Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pertumbuhan didefinisikan sebagai proses normal dimana bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler yang menyebabkan bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Pertumbuhan bersifat kuantitatif karena dapat diukur dengan menggunakan satuan berat atau panjang. Anak yang tumbuh secara optimal akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang. Adanya sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan meningkatkan pembangunan bangsa.1 Dalam pertumbuhan, nutrisi memegang peranan penting. Anak harus mendapatkan nutrisi yang memadai terutama saat periode kritis yaitu pada 3 tahun pertama kehidupan. Nutrien terbagi menjadi dua yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar (dalam hitungan gram per hari) dan digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Mikronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil (dalam hitungan milligram atau mikrogram per hari).2 Zink merupakan mikronutrien yang sangat berguna bagi tubuh. Peran zink telah diketahui dalam pembelahan dan diferensiasi sel. Selain itu, zink juga berperan dalam sintesis protein, sistem imun, ekspresi gen, metabolisme protein, karbohidrat, lemak serta asam nukleat. Asupan zink yang adekuat dapat mengurangi infeksi pada anak, meningkatkan pertumbuhan, dan mengurangi morbiditas dan mortalitas anak yang dapat menghambat pertumbuhan anak. Kekurangan zink dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat karena zink dapat mengurangi jumlah insulin-like growth factor (IGF) dan respon IGF terhadap sel.3,4,5 Diperkirakan terdapat 25% populasi dunia mengalami risiko kekurangan zink.3,4 Defisiensi zink sangat umum terjadi pada negara berkembang. Hampir 6 30% angka kesakitan anak berhubungan dengan defisiensi zink. Di negara berkembang, seperti Indonesia, defisiensi zink merupakan salah satu masalah nutrisi pada bayi dan anak disamping kekurangan energi protein, defisiensi vitamin A, zat besi, dan iodium.6

Penurunan regenerasi sel, fungsi barrier epitel, pertumbuhan linear, dan penurunan sistem imun disebabkan kurangnya asupan zink pada anak.7 Besarnya peranan zink terhadap pertumbuhan dan masih banyaknya kasus defisiensi zink pada anak inilah yang menjadi alasan penulis membahas mengenai peranan zink terhadap pertumbuhan.

1.2 . Batasan Masalah Referat ini membahas mengenai zink, pertumbuhan, dan peranan zink terhadap pertumbuhan.

1.3. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini adalah agar penulis dan pembaca dapat memahami tentang , pertumbuhan, dan peranan zink terhadap pertumbuhan.

1.4. Metode Penulisan Penulisan referat ini disusun berdasarkan metode tinjauan kepustakaan dari beberapa literatur.

BAB II ZINK DAN PERTUMBUHAN 2.1 Pertumbuhan 2.1.1. Definisi Pertumbuhan Pertumbuhan adalah proses normal dimana bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh yang disebabkan oleh ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler yang bertambah. Pertumbuhan dapat diukur dengan menggunakan satuan berat atau panjang. Sumber daya manusia yang berkualitas diperoleh dari anak yang tumbuh secara optimal. Adanya sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan meningkatkan pembangunan bangsa.1

2.1.2. Fase Pertumbuhan Setiap anak akan melewati suatu fase pertumbuhan yaitu :8 1. Masa pranatal ialah sejak konsepsi sampai pembentukan jasad manusia sempurna. 2. Masa postnatal atau masa lahir Masa neonatal terjadi adaptasi terhadap lingkungan sekitar dan mulainya organ-organ tubuh. Masa bayi, terbagi menjadi dua yaitu masa bayi dini (1 12 bulan) dimana terjadi pertumbuhan yang cepat dan pematangan fungsi sistem dan masa bayi akhir (1 2 tahun) dimana proses pertumbuhan mulai menurun sementara perkembangan motorik dan fungsi ekskresi mengalami kemajuan. Masa prasekolah (2 6 tahun) Pada masa ini, keterampilan, aktivitas jasmani dan proses berpikir meningkat sementara proses pertumbuhan berlangsung stabil Masa prapubertas Wanita mengalami masa prapubertas pada umur 6 10 tahun dan laki-laki pada umur 8 12 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung lebih cepat dibandingkan masa prasekolah. Masa remaja

