yang mempengaruhi prilaku minyak di laut yang penting adalah densitas! viskositas! titik ubah (pour point) dan kelarutan air. "

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

a. Dens%tas 4ensitas diekspresikan sebagai specific gravity dan &merican etroleum 6nstitute (& 6) gravity. 0pecific gravity adalah rasio berat massa minyak dan berat massa air pada temperature tertentu. & 6 gravity dinyatakan dalam angka (#7 pada air murni (#78. Minyak mentah mempunyai specific gravity pada kisaran #!$--(!##. 4ensitas minyak memegang peranan penting untuk memprediksi prilaku minyak di perairan (B Migas "##"). ). *%sk+s%tas 9iskositas adalah sifat yang menun%ukkan ketahanan dalam perubahan bentuk dan pergerakan. 9iskositas rendah berarti mudah mengalir. :aktor viskositas adalah komposisi minyak dan temperature. 9iskositas ini penting untuk memprediksi penyebaran minyak di air. ,. T%t%k u)ah Titik ubah adalah tingkatan suhu yang mengubah minyak men%adi memadat atau berhenti mengalir. Titik ubah minyak mentah berkisar 2,$78 hingga *"78. Tititk ubah ini %uga penting untuk prediksi prilaku minyak di perairan. '. $elarutan 1elarutan minyak dalam air adalah rendah sekitar *# mg)L dan tergantung kepada komposisi kimia dan suhu. Besaran kelarutan itu dicapai oleh minyak aromatis dengan berat molekul kecil seperti ben+ena! toluena! ethylben+ena! dan ;ylena (BT<=). 0ifat kelarutan ini penting untuk prediksi prilaku minyak di air! proses bioremediasi! dan ekotoksisitas minyak (>&0 (-.,). 2.1.2 $+m-+s%s% M%n&ak Minyak adalah suatu campuran yang sangat kompleks yang terutama terdiri dari senyawa-senyawa hidrokarbon!yaitu senyawa-senyawa organik yang

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

setiap molekulnya hanya mempunyai unsur karbon dan hidrogen sa%a. 1omposisi kimia minyak mentah berbeda dengan minyak hasil olahan. 1. M%n&ak mentah Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut %uga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat dibedakan atas' a. M%n&ak mentah r%ngan (light crude oil)! mengandung kadar logam dan belerang rendah! berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah). ). M%n&ak mentah )erat (heavy crude oil)! mengandung kadar logam dan belerang tinggi! memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh. Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena! alkuna! siklo-alkana! aromatik! dan senyawa anorganik. Minyak mentah mengandung sekitar ,#2-. / senyawa hidrokarbon dan sisanya merupakan senyawa non-hidrokarbon (sulfur!nitrogen! o;igen! dan beberapa logam berat seperti 9! >i dan 8u). &ir dan garam hampir selalu terdapat dalam minyak bumi dalam keadaan terdispersi. Bahan-bahan bukan hidrokarbon ini biasanya dianggap sebagai kotoran karena pada umumnya akan memberikan gangguan dalam proses pengolahan minyak dalam kilang dan mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Berdasarkan (?yabinin (--.). a. H%'r+kar)+n jenuh (saturated hydrocarbons) 5idrokarbon %enuh adalah kelompok minyak yang dicirikan dengan adanya rantai atom karbon (bercabang atau tidak bercabang atau membentuk siklik) berikatan dengan atom hidrogen! dan merupakan rantai atom %enuh. 5idrokarbon %enuh meliputi senyawa alkana dengan struktur 8n5"n@" (aliphatis) 3 kelarutannya dalam pelarut organik! minyak dapat diklasifikasikan atas hidrokarbon %enuh! 5idrokarbon aromatis! dan resin

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

dan 8n5"n (alicyclis)! dimana n A 3#. 5idrokarbon %enuh merupakan kandungan terbanyak dalam minyak mentah! termasuk dalam kelompok ini adalah golongan alkana (paraffin)! yang mewakili (#-3# / komposisi minyak mentah. ). H%'r+kar)+n ar+mat%s 5idrokarbon aromatis meliputi monocyclis aromatis ben+ene! toluene! etil toluene dan ;ilena (BT<=) dan polisik aromatis hidrokarbons ( &5s) yang meliputi naphthalene! anthracene! dan phenanthrene (B M6B&0 "##"). 0enyawa aromatik ini merupakan komponen minyak mentah yang paling beracun! dan bisa memberi dampak kronik (menahun! ber%angka lama) dan karsinogenik (menyebabkan kanker). 5ampir kebanyakan aromatik bermassa rendah (low-weight aromatics)! dapat larut dalam air sehingga meningkatkan bioavaibilitas yang dapat menyebabkan terpaparnya organisma didalam matrik tanah ataupun pada badan air. Cumlah relatif hidrokarbon aromatis didalam mnyak mentah bervariasi dari (#-*# / (0yakti "##3). ,. "es%n 'an as-al 1omponen penyusun minyak tersebut %uga terdiri atas aspal (asphalt) dan resin dengan komposisi ,-"# / yang merupakan komponen berat dengan struktur kimia yang kompleks berupa senyawa siklik aromatik dengan lebih dari lima cincin aromatik dan napthenoaromatik dengan gugus-gugus fungsional sehingga senyawa-senyawa tersebut memiliki polaritas yang tinggi. ?esin merupakan senyawa polar yang mengandung senyawa nitrogen! sulfur! oksigen (pyridines dan thiophenes)! sehingga disebut pula sebagai senyawa >0D. &spal adalah senyawa dengan berat molekul besar dan pada umumnya mengandung logam berat nikel! vanadium! dan besi. &spal sukar larut dalam air dan mempunyai sifat fisik padat (B Migas "##"). 2. M%n&ak has%l +lahan .m%n&ak/ Minyak hasil olahan seperti gasolin! kerosen dan minyak %ett adalah produk olahan minyak mentah melalui proses catalitic cracking dan fractional ,

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

distilation. 4istilation adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu E*$#78. 5asil olahan berupa minyak mempunyai sifat fisik kimia yang berbeda dengan minyak mentah. 0enyawa baru dapat muncul dalam minyak olahan yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak mentah. Minyak hasil olahan mempunyai kandungan senyawa hidrokarbon tak %enuh seperti olefins (alkena dan cycloalkena) dari proses catalytic cracking. 1andungan olefins dapat mencapai *#/ dalam gasoline dan sekitar (/ dalam %et fuel (>&0 (-.,). 0ecara umum toksisitas minyak mentah meningkat dengan meman%angnya rantai hidrokarbon. 0elan%utnya hidrokarbon aromatik lebih toksik apabila dibandingkan dengan sikloalkana dan alkana. 0elain hidrokarbon! minyak bumi %uga mengandung senyawa lain seperti nitrogen dengan kisaran #!#-#!-/! belerang #!#-(/! dan oksigen #!#-"/ (>eff (-$F). 0emua minyak mentah dan produk minyak kilang lainnya beracun terhadap organisme laut. <fek lethal semakin menurun dengan meningkatnya lama waktu. ada tahap %entik dan larva efek lethalnya terhadap minyak ter%adi pada konsentrasi #!(-(!# mg)l dan organisme dewasa ter%adi pada kisaran (!#-(# mg)l (Bishop G aul (-.*). :raksi minyak bumi yang tidak larut dapat menyebabkan kerusakan karena dapat menempel pada organisme dan menyebabkan organisme tersebut matilemas. 0elain itu! minyak %uga dapat menyebabkan terkontaminasinya organisme perairan yang biasanya dikonsumsi. 5idrokarbon aromatik pada titik didih rendah seperti ben+ena! toluena! ;ilena! nafthalena dan phenantrena merupakan fraksi yang paling toksik dan penyebab utama kematian organisme (B Migas "##"). 0enyawa hidrokarbon yang terdapat dalam minyak bumi seperti ben+ena! toluena! etil ben+ena dan isomer ;ilena (BT<=) mempunyai sifat mutagenik dan karsinogenik pada manusia. 0enyawa ini sulit mengalami perobakan di alam sehingga akan mengalami proses akumulasi pada rantai makanan (biomagnifikasi) pada ikan maupun biota laut lainnya (Mukhtasor "##$). F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

