Anda di halaman 1dari 24

BAB I IDENTIFIKASI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN A. Wirausaha dan kewirausahaan 1. Pengertian kewirausahaan a.

Pengertian harafiah / bahasa Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha diberi awalan ke dan akhiran an. Wirausaha dari kata wira artinya perwira/pahlawan dan usaha artinya daya upaya. b. Pengertian kewirausahaan menurut pendapat : ZIMMERER Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. SAVARY Kewirausahaan adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui guna ekonomisnya akan dijual. ROBIN Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang /kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. A.PEKERTI Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan, mengelola, mengembangkan perusahaan miliknya sendiri. INPRES NO.4 TAHUN 1995 tentang GNMMK ( Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan ) Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja dan tehnologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. 2. Pengertian wirausaha Pengertian wirausaha menurut pandangan : a. AHLI EKONOMI/EKONOM Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang mengorganisasi factor factor produksi yaitu alam, tenaga kerja, modal dan keahlian. b. PSIKOLOGI / AHLI KEJIWAAN Wirausaha adalah seseorang yang memiliki dorongan kekuatan untuk memperoleh suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya , diluar kekuasaan orang lain. c. BUSINESMEN Wirausaha adalah ancaman pesaing baru dapat seorang partner,pemasok,konsumen atau seseorang yang diajak kerjasama.

d. GEDE PARMA Wirausaha adalah orang yang berani memaksakan diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain. e. J.A SCHUMPETER Wirausaha adalah seorang inovator sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melibatkan materi sedemikian rupa dan kemudian terbukti benar mempunyai semangat /kemampuan dan pemikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas. 3. Tujuan kewirausahaan a. Menumbuhkembangkan jumlah wirausaha yang berkwalitas b. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman kewirausahaan yang tangguh c. Meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di masyarakat. 4. Sasaran kewirausahaan a. Instansi pemerintah b. Pelaku ekonomi c. Generasi muda 5. Asas kewirausahaan a. Kemampuan bekerja secara tekun,teliti dan produktif b. Kemampuan berkarya dengan mandiri c. Menciptakan etika bisnis yang sehat d. Memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistemmatis, termasuk keberanian mengambil resiko 6. Manfaat kewirausahaan a. Mengurangi pengangguran b. Sebagai generator pembangunan c. Sebagai suri tauladan di masyarakat d. Mendidik masyarkat hidup yang hemat dan efisien. 7. Proses kewirausahaan Proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan digambarkan oleh By Grave sebagai berikut :

Innovation

Triggering Event

Implementation

Growth

Keterangan Inovasi/innovation Factor personal adanya inovasi untuk terjun ke dunia wirausaha yaitu: a) Keinginan untuk berprestasi b) Factor pengalaman dalam berwirausaha c) Keinginan dalam menanggung resiko d) Sifat penasaran pribadi e) Factor pendidikan Triggering Event/pemicu Factor personal yang mendorong pemicu untuk terjun ke dunia wirausaha yaitu: a) Komitmen atau minat yang tinggi dalam berwirausaha b) Keberanian menanggung resiko c) Ketidakpuasan dengan pekerjaan sendiri d) Phk dan tidak ada pekerjaan lain e) Factor usia Pelaksana atau Implementation Factor personalia yang mendorong adalah: a) Komitmen tinggi dalam berwirausaha b) Adanya visi dan misi guna mencapai keberhasilan dalam berwirausaha c) Adanya menejer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama didalam berwirausaha Growth/ Pertumbuhan Factor organisasi yang mendorong adalah: a) Tim yang kompak dalam menjalankan usaha sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasional berjalan produktif b) Struktur organisasi dan berbudaya mantap didalam berwirausaha c) Strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak didalam berwirausaha d) Adanya produk yang dibanggakan B. Sikap dan perilaku wirausahawan 1. Sikap wirausahawan a. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan innovatif b. Mampu bekerja tekun,teliti dan produktif c. Mampu berkarya berdasarkan etika bisnis yang sehat d. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian e. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang sistematis dan berani mengambil resiko. 2. Perilaku wirausahawan a. Memiliki rasa percaya diri b. Berorientasi pada tugas dan hasil c. Pengambil resiko d. Kepemimpinan

e. Keorisinilan f. Berorientasi pada masa depan 3. Ketrampilan yang harus dipunyai wirausahawan a. Ketrampilan dasar meliputi: Memiliki mental dan spiritual yang tinggi Memiliki kepribadian unggul Pandai berinisiatif Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha b. Ketrampilan khusus meliputi : Ketrampilan konsep ( conceptual skill ) yaitu ketrampilan untuk melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasar konsep yang dibuatnya. Ketrampilan tehnik ( technical skill ) yaitu ketrampilan melakukan tehnik tertentu dalam mengelola usahanya. Human skill yaitu ketrampilan bekerjasama dengan orang lain, bawahannya dan sesama wirausahawan C. Karakteristik wirausahawan Karakteristik wirausahawan adalah sifat atau tingkah laku yang khas dari wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. Karakteristik yang perlu dimiliki wirausahawan yaitu: 1. Kerja keras dan disiplin 2. Mandiri dan realistis 3. Komitmen tinggi 4. Kreatif dan Inovatif 5. Jujur 6. Memiliki jiwa kepemimpinan 7. Berpikir kedepan / prespektif Karakteristik wirausahawan menurut pendapat : 1. Bygrave Dikenal dengan 10 D yaitu : a. Dream yaitu mempunyai visi keinginan di masa depan dan mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya. b. Decisivenees yaitu orang yang bekerja cepat dan selalu memperhitungkan apa yang akan dilakukan. c. Doers yaitu seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung ditindaklanjuti. d. Determination yaitu melakukan kegiatan dengan penuh perhatian. e. Dedication yaitu mencurahkan perhatian pada bisnisnya. f. Devotion yaitu mencintai pekerjaan bisnis dan hasil produksi. g. Detail yaitu memperhatikan factor yang terkecil secara rinci h. Destiny yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai.

i. Dollars yaitu tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan uang karena uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan. j. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang orang kepercayaannya. 2. Fadel Muhammad a. Kepemimpinan b. Inovasi c. Cara pengambilan keputusan d. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e. Bekerja ekonomis dan efisien f. Visi masa depan g. Sikap terhadap resiko 3. Drs Wasty Soemanto,M.pd a. Memiliki moral yang tinggi b. Sikap mental wiraswasta c. Kepekaan terhadap arti lingkungan d. Ketrampilan wiraswasta 4. Mc. Celland a. Keinginan untuk berprestasi b. Keinginan untuk bertanggung jawab c. Preferensi kepada resiko resiko menengah d. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Rangsangan oleh umpan balik f. Aktifitas energik g. Orientasi ke masa depan h. Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Sikap tentang uang D. Keberhasilan dan kegagalan wirausaha. 1. Keberhasilan wirausaha Dari sisi pengusaha meliputi : a. Jujur : Jujur terhadap diri sendiri,orang lain dan tujuan yang akan dicapai b. Disiplin dan berani : ~ Karena bakat , pengalaman dan pengetahuan ~ Karena keyakinan dan fasilitas c. Menguasi bidang usaha yang digeluti d. Dapat melaksanakan prinsip management dengan baik Dari sisi produk a. Memiliki keunggulan yang berarti bagi konsumen, apakah dari segi harga,kualitas produk, prestise, manfaat dsb. b. Didukung oleh promosi yang efektif kepada public 2. Kegagalan wirausaha : a. Tidak ada perencanaan yang matang b. Bakat yang tidak cocok c. Kurang pengalaman

d. e. f. g. h.

Tidak punya semangat berwirausaha Kurang modal Lemahnya pemasaran Tidak punya etos kerja yang tinggi Lokasi yang kurang strategi

E. Perilaku wirausahawan Menurut Imam Santoso Sukardi ada 9 perilaku wirausaha yaitu : 1. perilaku instrumental 2. perilaku prestatif 3. perilaku keluwesan bergaul 4. perilaku kerja keras 5. perilaku keyakinan diri 6. perilaku pengambilan resiko 7. perilaku swa kendali 8. perilaku inovatif 9. perilaku kemandirian Karakter wirausaha yang harus dipakai dalam mempertahankan bisnisnya meliputi : 1. Jangan mudah berpuas diri 2. Hidup hemat,cermat dan bersahaja 3. Harus meningkatkan kerja keras ,tekun dan teliti 4. Selalu mengutamakan kepentingan pelanggan 5. Membuat pelanggan setia 6. Tawakal pada Tuhan 7. Selalu dinamis Contoh wirausaha yg sukses karena keuletan, komitmen tinggi dan ketekunan yaitu : 1. Thomas A. Edison penemu bola lampu, matematika, fisika 2. Bill Gates pendiri Microsoft office 3. Charles F. Wilson presiden Perusahaan General Motor Corporation ( GMC ) 4. Andrew Carnegie pendiri industri baja 5. Stave Jobs penemu Apple Computer 6. MC. Donald wirausahawan hambuger dll

BAB II MENERAPKAN PERILAKU KERJA PRESTATIF A. Perilaku kerja prestatif 1. Pengertian perilaku kerja prestatif Perilaku kerja prestatif artinya orang yang selalu ingin maju atau berambisi maju. Seorang wirausaha yang mempunyai perilaku kerja prestatif harus memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya dan setiap pikirannya tidak lepas dari bisnisnya. Wirausaha yang menerapkan perilaku kerja prestatif sebagai modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausaha. 2. Sumber daya manuasia yang presentatif Di era globalisasi dibutuhkan SDM yang tangguh karena di era ini perdagangan bebas dengan cara membuka dan memperluas lapangan kerja dengan mempersiapkan SDM yang siap kerja. Ciri ciri milinium ketiga adalah : a. Persaingan bebas b. Perubahan yang semakin cepat c. Derasnya arus informasi antar Negara B. Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif Ada 4 sisi potensial manusia menurut Stephen Covey dalam bukunya First Things First yaitu : 1. Self awareness ( sikap mawas diri ) 2. Conscience ( mempertajam suara hati ) 3. Independent will ( pandangan mandiri untuk bekal bertindak ) 4. Creative Imagination ( berpikir kedepan untuk memecahkan masalah serta adaptasi yang tepat Karakteristik perilaku kerja prestatif menurut para ahli yaitu : 1. Zimmerer a. Komitme tinggi terhadap tugasnya b. Bertanggung jawab c. Yakin pada dirinya d. Kreatif dan fleksibel e. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi yang tinggi f. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian g. Ingin memperoleh balikan dengan segera h. Energik i. Motivasi untuk lebih unggul j. Berorientasi ke masa depan k. Mau belajar dari kegagalan l. Mempunyai kemampuan memimpin

2. Murpy dan Peck a. Kemauan bekerja keras b. Bekerjasama dengan pihak lain c. Penampilan yang baik d. Keyakinan diri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Ambisi untuk maju h. Pandai berkomunikasi Ciri dan sifat kerja prestatif Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki ciri ciri karakteristik prestatif sebagai berikut : Ciri ciri Prestatif Percaya diri Berorientasi pada hasil Pengambilan resiko Kepemimpinan Keorisinilan Berorientasi ke masa depan Sifat sifat profil wirausahawan Keyakinan dan optimisme Individualistic Mandiri / ketidaktergantungan Kebutuhan akan prestasi dan orientasi pada laba Ketekunan dan ketabahan Kerja keras dan mempunyai dorongan kuat Energik dan inisiatif Kemampuan mengambil resiko Suka pada tantangan o Bertingkah laku sebagai pemimpin o Dapat bergaul dengan orang lain o Menanggapi saran dan kritik Inovatif Mengetahui banyak Punya banyak sumber Prestatif Pandangan ke masa depan

C. Bentuk bentuk kerja prestatif 1. Kerja ikhlas Adalah bekerja dengan baik bersungguh sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. Contohnya : Seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas pasan, namun tetap bekerja dengan baik , melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.

