Anda di halaman 1dari 56
I WAYAN KAYUN SUWASTIKA, SE., MM DENPASAR, 10 MARET 1978 Hp. 081 236 18448 Email,
I WAYAN KAYUN SUWASTIKA, SE., MM DENPASAR, 10 MARET 1978 Hp. 081 236 18448 Email,

I WAYAN KAYUN SUWASTIKA, SE., MM

DENPASAR, 10 MARET 1978

Hp. 081 236 18448

Email, kayun_suwastika @yahoo.com

DENPASAR BALI

2014

KONRAK KULIAH PENGENALAN MATERI 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 2
KONRAK KULIAH PENGENALAN MATERI 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 2
KONRAK KULIAH PENGENALAN MATERI 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 2
KONRAK KULIAH PENGENALAN MATERI 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 2
KONRAK KULIAH PENGENALAN MATERI 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 2

KONRAK KULIAH

PENGENALAN MATERI

Usulan Kontrak Kuliah (disesuaikan dengan kesepakatan dosen dan mahasiswa  HP Silent (Sesuai kesepakatan di

Usulan Kontrak Kuliah (disesuaikan dengan kesepakatan dosen dan mahasiswa

HP Silent (Sesuai kesepakatan di kelas)

Terlambat maksimal 10 menit (jam sesuai di atas lift)

(sesuai kesepakatan dikelas)

Proporsi Nilai Akhir :

Absensi 15 %,

Kuis 10 %,

Tugas 15 %,

UTS 25 %,

UAS 35 %

Ketentuan Akademik  Mahasiswa wajib berpakaian rapi dan sopan serta tidak boleh memakai sandal 

Ketentuan Akademik

Mahasiswa wajib berpakaian rapi dan sopan serta tidak boleh memakai sandal Ada minimal 2 kali E class

Tidak masuk kuliah maksimal 36 % (5 kali), lebih dari itu tidak bisa ikut

UAS

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai dasar – dasar menajemen, konsep

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Diharapkan mahasiswa memiliki

pengetahuan mengenai dasar dasar

menajemen, konsep manajemen dan

pengaruh lingkungan terhadap

manajemen serta memiliki kemampuan

yang diperlukan untuk proses manajerial

yaitu perencanaan, pengorganisasian,

kepemimpinan dan pengendalian atau pengawasan terhadap berbagai sumber

daya dalam organisasi

REFERENSI:

REFERENSI:  Stephen P Robbins dan Mery Coulter, Manajemen , Edisi Indonesia, Jilid 1 & 2

Stephen P Robbins dan Mery Coulter, Manajemen , Edisi Indonesia, Jilid 1 & 2 , Edisi ke-8, PT. Prehellindo, Jakarta

1999

Sondang P. Siagian MPA, Fungsi Manajemen, Bumi

Aksara, Jakarta, 1996

Amirullah dan Rindyah Hanafi, Pengantar Manajemen ,

Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta,

2002

James A F Stoner dan R Edward Freeman, Manajemen, Jilid 1 & 2, Intermedia, Jakarta , 2002

PERTEMUAN 1 PENGANTAR MANAJEMEN UMUM 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 7
PERTEMUAN 1 PENGANTAR MANAJEMEN UMUM 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 7
PERTEMUAN 1 PENGANTAR MANAJEMEN UMUM 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 7
PERTEMUAN 1 PENGANTAR MANAJEMEN UMUM 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 7

PERTEMUAN 1

PENGANTAR MANAJEMEN UMUM

Pembagian Ilmu Ekonomi  Ekonomi Makro ; Moneter, Pendapatan Per Kapita, Inflasi VS Deflasi, Produk
Pembagian Ilmu Ekonomi  Ekonomi Makro ; Moneter, Pendapatan Per Kapita, Inflasi VS Deflasi, Produk
Pembagian Ilmu Ekonomi  Ekonomi Makro ; Moneter, Pendapatan Per Kapita, Inflasi VS Deflasi, Produk
Pembagian Ilmu Ekonomi  Ekonomi Makro ; Moneter, Pendapatan Per Kapita, Inflasi VS Deflasi, Produk

Pembagian Ilmu Ekonomi

Ekonomi Makro ;

Moneter, Pendapatan Per Kapita, Inflasi VS Deflasi,

Produk Nasional Bruto, Ekspor dan Impor, Permintaan

dan Penawaran, Capital Market, dll

Ekonomi Mikro ;