2.1.3 Pr%laku M%n&ak '% Pera%ran ada saat ter%adi pencemaran minyak di perairan! minyak akan mengalami serangkaian perubahan atas sifat fisik dan kimiawi. 0ebagian perubahan tersebut mengarah pada hilangnya beberapa fraksi minyak dari permukaan laut! sementara perubahan lainnya berlangung dengan masih terdapatnya bagian material minyak di permukaan laut. Meskipun sebahagian minyak tersebut terurai oleh lingkungan laut! namun waktu yang dibutuhkan untuk proses penguraian itu tergantung pada karakteristik fisika dan kimiawi minyak dan proses penguraiannya secara alamiah. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi perubahan sifat minyak adalah' a. 1araterisik fisika minyak (densitas! viskositas! dan kelarutannya). b. 1omposisi dan karakteristik kimia minyak. c. 1ondisi sinar matahari (fotooksidasi)! kondisi oseanografi dan suhu udara. d. 1arakteristik air laut (p5! arus! suhu! keberadaan bakteri! nutrien! dan oksigen terlaut). ada saat minyak masuk ke lingkungan laut sebagai pencemar! minyak segera mengalami perubahan fisik dan kimia melalui proses penyebaran (spreading)! penguapan (evaporation)! dispersi (dispersion) emulsifikasi (emulsification)! pelarutan (dissolution)! oksidasi (o;idation) dan sedimentasi (sedimentation) dan penguraian secara biologis (biodegredation). 0emua proses ini merupakan proses pelapukan (weathering) yang menguraikan komponen minyak di perairan (6 6<8& "##(). roses penyebaran minyak akan menyebabkan lapisan men%adi lebih tipis serta tingkat penguapan meningkat. 5ilangnya sebahagian material yang volatilmenyebabkan minyak lebih padat! berat dan tenggelam (B&D "##$). rilaku minyak di perairan tersebut diuraikan sebagai berikut. a. Pen&e)aran (spreading) ada saat masuk ke perairan laut! minyak akan tersebar ke seluruh permukaan laut dalam satu lapisan. 1ecepatan penyebarannya tergantung pada tingkat viskositas minyak. Minyak yang viskositasnya rendah dan berbentuk cair $

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

akan menyebar lebih cepat dari minyak yang viskositasnya tinggi. Lapisan minyak ini akan menyebar dengan cepat dan menutupi wilayah permukaan laut. enyebaran minyak tersebut pada umumnya tidak merata. 0etelah beberapa %am! lapisan tersebut akan pecah dan karena pengaruh angin! aksi gelombang dan turbulensi air laut! akan membentuk buih tipis. Tingkat penyebaran minyak %uga ditentukan oleh kondisi fisik perairan seperti temperatur! arus laut! pengaruh pasang dan kecepatan angin (?eed et al. (---). Belombang dan turbulensi di permukaan laut dapat mengakibatkan seluruhnya atau sebagian dari lapisan minyak pecah men%adi beberapa bagian dan tetesan yang ukurannya bervariasi. 6ni akan tercampur ke dalam lapisan atas pada kolom air. Beberapa dari tetesan yang lebih kecil akan tertinggal dan tersuspensi pada air laut sementara tetesan yang lebih besar akan cenderung naik ke permukaan! dimana tetesan-tetesan ini kemungkinan tidak bergabung dengan tetesan lain dan membentuk lapisan atau tersebar membentuk lapisan tipis (>DD& "##"). enyebaran ini merupakan proses terpenting selama awal ekspose minyak dalam air. biodegradasi. ). Pengua-an (evaporation) roses penguapan adalah mekanisme utama hilangnya sebahagian fraksi minyak dari permukaan laut. La%u dan %angkauan proses penguapan banyak tergantung pada proporsi fraksi bertitik-didih rendah dari lapisan minyak yang tumpah. roses penguapan %uga bergantung pada proses penyebaran awal yang telah berlangsung! sebab makin luas dan tipis ketebalan tutupan daerah penyebaran minyak! makin cepat fraksi minyak ringan untuk menguap. :aktor lingkungan yang mempengaruhi penguapan minyak adalah angin! gelombang air dan suhu. roses penguapan menyebabkan minyak yang mengalami peningkatan densitas dan viskositas (Mangkoedihard%o "##,). Minyak ringan seperti bensin dapat menguap hingga -# / dari total volumenya selama dua hari! sedangkan . roses ini akan memperluas sebaran minyak sehingga meningkatkan perpindahan massa melalui proses evaporasi! pelarutan dan

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

minyak mentah ringan dapat menguap hingga 3#/. 0ebaliknya minyak mentah berat (residu) melepaskan tidak lebih dari (#/ dari volume awalnya beberapa hari setelah ter%adi pencemaran minyak. enguapan senyawa alkana (H 8(,) dan aromatik berlangsung ( 2 (# hari (=ueIing et al. "##(). ,. D%s-ers% (dispertion) 4ispersi adalah mekanisme fraksinasi dari lapisan minyak menyebar dalam bentuk gumpalan (droplet) dan pergerakannya di dalam badan air dapat secara vertikal dan hori+ontal. 4ispersi vertikal berkaitan dengan pergerakan droplet yang memiliki dimensi kurang dari (## Jm. :enomena ini lebih dianggap sebagai pergerakan polutan dari satu tempat ketempat lain dan bukan sebagai mekanisme degradasi. :ormasi gumpalan minyak ukuran kecil secara signifikan mampu meningkatkan kontak antara air laut dan minyak dan penguraian minyak oleh mikroorganisme akan semakin besar. Bumpalan minyak akan menyebar melalui lapisan atas air laut dan akan terapung kembali ke permukaan laut tergantung pada densitas dan ukuran gumpalan minyak tersebut (0yakti "##3).

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Bambar ".( &ktivitas 0urfactan dan dispersi minyak men%adi droplet (6 6<8& "##() '. Emuls% %kas% (emulsification) <mulsifikasi adalah proses perubahan status butiran minyak dalam air men%adi butiran air dalam minyak. Berakan gelombang menyebabkan lapisan permukaan minyak bergerak ke bagian atas permukaan air sehingga menyebabkan formasi minyak yang tidak larut dalam air akan teremulsi dengan cepat. <mulsi mampu mengubah karakteristik minyak secara signifikan. <mulsi yang stabil mengandung F,-.# / air. <mulsi perangkap air dapat meningkatkan volume minyak men%adi *-, kali lebih besar (Mukhtasor "##$). e. Pelarutan (dissolution) roses pelarutan berperan penting bagi proses biodegradasi minyak di perairan. 1ecepatan pelarutan dipengaruhi oleh komposisi kimiawi hidrokarbon minyak bumi! luasan penyebaran! dan kondisi hidrooseanografi perairan (arus! angin dan gelombang) dan viskositasnya. 0enyawa aromatik dengan beratmolekul kecil seperti ben+ena dan toluena lebih mudah larut dalam air dibanding senyawa minyak yang berberat molekul besar (>&0 (-.,). 1elarutan berbagai %enis hidrokarbon minyak di dalam air dapat dilihat pada Tabel di bawah ini '