2. Kerja mawas terhadap emosional Adalah bekerja dengan baik tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Contohnya : Seorang pemimpin perusahaan, di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarga. Di tempat kerja ada bawahannya yang membuat masalah yang merugikan perusahaan. Sebagai pemimpin yang bijaksana maka pemimpin tersebut harus membedakan urusan pribadi dengan perusahaan . Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional. 3. Kerja cerdas Adalah bekerja harus pandai memperhitungkan resiko,mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan. Contohnya : Sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan tehnologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, mampu menggunakan bahasa global, pandai bernegosiasi / berkomunikasi dan pandai mengelola informasinya. 4. Kerja keras Adalah didalam bekerja mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai, dapat memanfaatkan waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi. Contohnya : Seorang penjual kayu bakar yang rumahnya di pegunungan setiap hari berangkat pagi pagi buta, meskipun cuaca masih gelap, kadang kadang membawa obor penerang jalan, sesampainya di pasar dengan sabar menawarkan dagangan sampai laku kadang kala sampai siang baru laku. 5. Kerja tuntas Adalah dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dan maksimal. Contohnya : Seorang pengusaha warung apung dapat mengorganisasikan usahanya alat yang dibutuhkan, proses pembuatan menu makanan, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil akhir yaitu laba. D. Pembinaan perilaku kerja prestatif Pembinaan kerja prestatif harus diawali dengan penanaman efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja. Wirausaha yang bekerja prestatif harus memiliki efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja, sehingga dalam bekerja terukur, terencana dan terkendali dalam setiap tindakan hasilnya . Efisiensi bekerja adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Efektifitas bekerja adalah sampai tingkat apakah tingkat apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.

Efisiensi bekerja adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dan hasil usaha atau antara pengeluaran dan pendapat. Efisiensi bekerja adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat, cepat, hemat dan berhasil guna. Tepat : bekerja mencapai sasaran sesuai dengan yang diinginkan Cepat : mengatur waktu dengan tepat pada tingkat tertentu Hemat : dengan biaya yang tertentu tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apapun yang menghasilkan pada tingkat tertentu pula. Berhasil guna : segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud tanpa mengalami hambatan hambatan sehingga meraih prestasi tetentu. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri salah satunya melalui latihan. Latihan bisa dilakukan untuk wirausaha maupun karyawan. Dibawah ini beberapa pendapat tentang pentingnya dan manfaat latihan yaitu : 1) D. Yoder : untuk meningkatkan stabilitas pegawai dan untuk memperbaiki cara bekerja. 2) D. Latenier : pegawai lebih berkembang, cekatan dan baik 3) J. Tiffen : pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik dan cara bekerja lebih baik. 4) F.W. Taylor : memilih karyawan terbaik dan melaksanakan pekerjaan lebih baik. Penanaman bekerja prestatif melalui latihan sangat penting karena : 1. Menghargai cita cita dan masa depan 2. Meningkatkan kemampuan bekerja secara prestatif 3. Mengurangi pengawasan dalam bekerja 4. Terus menerus menambah ilmu pengetahuan 5. Mengembangkan rasa kesetiakawan 6. Mengembangkan sikap yang positif 7. Mengembangkan kemampuan berprakarsa 8. Mengembangkan daya kreatifitas 9. Efisiens dan efektif dalam bekerja Latihan dapat dilakukan dengan cara : 1. Apprentice Training Dengan melaksanakan dan mengerjakan semua tugas dengan sebaik baiknya 2. On the job training Dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan.

Merencanakan proses bekerja prestatif yaitu : 1. Pemanfaatan kegiatan kegiatan wirausaha seperti menggunakan waktu, seleksi tenaga kerja dan peralatan kerja. 2. Aspek bisnis dari kegiatan wirausaha seperti menyiapkan laporan keuangan bulanan, monitor, merevisi anggaran, mengelola arus produksi dan memasarkan barang dan jasa. 3. Pengendalian factor - factor eksternal wirausaha seperti kebijakan kebijakan pemerintah, iklim usaha dan kondisi ekonomi. Proses kerja prestatif yang berkaitan dengan bidang-bidang sbb: 1. Bidang keahlian yang harus dipunyai oleh wirausaha yaitu: a. Keahliaan dalam bidang tehnologi Hal ini dapat menimbulkan : 1) Meningkatkan kesejahteraan 2) Menimbulkan masalah-masalah baru seperti: - Masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan dan ketertinggalan daerah tertentu - Masalah konsumen baru - Persaingan penguasaan tehnologi b. Perkembangan perekonomian Hal ini dapat menimbulkan : 1) Persaingan bisnis 2) Timbul bisnis baru 3) Kebangkrutan 4) Mencari pasar baru 5) Produksi yang terus meningkat 2. Bidang keahlian pokok yang harus dimiliki yaitu: a. Keahlian pengendalian keuangan b. Keahlian mengenai resiko persaingan c. Keahlian mengurus usaha manajemen usaha d. Keahlian menawarkan produk e. Keahlian menjaga hubungan dengan pelanggan Dalam bekerja prestatif setiap orang harus memiliki motivasi bekerja. Untuk memperdalam motivasi bekerja hendaknya wirausaha memahami hal-hal yang berkaitan dengan masalah kebutuhan hidup. Abraham H. Maslow dalam teori hirarki kebutuhan manusia seperti:

IV. Aktualisasi Diri

III. Penghargaan akan kemampuan dan percaya diri

II. Rasa aman dari ancaman

I. Fisiologis misal makan, makan, dll

BAB III MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. MASALAH USAHA 1. Kemampuan Pemecahan Masalah (Solusi) Usaha Salah satu tanggungjawab terpenting para Wirausahawan adalah memecahkan masalah secara ilmiah dalam bisnis. Para Wirausahawan hendaknya dapat menganalisis dengan mengumpulkan data-data, mengolahnya, menganalisis, menginterpretasi dan menarik kesimpulan dari penganalisisan tersebut. Pemecahan masalah itu merupakan kegiatan yang amat penting di dalam usaha atau bisnis. Keterampilan yang diperoleh para Wirausaha, akan menjadi bekal di dalam pemecahan masalah dalam kegiatan usaha atau bisnis. Meskipun persoalan tidak mempunyai masalah yang benar, namun keputusan terakhir untuk menentukan pemecahan masalah yang paling baik terserah kepada Wirausaha sendiri. Pemecahan masalah dan cara penyelesaiannya dalam usaha atau bisnis, sebenarnya tidak begitu sukar jika seorang Wirausaha sudah banyak pengalaman di dalam lingkungan usaha atau bisnisnya. Jika persoalanpersoalan sudah ditentukan dan semua informasi serta data-data masalah sudah dikumpulkan, seorang Wirausaha harus mengidentifikasi semua cara pemecahan masalah yang dapat dilaksanakan. Seorang Wirausaha harus memandang sebuah permasalahan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkan masalahnya. Jika kelompok karyawan perusahaan mengurangi jumlah pilihan masalannya, di sini Wirausaha harus mempertimbangkan masalahnya, agar menjadi luas dan mendalam. Jika seorang Wirausaha di dalam usaha atau bisnisnya meninjau lagi semua pemecahan masalah yang mungkin terdapat di dalam daftar, maka beberapa pemecahan itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya yang lainnya dapat dikesampingkan. Di bawah ini dikemukakan kriteria jika seorang Wirausaha ingin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkannya. a. Apakah ada masalah yang tidak dapat diselesaikan ? b. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik ? c. Apakah pemecahan masalah dapat didasarkan teori, logika dan pengalaman? d. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis ? e. Apakah persoalan tambahan yang timbul dari hasil pemecahan masalah dapat diselesaikan dengan baik? Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Kenalilah persoalannya secara umum; 2. Rumuskan persoalan dengan tepat dan benar; 3. Identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara terkait; 4. Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah.

5. Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya 6. Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut. 7. Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik. 8. Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat. Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. b. Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan. c. Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. d. Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. e. Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara f. induktif maupun deduktif. g. Memilih alternatif yang dirasa paling tepat. h. Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat. i. Menemukan dan meyakini gagasan. j. Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan. 2. Ciri-Ciri Permasalahan Usaha Seorang wirausaha harus kreatif terutama dalam mengambil dan menetapkan permasalahan. Permasalahan yang dihadapi oleh para Wirausaha, hendaknya berupa masalah-masalah actual dan menarik. Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan alternatif tindakan di antara beberapa alternatif pilihan dalam pemecahan masalah. Pemecahan seperti itu merupakan salah satu penerapan teori Dewey tentang berpikir reflektif. Menurut Dewey, seorang Wirausaha yang berpikir reflektif itu hendaknya: a. Merasa bimbang, bingung, dan kesulitan. b. Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan untuk mengatasi kebimbangan dan kebingungan tersebut. c. Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data faktual sebagai usaha menemukan cara pemecahan masalah, sehingga ketegangan atau kebimbangan dapat diatasi. d. Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan yang terbaik melalui penataran. e. Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta, atau bukti bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan yang tidak didukung oleh data yang valid. Kondisi yang lebih luas dari seorang wirausaha diharuskan memperhatikan perkembangan otonomi daerah di mana berada, sehingga jangkauan

permasalahan lebih luas (aspek makro) yang mempengaruhi penetapan masalah dan pemecahan masalah. Seperti adanya perubahan kebijakan kebijakan Pemerintah, perubahan moneter dan perubahan hubungan antar Negara termasuk bencana-bencana alam yang mempengaruhi kegiatan pembangunan nasional. 3. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Usaha. Anda harus punya kepercayaan diri yang teguh dan yakin bahwa telah menetapkan pemecahan-pemecahan yang tepat. Pemecahan masalah tidak selamanya menempuh pola kerja pikir yang teratur dan tetap. Pengalaman tiaptiap Wirausaha di dalam memecahkan masalah yang sama, kadang-kadang berbeda-beda. Berikut ini dikemukakan langkah-langkah dalam pemecahan masalah, yakni: a. Menyadari dan memutuskan masalah. b. Mengkaji masalah dan merumuskan masalah. c. Mengumpulkan data-data. d. Analisis data e. Interpretasi dan verifikasi data. f. Pengambilan keputusan. g. Aplikasi kesimpulan. B. SUMBER-SUMBER INFOMASI USAHA. 1. Syarat Sumber-Sumber Informasi Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, seorang Wirausaha sangat membutuhkan sumber-sumber informasi bisnis yang lengkap dan akurat. Di samping harus lengkap, sumber-sumber informasi itu juga harus dapat dipercaya. Apabila sumber-sumber informasi itu datanya kurang lengkap, maka di dalam pengambilan keputusan dan kesimpulan, serta saran-saran yang akan dikemukakan kemungkinan kurang sempurna. Dalam dunia bisnis dan teknologi, informasi-informasi merupakan landasan untuk mengamati bentuk dan usaha atau bisnis pada masa mendatang. Dr. Alfred Osborne, Jr, Direktur Pusat Studi KeWirausahaan, di Universitas California, menegaskan bahwa informasi dan kebutuhan untuk menggunakan sumber-sumber informasi dapat menciptakan peluang bisnis yang amat banyak. a. Macam-macam informasi yang diperlukan. Pada era globalisasi, separuh dari pekerja-pekerja di bidang jasa, akan bergerak dalam kegiatan mengumpulkan, menganalisis, menyimpan, dan menjual informasi-informasi bisnis. Adapun macam informasi yang diperlukan di antaranya sebagai berikut. 1) Informasi Kuantitatif Informasi kuantitatif berisi masukan nilai yang dapat dihitung,seperti masalah berat, jumlah, tekanan, temperatur, dan sebagainya.

2) Informasi kualitatif Informasi kualitatif berisi masukan nilai yang dapat dirasa, seperti perubahan produk, mutu produk, kecepatan, panas, dingin, dan sebagainya. 3) Informasi kontrol Informasi kontrol, misalnya pemerian petunjuk: apakah suatu perubahan variabel produk, model, atau desain, dapat berjalan normal atau tidak. 4) Informasi simbol Informasi simbol, misalnya petunjuk dalam rambu-rambu bisnis. Sumbersumber informasi yang dapat dipercaya adalah yang informasinya menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sumber-sumber informasi itu merupakan sumber yang dapat memberi keterangan jumlah data dan fakta yang berhubungan dengan kebijakan produk dan pemasarannya. Kebutuhan terhadap sumbersumber informasi, sangat berkembang untuk menghasilkan banyak informasi yang berhubungan dengan pemasaran produk. Kegiatan produk memerlukan informasi tentang apa yang akan diproduksi, bagaimana sifat dan persyaratannya, bagaimana mutunya, dan berapa jumlah produk yang harus diproduksi. Sistem pemasaran harus dapat memberikan informasi serta menentukan bagaimana kecenderungan pasar dan konsumen. Sebaliknya, sistem prosuksi akan memberikan informasi kepada bagian pemasaran, tentang apa yang akan dilakukan untuk disampaikan ke pasaran. Sumbersumber informasi yang dibutuhkan para Wirausaha itu, harus lengkap, tepat dan dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karena itu, para Wirausaha yang memanfaatkan informasi harus dapat mengumpulkan, mengatur, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasi tersebut. Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan pemecahan, sehingga mengaktifkan pikiran dan kemauan, serta pemilihan beberapoa alternatif pemecahannya. Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat janji merupakan unsur-unsur utama menciptakan keputusan dalam bisnis. Peluang bisnis bukanlah suatu peluang jika tidak ada atau tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya. Persoalan-persoalan kunci dalam setiap organisasi adalah persoalan yang tidak mempunyai pengalaman masa lampau sama sekali, tapi dapat dipergunakan sebagai pedoman 2. Informasi Yang Diperlukan Dalam Keputusan Informasi adalah keberhasilan pengambilan keputusan. Semakin rumit bisnis, maka sistem informasi itu semakin diperlukan oleh seorang Wirausaha. Kecepatan memperoleh dan menerima akses informasi sangat dibutuhkan oleh para wirausaha. Akan tetapi, bagaimana bentuk informasi yang dibutuhkan para Wirausaha ? Informasi-informasi yang dibutuhkan oleh para Wirausaha adalah sebagai berikut.

a. Informasi atas orang, termasuk juga informasi pokok yang dituntut: gaji/upah dan jamainan keselamatan kerja dan hidup. b. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi : pandangan masa depan bisnis, kekayaan/utang, keberlanjutan bisnis. c. Informasi dalam operasi sehari-hari: penerimaan kas, pembayaran dalam usaha, neraca rugi dan laba sebenarnya, struktur modal. d. Fakta dan data untuk pendukung bisnis dan cara yang memungkinkan Wirausaha mengambil keputusan mengenai perluasan usaha : pesaing, konstruksi, pabrik, produk, gudang, pemasaran, dan sebagainya. Pencarian informasi memerlukan pengamatan yang cermat dan teliti terutama berkaitan dengan hal-hal berikut. a. Pesaing b. Seluk-beluk pemasaran. c. Seluk-beluk manajemen yang diperlukan. d. Perkembangan Arsitektur dan sipil e. Pengelolaan dan pengendalian keuangan f. Pengalaman dan penelitian usaha. g. Sumber dan data yang dapat dipercaya. h. Manajemen survai pemetaan. i. Perkembangan pariwisata j. Perkembangan paket-paket wisata k. Administrasi dan pembukuan. l. Perawatan peralatan produksi. m. Perkembangan teknologi n. Akuntansi dan auditing. o. Studi kelayakan. p. Informasi harga, promosi, dan distribusi. Adapun urutan prioritas tindakan dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut. a. Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi tersedia. b. Mencari informasi tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan wirausaha, tetapi tidak tersedia. c. Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi belum tersedia. d. Mencari informasi yang dibutuhkan, tetapi tak dikehendaki dan belum tersedia. e. Mencari informasi yang dibutuhkan dan tersedia walaupun tak dikehendaki. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan para Wirausaha, antara lain meliputi informasi mengenai konsumen, permintaan dan penawaran,pesaingan, advertensi, produk saingan, pengembangan produk, desain, dan prilaku konsumen. Sumber-sumber bisnis yang dikumpulkan dan diperlukan, persyaratannya yaitu. a. data-datanya yang dipercaya; b. data-datanya harus lengkap; c. data-datanya masih berlaku;

d. data-datanya dapat dipergunakan. Mencari dan mengumpulkan informasi relatif mudah apabila para Wirausaha cerdas, cekatan, terampil, berpengalaman, dan pandai berkomunikasi dan tidak mudah putus asa serta cepat tidak puas diri. Kelancaran di dalam berkomunikasi ditentukan oleh keterampilan pada ketepatan cara mengekspresikan diri. Kunci keberhasilan berwirausaha, terletak dalam memperoleh dan mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi. Keberhasilan wirausaha yang berhubungan dengan informasi dalam bisnisnya, diantaranya: a. Harapan masa depan bisnis. b. Sistem nilai para Wirausaha. c. Pengalaman Wirausaha dalam bisnis. d. Kekuatan dan kelemahan bisnis. e. Sikap dan perilaku konsumen. f. Daya beli konsumen. g. Motivasi konsumen h. Realitas bisnis. i. Peluang bisnis. j. Hambatan dan rintangan bisnis. k. Pesaing l. Pelayanan. m. Risiko kebutuhan konsumen n. Perubahan selera konsumen. o. Kebijakan pemerintahan. 3. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan Wirausaha Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan Wirausaha dalam rangka menunjang kebijakan bisnis adalah sebagai berikut. a. Hasil penelitian pasar b. Kondisi ekonomi (daya beli masyarakat) c. Kedudukan perusahaan di pasar. d. Kondisi Sumberdaya Manusia e. Bagian keuangan. f. Pembeli, konsumen, dan distributor. g. Para pesaing. h. Wilayah niaga. i. Media massa. j. Manager produksi, antara lain mengenai: 1) Bahan baku. 2) Tenaga kerja 3) Transfortasi 4) Kualitas produk. 5) Desain produk. 6) Model produk. 7) Jenis dan ukuran produk. 8) Warna dan merk produk.

9) Manfaat dan bungkus produk. 10) Harga produk. k. Pemerintah dan peraturannya. l. Hukum Dengan perkataan lain, sumber-sumber informasi tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, sebagai berikut. a. Sumber Informasi Data Primer Sumber infomasi data primer, diantaranya hasil riset, konsumen sendiri, pedagang perantara, para penjual sendiri. b. Sumber informasi data sekunder Sumber informasi data sekunder, diantaranya : hasil-hasil penelitian, Jurnaljurnal, perusahaan lain dalam kelompok sejenis, Pemerintah, perusahaan pendukung, Biro Pusat statistic, Asosiasi profesi, KADIN, Media Massa (Majalah, Koran, Tabloid), Televisi 4. Manfaat Sumber-Sumber Informasi Usaha Pemanfaatan teknologi informasi, akan mengarahkan perusahaan pada cara kerja perusahaan, perluasan kompetisi, pemasaran, penjualan, distribusi, promosi, dan lain-lainnya. Adanya teknologi informasi akan menyebabkan orang-orang dengan cepat mengetahui berita dan dengancepat pula dapat mengirim berita. Pemakaian teknologi informasi banyak menimbulkan perubahan pada berbagai segi kegiatan dalam perusahaan. Oleh karena itu, dalam rangka memajukan dan membesarkan usaha atau bisnis, peran teknologi informasi harus dioptimalkan penggunaannya. Informasi semakin sedikit yang relevan. Orang-orang politik bilang informasi adalah kekuasaan. Sementara orang-orang bisnis bilang untuk mengetahui masa depan bisnis. Untuk itu kuasailah dan cari sebanyak-banyaknya informasi. Keberhasilan wirausaha dalam mengelola informasi, bukan terletak pada banyaknya informasi yang ia miliki, melainkan pada relevansinya. Dengan adanya sumber-sumber informasi, maka para Wirausaha akan mengetahui bahwa informasi itu sangat penting untuk bahan masukan bagi pengambilan suatu keputusan dalam bisnis. Zaman sekarang dikenal abad informasi, yang mana kemampuan untuk mendapatkan dan menggunakan sumber informasi merupakan aktiva yang terbesar. Orang-orang politik bilang: Siapa yang memiliki informasi paling banyak, dialah yang paling berkuasa. Sementara orang-orang bisnis mengatakan:Untuk dapat mengelola bisnis dengan baik, pasarkan sesuatu untuk masa depan; untuk mengetahui masa depan, kuasailah sebanyak-banyaknya informasi Dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi, para Wirausaha akan melaksanakan perubahan atau perbaikan hal-hal berikut. a. Perluasan kompetisi bisnis. b. Pembuatan produk

c. Pemasaran dan penjualan produk. d. Ketenagakerjaan. e. Cara mengelola bisnis. f. Memilih produk. Dari penjelasan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya sumber-sumber informasi, maka para Wirausaha akan dapat: a. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan lebih murah. b. Memilih dan membuat produk yang bermutu laku dijual, dan harga bersaing. c. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan. d. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi. e. Memilih dan membuat produk yang lebih baik dengan harga relative murah. Sebelum memutuskan membuat suatu produk perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya factor pasar.