Manajemen,

Akuntansi,

Perpajakan Perusahaan, Data

Base

dan lain-lain

Perusahaan,

Sistem Informasi Perusahaan, ICT,

Pengantar Manajemen  Pengertian Manajemen ; Manajemen adalah proses Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan
Pengantar Manajemen  Pengertian Manajemen ; Manajemen adalah proses Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan
Pengantar Manajemen  Pengertian Manajemen ; Manajemen adalah proses Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan
Pengantar Manajemen  Pengertian Manajemen ; Manajemen adalah proses Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan

Pengantar Manajemen

Pengertian Manajemen ;

Manajemen adalah proses Perencanaan, Pengorganisasian,

Pengarahan dan Pengawasan usaha - usaha para anggota

organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi

lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah

ditetapkan.atau

Proses Mengkoordinasikan dan Mengintegrasikan

kegiatan - kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien

dan efektif dengan melalui orang lain.

Alasan – alasan dibutuhkan Manajemen  Untuk mencapai tujuan organisasi  Untuk menjaga keseimbangan diantara

Alasan alasan dibutuhkan

Manajemen

Untuk mencapai tujuan organisasi Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan -tujuan

yang saling bertentangan, misal : Pemilik dan Karyawan

maupun kreditur, konsumen, masyarakat, pemerintah dan

supplier Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas

menyelesaikan

Efisiensi

adalah

kemampuan

untuk

pekerjaan dengan benar dengan biaya yang minimal

Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan

yang tepat atau peralatan yang tepat utuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

Ada 2 Fungsi Utama Manajemen 1. Manajemen Administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian
Ada 2 Fungsi Utama Manajemen 1. Manajemen Administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian
Ada 2 Fungsi Utama Manajemen 1. Manajemen Administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian
Ada 2 Fungsi Utama Manajemen 1. Manajemen Administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian

Ada 2 Fungsi Utama Manajemen

1. Manajemen Administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian perecanaan,

penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan

yang terkoordinisasi untuk mencapai tujan 2. Manajemen Operatif lebih mencakup kegiatan motivasi, supervisi dan komunikasi dengan para

karyawan untuk mengarahkan mereka untuk mencapai

hasil - hasil secara efektif

Istilah Manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan : 1. Pengelompokan Pekerjaan ; Manajemen
Istilah Manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan : 1. Pengelompokan Pekerjaan ; Manajemen

Istilah Manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan :

1. Pengelompokan Pekerjaan; Manajemen dapat berarti

suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas - tugas

atau fungsi - fungsi manajerial, ini digunakan untuk

menyebut seluruh individu dalam kelompok tersebut

secara kolektif.

2. Seorang Individu; Individu yang melaksanakan fungsi -

fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara

keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.

3. Suatu Disiplin Akademik; Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi. 4.
3. Suatu Disiplin Akademik; Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi. 4.
3. Suatu Disiplin Akademik; Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi. 4.
3. Suatu Disiplin Akademik; Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi. 4.

3. Suatu

Disiplin

Akademik;

Manajemen

adalah suatu bidang spesialisasi akademik,

atau suatu bidang studi.

4. Suatu Proses; Manajemen merupakan suatu proses, karena mencakup pelaksanaan suatu

rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau

fungsi.

Pengertian Yang Berbeda Dengan Istilah Manajemen Pengertian Manajemen perlu dibedakan dengan pengertian istilah - istilah

Pengertian Yang Berbeda Dengan Istilah

Manajemen

Pengertian Manajemen perlu dibedakan dengan pengertian istilah -

istilah lain seperti Kewiraswastaan dan Supervisi, diantaranya :

( ada yang

menyebut wirausaha ).

Manajemen

berbeda

dengan

Kewiraswastaan

Dalam ekonomi faktor-faktor produksi adalah tanah, tenaga kerja, modal dan wiraswasta (pemilik).

Wiraswasta menurut definisi adalah memahami,

mendapatkan

mengorganisasikan dan menjalankan perusahaan (bisnis).

Mereka cenderung

yang

keuntungan.

didorong oleh motif

sumber daya sumber daya,

menjadi pengambil resiko

Sedangkan Manajemen sebaliknya, terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin perusahaan ( bisnis ) dan organisasi lainnya,

Sedangkan Manajemen sebaliknya, terlibat dalam

pengorganisasian dan memimpin perusahaan ( bisnis )

dan organisasi lainnya, tetapi tidak mencakup

pemilikan.