Pertumbuhan berat badan dan tinggi badan berlangsung lebih cepat dan timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder terjadi pada masa ini Berat anak yang baru lahir dapat turun sebanyak 10% pada minggu pertama karena ekskresi cairan ekstravaskuler berlebihan dan intake nutrisi kurang. Berat pada anak meningkat apabila kolostrum diganti oleh air susu ibu yang berlemak tinggi dan anak belajar untuk menyusu dengan efektif. Berat anak mulai bertambah lagi pada minggu kedua dan meningkat 30 g setiap hari pada bulan pertama. Periode ini merupakan periode pertumbuhan post natal yang paling cepat. Umur 3 4 bulan, berat badan bertambah rata-rata sebanyak 20 g per hari dan pada umur 4 bulan, berat badan menjadi.9 Pada usia 1 tahun, berat anak mencapai 3 kali berat awal dan panjang badan meningkat 50%. Ukuran lingkar kepala juga bertambah sebanyak 10 cm. Pertumbuhan pada otak terjadi pada tahun kedua meski tidak secepat pada tahun pertama. Pertumbuhan otak dan proses mielinisasi tersebut mengakibatkan lingkar kepala meningkat sekitar 2 cm setiap tahun. Tinggi dan berat badan terus meningkat dan pada 24 bulan, tinggi badan anak mencapai setengah tinggi orang dewasa. Ukuran lingkar kepala telah mencapai 90% dari ukuran dewasa dan bertambah 5 cm dalam beberapa tahun seterusnya.9 Berat badan bertambah sebanyak 2 kg setiap tahun dan tinggi sebanyak 7-8 cm setiap tahun pada masa presekolah. Berat badan menjadi 4 kali lipat dibandingkan berat lahir pada dua setengah tahun. Rata-rata anak berusia 4 tahun memiliki berat sebanyak 40 pons dan tinggi sekitar 40 inci. Lingkar kepala bertambah 5 cm antara usia 3 tahun dan 18.9 Periode usia 6 sampai 11 tahun merupakan periode laten. Berat badan bertambah sebanyak 3 3.5 kg dan tinggi bertambah 6 7 cm setiap tahun. Pertumbuhan terjadi dalam episode 3-6 kali setahun tetapi memiliki variasi waktu yang cukup besar. Lingkar kepala bertambah hanya 2 3 cm dalam periode ini. Mielinisasi selesai pada 7 tahun dan tubuh lebih tegak dari sebelumnya dan lordosis tubuh mulai hilang. Kekuatan otot, koordinasi dan stamina juga meningkat secara progresif dan anak mulai memiliki minat dan bakat dalam hal-hal tertentu.9

Periode seterusnya disebut adolesense dimana anak mulai memasuki masa pubertas. Perubahan yang terjadi pada usia ini yaitu munculnya ciri-ciri seks sekunder dan berkembangnya alat-alat reproduktif. Produksi androgen yaitu dihifroepiandosteron sulfat mulai pada usia paling awal 6 tahun beriringan dengan munculnya rambut halus pada genitalia. Kadar luteinizing hormone dan follicle stimulating hormone meningkat progresif pada pertengahan waktu adolesens tanpa perubahan jelas pada anak. Perubahan terjadi secara cepat ditandai dengan meningkatnya sensitifitas pituitari pada gonadotropin releasing hormone. Sekresi hormon-hormon ini terjadi pada waktu tidur. Pubertas perempuan ditandai dengan tumbuhnya payudara pada usia antara 8 dan 12 tahun. Menstruasi biasanya terjadi dua setengah tahun berikutnya. Setelah itu, perubahan lain yang terjadi adalah pembesaran ovarium, uterus, labia, klitoris dan penebalan lapisan endometrium dan mukosa pada vagina. Tanda pubertas pertama pada lelaki adalah pembesaran testikel pada usia 9 tahun yang diikuti pembesaran penis. Puncak pertumbuhan terjadi apabila volume testis mencapai kira-kira 9-10 cm3. Hormon LH dan testosterone memicu pembesaran tubulus seminiferous, epididimis, vesikel seminal dan prostat.9 Akselerasi pertumbuhan bermula pada awal adolesens untuk lelaki dan perempuan. Laki-laki biasanya mencapai puncak pertumbuhan 2 3 tahun lebih lama dari perempuan dan terus tumbuh 2 3 tahun setelah pertumbuhan pada perempuan berhenti. Pada perempuan, pertumbuhan mencapai puncak pada 11,5 tahun dengan bertambah tinggi 8,3 cm setiap tahun dan kemudian berhenti pada usia 16 tahun. Pada laki-laki, akselerasi pertumbuhan terjadi lebih lambat, mencapai puncak pada usia 13,5 tahun dengan bertambah tinggi 9,5 cm setiap tahun dan berhenti pada usia 18 tahun. Berat anak bertambah sejalan dengan pertumbuhannya dengan beda berkisar 1 bulan. Oleh karena itu, anak tampak bertambah tinggi dan kurus dulu sebelum menjadi lebih gemuk. Pertumbuhan terjadi secara asimetris dengan pembesaran pada tangan dan kaki diikuti pembesaran lengan dan akhirnya pembesaran dada dan abdomen. Pembesaran pada laring, faring dan paru-paru menyebabkan perubahan pada suara. Bola mata bertambah panjang dan sering mengakibatkan rabun jauh. Perubahan pada gigi termasuk pembesaran rahang, kehilangan gigi-gigi susu dan munculnya kuspid, premolar dan molar.9