10

BAB IV MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA A. Pengertian semangat berwirausaha Menurut para ahli Alex S. Niti Semito Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Alexander Leighten Semangat kerja adalah sekelompok orang untuk bekerja sama dengan giat dan konsekuen dalam mengejar tujuan bersama. Bedjo Siswanto Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Kesimpulannya Semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh wirausaha untuk bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal. Semangat kerja erat kaitannya dengan kegairahan kerja. Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan sehingga wirausaha yang bekerja dengan dilandasi semangat dan kegairahan kerja tidak cepat lelah dalam bekerja. B. Pentingnya semangat wirausaha Semangat kerja sangat penting bagi para wirausaha, karena dengan dilandasi oleh semangat kerja dalam menjalankan usahanya akan diperoleh beberapa kebaikan yaitu : 1. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan 2. Kerusakan dapat dikurangi 3. Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil 4. Tercapai efisiensi kerja 5. Tercapai produktivitas kerja yang tinggi 6. Lebih cepat mencapai kemajuan usaha Semangat merupakan factor yang sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam kegiatan berwirausaha. Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah : a. Tidak mengenal lelah a. Pantang menyerah b. Rela berkorban c. Mencurahkan perhatian penuh d. Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki

C. Faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu: 1. Faktor Internal : Dorongan dalam dirinya dan bersumber dari kebutuhan: kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,harga diri dan aktualisasi 2. Faktor eksternal : Dorongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat dan Negara. Banyak orang yang tertarik kewirausahaan karena adanya imbalan yang menarik. Imbalan dikategorikan ada 3 yaitu : 1. Laba Motivasi yang paling kuat karena salah satu cara untuk mempertahankan nilai perusahaan. 2. Kebebasan Orang ingin bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi / organisasi. 3. Kepuasan menjalani hidup Untuk merefleksikan pemenuhan kerja pribadi D. Faktor faktor yang menghambat dalam dunia bisnis yaitu : 1. Kurang pengalaman usaha 2. Tidak tepat atau tidak cocok dalam memilih jenis usaha 3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat 4. Modal yang tidak memadai 5. Tidak punya mitra usaha pada bidang yang digelutinya 6. Tidak ada dukungan dari pemerintah 7. Tidak punya keahlian dalam berwirausaha 8. Tidak punya semangat dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Untuk mengatasi faktor faktor yang menghambat dalam bisnis maka diperlukan sikap pantang menyerah yaitu sikap yang tidak mengenal lelah dalam bekerja untuk mencapai kesuksesan walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi. E. Kreatifitas, Inovasi dan Motifasi Dalam menghadapi era globalisasi harus ada kreatifitas,inovasi dan motivasi dalam menjalankan tugas. Apalagi dalam dunia bisnis tidak dapat mengabaikan pesaing asing,tehnologi,bahan,material dan cara cara baru dalam organisasi dan pemasaran. Contoh persaingan yang dialami perusahaan Indonesia di era globalisasi yaitu : 1. Dalam bisnis eceran Dengan masuknya para pengecer global seperti Metro, Makro, Carefour, Indogrosir bukan hanya Matahari dan Hero saja yang mengalami persaingan global tetapi toko toko kecil yang mengalami persaingan tersebut.

11

2. Dalam bisnis rumah makan siap saji Rumah makan lokal seperti ayam goreng Ny. Suharti dan Mbok Berek harus berhadapan dengan pemain global yang mengembangkan waralaba di Indonesia seperti Mc. Donald, Kentucky Fried Chiken ( KFC ), Wendy dll Kesempatan bisnis muncul bagi mereka yang mampu menghasilkan produk yang diinginkan oleh konsumen. Bila sebuah perusahaan dapat membuat barang dan jasa yang menarik disertai dengan pelayanan yang bagus maka biasanya akan dapat diterima oleh konsumen. Menurut Michael Porter dalam bukunya Competitive Advantage ada 5 kekuatan yang menentukan dasar dan tehnik kompetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu : 1. Kekuatan menawar pembeli 2. Ancaman penggantian barang / jasa 3. Kekuatan menawar penjual 4. Persaingan yang diantara para pesaing 5. Ancaman pesaing baru. Dalam menghadapi persaingan yang ada dan agar produk dapat diterima konsumen maka seorang wirausahawan diharuskan mempunyai strategi yang jitu. Strategi tersebut antra lain : 1. Inovasi Adalah melakukan perubahan perubahan untuk menghasilkan barang/jasa yang baru. Ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan yaitu : a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Buat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat dipahami serta dikerjakan c. Mulailah membuat produk yang inovatif yang terkecil d. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Mulai belajar berinovasi dari pengalaman g. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif i. Mempunyai keyakinan dan kerja dengan penuh inovatif dan resiko Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau pelayanan yaitu : a) Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan b) Menemukan produk yang benar benar baru c) Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan Contoh hasil inovasi seperti : Perkembangan berbagai computer dan notebook Perkembangan berbagai telepon genggam Perkembangan berbagai kemasan produk Perkembangan berbagai alat rumah tangga

2. Kreativitas Adalah pengembangan ide sehingga dapat tercipta sesuatu yang lebih baik dan lebih berguna. Ciri ciri kreatif menurut : a. S.C Utami Munandar ~ Memiliki dorongan ingin tahu yang besar. ~ Sering mengajukan pertanyaan yang baik ~ Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah ~ Bebas dalam menyatakan suatu pendapat. b. Guilfort, berpikir kreatif ada 4 ciri yaitu : 1. Kelancaran/fluency Yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan 2. Keluwesan/fleksibelitas Yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam macam pemecahan/pendekatan terhadap masalah 3. Keaslian/originalty Yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara cara asli 4. Penguraian/elaboration Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci 3. Motivasi Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bisa menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu hal. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu dorongan dari motip seseorang untuk melakukan hal hal yang diinginkan.

12

BAB V MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI A. Pengertian komitmen tinggi Adalah fokus pikiran diarahkan pada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seorang wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang mentaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaannya, mereka selalu menggunakan sumber daya secara efisien dan selalu berusaha untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin dengan sumber daya yang minimal. B. Faktor faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Menunjukkan komitmen tinggi bukan semata mata menjual ide saja,melainkan terkait dengan adanya faktor faktor pendukung yang betul betul memanfaatkan komitmen tinggi yaitu : Konsisten, tegas dan adil Kharisma adalah menunjukkan ciri seorang wirausaha yang konsisten,tegas dan fair. Konsisten adalah apa yang bisa dan tidak bisa diharapkan. Fair dan tegas adalah meningkatkan respek dan kharisma wirausaha. Suritauladan Wirausaha yang memiliki kharisma,tidak hanya memimpin dan memeriksa atau memberi petunjuk dari jauh,tetapi mempraktekan apa yang dibicarakan dan disampaikan dengan memberi contoh kehadiran, tidak pernah terlambat, selalu konsisten terhadap keputusannya, bijaksana dan tegas, memiliki kemauan untuk menerima saran atau kritik dari bawahannya. Konsentrasi pada manusia Seorang wirausaha harus fokus pada manusia, dengan memperhatikan masalah, keinginan dan perkembangan bawahannya. Dengan demikian karyawan akan bergairah dan senang mendapat tugas sekecil apapun serta selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas tersebut. Untuk dapat menjadi calon wirausaha yang memiliki komitmen tinggi dan tangguh, maka siswa perlu memahami beberapa unsur penting yang harus selalu dikembangkan, yaitu : a. Unsur pengetahuan Adalah salah satu unsur yang mencerminkan tingkat penalaran seseorang yang biasanya ditentukan oleh tingkat pendidikan seseorang. Cara peningkatan pengetahuan antara lain banyak membaca, bersekolah, rajin mengikuti kursus, banyak bertanya dan memiliki semangat keingintahuan akan sesuatu hal,dsb. b. Unsur ketrampilan Adalah cerminan dari kemampuan kerja fisik seseorang yang biasanya dapat diperoleh dari proses latihan. Cara peningkatan ketrampilan antara lain rajin berlatih,tekun,bersungguh sungguh dan disiplin, dsb. c. Unsur sikap mental Adalah respon atau tingkah laku seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Cara peningkatan sikap mental antara lain siap melakukan sesuatu

yang seharusnya dilakukan , tekun beribadah, ramah, suka menolong, disiplin, berani mengambil resiko, mampu menjadi pemimpin, mudah bergaul,dsb. d. Unsur kewaspadaan Adalah paduan antara unsur pengetahuan dan unsur sikap mental dalam menghadapi sesuatu yang mungkin akan dialami, unsur ini lebih pada sikap hati hati seseorang. Cara peningkatan kewaspadaan antara lain jangan mempunyai perasaan rendah diri, hilangkan perasaan ragu ragu, bersemangat, bekerja dengan akal sehat, selalu berfikir positif, kreatif dan inovatif, dsb. C. Menerapkan perilaku tepat waktu Penerapan komitmen tinggi dapat dilaksanakan melalui menerapkan perilaku tepat waktu. Seorang wirausaha yang berhasil harus dapat memanfaatkan dan memandang waktu sebagai berikut : ~ Tepat waktu adalah organisasi Artinya keseluruhan dari aktifitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Perilaku tepat waktu merupakan landasan pokok untuk membuat konsep dan gagasan. ~ Tepat waktu adalah kekuasaan Artinya waktu yang kita hadapi sekarang akan menentukan kejadian kejadian pada masa yang akan datang. Menguasai waktu yang sekarang akan menentukan waktu yang akan datang. ~ Tepat waktu adalah uang Artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. ~ Tepat waktu adalah ukuran Artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang kita abaikan sehingga dapat menimbulkan kerugian. Ada beberapa petunjuk untuk membagi dan menerapkan tepat waktu dilingkungan sekolah Biasakanlah untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Biasakanlah belajar dan bekerja dengan konsentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemajuan belajar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi Renungkan hal hal yang menjadi tujuan hidup,rumuskan tujuan hidup dalam rencana rencana yang matang Berlatih disiplin dalam setiap melaksanakan tugas Memanfaatkan waktu senggang dengan kegiatan yang bermanfaat Memanfaatkan budaya tepat waktu dalam berbagai kegiatan Jangan suka menunda nunda pekerjaan Belajar dan bekerjalah sesuai dengan kemampuan Hindari kesalahan dalam melaksanakan tugas D. Menerapkan perilaku tepat janji Perilaku tepat janji merupakan sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausaha, karena sifat ini akan mendatangkan sebuah kepercayaan .Kepercayaan merupakan modal utama dalam berwirausaha.