Oleh sebab itu Manajer adalah karyawan yang mengidentifikasikan dirinya lebih dekat dengan karyawan lainnya daripada dengan pemilik. Manajer

dapat menjadi wiraswasta dan wiraswasta dapat

menjadi manajer.

 Manajemen berbeda dengan Supervisi, Pada umumnya Supervisi adalah pengarahan dan pengendalian karyawan - karyawan

Manajemen berbeda dengan Supervisi, Pada umumnya Supervisi adalah pengarahan dan

pengendalian karyawan - karyawan tingkat bawah dalam suatu organisasi.

Nama umum yang sering dipakai untuk posisi ini adalah Mandor atau kepala tukang dan

supervisor. Namun demikian supervisi adalah

merupakan bagian dari manajemen.

BIDANG MANAJEMEN  Manajemen Personalia/SDM  Manajemen Pemasaran  Manajemen Keuangan  Manajemen

BIDANG MANAJEMEN

Manajemen Personalia/SDM

Manajemen Pemasaran

Manajemen Keuangan

Manajemen Operasi/Industri

Manajemen Strategi/Stratejik

Manajemen Kualitas

Manajemen Informatika

Manajemen Pariwisata

FUNGSI MANAJEMEN  Adalah elemen – elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam

FUNGSI MANAJEMEN

Adalah elemen elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam proses manajemen, yang akan dijadikan acuan

oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

Fungsi fungsi Utama Manajemen, yaitu diantaranya :

1. Perencanaan ( Planning );

Kegiatan seorang manajer adalah menyusun

rencana,

akan

dapat membuat

ada

keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah langkah

rencana secara teratur dan logis.

menyusun rencana berarti memikirkan

dikerjakan dengan sumber yang dimiliki agar

apa

yang

Sebelumnya

harus

selanjutnya.

Fungsi – fungsi Utama Manajemen 2. Pengorganisasian ( Organizing ) ; Pengorganisasian berarti menciptakan sebuah

Fungsi fungsi Utama Manajemen

2. Pengorganisasian ( Organizing ) ;

Pengorganisasian berarti menciptakan sebuah struktur

dengan bagian bagian yang terintegrasi sedemikian rupa

sehingga hubungan antar bagian bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan

struktur tersebut dan mempermudah manajer dalam

melakukan pengawasan dan menentukan orang yang

dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tugas yang telah

dibagi bagi tersebut.

Fungsi – fungsi Utama Manajemen 3. Menggerakkan ( Actuating ) ; Adalah suatu tindakan untuk
Fungsi – fungsi Utama Manajemen 3. Menggerakkan ( Actuating ) ; Adalah suatu tindakan untuk

Fungsi fungsi Utama Manajemen

3. Menggerakkan ( Actuating ) ;

Adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua

anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran dengan

perencanaan manajerial dan usaha usaha organisasi.

Jadi menggerakkan orang orang agar mau bekerja dengan

sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama sama

untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.

Dalam hal ini dibutuhkan adalah kepemimpinan ( leadership).

Fungsi – fungsi Utama Manajemen 4. Pengawasan ( Controling ); Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer
Fungsi – fungsi Utama Manajemen 4. Pengawasan ( Controling ); Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer
Fungsi – fungsi Utama Manajemen 4. Pengawasan ( Controling ); Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer
Fungsi – fungsi Utama Manajemen 4. Pengawasan ( Controling ); Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer

Fungsi fungsi Utama Manajemen

4. Pengawasan ( Controling );

Pengawasan merupakan tindakan seorang

manajer untuk menilai dan mengendalikan

jalannya suatu kegiatan yang mengarah

demi tercapainya tujuan yang telah

ditetapkan.

Fungsi/Proses Manajemen (terbaru)  Planning  Organizing  Leading  Controlling 3/12/2014 I WAYAN KAYUN
Fungsi/Proses Manajemen (terbaru)  Planning  Organizing  Leading  Controlling 3/12/2014 I WAYAN KAYUN
Fungsi/Proses Manajemen (terbaru)  Planning  Organizing  Leading  Controlling 3/12/2014 I WAYAN KAYUN
Fungsi/Proses Manajemen (terbaru)  Planning  Organizing  Leading  Controlling 3/12/2014 I WAYAN KAYUN

Fungsi/Proses Manajemen (terbaru)

Planning

Organizing

Leading

Controlling

SARANA MANAJEMEN  Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat – alat sarana (
SARANA MANAJEMEN  Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat – alat sarana (
SARANA MANAJEMEN  Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat – alat sarana (
SARANA MANAJEMEN  Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat – alat sarana (

