Anda di halaman 1dari 1

Suksesnya restorasi komposit secara klinis bergantung pada polimerisasi yang sempurna.

Polimerisasi merupakan proses pembentukan polimer dari gabungan beberapa monomer. Polimerisasi pada komposit menggunakan gugus radikal yang diperoleh melalui aktivasi dengan cahaya (light-cured composite) atau senyawa kimia (self-cured composite). Pada resin komposit dengan aktivasi cahaya, harus diperhatikan kedalaman dan warna (keopakan) resin komposit, serta jarak, kualitas, dan arah sinar. Penetrasi sinar efektif sampai kedalaman 2 mm, sehingga dianjurkan teknik aplikasi berlapis ( layer by layer) dengan ketebalan resin komposit maksimal 2 mm. arna resin komposit yang lebih gelap, memerlukan penyinaran yang lebih lama. !esin komposit yang diaktivasi sinar akan mengalami pengerutan polimerisasi ke arah sumber sinar. Pengerutan polimerisasi berhubungan dengan faktor konfigurasi ( C-factor). C-factor merupakan perbandingan antara permukaan yang berikatan dengan permukaan bebas. Semakin tinggi C-factor maka semakin tinggi potensi terjadinya stress pengerutan polimerisasi.

HERMINA, 2012 PERBAIKAN RESTORASI RESIN KOMPOSIT. Pedodonsia Unsu Bentuk kem a!i "e#mukaan $i$i %#esto#asi& den$an teknik !a'e#( '(!a'e# men$$unakaan dou !e t#ansu)en)' s'stem da#i #esin kom"osit *e#am+ duo o Pe#tama ka!i den$an men$$unakan *e#am+ ,2 untuk a$ian dentin kemudian E2 untuk a$ian ak-i# %emai!& o Pen$isian kom"osit di!akukan se)a#a ink#ementa! sam"ai .a#na dan entuk a!ami $i$i 'an$ diin$inkan te#)a"ai, kemudian !akukan akti/asi men$$unakan )u#in$ %0u$a se)a#a ink#ementa!& se!ama 20 detik %"e#1sina#&
http"##annisakhairani2.blogspot.com#2$%2#%%#case&report&ceram'&duo.html (aku ga faham dengan case report ini mel, coba di buka kali aja membantu)