13

Beberapa cara / petunjuk untuk menerapkan perilaku tepat janji di sekolah : 1. Membiasakan menepati janji 2. Jangan suka berbohong 3. Memahami kelemahan kelemahan diri sendiri sehingga mampu mengatasi 4. Merenungkan segala keberhasilan maupun kegagalan dalam belajar,berkarya dan berprestasi sehingga mampu mengoreksi diri sendiri. 5. Sadar akan pentingnya budaya tepat janji 6. Meningkatkan kedisiplinan diri sendiri E. Menerapkan kepedulian terhadap mutu hasil kerja Mutu / kualitas hasil kerja berkaitan erat dengan keputusan konsumen. Mutu hasil kerja harus menunjukan ukuran, tahan lamanya dan dapat dipercaya konsumen. Kualitas produk yang tinggi biasanya diikuti dengan harga yang relative tinggi pula, sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Setiap perusahaan harus selalu mengembangkan produksi. Dengan adanya kepedulian terhadap mutu hasil kerja, maka produk yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan akan membawa perusahaan ke arah kemajuan dan sangat menguntungkan. Untuk bisa menjamin kualitas / mutu hasil kerja perlu adanya pengawasan dan pengujian . Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas dengan standart produk melalui pengetesan di laboratorium perusahaan. Kepedulian terhadap mutu hasil kerja harus tertanam pada semua warga perusahaan, sehingga setiap perilaku selalu didasari oleh profesionalisme. Kepedulian terhadap mutu hasil kerja memiliki elemen elemen sebagai berikut : a) Informasi mutu / kualitas harus digunakan untuk perbaikan , bukan untuk mengawasi orang b) Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaan c) Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d) Kewenangan perusahaan harus sebatas tanggung jawab e) Kolaborasi, sinergi bukan kompetisi harus berbasis kerja sama f) Warga perusahaan harus merasa aman dan senang terhadap pekerjaannya g) Rasa keadilan harus ditanamkan Menerapkan kepedulian terhadap mutu dalam bentuk hasil kerja dan penampilannya dapat difokuskan kepada produk dan orangnya. Jika difokuskan kepada orangnya, sedapat mungkin seorang wirausaha didalam penampilannya harus dapat memberikan contoh /suri tauladan untuk masyarakat. Didalam penampilannya , seorang wirausaha diharapkan Bermoral atau berakhlak baik dan jujur Melaksanakan sopan santun Memberi contoh / suri tauladan yang baik Tolong menolong dengan sesama anggota masyarakat Tenggang rasa dengan sesama anggota masyarakat Melaksanakan norma norma anggota masyarakat Hormat menghormati sesame anggota masyarakat Berbusana yang sopan

Berbicara yang baik Penampilan seorang wirausaha yang dapat menciptakan suatu bisnis yang menyenangkan adalah : ~ Ramah tamah dan sopan santun ~ Mempunyai sikap perhatian dan bersahabat ~ Cekatan, periang dan mudah bergaul Jika difokuskan pada mutu produk,seorang wirausaha harus dapat menampilkan hasilnya sesuai dengan keinginan konsumen. Desain produk merupakan penampilan yang tampak dalam bentuk garis ( line ) , bentuk ( form ) dan warna. Ketiga unsur penampilan produk tertentu perlu dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh keindahan, kesesuaian, serta keserasian pada penampilan produk diharapkan dan dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu : 1. Produk dan pelayanannya dapat ditempatkan pada salah satu pasaran 2. Produk dan pelayanannya dapat ditampilkan lebih banyak jenisnya untuk merebut banyak pasaran 3. Produk dan pelayanannya dapat ditempatkan ditengah tengah pasaran Tujuan perusahaan menampilkan produk yang baik : Menciptakan produk yang sesuai dengan selera konsumen Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen Menciptakan produk yang mudah pemeliharaannya F. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri. Seiring dengan pesatnya perkembangan informasi, saat ini banyak siswa yang menghadapi berbagai masalah, baik yang ditimbulkan oleh pengaruh pergaulan, bacaan bacaan, TV dan internet. Oleh karena itu kita semua perlu waspada dan hati hati. Latar belakang keluarga, pemahaman terhadap agama,serta lingkungan pergaulan sangat menentukan dalam menghadapi masalah kehidupan. Apalagi bagi wirausaha yang dalam perjalanannya akan mengalami kegagalan atau keberhasilan. Apabila berhasil, bagaimana cara memanfaatkan keberhasilan tersebut. Dan apabila mengalami kegagalan, bagaimana cara menghadapinya. Disinilah peranan penerapan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri diperlukan. Untuk dapat mengendalikan diri diperlukan suatu : a) Ketabahan Adalah tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup. Semua kesulitan dan gangguan itu kita kembalikan kepada kekuasaan Tuhan, karena semuanya dianggap berasal dari Tuhan. Dalam perjalanan hidup, kita banyak cobaan, gangguan dan rintangan, baik dari dalam diri kita, dari orang lain maupun dari gangguan alam. Untuk mengatasi berbagai macam cobaan, kita harus melatih ketabahan antara lain dengan memelihara pendirian bahwa kita harus sukses, harus maju untuk mencapai tujuan

14

b) Keuletan Artinya tangguh, kuat dan tidak mudah berputus asa. Keuletan merupakan sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan didalam usaha diri, keluarga dan masyarakat. Banyak orang yang cepat putus asa, menyerah kalah dalam menghadapi tanda tanda kegagalan.Mereka yang tidak putus asa adalah orang orang ulet, tabah, tekun dan berkepribadian tinggi. Ketekunan dan keuletan adalah sumber keberhasilan dalam berwirausaha. c) Disiplin Mempunyai arti latihan dan ketaatan pada aturan. Dengan melaksanakan disiplin , berarti semua pihak dapat menjamin kelangsungan dan kelancaran dalam belajar, bekerja dan berusaha. G. Pentingnya komitmen tinggi bagi wirausaha Pentingnya komitmen tinggi bagi seorang wirausaha adalah setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaan dan selalu berusaha untuk memajukannya. Seorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi didalam usahanya diharapkan : Pantang menyerah terhadap keadaan dan situasi apapun Memiliki semangat dan tahan uji terhadap setiap tantangan Memiliki kesabaran dan ketabahan didalam berusaha Selalu bekerja, berjuang dan rela berkorban Seorang wirausaha harus mempunyai kekuatan pribadi sebagai modal utama untuk belajar, bekerja dan berusaha sehingga memiliki kemerdekaan batin yaitu keselarasan antara keinginan dan pandangan. Seorang wirausaha setidak tidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian yaitu : 1. Keyakinan yang kuat untuk maju 2. Kemauan keras untuk maju 3. Pemikiran yang konstruktif dan kreatif 4. Keuletan dan ketekunan 5. Kesabaran dan ketabahan 6. Ketahanan fisik dan mental 7. Kejujuran dan tanggung jawab Adapun komitmen tinggi yang harus dimiliki wirausaha diantaranya : a) Mengerti akan tujuan berwirausaha b) Memiliki motivasi yang tinggi c) Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas d) Bekerja dan berusaha dengan teliti dan cermat e) Tidak suka menunda tugas dan pekerjaannya f) Percaya pada diri sendiri dalam menghadapi tugas g) Rajin, tekun , ulet dan tabah h) Mampu mendayagunakan waktu Pentingnya komitmen tinggi bagi wirausaha adalah : Bisa mendapatkan hasil maksimal dengan sumber daya minimal Dapat menggunakan sumber daya secara efesien Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaan

Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha Meningkatkan rasa kepercayaan Meningkatan etos semangat kerja bagi pribadi wirausaha dan karyawannya

15

BAB VI MENGAMBIL RESIKO USAHA A. Pengertian Resiko Usaha Menurut para ahli 1) Arthur Williams dan Richard, M H Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu 2) Abas Salim Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian 3) Soekarto Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa 4) Herman Darmawi Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan Kesimpulannya : Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya. Ada 2 karakteristik resiko: 1. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa 2. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian Ada beberapa penyebab kegagalan usaha ~ Perencanaan yang kurang matang ~ Kurangnya modal ~ Bakat yang tidak cocok ~ Kurang pengalaman ~ Lemahnya pemasaran ~ Tidak mempunyai semangat berwirausaha ~ Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi :

Resiko Fundamental Yaitu resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. Misal: banjir, angin topan, dan sebagainya. 2. Menurut sumber / penyebab timbulnya, dibedakan : 1) Resiko Intern / Internal Yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Misal : ~ Ketidaktahuan ~ Kesalahan manuasiawi ~ Kurang pengalaman ~ Kurang pelatihan ~ Kegagalan tim untuk bekerjasama secara efektif ~ Kekurangan sumber daya ~ Teknologi tidak dikenal 2) Resiko Ekstern/ Eksternal Yaitu resiko yang berasal dari luar perusahaan. Misal : ~ Kegiatan pemasok yang berakibat kegagalan, perubahan spesifikasi produk ~ Kegiatan pesaing / adanya saingan usaha yang sama ~ Tingkah laku pelanggan [ perubahan permintaan, perubahan persepsi ] ~ Terjadi perubahan politik [ UU yang mempengaruhi produk/ pelanggan ] ~ Kekuatan alam 3. Menurut dapat tidaknya resiko dialihkan kepada pihak lain, dibedakan: 1) Resiko yang dapat dialihkan pada pihak lain, dengan mempertanggungkan suatu obyek yang akan terkena resiko pada perusahaan asuransi 2) Resiko yang tidak dialihkan pada pihak lain 4. Menurut kejadian ( yang mungkin terjadi ) dibedakan : 1) Perubahan permintaan Suatu keadaan yang bisa terjadi karena perubahan ekonomi,modal, selera konsumen yang mengakibatkan terjadinya penurunan permintaan. Contohnya : Perubahan ekonomi : utang piutang, perdagangan berjangka Perubahan model : pakaian, sepatu, alat komunikasi Perubahan selera konsumen : jasa salon,foto copy,catering 2) Perubahan konjungtur Perubahan kondisi ekonomi yang tidak menentu sehingga mempengaruhi keadaan usaha Contoh : Pengaruh insflasi Pengaruh eksport / import Pengaruh bencana alam