(#

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Berdasarkan Tabel diatas! senyawa aromatis memiliki kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa alkana. Ben+ena memiliki kelarutan yang lebih tinggi! kemudian diikuti oleh toluene! ethylben+ena! ;ylena dan naphtalena. ada umumnya makin berat molekul dari senyawa hidrokarbon minyak semakin kecil kelarutannya dalam air. . #ks%'as% roses oksidasi mampu mengubah minyak men%adi senyawa-senyawa baru berdasarkan kemampuan oksidasinya. ada proses ini! hidrokarbon dapat teroksidasi men%adi alkohol! keton dan asam-asam organik. 5asil oksidasi merupakan senyawa yang lebih mampu larut dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon sebelumnya. Dksidasi minyak mentah dapat ter%adi melalui dua proses yaitu foto-oksidasi dan mikrobial-oksidasi. 0aat minyak di perairan terkena sinar matahari melalui bantuan oksigen maka ter%adilah fotooksidasi dan diikuti dengan oksidasi mikrobial secara aerob. 5al yang mempengaruhi fotooksidasi adalah spektrum dan intensitas cahaya matahari! serta karakteristik permukaan air. ?adiasi matahari yang sampai ke lapisan minyak dapat meningkatkan proses oksidasi (photo-o;idation)! namun la%u penguraian ini tidak lebih dari #.(/ per hari meskipun dibawah intensitas sinar matahari yang tinggi. 4isamping itu! aksi gelombang yang dapat mengakibatkan pecahnya minyak men%adi komponenkomponen kecil dapat mempercepat proses oksidasi! karena luas bidang kontak antara minyak dan oksigen semakin besar roses oksidasi akan sukar berlangsung pada komponen minyak yang tebal dan berviskositas tinggi. roses oksidasi cenderung ber%alan lambat sehingga minyak dapat membentuk formasi yang persistant (sukar terurai) karena formasi komponen minyak dengan berat molekul tinggi dapat menghasilkan lapisan pelindung pada permukaan gumpalan minyak. 1omponen ini cenderung mengalami proses sedimentasi karena berat %enisnya lebih tinggi dari air laut (Mukhtasor "##$). g. !e'%mentas% (sedimentation)

((

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

0edimentasi merupakan proses perubahan minyak men%adi sedimen tersuspensi yang akhirnya akan tinggal di kolom air dan terakumulasi pada dasar perairan. 0inking merupakan mekanisme dimana minyak yang berat %enisnya lebih besar dari air akan pindah ke lapisan bawah secara alami karena gaya gravitasi. 0edimentasi memerlukan mekanisme proses untuk merubah minyak men%adi sedimen. roses sedimentasi minyak lebih cenderung berlangsung melalui rantai makanan dan terdeposit pada dasar laut bersama kotoran buangan organisme laut. 0alah satu mekanisme yang ter%adi adalah penyebaran butiran minyak ke kolom perairan oleh +ooplankton dan tenggelam ke dasar perairan (Lee et al. "##,). . Pengura%an se,ara )%+l+g% (biodegredation) Biodegradasi adalah proses penguraian minyak oleh mikro-organisme pada permukaan kontak minyak dengan air yang berlangsung pada beberapa komponen minyak. roses biodegradasi merupakan proses perpindahan massa dari media lingkungan ke dalam massa mikroba (men%adi bentuk terikat dalam massa mikroba) sehingga minyak hilang dari perairan. Menurut 0yakti ("##-)! kemampuan mikroorganisme mendegradasi minyak berbeda-beda dengan kecenderungan urutannya adalah senyawa n-alkana (hidrokarbon %enuh)! aromatik (ben+ena! naftalena! dan fenantrena)! hidrokarbon %enuh bercabang (isoprenoid)! dan porhyrin. 5asil proses biodegradasi umumnya adalah karbondioksida dan metana yang kurang berbahaya dibandingkan minyak pada besaran konsentrasi yang sama. Mikroba yang mampu menguraikan minyak tersedia di dalam air yang terdiri atas berbagai %enis bakteri! ragi dan fungi. Bakteri terpenting adalah &chromobacter! &cinetobacter! &lcaligenes! &rthrobacter! Bacillus! Brevibacterium! 8ornybacterium! :lavobacterium! >ocardia! seudomonas! 9ibrio. Cenis ragi dan fungi yang mampu menguraikan minyak adalah &spergillus! 8andida! 8ladosporium! 0porobolomyces! Trichoderma. enicillium! ?hodotorula!

("

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Menurut 0hin ("##()! efektivitas bioremediasi ditentukan oleh kondisi faktor suhu! %umlah oksigen! nutrien p5 dan salinitas. ada suhu rendah viskositas minyak meningkat dan volatilitas senyawa toksik menurun sehingga akan menghambat proses bioremediasi. 5idrokarbon rantai pendek alkana lebih mudah larut pada suhu rendah! sebaliknya pada suhu tinggi! senyawa aromatis lebih mudah larut. 0ecara umum la%u biodegradasi umumnya meningkat dengan peningkatan suhu sampai batas tertentu. La%u biodegradasi minyak tertinggi di laut dapat dicapai pada suhu (, - "#78 (Mangkoedihard%o "##,). 1etersediaan oksigen memegang peranan penting dalam proses biodegradasi hidrokarbon %enuh dan aromatik (BT<=). &5s dan alkanes dapat terdegradasi pada kondisi anaerob (=ueIing et al. "##(). ada saat ter%adi pencemaran minyak di laut! suplai karbon ke dalam air laut meningkat. ada saat itu di perairan ter%adi ketidak seimbangan komposisi nutrient dimana unsur 8 meningkat ta%am sehingga 8)>) men%adi membesar melebihi komposisi normal bagi kebutuhan mikroba. Kntuk mengefektifkan aktifitas mikroba diperlukan penambahan unsur nitrogen (>) dan fospor ( ) agar proporsi 8)>) seimbang. 0ecara teoritis perbandingan unsur 8)>) di perairan adalah (,# mg nitrogen dan *# mg phosphor diperlukan mikroba untuk konversi ( g hidrokarbon men%adi sel baru (Mangkoedihard%o "##,). ada umumnya bakteri heterotrof dan fungi menyukai p5 netral dan fungi masih toleran terhadap p5 rendah. Dleh sebab itu biodegradasi minyak akan lebih cepat berlangsung dengan peningkatan p5 dan kecepatan optimum pada p5 alkalin (Mangkoedihard%o "##,). hidrokarbon akan menurun *.*-"..3/. ada saat ter%adi pencemaran minyak! polutan ini akan pecah dan menyebar ke lingkungan laut selama beberapa waktu. enghamburan ini adalah hasil dari se%umlah proses kimia dan fisik yang menyebabkan berubahnya komposisi minyak. roses tersebut dinamakan pelapukan (weathering). 8ara dimana lapisan minyak pecah dan menyebar yang sangat tergantung pada ketahanan (persisten) minyak tersebut. roduk ringan seperti kerosin cenderung (* erubahan salinitas dapat mempengaruhi biodegradasi melalui perubahan populasi mikroba dan la%u metabolisme

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

terevaporasi! tersebar dengan cepat dan akan hilang secara alami. 0ifat fisika minyak seperti densitas! viskositas! dan titik alir minyak akan mempengaruhi sifat penyebarannya (6 6<8& "##(). roses penyebaran minyak dipengaruhi oleh %umlah dan tipe minyak! kondisi cuaca! arus dan gelombang. Berdasarkan sifatnya beberapa komponen dari minyak bumi tergolong polutan konservatif (sukar terurai) sehingga dapat bertahan lama di perairan sebelum menguap atau teradsorbsi oleh organisme perairan. 5al ini di pengaruhi oleh faktor oseanografi perairan seperti arus! dan gelombang laut. 0irkulasi arus dapat mempercepat penguapan! penyebaran percampuran! penyerapan dan pengendapan minyak (8lark "##*). Banyak kapal-kapal tanker! cargo dan ferry yang melintasi perairan 0elat ?upat yang menyebabkan perairan ini sangat rentan terhadap pencemaran minyak. ropinsi ?iau %uga propinsi penghasil minyak! sehingga elabuhan 4umai telah digunakan sebagai terminal bongkar-muat minyak. Dleh karena itu! di kawasan 0elat ?upat berpotensi ter%adinya pencemaran minyak . 2.2 !um)er Pen,emaran Laut Lingkungan laut merupakan tempat hidupnya berbagai %enis biota laut dan tumbuhan yang sangat beraneka ragam dan harus dilindungi untuk memertahankan ekosistim yang telah ada. 1erusakan lingkungan laut diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak peduli dan akibat pencemaran yang antara lain ' 1. Pen&e)a) Pen,emaran Laut enyebab pencemaran laut dapat berasal dari ' a. Ladang minyak di bawah dasar laut! baik melalui rembesan maupun kesalahan pengeboran pada operasi lepas pantai. b. 1ecelakaan pelayaran seperti kapal kandas! tenggelam dan kapal tanker yang tabrakan. c. embuangan air bilge(air got) dari kapal.