SARANA MANAJEMEN

Untuk mencapai tujuan yang telah

ditentukan diperlukan alat alat sarana (

Tools ), yang merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu ;

Sarana Manajemen  Man ( SDM ) ; Faktor manusia yang paling menentukan, manusia yang
Sarana Manajemen  Man ( SDM ) ; Faktor manusia yang paling menentukan, manusia yang
Sarana Manajemen  Man ( SDM ) ; Faktor manusia yang paling menentukan, manusia yang
Sarana Manajemen  Man ( SDM ) ; Faktor manusia yang paling menentukan, manusia yang

Sarana Manajemen

Man ( SDM ) ;

Faktor manusia yang paling menentukan, manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada

proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena

adanya orang orang yang bekerja sama untuk mencapai

tujuan.

Sarana Manajemen  Money ( Uang ); Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat
Sarana Manajemen  Money ( Uang ); Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat
Sarana Manajemen  Money ( Uang ); Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat
Sarana Manajemen  Money ( Uang ); Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat

Sarana Manajemen

Money ( Uang );

Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat

diabaikan, uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan, oleh karena itu uang merupakan alat ( tools ) yang penting untuk

mencapai tujuan karena segala sesuatu harus

dipertimbangkan secara rasional.

Sarana Manajemen  Materials ( Bahan ); Materi terdiri dari bahan setengah jadi ( raw
Sarana Manajemen  Materials ( Bahan ); Materi terdiri dari bahan setengah jadi ( raw
Sarana Manajemen  Materials ( Bahan ); Materi terdiri dari bahan setengah jadi ( raw
Sarana Manajemen  Materials ( Bahan ); Materi terdiri dari bahan setengah jadi ( raw

Sarana Manajemen

Materials ( Bahan );

Materi terdiri dari bahan setengah jadi ( raw material ) dan bahan jadi, dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan / materi materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat

dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang

dikehendaki.

Sarana Manajemen  Machines ( Mesin ); Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan, penggunaan mesin
Sarana Manajemen  Machines ( Mesin ); Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan, penggunaan mesin
Sarana Manajemen  Machines ( Mesin ); Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan, penggunaan mesin
Sarana Manajemen  Machines ( Mesin ); Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan, penggunaan mesin

Sarana Manajemen

Machines ( Mesin );

Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat

diperlukan, penggunaan mesin akan

membawa kemudahan atau menghasilkan

keuntungan yang lebih besar serta

menciptakan efisiensi kerja.

Sarana Manajemen  Methods ( Metode ); Metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja

Sarana Manajemen

Methods ( Metode );

Metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara

pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai

pertimbangan pertimbangan kepada sasaran, fasilitas

fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang

dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik,

sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti

atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak

akan memuaskan. Dengan demikian peranan utama dalam

manajemen tetap manusianya sendiri.

Sarana Manajemen  Market ( Pasar ); Penguasaan Pasar dalam arti meyebarkan hasil produksi merupakan
Sarana Manajemen  Market ( Pasar ); Penguasaan Pasar dalam arti meyebarkan hasil produksi merupakan
Sarana Manajemen  Market ( Pasar ); Penguasaan Pasar dalam arti meyebarkan hasil produksi merupakan
Sarana Manajemen  Market ( Pasar ); Penguasaan Pasar dalam arti meyebarkan hasil produksi merupakan

Sarana Manajemen

Market ( Pasar );

Penguasaan Pasar dalam arti meyebarkan hasil

produksi merupakan faktor menentukan dalam

perusahaan, agar pasar dapat dikuasai maka

kualitas dan harga barang harus sesuai dengan

selera konsumen dan daya beli ( kemampuan )

konsumen.

PENGERTIAN MANAJER  Seorang anggota organisasi yang memadukan dan mengkoordinasikan pekerjaan orang lain.  Setiap

PENGERTIAN MANAJER

Seorang anggota organisasi yang memadukan dan

mengkoordinasikan pekerjaan orang lain.

Setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas

bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi

lainnya. Atau

Seorang yang karena pengalaman, pengetahuan dan keterampilannya diakui oleh organisasi untuk memimpin,

mengatur, mengelola, mengendalikan dan

mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka

mencapai tujuan.

Secara umum “ manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber
Secara umum “ manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber
Secara umum “ manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber
Secara umum “ manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber

Secara umum manajer” berarti setiap orang yang

mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber

daya - sumber daya organisasi lainnya.

Seperti halnya manajemen dapat diketemukan di semua

organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe

organisasi.