B. Macam-macam resiko: 1. Menurut sifat, dibedakan : Resiko Murni Yaitu resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja. Misal: kebakaran. bencana alam, pencurian dan sebagainya Resiko Spekulatif Yaitu resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya

16

2) Persaingan Situasi dimana antar wirausaha melakukan usaha yang sejenis/sama. Penggunaan alat modern yang mempengaruhi hasil produksi antara lain kualitas barang, harga jual produk, penghematan tenaga Contoh : Penemuan baru : tehnik produksi,variasi,peralatan produksi Kondisi perdagangan : sehat atau tidaknya mempengaruhi kelancaran keuangan , selera konsumen Pengaruh musim : musim dingin, musim kemarau, musim hujan 3) Perkembangan IPTEK Perubahan teknologi tepat guna Contoh : HP, Internet, Fax 4) Perubahan peraturan Contoh : aturan hukum, aturan pendidikan, aturan lalu lintas, aturan administrasi pemerintah 5) Bencana alam Contoh : banjir, gempa, angin topan C. Secara umum/ garis besarnya ada bermacam macam resiko dalam usaha dan upaya untuk menghindari / memperkecil resiko adalah : 1) Resiko teknis Resiko ini terjadi akibat kekurangmampuan wirausaha / manajer dalam mengambil keputusan. Faktor penyebab : Biaya produksi yang tinggi ( inefisien ) Pemakaian SDM yang tidak seimbang ( tenaga kerja terlalu banyak ) Terjadi kebakaran akibat keteledoran dan kurang cermat Terjadi pencurian akibat pengawasan yang kurang baik Terus menerus rugi karena biaya yang terus membengkak Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktifitas kerja yang menurun Perencanaan dan desian yang salah sehingga sulit dioperasionalnya. Upaya untuk mengatasi/menghindari resiko tersebut di atas: a) Manajer atau wirausaha menambah pengetahuan tentang: Ketrampilan teknis, terutama yang berkaitan dengan proses produksi yang dihasilkan. Misalkan yang semula dengan teknologi tradisional diganti dengan teknologi tepat guna/modern Ketrampilan mengorganisasi yaitu kemampuan meramu yang tepat dari faktor produksi dalam usaha mencakup SDM, SDA, modal . Ibarat

membuat kue, bagaimana agar rasanya enak, murah dan disenangi pembeli. Ketrampilan memimpin yaitu kemampuan untuk mencapai tujuan usaha dikerjakan dengan baik dan serasi oleh semua orang yang ada pada organisasi. Untuk itu setiap pimpinan dituntut membuat konsep kerja yang baik. b) Membuat strategi usaha yang terarah untuk masa depan, yang meliputi strategi produksi, strategi keuangan, strategi SDM, strategi operasional, strategi pemasaran, strategi penelitian dan pengembangan. c) Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi, dengan konsekuensi setiap saat harus membayar premi yang merupakan pengeluaran tetap 2) Resiko Pasar Resiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku atau tidak laku di pasaran. Faktor penyebab : ~ Kesalahan dalam mengidentifikasi pasar ~ Kesalahan dalam mengetahui kebutuhan pelangan dalam pasar yang dipilih ~ Kegagalan dalam memprediksi perubahan pasar ~ Kesalahan dalam memperhitungkan secara makro ~ Kegagalan dalam memprediksi siklus pasar Upaya yang ditempuh: Mengadakan inovasi yaitu membuat desain baru dari produk yang disenangi calon pembeli. Misal budidaya lele dumbo Mengadakan penelitian pasar dan memperoleh informasi pasar secara berkesinambungan. 3) Resiko Kredit Resiko yang ditanggung kreditor akibat debitor tidak membayar pinjaman sesuai waktu yang telah disepakati. Faktor penyebab: Sering terjadi produsen menaruh produknya terlebih dahulu dan dibayar kemudian Deditor meminjam uang untuk usaha tetapi usahanya gagal akibatnya timbul kredit macet, Upaya yang ditempuh: a) Berikan kredit pada seseorang yang minimal memenuhi syarat sebagai berikut: Dapat dipercaya yaitu watak dan reputasinya Kemampuan untuk membayar, hal ini dapat dilihat dari kemampuan/hasil yang diperoleh dari usahanya Kemampuan modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha sehingga merupakan net personal assets

17

Keadaan usahanya selama ini apakah menunjukkan trend naik atau turun. b) Jangan memberikan pinjaman yang terlalu besar sambil mengevaluasi kredibilitas debitor c) Memperlihatkan pengelolaan dana debitor bila yang bersangkutan memiliki perusahaan. 4) Resiko Alam Resiko ini di luar pengetahuan/ jangkauan manusia, misal gempa bumi, banjir, angin topan, kemarau panjang. Kemungkinan kemungkinan bertahannya seorang wirausahawan tetap hidup dalam menghadapi resiko terburuk antara lain : 1. Memperbaiki usaha : Memperbaiki tampilan, mengganti nama, mengganti personil, melengkapi alat alat, mengganti strategi pemasaran, memperbaiki cara produksi/cara kerja , dsb 2. Melakukan alih usaha : Berpindah dari usaha satu ke usaha lainnya yang memungkinkan, misalnya dari bengkel umum ke bengkel khusus, pabrik bata ke pabrik genting, produksi tahu ke susu kedelai, warung bakso ke warung makan, penerbit ke percetakan, dsb. 3. Pindah alamat : Bisa jadi suatu usaha tidak / kurang berhasil karena faktor tempat yang kurang strategis, atau karena di dekatnya ada usaha sejenis yang lebih besar 4. Mencari investor untuk berinvestasi : Mencari orang yang memiliki dana untuk menginvestasika uangnya dengan kompensasi tertentu, misal dengan bagi hasil 5. Meminta pihak lain untuk mengakuisisi : Meminta pihak lain untuk membeli sebagian besar saham dengan konsekuensi otoritas pengendalian usaha akan beralih kepihak lain. D. Tipologi Pengambilan Resiko Pada Tingkat Manajemen 1. Pada tingkat bawah : Perusahaan membutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan hal-hal yang rutin dan mempunyai sedikit resiko.Mereka akan membawa kestabilan perusahaan. 2. Pada tingkat menengah : Manajer harus dapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang yang berada di sini dianggap sebagai pengambil resiko. 3. Pada tingkat atas : Mereka harus mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan.

Manajemen. Pengertian manajemen menurut Prof. Die Liang Lee, adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen: Perencanaan Pengorganisasian Penggerakan Pengawasan Contingency planning [perencanaan peristiwa tak terduga] merupakan cara untuk mengatasi resiko tertinggal adalah membuat rencana untuk peristiwa tak terduga rencana yang belum terjadi selain itu dengan memikirkan kemungkinan pemecahan sebelum terjadi dengan menerapkan pendekatan rasional secara lebih baik pada rencana tersebut maupun akibat yang dihasilkan. Pengembangan produk sering kali dimulai dengan hanya sebuah gagasan yang dapat datang dari sejumlah sumber antara lain: ~ Permintaan pasar ~ Riset pasar ~ Kemampuan teknologi baru ~ Analisis terarah dari jajaran produk yang pernah dianalisis kesenjangannya Pengendalian resiko terkait. Setiap usaha harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Untuk menjalankan gagasan hingga produk siap dipasarkan memerlukan SDM dan uang. Bagaimana resiko terkait ini dapat dikendalikan? Yaitu dengan mengambil pendekatan berfase artinya membatasi komitmen pada waktu tertentu dan pengembangan hanya berlanjut bila resiko yang dinilai untuk fase berikut sebanding dengan jumlah yang akan terkena resiko. Fase tersebut dapat dipandang dari berbagai sudut yaitu: Aktivitas para pengembang Definisi konsep Evaluasi Spesifikasi Desain dan pengembangan produk Produksi Peluncuran produk Saat dipasarkan. Tahap perencanaan resiko Petunjuk mengenai tahap perencanaan resiko: 1. Kenali sumber resiko Mengidentifikasi sebanyak mungkin sumber resiko

18

2.

3.

4.

5. 6.

Membentuk tim kerja Adakan pembahasan dengan sumbang saran Pertimbangkan hati-hati susunan tim yang wajar agar pembahasan lebih efektif Sumber potensial dikelola Carilah seseorang yang trampil menemukan apa-apa Hindari resiko Hal-hal yang dapat mencegah sunber resiko secara potensial adalah: Pertimbangkan bagaimana potensi resiko dapat dibicarakan Gunakan tenaga ahli untuk pembicaraan Carilah pengalaman baru dalam menangani masalah Pertimbangkan bagaimana resiko dapat dipindahkan Berilah imbalan kepada para ahli yang membantu memecahkan masalah Kendalikan manajemen Pengendalian yang baik diperlukan dalam kasus apapun dan pimpinan bersama staf harus memonitor kemajuan teknik proyek setiap waktu untuk menemukan masalah sedini mungkin, sehingga dapat mengadakan perbaikan Asuransikan beberapa resiko misalnya kegagalan pemasok dan kerusakan pada peralatan kritis. Kelayakan produk atau asuransi jaminan profesi atau garansi pemerintah yang dapat dipakai untuk mengurangi finansialexposure akibat ulah pelanggan yang ada di Negara lain. Resiko yang tertinggal (Kemungkinan resiko yang dulu terjadi lagi) Tindakan ini berupa mengubah ruang lingkup proyek atau memodifikasi sasarannya. Perencanaan scenario Teknik ini dilakukan dengan melihat bahaya yang mungkin terjadi atau scenario alternative dari faktor yang menyebabkan ketidakpastian. Setelah itu lalu merencanakan setiap scenario dilakukan secara mendetail.