(3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

d. Terminal banker minyak dipelabuhan! dimana minyak dapat tumpah pada waktu memuat)membongkar pengisian bahan bakar. e. Limbah pembuangan refinery! minyak pelumas dan cairan yang mengandung hydrocarbon dari darat. Tumpahan minyak dari kapal ter%adi karena faktor-faktor ' a. $erusakan mekan%s ' L 1erusakan dari sistim peralatan kapal L 1ebocoran lambung kapal L 1erusakan katup-katup hisap atau katup pembuangan kelaut L 1erusakan selang-selang muatan bahan bakar ). $esalahan manus%a ' L 1urang pengetahuan)pengalaman L 1urang perhatian dari personil pada saat pengisian bahan bakar L 1urang ditaatinya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan L 1urangnya pengawasan terhadap pentingnya perlindungan lingkungan laut 2.3 Pengaruh Tum-ahan M%n&ak engaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut ditentukan oleh faktor biologis dan non biologis! yaitu antara lain ' a. T%-e M%n&ak 0ang Tum-ah 0ifat fisika dan kimia bervariasi! sedangkan komponen minyak yang paling beracun adalah fraksi aromatis! yang kebanyakan terdapat dalam minyak ringan hasil penyulingan. Minyak aromatis bersifat volatile (sangat mudah menguap) tetapi mudah larut dalam air dan dalam kosentrasi yang encer dapat mematikan terhadap beberapa organisme. Bensin dan naphtaleura lebih beracun daripada minyak olahan(fuel oil! binker) yang %uga lebih beracun daripada minyak mentah. Lapisan minyak tebal yang sudah lama bersifat kurang daya racunnya! namun menimbulkan kerukan mekanis yang lebih besar. Lapisan minyak yang tebal dapat menyebabkan binatang di daerah intertidal mati perlahan atau menyebabkan kelebihan berat yang berakibat fatal. enyelidikan menun%ukkan (,

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

bahwa lapisan minyak hitam itu dapat menyebabkan panas dan dapat menyebabkan kondisi panas yang mematikan bagi binatang beberapa bulan setelah terkena tumpahan minyak. ). Daerah !ek%tar !e,ara 1e+gra %s 4aerah sekitar tumpahan minyak terkadang %uga menentukan seberapa cepat kondisi bias pulih. 4idaerah panas dimana biota masa hidupnya singkat dan menghasilkan banyak anak! alih generasi ter%adi lebih cepat daripada daerah kutub! dimana binatangnya bermasa hidup pan%ang dan tidak begitu cepat menghasilkan anak. 1ecepatan biodegresi yang ter%adi di daerah yang lebih dingin %uga berkurang. ,. Luas Daerah 0ang Ter-engaruh Tumpahan minyak pada daerah yang luas diduga %uga menyebabkan kerusakan biologis yang lebih parah dari pada daerah yang sempit. Cumlah minyak yang tertumpah %uga penting tetapi pengaruhnya tergantung kepada daerah yang tertutup tumpahan. 0ebagai contoh ,# barel minyak yang tertumpah di sebuah teluk kecil seluas beberapa area mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kerusakan biologis dari pada ,# barel minyak atau tertumpah di lautan yang terbuka.

'. $+n'%s% Mete+r+l+g%s 'an #,ean+gra %s 1ondisi meteorologis (angin! badai) dan oceanografis (ombak! arus) yang ada sangat penting dalam pengaruhnya terhadap akibat tumpahan angin dan badai yang tertiup pada daerah tumpahan di pantai perairan terbuka dapat merugikan! tetapi sebaliknya menguntungkan karena akan mengaduk minyak dan air akan mengencerkannya. Badan kulitas lingkungan dalam penelitian dampak lingkungan untuk daerah dasar laut benua bagian luar

(F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

melaporkan bahwa tumpahan minyak! cenderung pecah %ika ketinggian ombak mencapai (# feet atau lebih. e. 2eather%ng .-eru)ahan karena ,ua,a/ Maksud perubahan disini adalah penguapan! oksidasi! pelarutan dalam air dan degridasi biologis. Bila tumpahan minyak tumpah diair akan tersebar dengan cepat diatas permukaan tenaga yang menyebabkan tersebar antara lain ' a. Berat %enis minyak yang lebih kecil dari berat %enis air laut b. Tegangan permukaan minyak itu sendiri enguapan minyak merupakan suatu peristiwa alam yang penting penguapan akan ter%adi dengan kecepatan yang tergantung dari sifat minyak! ombak! kecepatan angin! temperatur dan lain sebagainya. Minyak bumi terdiri dari %umlah besar bahan yang mempunyai sifat sendiri sendiri! yang teringan akan menguap lebih dahulu! tetapi meskipun demikian pasti ada yang tersisa. 0etelah minyak tertumpah maka minyak itu akan menguap dan penguaopan kandungan yang paling berbahaya akan hilang sekitar "#/ selang "3 %am pertama (6M8D!(-$*). Minyak fraksi berat dan minyak pelumas tidak mengandung komponen yang mudah menyerap dan biasanya tidak berkurang %umlahnya karena penguapan (>elson 0mith!(-$#). Cika tumpahan menimbulkan tirai minyak! maka se%umlah besar komponen minyak ini akan kontak dengan satuan di daerah subtidal. 0elain menguap sebagian minyak akan melarut dalam air! sebagian akan teroksidasi dan sebagian lagi akan dihancurkan oleh mikro organisme. Cumlah yang melarut dalam air tergantung kepada licin tidaknya minyak dan %umlah yang kena weathering. enelitian menun%ukkan bahwa air yang mengandung tumpahan minyak yang tebal mengandung ,-(# ppm minyak! tetapi tumpahan itu pecah! keadaannya berkurang sampai ( ppm atau kurang. 0ebaliknya air laut yang mengandung tumpahan ben+ene dalam bentuk tirai mengandung (,## mg)it ben+ene dalam air! yang sangat beracun terhadap beberapa organisme laut! namun

($

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

ben+ene menguap dengan cepat dan akan menguap keseluruhannya dalam satu hari atau lebih. 4egridasi biologis dan mikribial menyebabkan pemecahan dan eliminasi minyak dari lingkungan. Mikro organisme yang ada dalam air laut! air danau! sungai mempunyai kemampuan besar memakan hidrokarbon(unsure minyak) tersebut. Lebih dari (## %enis bakteri! ragi dan %amur telah ditemukan yang menyerang hidrikarbon! memecahnya dan mendapatkan energi untuk kebutuhan hidupnya. 5idrokarbon dipakai untuk sumber energinya dan %uga dipakai untuk membentuk tubuhnya. &danya hidrokarbon ini mempercepat pertumbuhan mikro organisme tersebut. Bagaimanapun kecepatan pertumbuhannya akan dibatasi oleh %umlah organisme itu sendiri! %umlah oksigen dan pupuk yang dipakai guna mendukung metabolisme tersebut. Ksaha-usaha riset yang utama sedang dilan%utkan dalam penggunaan pupuk dan untuk meningkatkan aktivitas biologis dan pembiakan mikribial untuk membersihkan tumpahan minyak. Tehnik pemulihan biologis ini meningkatkan cara-cara untuk membersihkan garis pantai yang sukar dan sensitive. . Mus%m Cika tumpahan minyak ter%adi pada saat biota baru melahirkan maka akan menimbulkan kematian yang lebih besar. 5al ini disebabkan karena biota yang baru dilahirkan lebih sensitive terhadap fraksi. Minyak yang beracun dan kerusakan mekanis dari pada yang sudah dewasa. Migrasi tahunan dari mamalia dan burung dari tempat pembiakkan seringkali menu%u kedaerah yang terkena tumpahan selama musim dingin. Temperatur rendah akan menyebankan biodegrasi minyak ber%alan lambat. g. 3en%s B%+ta Cenis tanaman dan binatang yang tidak sama menun%ukkan terhadap fraksi minyak beracun dalam kadar yang rendah! sementara itu %enis yang lain tampak (.