Ada banyak tipe manajer dengan tugas - tugas dan

tanggung jawab yang berbeda - beda. serta fungsi - fungsi

yang dilaksanakan, kegiatan - kegiatan manajer dan

berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh para manajer.

Manajer dapat diklasifikasikan dengan dua cara : 1. Menurut tingkatan mereka dalam organisasi -rendah, menengah

Manajer dapat diklasifikasikan dengan

dua cara :

1. Menurut tingkatan mereka dalam organisasi -rendah, menengah dan

tinggi.

2. Menurut Kegiatan -kegiatan organisasi dimana mereka bertanggung jawab manajer umum dan fungsional.

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi

manajer menjadi tiga golongan yang berbeda

diantaranya :

1. Manajer lini - pertama, Tingkatan paling rendah

dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga - tenaga operasional, disebut manajemen lini

/garis pertama (first line atau first level).

Para manajer ini sering disebut dengan kepala atau pimpinan (leader), mandor (foremen), dan penyelia (supervisors).

Sebagai contoh adalah mandor dalam pabrik, kepala

seksi yang langsung membawahi tenaga pengetik dan

pembukuan dalam kantor yang besar, dan penyelia teknik dalam suatu departemen riset.

2. Manajer menengah. Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah

2. Manajer menengah. Manajemen menengah dapat

meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi.

Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan

kegiatan - kegiatan para manajer lainnya dan kadang -

kadang juga karyawan operasional.

Sebutan lain bagi manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents), dan sebagainya.

Sebagai

contoh

kepala

bagian

yang

membawahi

beberapa

kepala

seksi,

atau

kepala

sub

divisi

perusahaan

yang

membawahi

beberapa

kepala

bagian.

3 Manajer Puncak, Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif Manajemen puncak yang
3 Manajer Puncak, Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif Manajemen puncak yang
3 Manajer Puncak, Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif Manajemen puncak yang
3 Manajer Puncak, Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif Manajemen puncak yang

3 Manajer Puncak, Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil

eksekutif Manajemen puncak yang

bertanggung jawab atas keseluruhan

manajemen organisasi.

Sebutan khas bagi manajer puncak adalah

direktur, presiden, kepala divisi, wakil

presiden senior, dan sebagainya.

Tugas – tugas seorang manajer - Memimpin organisasi - Mengatur organisasi - Mengendalikan organisasi -
Tugas – tugas seorang manajer - Memimpin organisasi - Mengatur organisasi - Mengendalikan organisasi -
Tugas – tugas seorang manajer - Memimpin organisasi - Mengatur organisasi - Mengendalikan organisasi -
Tugas – tugas seorang manajer - Memimpin organisasi - Mengatur organisasi - Mengendalikan organisasi -

Tugas tugas seorang manajer

- Memimpin organisasi

- Mengatur organisasi

- Mengendalikan organisasi

- Mengembangkan organisasi

- Mengatasi berbagai masalah yang terjadi

didalam organisasi

- Menciptakan kerjasama didalam organisasi

- Menjalin kerjasama dengan pihak - pihak diluar organisasi - Menumbuhkan kepercayaan - Meningkatkan rasa
- Menjalin kerjasama dengan pihak - pihak diluar organisasi - Menumbuhkan kepercayaan - Meningkatkan rasa
- Menjalin kerjasama dengan pihak - pihak diluar organisasi - Menumbuhkan kepercayaan - Meningkatkan rasa
- Menjalin kerjasama dengan pihak - pihak diluar organisasi - Menumbuhkan kepercayaan - Meningkatkan rasa

- Menjalin kerjasama dengan pihak - pihak diluar organisasi

- Menumbuhkan kepercayaan

- Meningkatkan rasa tanggung jawab

- Mengawasi / mengendalikan kegiatan organisasi

- Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan

- Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya

KONSEP MANAJEMEN  Secara garis besar konsep manajemen dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu: 1.

KONSEP MANAJEMEN

Secara garis besar konsep manajemen dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu:

1. Klasik

Yang disebut sebagai classical management

atau yang dikenal sebagai konsep/teori

manajemen Klasik

Konsep ini mempelajari manajemen secara

ilmiah berdasarkan prinsip spesialisasi, sentralisasi, formalitas dan sistem hirarki yang kuat berkaitan dengan wewenang, pengawasan, untuk meningkatkan efisiensi dan

produktivitas.

2. Behavioristik  Yang dikenal dengan konsep/teori aliran prilaku  Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen

2. Behavioristik Yang dikenal dengan konsep/teori aliran prilaku Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif adalah manajemen yang berorientasi pada manusia sebagai pelaku.