Ada beberapa pertanyaan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko yaitu : a) Apakah resiko tersebut sepadan dengan hasil usaha ? b) Bagaimana resiko dapat dikurangi ? c) Informasi apakah yang diperlukan sebelum resiko diambil ? d) Orang orang dan sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi resiko? e) Mengapa resiko ini penting ? f) Apakah ketakutan anda dalam mengambil resiko ? g) Apakah yang akan dapat anda capai dengan mengambil resiko ? h) Persiapan persiapan apa yang perlu anda buat sebelum mengambil resiko ? Daftar pertanyaan diatas merupakan contoh dari serangkaian pertanyaan yang harus dijawab sebelum memikul suatu resiko.

E. Evaluasi Resiko Beberapa upaya agar berhasil [efektif] dalam usaha mengurangi waktu meliputi hal-hal berikut: Kumpulkan sedini mungkin sebuah tim inti untuk memelihara visi sasaran yang konsisten Pastikan jenis aktivitas yang berlainan Tentukan informasi yang diambil dari aktivitas awal oleh tim atau bagian lain yang memerlukan informasi untuk aktivitas berikutnya Dukung penggunaan informasi parsial yaitu komunikasi yang efisien dan terbuka dengan kepercayaan yang tinggi dan memungkinkan orang untuk memulai aktifitas, sebelum tugas utama benar-benar selesai Pastikan bahwa prosedur persetujuan fase beroperasi dengan lancar dan cepat Perkuat tim pengembangan untuk sebanyak mungkin keputusan tidak harus keluar dari tim Terapkan pengembangan bertahap ( incremental development ) bila memungkinkan

19

BAB VII MENGAMBIL KEPUTUSAN A. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA Semakin wirausaha berpengalaman dalam pengambilan keputusan maka akan semakin besar kepercayaan diri dan semakin berorientasi pada tindakantindakan. Untuk itu, perlu memahami taksiran-taksiran atau hasil pengamatan kemampuan wirausaha dalam mengambil keputusan, sebagai berikut. 1. Bagaimana wirausaha dapat menjaga kepercayaan diri dalam mengambil keputusan penting ? 2. Tunjukkan contoh-contoh yang menggambarkan kemampuan wirausaha mengambil keputusan yang realisitk 3. Apakah kekuatan dan kelemahan wirausaha mengambil keputusan ? 4. Bagaimana cara mengambil keputusan kreativitas atau intuisi dalammengambil keputusan ? 5. Apakah hikmah dari kesalahan mengambil keputusan ? 6. Bagaimana wirausaha menangguhkan pengambilan keputusan ? 7. Bagaimana penyesuaian dalam perubahan-perubahan di lingkungan wirausaha setelah keputusan ditetapkan ? 8. Apakah biasa dipaksakan membuat keputusan ? 9. Apakah tindakan yang biasa diambil setelah keputusan ditetapkan ? 10. Bagaimana cara menggunakan dan memanfaatkan sumber-sumber daya di lingkungan sekitar dalam mengambil keputusan ? 11. Bagaimana cara memimpin agar mencapai hasil yang diinginkan ? 12. Bagaimana cara menggunakan dan memanfaatkan kontak professional dan pribadi wirausaha untuk memperoleh informasi yang dapat membantu penetapan keputusan ? Dengan kondisi-kondisi tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam memecahkan kendala-kendala yang berhubungan dengan pengambilan keputusan yang tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu wirausaha harus mampu melihat penetapan pengambilan keputusan dengan melihat setiap aspek dari persoalan dan memahami secara keseluruhannya. Pengalaman masa lampau dan intuisi mampu sebagai kajian penting dalam pengambilan keputusan yang tidak dapat diabaikan begitu saja. 1. Membuat Keputusan (Decision Making) Membuat keputusan (decion making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang Wirausaha mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu

muncul peluang-peluang bisnis. Di sini seorang Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan kesempatan sebaikbaiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas, sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat jangka panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif dalam dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making) tanpa bantuan data-data kuantitatif (data berbentuk angka-angka) atau dukungan staf yang berpengalaman. Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan kemampulabaan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan diambil tindakan pembetulannya. Dalam perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei, laporan usaha, dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan masalah. Adapun pedoman untuk membuat keputusan, kuncinya adalah sebagai berikut. a. Terlebih dahulu, tentukan fakta-fakta dari persoalan yang sudah dikenal. b. dentifikasi, bidang manakah dari persoalan-persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal inilah, seorang Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya untuk membuat keputusan. c. Keberanian dan antusiasme sangat diperlukan dalam menerapkan sebuah keputusan d. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan. e. Ambillah risiko yang sedang-sedang saja jika terdapat ketidak pastian yang besar f. Dalam keadaan tertentu, mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau. g. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastic susunan organisasi yang sekarang h. Keputusan perlu diuji cobakan dahulu. Seorang Wirausaha harus memulai menerapkan keputusan, semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang jauh-jauh. Jika Anda dihadapkan pada alternatif harus memilih, maka buatlah pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi dan boleh meminta pendapat orang lain. Setelah itu, ambil keputusan dan jangan ragu-ragu. Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikiran, para Wirausaha akan dapat mengambil keputusan yang terbaik. Banyak factor yang dapat mempengaruhi pembuatan

20

keputusan (decision making), diantaranya motivasi, persepsi, dan proses belajar. Dalam proses pembuatan keputusan, kenyatannya ada Wirausaha yang mampu mengambil keputusan berdasarkan pengalaman, dan ada pula Wirausaha yang berperilaku membuat keputusan secara otomatis. Jika keputusan diambil berdasarkan pada pengalaman masa lalu, hendaknnya tergantung juga pada tempat, waktu, pendidikan Wirausaha, dan sebagainya. Seorang Wirausaha yang kreatif adalah yang pandai mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam bisnisnya. Seorang Wirausaha suksesnya tergantung pada kemampuan mengambil keputusan yang meningkatkan kemampulabaan bisnis pada masa mendatang. Seorang wirausaha yang ingin maju sangat tergantung pada ekspentasi masa depan dan keberlanjutan bisnisnya 2. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Dalam mengelola bisnisnya, para worausaha harus membuat keputusan akhir dengan memperhatikan faktor-faktor dan pertimbangan berikut. a. Ukuran dan kompleksitas bisnis. b. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis. c. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi sistem. d. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis sistem dan fasilitas latihan yang tersedia e. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Faktor-faktor keuangan. Proses manajemen bisnis seorang Wirausaha, akan meliputi pengembangan ide dan strategi, pengelolaan orang, serta pengelolaan sistem untuk menjamin pertumbuhan usaha atau bisnis. Sukses usaha atau bisnis, tergantung pada pemanfaatan sumber daya uang, pelanggan, harta fisik, sumber daya manusia, dan waktu yang dipergunakan. Selanjutnya, kepribadian dan sikap seorang Wirausaha dalam melaksanakan keputusan dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Sekali sebuah keputusan telah diambil, hendaknya jangan ragu-ragu didalam menerapkannya. Para karyawan perusahaan akan menghormati seorang Wirausaha jika dia menerapkan orientasi kepada tindakan, dan mereka akan membela keputusan yang diambil. Seorang Wirausaha di dalam kegiatan bisnisnya, harus mengetahui bagaimana informasi keuangan dan non keuangan dilaporkan kepada pembuat keputusan. Seorang Wirausaha akan mempunyai pengendalian atas adanya keputusan orang lain jika ia percaya pada prinsip bahwa : kebanyakan keputusan dapat diubah. Jika yang terkena pengaruh keputusan itu para karyawan, maka seorang Wirausaha haruslah arif bijaksana dan memberitahukan bahwa keputusan itu dapat diubah sekiranya hasil-hasil bisnisnya tidak dapat dicapai.

Dengan membuat keputusan dan melaksanakannya, seorang Wirausaha harus dapat memonitornya. Memonitor secara efektif dan efisien mengenai penerapan sebuah keputusan, akan mengungkapkan kelemahan-kelemahan di dalam bisnisnya. Berikut ini adalah faktor-faktor dan pertimbangan yang harus diperhatikan dalam membuat keputusan. a. Faktor Membuat Keputusan Membuat keputusan di dalam usaha atau bisnis adalah pekerjaan yang tidak mudah. Di dalam membuat keputusan, seorang wirausaha perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambilnya. 1) Faktor orang Dalam membuat keputusan, perlu diperhatikan dan dipertimbangkan orang-orang yang akan merasakan masalah, sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut. 2) Faktor psychologis Dalam membuat keputusan, seorang wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor psychologis, baik yang terasa maupun yang tidak terasa, seperti emosional, pikiran, perasaan, kekecewaan, maupun pengaruh kejiwaan lainnya. 3) Faktor fisik Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental. Maka dari itu, di dalam membuat keputusan, perlu ditransferkan ke arah tindakan fisik. 4) Faktor sasaran Di dalam membuat keputusan, seorang Wirausaha harus memperhatikan dan mendorong arah usaha atau bisnis dalam rangka pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan. 5) Faktor waktu Di dalam membuat keputusan, waktu yang efektif dan efisien harus cukup untuk menganalisis data-data dan permasalahannya. 6) Faktor pelaksanaan Faktor pelaksanaan merupakan follow-up dari setiap keputusan yang diambil. Selanjutnya, perlu diingat pula bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan di dalam membuat keputusan. Pembuatan keputusan dalam kehidupan bisnis, tidaklah begitu mudah. Setiap alternatif di dalam faktor pembuatan keputusan yang ditujukan agar semua pihak merasa puas, sudah tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, seorang Wirausaha yang berpengalaman harus mempunyai keberanian dalam membuat dan mengambil suatu keputusan yang tepat, cermat, dan cepat. b. Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha Pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan, didasarkan atas beberapa hal sebagai berikut. 1) Keputusan yang akan diambil Keputusan yang akan diambil, harus dipertimbangkan masakmasak

21

secara obyektif. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan, antara lain: a) Manfaatnya b) Pelaksanaannya c) Orang-orangnya 2) Tindakan-tindakan Tindakan-tindakan dalam mengambil dan membuat keputusan yang tepat dan akurat, adalah sebagai berikut: a) Menilai data-data Di dalam menilai data-data, seorang Wirausaha harus mengenal betul persoalan atau permasalahan yang hendak diputuskan, seperti : Mencari sebab pokok persoalan Memilih data-data yang benar Memilih data-data yang tepat b) Memilih data-data Memilih data-data merupakan tindakan penting dalam pembuatan keputusan. Data terpilih diterapkan ke dalam berbagai alternative pemacahan masalah yang diharapkan dan dihadapi, seperti : Mencari sebab persoalan pokok Memikirkan kemungkinan untuk memecahkan persoalan atau mencari jalan keluarnya. Memformulasikan faktor-faktor yang berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. c) Konsekuensi pilihan Konsekuensi pilihan dalam membuat keputusan adalah : Usaha untuk menilai tiap-tiap pilihan Usaha untuk meramalkan apa yang terjadi apabila salah satu alternatif yang dilaksanakan. d) Tindakan pelaksanaan Tindakan pelaksanaan dalam keputusan adalah usaha untuk memiliki suatu tindakan yang telah ditentukan oleh salah satu pilihan seperti: Menetapkan langkah-langkah dalam tindakan. Pemikiran langkah-langkah untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil Membuat keputusan terakhir Walaupun dalam pengetahuan manajemen terdapat mata ajaran tentang problem identification, problem solving and decision making, namun keberanian untuk mengambil keputusan, sangat tergantung pada sifat pribadi Wirausaha masing-masing. Seorang Wirausaha harus selalu berkata pada dirinya, pasti bisa mengambil keputusan di dalam menentukan bisnisnya. Tuhan akan selalu beserta mereka selama para Wirausaha mau berusaha dengan semangat etos kerja yang tinggi.