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

tidak terpengaruh dalam kosentrasi yang tinggi. ?umput laut biasanya mempunyai lapisan lendir yang mencegah menempelnya minyak kecuali %ika tanaman itu mati dan kering. Tanaman di daerah payau tidak mempunyai lapisan pelindung dan peka terhadap kontaminasi minyak. Kntuk menentukan %enis tanaman dan binatang disuatu daerah yang peka terhadap minyak! harus berkonsultasi dengan ahli biologi setempat. Minyak mempengaruhi kehidupan laut baik secara langsung atau tidak langsung. engaruh secara langsung(keracunan!mati muda dan lain-lain). Telah dibahas minyak bias membahayakan secara tak langsung melalui ' L <lemenasi sumber bahan makanan L enurunan daya tahan terhadap tekanan lain(misalnya kontaminasi terhadap minyak menyebabkan penurunan temperatur yang dapat menimbulkan suatu organisme) L Bangguan gelagat kimia yang perlu untuk tetap hidup L Bangguan keseimbangan ekologi h. Pem)ers%han 0e%umlah kerusakan dapat ter%adi terhadap lingkungan karena penggunaan dispersan untuk membersihkan minyak dari struktur interdal! dari sudut pandang biologis! bagi tanaman dan binatang mungkin masih lebih baik terlapisi minyak daripada kemasukkan dispersan. >amun beberapa kasus yang ter%adi dilaut yang terbuka menun%ukkan bahwa dispersan sangat membantu dalam mencegah kerusakan di area interdal yang diakibatkan minyak. 2.4 Dam-ak Pen,emaran MIn&ak engaruh %angka pendek dari tumpahan minyak ini telah banyak diketahui. Tetapi pengaruh %angka pan%ang sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Beberapa %enis burung laut di daerah tumpahan minyak akan musnah karena mereka tidak bias hinggap diatas lapisan minyak.

(-

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

0alah satu %enis burung yang tampak hidup dilaut adalah burung camar! merupakan komponen kehidupan pantai yang langsung dapat dilihat dan sangat terpengaruh akibat tumpahan minyak. Bahaya utama diakibatkan penyakit fisik daripada pengaruh lingkungan kimia dan minyak. Burung harus selalu men%aga temperatur tubuhnya tetap hangat yang dilakukan karena kemampuan bulu-bulu lembut bagian bawah dalam mengisolasikan. Bulu bagian bawah itu dilindungi oleh lapisan. Bulu bagian luar kuat dan bentuknya rata. Bulu itu tidak menyerap air tetapi menyerap minyak. Dleh karena itu minyak yang menempel pada bulu tersebut akan melekat terus dan tidak bias terbilas oleh air . Lapisan minyak yang tipis tidak akan masuk kebagian dalam dan mengganggu kemampuan bulu dalam isolasi. 1ehilangan daya sekat tersebut menyebabkan hilangnya panas tubuh burung secara terus menerus sehingga menimbulkan ' (. 1ebutuhan pemasukkan makanan yang lebih besar ". enggunaan cadangan dalam tubuh hewan *. Burung yang terkena minyak cenderung kehilangan nafsu Baru-baru ini diperkirakan ikan paus yang bunuh diri ke pantai disebabkan oleh tumpahan minyak. Beberapa kerang-kerang %uga mati oleh minyak! tetapi ada beberapa kerang yang masih bertahan meskipun kosentrasi minyak cukup tinggi! asalkan waktu eksposnya relatif singkat. Tetapi hampir semua dispersan sangat baebahaya untuk kerang. 6kan-ikan akan lebih tahan terhadap tumpahan minyak! karena ia dapat bergerak pindah tempat. engaruh tumpahan minyak terhadap tanaman-tanaman laut! bakteri dan mahluk hidup kecil lainnya dalam laut tidak diketahui dengan %elas karena factorfaktor alam yang terpengaruh amat banyak akan berfluktuasi. enyelidikan yang dilakukan oleh 8alifornia game dan fish departement! seorang guru mamalia laut mengungkapkan bahwa makan dan mati yang disebutkan oleh paparan dan kelaparan! karena pengaruh dari tumpahan minyak. enelitian terakhir menu%ukkan bahwa mengganggu fungsi kelen%ar pengeluaran garam sehingga burung mampu minum air laut dan akhirnya mati. olusi minyak dapat mengakibatkan perubahan populasi burung secara lokal! yang paling terpengaruh oleh tumpahan minyak adalah burung yang "#

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

menghabiskan sebagian besar atau seluruh hidupnya dalam air.Cenis-%enis ini adalah dari populasi lokal yang khusus. 4alam urutan kepekaan yang makin rendah %enis-%enis burung yang terkena bahaya tumpahan minyak adalah ' L enguin L Burung penyelam L Knggas air (bebek! angsa) L &uk (se%enis burung laut dari utara) L Burung camar L Biota dari tumbuhan laut engaruh tumpahan minyak terhadap planton dilaut sukar diteksi. 0ampel planton yang diambil selama musibah tumpahan torrey canyon masih nampak normal kecuali terdapat kematian ,#--# / telur ikan yang mengapung dan larva. 0ampel planton yang diambil selama ledakan santa Barbara menun%ukkan tingkat yang normal selama satu tahun itu. <berapa binatang plankton terlihat memakan tetesan minyak mentah dan minyak bunker serta tidak terlihat tanda-tanda merugikan karena komunikasi plankton terus menerus terbawa arus. 0uatu daerah yang terkena tumpahan minyak nampaknya masih memiliki komunikasi plankton yang normal setelah beberapa hari tumpahan. 1arena sifat mobilitas ikan dapat meloloskan diri dari yang terkena gangguan lingkungan seperti misalnya tumpahan minyak! maka selama pengamatan ledakan santa Barbara tidak ada ikan yang mati! ikan dapat mati %ika tidak dapat keluar dari daerah yang luas tertutup oleh se%umlah besar tumpahan minyak. 6nformasi yang dipublikasikan mengatakan bahwa minyak berpengaruh kecil terhadap mamalia laut. 0elama ledakan santa Barbara dilaporkan ter%adi kematian singa laut dan an%ing laut dalam %umlah besar dan kesalahan ditimpahkan karena tumpahan minyak. 2.4 Pen,egahan Dan Penanggulangan Pen,emaran M%n&ak '% Laut 2.4.1. Pen,egahan Pen,emaran

"(

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

ermulaan tahun (-$#-an cara pendekatan yang dilakukan 6MD (6nternasional Maritime Drgani+ation) dalam membuat peraturan yang berhubungan dengan marine pollution(Mar ol) pada dasarnya sama dengan sekarang ini yakni melakukan kontrol yang ketat pada struktur kapal untuk mencegah %angan sampai ter%adi tumpahan minyak ataupun pembuangan campuran minyak kelaut. 4engan pendekatan yang demikian Marine olution (-$*)(-$. memuat peraturan untuk mencegah seminim mungkin minyak yang tumpah kelaut. Tetapi kemudian pada tahun (-.3 dilakukan modifikasi oleh 6MD yang menitikberatkan pada pencegahan pencemaran laut yakni keharusan suatu kapal untuk dilengkapi dengan oily water separator eIuipment dan oily discharge monitoring system. 1arena itu pada peraturan Marine olution (-$*)(-$. dapat dibagi dalam *(tiga) kategori yaitu ' a. eraturan untuk mencegah ter%adinya pencemaran b. eraturan untuk menanggulangi pencemaran c. eraturan untuk melaksanakan ketentuan tersebut(Batti!(--.) 4alam usaha mencegah sekecil mungkin minyak mencemari laut! maka sesuai marine pollution (-$*)(-$. sisa-sisa campuran minyak di atas kapal seperti halnya hasil purifikasi minyak pelumas dan kebocoran dari sistem bahan bakar minyak akan dikumpulkan dalam tangki penampungan seperti slop tank dengan daya tampung yang mencukupi. encegahan dan penanggulangan pencemaran yang datangnya dari kapal perlu dikontrol melalui pemeriksaan dokumen sebagai bukti bahwa pihak perusahaan dan kapal sudah melaksanakan dengan semestinya. 0alah satu dokumen yang harus dibawa berlayar bersama kapal adalah M6nruction and Dperation Manual of Dily Nater 0eparating and :iltering <IuipmentO. 4engan adanya dokumaen tersebut diharapkan pencemaran dapat dicegah dan kalau sampai ter%adi pencemaran maka kepentingan hukum yang timbul dapat ditanggulangi berdasarkan dokumen yang tersedia. embuangan minyak ke laut pada dasarnya dilarang sehingga untuk pelaksanaannya timbul ketentuan-ketentuan pencegahan pencemaran internasional itu seperti ' ""