Gambar 1. Kurva Pertumbuhan (Tanner et al.)

Gambar 2. Lingkar Kepala Laki-laki dibawah Umur 18 tahun (Nellhaus. Head Circumference From Birth to Eighteen Years. Pediatrics Vol 41 No 1 1968)

Gambar 3. Lingkar Kepala Perempuan dibawah Umur 18 tahun (Nellhaus. Head Circumference From Birth to Eighteen Years. Pediatrics Vol 41 No 1 1968) Penentuan status gizi secara antropometris dilakukan dengan menggunakan proporsi berat badan aktual terhadap berat badan ideal. Grafik yang menjadi rujukan adalah grafik CDC 2000. Berat badan ideal ditentukan dengan :10 1. Tentukan berat badan dan panjang atau tinggi badan aktual pada grafik berat badan menurut Umur dan Jenis Kelamin. 2. Garis horizontal ditarik dari panjang badan atau tinggi badan actual sehingga memotong presentil 50. Umur tempat titik potong disebut sebagai height age yang berarti tinggi anak tersebut ideal untuk usia tersebut. Selanjutnya tentukan berat badan ideal dari height age tersebut, yaitu presenti ke-50 atau median berat badan menurut umur dan jenis kelamin. Status gizi diklasifikasikan sebagai :10 1. Obesitas >120% 2. Gizi lebih >110 120% 3. Gizi cukup >110 90% 4. Gizi kurang 70 90 % 5. Gizi buruk < 70%

BAB III ZINK

Nutrisi memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Anak harus mendapatkan nutrisi yang memadai terutama saat periode kritis yaitu pada 3 tahun pertama kehidupan yaitu periode dimana berlangsungnya pertumbuhan sel-sel otak yang pesat dan mielinasi. Nutrien terbagi menjadi dua yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar dan digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Mikronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil.2 (Soetjiningsih. 2011. Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : Sagung Seto hal 7.). Salah satu mikronutrien yang sangat penting bagi pertumbuhan adalah zink. Zink memiliki peranan yang sangat banyak yaitu pertumbuhan sel, sintesis protein, sistem imun, ekspresi gen, metabolisme protein, karbohidrat, lemak serta asam nukleat. Asupan zink yang adekuat dapat mengurangi infeksi pada anak, meningkatkan pertumbuhan, dan mengurangi morbiditas dan mortalitas anak. Kekurangan zink dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat karena zink dapat mengurangi jumlah insulin-like growth factor (IGF) dan respon IGF terhadap sel.3,4,5