3. Systems

Yang dikenal dengan konsep/teori manajemen

kontemporer

Konsep ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem

manajemen yang optimum, artiya sistem tergantung

pada tingkat perubahan lingkungannya. Sistem ini

disebut sistem organik

4. Networking

Yang dikenal dengan konsep/teori pendekatan

dinamik

Konsep yang menekankan pada pembentukan

alliances dan network didalam dan diluar organisasi

PERTEMUAN 2 Sejarah dan Evolusi Teori Manajemen 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 40

PERTEMUAN 2

PERTEMUAN 2 Sejarah dan Evolusi Teori Manajemen 3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 40

Sejarah dan Evolusi

Teori Manajemen

 Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar
 Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar
 Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar
 Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar

Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi

formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar

efisien dan efektif.

Marchiavelli (1531) -->mengenalkan beberapa prinsip-prinsip

yang dapat diadaptasikan untuk diterapkan pada organisasi

manajemen masa kini.

Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang kemudian di

modifikasi oleh Mao Zedong, --> mengenalkan strategi perang,

yang dapat di pakai untuk merencanakan strategi yang

berhubungan dengan bisnis pesaing.

PENGANTAR  Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan
PENGANTAR  Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan
PENGANTAR  Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan
PENGANTAR  Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan

PENGANTAR

Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat

berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan

hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat

diamati serta menyediakan dasar yang kuat untuk

memperkirakan peristiwa pada masa depan.

Teori dimanfaatkan untuk:

1.

Memberikan fokus yang kuat untuk memahami peristiwa

yang kita alami

2.

Mempermudah kita berkomunikasi secara efisien,

3.

Membuat dan menantang kita untuk terus belajar,

Evolusi Teori Manajemen 1. Teori Manajemen Klasik a) Aliran Manajemen Ilmiah (scientific Management Theory) 

Evolusi Teori Manajemen

1. Teori Manajemen Klasik

a) Aliran Manajemen Ilmiah (scientific Management Theory)

Menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas, untuk menyeleksi, melatih, memotivasi pekerja dengan tujuan meningkatkan produktivitas melalui peningkatan efisiensi pekerja.

Ada beberapa tokohnya, yaitu:

1) Federick W. Taylor (1856 - 1915) Prinsip dasarnya:

- Menentukan metode terbaik untuk melaksanakan tiap tugas dengan dasar

ilmiah

Seleksi secara ilmiah sehingga setiap pekerja akan diberikan tanggung jawab untuk tugas yang lebih cocok

Pendidikan dan pengembangan karyawan secara ilmiah

Kerjasama antara pihak manajemen dan karyawan.

-Menggunakan sistem upah yang berbeda berdasar produktivitasnya.

2. Hendry L.Gantt (1816 - 1919) Merupakan penemu Scheduling and Rewarding Employees. Supervisor dan pekerja
2. Hendry L.Gantt (1816 - 1919) Merupakan penemu Scheduling and Rewarding Employees. Supervisor dan pekerja

2. Hendry L.Gantt (1816 - 1919)

Merupakan penemu Scheduling and Rewarding Employees. Supervisor dan

pekerja akan mendapat penghargaan bila menyelesaikan tugasnya sesuai

jadwal.

3. Frank (1868 - 1924) dan Lillian M.Gilberth (1878-1972) Mereka adalah penemu Motion Times Studies Lillian juga menganjurkan 3 posisi pekerja, yaitu:

1. Mempersiapkan Promosi

2. Pekerja melaksanakan tugas

3. Melatih pengganti

4. Mary Parker FOllet (1868-1933) Merupakan pioner dalam pemecahan konflik di tempat kerja. Ia menganjurkan pendekatan secara kemitraan dengan collaborative

approach.

Kelebihan dan Kelemahan Aliran Manajemen Ilmiah 1. Kelebihan Scientific Management Approach  Mendorong pendekatan

Kelebihan dan Kelemahan Aliran Manajemen Ilmiah

1. Kelebihan Scientific Management Approach

Mendorong pendekatan rasional untuk memecahkan masalah

organisasi

Meletakkan landasan untuk profesionalisme dan manajemen

Teknik efisiensi digunakan di banyak organisasi

Job design, seleksi yang ilmiah, pengembangan karyawan secara

ilmiah

2. Kelemahannya

Lemah dalam pendekatan human beingnya

Tidak melihat kebutuhan manusia secara individual (kepuasan kerja) dan kelompok.