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

a. engadaan tangki ballast terpisah pada ukuran kapal-kapal tertentu! ditambah dengan peralatan-peralatan seperti oily detector monitor (D4M)! oily water separator (DN0) dan sebagainya. b. Batasan-batasan minyak yang dapat dibuang ke laut. c. 4aerah pembuangan minyak. d. 1eharusan pelabuhan-pelabuhan untuk menyediakan penampung slop. Marine ollution (-$*)(-$. dalam Batti ((--.) menerangkan bahwa

pembuangan minyak kelaut dapat %uga dibolehkan apabila ' a. Lokasi pembuangn lebih dari ,# mil dari daratn. b. Tidak dalam Mspecial areaO seperti lautan mediteran! laut Baltic! laut hitam! laut merah dan daerah teluk. c. Tidak membuang lebih dari *# liter permil laut. d. Tidak membuang lebih besar dari ( ' *#.### dari %umlah muatan. e. 1apal harus dilengkapi dengan oily discharge monitoring (D4M) dengan kontrol sistemnya. 0elain itu pemerintah negara anggota diminta mengeluarkan peraturan agar untuk pelabuhan dimana kapal akan membuang sisa atau campuran minyak harus dilengkapi dengan tangki penampungan di darat. Kntuk memonitor dan mengontrol pembuangan sisa minyak atau campuran minyak dengan air kelaut maka dikeluarkan peraturan tambahan untuk Marine ollution (-$*)(-$. sebagai berikut ' a. 1apal dengan ukuran 455 1T sampai 15.555 1T harus dilengkapi dengan oily separating eIuipment untuk men%amin campuran minyak dan air yang terbuang ke laut sesudah melalui sistem tersebut tidak melebihi kandungan dari (## ppm. b. 1apal ukuran 15.555 1T ke atas harus dilengkapi tambahan peralatan ' Moily discharge monitoring and control systemO atau Moily filtering eIuipmentO yang men%amin bahwa air yang terbuang kelaut setelah melewati sistem tersebut tidak mengandung minyak lebih dari (, ppm.

"*

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

1arena prinsip pencegahan pencemaran yang berasal dari kapal adalah mengurangi semaksimal mungkin pembuangan minyak kelaut tetapi kalau terpaksa harus batas-batas yang tidak sampai merusak lingkungan hidup dilaut. Menyingkapi ketentuan tersebut maka pengadaan dan pengaktipan alat pemisah dengan air (oily water separator) merupakan syarat yang mutlak bagi armada penangkapan ikan modern sehingga tercipta pengembangan sumberdaya perikanan yang berwawasan lingkungan. &lat pemisah minyak dengan air laut di dalam kapal perikanan berfungsi untuk memisahkan minyakdengan air yang tercampur dengan air got sebelum air got tersebut dibuang kelaut. Alat6alat Pen,egah Pen,emaran 1. #%l& 2ater !e-arat+r Menurut undang-undang >o. "( tahun (--" tentang M elayaranO dalam B L ("###)! oily water separator (DN0) adalah suatu alat pencegah pencemaran laut yang dipasang di kamar mesin kapal-kapal tertentu. 0edangkan rom+ana mengatakan bahwa pengertian oily water separator (DN0) adalah suatu alat untuk memisahkan minyak yang tercampur dengan air got. Minyak kotor yang dihasilkan tersebut digunakan untuk membakar limbah padat pada suatu tungku pembakar. ada dasarnya Dily Nater 0eparator ini merupakan bilik-bilik yang dibuat untuk menyediakan kondisi aliran cairan agar diam tidak bergerak hingga butiran minyak bebas naik kepermukaan air dan membentuk suatu lapisan minyak yang tidak tercampur yang bisa diambil dengan menggunakan oli skimmer. Dily water separator (DN0) merupakan suatu yang dimaksudkan untuk mengurangi dan memisahkan minyak yang terbawa air buangan yang beroperasi menurut tekanan atmosfir. 0edangkan 0uasono ((--3) menerangkan bahwa pengertian oily water separator (DN0) adalah sebuah penampung yang berbentuk kubus yang di dalamnya terbagi atas tiga bagian yang fungsinya sebagai pemisah minyak dan air. "3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

a. 3en%s63en%s !e-arat+r Menurut 0eran ((--.) ada dua %enis separator yaitu ' 1/ !e-arat+r $+n7ens%+nal emisahan secara gravitasai (gravity separation) adalah cara yang paling ekonomis dan efisien untuk memisahkan se%umlah besar limbah hidrokarbon. ada proses pemisahan limbah tersebut ditampung sementara pada bak pemisah dan tahan beberapa waktu untuk membiarkan proses pemisahan secara gravitasi berlangsung. 1emudian minyak yang terapung diatas air diambil melalui oil skimmer. <fisiensi pemisahan secara gravitasi adalah perbedaan berta %enis antara air dengan minyak! sedangkan efektifitas dari alat ini tergantung pada desain hidrolis danwaktu tahannya. 0emakin lama waktu tahannya maka proses pemisahannya akan semakin baik. 2/ !e-arat+r Plat Pararel &lat ini memerlukan ruang yang %auh lebih sedikit dengan yang dibutuhkan oleh separator tipe konvensional. Luas permukaan separator dapat ditambah dengan memasang alat plat pararel dibilik-bilik separator tersebut. 4engan adanya plat pararel dapat mengurangiturbulensi dalam separator sehingga akan meningkatkan efisiensi separator. lat-plat tersebut dipasang dengan posisi miring guna mendorong minyak terkumpul dibagian plat kemudian bergerak kepermukaan atas separator. Minyak yang terkumpul dari separator plat pararel memiliki kandungan air lebih rendah dibandingkan dengan tipe konvensional. &lat oily water separtor DN0) digunakan untuk memisahkan minyak yang tercampur dengan air got kemudian minyak tersebut akan ditampung dalam tangki dan setelah air tersbut terpisahkan maka air tersebut dapat dibuang kelaut sedangkan minyak kotor tersebut dipakai sebagai bahan bakar pada alat incenerator untuk membakar limbah padat (?om+ana!(--.). ). Pr%ns%- $erja #%l& 2ater !e-arat+r .#2!/ ",

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

1/ 8ara kerja Limbah minyak didapat dari pompa sepan%ang tank (bilge feed tank) mengalir kedalam coarse separating chamber (ruang pemisah kasar) melalui oily water inlet pada primary coloum (ruang pertama). 0etelah limbah minyak yang tercampur dengan air kotor masuk kedalam ruangan pemutar (chamber tangeentally). 1emudian sebagai hasilnya minyak mengalir ruang pengumpul minyak (oily collecting chamber) dan menu%u keruang pemisah yang halus (fine separating chamber) melalui bagian tengah buffle plate dan mengalir disekitarnya kepipa pengumpul air (water collecting pipe) melalui celah-celah diantara platplat penangkap minyak (oily catch plates). 4alam proses ini minyak mengapung dan menempel pada kedua sisi di masing-masing plat penangkap sehingga minyak dan air terpisah. 0esudah pemisahan! air melewati lubang kecil pada water collecting pipe (pipa pengumpul air) dan mengalir ke ruang pemisah kedua! dengan cara melalui tempat keluar air (treated water outlet). ada bagian lain minyak yang menempel pada plat lama kelamaan bertambah banyak dan bergerak perlahan-lahan keplat-plat sekelilingnya. 1emudian minyak tertinggal disetiap plat mengapung dan mengalir dengan mudah pada buffet plate yang berada dibawah aliran air yang berminyak dan akhirnya kedalam water collecting chamber melalui dua oil ascending pipes.