3.1. Sumber dan Kebutuhan Zink Hampir semua makanan mengandung zink. Namun, protein hewani merupakan sumber zink terbaik karena mengandung asam amino yang meningkatkan absorpsi zink dan bioavailibilitas tinggi. Protein hewani tersebut adalah pada daging sapi, daging babi, daging ayam, ikan dan kerang. Kandungan zink juga relatif tinggi pada kacangkacangan, gandum, sereal olahan, dan relatif rendah pada buah-buahan dan sayuran. Namun, protein nabati mengandung fitat yang dapat menganggu penyerapan zink. Fitat mengandung molekul penyimpan fosfor dan pengikat mineral yang kuat termasuk zink. Oleh karena fitat tidak dapat diserap usus manusia, mineral yang terikat pada fitat juga tidak dapat dicerna. Biji-bijian, kacang-kacangan mengandung asam fitat yang tinggi sementara buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung fitat lebih sedikit.

Penghambatan fitat terhadap penyerapan zink dapat dilihat pada rasio fitat;zink. Semakin tinggi rasio fitat;zink, penyerapan zink semakin sedikit.7 Air susu ibu (ASI) merupakan salah satu sumber zink yang penting bagi bayi. Kadar zink pada ASI akan menurun seiring bertambahnya usia bayi. Pada bulan pertama, kadar zink pada ASI adalah 2.50 g/mL, menurun pada 3 bulan selanjutnya menjadi 0.90 g/mL dan pada bulan keempat, kadar zink menjadi 0.70 g/mL. Zink juga terdapat pada susu formula.11 Kebutuhan zink yang dianjurkan untuk bayi 0 6 bulan adalah 2 mg/hari dan usia 7 36 bulan sebanyak 3 mg/hari.11 Tabel 1. Rekomendasi Zink (Nelson. Textbook of Pediatric 19th ed.) Umur 0-6 bulan 7-12 bulan 1-3 tahun 4-8 tahun Laki-laki 9-13 tahun 14-18 tahun Perempuan 9-13 tahun 14-18 tahun 8 9 8 11 Intake zink (mg/hari) 2 3 3 5

Tabel 2. Kandungan Zink (International Zinc Nutrition Consultative 2004.) Sumber Kandungan Zink Kandungan Asam Fitat mg/100g mg/100 mg/100g Rasio kkal Fitat:zink molar Hati, ginjal (sapi, unggas) 4.26.1 2.73.8 0 0 Daging (sapi, babi) 2.94.7 1.12.8 0 0 Unggas (ayam, bebek) 1.83.0 0.61.4 0 0 Makanan laut (ikan) 0.55.2 0.31.7 0 0 Telur 1.11.4 0.70.8 0 0 Susu, keju 0.43.1 0.31.0 0 0 Biji-bijian, 2.97.8 0.51.4 1,7604,710 2288 Kacang-kacangan (kedelai, 1.02.0 0.91.2 110617 1956 kacang merah, kacang, dll) Sereal gandum 0.53.2 0.40.9 211618 2253 Sereal olahan dari biji-bijian 0.40.8 0.20.4 30439 1654 olahan sereal (tepung putih, beras putih, dll) Roti (tepung putih, ragi) 0.9 0.3 30 3 Fermentasi singkong 0.7 0.2 70 10 Umbi 0.30.5 0.20.5 93131 2631 Sayuran 0.10.8 0.33.5 0116 042 Buah-buahan 00.2 00.6 063 031 3.2. Homeostasis Zink Zink dengan berat atom 65,37 g/mol, terdapat disemua jaringan tubuh dan cairan tubuh dalam bentuk aktif Zn2+. Kebanyakan zink berada pada jaringan bebas lemak yaitu sebanyak 30 mg per kilogram jaringan dimana hampir 95% zink berada di intraselular.7,12 Zink diserap secara aktif dan pasif di distal duodenum dan proksimal jejunum. Makanan yang mengandung zink akan melepaskan ion zink selama proses pencernaan. Penyerapan zink bergantung pada jumlah dan kelarutan lumen usus. Asam fitat dapat mengganggu penyerapan zink. Zink yang diserap dibawa ke hati melalui sistem portal dan dilepaskan ke sistem sirkulasi dalam bentuk terikat dengan albumin (60% dari total zink serum), transferin (10%) dengan afinitas yang lebih rendah, dan 2 makroglobulin (30%) dengan afinitas yang lebih tinggi. Keadaan-keadaan seperti kehamilan, infeksi, stress, malnutrisi, dan trauma dapat menurunkan kadar albumin sehingga menghambat distribusi zink ke sirkulasi darah.7,12