Jika Anda mampu mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, Anda akan mampu mengambil keuntungan sewaktu-waktu timbul peluang-peluang bisnis Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan pada dirinya dan semakin berorientasi pada tindakannya. Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi kunci keberhasilan dalam manajemen bisnis. Pada zaman sekarang, proses pengambilan keputusan baik untuk negara maupun untuk niaga atau bisnis banyak diteliti orang. Apa sebabnya? Sebab, mereka beranggapan bahwa proses keputusan itu sangat unik dan erat kaitannya dengan keberhasilan usaha atau bisnis. Suatu keputusan yang benar, tumbuh dan berkembang dari adanya pertentangan antar pendapat dan alternative yang saling bersaing. Dalam proses pembuatan keputusan, keragu-raguan dan ketidaksetujuan sebenarnya masih diperlukan, karena ada manfaatnya untuk : a. Merangsang daya imajinasi untuk mendapatkan jawaban yang benar terhadap suatu masalah. b. Memperkaya alternatif-alternatif untuk melahirkan keputusan yang lebih mantap. c. Memungkinkan penerimaan bersama, terhadap keputusan yang akan diambil. Keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang kongkret, sebenarnya tidak begitu sulit untuk diambil. Pertimbangan yang diadakan berkisar pada masalah bertindak atau tidak bertindak dengan memperhitungkan untung ruginya. Agar seorang Wirausaha mampu membuat keputusan yang efektif dan efisien, ia harus memiliki beberapa persyaratan, sebagai berikut. a. Keterampilan dalam kepemimpinan b. Keterampilan dalam manajerial c. Keterampilan dalam bergaul. 3. Macam-Macam Keputusan Menurut bidangnya, dalam usaha atau bisnis ada beberapa tipe keputusan sebagai berikut. a. Keputusan produksi Keputusan produksi berhubungan dengan Luasnya perusahaan; Susunan (lay out) perusahaan; Lokasi perusahaan; Metode-metode produksi; Pembayaran gaji atau upah; Riset pemasaran dan teknik; Praktek pembelian dan penjualan; Inspeksi supervise; Jumlah inventaris. b. Keputusan penjualan Keputusan penjualan berhubungan dengan Lokasi kantor-kantor penjualan; Riset pemasaran; Saluran-saluran pemasaran; Jenis dan luasnya reklame; Metode bidang penjualan; Pengepakan produk; Penggunaan merk dagang; Penetapan harga produk; Promosi dan distribusi

22

c. Keputusan permodalan Keputusan permodalan berhubungan dengan Struktur modal; Usaha modal baru; Syarat-syarat kredit; Rencana permodalan kembali; Likuidasi; Pembayaran deviden; Jumlah tenaga kerja dan jam kerja; Penetapan biaya ekspolitasi; Prosedur kantor; Peleburan usaha atau bisnis Keputusan yang diambil oleh seorang Wirausaha, hendaknya tidak sematamata didasarkan atas aklamasi. Seorang Wirausaha yang efektif dan efisien dapat mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya apabila didasarkan pada berbagai pendapat yang bertentangan, serta dialogdialog antara pandangan yang berbeda-beda. Setelah keputusan siap dibuat, dan semua alternatif telah dijajagi, serta risiko untung ruginya sudah dipertimbangkan maka selanjutnya adalah membangkitkan keberanian untuk memutuskan suatu tujuan 1. Keputusan yang benar dan efektif semata-mata dilandasi oleh keinginan, selera, dan sifat subyektivitas si pembuat keputusan. 2. Kepribadian dan sikap Wirausaha dalam melaksanakan sebuah keputusan dapat mempengaruhi hasil bisnisnya. Sekali sebuah keputusan sudah diambil, hendaknya jangan ragu-ragu untuk melaksanakannya. 3. Mengelak dalam membuat keputusan adalah lebih jelek daripada membuat keputusan yang salah. 4. Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha Dasar dan teknik membuat keputusan adalah sebagai berikut : a. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan tersebut. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan, latihan-latihan, serta pengalamannya. Adapun keuntungan pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah : 1) Keputusan dapat diubah dengan cepat 2) Diutamakan yang paling penting 3) Dipergunakan kemampuan cara membuatnya b. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta merupakan pembuatan keputusan yang paling baik dan cukup meyakinkan, sehingga orang-orang yang merasakan akibat dari keputusan tersebut tidak bisa membantah keputusan-keputusan yang diambil. Adapun fakta-fakta tersebut : 1) Perlu diusahakan sebaik-baiknya 2) Perlu diselidiki dengan teliti 3) Perlu diklasifikasikan dengan tepat 4) Perlu ditafsirkan dengan hati-hati c. Pengalaman Dalam membuat keputusan, perlu diperhatikan kejadian-kejadian pada masa lalu. Sebab, pengalaman akan memberikan petunjuk bagi pembuat keputusan. Pengalaman ini merupakan guru yang akan memberikan petunjuk, serta pedoman bagaimana seorang Wirausaha

harus membuat keputusan, agar ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Pengalaman seorang Wirausaha harus membuat keputusan, agar ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Pengalaman seorang Wirausaha di dalam mengelola bisnisnya, antara lain : 1) Pengalaman berupa sikap atau nilai 2) Pengalaman berupa pengetahuan 3) Pengalaman berupa keterampilan d. Keterampilan Seorang Wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya ke arah tercapainya tujuan. Tentu saja kerampilan tidak dapat diperoleh dengan sendirinya tanpa adanya usaha. Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dalam usaha atau bisnis, yakni akan melatih keterampilan untuk memimpin diri sendiri serta dapat membuat keputusan dengan jalan sebagai berikut. 1) Mengenal diri sendiri Pengenalan diri sendiri memang pekerjaan yang sukar, karena menyangkut penilaian seseorang terhadap pribadinya. Tetapi dengan mengenal diri sendiri, akan mudah menetapkan keputusan. 2) Melatih kemauan Melatih kemauan akan menghasilkan kemauan yang keras untuk berusaha mencapai tujuan hidupnya. Dengan adanya kemauan, seorang Wirausaha akan dapat menentukan keputusannya. 3) Melatih disiplin Kerjas keras dan tanggung jawab melatih wirausaha untuk mampu mengembangkan diri untuk mengenal diri sendiri, sehingga mampu mengambil keputusan yang baik. Untuk itu, melatih disiplin terhadap diri sendiri, akan dapat memimpin perilaku diri sendiri. Wirausaha dalam prakteknya, akan selalu bertindak secara tertib dan bertanggung jawab di dalam menentukan masalah dan pembuatan keputusannya, yang didasarkan pada sumber-sumber informasi yang relevan dan data-data yang layak dipercaya sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya disiplin, Wirausaha akan dapat menentukan keputusan yang baik dan dapat diterima oleh semua pihak. 4) Authority (kekuasaan) Keputusan yang bersifat otoritas sangat tergantung pada pihak diri pimpinan itu sendiri. Pada umumnya, kebanyakan pembuatan keputusan didasarkan atas otoritas si pembuat keputusan. Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas, dipedomani dan dipengaruhi oleh faktorfaktor berikut. Undang-undang Peraturan-peraturan Pengalaman Kekuasaan Status pengelolaan Adapun kebaikan dan kejelekan keputusan berdasarkan authority,

23

adalah sebagai berikut. a) Kebaikan : 1. Cepat dilaksanakan 2. Tanggung jawab terbatas 3. Sangat tergantung pada pimpinan 4. Bersifat permanen b) Kejelekan : 1. Banyak mengabaikan staf 2. Aspek kekuasaan lebih menonjol 3. Bersifat rutin 4. Melahirkan praktek diktator 5. Sumber-sumber informasi kurang dievaluasi Beberapa keputusan yang dibuat dapat berubah. Banyak sumber, ahli yang dapat dipergunakan dalam mengambil suatu keputusan, pembuatan keputusan, bahwa keputusan harus bertolak dari informasi, fakta dan data. Seorang Wirausaha yang kreatif dapat mengambil keputusan dengan banyak mencari informasi mulai dari fakta-fakta dan data yang terbaik. Harapan seorang Wirausaha dalam mengambil keputusan tidak bersumber dari hasil pendapatnya sendiri saja. Meskipun pendapat itu masih bersifat hipotesis yang belum teruji manfaat dan nilainya. Hal ini tidak ada salahnya, terlebih-lebih bagi seorang Wirausaha yang sudah banyak pengalaman dalam bidang usaha atau bisnis untuk tidak berhenti mencari informasi yang relevan sebanyak-banyaknya. Jika tidak demikian, maka para karyawan perusahaan atau orang lain akan menganggap bahwa Wirausaha tersebut tidak mempunyai kemampuan di dalam membuat keputusan dalam bisnisnya. Kondisi pembuatan keputusan Tingkat ketidakpastian yang dihadapi oleh wirausahawan yaitu : a. Resiko pembuatan keputusan Kondisi resiko terjadi bila wirausahawan hanya memiliki sedikit informasi mengenai hasil keputusan yang diambil. b. Kondisi kepastian seluruhnya Kondisi ini hampir tidak pernah ditemui, walaupun ia memiliki semua informasi yang ada. c. Kondisi ketidakpastian Pada kondisi ini wirausahawan sama sekali tidak tahu hasil dari keputusan yang diambil. Resiko pembuatan keputusan a. Resiko adalah dampak atau akibat dari suatu keputusan yang diambil dalam memecahkan masalah yang terlalu dibuat. b. Setiap keputusan pasti beresiko positif atau dampak negatif.

24