Bambar ".( Dily water 0eparator Butiran minyak yang tidak dapat disaring dalam fist stage dihilangkan dan air yang sudah dibersihkan dipompakan keluar melalui tempat pembuangan air yang sudah dibersihkan (purified water outlet). "F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

0ementara itu butiran minyak yang ditangkap dalam frst stage filter berkumpul membentuk gumpalan dan mengalir ke oil collection chamber pada bagian atas dan gravity separating chanber 2/ 8ara -eng+-eras%an 0ebelum pelaksanaan pastikan bahwa sistim pipa berada pada posisinya sesuai Mpiping arrangementO dan sambungan kabel untuk automatic oily controller sudah benar. &dapun cara pengoperasian dari oily water separator (DN0) adalah ' a) Membuka valve-valve line air laut pada bagian hisap pompa. b) Membuka semua valve-valve pada bilgy suction line dari bilgy tank kepompa. c) utar switch automatic oily level controller ke MonO. d) Menghidupkan bilgy feed pumpu untuk feed bilgy ke separating tank. e) &tur pressure regulating valve ketekanan antara #., sampai ".# kg)cm". 0ebelum mengawali peker%aan pengoerasiannya! lakukan pengisisan air laut kedalam separating tank dan biarkan air laut mengalir lebih dari (# menit. Minyak yang sudah dipisahkan dalam separating tank berada didalam oily collecting chamber pada bagian atas ruangan. Minyak dibuang secara otomatis dengan oily level cntroller ketiak %umlah minyak melebihi dari tinggi yang sudah ditentukan. 3/ Mem)erhent%kan -eng+-eras%an .st+- #-ert%+n/ &dapun langkah-langkah memberhentikan pengoperasian adalah ' a) Mengalirkan air laut lebih dari (# menit untuk mencegah perubahan kualitas dari campuran minyak yang tersisa didalamseparating tank setelah peker%aan membuang air got selesai. b) Menutup bilge feed pump dan semua valve-valve pada bilge discharge pipe line. c) Memutar switch pada automatic oil level controller ke MoffO. c. 1omponen oily water separator (DN0) :ungsi komponen-komponen utama dari oily water separator terdiri dari ' "$

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

() Tangki pengumpul minyak (oily collecting chamber) fungsinya adalah untuk menampung minyak yang telah terpisahkan denagn air. ") Tangki pengumpul air (water collecting pump) fungsinya adalah untuk menampung air sebelum dikeluarkan dari lambung kapal. *) lat penangkap minyak (oily catch plates) fungsinya adalah sebagai tempat menempelnya minyak setelah melewati plat-plat 3) ?uangan pemutar (chamber tangentially) fungsinya untukmemutarkan limbah minyak dalam air got melalui oily water inlet dengan perlahan-lahan ,) ompa bilga (bilge pump) fungsinya adalah sebagai pompa untuk membuat air got keluar lambung kapal 2. In,%nerat+r 6ncinerator adalah tungku pembakar yang merupakan kelengkapan dari DN0 atau sebagai alat pencegah pencemaran di laut. a. Desa%n atau $+nstruks% Merupakan satu unit tersendiri yang terdiri dari bagian-bagian ' (. ?umah pembakaran ". ?uang pembakaran *. ompa minyak 3. Brander ,. enyala)pemantik brander F. :an $. 0afety device .. 1ontrol panel

".

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Bambar "." 6ncinerator ). (ungs% :ungsi dari incinerator antara lain ' (. Kntuk membakar minyak kotor)waste oil yang berasal dari hasil pemisahan minyak dan air pada Dily Nater 0eparator. ". Membakar ma%un bekas! serbuk kayu! kertas! dan sebagainnya. *. Membakar minyak pelumas bekas ,. 8ara Menjalankan atau Peng+-eras%an Langkah-langkah persiapan yang perlu diker%akan sebelum men%alankan (. anasi tangki minyak kotor sampai dengan F## 8 ". 8erat air yang mungkin masih ada di tangki minyak kotor *. 8erat udara dari pipa-pipa waste oil dan diesel oil melalui saringan isapnya 3. 5idupkan main-switch (source) ' periksa lampu-lampu indikator! yakinkan tidak ada yang menun%uk pada MabnormalO dan sirene alarm tidak berbunyi ,. &duk waste oil melalui agitating switch (on). F. Buka damper pemasukan udara dan pengeluaran gas bekas. $. Masukkan ma%un melalui pintu pemasukan ke ruang pembakaran. .. Buka dan atur kerang-kerangan supply G return dari diesel oil dan waste oil. 8ara men%alankan' (. Tekan tombol MonO dari fan dan burner. Bas yang tidak di dalam ruang pembakar akan dihembus ke luar ". Tekan tombol)select switch MonO dari waste oil pump.

"-

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

*. Tekan tombol)select switch MonO dari ignitor. ercikan bunga api dapat dilihat melalui lubang)kaca intip. ompa diesel oil akan hidup. 3. Tunggu)biarkan menyala @ (# menit untuk pemanasan ruang pembakaran. ,. Tekan tombol MonO 0olenoid valve. Main burner (waste oil) akan menyala! ditandai dengan menyalanya lampu hi%au dari fire! kalau tidak menyala tekan tombol ?eset dan ulangi langkah * 2 3. F. Kntuk mendapatkan pembakaran yang stabil! gunakan pembakaran secara simultan (diesel oil G waste! dua-duanya menyala). $. Matikan MignitorO! pemantik akan mati dan pembakaran ber%alan normal . 2.4.2. 8ara Untuk Pem)ers%han Tum-ahan M%n&ak '% Laut 'an Pera%ran Kntuk membersihkan tumpahan minyak dilingkungan laut dan perairan dapat dilakukan dengan metode ' a.Mengh%langkan M%n&ak !e,ara Mekan%k Memakai boom atau barrier akan efektif di laut yang tidak berombak dan arus tidak kuat (maksimum ( knot). Cuga dipakai untuk minyak dengan ketebalan tidak melampaui tinggi boom. osisi boom dibuat menyudut! minyak akan terkumpul di sudut dan kemudian dihisap dengan pompa. Kmumnya pompa hanya mampu menghisap sampai pada ketebalan minyak sebesar P inci. &ir yang terbawa dalam minyak akan terpisah kembali. ). A)s+r)ents. Qat untuk menyerap minyak ditaburkan di atas tumpahan minyak dan kemudian +at tersebut menyerap minyak tadi. Kmumnya +at yang digunakan untuk menyerap minyak adalah ' lumut kering! ranting! potongan kayu. &da pula +at sintetis yang dibuat dari polyethylene! polystyrene! polyprophylene dan polyurethane. ,. Menenggelamkan M%n&ak 0uatu campuran *.### ton kalsium karbonat yang ditambah dengan ( / sodium stearate dicoba dan berhasil menenggelamkan "#.### ton minyak. 0etelah *#

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

(3 bulan kemudian! tidak lagi ditemui adanya minyak di dasar laut tersebut. 8ara ini masih dipertentangkan karena dianggap akan memindahkan masalah kerusakan oleh minyak ke dasar laut yang relatif merusakan kehidupan. Kntuk perairan laut dalam hal ini tidak akan memberikan efek. d. D%s-ersant 4ispersant dicampur dengan " kompponen lain dan dimasukkan ke lapisan minyak yang akhirnya berbentuk emulsi. 0tabiliser akan men%aga emulsi tadi agar tidak pecah. 4ispersant akan menenggelamkan minyak dari permukaan air. 1euntungan cara ini adalah mempercepat hilangnya minyak dari permukaan air dan mempercepat proses penghancuran secara mikrobiologi. 4ispersant tidak akan berguna pada daerah pesisir karena adanya unsur timbal yang terlarut. erlu ditambahkan bahwa dispersant yang makin baik selalu menggunakan pelarut yang lebih beracun untuk kehidupan laut. e. Pem)akaran Membakar minyak di laut lepas umumnya kurang berhasil! karena minyak ringan yang terkandung telah menguap secara cepat. 0elain itu panas dari api akan diserap oleh air laut sehingga pembakaran tidak akan efektif. Masalah pencemaran di laut tidak akan ada habisnya selama manusia masih melakukan aktivitas atau kegiatan produksi di laut seperti menangkap ikan dengan menggunakan mesin! membuang air bilge! pengeboran lepas pantai! dan pembuangan minyak serta membuang bahan-bahan berbahaya yang seenaknya tanpa menghiraukan faktor lingkungan! %adi untuk men%aga keindahan laut serta keanekaragaman biotanya yang merupakan sumber daya alam diperlukan kesadaran dari kita akan kelestarian alam.