Penekanan pada produktivitas yang dapat mengeksploitasi pekerja

b) Administrative Management Approach, Beberapa tokoh penganut aliran ini adalah : 1. Henry Fayon (1841-1925)
b) Administrative Management Approach, Beberapa tokoh penganut aliran ini adalah : 1. Henry Fayon (1841-1925)
b) Administrative Management Approach, Beberapa tokoh penganut aliran ini adalah : 1. Henry Fayon (1841-1925)

b) Administrative Management Approach, Beberapa tokoh penganut

aliran ini adalah :

1. Henry Fayon (1841-1925)

memberikan perhatian pada manajemen organisasi secara

keseluruhan

planning, organizing, commanding, coordinating, controlling.

dan mendefinisikan fungsi manajemen yaitu

Mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu:

pembagian

kerja, wewenang, disiplin, kesatuan komando, kesatuan arah

kepentingan individual dibawah kepentingan umum ( unity of

deriction, subordination of the individual ), Imbalan (renumerisasi), sentralisasi, hirarkhi, keadilan, stabilitas

personil, inisiatif, semangat korp (esprit de corps)

2. Max Weber (1864-1920) Mengembangkan bereaucratic management yang menekankan

perlunya hirarki, yang ditentukan secara tegas, diatur dengan

ketentuan dan nilai wewenang yang jelas.

Kekuatan dan kelemahan pendekatan administratif adala h  Kekuatannya adalah Kontribusi Administrative Management
Kekuatan dan kelemahan pendekatan administratif adala h  Kekuatannya adalah Kontribusi Administrative Management
Kekuatan dan kelemahan pendekatan administratif adala h  Kekuatannya adalah Kontribusi Administrative Management
Kekuatan dan kelemahan pendekatan administratif adala h  Kekuatannya adalah Kontribusi Administrative Management

Kekuatan dan kelemahan pendekatan

administratif adalah

Kekuatannya adalah Kontribusi Administrative Management Approach artinya digunakannya beberapa prinsip

manajemen. Kelemahannya teori ini lebih sesuai untuk organisasi yang stabil, kondisi lingkungan dapat diramalkan.

2.

Aliran Prilaku atau Tingkah Laku

2. Aliran Prilaku atau Tingkah Laku  Dimana Aliran ini muncul sebagai akibat dari pendekatan klasik

Dimana Aliran ini muncul sebagai akibat dari pendekatan

klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan harmoni di

tempat kerja yang memadai.

Pada Aliran ini, digolongkan 2 pendekatan yaitu : Gerakan hubungan manusia dan Pendekatan ilmiah Tingkah laku

1) Human Relations yaitu berusaha menemukan secara sistematis faktor sosial dan

psikologi yang dapat menciptakan hubungan manusia yang

efektif. Tokoh tokohnya :

a) Elton Mayo (1880-1949) - Hawthorne Experiment

Hasil

studi Hawthorne (pembangkit listrik) yang

Mayo, dkk

seperti :

dilakukan oleh Elton

1. 1. Produktivitas berkaitan dengan variabel sosial dan psikologi

2.

Pekerja akan bekerja lebih keras bila manajemen

2. Pekerja akan bekerja lebih keras bila manajemen memperhatikan kesejahteraan mereka dan supervisornya memberikan

memperhatikan kesejahteraan mereka dan

supervisornya memberikan perhatian pada mereka.

3.

Kelompok kerja informal mempunyai pengaruh positif

pada produktivitas.

4.

Mayo mengajukan konsep social man yang

dimotivasi oleh kebutuhan sosial daripada konsep

rational man yang dimotivasi oleh kebutuhan

ekonomis.

Kekuatan dan Kelemahan Pendekatan Human Reletions 1. Kontribusi dan pendekatan Human Relations:  Penyempurnaan

Kekuatan dan Kelemahan Pendekatan Human Reletions

1.

Kontribusi dan pendekatan Human Relations:

Penyempurnaan pendekatan klasik yang menganggap bahwa

produktivitas semata persoalan mekanis.

Menunjukkan pentingnya manager style dan memberikan perhatian

pada teaching people management skills daripada teaching

technical skills.

Mendorong perhatian pada group dynamic.

2.

Kelemahan :

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perbaikan kondisi

kerja dan

faktor yang berpengaruh pada produktivitas.

kepuasan karyawan hanya salah satu dari beberapa

Konsep social man tidak dapat menggambarkan tuntas individu

di tempat kerja.