Gambar 4. Proses Penyerapan Zink (OHIO research and Clinical Review)

Zink ditransportasi ke dalam sel dengan menggunakan dua mekanisme yaitu menggunakan pompa zink dan pertukaran ion Na+ dan Zn2+.13 Homeostatis zink memerlukan bantuan dari 4 metalothioneins (MTs), 14 zinc importers (ZIPs), and 10 zinc transporter proteins (ZnTP). MTs merupakan protein utama pengikat zink intraseluler yang bertugas dalam penyerapan, penyimpanan, pelepasan, dan distribusi zink. ZnTP dan ZIPs sangat penting untuk homeostasis dimana ZIP berkontribusi pada kenaikan zink di sitosol sel sedangkan ZnTP menyebabkan penurunan zink di sitosol sel.

Mekanisme dan regulasi ZIPs dan ZnTP ini masih belum diketahui secara jelas.14

Gambar 5. Lokasi ZIPs dan ZnTP dalam sel (Myers et al. 2012.)

ZIPs (merah) bertanggungjawab atas influks zink dari ekstraseluler ke dalam organel seperti apparatus golgi atau retikulum endoplasma. Sebaliknya, ZnTP (hijau) mengatur keluarnnya zink dari sel.14 ZnTP-1 ditemukan pada membran plasma neuron dan sel glia. ZnTP-1 mengurangi influks Zn2+ melalui L-type calcium channels pada neuron dan sel glia. ZnTP-3 berada pada sinaps GABA dan memiliki peranan dalam influx Zn2+ dalam sinaps. ZnTP-5 dan ZnTP-6 saling berikatan dan keduanya ditemukan pada otak, hati, dan usus halus. Kekurangan ZnTP-5 dapat mengakibatkan pertumbuhan abnormal dari tulang, kekurangan berat badan, dan aritmia. Sementara itu, ZnTP-8 ditemukan pada sel beta pankreas. Ekspresi ZnTP-8 akan mengakibatkan sekresi insulin.13

Uptake zink oleh kelenjar mamae dilakukan melalui peranan ZIP1 atau ZIP4 dan pengeluaran zink kedalam ASI dilakukan melalui ZnTP-2 dan ZnTP.15 Kadar zink pada ASI tidak dipengaruhi oleh intake zink ibu menyusui. Kandungan zink serum juga tidak mempengaruhi kadar zink dalam enterosit pada ASI.11 Zink juga terdapat pada susu formula. Pada penelitian yang dilakukan Sh Khaghani et al. (2010), kandungan zink pada susu formula lebih tinggi dibandingkan ASI. Akan tetapi bioavabilitinya lebih rendah dibandingkan zink pada ASI dan bayi yang mendapat susu formula memiliki kadar zink serum yang rendah dibandingkan bayi yang mendapat ASI. Usus bayi dapat menyerap 80% zink dari ASI dan 30% dari susu formula. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa adanya protein dan iron pada susu formula dapat menghambat penyerapan zink.11,16 Zink didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Kadar zink terbanyak terdapat pada jaringan koroid mata, saraf mata, pankreas, tulang, hati, dan ginjal. Kelebihan zink akan disimpan dalam bentuk metalotionein didalam mukosa usus halus dan hati. Zink diekskresikan dari saluran pencernaan sebanyak 1,5 mg sehari. Zink juga diekskresikan melalui pankreas dan cairan empedu sebanyak 3-5 mg-hari. Ekskresi zink dalam urin 0,63 mg sehari dan ekskresi melalui keringat, air mani, menstruasi dan deskuamasi kulit dan epitel sekitar 3 mg sehari.3

Gambar 6: Zink Balance (International Zinc Nutrition Consultative 2004.).

Ketika asupan zink meningkat, absorbsi zink akan menurun, dan zink akan dibuang lebih banyak melalui usus. Namun, jika asupan zink rendah, absorpsi menjadi meningkat, dan ekskresi zink melalui feses dan urin akan menurun.12