*(

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB III PEMBAHA!AN

3.1 Tum-ahan M%n&ak D%le-as Panta% L+u%s%ana9 Teluk Meks%k+

5ari 0elasa ("#)#3)"#(#)! an%ungan minyak 4eepwater 5ori+on milik perusahaan minyak 6nggris B (British etroleum) karam! mengakibatkan kebocoran pada lubang pengeboran dan menumpahkan minyak mentah dalam %umlah besar. 0ebelas orang peker%a tidak berhasil ditemukan yang dikabarkan tidak dapat deselamtakan. 4engan menggunakan robot selam! B telah menemukan dua sumber

keluarnya minyak bumi dengan %umlah keluarannya mencapai (F#.### liter per hari. Lubang sumur pemboran itu terdapat di dasar laut! sekitar (.,## meter di bawah permukaan Teluk Meksiko. erusahaan minyak British etroleum atau B ! yang bertanggung %awab atas pemboran lepas pantai itu! pada awalnya berharap sistim pengatup otomatis yang tersedia akan bisa menghambat bocornya minyak. >amun ternyata gagal.

*"

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

enutup pipa bercorong yang diharapkan mengurangi semburan minyak di Teluk Meksiko telah menun%ukkan keberhasilan kecil. 4irektur perusahaan minyak British etroleum! B menyatakan! minyak bumi yang bisa ditampung melalui corong itu mencapai (F# ribu liter atau (# ribu barel sehari. Cumlah ini %auh dibawah prediksi awal sekitar (- ribu barel seharinya. 0ementara minyak yang masih terus menyembur ke laut sangat banyak. 0udah lebih dari $# %uta liter minyak yang mencemari teluk Meksiko dalam bencana ekologi terburuk di dunia ini. B memulai u%i coba metode yang lain untuk menutupi lubang bocoran minyak tersebut. Cika u%i coba itu sukses! B akan mulai mengin%eksikan lumpur dan semen ke dalam lubang pengeboran pada kedalaman (.,## meter. 8ampuran amat kental ini diharapkan dapat mendesak cairan minyak kembali ke lapisan cebakannya. Metode penyumbatan lubang pengeboran yang bocor itu disebut M0tatic 1illM. 5ari 0enin (#")#.) secara menge%utkan B menyatakan harapannya! dengan metode ini lubang pengeboran dapat disumbat secara final! dan tidak perlu lagi dilakukan pengeboran sumur pelepas tekanan. Metode M0tatic 1illM selama ini merupakan solusi baku bagi penutupan final sebuah sumber minyak. Lubang pengeboran yang bocor tersebut selama lebih dari empat bulan telah menyemburkan sekitar $## %uta liter minyak mentah berwarna coklat yang mencemari berat lingkungan di Teluk Meksiko.9olume kebocorannya hanya kalah oleh bencana kebocoran minyak pada saat tahun (--#-an lalu. B kini mulai memompakan campuran lumpur dan semen ke dalam erang Teluk pertama

lubang pengeboran. Nakil direktur B ! 1ent Nells mengumumkan! R1ami kini berkonsentrasi! operasi 0tatic 1ill menghasilkan yang terbaik sesuai kemampuan kami.M

**

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

0tatic 1ill adalah metode penyumbatan lubang pengeboran dengan memompakan campuran lumpur pekat dan semen. 4engan itu! minyak yang menyembur ditekan untuk kembali ke lapisan cebakannya pada kedalaman sekitar ,.### meter. roses penyumbatan ini diperkirakan berlangsung hingga hari 1amis (#,)#.). Dperasi penyumbatan ini merupakan langkah pertama untuk menutup semburan minyak mentah di Teluk Meksiko. 0etelahnya! akan dilakukan langkah ke dua! berupa pengeboran sumur pelepas tekanan atau Mrelief wellM. ara insinyur B se%ak awal bulan Mei lalu sudah mulai mengebor lubang menyamping sedalam 3.### meter di dekat lubang pengeboran yang bocor ini. Cuga dari situ! dengan tekanan tinggi akan dipompakan campuran lumpur dan semen! untuk menyumbat sumber minyak dari bawah. 0ebelumnya terdapat laporan! B memandang tidak mutlak dilakukannya pengeboran sumur pelepas tekanan. &kan tetapi sekarang pengeborannya dilan%utkan. &khir pekan depan Mrelief wellM ini akan selesai dibor! dan tidak lama sesudah itu sumber minyaknya akan dapat benar-benardisumbat. Meskipun lubang sudah dapat ditutup! dampak cemaran minyak akan terasa dalam %angka pan%ang. eristiwa kebocoran minyak disini member pela%aran kepada kita! bahwa untuk memanfaatkan kekayaan harus disertai dengan persiapan %ika hal yang tidak diinginkan ter%adi. 0elain itu %uga mengingatkan kita bahwa %angan terlalu mengeksploitasi kekayaan alam.

*3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB I* $E!IMPULAN Berbagai macam kegiatan industri dan teknologi yang ada saat ini apabila tidak disertai dengan program pengelolaan limbah yang baik akan mengakibatkan kerusakan ekosistem yang ada dalam hal ini adalah laut! baik secara langsung atau tidak langsung. 1asus pencemaran air laut akibat dari pengeboran industri minyak ditengah laut! tumpahan minyak! kebocoran kapal tanker dan lain-lain. 0ehingga dapat berpengaruh pada beberapa sektor diantaranya lingkungan pantai dan laut!ekosistem biota laut! menganggu aktivitas nelayan sehingga mempengaruhi kese%ahteraan mereka! dan dapat membahayakan pada manusia sebagai bioakumulator

*,

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

DA(TA" PU!TA$A Mukhtasor. "##$. encemaran esisir dan Laut. Cakarta ' T. radnya aramita :akhruddin. "##3. 4ampak Tumpahan Minyak ada Biota Laut. Cakarta ' 1ompas M. Busrah. Minyak Bumi, Panduan Belajar Siswa elas ! SM"' Nidyaiswara L M 0ulawesi 0elatan Sunanto! ?e+a. Skimmer #aksasa untuk "tasi $umpahan Minyak di $eluk Meksiko% (http'))www.detik>ews.com) 0etiawan! &gus. &enomena 'emaran Minyak di (autan% (http'))www.dw.de)

*F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

>urul 1! &gus. Metode enanggulangan Tumpahan Minyak di Laut (http'))agusnurul.blogspot.com))

Batotkaca! &fif. #esume dan "nalisa asus $erjadinya )il Spill di *unia atau +asional, (http'))muwafiIul.blogspot.com)

etaka Teruruk di Teluk Meksiko (http'))internasional.kompas.com)

http://www.voaindonesia.com/content/tumpahan-minyak-di-teluk-meksiko-semakinluas/76885.html http://www.dw.de/pencemaran-teluk-meksiko/a-5868764 http://kimia.upi.edu

*$