2. Behavioral Science Approach Pendekatan ini yakin bahwa self actualizing man adalah konsep yang lebih
2. Behavioral Science Approach Pendekatan ini yakin bahwa self actualizing man adalah konsep yang lebih
2. Behavioral Science Approach Pendekatan ini yakin bahwa self actualizing man adalah konsep yang lebih
2. Behavioral Science Approach Pendekatan ini yakin bahwa self actualizing man adalah konsep yang lebih

2. Behavioral Science Approach

Pendekatan ini yakin bahwa self actualizing man adalah

konsep yang lebih akurat untuk menerangkan motivasi manusia dan mencoba mengintegrasikannya dengan organisasi. Beberapa tokohnya, antara lain:

a)

Maslow

Individu mempunyai empat kebutuhan dasar yaitu :

(1)physical needs, (2)security needs, (3)social needs (4)

esteem needs and self actualization needs.

Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan

untuk memenuhinya. Organisasi perlu mengenali

kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul

kepuasan.

b) Model complex man Model ini menjelaskan bahwa setiap orang mempunyai perbedaan dengan orang lain

b) Model complex man Model ini menjelaskan bahwa setiap orang mempunyai perbedaan dengan orang lain dan tidak ada dua orang yang sama.

c) Douglas Mc Gregor (1906-1964) Teori X dan teori Y

Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya

mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards

& punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu

melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang

karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.

Kekuatan dan Kelamahan pendekatan behavioral  Kontribusi Behavioral Science Approach yaitu menambah pengertian
Kekuatan dan Kelamahan pendekatan behavioral  Kontribusi Behavioral Science Approach yaitu menambah pengertian
Kekuatan dan Kelamahan pendekatan behavioral  Kontribusi Behavioral Science Approach yaitu menambah pengertian
Kekuatan dan Kelamahan pendekatan behavioral  Kontribusi Behavioral Science Approach yaitu menambah pengertian

Kekuatan dan Kelamahan

pendekatan behavioral

Kontribusi Behavioral Science Approach yaitu menambah pengertian tentang motivasi perorangan, hubungan

interpersonal, orientasi kepada perilaku manusia.

Kelemahannya teori y sangat complicated dan abstract bagi manajer di lapangan, adanya keterbatasan

pengetahuan bagi manajer di lapangan tentang teori

perilaku.

3. Pendekatan Sistem Yaitu Pandangan organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang
3. Pendekatan Sistem Yaitu Pandangan organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang

3. Pendekatan Sistem

Yaitu Pandangan organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari

bagian-bagian yang saling berkaitan. A. Teori Contingency

Mulai berkembang thn 1962, teori ini menyatakan

bahwa

yang optimum, sistem tergantung pada

tingkat perubahan lingkungannya.

tidak ada satu sistem manajemen

Sistem

ini disebut sistem organik (sebagai lawan mekanistik), pada sistem ini mempunyai

sistem

beberapa ciri:

- Substansinya adalah manusia bukan tugas.

- Kurang menekankan hirarki

- Struktur saling berhubungan, fleksibel, dalam bentuk kelompok

- Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma

- Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama

B. Model Open Systems (berkembang sejak 1870 an)  Asumsi yang dikembangkan adalah - Saling
B. Model Open Systems (berkembang sejak 1870 an)  Asumsi yang dikembangkan adalah - Saling
B. Model Open Systems (berkembang sejak 1870 an)  Asumsi yang dikembangkan adalah - Saling
B. Model Open Systems (berkembang sejak 1870 an)  Asumsi yang dikembangkan adalah - Saling

B. Model Open Systems (berkembang sejak 1870 an)

Asumsi yang dikembangkan adalah

- Saling ketergantungan

- Keterbukaan - memberi reaksi atas pengaruh lingkungan

- Totalitas , Rasional dan obyektivitas

- Pentingnya kerjasama dan group yang kompak

Model ini juga mengandung 3 aspek pokok, yaitu:

- Organisasi adalah suatu sistem yaitu suatu rangkaian bagian

yang saling berhubungan. Sistem tersebut ditentukan

oleh cara bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan.

- Sistem terbuka artinya beroperasi dalam suatu lingkungan yang

dinamis. Sifat dari lingkungan menentukan sifat dari sistem dan kelangsungan hidupnya.

- Tugas manajerial adalah mendiagnosa sifat lingkungan dan memilih bentuk organisasi yang sesuai.

3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 56
3/12/2014 I WAYAN KAYUN SUWASTIKA. SE., MM 56